31735 research outputs found
Sort by
RATIO DECIDENDI MAJELIS HAKIM DALAM PUTUSAN NOMOR 175/PID/2023/PT.Bgl TERHADAP KASUS PEMBUNUHAN
Ratio Decidendi merupakan alasan pertimbangan penjatuhan putusan yang
dijatuhkan. Fenomena dalam penjatuhan tindak pidana deelneming dalam putusan
Nomor 175/Pid/2023/PT.Bgl terkait kasus pembunuhan, timbul permasalahan
dalam menerapkan dan menjatuhkan hukuman pidana berdasarkan pada pasal 165
ayat (1) KUHP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskipsikan
alasan majelis hakim dalam menerapkan dan menjatuhkan pemidanaan berkaitan
dengan pasal 165 ayat (1) KUHP ini dan apakah putusan majelis hakim dalam
putusan Nomor 175/PID/2023/PT.bgl ini sudah sesuai dan memenuhi tujuan
hukum. Jenis penelitian ini menggukan penelitian hukum normatif. Maka dapat
disimpulkan bahwa pasal 165 ayat (1) KUHP merupakan pasal yang bersifat pasif
dan juga bukan untuk tindak pidana pembunuhan biasa dikarenakan pasal ini secara
keseluruhan memuat kejahatan-kejahatan berat seperti kejahatan makar, kejahatan
terhadap negara, disersi, perajurit yang lari dalam perang dan masih bnyk yang lain.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan dan penjatuhan pemidanaan
berdasarkan pasal 165 ayat (1) KUHP tidak lah sesuai dengan apa yang dicita�citakan tujuan hukum dan penegakan hukum yang ada di indonesia. Kesimpulan
hasil penelitian ini menunjukan ketidak hati-hatian penuntut umum dalam memilih
pasal yang didakwakan dan ketidak tepatan dalam menerapkan dan menjatuhkan
putusan pemidanaan pasal 165 ayat (1) KUHP yang berakibat ketidak pastian
hukum yang terdakwa dapa
TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARA JASA TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARA JASA FITNESS TERHADAP KONSUMEN BERDASARKAN PASAL 19 UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DI KOTA BENGKULU
Kesehatan merupakan hal yang penting dan dapat dijaga dengan
berolahraga. Olahraga di Fitness Center menjadi pilihan untuk menjaga
kesehatan. Namun, sering kali terjadi banyak masalah yang dihadapi di fitness
center salah satunya yaitu cidera yang dialami konsumen. Penyelenggara jasa
fitness harus memberikan tanggung jawab terhadap konsumen guna
memperhatikan kenyamanan dan keselamatan mereka. Tujuan penelitian ini yaitu
untuk menganalisis tanggung jawab penyelenggara jasa terhadap konsumen yang
dirugikan di fitness Kota Bengkulu berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata dan untuk menganalisis pelaksanaan tanggung jawab penyelenggara jasa
fitness di Kota Bengkulu berdasarkan Pasal 19 Undang-Undang Perlindungan
Konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris.
Hasil penelitian tanggung jawab penyelenggara jasa terhadap konsumen
menunjukkan pelaku usaha hanya memberikan pertolongan pertama secara
terbatas, seperti pemberian obat luka dan balsam, serta pengantaran ke klinik atau
tukang urut tanpa menanggung biaya perawatan lebih lanjut. Selain itu, tidak
terdapat kompensasi berupa pengembalian dana atau pergantian jasa apabila
tujuan program latihan tidak tercapai. Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan Pasal
1365, 1366, dan 1367 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yang mewajibkan
setiap orang untuk memberikan ganti rugi atas kerugian yang timbul akibat
kesalahan atau kelalaiannya, termasuk atas tindakan pihak yang berada di bawah
tanggung jawabnya. Pelaksanaan tanggung jawab pelaku usaha tersebut juga tidak
sesuai dengan Pasal 19 Undang-Undang Perlindungan Konsumen, yang mengatur
kewajiban pelaku usaha untuk memberikan ganti rugi berupa pengembalian uang,
penggantian jasa, atau perawatan kesehatan apabila terjadi kerugian akibat jasa
yang diberikan. Dengan demikian, pelaku usaha seharusnya bertanggung jawab
secara hukum atas kerugian yang dialami konsumen, baik berdasarkan
KUHPerdata maupun ketentuan Pasal 19 Undang-Undang Perlindungan
Konsumen.
Kata Kunci : Tanggung Jawab, Perlindungan Konsumen, Fitness Center,
Penyelenggara Jas
PENGARUH AKTIVATOR NaOH TERHADAP DAYA SERAP KARBON AKTIF YANG TERBUAT DARI KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA METILEN BIRU
Penelitian ini bertujuan untuk membuat karbon aktif dari kulit buah kakao
(Theobroma cacao L.) yang diaktivasi dengan NaOH serta pengaruh waktu kontak
terhadap daya serap metilen biru. Kulit buah kakao dikarbonisasi pada suhu 200-
300°C selama 3 jam dan diaktivasi menggunakan larutan NaOH pada konsentrasi
1, 2 dan 3 M selama 24 jam. Karakterisasi karbon aktif meliputi uji kadar air, uji
kadar abu, daya serap metilen biru dan analisis gugus fungsi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kadar air karbon aktif yang diaktivasi NaOH dengan
konsentrasi 1, 2 dan 3 M masing-masing sebesar 1,48%, 2,56%, dan 2,64%,
sedangkan karbon tanpa aktivasi sebesar 1,47%. Kadar abu karbon dengan dan
tanpa aktivasi berturut-turut yaitu 5,49%, 5,35%, 4,02% dan 6,67%. Hasil
pengujian daya serap metilen biru menunjukkan waktuk kontak optimum yang
didapatkan adalah pada waktu 25 menit. Karbon yang diaktivasi NaOH dengan
konsentrasi 1 M memiliki persen penyerapan dan kapasitas adsorpsi optimum
sebesar 102,89% dan 9,85 mg/g, konsentrasi 2 M sebesar 103,03% dan 9,86 mg/g,
konsentrasi 3 M sebesar 103,05% dan 9,86 mg/g, sedangkan karbon tanpa aktivasi
sebesar 100,73% dengan kapasitas adsorpsi 9,64 mg/g. Karakterisai karbon aktif
menggunakan FTIR memiliki gugus fungsi O-H, C=C dan C-O. Karbon yang
dihasilkan menunjukkan kadar air dan kadar abu sudah memenuhi SNI, sedangkan
pengujian daya serap metilen biru belum memenuhi SNI.
Kata kunci: Kulit buah kakao, karbon aktif, NaOH, metilen biru, adsorps
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI SABUN KERTAS BERBAHAN BAKU VCO DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SEBAGAI ANTIOKSIDAN
Daun salam (Syzygium Polyanthum) adalah salah satu spesies dari genus Syzygium
yang dapat tumbuh di dataran rendah. Ekstrak daun salam diketahui mengandung
flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berfungsi untuk antioksidan. Tujuan dari
penelitian ini ialah membuat sabun kertas menggunakan bahan baku VCO dan untuk
mengetahui karateristik sabun kertas yang ditambahkan ekstrak daun salam. Uji
aktivitas antioksidan pada penelitian ini menggunakan metode DPPH dan uji
karakteristik sediaan yang meliputi uji pH, uji stabilitas busa, dan uji alkali bebas sesuai
dengan SNI 2588:2017. Hasil terbaik terdapat pada F2 dengan karakteristik sediaan uji
pH sebesar 10,21%, stabilitas busa 89%, kadar alkali bebas 0,06%, dengan aktivitas
antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 16,64 ppm. Semakin banyak ekstrak yang
ditambahkan maka semakin tinggi aktivitas antioksidan yang dihasilkan.
Kata Kunci : Antioksidan, Daun Salam, DPPH, Sabun Kerta
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ARANG AKTIF DARI SABUT BUAH PINANG (Areca catechu L.) DENGAN AKTIVATOR H3PO4 SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENGURANGI KADAR Fe (III) DALAM AIR SUMUR
Air dapat mengalami penurunan kualitas tidak hanya dari logam berat. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui potensi sabut buah pinang sebagai adsorben dalam
mengurangi kadar besi dalam air dengan aktivator H₃PO₄. Sabut buah pinang
dikarbonisasi menggunakan pirolisis dalam waktu 4 jam dan diaktivasi dengan
aktivator H₃PO₄. Uji kualitas arang aktif meliputi kadar air, abu, zat mudah
menguap dan analisis gugus fungsi. serta dilakukan pengukuran daya serap
terhadap ion Fe(III) menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Hasil
penelitian ini kadar air dan kadar abu pada konsentrasi 0,5M, 1M dan 2M telah
memenuhi standar SNI sedangkan kadar zat menguap belum memenuhi standar
SNI. Kadar air terbaik dihasilkan dari aktivator H3PO4 2M sebesar 7,2% dan
kadar abu terbaik sebesar 3,6% dari aktivator H3PO4 1M. Gugus fungsi yang
terdapat meliputi OH, C-H, dan C=C. Kapasitas adsorpsi terbaik arang tanpa
aktivasi untuk larutan Fe adalah 0,185 mg/g, sedangkan untuk air sumur pada
arang dengan aktivator 2 M adalah 0,40 mg/g.
Kata Kunci : arang aktif, H₃PO₄, ion Fe (III), kapasitas adsorpsi, sabut buah
pinan
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (Studi Kasus : Simpang 4 Kebun Tebeng Kota Bengkulu)
Simpang 4 Kebun Tebeng Kota Bengkulu merupakan simpang yang terletak
ditengah kota Bengkulu yang mempunyai empat lengan simpang tak bersinyal
dimana simpang 4 Kebun Tebeng Kota Bengkulu mempertemukan beberapa ruas
jalan diantaranya Jalan Merapi XV, Jalan Merapi Raya, Jalan Karbela Raya, Jalan
Dempo Raya. Letak Simpang 4 Kebun Tebeng berada di daerah komersial dan
akses menuju pusat kota. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja
simpang yang diberikan oleh simpang 4 Kebun Tebeng pada kondisi eksisting
untuk mendapatkan tingkat pelayanan yang lebih baik. Perencanaan
menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Data lalu lintas
yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui survei lapangan yang
mencakup volume lalu lintas, kondisi geometrik simpang, serta hambatan
samping. Pencacahan jumlah kendaraan dilapangan dilakukan selama dua hari
pada jam sibuk. Hasil analisis disimpulkan bahwa simpang 4 Kebun Tebeng Kota
Bengkulu pada pendekat Merapi XV mengalami arus jam puncak pada jam
12.30-12.45 WIB yang volumenya sebesar 230,4 smp/jam, pendekat Merapi
Raya mengalami arus jam puncak pada jam 07.00-07.15 WIB yang volumenya
sebesar 827,2 smp/jam, pendekat Karbela Raya mengalami arus jam puncak pada
jam 07.15-07.30 WIB yang volumenya sebesar 340 smp/jam, dan pendekat
Dempo Raya mengalami arus jam puncak pada jam 07.15-07.30 WIB yang
volumenya sebesar 848 smp/jam, nilai kapasitas samping 3062,92 smp/jam,
tundaan 12,36 detik/smp, peluang antrian 21,66 % - 43,64 %, derajat kejenuhan
0,73.
Kata kunci: kinerja simpang, pkji, analisis lalu linta
PENGARUH WAKTU PENCAMPURAN SAMPAI PEMBUATAN BENDA UJI BETON READY MIX TERHADAP NILAI SLUMP DAN KUAT TEKAN BETON
Beton ready mix banyak digunakan dalam konstruksi. Jarak dari lokasi
batching plant ke proyek menjadi hal yang perlu diperhatikan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pencampuran beton ready mix
terhadap nilai slump dan kuat tekan beton. Penelitian dilakukan dengan
mengambil data monitoring truck mixer dan data kuat tekan beton lapangan serta
melakukan pengujian laboratorium dengan membuat masing-masing 3 sampel
beton dengan 4 variasi waktu pengadukan, yaitu 2, 5, 10, dan 15 menit dengan
mutu 35 MPa, nilai slump direncanakan 122 cm, dan pengujian pada umur
28 hari. Waktu pencampuran selama 30 menit pada sampel lapangan
menghasilkan nilai slump 13 cm dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar
45,28 MPa, sedangkan waktu pencampuran 39 menit, nilai slump menjadi
10,5 cm dan kuat tekan rata-rata 35,54 MPa. Hasil Penelitian di laboratorium,
nilai slump untuk waktu pengadukan 2, 5, 10, dan 15 menit secara berturut-turut
adalah 13, 12, 11, dan 10,5 cm, sedangkan kuat tekan rata-rata yang didapat
secara berturut-turut adalah 35,1 MPa, 35,29 MPa, 34,54 MPa dan 33,97 MPa.
Semakin lama waktu pencampuran pada beton, maka akan menyebabkan
penurunan nilai slump dan kuat tekan beton. Hasil penelitian di laboratorim
menunjukan, pengadukan selama 5 menit mendapatkan kuat tekan tertinggi,
sedangkan pada sampel lapangan, kuat tekan tertinggi dicapai pada waktu
pencampuran selama 30 menit.
Kata kunci: beton, waktu pencampuran, slump, kuat teka
PERBANDINGAN STRUKTUR KOMUNITAS LABA-LABA PERMUKAAN TANAH PADA TIGA TIPE EKOSISTEM BERBEDA DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS BENGKULU
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan Struktur Komunitas
Laba-Laba Permukaan Tanah Pada Tiga Tipe Ekostem Yang Berbeda Di Kawasan
Kampus UNIB. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling pada tiga
Kawasan penelitian. Kawasan ini meliputi lokasi 1 alboretum, lokasi 2 gardenia
hayati, dan lokasi 3 perkebunan kelapa sawit. Pengambilan sampel ini dilakukan
dengan menggunakan metode pitfall trap dengan tiap lokasi menggunakan metode
line transek sepanjang 100 m dengan 20 perangkap. Perangkap di pasang selama 4
minggu. Sampel yang terperangkap di koleksi setiap minggu. Analisis data yang
digunakan yaitu kepadatan, kepadatan relatif, frekuensi relatif, indeks
keanekaragaman, indeks kemerataan, indeks dominansi, dan indeks similaritas. Terdapat 14 Jenis tergolong dari jenis Venonia sp, Lycosidae sp, Gnaphosidae sp, Oxyopes sp, Trochosa sp, Clubionidae sp, Carrhotus sp, dan Liocranidae sp. Pada
ketiga lokasi penelitian memiliki kepadatan yang berbeda-beda, pada lokasi
alboretum memiliki kepadatan yang lebih tinggi (K = 5,9 individu/perangkap), dibandingkan lokasi gardenia hayati (K=4,25 individu/perangkap) dan lokasi
perkebunan kelapa sawit (2,80 individu/perangkap). Frekuensi relatif didapat 3
kategori yaitu Konstan (sering), Aksidentasl (sangat jarang) dan Assesori (jarang). Indeks keanekaragaman pada lokasi alboretum H’=2,62, relatif sama dengan lokasi
gardenia hayati H’=2,29, dan pada lokasi perkebunan kelapa sawit H’=1,87 lebih
rendah. indeks similaritas jenis laba-laba tanah tertinggi yaitu lokasi alboretum
dengan lokasi gardenia hayati yaitu 83,30% yang menunjukkan kategori tingkat
kesamaan jenis pada kedua lokasi penelitian yaitu tinggi, begitu juga pada lokasi
gardenia hayati dan lokasi perkebunan kelapa sawit 82,40% juga termasuk kategori
kesamaan yang tinggi, begitu juga pada lokasi alboretum dan perkebunan kelapa
sawit memiliki nilai indeks similaritas yaitu 66,60%. Kata Kunci : Komunitas, Laba-Laba Permukaan Tanah, Tipe Ekosiste
PENENTU PRODUK UNGGULAN DAERAH KOMODITAS PERKEBUNAN DI KECAMATAN PONDOK KUBANG KABUPATEN BENGKULU TENGAH
Kecamatan Pondok Kubang merupakan wilayah yang memiliki potensi sumber daya
yang cukup besar, terutama dalam bidang perkebunan dengan komoditas utama kelapa
sawit, karet, kopi, dan kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta
menetapkan komoditas perkebunan yang menjadi produk unggulan daerah di Kecamatan
Pondok Kubang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Tujuh
Bentang (manusia, pasar, teknologi, alam, sosial, ekonomi, dan lingkungan) untuk
menggali potensi wilayah, serta metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk
menetapkan prioritas produk unggulan berdasarkan bobot kriteria dari hasil wawancara
dengan informan kunci.
Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder melalui wawancara
mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sosial bobot
0,281, ekonomi 0,277 dan alam 0,255 merupakan tiga faktor terpenting dalam menentukan
produk unggulan daerah. Komoditas kelapa sawit ditetapkan sebagai produk unggulan
utama Kecamatan Pondok Kubang karena memiliki produktivitas dan nilai ekonomi
tertinggi, serta dukungan pasar yang luas dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Produk Unggulan, Komoditas Perkebunan, Analisis Tujuh Bentang, dan
AHP
(Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian,
Universitas Bengkulu
PENGARUH MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 51 SELUMA
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh multimedia interaktif
berbasis problem based learning Terhadap hasil Belajar Kognitif dan Sikap Peduli
Lingkungan Siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasy
eksperimen mengunakan desain nonequivalent control group design. Jenis data
yang digunakan adalah data kuantitatif yaitu menggunakan instrumen soal tes dan
lembar Angket. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh Fhitung > dari Ftabel dan nilai
sign 0.000
pada sikap peduli lingkungan dan Fhitung > dari Ftabel dan nilai sign < 0.000 pada
simultan hasil belajar kognitif dan sikap peduli lingkungan. Uji N-Gain pada lembar
tes kelas eksperimen sebesar 72,81% termasuk dalam kategori cukup efektif dan
pada kelas kontrol sebesar 39,94% termasuk dalam kategori tidak efektif. Pada uji
N-Gain Lembar Angket kelas eksperimen sebesar 63,21% termasuk dalam kategori
cukup efektif. Sedangkan nilai N-Gain score kelas kontrol sebesar 50,22%
termasuk dalam kategori kurang efektif. Dapat disimpulkan bahwa multimedia
interaktif berbasis problem based learning berpengaruh signifikan terhadap hasil
belajar kognitif, tidak berpengaruh secara signifikan pada sikap peduli lingkungan,
dan berpengaruh signifikan secara simultan terhadap hasil belajar kognitif dan sikap
peduli lingkungan siswa
Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Problem Based Learning, Hasil Belajar
Kognitif dan Sikap Peduli Lingkunga