101 research outputs found

    PENERAPAN KOMUNIKASI FATIK DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN PERTEMANAN PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI ANGKATAN 2010 FISIP UNTAD

    No full text
    Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan komunikasi fatik dalam meningkatkan hubunganpertemana pada mahasiswa ilmu komunikasi angktan 2010 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Universitas Tadulako.Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan dasar pendekatan metode studi kasus.Informan dalam penelitian ini berjumlah enam (6) orang. Teknik sampling penelitian ini adalahpurposive sampling. Sebagai alat pengumpul data menggunakan observasi dan wawancaramendalam (depth interview) dengan pengolahan data menggunakan analisis data kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyampaikan penerapan komunikasi fatik, digunakantiga (3) fungsi komunikasi fatik yang sering terjadi pada, awal percakapan, akhir percakapan dansebagai pengisi ruang untuk menghindari kesunyian. Komunikasi fatik di awal percakapanmerupakan komunikasi atau kata-kata awal seperti hai, hallo dan lain sebagainya yang dapatmemberikan rasa nyaman terhadap penerima pesan (komunikan), dimana komunikasi yangdisampaikan dapat diterima dengan baik oleh komunikan sehingga komunikasi selanjutnya berjalandengan efektif.Kata Kunci: Komunikasi Fatik, Penerapan, Hubungan Pertemana

    TEKNOLOGI FOTOGRAFI : DIALEKTIS ANTARA SUBYEK DAN OBYEK

    Full text link
    Perkembangan kelimuwan modern dengan prinsip bahwa buktitentang adanya diri kita tidaklah bisa disangkal lagi, tidak tergoyahkan.Kita bisa saja mengkritik atau menyangsikan pendirian yang semata-mataintrospektif, tetapi kita tidak perlu membungkamnya ataumencampakannya. Tanpa introspeksi, tanpa penyadaran-langsung atasperasaan, keharuan-keharuan, persepsi-persepsi, pikiran-pikiran, kitamalah tidak dapat menentukan lapangan psikologi. Intropeksi takkan penahmampu menyoroti seluruh sektor fenomena manusiawi. Bahkan andaikatakita berhasil mengumpulkan dan menyatukan seluruh data, kita barulahmemiliki gambaran fragmentaristis dan amat tidak lengkap-torso belakadarikodrat manusia. Aristoteles, seorang tokoh Filsafat mengungkapkanbahwa Semua orang secara kodrati ingin tahu. Petunjuknya adalahkegembiraan yang kita alami dalam penginderaan-penginderaan kitakarena terlepas dari kegunaannya, penginderaan-penginderaan itu kitasenangi demi dirinya sendiri, terlebih-lebih penglihatan. Tidak hanyamelihat-lihat sebelum berbuat sesuatu, bahkan bila kita hendak melakukanapa-apa pun kita senang melihat-lihat saja. Alasannya adalah bahwapenginderaan-penginderaan pada umumnya membuat kita tahu berbagaiperbedaan di antara benda-benda. (Cassirer, 1987 : 4)Kata Kunci : Teknologi Fotografi, Dialektis Subyek dan Obye

    IDEOLOGI MEDIA MASSA DAN PENGEMBANGAN CIVIL SOCIETY

    Full text link
    Pemikiran global terhadap indeks pertumbuhan ekonomi makro telahmereduksi realitas ekonomi rakyat yang semakin terpuruk. Hargaminyak tanah dan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako)semakin tidak terjangkau oleh sebahagian masyarakat ekonomi kelasbawah. Pengangguran tampak menggejala dimana sementarapertumbuhan penduduk nyaris tidak terkendali. Dalam konteks ini,institusi media massa idealnya memihak kepada kepentingan publikdan tidak menjadi corong bagi manipulasi isu para pejabatpemerintah.Pada sisi lain media sering dituding sebagai pihak penyebar eskalasikonflik sosial. Beberapa tahun belakangan ini, merebaknya konfliksosial bernuansa SARA tidak bisa dilepaskan dari peran publikasiyang dilakukan oleh media massa. Misalnya konflik Ambon danPoso menjadi isu konflik pada level nasional yang melibatkan aktordan tokoh di Jakarta karena blow-up yang dilakukan oleh media.Realitas konflik bukan hanya terjadi di lapangan (realitas nyata)tetapi mengalami pembiasan di dunia maya. Apa yang didefinisikansebagai realitas sosial merupakan agregasi dari berbagai pertarunganwacana yang ditampilkan oleh media. Dalam konteks ini media tidaklagi dinilai sebagi sumber penyejuk dan wadah dialog atas berbagaidiskursus publik menuju konsesnsus bersama tetapi menjadi salahsatu faktor penting bagi keberlangsungan diferensiasi dan konfliksosial. Pertanyaan yang kemudian mengemuka, mengapa media tidakbisa bersifat netral dan obyektif ?Kata Kunci: Ideologi, Media Massa dan Civil Societ

    EKSISTENSI NILAI-NILAI FILOSOFI KEBANGSAAN DALAM KEPEMIMPINAN NASIONAL

    Full text link
    Kepemimpinan nasional yang terbangun dalam cara pandang,strategi, pilihan kebijakan dan orientasi sebagai proses dalammencapau tujuan negara semestinya harus berorientasikan nilaipancasila didalamnya. Ini merupakan perwujudan dari esensinasionalisme yang menempatkan mekanisme kepemimpinannasional sebagai perwujudan dari proses kedaulatan yangterlegitimasi oleh rakyat.Keutuhan impelementasi nilai tersebut, harus terdapat pada seluruhkomponen kepemimpinan bangsa baik formal maupun informalsehingga mengukuhkan sinergitas proses kepemimpinan yang dapatmembawa suasana kedamaian yang menciptakan keamanan sehinggasetiap masyarakat dapat beraktifitas secara baik sehingga akanmampu mencapai tahapan kesejahteraan yang merupakan cita-citanasional indonesia. Kondisi yang diciptakan dari mekanismetersebutlah yang dapat mewujudkan kepemimpinan nasional yangkokoh yang dapat diterima oleh seluruh lapisan dan berbagaikomponen masyarakat yang ada.Kata kunci: Pancasila, Kepemimpinan, Nasiona

    OTONOMI DAERAH DAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

    Full text link
    Pemberian otonomi kepada pemerintah kabupaten dan kotadiharapkan dapat menjadi lebih responsif dalam menanggapi berbagaimasalah yang berkembang di daerah sehingga program-programpembangunan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi lebihefektif.Salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting adalahpelayanan publik. Pemerintah daerah melalui konsep otonomi daerahmemiliki kewenangan besar dalam menetapkan kebijakan termasukkebijakan dalam pelayanan publik yang berkualitas sesuai dengan situasidan kondisi daerahnya masing-masing. Tuntutan perubahan dan kebutuhanmasyarakat yang makin berkembang telah mengubah defenisi dan orientasikualitas. Kualitas pelayanan bukan lagi ditentukan oleh pemerintah tetapioleh masyarakat, yang dalam terminologi ekonomi/bisnis disebut sebagaipelanggan. Dengan demikian, penilaian tentang kualitas pelayanan bukanberdasarkan pengakuan dari yang memberi pelayanan, tetapi diberikan olehlangganan atau pihak yang menerima pelayanan. Kualitas pelayanan jugatidak hanya mengacu pada kualitas produk, tetapi juga menekankan padaproses penyelenggaraan atau pendistribusian layanan itu sendiri hingga ketangan masyarakat sebagai konsumer, terutama dari segi keadilan. Aspekkeadilan dalam perspektif pemerintahan untuk pelayanan publik adalah halyang sangat penting. Sehingga aspek-aspek ketepatan, kecepatan,kemudahan, dapat menjadi alat untuk mengukur kualitas pelayanan.Kata Kunci: Otonomi Daerah dan pelayananPubli

    BIROKRASI LOKAL DALAM TANTANGAN AKSELERASI PEMBANGUNAN SULAWESI TENGAH

    Full text link
    Birokrasi adalah alat negara yang diciptakan untuk dapatmenjalankan fungsi-fungsi pelayanan yang diletakkan oleh legitimasiyang diberikan oleh rakyat. Perubahan sistem yang merupakansebuah akselerasi terhadap perubahan yang berlangsung dalamsirkulasi kepentingan elit yang ada, seharusnya dapat menciptakaniklim baru dalam mekanisme kerja yang harus diselesaikan olehsebuah pengorganisasian.Peran birokrasi pemerintah adalah menjalankan kebijakan politikyang telah ditetapkan oleh makanisme politik yang berlangsung danmenungkannya sebagai wujud prestasi dalam mencapai tujuan yangdiinginkan dan dicita-citakan oleh masyarakat bangsa. Pembangunanbagi sebuah negara adalah wujud kongkrit yang merupakan bentukevaluasi secara komprehensif atas kehidupan masyarakat dalamsuasana yang adil, makmu dan sejahtera sebagaimana tujuan utamapembentukan negara.Ukuran riil akan keberhasilan birokrasi Indonesia dalammengakselerasi perubahan hingga pada level local adalah tercapainyatujuan negara yang dikonstruksi dalam bentuk pembangunan daerahyang ditetapkan melalui rencana pembangunan daerah sesuaimekanisme yang ada. Dengan demikian kegagalan dalammengimplementasikan rencan dan tujuan pembangunan daerahadalah kegagalan dalam pengabdian yang diamanahkan masyarakatdaerah kepada mekanisme birokrasi yang ada.Kata Kunci : Birokrasi, Pelayanan, Pembanguna

    EFEKTIVITAS TUGAS CAMAT DALAM MENGEVALUASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA DI KECAMATAN PAGIMANA KABUPATEN BANGGAI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tugas Camat terhadapevaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa di Kecamatan Pagimana KabupatenBanggai. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah staf Camat, kepala desa, perangkatdesa yang berjumlah 63 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian inimenggunakan teknik purpossive sampling. Untuk menganalisis data hasil penelitiandigunakan metode analisis statistik deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakankuesioner (angket) dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas tugasCamat dalam mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa di Kecamatan Pagimanatermasuk kriteria baik dengan prosentase 66,4%. Hal ini dibuktikan dari analisis subvariabel penyelenggaraan evaluasi dan pembinaan kepala desa termasuk kriteria baik(69,5%), bimbingan dan supervisi kepala desa kriteria cukup (59,4%), pelaksanaanevaluasi dan monitoring kriteria cukup (60,3%), sementara pelaksanaan pengawasanpembangunan desa termasuk kriteria baik (68,3%), dan penyusunan laporan sudahtermasuk kategori baik (74,6%). Dengan demikian dapat dikemukakan bahwapenyelenggaraan pemerintah desa di wilayah Kecamatan Pagimana sudah berjalan denganbaik meskipun masih perlu dilakukan perbaikan khususnya kinerja perangkat desa.Kata Kunci: Evaluasi Penyelenggaraan, Pemerintahan Des

    STRATEGI PENYULUHAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI BAHAYA NARKOBA DI KABUPATEN BONE

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi penyuluhan kesehatan masyarakat dalammenanggulangi bahaya narkoba dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung danyang menghambat Strategi Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Dalam Menaggulangi BahayaNarkoba Di Kabupaten Bone.Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan metodedeskriptif kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan,memaparkan dan menganalisa obyek yang diteliti secara sistematis. Teknik analisa yangdigunakan adalah wawancara, observasi dan kepustakaan, sedangkan data sekunderdiperoleh melalui literatur yang relevan dengan masalah yang diteliti.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa strategi Penyuluhan Kesehatan Masyarakat dalam menyebarkaninformasi bahaya narkoba dititik beratkan pada kegiatan penyuluhan, karena penyuluhandianggap lebih efektif dan lebih efisien dalam upaya menanggulangi bahaya narkoba diKabupaten Bone. Faktor pendukung Strategi Penyuluhan Kesehatan Masyarakat adalahadanya animo masyarakat, adanya indikasi pengguna, dan dana operasional yang memadai,sedangkan faktor yang menghambat Strategi Penyuluhan Kesehatan Masyarakat adalahmasalah kesesuaian waktu antara pihak penyuluh dengan pihak yang disuluhKeyword: Strategi, Penyuluhan Kesehatan, Penanggulangan Narkob

    BUDAYA KERJA BIROKRASI PEMERINTAH DALAM PELAYANAN PUBLIK

    No full text
    Budaya kerja aparatur birokrasi (pegawai) sangat bermanfaat dalam mendukung aktifitasorganisasi pemerintahan terutama untuk membangun kembali citra positif aparatpemerintah yang sedang terpuruk. Kesan yang muncul terhadap birokrasi adalah hampirsetiap warga masyarakat yang datang berurusan ke kantor-kantor pemerintah adalahmereka bertemu dengan pegawai berseragam yang “kurang ramah, kurang informatif, dankurang profesional”. Kesan lainnya adalah melihat seolah-olah birokrasi pemerintahadalah selalu membuat sesuatu pekerjaan yang sesungguhnya “sederhana menjadi rumit”.Oleh sebab itu diperlukan budaya kerja yang kuat sebagai salah satu unsur yang mampumembantu pegawai dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.Kata Kunci: Budaya Kerja, Birokrasi dan Pelayanan Publi

    167 KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN OTONOMI DAERAH DI INDONESIA

    Full text link
    Pekerja sosial dituntut keterampilan dalam mengenal sifat klien,situasi sekitar, komunikasi klien dengan masyarakat sekitar dantingkah laku kliennya. Disamping itu pekerja sosial harusmempunyai kemampuan yang tinggi dalam memahami interaksiantara klien dengan lingkungannya, lingkungan keluarga danlingkungan masyarakat secara timbal balik, ini merupakan pelayananlangsung dalam pekerjaan sosial.Proses perubahan/perbaikan suatu organisasi tentunya sesuai aturanseperti : perencanaan, konsultasi, pendidikan dan pengembanganorganisasi. Kegiatan seperti itu dianggap berhubungan erat denganpelayanan tidak langsung, hal tersebut ditinjau dari segi perananmembantu orang yang membutuhkan dimana secara tidak langsungdirasakan oleh klien melalui lembaga. Para pekerjan sosial sangatpenting memahami perubahan dan perkembangan perilaku individudan kelompok dalam proses interaksi sosial.Kata Kunci : Pelaksanaan, Otonomi Daerah

    90

    full texts

    101

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Academica
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇