MECHANICAL
Not a member yet
215 research outputs found
Sort by
Analisis Beban Buckling Dan Perilaku Post-Buckling Tanki Separator Dua Fasa Pada Sistim Pembangkit Tenaga Geothermal
Tanki separator dua fasa merupakan komponen yang sangat penting pada sistim pembangkit daya geothermal. Fungsi utama separator pada sistim pembangkit daya geothermal adalah untuk menghilangkan liquid dari campuran fluida geothermal dengan cara memisahkan air yang membawa garam dan benda-benda padat yang dapat menyebabkan scalling dan korosi pada peralatan, terutama pada turbin. Separator berguna untuk memastikan bahwa uap yang masuk ke turbin untuk memutar turbin benar-benar kering dan bersih. Tanki separator umumnya berbentuk silinder (cylindrical shell). Ada dua type design separator yang biasa digunakan, yaitu separator cyclone vertikal dan separator silinder horizontal. Makalah ini menyajikan hasil analisis beban buckling dan perilaku post buckling separator cyclone vertikal dengan beban tekanan eksternal seragam. Dimensi separator ditentukan dengan metoda perancangan Lazalde-Crabtree. Diamater pipa inlet dua fasa Dt merupakan parameter utama dalam menentukan dimensi separator yang dapat ditentukan berdasarkan kapasitas separator serta kondisi desain tekanan dan temperatur. Beban buckling dan perilaku post buckling diperoleh dengan ANSYS post-processor hasil dari solusi nonlinear menggunakan metode arc-length. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban buckling adalah 2,649 kali tekanan atmosfir.Kata kunci: Limi point, metode arc-length, pembangkit daya geothermal, post buckling, separator dua fas
Analisis Potensi Energi Tenaga Surya Kota Balikpapan Dengan Variasi Sudut Kemiringan Panel Surya
Pemanfaatan energi tenaga surya sebagai sumber energi terbarukan yang bersih dan melimpah dapat digunakan secara langsung maupun tidak langsung. Masalah utama dengan panel surya ini adalah bahwa jumlah daya keluaran yang dihasilkan relatif tidak konsisten karena dipengaruhi oleh intensitas matahari dan temperatur lingkungan. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui potensi energi tenaga surya dan pengaruh sudut kemiringan panel surya terhadap radiasi matahari yang diterima sehingga kita dapat mengetahui potensi energi matahari di kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data pengukuran langsung dan pendekatan perhitungan secara teoritis. Alat ukur yang digunakan untuk pengukuran langsung untuk mengukur radiasi intensitas meteran energi fotovoltaik tipe pyranometer SM-206.Berdasarkan hasil penelitian, pengukuran langsung pada pukul 12.00 WITA menunjukkan penyinaran matahari maksimum 1334. 578 pada sudut 30° dan minimum adalah 1047,05 pada sudut 45°. Sedangkan pada waktu normal dengan sudut 0° pada pukul 12:00 WITA pengukuran langsung menunjukkan nilai maksimum 995,4 dan nilai teoritis menunjukkan 1271. 726 . Perbedaan nilai yang dihasilkan antara perhitungan teoritis dan pengukuran langsung diatur oleh fill factor, yang memiliki efek besar pada nilai intensitas matahari.Kata kunci: Energi Terbarukan, Intensitas, Kemiringan, Radiasi, Panel Sury
Analisis Kekuatan Material Pada Komponen Tabung Pengepresan Dan Kerangka Mesin Press Hidrolik Tipe Down Press Menggunakan Software Autodesk Inventor
Pada pengolahan minyak atau lemak, pengerjaan yang dilakukan tergantung pada sifat alami minyak atau lemak tersebut dan juga tergantung dari hasil akhir yang dikehendaki, di PT. Aneka Usaha Laba Jaya Utama BUMD Pesawaran sendiri hasil pengektarisan minyak kakao sendiri tergolong kecil dengan permintaaan konsumen yang banyak maka dilakukan kajian untuk mendisain ulang mesin agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan metode reverse angineering, wawancara, dan studi literature dengan tujuan untuk mendisain ulang mesin dengan software autodesk inventor dan melakukan analisis simulasi analisis stress dengan tujuan untuk mengetahui apakah material dan dimensi dari komponen tabung pengepresan dan kerangka pada disain baru mampu menahan beban yang sudah ditentukan sebesar 7,7 Mpa dan mendapatkan nilai dari von mises maksimum pada tabung pengepresan sebesar 28,85 Mpa sedangkan pada kerangka sebesar56,77 MPa, nilai displacement pada tabung pengepresan sebesar 0,003691 mm sedangkan pada kerangka sebesar 0,09566 mm, dan safety factorpada kerangka tabung penepresan sebesar 8,67 dan pada kerangka sebesar 3,65. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa safety factor pada tabung 8,67 sedangkan pada kerangka 3,65 yang artinya melebihi dari batas minimum kategori aman yaitu batas minum sebesar 1,25.Kata kunci: Autodesk Inventor 2023, Kakao, Mesin down-press, Stress Analysis Simulatio
Kaji Eksperimental Nilai Konduktivitas Termal Cat Dinding Bangunan
Pelapisan atau pengecatan pada dinding bangunan akan berdampak pada laju perpindahan panas pada dinding bangunan yang berasal dari radiasi matahari yang diterima oleh dinding bagian luar bangunan. Adapun jenis cat yaitu cat interior, cat eksterior dan cat waterproof dengan merk dagang yang bermacam-macam. Cat tersusun dari bahan-bahan yang berupa binder, pigmen, solvent dan additive. Pemilihan cat yang baik juga dapat mengurangi penggunaan energi untuk alat pengkondisian udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konduktivitas termal berbagai jenis cat dinding bangunan dapat diketahui pengaruhnya terhadap laju perpindahan panas pada dinding. Elemen pemanas digunakan sebagai sumber panas dengan daya listrik sbesar 5 watt dan cat yang dibentuk persegi dengan panjang 25mm, lebar 20mm dan tebal 5mm. Hasil yang di peroleh dalam penelitian ini adalah nilai konduktivitas termal cat interior sebesar 1,64 W/m.oC, nilai konduktivitas termal cat eksterior sebesar 1,231 W/m.oC, dan nilai konduktivitas termal cat waterproof sebesar 1,169 W/m.oC. Pemilihan cat dinding bangunan dengan nilai konduktivitas termalnya yang kecil maka akan berpengaruh terhadap laju perpindahan panas pada dinding yang kecil juga dan sebaliknya.Kata kunci: Perpindahan panas, konduktivitas termal, ca
Keramik Mullite Berbahan Fly Ash, Al Dross, Basalt Terhadap Temperature Sintering Uji X-RF dan X-RD
Keramik Mullite merupakan material campuran oksida yang terdiri dari Al2O3 dan SiO2 dengan gabungan 3Al2O3+2SiO2 dengan melakukan proses pencampuran sintetis. Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui unsur dan fasa yang terdapat pada keramik mullite. Bahan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah fly ash, alumunium dross, dan basalt yang didapat dari Kabupaten Lampung Timur, Propinsi Lampung. Komponen tersebut dilakukan dengan cara pencampuran dengan menggunakan parameter perbandingan rasio, kemudian dilakukan perlakuan panas sintering dengan variasi Temperatur 600 oC, 900 oC, dan 1200oC selama 4 jam. Pengujian yang dilakukanda untuk melihat unsur keramik mullite menggunakan pengujian X-Ray Flourences (X-RF). Sedangkan untuk melihat fasa mullite menggunakan pengujian X-Ray Diffaction (X-RD). Penambahan fly ash, Alumunium Dross, dan Basalt akan berpengaruh terhadap unsur Al2O3 keramik mullite. Dari hasil pengujian X-Ray Flourences (X-RF) nilai tertinggi unsur Al2O3 terdapat pada sampel 1 dengan persentasi 41,062% dengan komposisi 40% flay ash, 60% alumunium dross pada Temperatur 6000C. Sedangkan nilai terendah unsur Al2O3 dengan persentasi 28,381% terdapat pada sampel 9 dengan komposisi 60% flay ash, 30% alumunium dross, 10% basalt dengan suhu 1200oC. Penambahan basalt akan memepengaruhi unsur Al2O3 akan menurun, sedangkan unsur Fe3C yang semakin meningkat. Keramik Mullite yang berbahan dasar fly Ash, Alumunium Dross, dan Basalt terhadap variasi Temperature Sintering mendapatkan Fasa Mullite lebih dominan dengan persentasi 90,4% pada temperatur 1200oC dengan komposisi 50% flay ash, 45% alumunium dross, dan 5% basalt. Dari hasil pengujian X-Ray Diffaction (X-RD) semakin tinggi temperatur maka fasa mullite lebih dominan dari pada fasa yang lainya.Kata kunci: Keramik Mullite, Fly Ash, Basalt, Alumunium Dross, X-Ray Diffaction (X-RD), X-Ray Flourences (X-RF
Karakterisasi Kekuatan Tarik Dan Bending Komposit Hybrid Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan Serat Gelas
Komposit adalah gabungan antara dua atau lebih material yang berbeda dan dikombinasikan dengan tujuan untuk mendapatkan kekuatan yang lebih baik dari material penyusunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakterisasi komposit hybrid serat gelas dan serat TKKS pada variasi fraksi volume 30% dengan perbandingan serat 10g:20t, 15g:15t, dan 20g:10t. pengujian yang dilakukan adalah pengujian Tarik dengan densitas (ASTM D3039) dan pengujian Bending dengan densitas (ASTM D7264). Berdasarkan hasil dari penelitian dengan variable fraksi volume 30% didapatkan data nilai rata-rata kekuatan tarik maksimal pada variasi 20k:10t sebesar 36,72 MPa. Sedangkan nilai terendah rata-rata kekuatan tarik pada variasi 10k:20t sebesar 12,4 MPa. Selanjutnya hasil rata-rata maksimal tegangan bending pada variasi 15k:15t sebesar 169,6154 MPa. Sedangkan nilai rata-rata terendah pada variasi 10k:20t sebesar 129,4832 MPa. Untuk mengetahui struktur patahan maka dilakukan foto makro.Kata kunci: Komposit Hybrid, Serat TKKS, Serat Glass Fraksi Volume, Uji Tarik, Uji Bendin
Perancangan Kotak Pendingin dan Pemanas Mengggunakan Modul Thermoelectric Cooling Sebagai Sumber Kalor
Modul thermoelectric cooling (TEC) adalah salah satu jenis pompa kalor berbentuk padatan (solid-state) yang membutuhkan penukar kalor untuk membuang kalor sebagai efek Peltier. Termoelektrik dapat memanaskan dan mendinginkan hanya dengan membalikkan polaritas, yang mengubah arah perpindahan kalor. Sisi yang dingin dapat digunakan sebagai pendingin dan sisi yang panas dapat digunakan sebagai pemanas. Penelitian ini bertujuan merancang kotak pendingin dan pemanas yang memanfaatkan modul termoelektrik sebagai sumber kalornya dengan menentukan daya yang dibutuhkan dan pemilihan rancangan terbaik. Tahapan pemilihan rancangan kotak pendingin dan pemanas (cool and hot box) adalah melakukan analisa beban kalor, perbandingan massa, perbandingan daya listrik, dan jumlah modul TEC yang digunakan, untuk menentukan desain optimum kotak pendingin dan pemanas. Hasil rancangan diperoleh ruang kotak pendingin dan pemanas dengan dimensi: 0,26 m x 0,20 m x 0.15 m dengan ketebalan polyurethane foam 25,7 mm sebagai isolator kotak pendingin, dan ketebalan 15,3 mm untuk isolator box pemanas. Daya yang dibutuhkan untuk mendinginkan minuman selama 30 menit dengan target temperatur ruang pendingin 15 ℃ adalah sebesar 86,07
Perilaku Perambatan Retak Fatik Stainless Steel 304 yang Dilapisi Aluminium Celup Panas Secara Eksperimental dan Numerikal
Analisa perambatan retak fatik stainless steel 304 yang dilapisi aluminium dengan metode hot-dip secara ekperimen dan numerikal untuk mengetahui perubahan sifat mekanik pada SS304 serta memprediksi hasil uji fatik secara metode numerik yang berbasis program CFD dengan hasil secara ekperimen. Hasil simulasi siklus perambatan retak fatik menunjukkan hasil yang sama. SS 304 dengan difusi 1 jam memiliki siklus terpendek yaitu pada data simulasi terjadi retakan di siklus 8778 dengan Panjang retak 0,703 mm, sedangkan untuk hasil eksperimen retakan terjadi di siklus 5000 dengan panjang retak 0,267 mm. Lalu SS304 tanpa pelapisan memiliki siklus terpanjang yaitu, retakan pada hasil simulasi terjadi di siklus 20351 dengan Panjang retak 0,6787 mm, sedangkan pada data hasil eksperimen awal retakan di siklus 8700 dengan Panjang retak 0,6 mm. Berdasarkan analisis laju perambatan retak fatik dan tegangan, pemberian perlakuan difusi pada SS304 memberikan dampak baik untuk umur kelelahan maupun tegangan untuk merambatkan retak. Kekuatan dan plastisitas SS304 terdegradasi oleh perlakuan aluminisasi. Setelah perlakuan, SS304 menunjukkan keuletan yang lebih tinggi dan kekuatan yang lebih rendah.Kata kunci: Stainless steel, aluminium celup panas, perambatan retak fatik, ansy
Kajian Eksperimental Unjuk Kerja Model Sistem Pembangkit Listrik Menggunakan Turbin Helik Bentuk Sudu NACA 0033
This paper presents an experimental study of a power generation system model that uses a helical turbine with NACA 0033 blades. The helical turbine has a diameter of 1 meter, a length of 1.2 meters, and three blades. Each blade has a chord length of 41.8 cm and an inclination angle of 62 degrees. Tests were conducted to harness the water flow energy in the Way Tebu irrigation canal in Banjar Agung Udik Village, Tanggamus Regency. The test results show that the power generation system model, operating at water flow velocities of 0.398 m/s, 0.491 m/s, and 0.548 m/s, generates electrical power outputs of 13.705 W, 20.987 W, and 34.63 W, with corresponding efficiencies of 36.22%, 32.74%, and 34.67%.Keywords: power plants helical turbine kinetic energ