101 research outputs found

    DESINTEGRASI (Suatu Tinjauan Sosiologis)

    Full text link
    Awalnya kita begitu yakin bahwa Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara dengansemboyan Bhineka Tunggal Ika dianggap mampu merajut perbedaan yang adasehingga menjadi pilihat terbaik dari sekian banyak Ideologi pda saat itu, dan dalamperjalanan bangsa ini kita menyaksikan adanya dukungan masyarakat, setidaknyapada tataran elit, interaksi antara mereka yang berbeda suku bangsa, agama dangolongan dengan mudah biasa dirajut. Terlebih dengan tingkat pendidikan memilikikorelasi yang kuat terhadap tumbuhnya semangat saling bisa memahami perbedaanperbedaanpandangan, seperti yang ditunjukkan kerjasama antar suku bangsa yangberbeda, dengan mudah bisa dilakukan dengan pertimbangan yang rasional. Tetapikita dikagetkan dengan adanya gejala desintegrsi yang dimulai pada lapisan”Grassroot” dimana konvergensi antara suku bangsa, agama yang berbeda sudahtidak mudah diciptakan, kalaupun ada (yang sudah terbentuk) bisa ditelusuri, bahwarealitas semacam itu berakar pada tradisi yang sudah cukup lama, ketika intevensistate belum terlampau banyak mempengaruhi mereka.Kata Kunci: Desintegrasi, Konflik, Ssiologi

    MASALAH DAN PROSPEK DEMOKRASI

    Full text link
    Demokratrisasi dapat diartikan sebagai suatu transformasi atauproses untuk mencapai suatu system yang demokratis. Sedangkanmakna dan subtansi kata demokrasi itu sendiri berarti-secarasederhana-pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Dalam artiyang (relative) agak luas, demokrasi sering dimaknai sebagaipemerintahan dengan segenap kegiatan yang dikelola, dijalankandengan menjadikan rakyat sebagai subjek dan titik tumpu rodapenentu berjalannya kepolitikan dan kepemerintahan. Oleh karenademokrasi merupakan system yang bertumpu pada daulat rakyat,maka nihilisme terhadap daulat elite, atau daulat partai, atau daulatNegara, ataupun daulat militer musti disingkirkan.Kata kunci : Prospek dan demokras

    Resensi buku: Barrington Jr Moore.1967 SOCIAL ORIGINS OF DICTATORSHIP AND DEMOCRACY: LORD AND PEASENT IN THE MAKING OF THE MODERN WORLD

    Full text link
    Dalam bukunya “Social Origins of Dictatorship and Democracy: Lord and Peasent in theMaking of the Modern World” Barrington Moore Jr, ingin menunjukkan bahwa kaum tanidan golongan keluarga baik-baik memegang peran penting dalam menentukan kekuatankekuatansosial dan politik suatu negara terutama proses transformasi dari masyarakatagraris ke industri. Membandingkan delapan negara-negara besar, baik di Timur dan Barat,Moore terlihat secara rinci berbagai peran politik yang dimainkan oleh dua kelompok danmengidentifikasi tiga jalur utama dari dunia pra-modern - iindustrial - revolusioner borjuis,reaksioner dan kapitalis, dan komunis. buku Moore memungkinkan kita untuk lebih memahamisituasi di Inggris dan perang sipil Amerika, karakter dan kondisi sosial ekonomi dari fasismeJepang dan sifat non-kekerasan di India. Barrington Moore Jr membandingkan revolusimodernisasi di Cina, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, Perancis dan Jepang, dan India sertamengembangkan sebuah teori tentang kapan dan mengapa proses ini menghasilkan j sistempolitik melalui studi tiga jalur bangsa modern.Kata Kunci: Social Origins, Dictatorship and Democrac

    URGENSI PENATAAN LEMBAGA KEPRESIDENAN

    Full text link
    Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung pada hakikatnyamerupakan pengejawantahan kedaulatan rakyat dalam proses penentuankepemimpinan nasional. Meski demikian, pilihan atas sistem pemilihanlangsung yang dianut UUD 1945 hasil amandemen, dalam tataran praktissenantiasa memerlukan penyempurnaan. Salah satu di antaranya adalahpenataan lembaga kepresidenan untuk menghindari terjadinya grey areadalam relasi antara Presiden dan Wakil Presiden.Kata Kunci: Lembaga Kepresidena

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR (PEMP) DI KABUPATEN DONGGALA

    Full text link
    Dilatar belangi oleh maraknya beberapa pengamatan tentang kelompok orang-orang miskindan beberapa kebijakan pemerintah untuk mengatasi persoalan masyarakat yang hidupdibawa kemampuan rata-rata penduduk lainnya, maka program untuk mengurangi angkakemiskinan yang sampai saat ini masih terus berjalan dengan berbagai model dan jenisprogram, mendorong penelitian ini di lakukan. Rumusan masalah yang dikemukakan adalahuntuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap Program PemberdayaanEkonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kabupaten Donggala Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif deskriptif dengan jumlah informan sebanyak 90 orang yang terdiri dari 25pengecer ikan, 35 nelayan, dan 30 jenis pekerjaan lainnya. Hasil penelitian diperoleh bahwa:masyarakat mengikuti Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) adalahkarena ingin memperoleh modal usaha dan membantu meningkatkan pendapatan rumahtangga .Manfaat yang diperoleh masyarakat melalui Program PEMP adalah meringankanbeban ekonomi rumahtangga, meningkatkan pendapatan rumahtangga., dan mendapatkanbantuan modal usaha. Sehingga masyarakat menginginkan Program PEMP tersebutberlanjut terus.Kata kunci: Pemberdayaan Ekonomi. Masyarakat pesisir,PENDAHULUANSecara normatif, seharusnya masyaraka

    PENGUKURAN EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI USAHATANI JAGUNG KOMPOSIT DI DESA BULUBETE KECAMATAN DOLO SELATAN KABUPATEN SIGI

    No full text
    Kabupaten Sigi merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbesar di SulawesiTengah dengan luas panen 10.700 ha, dengan produksi sebesar 44.115 ton atau denganproduktivitas rata-rata 4,2 ton/ha. Hal ini sangat terkait dengan penggunaan input produksi. Secarakeseluruhan masalah penggunaan input produksi tersebut penting untuk dikaji Penelitian inimenggunakan metode analisis kuantitatif deskriptif. Analisis deskriptif bertujuan untuk memberigambaran tentang fakta-fakta dan data yang diperoleh dari hasil penelitian lapang. Pengumpulandata dilakukan dengan metode survey dan observasi langsung menemui dan wawancaradengan responden. Hasil penelitian menunjukkan dari uji yang dilakukan baik secara simultanmaupun parsial pengaruh variabel independen (Xi) yang terdiri atas : luas lahan (X1), benih (X2),pupuk (X3) dan tenaga kerja (X4), terhadap produksi jagung komposit dapat disimpulkan bahwapeningkatan produksi jagung sangat ditentukan oleh penggunaan input seperti lahan, benih, pupukdan tenaga kerja. Penggunaan sarana produksi, tenaga kerja dan luas lahan pada usahatani jagungkomposit di Desa Bulubete belum efisien, artinya para petani yang mengusahakan lahan untukproduksi jagung belum memanfaatkan secara optimal semua input produksi yang diperlukan.Keywords: Pengukuran, Usaha Tani, Produksi Jagung

    PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PADA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi dan peranan pimpinan dalam meningkatkan pengelolaan keuangan pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Kabupaten Banggai Kepulauan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang berjumlah 93 orang. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan metode sampling jenuh sehingga jumlah sampel penelitian ditetapkan berjumlah 93 orang. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi ganda dengan persamaan regresi = a + b1X1 + b2X2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan komitmen organisasi dan peranan kepemimpinan dalam meningkatkan pengelolaan keuangan pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset KabupatenBanggai Kepulauan dengan persamaan regresi diperoleh yaitu Y=8,444 + 0,116 + 0,343. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa komitmen organisasi dan peranan kepemimpinan secara simultan berpengaruh terhadap peningkatan pengelolaan keuangan pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Kabupaten Banggai Kepulaua

    STUDI EVALUASIIMPLEMENTASI KEBIJAKAN WALIKOTA NO.12 TAHUN 2007TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN WEWENANG KEPADA KECAMATAN UNTUKMELAKSANAKAN SEBAGIAN URUSAN OTONOMI DAERAH

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan yang ada di KotaPalu, Data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalamdan penyebaran kuisioner dengan pegawai dan pejabat pemerintahkota dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh darilaporan, Peraturan Daerah dan Surat Keputusan Walikota . Datadianalisis dengan menggunakan analisis teori kebijakan publik.Hasil analisa data menunjukkan bahwa implementasikebijakan walikota tentang pelimpahan sebagian wewenang kepadakecamatan untuk melaksanakan sebagian urusan otonomi daerahsecara umum dalam bidang urusan wajib dan pilihan telah berjalandengan cukup baik, meskipun demikian masih dibutuhkan penguatanpada bidang bidang tertentu agar implementasi kebijakan walikotalebih efektif.Kata Kunci : Implementasi Kebijakan dan Otonomi Daera

    FENOMENA ELECTOCRACY DALAM PILKADA LANGSUNG DI INDONESIA

    Full text link
    Dimensi politis manusia adalah dimensi masyarakat sebagaikeseluruhan dengan ciri khasnya bahwa pendekatan itu terjadi dalamkerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat sebagaikeseluruhan. Pilkada langsung adalah sebuah ruang yangdiperuntukkan bagi perwujudan nilai tertinggi dari esensi politikmanusia dalam sebuah wilayah tertentu yaitu pemegang utama darilegakitas akan sebuah kedaulatan. Seyogyanya, serpihan harapanyang terdapat dalam nilai demokrasi yang tertuang dalam proses dancontent dari pilkada langsung mampu memberikan nilai kesepadananatas kedaulatan yang diamanahkan kepada penguasa.Keadaan tersebut tidak menjadi bumerang yang berbalikarah menjadi senjata yang memakan tuannya yang dalam kontekskajian ini dikenal dengan electocracy yaitu keadaan dimanapemerintahan dipilih secara demokratis namun pejabat yang terpilihtidak memeiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pengelolaanmanajemen pemerintahan yang telah banyak dikenal secara luasdalam kajian masyarakat dunia ketiga masih sangat mempengaruhipola hidup masyarakat yang cendrung masinh sangat patron client.Kata Kunci: Electocracy, Demokrasi, Pilkada, Pemerintaha

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM-MP) MANDIRI PEDESAAN DI DESA ANGALLE KECAMATAN MAPPEDECENG KABUPATEN LUWU UTARA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Dasar penelitian yang digunakanadalah Field Research dengan tipe penelitian Deskriptif Kualitatif. Dalam penelitian iniyang menjadi indikator penelitian pelaksanaan Program Nasional PemberdayaanMasyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan dapat dilihat 1) Sejauh mana kepentingankelompok sasaran atau target grops termuat dalam isi kebijakan, 2)Jenis mamfaat yangditerima oleh target groups, 3)Sejauh mana perubahan yang di inginkan dari sebuahkebijakan, 4) Apakah letak sebuah program sudah tepat, 5) Apakah sebuah kebijakan telahmenyebutkan imeplementornya dengan rinci, dan 6) Apakah sebuah program di dukungoleh sumberdaya yang memadai. Penelitian bertujuan mengetahui mekanisme partsipasimasyarakat dalam perencanaan anggaran kabupaten Luwu Utara. Metode pengumpulandata yang digunakan adalah studi pustaka, dokumentasi, kuesioner dan wawancara.Temuan penelitian Kebijakan dari PNPM-MP dalam meningkatkan kesejatraanmasyarakat khususnya di Desa Mangalle sudah berjalan dengan baik terutama dalam segipemberdayaan masyarakatnya dan pemberdayaan ekonomi,Kata Kunci : Implementasi, PNPM, Pedesaan, Pemberdayaa

    90

    full texts

    101

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Academica
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇