MECHANICAL
Not a member yet
215 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kecepatan Potong dan Makan terhadap Umur Pahat pada Pemesinan Freis Paduan Magnesium
Mesin frais adalah mesin yang digunakan secara akurat untuk menghasilkan satu atau lebih pengerjaan permukaan benda dengan menggunakan satu atau lebih alat potong. Benda kerja dipegang dengan aman pada meja benda kerja dari mesin atau dalam sebuah alat pemegang khusus yang dijepit atau dipasang pada meja mesin. Selanjutnya benda kerja dikontakkan dengan pemotong yang bergerak maju mundur. Mesin frais merupakan mesin potong yang dapat digunakan untuk berbagai macam operasi seperti pengoperasian benda datar dan permukaan yang memiliki bentuk yang tidak beraturan, roda gigi dan kepala baut, boring, reaming. Kemampuan untuk melakukan berbagai macam pekerjaan membuat mesin frais merupakan salah satu mesin yang sangat penting dalam bengkel kerja.Pada Penelitian ini proses pengefraisan magnesium dilakukan pada beberapa tingkat level parameter yaitu kecepatan potong dengan variasi (v) 22,60 m/min, 32,15 m/min, 42,70 m/min, gerak makan 0,15 mm/rev, 0,20 mm/rev, 0,25 mm/rev, dan kedalaman potong 2 mm. Pengambilan data keausan pahat dilakukan menggunakan pocket mikroskop VB dan microscope 2 dengan pembesaran 50x. Data keausan pahat dicatat setiap kali pemotongan dan pemesinan akan dihentikan apabila aus mata pahat (VB) telah mencapai 0,3 mm. Umur pahat tertinggi diperoleh pada kecepatan potong 22,85 m/min dengan gerak makan 0,15 mm/rev yaitu selama 88 menit, sedangkan umur pahat terendah pada kecepatan potong 42,70 m/min dengan gerak makan 0,25 mm/rev yaitu selama 18 menit. Semakin besar kecepatan potong (Vc) maka semakin cepat laju keausan pahat frais yang terjadi, yang disebabkan oleh suhu tinggi sebagai hasil dari gesekan antara pahat dan benda kerja.Kata kunci : Mesin frais, Umur Pahat, Kecepatan Potong dan Gerak maka
Kaji Eksperimental Pengaruh Pemasangan Photovoltaic Pada Dinding Bangunan Terhadap Temperatur Ruangan
Daerah perkotaan banyak sekali gedung bertingkat baik untuk perkantoran maupun pusat bisnis, dengan model dinding beton maupun kaca. Bagian bangunan secara umum mendapat sinar matahari baik secara bergiliran maupun terus menerus sepanjang siang hari. Penyinaran tanpa hambatan ini akan meningkatkan kalor yang masuk ke dalam ruangan dan beban pendingin ruangan akan meningkat, sehingga konsumsi energi listrik juga akan bertambah. Salah satu upaya mengatasinya dengan pemasangan photovoltaic. Untuk mengetahui pengaruh pemasangan PV terhadap temperatur ruangan dilakukan kajian eksperimental dengan mensimulasikan intensitas berasal dari cahaya lampu ultrasonik. Penelitian ini dilakukan pada model bangunan, dimana PV dipasang pada dinding dengan sudut pemasangan 150 dan posisi lampu penyinaran dengan sudut 00, 300, dan 600. Parameter yang diuji adalah temperatur PV, temperatur luar dan dalam dinding serta temperatur ruangan. Hasil pengujian ini akan dibandingkan dengan variasi intensitas cahaya lampu yakni 500 watt dan 1000 Watt. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemasangan PV pada dinding bangunan dapat memperlambat kenaikan temperatur ruangan. Pemasangan PV dengan posisi miring, memberikan pengaruh positif terhadap pengurangan laju pemanasan ruangan.Kata Kunci: photovoltaic, temperatur, intensitas cahay
Optimisasi Ketebalan Dinding Model Atap Menara Siger Pada Proses Injection Molding
Produk berbahan baku plastik semakin banyak dijumpai, mulai dari peralatan rumah, komponen elektronik hingga otomotif. Hal ini dikarenakan beberapa kelebihan yang dimiliki oleh plastik seperti ringan dan tahan karat, lebih murah dibandingkan dengan produk logam atau kayu serta proses pengerjaannya relatif mudah. Proses pembentukan produk plastik yang palingg umum digunakan adalah injection molding. Penggunaan plastik yang semakin mendominasi penggunaan material menuntut suatu usaha untuk mengurangi waktu dan biaya produksi, salah satu caranya yaitu dengan memanfaatkan program simulasi sebelum dilaksanakan di lantai produksi. Dengan simulasi pemoderan dapat diketahui ketebalan optimal suatu produk, sehingga produk yang dihasilkan memiliki ketebalan seminimal mungkin dengan kualitas yang dapat diterima. Penelitian ini akan mensimulasikan variasi ketebalan dinding terhadap waktu pengisian, suhu aliran depan, waktu pendinginan, cacat garis dan udara terperangkap. Variasi ketebalan yang dipilih yaitu 1 mm, 1,5 mm, 2 mm, 2,5 mm, 3 mm, 3,5 mm dan 4 mm. Dari hasil simulasi didapatkan kesimpulan bahwa ketebalan optimal model adalah sebesar 2 mm, dimana pada ketebalan ini memiliki waktu pengisian 2,753 detik, suhu aliran depan 230,3oC, dan waktu pendinginan 25,8 detik. Cetakan (mold) mulai dapat terisi cairan plastik secara penuh mulai pada ketebalan 2 mm. Semua variasi ketebalan mengalami cacat produk yang semakin meningkat seiring dengan bertambah ketebalan model. Kata kunci: Plastic Injection molding, ketebalan dinding, waktu pengisian, suhu aliran depan, waktu pendinginan, cacat garis, udara terperangka
Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) pada PDAM Way Sekampung Kabupaten Pringsewu
Electrical energy has become a part of our lives. Even, for some people has become the primary requirement that can’t be eliminated. This can affect the sources of energy used in the process of power generation. Therefore, the presence sources of renewable energy is needed to increase the energy supply for the community. In this case, authors tried to do some research to harness the flow of water in the PDAM Way Sekampung pipe as micro hydro power plant (MHP) The advantage of making the MHP's pipeline PDAM isn’t need for the manufacture of civilian buildings by making MHP is only by utilizing the existing water flow in a pipeline, so the production cost can be reduced. Moreover, can give an idea on the PDAM and the public that the pipeline PDAM that had been used only as a water distribution, can be used as power plant. The purpose of this study was to determine the discharge and head PDAM pipelines and then dimensional turbine design based on the potential obtained. The survey was conducted to obtain primary data and secondary data. The primary data is data acquired directly, while secondary data is the data obtained from documents stored on PDAM Way Sekampung. From the research, discharge obtained an average of 46.287 L/s in normal conditions, and have the water level (head) of 5,998 m from the location of the turbine. The potential of the PDAM Way Sekampung, can generate power of 2,057 Kw. Results dimensional turbine design based on primary data or the direct retrieval, turbine shaft diameter 20 mm, 239 mm runner diameter, blade length 212 mm, a thickness of blade 1 mm and blade number 20.Keywords: Energy, Potential, Micro hydro, cross-flow turbin
Pengaruh Kecepatan Putaran Kompresor Terhadap Produktivitas Unit Desalinasi Berbasis Pompa Kalor Dengan Proses Humidifikasi dan Dehumidifikasi
This study was conducted to examine the effect of the compressor rotation speed on the productivity of a desalination unit based heat pump with using humidification and dehumidification process. Desalination unit consists of a heat pump system, humidifier and dehumidifier, and seawater heater and air heater (condenser). In this study, the compressor rotation speed was varied at 500 rpm, 700 rpm and 900 rpm, using a variable frequency inverter that mounted on an electric motor driving the compressor. Research parameters were kept constant i.e. the seawater mass flow rate entering the humidifier at 0.086 kg/s, the temperature of seawater entering the humidifier was kept constant at 45oC, the air velocity entering the humidifier constant at 4 m/s, salinity seawater feed at 31,342 ppm, and seawater in the system was recirculated. The results of this study show that the production of freshwater increases with increasing the compressor rotation speed. The average of freshwater production rate of the desalination unit for the compressor rotation speed of 500 rpm, 700 rpm and 900 rpm were 20.33 l/day, 22.20 l/day, and 24.48 l/day, respectively.
Keywords : compressor rotation, dehumidification, desalination, heat pump, humidificatio
Studi Pengaruh Fraksi Volume dan Susunan Serat Terhadap Kekuatan Tarik dan Bending Komposit Resin Berpenguat Serat Rotan (Calamus Trachycoleus)
Use of natural fiber composite material started being developed in the manufacturing industry. Progress is due to the composite nature of the privilege of the composite itself, such as: has a low density, capable of biodegradable, recyclable, has good mechanical properties, and can be renewed because it comes from nature. This research aims to determine the effect of fiber volume fraction and the composition to the tensile strength and bending strength on rattan fiber reinforced composites.The research material is rattan fiber, epoxy resin and catalyst methyl ethyl ketone peroxide (MEPOXE). Shape of the specimen based on the ASTM D3039 standard for tensile test and ASTM D790-03 for the bending test. Research specimens varied in aggregate form filler fibers are straight, cross, and random with fiber volume fraction of 10%, 20%, 30%, and 40%. Manufacture of specimens using hand lay-up method. To determine the mechanical properties of the material bending test and tensile test and photo macro structure.The results showed that the addition of fiber volume fraction resulted in an increase in tensile stress and bending. The highest tensile stress occurs on the fiber volume fraction of 40% with a straight fiber composition of 31.21 MPa. The highest bending voltage obtained at 40% fiber volume fraction and the fiber composition of the cross of 194.12 MPa. Observations of macro structure indicate that fracture surface is relatively flat and shiny indicating that the rattan fiber reinforced composites are brittle. Keywords: Composites, the rattan fiber, volume fraction, fiber composition, epoxy resi
Implementasi Sistem Gasifikasi untuk Pengeringan Biji Kopi
Sebagai salah satu daerah produksi kopi, Provinsi Lampung telah menjadi sentra pengelolaan kopi, yang terbentang sepanjang bukit barisan. Dua kabupaten penghasil kopi adalah Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus, yang rata-rata produksinya mencapai 1,2 ton setiap 1 hektar lahan perkebunan Proses pengolahan kopi terdiri dari pengolahan primer maupun sekunder, yang mana pada tahap primer proses pengeringan adalah proses yang paling penting. Oleh karena itu, untuk perbaikan proses pengolah kopi biji menjadi biji kopi kering yang berstandar dilakukan dengan introduksi teknologi pengering sistem gasifikasi yang dikombinasi dengan alat penukas kalor. Udara yang masuk ke ruang pengering adalah udara segar (bersih) yang terbebas dari efek pembakaran. Alat pengering sistem gasifikasi ini dapat menghasilkan suhu di dalam ruangan melebihi 50°C, kondisi ini sudah lebih baik untuk proses pengeringan jika dibandingkan dengan proses pengeringan yang dilakukan secara hamparan di atas tanah atau semen. Suhu masih bisa ditingkatkan dengan pengaturan kecepatan dan jumlah udara panas yang dialirkan ke ruang pengering. Sedangkan reaktor gasifikasi mampu menghasilkan suhu tinggi pada pipa keluar reaktor yaitu sekitar 350 °C. Penyaluran uadar panas ke alat penukar kalor akan pemanaskan udara di dalam pipa kecil penukar kalor. Udara panas bersih di dalam pipa kecil yang disalurkan ke dalam ruang pengering dapat mencapai suhu 55 °C.Keywords: pengering, gasifikasi, kopi, reactor,penukar kalor.
Perancangan dan Pengujian Radiator Tester Skala Laboratorium yang Terintegrasi Pengatur Putaran Mesin dan Hembusan Angin (Regulator Wind Blower )
Cooling system in the engine functions as the protector of the machine by absorbing the heat. Heat engine is produced by fuel in the cylinder. The heat is deliberately created to generate energy, but it will cause excessive heat if it is left unchecked (over heating effect). In order to prevent overheating and keep the machine temperature, then it uses radiator. How effective radiator is used can be seen by using a tool called a radiator tester. Therefore, this research was Designed a Trial Radiator (Radiator Tester) Laboratory Scale Which is Completed by Round Handler’s Machine and Regulator Wind Blower on Diesel Engine L 300.This research was done by testing the car L 300 diesel in the field then noted rpm and air speed that blew into the radiator. The process of designing a radiator tester L300 diesel engine laboratory scale were making the framework platform machine, making radiator tester cooling system machine to set up a thermometer in the radiator hose in and out, making a mechanism round handlers machine, making a regulatory mechanism wind blower and installing a trial radiator with round handlers machine and wind blower. The rpm test result and air speed on the field was applied to the radiator tester laboratory scale.From the results of the tests, it showed that there was an increase in value of the effectiveness of the radiator without external airflow to engine speed 1000 rpm and the average value was 0.483. Whereas, there was a decrease on the effectiveness of the radiator when given outside air flow 2.3 m / s at 1500 rpm engine speed, which was 0.63.Keywords: Effectiveness, Radiators, Temperature, Air Flo
Pengaruh Tebal Potong terhadap Umur Pahat Bubut HSS yang Dilapisi Titanium dan Nitrogen dengan Teknik Sputtering DC
To increase performance of tool life, it can be done by superhard coating on surface of cutting tool by using sputtering method. The research aim was to deposit titanium and nitrogen thin film on high speed steel surface, and to investigate the effct of depth of cut on tool. Thin film deposition was done by sputtering in vacuum chamber and flowed argon and nitrogen simultaneously. Formed thin film at 27 specimens were tested by micro hardness Vickers of 10 gf. Optimal condition of temperatures, times and gas ratio N2:Ar of sputtering were used to coat 54 tools. Testing of tool life were done by cutting medium carbon steel by cutting depth 0,5; 1,0; I,5 mm, feeding 0,084; 0,090; 0,112 mm/rotation and cutting speed 23; 28; 32; 36; 42 and 48 m/min. The results show that the optimal depth of cut of coated and uncoated tools were 1 mm, tool life and removal material were after coated titanium and nitrogen increased at 17% dan 40,3%, respectively.Keywords : sputtering, tool life, tebal tatal, titanium and nitrogen
Water Hammer Press Untuk Pengurangan Kadar Air Komoditas Onggok
Sumber daya agrikultur yang besar yang dimiliki Provinsi Lampung, khususnya singkong yang menjadi bahan baku tepung tapioka. Ampas dari produksi tepung tapioka ini disebut onggok. Onggok dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat nyamuk bakar, pupuk, pembuatan saus, dan campuran kerupuk, serta pakan ternak. Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, industri-industri tersebut memberikan onggok tersebut secara gratis atau dijual sangat murah dalam kondisi basah. Untuk meningkatkan nilai ekonomi dari onggok, para petani melakukan pengelolahan onggok secara tradisional dengan cara menjemur onggok menggunakan panas matahari di hamparan tanah lapang. Proses pengeringan ini sangat tergantung pada faktor cuaca. Jika hujan, kualitas onggok menjadi menurun dan kadar air menjadi tidak terkontrol serta warnanya menjadi kecokelatan yang menyebabkan harga onggok jatuh. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebelum dikeringkan ada baiknya onggok yang memiliki kadar air 81-85% tersebut diturunkan kadar airnya hingga 20-25%. Penurunan kadar air tersebut dapat dilakukan dengan cara penempaan. Proses pengempaan dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu: screw press, injection press dan filter press. Bagaimanapun harga Screw press sangat mahal dan memerlukan daya listrik besar serta perawatan yang mahal. Meskipun menggunakan generator tetap membutuhkan bahan bakar yang akan memberatkan petani. Injection press dan Filter press juga harganya mahal dan memerlukan daya listrik besar serta perawatannya mahal.Salah satu proses penempaan yang ramah lingkungan dan hemat energi serta ekonomis untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil pengeringan onggok ini dapat dilakukan dengan menggunakan energi air jatuh yang menekan hammer sehingga dinamakan water hammer press. Keunggulan Water hammer press ini ramah lingkungan, mudah dibuat, peralatannya murah, tidak membutuhkan biaya bahan bakar, serta perawatannya mudah dan murah. Teknologi Water Hammer Press ini mampu mereduksi kadar air onggok hingga onggok berkadar air sebesar 52% dengan kuantitas air umpan sebesar 60 liter dan onggok umpan sebesar 5 Kg serta ketinggian air jatuh umpan yang digunakan pada pengujian water hammer press ini sebesar 3 (tiga) meter.Kata kunci : Onggok singkong, Kadar air, Water Hammer Pres