215 research outputs found

    Unjuk Kerja Kolektor Surya Pelat Datar Aliran Paralel

    Get PDF
    Telah diuji unjuk kerja kolektor pelat datar aliran paralel menggunakan solar simulator dengan standar pengujian EN 12975-2:2006. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kolektor surya aliran paralel berupa efisensi termal dan pressure drop berdasarkan variasi jarak antar pipa paralel terhadap diameter (W/D), arah aliran fluida pada pipa riser (vertikal dan Horizontal) dan bahan pelat absorber (tembaga dan alumunium). Untuk memenuhi tujuan ini dibuat empat buah kolektor dengan luas pelat yang sama. Tiga kolektor menggunakan pelat tembaga dan satu kolektor dengan pelat alumunium. Kolektor pelat tembaga adalah kolektor W/D=8 vertikal, W/D=12 vertikal, kolektor W/D=8 horizontal dan kolektor pelat alumunium adalah W/D=8 vertikal. Dari hasil pengujian dilakukan perhitungan menggunakan Multiple Linear Regression (MLR) didapat efisiensi zero dan koefisien rugi kalor dari kolektor. Kolektor W/D=8 vertikal pelat tembaga memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi efisiensi dan rugi-rugi kalor dengan nilai berturut turut 46,65 % dan 2.7111 W/(m2K). Lebih lanjut kolektor W/D=12 vertikal memiliki nilai pressure drop terbaik dengan nilai 123.48 Pa. Kolektor dengan pelat tembaga memiliki efisiensi dan rugi kalor yang lebih baik dibanding kolektor pelat alumunium tetapi harga pelat tembaga 14 kali lebih mahal dari pelat alumunium. Kolektor susunan vertikal memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi koefisien kerugian panas dan efisiensi tetapi memiliki nilai pressure drop lebih tinggi dibandingkan dengan kolektor susunan horizontal. Kolektor yang menggunakan penutup kaca dan kolektor dengan laju aliran massa yang lebih kecil memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi koefisien kerugian panas dan efisiensi.Keywords: Efisiensi termal, EN 12975-2:2006, Jarak pipa riser, Kolektor surya pelat datar, Pressure drop

    Analisa Keausan Pahat pada Pemesinan Bor Magnesium AZ31

    Get PDF
    Pengeboran (drilling) adalah proses pembuatan lubang dengan cara menekan sebuah mata pahat yang berputar pada benda kerja. Selama proses permesinan terjadi interaksi antara mata bor  dengan benda kerja dimana benda kerja terpotong sedangkan mata bor mengalami gesekan. Gesekan yang dialami pahat berasal dari permukaan geram yang mengalir dan permukaan benda kerja yang telah terpotong, akibat gesekan ini  pahat mengalami aus. Tujuan penelitian ini akan menganalisa umur pakai pahat HSS pada pemesinan bor magnesium AZ31 dan untuk mendukung penelitian tersebut digunakan Metode Taguchi untuk menganalisa pembahsan hasil penelitian. Parameter permesinan bor yang digunakan yaitu; mata bor HSS (hight speed stell) dengan ukuran (10 mm, 12 mm, dan 14 mm), kecepatan putaran (635 Rpm, 970 Rpm, 1420 Rpm) dan menggunakan gerak makan (0,10 mm/rev, 0,18 mm/rev dan 0,24 mm/rev), dengan kedalam potong 50 mm. Pengambilan data keausan pahat dilakukan menggunakan mikroskope digital USB dengan perbesaran 50x. Data keausan pahat dilihat setiap satu kali proses pengeboran dan proses pemesinan akan dihentikan jika mata bor sudah mengalami aus. Umur pahat tertinggi diperoleh pada diameter bor 10 mm dengan kecepatan putaran 635 rpm dan menggunakan gerak makan 0,10 mm/rev yaitu selama 12,74 menit, sedangkan umur pahat terendah diperoleh pada diameter bor 14 mm dengan kecepatan putaran 1420 rpm dan menggunakan gerak makan sebesar 0,18 mm/rev yaitu selama 0,68 menit. Berdasarkan analisys of varian (ANOVA) parameter yang signifikan dalam mempengaruh umur pakai mata bor adalah kecepatan putaran (n). Semakin besar kecepatan putaran (n) maka keausan mata bor akan semakin cepat terjadi, hal tersebut disebabkan karena suhu tinggi yang di hasil dari gesekan antara mata bor dan benda kerja

    Sintesis Zeolit A Dari Coal Bottom Ash Dengan Metode Step Change Of Synthesis Temperature Dengan Variasi Suhu Kalsinasi Diaplikasikan Untuk Dehidrasi Etanol

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan zeolit A yang diaplikasikan untuk dehidrasi etanol dengan menggunakan metode step change of synthesis temperature dengan temperatur awal 90oC selama 1,5 jam kemudian dinaikkan menjadi 95oC selama 2,5 jam. Bahan baku yang digunakan adalah coal bottom ash PLTU Tarahan Lampung Selatan, yang dikalsinasi pada suhu yang bervariasi yaitu 500oC, 600oC, 700oC dan 800oC. Tahapan yang dilakukan adalah kalsinasi, sintesis dan adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan zeolit A sintesis dari variasi suhu kalsinasi agar didapatkan persen kristalinitas yang tinggi yang diharapkan dapat menyerap air dalam campuran etanol dengan optimal, sehingga etanol memiliki kemurnian >99% (Fuel Grade Ethanol). Karaktersiasi zeolit A sintesis menggunakan difraktometer sinar-x (XRD), spektrometer inframerah (FTIR), scanning electron microscope (SEM) dan brunnaur, emmet dan teller (BET). Berdasarkan analisis XRD  didapatkan persen kristalinitas tertinggi pada variasi suhu kalsinasi 500˚C yaitu sebesar 34,79 %, hasil analisis FTIR menunjukkan telah terbentuk produk Zeolit A yang ditandai dengan adanya karakteristik Zeolit A pada bilangan gelombang 950-1250cm-1, 650-750cm-1, 500-650cm-1,  420-500cm-1 dan 300-400cm-1, hasil analisis SEM menunjukkan semua variasi suhu kalsinasi terlihat bahwa bentuk partikel didominasi bentuk kubus, berdasarkan analisis BET diketahui Zeolit A berukuran mesopori yang memiliki kisaran diameter 2-50 nm.                           Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan zeolit A yang diaplikasikan untuk dehidrasi etanol dengan menggunakan metode step change of synthesis temperature dengan temperatur awal 90oC selama 1,5 jam kemudian dinaikkan menjadi 95oC selama 2,5 jam. Bahan baku yang digunakan adalah coal bottom ash PLTU Tarahan Lampung Selatan, yang dikalsinasi pada suhu yang bervariasi yaitu 500oC, 600oC, 700oC dan 800oC. Tahapan yang dilakukan adalah kalsinasi, sintesis dan adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan zeolit A sintetis dari variasi suhu kalsinasi agar didapatkan persen kristalinitas yang tinggi yang diharapkan dapat menjerap air dalam campuran etanol dengan optimal, sehingga etanol memiliki kemurnian >99% (Fuel Grade Ethanol). Karaktersiasi zeolit A sintetis menggunakan difraktometer sinar-x (XRD), spektrometer inframerah (FTIR), scanning electron microscope (SEM) dan brunnaur, emmet dan teller (BET). Berdasarkan analisis XRD  didapatkan persen kristalinitas tertinggi pada variasi suhu kalsinasi 500˚C yaitu sebesar 34,79 %, hasil analisis FTIR menunjukkan telah terbentuk produk Zeolit A yang ditandai dengan adanya karakteristik Zeolit A pada bilangan gelombang 950-1250cm-1, 650-750cm-1, 500-650cm-1,  420-500cm-1 dan 300-400cm-1, hasil analisis SEM menunjukkan semua variasi suhu kalsinasi terlihat bahwa bentuk partikel didominasi bentuk kubus, berdasarkan analisis BET diketahui Zeolit A berukuran mesopori yang memiliki kisaran diameter 2-50 nm. Dari hasil uji adsorspsi etanol-air diperoleh kemurnian etanol akhir tertinggi pada variasi suhu kalsinasi 500˚C yaitu sebesar  99,202 %.        

    Pengaruh Hardenability dan Tempering Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekuatan Impak Baja E335

    No full text
    Hardenability had much attention becauce make high strenght and good ductility of material. The research aimed investigate quenching treatmen (water, salt water and chalk water) at mechanical properties of E335 steel. In this research, E335 steel be heated on Hoffman at temperature 880⁰C 2 hours, after that every material is dipped into a different quenching treatmen and then tempering at temperature 600⁰C 2 hours. End of method is material charaterization (Tensil strenght and impak) The results obtained with the Chalk water has better tensile strength and impak strengt

    Studi Eksperimental Sudut Nosel Dan Sudut Sudu Terhadap Kinerja Turbin Cross-flow

    Get PDF
    Energi mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi dan lingkungan. Energi di Indonesia saat ini masih didominasi oleh energi yang berbasis bahan bakar fossil, yang merupakan sumber energi tak terbarukan. Pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) merupakan salah satu solusi krisis energi yang terjadi saat ini. Jenis turbin yang umum digunakan dalam PLTMH adalah Turbin Cross-flow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut nosel dan sudut sudu terhadap kinerja turbin Cross-flow. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan memvariasikan sudut nosel (15º, 30º dan 45º) dan sudut sudu (14º, 16º, dan 18º). Turbin yang diuji memiliki spesifikasi diameter luar 0,2885 m, jumlah sudu 18 buah dan tebal nosel 0,025 m. Debit air yang digunakan untuk pengujian turbin sebesar 0,02487 m3/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut nosel dan sudut sudu sangat berpengaruh terhadap kinerja turbin. Efisiensi turbin tertinggi sebesar 77% diperoleh dengan sudut nosel 15º dan sudut sudu 16º. Sudut nosel semakin meningkat maka efisiensi turbin semakin menurun. Berdasarkan analisis regresi diperoleh persamaan empirik untuk efisiensi turbin yaitu = 1,00 – (0,00539*α – 0,0112*ɸ)

    Studi Sifat Fisis, Kimia, dan Morfologi Pada Kemasan Makanan Berbahan Syrofoam dan LDPE (Low Density Polyethylene)

    Get PDF
    AbstrakWadah kemasan plastik, sterofoam, dan kantong plastik merupakan pengemas makanan dan minuman yang paling banyak digunakan saat ini di berbagai belahan dunia. Hal ini dikarenakan selain harganya murah dan praktis, juga karena kemampuan bertahan dalam kondisi panas maupun dingin. Selain memiliki dampak yang baik, pengemasan tersebut juga memiliki dampak negatif karena makanan panas yang dibungkus akan bereaksi dengan unsur kimia yang terkandung dalam material berbahan plastik tersebut. Hal ini akan menyebabkan kanker karena mengandung dioktilfalat  (DOP) yang bersifat toksin. Berdasarkan hasil penelitian melalui pengujian sifat fisis, kimia, dan morfologi diketahui bahwa proses migrasi terjadi karena kontak antara komponen pada material polimer dengan makanan sehingga mengakibatkan kualitas makanan lebih menurun. LDPE terjadi migrasi pada temperature 90oC.Penggunaan kemasan untuk kondisi makanan yang panas mengakibatkan ikatan kimia yang terdapat pada makanan mengalami pemutusan ikatan sehingga perlu dilakukan modifikasi penggunaan polimer. Metode peningkatan ketahanan termal dari polimer termasuk LDPE dan Polystyrene dapat digunakan metode penambahan unsur fungsional yang dapat mengurangi migrasi antar komponen baik melalui proses co-polimerisasi maupun nanocomposite. Kata kunci: dioktilfalat (DOP), LDPE, polystyrene, sifat fisis, sifat kimia, morfologi AbstractThe plastic packaging, styrofoam, plastic bag are the most used container for foods and beverages around the world. It’s caused either low price and practical using or hot and cold resistance. Beside it has positive effect, the container has negative effect because of heat temperature will react with other chemical from the plastic container. It will be caused cancer because of dioctyl phthalate (DOP) of toxin. According of the research result using analysis of physic, chemical properties, and morphology, migration process happened because of polymer contact the food that caused decreasing food quality. The LDPE migrates on 90oC. The container using for hot condition results cutting of chemical bound that need to modify the polymer used. Increasing the thermal shielding of polymer, including LDPE and polystyrene can be used the additional functional element method that can decrease the migration of element through copolymerization or nano-composite precess. Keywords: dioctyl phthalate (DOP), LDPE,polystyrene, physic and chemical properties, morpholog

    Perancangan Continuous Barge Unloader Kapasitas 800 Ton/Jam Bermuatan Batu Bara

    Get PDF
    It is undeniable energy needs in Indonesia is increasing, and can never be separated from the need to use material of coal as a source of energy. So that industry has a role in the processing of coal should be increased productivity. One is an increase in productivity of the use of coal loading and unloading equipment at ports which handle ships - collier. This final project offers an example of the calculation and planning of loading and unloading equipment Continuous Barge Unloader capacity of 800 tons / hour for barges loaded with coal which is normally used in the industry, especially coal handling plant. The final project is expected to be the solution for the lack of productivity of the loading and unloading of coal and one of the reference design tool manufacture Continuous Barge Unloader. This design uses Pahl and Beitz method and the results of this research in the form of structural design tools, the selection of the main component unloader (driving, lifting, belt conveyor, bucket conveyor, and electric motors for lifting and driving).

    Variasi Waktu dan Temperatur Pelapisan Hot Dip Galvanizing Terhadap Laju Korosi Serta Uji Impact Material Baja Karbon Rendah (0.02%C)

    Get PDF
    Korosi merupakan proses reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan tetapi hanya dapat dikendalikan dengan menggunakan metode  Hot Dip Galvanizing. Adapun tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh variasi waktu dan temperatur pencelupan terhadap ketebalan lapisan, laju korosi dan mengetahui kekuatan impact. Material yang digunakan baja karbon rendah (0.02% C) serta material zinc (Zn) sebagai bahan pelapis. Proses pencelupan dilakukan dengan variasi waktu 3, 6, 9, 12 menit dan temperatur 4200C, 4400C, 4600C, 4800C dikorosifkan menggunakan larutan HCl dengan konsentrasi 10% dan 15%.Semakin lama waktu pelapisan pertambahan berat semakin meningkat, pertambahan berat tertinggi pada waktu 12 menit 11,765 gram. Berbanding terbalik dengan temperatur pencelupan, semakin tinggi temperatur yang digunakan maka pertambahan berat semakin menurun sebesar 8,88 gram pada temperatur 4800C. Pertumbuhan laju korosi pada larutan HCl 10% tertinggi terdapat pada waktu 3 sebesar 0.916 mm/year, sedangkan laju korosi terbesar pada temperatur 4800C dengan nilai 1.464 mm/year, sementara larutan HCl 15% laju korosi terbesar pada waktu 12 sebesar 1.372 mm/year, dengan temperatur  4200 C sebesar 240.883 kJ/m2. Semakin lama waktu pelapisan menggunakan proses hot dip galvanizing maka kekuatan impact semakin meningkat bahkan dengan waktu 12 menit kekuatan impactnya melebihi kekuatan row materialnya yaitu 175,112 kJ/m2. Berbanding terbalik dengan waktu pelapisan dimana semakin tinggi temperatur yang digunakan kekuatan impactnya semakin menurun, kekuatan tertinggi berada pada temperatur 4200C sebesar 240,883 kJ/m2 yang melebihi kekuatan row materialnya sebesar 169,014 kJ/m2.  Secara keseluruhan waktu terbaik yaitu 12 menit dan temperatur 4200C

    The Effect of Substrate Pre-treatment on Hydroxy-apatite Coated Titanium Alloy by High-velocity Oxy-fuel Process

    Get PDF
    In order to fully meet bio-compatibility requirement of titanium alloy as implant material, coating with hydroxyapatite (HA) is normally applied. The present research concerns on the effect of substrate pre-treatment on the coating of HA on titanium alloy by high-velocity oxy fuel process (HVOF). Before the coating, all samples were pre-treated by thermo-mechanical treatment in order to obtain fine grain structure. Three type of substrate pre-treatment is then applied on different substrates, including, sand-blasting, sand-blasting+etching, and sand-blasting+etching+CNT intermediate layer. After coating, post-annealing treatment was applied on each sample and characterization was performed on the sample after the treatment. It was obtained that the sand-blasted sample has relatively rougher surface (SEM observation), lower degree of crystallinity (XRD characterization) and higher residual strain (XRD data calculation by Mud Master software) as compared with other samples. From FTIR characterization it can be obtained that all samples show no differences in orbital function

    Pengujian Orifice Flow Meter dengan Kapasitas Aliran Rendah

    Get PDF
    Orifice flow meter is used in many laboratory and industrial application due because of its simple design and low cost. The present research investigated an orifice flow meter operated in relatively low flow rate. Orifice plate is a metal plate, 10 mm width provided with bevel at inlet section. The diameter ratios (β) are 0.3, 0.4, 0.5, 0.6, 0.7, and 0.8, respectively. The experiment used water with flowrate range having Reynolds number between 6827,55 and 8004,72. The fluid is flown through the orifice plate. Pressure taps are used to measure pressure at upstream and downstream of the orifice plate. The actual capacity is directly measured at an outlet reservoir; while the theoretical capacity is calculated using modified Bernoulli equation with diameter ratio (β) within the equation. The results showed that the irrecoverable pressure drop decreased with the increase of flow capacity and the diameter ratio. The discharge coefficient of the orifice flowmeter ranged between 0.3 and 1.3

    171

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MECHANICAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇