MECHANICAL
Not a member yet
215 research outputs found
Sort by
Innovative Energy-Efficient Solutions for Sustainable Development in Nigeria's Construction Industry
The construction industry in Nigeria, like many developing countries, faces significant challenges and opportunities in adopting energy-efficient technologies. This study provides a comprehensive analysis of the current state of energy-efficient technologies in Nigeria's construction sector, examining adoption rates, perceived barriers, benefits, and recommendations for enhancing energy efficiency. Data were collected from 50 survey respondents and 15 in-depth interviews with key stakeholders, including architects, engineers, policymakers, and construction managers. The findings reveal that solar panels, LED lighting, and energy-efficient HVAC systems are the most commonly adopted technologies. Regression analysis indicates that regulatory support and stakeholder awareness are significant predictors of technology adoption, while financial constraints, regulatory challenges, and a lack of technical expertise are primary barriers. The thematic analysis highlights the interplay between economic incentives, regulatory environments, and cultural attitudes in influencing adoption. Operational cost savings, enhanced environmental sustainability, and improved indoor environmental quality are identified as major benefits of adopting energy-efficient technologies. The study provides several recommendations, including strengthening regulatory frameworks, providing financial incentives, enhancing capacity-building programs, conducting public awareness campaigns, and improving supply chains for green materials. This research contributes to the understanding of sustainable construction practices in Nigeria and offers practical strategies for overcoming barriers to the adoption of energy-efficient technologies. The findings have important implications for policymakers, industry stakeholders, and researchers aiming to promote sustainability in the construction sector
Analisis Pengaruh Media Pendinginan pada Proses Perlakuan Panas Baja Hadfield terhadap Struktur Mikro dan Kekerasan
Hadfield steel is steel with a content of 10-14% Mn and 1.0-1.4% C. Casting Hadfield steel contains carbide (Fe, Mn)3C at grain boundaries which can reduce strength so that it is given heat treatment so that the carbide dissolves. Rapid cooling of Hadfield steel in aqueous media prevents the formation of carbides at the grain boundaries. However, the cooling medium affects the cooling rate which changes the microstructure and mechanical properties of Hadfield steel. The purpose of this study was to analyze the effect of the cooling media water, ice water and oil in the heat treatment process on the microstructure and hardness of Hadfield steel. The heat treatment was initiated using a pre-austenizing temperature of 700℃ with a holding time of 60 minutes, followed by austenizing temperatures of 1150℃ and 1200℃ with a holding time of 30 minutes. After that, rapid cooling using the media of water, ice water and oil is then carried out mounting, grinding, polishing and etching. Testing the microstructure using an optical microscope and SEM while the Vickers hardness test. The results showed that heat treatment at 1150℃ followed by water+ice cooling produced a higher amount of carbide compared to water and oil, whereas at 1200℃ heat treatment with water+ice cooling produced a lower amount of carbide compared to water and oil. The highest hardness value was 185.1 HV at 1150℃ heat treatment followed by water+ice cooling, while the lowest hardness value was 174.3 HV produced by 1150℃ heat treatment with oil cooling. The highest hardness value of 187.6 HV was produced by heat treatment at 1200℃ followed by water cooling, while water+ice cooling produced the lowest hardness value of 168.2 HV
Unjuk Kerja Termal dan Elektrikal Kolektor Photovoltaic/Thermal (PV/T) Berdasarkan Ketebalan Sirip Absorber
Beberapa hal yang dapat mempengaruhi unjuk kerja kolektor Photovoltaic/Thermal (PV/T) diantaranya adalah intensitas radiasi matahari, sirip absorber dan laju aliran massa fluida. Unjuk kerja dapat ditinjau berdasarkan efisiensi termal dan efisiensi elektrikal dari kolektor PV/T. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kinerja kolektor PV/T berdasarkan perbedaan ketebalan sirip absorber. Ketebalan sirip yang diimplementasikan dalam penelitian ini masing-masing adalah 1 mm dan 2 mm dengan penggunaan pelat aluminium sebagai material sirip. Pengujian unjuk kerja kolektor dilakukan diluar ruangan di daerah Lampung dengan kondisi radiasi matahari minimal 750 W/m2 danmenggunakan udara sebagai fluida kerja. Berdasarkan perubahan temperatur permukaan kolektor, hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan unjuk kerja rata-rata terhadap ketebalan sirip 2 mm jika dibandingkan dengan 1 mm masing-masing 8.9 % untuk efisiensi termal dan 0.9 % untuk efisiensi termal listrik
Pengaruh Lama Perendaman Serat Pada Larutan Alkali Terhadap Kekuatan Mekanik Komposit Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit
Limbah kelapa sawit memiliki dampak negatif baik bagi kesehatan, lingkungan maupun ekonomi, hal ini sangat disayangkan karena limbah kelapa sawit terutama serat tandan kosong kelapa sawit ini dapat diubah menjadi bahan komposit. Permasalahan yang dihadapi komposit dengan penguat serat alam adalah ikatan antara serat alam dan matriksnya. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yang paling populer adalah dengan melakukan perendaman serat pada larutan alkali NaOH. Perlakuan alkali pada serat sangat perlu dilakukan karena dapat mengurangi kecenderungan penyerapan kelembaban oleh serat sehingga dapat memberikan ikatan antara serat dan matrik yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman serat pada larutan alkali NaOH terhadap kekuatan tarik komposit. Lama perendaman yaitu 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Pengujian bending dilakukan dengan menggunakan standar ASTM D7264 kemudian untuk memvalidasi hasilnya dilakukan dengan menggunakan foto makro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spesimen dengan lama perendaman 6 jam memiliki kekuatan bending tertinggi yaitu 37,86058 N/ dan untuk nilai terendah jatuh pada variasi perendaman 2 jam dengan angka 31,80288 N/.Kata kunci: Komposit, Limbah kelapa sawit, Serat TKKS, Larutan Alkali NaOH, lama Perendaman, uji bendin
Stress Analysis pada Komponen Silinder Pengepresan Mesin Up-Press Hidrolik Minyak Kakao di PT.Aneka Usaha Laba Jaya Utama
Mesin up-press hidrolik minyak kakao merupakan salah satu mesin yang digunakan dalam proses pengolahan kakao. Mesin up-press hidrolik minyak kakao ini berfungsi untuk memisahkan pasta kakao dan minyak kakao. PT. Aneka Usaha Laba Jaya Utama sendiri telah melakukan pengembangan desain pada mesin up-press hidrolik minyak kakao. Dalam proses pengembangan desain tersebut PT. Aneka Usaha Laba Jaya Utama masih belum melakukan stress analysis pada komponen yang terkena beban tekan secara langsung seperti silinder pengepresan. Oleh sebab itu penulis membuat simulasi stress analysis pada silinder pengepresan menggunakan software, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan dari silinder pengepresan pada saat mendapatkan tekanan 7,238 Mpa. Proses analisis diawali dengan study observasi kemudian pengambilan data setelah itu melakukan simulasi stress analysis pada Software Autodesk Inventor 2023. Setelah dilakukan simulasi stress analysis maka akan diperoleh hasil data tegangan seperti von mises stress, displacment, dan safety factor. Hasil analisis statis yang didapat pada penelitian ini adalah nilai von mises stress maksimum adalah 115,7 Mpa, nilai displacement maksimum adalah 0,02663 mm, dan nilai faktor keamanan sebesar 2,16. Berdasarkan hasil stress analysis tersebut komponen silinder pengepresan masuk kedalam kategori aman jika diberi tekanan sebesar 7,2377 Mpa.Kata kunci: Autodesk Inventor 2023, Kakao, Mesin up-press, Stress Analysis, Simulatio
Pengaruh Variasi Fraksi Volume Pada Kekuatan Mekanik Komposit Berpenguat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit
Komposit adalah suatu material yang merupakan penggabungan dua atau lebih penyusun yang berbeda dalam bentuk dan komposisi, dimana mereka tidak akan saling melarutkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh variasi fraksi volume pada kekuatan mekanik komposit berpenguat serta tandan kosong kelapa sawit. Serat TKKS diberi perlakuan perendaman larutan NaOH 20% dengan durasi perendaman selama 2 jam. Pada fraksi volume menggunakan 20%, 30%, dan 40% dan matriks yang digunakan yaitu polyester. Penelitian ini menggunakan 2 macam pengujian yaitu uji tarik dan uji bending, standar ukuran spesimen pada uji Tarik menggunakan ASTM D 3039 serta pada uji bending menggunakan ASTM D 7264. Berdasarkan hasil dari penelitian dengan variable fraksi volume serat 20%, 30%, 40% mendapatkan nilai yang naik turun. Pada fraksi volume 20% mendapatkan hasil dengan nilai 7,546667 MPa, fraksi volume 30% mendapatkan hasil dengan nilai 12,34667 MPa, fraksi volume 40% mendapatkan hasil dengan nilai 9,84 MPa. Pada foto makro bentuk patahan yang terlihat adalah patahan ulet.Kata kunci: Komposit, Serat, Serat TKK
Pembuatan Alat Uji Kompresi Cangkir Plastik Menggunakan Load cell dengan Penguat HX711 dan Akuisisi Data dengan Arduino Data Logger
Pemakaian plastik sebagai wadah minuman tidak dapat dihindari karena harganya yang murah dan banyak kelebihannya, di antaranya ringan, praktis, tahan karat, dan mudah didapatkan. Salah satu aspek syarat mutu yang harus diperhatikan dalam pembuatan cangkir menurut Standar Nasional Indonesia (2004) yaitu uji kompresi. Kekuatan kompresi adalah penentu ketahanan cangkir terhadap suatu beban yang akan diterima hingga mencapai perubahan bentuk. Alat uji kompresi cangkir menjadi penting untuk dibangun dan dipergunakan untuk mengetahui kekuatan cangkir terhadap beban yang diterima. Hal ini akan menjadi dasar bagi uji kualitas berbagai cangkir plastik atau gelas plastik yang ada di pasaran. Alat uji dibuat dengan menggunakan penekan manual dengan mekanisme engkol dan sekrup dengan sensor gaya load cell serta akuisisi data menggunakan data logger berbasis Arduino. Alat uji dapat berfungsi dengan baik dari pengujian dan kalibrasi yang dilakukan. Hasil uji yang dilakukan pada ketiga merek minuman dalam kemasan didapatkan bahwa cangkir plastik dengan merek Tripanca lebih baik dari merek Teh Gelas dan merek Great. Merek Tripanca memiliki tahanan kompresi sebesar 1,65 kgf, sementara tahanan kompresi merek Teh Gelas hanya 1,36 kgf serta tahanan kompresi minuman kemasan Merek Great hanya 1,27 kgf.Kata kunci: Alat uji kompresi, cangkir plastik, load cell, data logge
Pengaruh Variasi Temperatur Artificial Aging Pada Aluminium 6061 Terhadap Sifat Kekerasan Dan Strukur Mikro
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh temperatur artificial aging terhadap sifat kekerasan dan struktur mikro Al6061. Pada penelitian ini digunakan sampel aluminium seri 6061 yang diberi perlakuan panas pada suhu 450 °C selama 30 menit kemudian di quenching dengan media pendingin air. Kemudian dipanaskan dengan perubahan suhu 150 °C, 190 °C dan 230 °C dengan waktu penahanan 5 jam. Sampel kemudian didinginkan perlahan sampai suhu kamar.Hasil uji komposisi kimia menggunakan Spectromax menunjukkan bahwa persentase Al adalah 95,1%, Mg 1,5% dan Si 1,07%. Hasil uji kekerasan menggunakan alat uji kekerasan Rockwell menunjukkan nilai kekerasan tanpa perlakuan panas menunjukkan nilai kekerasan sebesar 24,5 (HRB) dan nilai kekerasan setelah quenching sebesar 21,4 (HRB). Nilai kekerasan tertinggi selama pemanasan terdapat pada perubahan suhu 190 °C dengan nilai kekerasan 3,1 (HRB), yang menunjukkan peningkatan nilai kekerasan pada suhu 190 °C dibandingkan dengan nilai kekerasan material tanpa perlakuan panas oleh 74,9. Pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa material Al6061 setelah proses artificial aging pada suhu 190 °C memiliki jumlah fasa yang lebih banyak, dan batas butir Al6061 cenderung lebih rapat dan teratur. Artinya material yang diproses dengan artificial aging memiliki deposit atau pembentukan fase kedua yang mengeraskan material dan memiliki sifat mekanik yang lebih baik.Kata kunci: Aluminium 6061, Artificial aging, Nilai kekerasan, Struktur mikro, Sifat Mekani
Pengaruh penggunaan mesin press jerami untuk peningkatan produktifitas pada budidaya jamur merang di Indramayu
Usaha budidaya jamur merang yang ada di Indramayu memerlukan proses pembuatan kompos dari limbah jerami yang akan digunakan sebagai media tanam jamurnya. Jumlah jerami yang dibutuhkan untuk sekali siklus budidaya tersebut cukup banyak yaitu sekitar 1000 kg atau 1 ton. Jerami sebanyak itu harus di rendam dalam air dan di injak – injak untuk memberikan penekanan agar air dapat meresap ke dalam jerami dengan sempurna. Proses penekanan secara manual tersebut kurang efektif karena memerlukan waktu yang lama sekitar 8 jam dan hasilnya pun kurang merata. Untuk itu perlu adanya mesin press Jerami pada budidaya jamur merang tersebut agar pembuatan media limbah jeraminya dapat berlangsung cepat dan efisien. Mesin press limbah Jerami tersebut jika diterapkan pada proses budidaya jamur merang, akan meningkatkan produktifitas yang dihasilkan serta mengurangi waktu proses pembuatannya menjadi lebih cepat. Penelitian dilakukan dengan cara menerapkan mesin press Jerami tersebut pada salah satu petani jamur merang yang ada di Indramayu, kemudian membandingkan hasil kualitas media tanamnya dengan sistem konvensional serta membandingkan biaya produksi yang dihasilkan. Dari pengujian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa media tanam yang dihasilkan oleh mesin memang memiliki kualitas yang sama dengan media tanam yang dihasilkan dengan cara konvensional, hanya saja proses pembuatannya jauh lebih cepat. Sehingga dengan adanya mesin press jerami tersebut dapat meningkatkan produktifitasnya sebesar 9.0% bila dibandingkan dengan sistem sebelumnya
Pengaruh Variasi Temperatur Artificial Aging 150ᵒC, 170ᵒC dan 190ᵒC Terhadap Sifat Kekerasan dan Struktur Mikro Al-2024
The use of aluminum in the automotive industry has increased since 1980 and continues to increase in line with the increase in the number of motorized vehicles in Indonesia. Automotive components derived from aluminum alloys are required to have good strength. To have good strength, aluminum is usually combined with elements such as: Cu, Si, Mg, Zn, Mn, Ni, and so on. Aluminum-Copper Alloy (Al-Cu) is widely used in automotive components such as engine components that work at high temperatures, for example in the piston and cylinder head of the combustion motor. The mechanical properties of Al-Cu are needed and fulfilled in automotive components, therefore it is necessary to increase the mechanical properties of the Aluminum-Copper (Al-Cu) alloy. This research will be carried out using aluminum alloy Al-Cu with 2024 series which will receive heat treatment at a temperature of 4500C with quenching cooling method and then receive artificial aging treatment with temperature variations of 1500C, 1700C and 1900C. This research was conducted to determine the comparison of hardness and microstructure of aluminum before and before receiving artificial aging treatment. In this study, the results of the chemical composition test were obtained with the percentage of Al of 90.6% and the percentage of Cu being 5, 90%. The highest hardness value is found in Al-Cu material with artificial aging process with a temperature variation of 1900 C, the hardness value is 74.4 (HRB) which has an increase of 24% from the hardness value of the material without heat treatment. The results of the microstructure test showed that the Al-Cu material after the artificial aging process at a temperature of 1900C had more black grains and the Al-Cu grain boundaries tended to be more dense and regular. This can be interpreted that in materials that are treated with artificial aging there are precipitates or the formation of a second phase which causes the material to be harder and have better mechanical properties.Keywords: Alluminium Alloy, Artificial Aging, Hardness, Micro Structur