215 research outputs found

    Pengaruh rasio regangan terhadap perilaku Llow Cycle Fatigue (LCF) paduan Al 7075-T7

    Full text link
    The aluminium 7075 alloy is widely used in the aircraft industry for components on the front spar, stabilizer, frames that requires a high strength and low density ratio.The aerospace and automotive industries need to design for lightweight materials, where aluminum alloys are often used as the main component.Aluminum alloyshave good corrosion resistance properties. This material is used in a wide field not only for household appliances but also for industrial purposes, for example air-craft, car, marine and other constructions.The phenomenon of ductility decreasing due to pre-fatigue deformation, is the most significant for the combination of long pre-fatigue time, high humidity, and low strain rate.The process of making specimen shapes and dimensions were prepared according to ASTM E8 standard for the tensile specimens and ASTM E606 standardfor LCF test, respectively. Characterization of changes in material structures and the types of failure that occuredwerecarried out using OM, SEM and EDX

    Kekuatan Tarik Multilapis Deposit Las Beberapa Produk Komersial Elektroda AWS A.51 E6013

    Full text link
    AbstrakPada penelitian ada 9 sampel yang digunakan dengan proses pengelasan SMAW dengan teknik penebalan permukaan. Proses yang paling pertama dilakukan adalah pemotongan plat dengan ukuran 200 x 35 x 7 mm yang akan digunakan sebagai Base Metal  atau sebagai landasan pengelasan. Setelah itu dilakukanlah pengelasan SMAW (mesin las AC) dengan posisi 1G menggunakan ayunan spiral (berputar) dengan teknik penebalan permukaan hingga ketebalan 10mm. setelah Weld Metal atau hasil las mencapai ketebalan 10mm, dilakukan pemisahan atara Weld Metal dengan Base Metal yang selanjutnya dibentuk dan dihaluskan menggunakan merin gerinda hingga menjadi spesimen Uji Tarik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil pengujian tarik dengan nilai tertinggi diperoleh sampel elektroda Y dengan nilai 47,357 kg/mm².  AbstractIn the study there were 9 samples used by the SMAW welding process with a surface thickening technique. The first process is to cut a plate with a size of 200 x 35 x 7 mm which will be used as a Base Metal or as a welding foundation. After that, SMAW welding (AC welding machine) was carried out with a 1G position using a spiral swing (rotating) with a surface thickening technique up to 10mm thickness. after Weld Metal or weld results reach a thickness of 10mm, separation of metal welds with base metals is then formed and refined using grinding wheels to become tensile test specimens. The results of this study indicate that the results of the tensile test with the highest value obtained Y samples of electrodes with a value of 47.357 kg / mm².

    Simulasi Unjuk Kerja Termal Dan Pressure Drop Kolektor Surya Pelat Datar Aliran Serpentine Menggunakan Metode-CFD

    Full text link
    Untuk mengetahui karakteristik unjuk kerja kolektor surya ini dapat digunakan metode CFD (Computational Fluid Dynamic). CFD memberikan kemudahan untuk menganalisis karakterisrik aliran fluida yang berkaitan dengan distribusi temperatur dan tekanan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik unjuk kerja termal dan pressure drop pada kolektor surya pelat datar menggunakan metode CFD. Langkah-langkah yang dibutuhkan dalam proses simulasi CFD adalah: desain dan name selection geometri, meshing, pemilihan metode radiasi, pemilihan jenis material dan input kondisi batas. Proses iterasi simulasi ditunjukkan oleh grafik “residual” yang konvergen dengan hasil simulasi berupa kontur temperatur dan tekanan. Kemudian proses validasi dilakukan terhadap hasil simulasi dengan cara membandingkannya dengan data eksperimen. Langkah selanjutnya mensimulasikan unjuk kerja kolektor surya berdasarkan variasi laju aliran massa fluida dan variasi jarak antara pipa (W). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan laju aliran massa fluida sebesar 0,005 kg/s (dalam range 0,005 - 0,02 kg/s) mengakibatkan temperatur keluar fluida kerja akan mengalami penurunan sekitar 2°C. Sementara itu penggunaan jarak antara pipa (W) 40 mm jika dibandingkan dengan jarak antara pipa (W) 80 mm akan meningkatkan temperatur keluar fluida kerja sebesar 3,9°C. Untuk mengetahui karakteristik unjuk kerja kolektor surya ini dapat digunakan metode CFD (Computational Fluid Dynamic). CFD memberikan kemudahan untuk menganalisis karakterisrik aliran fluida yang berkaitan dengan distribusi temperatur dan tekanan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik unjuk kerja termal dan pressure drop pada kolektor surya pelat datar menggunakan metode CFD. Langkah-langkah yang dibutuhkan dalam proses simulasi CFD adalah: desain dan name selection geometri, meshing, pemilihan metode radiasi, pemilihan jenis material dan input kondisi batas. Proses iterasi simulasi ditunjukkan oleh grafik “residual” yang konvergen dengan hasil simulasi berupa kontur temperatur dan tekanan. Kemudian proses validasi dilakukan terhadap hasil simulasi dengan cara membandingkannya dengan data eksperimen. Langkah selanjutnya mensimulasikan unjuk kerja kolektor surya berdasarkan variasi laju aliran massa fluida dan variasi jarak antara pipa (W). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan laju aliran massa fluida sebesar 0,005 kg/s (dalam range 0,005 - 0,02 kg/s) mengakibatkan temperatur keluar fluida kerja akan mengalami penurunan sekitar 2°C. Sementara itu penggunaan jarak antara pipa (W) 40 mm jika dibandingkan dengan jarak antara pipa (W) 80 mm akan meningkatkan temperatur keluar fluida kerja sebesar 3,9°C.Kata kunci: Kolektor surya, Termal, Pressure drop, Metode CF

    Kajian Awal Pemantauan Keausan Pahat Potong Berdasarkan Pengukuran Sinyal Arus Motor Listrik Pada Proses Pemesinan Bubut

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif metode yang dapat diaplikasikan untuk memantau dan memprediksi keausan pahat secara dini sehingga kontrol kualitas dari produk dapat tetap terjaga dan proses pemesinan menjadi optimal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan dimana terjadi keausan pahat masih menggunakan cara konvensional yaitu melihat keausan menggunakan mikroskop toolmaker. Tentu cara ini lambat karena harus menghentikan proses untuk mengambil pahat dan melihat keausannya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode eksperimen untuk mendapatkan data hasil penelitian. Penelitian dilakukan terhadap mesin bubut konvensional dengan mengukur arus listrik (I) dan keausan pahat (Vb). Parameter pemesinan yang digunakan adalah kecepatan potong (Vc), gerak makan (f) dan kedalaman potong (a) yang divariasikan. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear. Hasil penelitian diperoleh adalah suatu model matematik yang dapat dipakai untuk memprediksi keausan pahat. Dan dari hasil analisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda didapat 2 model matematik. Model yang pertama yaitu I = 3.181 + 0.007Vc + 1.161f + 0.436e1, model ini digunakan untuk memprediksi nilai arus listrik terhadap parameter pemesinan. Model yang kedua yaitu Vb = -1.042 + 0.333I + 0.466e2, model ini digunakan untuk memediasi persamaan model I terhadap keausan pahat

    Designing, Modelling and Analysis of The Edge Geometry of Linear Lathe Tool Bit

    Full text link
    In this publication, with the help of our modelling software we have designed and modelled the edge geometry of the linear lathe tool in the model space. Our aim has been to develop a program which calculates the appropriate edge geometry with the help of some input length and angle dimensions. This is modelled in a wire frame model in a kind a file format that can be easily opened in the latest CAD softwares – so if some later modifications are needed, that can be done easily on the model. With the help of Finite Element Simulation based on given loads, boundary conditions, technological parameters and material quality, an optimal edge geometry can be determined on the cutting tool for reaching the best cutting ratio

    Simulasi Proses Torefaksi Sampah Sistem Kontinu Menggunakan Software Aspen Plus

    Full text link
    Nilai kalor bahan bakar padat yang diperoleh dari produk sampah torefaksi mencapai 6.000 kcal/kg sehingga berpotensi menggantikan batu bara. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mengembangkan sistem reaktor kontinu untuk mendapatkan bahan bakar padat dari produk torefaksi sampah. Tujuan penelitian ini adalah melakukan simulasi menggunakan perangkat lunak ASPENTM untuk memodelkan proses torefaksi sampah pada sistem kontinu dengan reaktor tubular. Kapasitas umpan sampah sebesar 5 kg/jam dengan variasi kandungan air umpan sampah 30-80%. Sistem simulasi terdiri dari sebuah reaktor pengering (Rstoic), reaktor torefaksi (RYield), separator dan splitsparator. Proses pengreingan ditahan pada temperatur 100°C dan torefaksi pada 275°C, terjadi secara kontinu pada reaktor tubular. Hasil simulasi menunjukkan kandungan air sampah umpan memberikan pengaruh terhadap kebutuhan energi pada proses pengeringan dan proses torefaksi sampah. Kebutuhan energi torefaksi meningkat sekitar 1,6 kW – 3,4 kW pada variasi kandungan air sampah umpan 30-80%, sedangkan produksi bahan bakar padat berkurang sekitar 2,1 kg/jam menjadi 0,6 kg/jam

    Halaman depan

    No full text

    Halaman depan

    No full text

    Desain dan Analisis Kekuatan Rangka Tricycle Landing Gear UAV Menggunakan Metode Elemen Hingga

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang desain dan analisis kekuatan rangka tricycle landing gear menggunakan metode elemen hingga. Analisis statik linear dilakukan menggunakan software Autodesk Inventor Professional 2017. Material rangka landing gear menggunakan Aluminium 6061. Variabel kecepatan landing vertikal yaitu 4 m/s, 6 m/s, 8 m/s, dan 10 m/s. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rangka tricycle landing gear cukup aman untuk menahan kecepatan landing hingga 8 m/s karena memiliki faktor keamanan sebesar 2,32

    Pengaruh Jenis Biomassa Terhadap Karaktristik Pembakaran dan Hasil Bioarang Asap Cair dari Proses Pirolisis

    No full text
    Biomass merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang banyak kita jumpai disekitar kita, dengan berbagai jenis. Biomassa dapat dikonversi ke berbagai bentuk energi salah satunya yaitu pembakaran pirolisis. Pirolisis merupakan suatu dekomposisi kimia bahan organik (biomassa) melalui proses pemanasan pada suhu tinggi yang terjadi tanpa atau sedikit oksigen. Hasil proses pirolisis berupa produk bio-arang dan asap cair. Setiap biomassa memiliki karaktristik dan komposisi bebeda-beda, sehingga jika dibakar tentunya akan menghasilkan suhu dan produk pirolisis yang berbeda pula. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis biomassa terhadap karaktristik pembakaran, nilai kalor dan jumlah bio-arang serta asap cair yang dihasilkan. Metode penelitian ini yaitu dengan menggunakan limbah biomassa cangkang karet, kulit kelapa muda dan sekan padi. Biomassa dibakar dengan proses prolisis slow di dalam sebuah reaktor. Pembakaran pada ruang bakar reaktor dari tabung pirolisis yang berisi biomassa dengan mengukur suhu, waktu, jumlah biomassa, bio-arang dan asap cair serta nilai kalor pada bio-arang tersebut yang di lakukan di laboratorium Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro, dan  Laboratorium Polinela. Dari hasil penelitian nilai kalor biomassa cangkang karet sebesar 6661,549 cal/gr, dengan lama pembakaran 270 menit, hasil padatan di dalam tabung pirolisis sebesar 47,6 %,  untuk biomassa kulit kelapa muda di dapat nila kalor 5388,561 cal/gr, dengan lama pembakaran 225 menit hasil padatan di  tabung pirolisis   sebesar 33,3 % , dan biomassa sekam padi di dapat nilai kalor 3626,482 cal/gr dengan lama waktu pembakaran 190 menit hasil padatan di tabung pirolisis sebesar 40,0 %

    171

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MECHANICAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇