31735 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODUL AJAR DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN LKPD INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS V SD
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul ajar berbantuan LKPD
Interaktif materi siklus air dengan model kooperatif type jigsaw untuk
meningkatkan hasil belajar kognitif. Jenis penelitian yang digunakan adalah
penelitian Research and Development (R&D) yang menggunakan model
ADDIE. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif .
Berdasarkan hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa penerapan modul ajar
dengan model kooperatif type jigsaw berbantuan LKPD Interaktif
meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan
hasil Hasil penelitian diketahui menunjukkan bahwa nilai hasil Berdasarkan
hasil uji N-Gain diatas menunjukan bahwa nilai N-Gain pada hasil belajar
kognitif meliputi C4, C5 dan C6 untuk kelas eksperimen dengan modul ajar ajar
materi siklus air dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw berbantuan LKPD interaktif rata-rata 0,77 termasuk dalam kategori
efektif. penerapan pembelajaran IPAS dengan modul ajar berbasis model
kooperatif type jigsaw berbantuan LKPD Interaktif meningkatkan signifikan
terhadap hasil belajar kognitif.
Kata kunci : Modul Ajar, model kooperatif type jigsaw, LKPD Interaktif, hasil
belajar kognitif
PENGARUH VARIASI KAOLIN SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR
Mortar adalah campuran material yang terdiri atas pasir, bahan pengikat, dan air.
Bahan pengikat yang digunakan dapat berupa tanah liat, kapur, atau semen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kaolin terhadap
kuat tekan mortar jika dibandingkan dengan mortar normal serta mengetahui
presentase optimum penggunaan kaolin yang mendapatkan nilai kuat tekan
tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan
jurnal sebagai acuan. Benda uji menggunakan mold kubus dengan dimensi
5 cm x 5 cm x 5 cm dengan total jumlah 100 buah benda uji. Benda uji akan
dilakukan pengujian pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Variasi semen yang akan
digantikan menggunakan kaolin yaitu : 10%, 20%, 30%,40% dan 50%. Nilai kuat
tekan mortar tertinggi terjadi pada variasi kaolin 10% pada umur mortar 28 hari
dengan nilai kuat tekan rata-rata 23,8 MPa. Jika dibandingkan dengan mortar
normal yaitu 23,6 MPa, nilai kuat tekan variasi kaolin 10% mengalami
peningkatan yang rendah, sedangkan mortar dengan variasi kaolin lebih dari 20%
mengalami penurunan nilai kuat tekan jika dibandingkan dengan mortar normal.
Kata kunci : mortar, kaolin, kuat teka
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS AKUT ANAK DENGAN METODE GYSSENS DI RSHD KOTA BENGKULU
Gastroenteritis akut masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas
dan mortalitas pada anak. Penggunaan antibiotik dalam pengobatan gastroenteritis
akut sering kali tidak tepat, sehingga dapat menyebabkan resistensi yang
berdampak pada meningkatnya angka kesakitan, kematian, dan biaya kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui profil penggunaan antibiotik
dan mengevaluasi rasionalitas penggunaannya pada pasien gastroenteritis akut anak
berdasarkan kriteria Gyssens di instalasi rawat inap RSHD Kota Bengkulu periode
Januari-Desember 2023. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data
secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan resep pasien yang
memenuhi kriteria inklusi, dengan total sampel sebanyak 153 pasien. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah
antibiotik golongan cephalosporin seperti cefixime (41,20%), ceftriaxone (40,53%)
dan penggunaan antibiotik lain mencakup golongan penisilin, nitroimidazole,
aminoglikosida, fluorokuinolon, sulfonamida, dan karbapenem dalam jumlah yang
lebih kecil. Hasil evaluasi antibiotik yang rasional dengan metode Gyssens sebesar
38,07% dan untuk kasus pasien yang menggunakan antibiotik tidak rasional
terdapat pada kategori V (3,05%), IV A (11,17%), IV B (1,02%), IV C (3,55%), III
A (23,35%), III B (15,23%), dan II A (4,57%). Kesimpulannya penggunaan
antibiotik pada pada pasien anak penderita gastroenteritis akut di instalasi rawat
inap RSHD Kota Bengkulu selama periode Januari-Desember 2023 tidak rasional.
Kata kunci: gastroenteritis akut, rasionalitas, antibiotik, gyssen
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa var. Aggregatum) TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS KULIT KOPI DAN Trichoderma sp.
Bawang merah (Allium cepa var. Aggregatum) merupakan salah satu komoditi
hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Upaya peningkatan produksi
secara berkelanjutan mendorong penerapan sistem pertanian organik dengan memanfaatkan
bahan-bahan alami seperti kompos kulit kopi dan Trichoderma sp. Kompos kulit kopi
berperan sebagai sumber bahan organik yang mampu memperbaiki sifat fisika dan kimia
tanah, sedangkan Trichoderma sp. dikenal efektif dalam meningkatkan kesehatan tanaman
dan ketersediaan hara. Respon tanaman bawang merah terhadap perlakuan tersebut diamati
melalui parameter pertumbuhan dan hasil panen, yang menunjukkan pengaruh positif dari
aplikasi kedua bahan tersebut dalam sistem budidaya organik. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan interaksi terbaik antara kompos kulit kopi dan Trichoderma sp., mendapatkan
dosis optimum yang tepat dalam pemberian kompos kulit kopi terhadap pertumbuhan dan
hasil bawang merah dan mendapatkan dosis optimum yang tepat pemberian Trichoderma
sp. terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2024 yang
bertempat di kebun Percobaan Universitas Bengkulu Medan Baru, Muara Bangka Hulu,
Kota Bengkulu dengan ketinggian tempat kurang lebih ±10 m dpl (meter diatas permukaan
laut). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan dua faktor.
Faktor pertama adalah dosis kompos kulit kopi (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 = 0 kg
(kontrol), K1= 0,4 kg, K2= 0,6 kg, K3= 0,8 kg. Faktor kedua adalah dosis Trichoderma Sp.
(T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu T1= 0 g (kontrol), T1= 14 g, T2= 28 g, T3= 43 g.
Hasil Penelitian menunjukkan interaksi antara dosis kompos kulit kopi dan
Trichoderma sp. terhadap variabel jumlah daun. Pemberian kompos kulit kopi berpengaruh
terhadap variabel jumlah daun, jumlah anakan, bobot segar tanaman, jumlah umbi per
rumpun, jumlah umbi per petakan, bobot segar umbi per rumpun, bobot segar umbi per
petakan, diameter umbi, bobot kering angin umbi. Perlakuan Trichoderma sp. 300 kg/ha
menunjukkan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil pada variabel tinggi tanaman,
jumlah daun bobot kering angin umbi
KERAGAAN DAN KARAKTERISASI 20 HIBRIDA MELON (Cucumis melo L.) HASIL PERSILANGAN VARIETAS INODORUS, RETICULATUS DAN MAKUWA
Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu jenis buah yang mulai banyak
digemari oleh masyarakat. Buah melon bercita rasa khas dan beraroma wangi
menyegarkan, serta dapat dikonsumsi dalam bentuk buah segar maupun olahan. Tanaman
melon memiliki sifat yaitu tanaman menjalar dan memiliki banyak cabang, tanaman melon
memiliki bentuk seperti daun ketimun, tapi sudutnya tidak setajam daun timun.
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari 2024 hingga April 2024 di Zona
Pertanian Terpadu Universitas Bengkulu, Medan Baru, Kandang Limun, Muara Bangka
Hulu, Kota Bengkulu. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap
(RAKL) faktor tunggal yaitu genotipe dengan 3 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri atas
10 tanaman, sehingga jumlah tanaman yang ditanam sebanyak 600 tanaman. Dari setiap
unit percobaan diambil 3 tanaman sebagai tanaman sampel.
Hasil pevnevlitian mevnunjukkan bahwa dari 20 hibridav yang diuji memiliki karaktevr
yang bevrbevda baik secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan variabel kualitatif hibrida
yang diuji pada bentuk daun terdapat tiga jenis daun yaitu menyeluruh, 3 lobus dan 5
lobus. Sedangkan pada warna dan bentuk bunga terdapat 2 macam yaitu bunga kuning dan
besar serta bunga kuning dan kecil. Pada variabel bentuk buah terdapat tiga macam bentuk
yaitu bulat rata, oval dan bulat memanjang. Warna daging buah terdapat lima macam
warna yaitu putih, krim, hijau oranye muda dan oranye (kuning kemerahan). Pada variabel
kuantitatif hanya tebal daging buah dan tingkat kemanisan yang memiliki nilai rata-rata
lebih tinggi dibandingkan tanaman pembanding Alisha dan Bomer.
(Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,
Universitas Bengkulu
PENGEMBANGAN BUKU AJAR MENULIS TEKS DESKRIPSI BERBASIS PEDAGOGI GENRE UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 22 KOTA BENGKULU
Buku ajar menulis teks deskripsi yang ada belum melatih siswa menulis teks
deskripsi sesuai harapan kurikulum Merdeka. Maka, perlu dikembangkan buku
ajar menulis teks deskripsi berbasis pedagogi genre. Untuk itu, tujuan
penelitian ini mengembangkan buku ajar menulis teks deskripsi berbasis
pedagogi genre pada siswa kelas VII SMP Negeri 22 Kota Bengkulu.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian ADDIE. Teknik pengumpulan data
menggunakan dokumentasi, wawancara, angket, observasi, dan tes. Teknik
analisis data menggunakan uji kelayakan dan uji N-gain (g). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa buku ajar menulis teks deskripsi berbasis pedagogi
genre layak dan efektif digunakan oleh siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil
kelayakan dari segi materi, bahasa, dan desain. Kemudian dari hasil uji
efektivitas menunjukkan buku ajar menulis teks deskripsi berbasis pedagogi
genre mampu meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi dari nilai rata-
rata pretes 59,4 menjadi 80. Buku ajar menulis teks deskripsi berbasis
pedagogi genre memiliki 4 langkah, dimulai dari membangun konteks menulis
teks deskripsi, pemodelan, mengkonstruksi teks deskripsi bersama, dan
mengkonstruksi teks deskripsi secara mandiri.
Kata kunci: Pengembangan Buku Ajar, Menulis Teks Deskripsi, Model
Pedagogi Genr
PEMANFAATAN LIMBAH STYROFOAM SEBAGAI BAHAN PENSUBTITUSI SEBAGIAN AGREGAT HALUS PADA PEMBUATAN MORTAR DAN PENGARUH UJI KUAT TEKANNYA
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh styrofoam sebagai bahan
pensubtitusi sebagian agregat halus pada pembuatan mortar dan pengaruh uji kuat
tekannya. Dalam pembuatan mortar ini persentase styrofoam yang ditambahkan
sebanyak 0%, 2%, 4% dan 6% dengan masa perawatan selama 14 hari, 21 hari, dan
28 hari. Pada penelitian ini juga dilakukan perendaman pada lingkungan asam
(HNO3), lingkungan basa (NaOH), dan lingkungan air laut. Mortar hasil penelitian
ini selanjutnya dikarakterisasi menggunkan SEM-EDS (Scanning Electron
Microscope-Energy Dispersive Spectroscopy) untuk mengetahui morfologi dan
porositas pada mortar yang berisi styrofoam. Uji kuat tekan menujukkan bahwa
semakin banyak persentase styrofoam yang ditambahkan maka semakin kecil nilai
hasil kuat tekan mortar yang didapat. Nilai kuat tekan mortar yang paling besar
didapat pada presentasi penambahan styrofoam sebanyak 2% dengan lama waktu
perendaman dengan air biasa selama 28 hari. Pada nilai kuat tekan mortar yang
direndam dilingkungan uji didapat paling tinggi kuat tekannya pada perendaman
air laut yaitu sebesar 12,39 sedangkan pada perendaman dilingkungan basa nilai
kuat tekan yang didapat yaitu sebesar 11,21 Mpa dan pada perendaman lingkungan
asam nilai kuat tekan yang didapat yaitu sebesar 12,01 Mpa.
Kata kunci : Mortar, SEM-EDS (Scanning Electron Microscope-Energy
Dispersive Spectroscopy) dan styrofoa
PENGARUH ETOS KERJA, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KOMPETENSI KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT DIRGANTARA INDONESIA
PT Dirgantara Indonesia, sebuah perusahaan strategis di industri
kedirgantaraan, menghadapi tantangan terkait kinerja karyawan. Proyek besar,
seperti pengembangan pesawat dan pemenuhan pesanan internasional,
membutuhkan keahlian tinggi, kolaborasi, dan kemampuan bekerja di bawah
tekanan. Ketergantungan pada tenaga kerja dengan kompetensi spesifik
menyebabkan tantangan dalam meratakan produktivitas. Data menunjukkan
fluktuasi jumlah karyawan antara 2018 hingga 2022, dengan adanya penurunan
total karyawan meskipun jumlah karyawan kontrak meningkat. Pada 2023,
ditemukan bahwa efisiensi karyawan menurun setelah pandemi COVID-19, yang
berdampak pada motivasi dan semangat kerja. Meskipun disiplin kerja mengalami
perbaikan di 2022 dibandingkan dengan 2021, perusahaan masih menghadapi
tantangan dalam mencapai target kinerja, khususnya pada tingkat kehadiran dan
utilisasi jam kerja. Tabel menunjukkan penurunan signifikan dalam jam kerja
yang hilang selama periode 2019-2021, meskipun ada perbaikan pada 2022.
Penelitian ini berfokus pada pengaruh tiga faktor utama terhadap kinerja
karyawan di Dirgantara Indonesia yaitu etos kerja, komitmen organisasi, dan
kompetensi. Etos kerja yang tinggi meningkatkan produktivitas dan disiplin,
sementara komitmen organisasi memperkuat loyalitas dan motivasi karyawan.
Kompetensi karyawan, yang mencakup pengetahuan dan keterampilan teknis,
memainkan peran penting dalam kualitas kinerja. Sinergi antara ketiga faktor ini
akan meningkatkan kinerja perusahaan, sementara ketiadaan satu faktor dapat
menghambat pencapaian tujuan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara
lain Teori Etos Kerja Weberian, Teori Komitmen Organisasi Meyer & Allen,
Competency-Based Theory Boyatzis, dan Goal Setting Theory Latham & Locke.
Berdasarkan fenomena yang dihadapi, penelitian ini bertujuan untuk
mengeksplorasi pengaruh etos kerja, komitmen, dan kompetensi terhadap kinerja
karyawan dan memberikan kontribusi dalam peningkatan kinerja perusahaan
secara keseluruhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh etos kerja, komitmen
organisasi, dan kompetensi karyawan terhadap kinerja karyawan di PT Dirgantara
Indonesia. Penelitian ini didasari oleh pentingnya peningkatan kinerja karyawan
di industri kedirgantaraan yang memiliki tuntutan teknis tinggi dan kompleksitas
kerja. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan
307 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan
regresi linier berganda, uji t untuk pengaruh parsial, serta uji F untuk pengaruh
simultan.
ix
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi karyawan dan komitmen
organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan,
dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0,659 dan 0,232. Etos kerja,
meskipun memiliki pengaruh positif, tidak signifikan terhadap kinerja karyawan,
dengan koefisien sebesar 0,058. Secara simultan, etos kerja, komitmen organisasi,
dan kompetensi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja
karyawan dengan nilai R2 sebesar 50,2%. Hasil ini mengindikasikan bahwa
sinergi antara ketiga variabel tersebut sangat penting dalam mendukung
produktivitas individu dan organisasi. Penelitian ini membuka peluang untuk
penelitian lanjutan yang dapat menggali variabel lain yang mempengaruhi kinerja
karyawan, seperti gaya kepemimpinan, budaya organisasi, atau tingkat kepuasan
kerja. Penelitian di sektor atau industri lain dapat memberikan wawasan yang
lebih luas mengenai dinamika yang ada di berbagai konteks organisasi. Dapat
disimpulkan bahwa ini memberikan implikasi penting bagi PT Dirgantara
Indonesia dalam pengelolaan sumber daya manusia, terutama dalam merancang
kebijakan yang mengintegrasikan pengembangan kompetensi, peningkatan
komitmen, dan pembentukan etos kerja yang lebih baik.
Kata Kunci: Etos Kerja, Komitmen Organisasi, Kompetensi Karyawan, Kinerja
Karyawan, PT Dirgantara Indonesi
PERAN INTELLECTUAL CAPITAL MEMODERASI EFISIENSI USAHA TERHADAP KINERJA KEUANGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH BERBASIS EKONOMI KREATIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Intellectual Capital (IC) sebagai variabel moderasi
dalam hubungan antara efisiensi usaha dan kinerja keuangan pada Industri Kecil Menengah
(IKM) berbasis ekonomi kreatif. Penelitian ini mengukur kinerja keuangan melalui Return on
Assets(ROA) dan Return on Sales (ROS) pada IKM berbasis ekonomi kreatif di Kota Palembang.
Elemen IC yang digunakan meliputi: Human Capital, Customer Capital, dan Structural Capital.
Banyak pertimbangan yang mendasari topik ini diangkat oleh penulis. Pertama, pertumbuhan
ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di sektor IKM, semakin penting dalam pembangunan
ekonomi. Namun, terdapat perbedaan hasil penelitian sebelumnya terkait pengaruh efisiensi
usaha terhadap kinerja keuangan, serta sedikit penelitian yang mengkaji peran IC sebagai variabel
moderasi. Pengaruh Efisiensi Usaha terhadap Kinerja Keuangan: Beberapa penelitian
sebelumnya seperti penelitian yang dilakukan oleh Goddard et al., (2005) dan Lu dan Beamish,
(2006) menunjukkan hubungan yang bervariasi antara efisiensi usaha dan kinerja keuangan.
Namun, hasil penelitian tersebut sering kali tidak konsisten, tergantung pada konteks industri dan
ukuran perusahaan yang berbeda. Penelitian yang dilakukan oleh Clarke et al., (2011) di Australia
menunjukkan bahwa modal intelektual, terutama modal manusia dan modal pelanggan, berperan
penting dalam memperkuat hubungan antara efisiensi usaha dan kinerja keuangan. Namun,
penelitian mengenai peran IC sebagai variabel moderasi masih terbatas, terutama dalam konteks
IKM berbasis ekonomi kreatif. Menurut penelitian oleh Maji dan Laha (2021), IC secara
signifikan menentukan efisiensi perusahaan, terutama dalam konteks industri manufaktur.
Namun, dampak IC pada efisiensi belum banyak dieksplorasi dalam sektor ekonomi kreatif.
Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan mengeksplorasi kontribusi IC terhadap peningkatan
efisiensi usaha pada IKM berbasis ekonomi kreatif.
Kerangka konseptual penelitian ini didasarkan pada beberapa teori utama yang relevan dengan
konteks efisiensi usaha dan peran IC dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Pertama,
penelitian ini mengacu pada Resources-Based View (RBV), yang menekankan pentingnya
sumber daya berwujud dan tidak berwujud, termasuk IC, dalam mendukung kinerja perusahaan.
Teori ini berpendapat bahwa perusahaan yang memiliki dan mengelola sumber daya yang langka
dan sulit ditiru, seperti Human Capital, Customer Capital, dan Structural Capital, akan memiliki
keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Selanjutnya, Pecking Order Theory digunakan untuk
menjelaskan bagaimana perusahaan cenderung lebih memilih pendanaan internal dibandingkan
dengan eksternal. Dalam konteks penelitian ini, teori ini relevan karena terkait dengan
pengelolaan sumber daya internal seperti IC, dimana perusahaan lebih mengandalkan
pengetahuan dan kapasitas internal mereka untuk mendorong efisiensi dan kinerja. Terakhir,
Trade-Off Theory menyatakan bahwa optimalisasi Structural Capital dapat memaksimalkan
efisiensi operasional. Dalam penelitian ini, IC dipandang sebagai faktor penting dalam
menentukan Structural Capital yang optimal, yang pada akhirnya mempengaruhi efisiensi usaha
dan kinerja keuangan.
Populasi penelitian ini adalah 1.233 IKM di Kota Palembang, dengan sampel sebanyak 400
responden yang ditentukan menggunakan Metode Purposive Sampling. Data keuangan diperoleh
dari pelaku IKM selama tahun 2020-2023, dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei.
Efisiensi usaha diukur melalui rasio-rasio keuangan seperti Fixed Assets Ratio (FAR), Current
viii
ix
Assets Ratio (CAR), Inventory Ratio (IR), Receivables Ratio (RR), Equity to Total Liabilities
Ratio (ETLR), Total Debt to Assets Ratio (D/A), dan Debt to Equity Ratio (DER). Kinerja
keuangan diukur melalui ROA dan ROS. Intellectual Capital diukur menggunakan tiga dimensi:
Human Capital, Customer Capital, dan Structural Capital. Pengujian dilakukan menggunakan
metode Panel Least Squares untuk menguji hubungan antar variabel serta pengaruh IC sebagai
variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi usaha berpengaruh signifikan
terhadap ROA, namun tidak terhadap ROS. Human capital memperkuat pengaruh efisiensi usaha
terhadap ROA dan ROS, sementara Customer Capital tidak memperkuat pengaruh efisiensi
usaha terhadap ROA dan ROS. Structural Capital memperkuat pengaruh efisiensi usaha terhadap
ROA, tetapi tidak terhadap ROS.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami peran IC sebagai faktor yang
meningkatkan efisiensi usaha, yang berdampak pada kinerja keuangan IKM berbasis ekonomi
kreatif. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan Human Capital dan Structural Capital
untuk meningkatkan kinerja keuangan IKM berbasis ekonomi kreatif. Temuan ini memberikan
wawasan berharga mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan IKM berbasis
ekonomi kreatif, serta menunjukkan pentingnya pengelolaan Human Capital dan Structural
Capital untuk meningkatkan efisiensi usaha dan kinerja keuangan. Sedangkan keterbatasan
penelitian ini adalah terbatas pada wilayah Kota Palembang dan sektor IKM berbasis ekonomi
kreatif, sehingga generalisasi hasil ke wilayah atau sektor lain harus dilakukan dengan hati-hati.
Selain itu, variabel moderasi yang digunakan hanya terbatas pada IC, sehingga penelitian lebih
lanjut dapat memperluas kajian ini dengan variabel moderasi lainny
PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PENGUNGKAPAN ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND GOVERNANCE (ESG) SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Penelitian ini bertujuan memberikan bukti secara empiris mengenai
pengaruh manajemen laba terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan ESG
sebagai variabel moderasi. Variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi ukuran perusahaan (size), leverage, audit committee expertise dan dewan
direksi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, data yang digunakan
meliputi Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terindeks
dan memiliki skor ESG pada ESG Intelligence periode 2019-2023. Periode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah lima tahun pengamatan yaitu tahun 2019-
2023. Dengan penentuan sampel menggunakan purposive sampling, jumlah sampel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah 42 perusahaan. Alat analisis yang
digunakan adalah SPSS ver 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh negatif
signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, pengungkapan ESG memoderasi
hubungan antara manajemen laba dan nilai perusahaan secara negatif signifikan.
Temuan ini menunjukkan bahwa praktik manajemen laba yang tinggi dapat
menurunkan nilai perusahaan, dan pengungkapan ESG belum cukup kuat untuk
mengurangi dampak negatif tersebut. Di sisi lain, beberapa variabel kontrol seperti
ukuran perusahaan, leverage, dan dewan direksi menunjukkan pengaruh signifikan
terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan pentingnya karakteristik tata
kelola perusahaan dalam mempengaruhi persepsi pasar terhadap nilai suatu
perusahaan.
Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa perusahaan perlu lebih berhati�hati dalam melakukan praktik manajemen laba karena dapat menurunkan nilai
perusahaan di mata investor. Selain itu, pengungkapan ESG perlu ditingkatkan dari
segi kualitas dan konsistensinya agar benar-benar dapat menjadi alat pengawasan
yang efektif, bukan sekadar simbol pencitraan. Regulasi yang mendorong
transparansi ESG dan penguatan tata kelola internal menjadi penting untuk
mengembalikan kepercayaan pasar dan mendukung keberlanjutan perusahaan.
Penelitian ini juga diharapkan membantu pemangku kepentingan, termasuk
kreditur, memahami pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan
keputusan investasi.
Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu Penelitian ini hanya menguji satu
variabel independen yaitu manajemen laba. Variabel lain yang berpotensi memiliki
pengaruh terhadap nilai perusahaan, seperti, profitabilitas, leverage, dan ukuran
perusahaan. Sampel yang digunakan tidak dikelompokkan berdasarkan sektor
industri tertentu karena keterbatasan data perusahaan yang terindeks dan baru
melaporkan laporan keberlanjutan dan skor ESG pada ESGI, serta dapat
menggunakan skor ESG dari lembaga rating lain seperti Bloomberg, S&P dan
Revinitif Eikon.
Kata Kunci : Manjemen Laba, Nilai Perusahaan,Pengungkapan ES