215 research outputs found

    Halaman depan

    No full text

    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kerajinan Gerabah (Studi Kasus di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon)

    Full text link
     ABSTRAK       Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh bahan baku terhadap produksi kerajinan gerabah, 2) mengetahui tenaga kerja terhadap produksi kerajinan gerabah, 3) mengetahui pengaruh bahan baku dan tenaga kerja secara simultan atau bersama-sama terhadap produksi kerajinan gerabah. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil uji t secara parsial menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh positif dan signifkan bahan baku (X1) terhadap produksi kerajinan gerabah yaitu sebesar 0,020 < 0,05 dan nilai thitung 2,448 > ttabel 2,032, 2) terdapat pengaruh positif dan signifkan tenaga kerja (X2) sebesar 0,007 < 0,05 dan nilai thitung 2,850 > ttabel 2,032. 3) Hasil uji F bahan baku (X1) dan tenaga kerja (X2) secara simultan atau bersama-sama terhadap produksi kerajinan gerabah juga berpengaruh positif dan signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai thitung 10,685 > Ftabel 3,27. Hasil output uji koefisien determinasi menunjukkan nilai adjusted R square sebesar 0,386. Hal ini menunjukkan bahwa 38,6% produksi kerajinan gerabah dipengaruhi variabel bahan baku (X1) dan tenaga kerja (X2).  Sisanya sebesar 61,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Produksi, Bahan Baku, Tenaga Kerja ABSTRACT       The study is aimed at: 1) knowing the impact of raw materials on the production of pottery, 2) knowing the impact of labor on the production of pottery, 3) knowing the impact of raw materials and labor on the production of pottery,. The research approach used in this study is a quantitative description. Data collection uses observation, angket, documentation, and literature study. Partial t test shows that: 1) there is a positive and significant impact of raw materials (X1) on pottery production of 0,020 < 0,05 and 2,448 > ttable 2.032. 2) of positive and significant labor force (X2) of 0.007< 0,05 and thitung 2.850 > ttable 2.032. 3)The f test of raw materials (X1) and labor (X2) simultaneously or together for pottery production also has a positive and significant impact of 0,000 < 0.05 and thitung 10,685 > ftable 3.27. The output of the coefficient test determinations shows a positive r square value of 0.386. This suggests that 38.6% of pottery production is affected by variable raw materials (X1) and labor (X2). The remaining 61.4% were affected by other unexamined variables in this study. Keywords: Production, Raw Materials, Labo

    Halaman depan

    No full text

    Mekanisme/Model Penguatan Komposit Bermatrik Logam dengan Berpenguat Partikel

    Full text link
    Penggunaan partikel sebagai bahan penguat dari komposit logam memiliki keunggulan untuk meningkatkan kekuatan dan modulus dari komposit.  Pengaruh dari mekanisme penguatan disebabkan oleh adanya penguat partikel pada sifat mekanik dari komposit. Mekanisme penguatan pada komposit didiskusikan menjadi: model penguatan pada level macro adalah law of mixtures, dan pada model penguatan level nano yaitu penguatan dislokasi. Pada model penguatan level nano yang berbasis penguatan dislokasi terbagi menjadi model Orowan, model forest hardening, model elastic peg, dan model punching untuk menjelaskan dengan baik penguatan yang diamati pada MMC (metal matrix composites) berpenguat partikel. Regangan CTE mismatch merupakan kunci utama untuk peningkatan tegangan luluh pada komposit

    SAND CASTING MANUFACTURER WITH MATERIAL ADDITIVE TO PERMEABILITY AND GREEN COMPRESSIVE STRENGTH CHARACTERISTIC

    Full text link
    Sand casting as a main material in the casting process. To result from the product in good quality sand casting must be standardized such as high-temperature resistance, good permeability to gas flow, high strength to enough to hold the loading press, and high shear strength to accept shear force. This study to aims effect of material added on green sand as sand casting to find the best composition on permeability, green compressive strength, and green shear strength. Glass powder in sample A and feldspar in sample B used to material binder selected an alternative beside bentonite because have high Silica (SiO) and Alumina (Al2O3) to optimizing the sand casting characteristic. The binder material meshing in < 80 Mesh with 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% composition respectively with 10% constant addition of water. Every sample three times testing included clay content, Grain Fine Number based on SNI 19-0312-1989 while permeability, green compressive strength, and green shear strength. The result shows the permeability directly proportional with glass powder addition has a maximum of 63.67, while the addition of feldspar affected decrease the permeability value with a minimum of 51.67. The higher green compressive strength obtained from 10% w/t glass powder with value 96.87  kN/m2 inversely proportional with green shear strength with value 76.27 kN/m2 in 10% w/t addition

    Halaman depan

    No full text

    PENGARUH VARIASI TEMPERATUR FLUIDA MASUK TERHADAP UNJUK KERJA KOLEKTOR SURYA HYBRID PV/T

    Full text link
    The aim of this study is to investigate the effect of different range of inlet fluid temperature on both electrical and thermal efficiency for a serpentine PV/T collector. The variation of the inlet fluid temperature used in this study is above and below ambient temperature. The thermal performance test uses the EN 12975 under indoor system with a solar simulator. The results showed that hybrid PV/T solar collectors with the inlet fluid temperature below ambient temperature have higher values for both heat loss coefficient and electrical efficiency when they compared to those obtained from the above ambient temperature. Meanwhile, the collector with the inlet fluid temperature below ambient temperature and mass flow rate of 0.015 kg/s has a higher value of heat loss coefficient of 2.2 W/m²K if they compared to those obtained from above ambient temperature and also there is an increase of 1% electrical efficiency with average temperature surface of PV/T collector 46.76ºC. The application of different range of inlet fluid temperature has no significant effect on zero efficiency of  PV/T collector.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan perbedaan temperatur fluida masuk pada kolektor surya hybrid PV/T aliran serpentine baik secara thermal maupun daya elektrik yang dihasilkan. Perbedaan temperatur fluida masuk yang digunakan adalah di atas dan di bawah temperatur lingkungan.  Pengujian unjuk kerja thermal ini menggunakan standar EN 12975 sistem indoor dengan simulator surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolektor surya hybrid PV/T dengan temperatur fluida masuk di bawah temperatur lingkungan memiliki koefisien kerugian panas dan efisiensi listrik yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan  kondisi pengujian di atas temperatur lingkungan. Sementara itu kolektor surya hybrid PV/T dengan temperatur fluida masuk di bawah temperatur lingkungan dan laju aliran massa fluida 0.015 kg/s memiliki koefisien kerugian panas lebih tinggi 2.2 W/m²K dibandingkan dengan kondisi pengujian yang sama ketika temperatur fluida masuk di atas temperatur lingkungan dan terjadi peningkatan efisiensi daya listrik 1% dengan temperatur rata rata permukaan kolektor PV/T 46.76ºC. Sedangkan penerapan variasi temperatur fluida masuk di bawah dan di atas temperatur lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi zero pada kolektor surya hybrid (PV/T) aliran serpentine ini.Kata kunci : Energi matahari, Photovoltaic thermal (PV/T),  EN 12975

    PENGARUH UKURAN SERBUK TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN FISIK MAGNESIUM BERPORI HASIL KOMPAKSI-SINTERING UNTUK APLIKASI SCAFFOLD TULANG MAMPU TERDEGRADASI

    Full text link
    Bencana alam, kecelakaan lalu-lintas dan penuaan dapat menjadi penyebab tulang patah (bone fracture) dan keropos tulang. Salah satu teknik penyembuhan tulang yang rusak (bone defect) adalah dengan mengimplankan struktur tulang buatan atau skafol tulang yang dapat menginisiasi pertumbuhan jaringan tulang baru. Bone scaffold untuk aplikasi kerusakan tulang berpori (cancellous bone) yang terletak di bagian dalam struktur tulang. Dalam penelitian ini, diujikan pengaruh ukuran serbuk magnesium yang dipadukan dengan potongan titanium sebagai material penyangga (titanium pieces space holder) terhadap kualitas produk magnesium berpori untuk aplikasi skafol tulang. Titanium (Ti) pieces disiapkan dalam ukuran campur (random) dan berasal dari potongan kawat titanium murni (pure titanium wire) untuk dicampurkan dengan serbuk Magnesium (Mg) dengan ukuran 100, 200, dan 250µm. Campuran bahan tersebut kemudian dikompaksi dan dipanaskan (sintering) menggunakan alat squeeze casting untuk mendapatkan bahan dasar magnesium. Struktur Mg berpori dihasilkan melalui proses degradasi potongan Ti dalam larutan asam hidroflourik (hydrofluoric acid, HF) sehingga terbentuk sruktur pori pada bahan Mg. Hasil pengujian fisika dan mekanika menunjukkan semakin besar ukuran serbuk Mg, akan menghasilkan sebaran potongan Ti yang semakin merata sehingga meningkatkan kualitas produk magnesium berpori

    Kekuatan Geser Dan Integritas Struktur Sambungan Fillet Weld Pada Support Lug Bejana Tekan Silinder Vertikal

    Full text link
    Bejana tekan merupakan wadah tertutup yang dirancang untuk menampung cairan atau gas dengan temperatur yang berbeda dari temperatur lingkungan dan digunakan untuk bermacam-macam  aplikasi di berbagai sector industri. Salah satu tipe bejana tekanyang banyak dipakai adalah bejana tekan silinder vertikal dengan lug supports. Support lug pada bejana tekan silinder biasanya diattach pada dinding luar silinder dengan pad menggunakan sambungan las sudut (fillet weld). Untuk sambungan seperti ini, bejana dan pad tidak terintegrasi secara sempurna, tetapi ada retak awal yang inherent pada interface bejana dan pad. Untuk beban yang berulang, retak ini dapat merambat ke welding yang pada akhirnya menyebabkan struktur sambungan mengalami kegagalan.Penelitian ini dilakukan dengan simulasi elemen hingga untuk mengkaji stress pada sambungan fillet weld vessel dan pad. Limit beban untuk welding arah vertical (aksial) dibandingkan dengan limit beban untuk welding pada arah vertical dan horizontal dan perubahan distribusi stress dan stress maksimum hasil dengan welding pada sisi vertikal dan horizontal dibandingkan dengan hasil welding arah vertikal saja. Pada simulasi ini beban yang ditinjau hanya berat bejana sendiri, tidak adab eban lain yang bekerja. Simulasi ini menggunakan software ANSYS 2019 R3 dengan element solid (SOLID187). Material yang digunakan pada support lug adalah SA 516 Gr 70 dan diasumsikan bersifat elastic perfectly plastic. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk welding hanya pada sisi vertikal, limit load yang dihasilkan adalah 54889 kN. Regangan yang terjadi pada muka radial-aksial (SXY) lebih besar dari pada muka lainnya. Stress tertinggi yang dicapai adalah sebesar 1,325 kali tegangan luluh material las. Penambahan las pada sisi horizontal menyebabkan limit beban meningkat menjadi 55191 kN. Ada peningkatan limit beban sebesar 301.6 kN. Namun regangan menjadi lebih besar pada muka radial-aksial(XZ) dan hoop-aksial (YZ). Sementara stress yang terjadi pada lasan pad dan vessel justru meningkat menjadi 1,660 kali tegangan luluh material las. Tegangan yang terjadi pada arah circumferensial (SY) lebih besar daripada tegangan yang terjadi pada arah longitudinal (SZ). Pemberian lasan pada sisi horizontal mengurangi tegangan pada lasan ujung atas dibandingkan dengan hanya pemberian las hanya pada sisivertikal

    Rancang bangun prototye system pico hydro pada penampungan air perumahan dengan metode VDI 2221

    Full text link
    Pemanfaatan energi baru dan terbarukan untuk pembangkit listrik di indonesia belum optimal. Oleh karena itu perlu adanya trobosan untuk menciptakan berbagai energi alternatif melalui pemanfaatan hydropower disekitar kita. Pico hydro adalah suatu pembangkit listrik berskala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai penggeraknya, misalnya saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunnya air (head) dan jumlah debit air maupun tekanan airnya. Pemilihan tubin screw didasari dari hasil pengambilan data dilapangan yang menghasilkan debit sebesar 0,0003 m3/s dan ketinggian head 0,25 m. Turbin screw adalah salah satu tipe turbin air yang berpotensi untuk pembangkit listrik skala kecil dimana turbin air tipe ulir ini sangat cocok untuk head turbin yang rendah. Pada perancangan ini metode yang digunakan adalah metode VDI 2221 atau metode sistematis dengan empat tahapan yaitu penjabaran tugas,perancangan konsep, perancangan wujud, perancangan terinci yang kemudian ditetapkan varian II sebagai alternatif rancangan yang terbaik dimana vairian II menghasilkan nilai total yang paling tinggi yakni 7,88. Dari hasil perhitungan berdasarkan jumlah debit dan head didapatkan daya turbin sebesar 0,73575 watt dan kapasitas daya generator sebesar  0,5886 watt

    171

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MECHANICAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇