Academica
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
PERSPEKTIF SOSIOLOGIS TENTANG KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA
Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga adalah masalahkeluarga yang sulit terekspos dirana publik, sebagai akibat dariadanya anggapan masyarakat bahwa masalah tersebut adalah suatuhal yang wajar dan dapat diselesaikan secara intern dalam suatukeluarga. Budaya Patriarki dan Pemahaman yang keliru terhadapajaran agama dan kepercayaan serta Peniruan seorang anak laki-lakiterhadap karakter ayahnya, adalah faktor-faktor dominan penyebabterjadi kekerasan tersebut. Oleh sebab itu, pendekatan-pendekatansecara idologis seperti kampanye untuk menghentikan pelbagaibentuk ketidak adilan gender serta mempelajari berbagai teknik olehkaum perempuan dalam menghentikan kekerasan.Kata Kunci : Kekerasan Terhadap Perempuan
IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI PADA AHASS 8287 CV ANUGERAH PERDANA PALU
JURNAL ACADEMICA Fisip Untad VOL.04 No. 01 PEBRUARI 2012799IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI PADAAHASS 8287 CV ANUGERAH PERDANAPALUOleh: St. ShofiyahABSTRAKSuatu organisasi perusahaan yang hendak meningkatkanproduktivitanya harus memperhatikan beberapa hal, diantaranyaadalah suasana kerja yang nyaman dan harmonis. Suatu organisasiakan berhasil mencapai tujuannya bukan hanya memenuhikebutuhanfisik dan materi saja bagi para pegawainya akan tetapi perusahaanjuga harus mampu menciptakan iklim komunikasi yang baik. Olehkarenanya iklim komunikasi merupakan faktor yang dapatmempengaruhi perilaku karyawan. Terpenuhinya gaji dan fasilitasyang cukup bukan satu-satunya penyelesaian, akan tetapi kebutuhanpsikologis pegawai juga turut mempengaruhi kondisi di perusahaan,dimana para pegawai menuntut para pimpinan untuk menghargai,dan mengakui keberadaanya dalam perusahaan. Hal ini dapat terciptabila iklim komunikasi yang berlangsung baik dalam organisasi.Iklimkomunikasi di dalam sebuah organisasi itu penting karena secaratidak langsung iklim komunikasi organisasi dapat mempengaruhicara hidup orang-orang di dalam sebuah organisasi: kepada siapaorang-orang berbicara, siapa saja yang disukai, bagaimana perasaanmasing-masing orang, bagaimana kegiatan kerja berlangsung danbagaimana perkembangan orang-orang di dalam organisasi. Dari sinidapat dilihat bahwa iklim komunikasi di dalam sebuah organisasi ituperlu untuk diperhatikan agar dapat menciptakan sebuah organisasiyang efektifKata Kunci: Organisasi dan Iklim Komunikas
PELIMPAHAN KEWENANGAN BUPATI DALAM OTONOMI DAERAH (Kajian Pelimpahan Kewenangan Delegatif Bupati Kepada Camat di Kabupaten Parigi Moutong Propinsi Sulawesi Tengah)
Pelaksanaan konsep otonomi daerah dengan memberikan kewenangan khusus dan kemandirian kepada daerah melahirkan dinamisasi dalam ranah penyelenggaraan pemerintah daerah itu sendiri, termasuk perubahan fungsi, kewenangan dan kedudukan camat maupun kecamatan. Implementasi otonomi daerah menggeser posisi Kecamatan dari “wilayah jabatan” menjadi “lingkup kerja” inklud dalam unit perangkat daerah otonom. Perubahan ini memberikan pengaruh kepada kewenangan camat dan kecamatan dalam memberikan pelayanan publik. Kreasi dan inovatif Camat dan Kecamatan dalam menata wilayahnya menjadi pasif, hanya menunggu injeksi maupun insentif pemerintah daerah (Kabupaten/Kota). Untuk memberikan peran ujung tombak pelayanan masyarakat, camat maupun kecamatan sebagai bagian dari lingkup kerja perangkat daerah harusnya diberdayakan kembali dengan memberikan pelimpahan sebagian kewenangan daerah (Bupati/Walikota) sesuai yang dibebankan oleh Undang-undang.Kata Kunci : Pelimpahan, otonomi dan Kewenangan Bupat
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN FUNGSI KEPALA DESA SEBAGAI OPINION LEADER DI DESA PEWUNU KEC. DOLO BARAT KAB. SIGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan fungsikepemimpinan serta faktor pendukung dan penghambat KoordinatorKelompok PNPM Mandiri dalam menjalangkan programpemberdayaan masyarakat di Kelurahan Lolu Selatan KecamatanPalu Selatan. Hasil penelitian ditemukan bahwa, pelaksanaan fungsikepemimpinan Kordinator PNPM Mandiri dalam menjalangkanprogram pemberdayaan masyarakat Lolu Selatan Kecamatan PaluSelatan sudah berjalan dengan baik karena fungsi-fungsi dari seorangpimpinan yang memang seharusnya dimiliki oleh seorang Kordinatorkelompok, fungsi-fungsi tersebut antara lain adalah fungsi Inisiasi,fungsi keanggotaan, fungsi perwakilan , fungsi organisasi, fungsiintegrasi, fungsi manajemen informasi internal, fungsi penyaringinformasi dan fungsi imbalan. Selain itu juga , dalam melaksanakantugasnya faktor pndukungnya antara lain banyaknya anggota yangmembantu jalanya program serta faktor penghambatnya adalahwarga sekitar yang kadangkala tidak bisa bekerjasama dengan baik.Kata Kunci : Persepsi dan Opinion Leade
PERSPEKTIF ETNIK SITUASIONAL DALAM KOMUNIKASI POLITIK ANGGOTA DPRD PADA WILAYAH MULTI ETNIK
Sentimen etnik seringkali dinilai sebagai salah satu kekuatan sekaligusproblematika dalam arena demokrasi. Tak terkecuali pada kontestasi Pemiludan Pilkada di Indonesia. Etnisitas sebagai salah satu kategori dalamsosiologi politik berkembang seiring dengan perubahan pola politikidentitas. Dalam tatanan rezim politik yang bersifat tertutup, etnisitas secarasengaja dicoba untuk dieliminasi dari panggung arena politik. Kendatidemikian, etnisitas dalam kadar tertentu terus bermain dalam politikidentitas dalam panggung kekuasaan secara laten. Sementara itu, dalamtatanan rezim politik yang bersifat terbuka, etnisitas justru nampak terusmengalami penguatan, mendapatkan ruang ekspresi yang semakin luas.Bahkan etnisitas seringkali menjadi dasar legitimasi sejarah sosial politikstruktur politik pada level lokal atau daerah.Kata Kunci: Komunikasi Politik, Multi Etnik, Anggota Dewan
TELAAH TENTANG KIBIJAKAN UJIAN NASIONAL DAN KINERJA SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Kinerja Sistem Pendidikan Nasional (SPN) dalam kurun waktusepuluh tahun terakhir menunjukkan kegagalan demi kegagalan. Data dariUnited Nations Development Programme (UNDP) yang memantau IndeksPembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI) sepertiyang terpublikasi secara luas bahwa posisi Indonesia diantara 174 negarapada tahun 1996 berada pada peringkat 102; tahun 1999 peringkat 105;dan tahun 2000 pada peringkat 109, kemudian tahun 2004 turun lagi keperingkat 111 dari 174 negara. Secara umum mutu proses belajarmengajaryang tergelar kurang menggembirakan oleh karena prosespendidikan telah terkebiri menjadi “perolehan informasi” dengan sistemtagihan berjangka pendek.Ketidakhirauan SPN terhadap praksis penerusan informasiberakibat lebih jauh lagi dan merosot menjadi konteks pemberitaan isi bukuteks (content transmission), lalu diperparah lagi dengan kebijakan evaluasiyang dikenal dengan istilah UN (Ujian Nasional). Secara kognitif modelevaluasi UN tersebut tidak dapat memfasilitasi perkembanganintelektualitas yang baik (authentic ability), karena tuntutannya bersifattebak-tebakan, sehingga pebelajar cenderung hanya mengerahkankemampuan artifisialnya, bukan kemampuan autentik. Bahkan lebih celakalagi jika untuk meraih prosentase kelulusan dibentuk “tim sukses” yangberoperasi secara ilegal.Kata Kunci: Kebijakan - Ujian Nasional – Pendidika
PERAN-PERAN PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT
Belum banyak masyarakat termasuk mahasiswa yang mengetahui peran-peranperempuan dalam masyarakat. Perempuan lebih terlihat pada fisiknya yang kemudianberpengaruh pada kedudukannya di tengah masyarakat, dari kedudukan tersebutterakumulasi pada status perempuan yang dalam budaya patriarki menempatkannyasebagai “makhluk manusia kedua”. Tulisan ini berusaha memberi konsep peran yanglebih variatif dari beberapa sumber, dan menghubungkannya dengan peran yangtelah perempuan lakukan dalam masyarakat.Kata kunci : Peran perempuan, masyarakat dan Jende
EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF KONSEP ADMINISTRASI PUBLIK
Pelayanan mengandung makna sesuatu yang bersifat jasa terhadap orang yangmemerlukan pelayanan, baik yang diberikan oleh sesuatu lembaga, yayasan, maupun olehkelompok dan perorangan. Pada umumnya pengertian jasa akan selalu dikaitkan denganpelaayanan atau kepuasan masyarakat, hal ini disebabkan oleh karena adanya ketentuanmisalnya orang yang membutuhkan jasa untuk mempermudah dalam pelaksanaankegiatan. Dalam memahami pelayanan publik, birokrasi masih begitu ambigu, sehinggaperlu kejelasan pelayanan publik dalam persepektif administrasi publik agar mampumenyesuaikan kebutuhan masyarakat yang begitu kompleks yang bermuara kepadapenciptaan pelayanan yang efektif.Kata kunci: Pelayanan, efektivitas dan administrasi publi
PERAN MEDIA MASSA DALAM MEMBENTUK REALITAS SOSIAL
Dampak dari keseluruhan proses konstruksi realitas sepertiyang telah diuraikan diatas, pertama-tama adalah berkenaan denganpengetahuan publik mengenai suatu persoalan dalam kehidupansosial. Hal ini berkaitan dengan isu ontologis, hakekat pengetahuansebagai hasil konstruksi realitas, dimana kualitasx amat bergantungpada dimensi epistemologis, cara masing-masing mediamenghimpun informasi mengenai realitas serta metodologi yangdipergunakan, apakah instrumennya handal dan informasinya ituvalid. Jika mengingat begitu banyak faktor yang terlibat dalampenyajian kembali realitas, maka secara ontologis realitas yangterdapat di media itu sangat terbuka untuk diperdebatkan.Kata Kunci : Media dan Realitas Sosia
PERKAWINAN DAN PERTUKARAN BATAK TOBA (Sebuah Tinjauan Strukturalisme Antropologi)
Berbicara masalah perkawinan di kalangan Orang Batak sangatmenarik. Sangat menariknya karena budaya Batak ternyata memilikicara-cara unik yang membedakannya dengan kebudayaan lain.Sebagaimana diketahui bahwa struktur sosial orang Batak Tobaterdapat tiga unsur didasarkan kepada garis keturunan dan sistemperkawinan. Dasar hubungan hulahula dengan boru adalahperkawinan, dalam peristiwa tersebut selalu terlibat tiga unsur yaknihulahula, boru dan dongan tubu. Ketiga unsur tersebut dinamakandalihan na tolu. Ketiganya saling terikat dan saling membutuhkan.Orang Batak melambangkan alat memasak makanan dalihan yangtiga batunya sebagai lambang struktur sosial mereka.Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa sistem pertukaran didalam perkawinan orang Batak Toba adalah dengan cara tidaklangsung, dimana kedudukan memberi perempuan lebih tinggi daripenerima perempuan. Artinya, mendapat reciprocity yang tidakseimbang. Karena itu prinsip perkawinan pada masyarakat Batak(Toba) adalah conubium asymetris cross cousin connubium.,dengan ciri-ciri: eksogam, tidak boleh saling tukar menukarperempuan.Kata Kunci : Perkawinan dan Pertukara