31735 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEACHING PERSONAL AND SOCIAL RESPONSIBILITY (TPSR) UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB DAN PRESTASI BELAJAR (Studi Pada Mata PJOK Kelas V SDN di Gugus 1 Kecamatan Rambang)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model
pembelajaran Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR) untuk
meningkatkan tanggung jawab dan prestasi belajar siswa kelas V SDN di
Gugus 1 Kecamatan Rambang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Januari s.d Februari 2025. Dalam penelitian ini digunakan metode Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) dan penelitian Eksperimen. Subjek Penelitian ini
adalah peserta didik Kelas V di SDN 18 Rambang yang berjumlah 11 siswa
dan populasi penelitian ini adalah peserta didik Kelas V di SDN Gugus 1
Rambang yang berjumlah 65 siswa. Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif terhadap data berupa
dokumen lembar observasi guru, lembar observasi peserta didik dan hasil
tes peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan
model pembelajaran Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR)
kerjasama dan prestasi belajar siswa meningkat. Pada siklus I jumlah siswa
yang nilai tuntas adalah 5 siswa (45%), nilai tidak tuntas adalah 6 siswa
(55%). Pada siklus 2 nilai tuntas yaitu 7 siswa (64%), nilai tidak tuntas
adalah 4 siswa (36%). Sedangkan pada siklus III siswa yang nilai tuntas
adalah 10 siswa (91%), nilai tidak tuntas adalah 1 siswa (9 %). Sikap
tanggung jawab pada siklus I kriteria kurang, pada siklus 2 sikap tanggung
jawab meningkat kiteria baik, dan pada siklus III kriteria sangat baik. Dari
hasil analisis uji-t Post-test diperoleh nilai thitung 2,810 > ttabel 2,023, bahwa H0
ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata prestasi belajar
siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Temuan ini
mengindikasikan bahwa perlunya guru memfasilitasi proses pembelajaran
dengan penggunaan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan
aspek kognitif, psikomotor dan afektif siswa. Implikasi dari penelitian ini
adalah perlunya penerapan model pembelajaran yang aktif dan partisipatif
untuk meningkatkan tanggung jawab dan prestasi belajar peserta didik.
Kata Kunci : Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR),
Tanggung Jawab, Prestasi Belaja
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA BELITAR SEBERANG, KECAMATAN SINDANG KELINGI KABUPATEN REJANG LEBONG
Desa wisata adalah suatu kawasan pedesaan yang memiliki potensi unik dalam aspek
alam, budaya, maupun buatan yang dikelola secara terpadu untuk menarik wisatawan. Desa
wisata biasanya menawarkan pengalaman autentik kepada pengunjung melalui interaksi
langsung dengan masyarakat setempat, aktivitas wisata berbasis kearifan lokal, serta
keindahan alam pedesaan. Pembangunan desa wisata salah satu strategi penting dalam
upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Desa Belitar
Seberang merupakan desa wisata yang terletak di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi
Bengkulu. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata sangat penting untuk
keberhasilan dan keberlanjutan proyek tersebut Bentuk partisipasi masyarakat dalam
pengembangan desa wisata dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk yang melibatkan
peran aktif warga setempat. Tingkat partisipasi dalam pengembangan desa wisata
merupakan seberapa aktif dan terlibatnya masyarakat dalam setiap tahap proses
pengembangan tersebut.
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat
dalam pengembangan Desa Wisata Belitar Seberang Kabupaten Rejang Lebong, untuk
mengetahui tingkat partisipasi Masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Belitar
Seberang Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Belitar Seberang
Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong pada bulan November-Desember
2024. Metode pengeumpulan data terdiri dari penentuan sampel, pengambilan sampel,
variabel penelitian dan analisis data yang terdiri dari Analisis Deskriptif Kualitatif, Analisis
Deskriptif Kuantitatif dan Analisis Skala Likert
Berdasarkan hasil observasi lapangan Bentuk-bentuk partisipasi yang diberikan
masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Belitar Seberang berupa Perencanaan,
pelaksanaan, promosi desa wisata dan evaluasi. Tingkat partisipasi masyarakat dalam
pengembangan Desa Wisata Belitar Seberang tergolong pada tingkat Konsultatif yaitu
dengan skor 1087 masuk dalam tingkat konsultatif dimana sebanyak 30 masyarakat dimintai
pendapat mengenai pengembangan desa wisata, sebanyak 17 responden masuk dalam
kategori Pasif, 9 responden kategori Fungsional dan 4 responden tergolong dalam kategori
sangat interakti
PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN SIDAT (Anguilla spp.) DI SUNGAI TANJUNG AGUNG KOTA BENGKULU
Ikan sidat (Anguilla spp.) adalah jenis ikan dari ordo Anguilliformes yang termasuk
dalam kelompok ikan katadromus, yaitu ikan yang tumbuh dan hidup di sungai air tawar
namun akan kembali ke laut untuk memijah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
pengaruh berbagai jenis umpan terhadap hasil tangkapan ikan sidat (Anguilla spp.) di Sungai
Tanjung Agung, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan pada
bulan September 2024, metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan
metode eksperimental dimana data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder.
Data yang didapatkan selama penelitian diolah menggunakan uji statistik non-parametrik
Kruskal-Wallis dengan aplikasi IBM SPSS 25. Penelitian menggunakan alat tangkap pancing
ulur dengan menggunakan 3 jenis umpan, yaitu cacing, udang dan keong. Selama penelitian
dilakukan ditemukan 1 jenis ikan sidat yaitu, Anguilla bicolor. hasil tangkapan ikan sidat yang
sebanyak 11 ekor dengan hasil tangkapan sampingan sebanyak 10 ekor, meliputi ikan nila,
lele dan betok. Hasil penelitian tentang pengaruh perbedaan jenis umpan terhadap hasil
tangkapan ikan sidat (Anguilla spp.) pada alat tangkap pancing ulur di Sungai Tanjung
Agung, Kota Bengkulu adalah perbedaan jenis umpan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil
tangkapan ikan sidat, sehingga diterima dan ditolak.
Kata kunci : Ikan Sidat, Anguilla spp, Pancing Ulur, Sungai Tanjung Agun
PEMODELAN JALUR EVAKUASI GEMPA BUMI PADA GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN ALGORITMA ELITIST ANT SYSTEM (EAS) (STUDI KASUS: HOTEL MERCURE BENGKULU)
Jalur evakuasi sangat diperlukan saat terjadinya bencana gempa bumi guna
mengarahkan korban menuju lokasi yang lebih aman. Seiring perkembangan teori,
jalur evakuasi dapat diterapkan dalam pencarian rute di gedung bertingkat. Hotel
Mercure Bengkulu merupakan salah satu gedung bertingkat yang memerlukan
adanya jalur evakuasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memeroleh
solusi penentuan jalur evakuasi terpendek dari setiap kamar yang ada di Hotel
Mercure Bengkulu dan mengetahui kinerja dari algoritma yang digunakan.
Penentuan jalur evakuasi terpendek dilakukan menggunakan algoritma Elitist Ant
System (EAS) dengan dua langkah perhitungan yaitu pemodelan jalur lintasan dan
algoritma EAS. Penelitian ini menghasilkan jalur terpendek dari setiap ruangan
menuju lokasi yang lebih aman dan Jalan Semeru merupakan jalan keluar yang
paling efektif untuk dipilih. Berdasarkan kinerjanya, meskipun dengan proses
yang cukup panjang, algoritma EAS dapat digunakan dalam menentukan jalur
terpendek secara akurat dan efektif pada gedung bertingkat.
Kata kunci: Evakuasi, Gedung Bertingkat, Hotel Mercure Bengkulu, Elitist Ant
Syste
PERAMALAN DATA JUMLAH CURAH HUJAN MENGGUNAKAN THRESHOLD VECTOR AUTOREGRESSIVE (TVAR) (Studi Kasus: Jumlah Curah Hujan Bulanan di Kota Bengkulu dan Kota Padang)
Model Vector Autoregressive (VAR) sering digunakan dalam peramalan
deret waktu, namun asumsi linearitasnya kurang optimal untuk pola nonlinier,
sehingga meningkatkan kesalahan pada peramalan. Model Threshold Vector
Autoregressive (TVAR) menjadi alternatif yang mampu menangkap pola
nonlinier dengan mempertimbangkan threshold dan regime. Penelitian ini
menggunakan model TVAR untuk peramalan curah hujan bulanan di Kota
Bengkulu dan Kota Padang, menggunakan data dengan periode Januari 2000
hingga Oktober 2024. Curah hujan adalah jumlah air yang jatuh ke permukaan bumi
dalam bentuk butiran air, diukur dengan satuan milimeter (mm). Hasil analisis
menunjukkan bahwa model TVAR (1) dengan satu threshold memberikan
performa prediksi curah hujan yang lebih baik di Kota Bengkulu dibandingkan
Kota Padang. Hal ini dapat dilihat dari nilai ukuran kebaikan hasil prediksi pada
data training, untuk Kota Bengkulu memiliki sMAPE 17,04%, RMAE 0,303, dan
MASE 0,547 yang lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran pada Kota Padang
yang memiliki sMAPE 18,67%, RMAE 0,527, dan MASE 0,623. Namun, dari
nilai ukuran kebaikan hasil prediksi pada data testing untuk Kota Bengkulu
memiliki sMAPE 49,341%, dengan nilai RMAE 0,740, MASE 1,007 yang lebih
kecil dibandingkan dengan ukuran pada Kota Padang yang meningkat dengan
nilai sMAPE 51,029%, RMAE 0,687, MASE 1,094, ini menunjukkan bahwa
model TVAR(1) jauh lebih baik dan akurat untuk digunakan dalam memprediksi
curah hujan di wilayah Kota Bengkulu.
Kata Kunci : Vector Autoregressive (VAR), Threshold Vector Autoregressive
(TVAR), peramalan deret waktu, curah hujan
PERANCANGAN SISTEM KONTROL SUHU PADA BOILER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP DENGAN BAHAN BAKAR OLI BEKAS
Pemanfaatan limbah oli bekas sebagai bahan bakar alternatif menjadi
solusi potensial dalam menghadapi krisis energi dan masalah lingkungan.
Penelitian ini merancang dan merealisasikan sistem kontrol suhu otomatis pada
boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap dengan bahan bakar oli bekas. Sistem ini
menggunakan sensor RTD PT100 untuk membaca suhu boiler, mikrokontroler
Arduino Uno sebagai pengolah data, serta motor servo sebagai aktuator untuk
mengatur buka-tutup katup udara pada blower. Logika pengendalian suhu
dirancang berdasarkan metode ambang batas, blower menyala saat suhu <150°C
dan mati saat suhu ≥150°C. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu
menjaga suhu boiler secara otomatis disekitar setpoint, serta tekanan uap
meningkat seiring kenaikan suhu, dengan tekanan maksimal mencapai 4 bar pada
suhu 150°C. Sistem terbukti bekerja dengan baik dan dapat menjadi alternatif
pengembangan teknologi energi berbasis limbah.
Kata kunci: Boiler, Oli bekas, Kontrol suhu, RTD PT100, Arduino Uno, PLTU
KETERLIBATAN KOMUNITAS GAME MOBILE FATE/GRAND ORDER DI INDONESIA
Industri game mobile mengalami pertumbuhan pesat, didukung oleh
komunitas pemain yang semakin aktif dalam berbagai platform digital. Game
mobile hadir dalam berbagai jenis dan genre, masing-masing dengan komunitas
pemain yang beragam dan aktif di berbagai platform. Salah satu komunitas yang
menarik untuk diteliti adalah komunitas Fate/Grand Order (FGO), sebuah game
mobile gacha berbasis single-player yang tetap mampu membangun komunitas
pemain yang solid. Berbeda dari game multiplayer, keterlibatan pemain dalam
komunitas FGO lebih banyak terjadi di luar mekanisme permainan, melalui diskusi
di media sosial, forum daring, serta pertemuan komunitas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand experience
terhadap brand prestige dan consumer brand identification, pengaruh brand
prestige terhadap consumer brand identification, serta pengaruh consumer brand
identification terhadap brand community engagement.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
deskriptif. Data dikumpulkan melalui survei online dengan 300 responden dari
komunitas FGO. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation
Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan SmartPLS 3.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand experience berpengaruh
signifikan terhadap brand prestige. Namun, brand experience tidak berpengaruh
signifikan terhadap consumer brand identification. Selanjutnya, brand prestige
berpengaruh signifikan terhadap consumer brand identification, dan consumer
brand identification memiliki pengaruh signifikan terhadap brand community
engagement.
Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman merek yang baik meningkatkan
persepsi prestise, yang selanjutnya memperkuat identifikasi pemain terhadap merek
dan meningkatkan keterlibatan komunitas. Oleh karena itu, developer game
disarankan untuk meningkatkan pengalaman merek guna memperkuat persepsi
prestise, yang pada akhirnya dapat memperkuat keterlibatan komunitas pemain
FGO.
Kata Kunci: Pengalaman Merek, Prestise Merek, Identifikasi Merek-Konsumen,
Keterlibatan Komunitas Merek, Fate/Grand Order, Gim Selule
PEMODELAN REGRESI RIDGE ROBUST (RR) MM-ESTIMATION DALAM MENGATASI MASALAH MULTIKOLINIERITAS DAN OUTLIER PADA DATA KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU DAN LAMPUNG TAHUN 2022
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS MELON PREMIUM BENGKULU (Studi Pada PT. Tobo Agriculture Group)
Melon (Cucumis melo L) merupakan salah satu komoditi buah-buahan
semusim yang banyak disukai masyarakat. Selain karena rasa yang manis, tekstur
daging yang renyah, warna yang bervariasi, aroma yang khas, melon juga kaya akan
vitamin A dan C yang baik untuk kesehatan. Karena semakin banyaknya minat
pelanggan akan produk Melon Premium ini dan hasil produksi yang belum bisa
memenuhi pasar maka penulis ingin melakukan penelitian dengan tujuan untuk
menganalisis strategi pengembangan bisnis melon premium Bengkulu.
Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Sedangkan strategi
pengembangan bisnis adalah suatu cara atau proses yang menggerakkan pikiran,
tenaga, dan tubuh untuk mengembangkan bisnis, meningkatkan kualitas dan kuantitas
produksi dari kegiatan ekonomi, serta meningkatkan lapangan pekerjaan saat ini dan
yang akan datang. VRIN (valuable, rare, imitability, non-subsitusi) merupakan
indikator kompetensi yang dimiliki organisasi agar dapat menjadi sumber
keunggulan bersaing berkelanjutan. PESTEL (politik, ekonomi, sosial, teknologi
dan legal) adalah kerangka strategis yang biasa digunakan untuk mengevaluasi
lingkungan bisnis dimana perusahaan beroperasi. Model lima kekuatan atau 5-
Forces merupakan pendekatan yang sering dipakai untuk mengembangkan
strategi oleh banyak industry. SWOT adalah arti kata dari kekuatan internal
(Internal Strength) dan kelemahan (Weakness) dari sebuah perusahaan dan
lingkungan, kesempatan (Opportunities) dan ancaman (Threat) bagi perusahaan
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah field research. Sedangkan
pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Informan kunci dalam
penelitian ini adalah owner Toboponik sendiri yang merupakan pendiri dari PT. Tobo
Agriculture Group, informan utama pada penelitian ini adalah manager produksi,
sementara informan pendukung adalah asisten manager produksi. Metode
pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, studi pustaka dan
dokumentasi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis lingkungan eksternal didapatkan
dari hasil analisis wawancara dengan metode Porter Five’s Forces dan analisis
PESTEL. Pada identifikasi lingkungan internal, faktor-faktor yang dianalisis berupa
kekuatan dan kelemahan yang didapat dari elemen-elemen yang didapatkan dari hasil
analisis industri dengan analisis VRIN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan bisnis melon
premium di PT. Tobo Agriculture Group berada pada posisi Kuadran I yaitu (Agresif)
maka alternatif strategi yang harus dipergunakan agar pengembangan agribisnis
melon secara optimal adalah strategi S-O yang berarti membuat strategi dengan
memanfaatkan peluang industri yang ada dengan memaksimalkan kekuatan internal
yang di miliki oleh suatu usaha untuk menangkap peluang. Adapun strategi S-O yang
dapat diterapkan dalam hal ini adalah: 1) Pemerintah harus membuat kebijakan
tentang memaksimalkan lahan untuk produk hortikultura tertentu sesuai dengan
potensi wilayahnya masing-masing, 2) Perusahaan dapat mempertahankan produk
yang berkualitas tinggi dengan sistem tanam hidroponik, 3) Memanfaatkan kualitas
produk yang unggul untuk merebut permintaan di pasar yang lebih luas, 4)
Melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan, 5) Pemerintah harus menjamin
peluang pasar buah melon premium di Kota Bengkulu.
Kata Kunci: Melon Premium, Strategi Pengembangan Bisnis, Bisnis Strategi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL BERBANTUAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS V SDN 02 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah model
pembelajaran PBL berbantuan media video pembelajaran untuk meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar tematik siswa kelas V SDN 02 Kota Bengkulu. Jenis
penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus.
Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VB SDN 02 Kota Bengkulu
yang berjumlah 24 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan
soal tes. Teknik analisis data observasi menggunakan rumus rata-rata skor, skor
tertinggi, skor terendah, selisih skor, dan kisaran nilai untuk setiap kriteria. Data
tes dianalisis menggunakan rumus rata-rata nilai (mean) dan presentase
ketuntasan belajar. Hasil rata-rata penerapan model pembelajaran PBL (Aktivitas
Guru) siklus I diperoleh rata-rata skor 36,5 dan siklus II meningkat menjadi 47,5.
Hasil skor aktivitas siswa siklus I diperoleh rata-rata 35 dan meningkat pada
siklus II menjadi 47. Hasil tes evaluasi siklus I muatan pelajaran Bahasa Indonesia
memperoleh nilai rata-rata 73,46 dengan ketuntasan klasikal 61,53%, siklus II
dengan nilai rata-rata 79,80 dengan ketuntasan klasikal 84,61%. Pada siklus I
Muatan pelajaran IPA memperoeh nilai rata-rata 72,92 dengan ketuntasan klasikal
65,38%, pada siklus II dengan nilai rata-rata 82,57 dengan ketutasan klasikal
80,76%. Dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran PBL berbantuan
media video pembelajaran meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tematik siswa
kelas V SDN 02 Kota Bengkulu.
Kata Kunci : PBL, Aktivitas dan Hasil Belajar Tematik, Video Pembelajara