MECHANICAL
Not a member yet
215 research outputs found
Sort by
Effect of a Pipe Number on The Heat Transfer Rate for a Granite Stone Absorber Solar Collector
Sebagaimana energi fosil telah mulai berkurang, maka sangat penting untuk memanfaatkan energi alternatif seperti energi surya. Suatu peralatan yang dapat digunakan untuk menangkap dan mengubah energi surya adalah kolektor surya. Dua kolektor surya identik digunakan dalam penelitian ini ditempatkan menghadap ke Utara dengan sudut kemiringan 15 °. Dimensi kolektor adalah 0,8 m x 1 m x 0,05 m. Salah satu kolektor yang terdiri dari 5 pipa paralel dan lainnya yang terdiri dari 7 pipa paralel. Air yang digunakan dalam percobaan ini mengalir secara alami karena gaya gravitasi dari tangki yang lebih tinggi dan diatur dengan katup dipasang pada sisi keluaran kolektor. Laju aliran air yang digunakan adalah 200, 250 dan 300 cc / menit dan diukur dengan menggunakan gelas ukur dan stop watch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi yang masuk ke kolektor, energi yang diserap oleh absorber dan air, naik dengan meningkatnya waktu observasi dan mencapai nilai puncak pada sekitar pukul 02:30 Wita. Setelah itu, menurun. Pengaruh jumlah pipa adalah tidak signifikan. Kata kunci: kolektor surya, absorber batu granit, performa kolekto
Proses Pack Carburizing dengan Media Carburizer Alternatif Serbuk Arang Tongkol Jagung dan Serbuk Cangkang Kerang Mutiara
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan arang tongkol jagung dan serbuk cangkang kerang mutiara sebagai media carburizer pada proses pack carburizing terhadap sifa (struktur mikro) dan mekanis (uji kekerasan) baja karbon rendah. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah yang berbentuk selinder. Proses pembuatan spesimen dilakukan dengan pemotongan menjadi beberapa bagian, pemotongan dilakukan untuk memudahkan di dalam meletakan spesimen di dalam kotak karburisasi,kemudian serbuk arang kayu dan serbuk cangkang ditimbang sesuai dengan komposisi yang diinginkan dengan pencampuran serbuk cangkang kerang mutiara 5, 10 , 20 dan 25 (% berat). Spesimen dilakukan perlakuan panas pada temperature 9100C, 9300C, 9500C dengan penahanan waktu selama 90, dan 150 menit. Kemudian dilakukan Uji kekerasan Vickers, pengujian foto struktur mikro dan uji komposisi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kekerasan tertinggi rata-rata pada penambahan 20% serbuk cangkang di peroleh sebesar 262,47 kg/mm2 dan kekerasan material awal diperoleh sebesar 144,08 kg/mm2. Dari hasil pengamatan struktur mikro dan uji komposisi diketahui bahwa terjadi pengerasan permukaan karena difusi karbon kedalam baja karbon randah
Analisis Fabrikasi Desain Lamination Passive Mixing Microchannel Perangkat Mikrofluidik AcrylicMenggunakan Laser CO Daya Rendah
Microfluidics device has been applied in the biomedical fields to manipulate fluids in a channel network with the dimensions between 5-500 µm. Microfluidics device is manufactured by microfabrication process consists ofdesign, microstucturing and back-end process. One of microfluidics application is passive mixing microchannel. Inthis device, the fluids will flow through the channel without any moving part and pressure from outside to producemixing fluid. It is important to design the form of channel to produce a good lamination passive mixingmicrochannel. In this study, the process of channel design was performed. Low power CO2 laser was used formicrostucturing process as a cutting tool to produce microfluidic device on acrylic material. The parameters affectthe output of the cutting process are the laser power, cutting speed and the design of channel. Surface roughness ofdesigned channel was observed. Finally, back-end process was performed by joining process using thermalbonding method. From the experimental results, the design of lamination channel has an influence on allparameters to the surface roughnes
Pengaruh Campuran High Purity Metanol (HPM) –Solar Menggunakan Sistem EGR terhadap Performa dan Emisi Jelaga Pada Mesin Diesel Injeksi Langsung
Penelitian ini mempelajari pengaruh campuran HPM dan solar terhadap performa dan penurunan emisi jelaga pada mesin diesel. Parameter yang menjadi pertimbangan adalah torsi, daya, konsumsi bahan bakar spesifik dan efisiensi termal serta kepekatan asap. Sebuah mesin diesel injeksi langsung, 4 langkah, berpendingin air, naturally aspirated, Isuzu 4JB1, yang dilengkapi dengan sistem cooled-EGR digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan campuran bahan bakar HPM-solar dengan rasio 0/100 5/95, 10/90, dan 15/85 berbasis volume dengan melakukan variasi pembebanan dari 25% sampai dengan 100% dengan interval 25%, pada putaran mesin konstan 2000 rpm. Pada setiap pembebanan, EGR divariasikan dengan laju EGR 0%, dan 100%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan solar 100%, pemakaian campuran bahan bakar menurunkan daya mesin sebesar 4,69%, dimana daya semakin menurun seiring meningkatnya kandungan HPM. Diamati juga bahwa pemakaian campuran bahan bakar akan meningkatkan BTE sebesar 14,7%, sedangkan nilai BSFC,mengalami penurunan sebesar 10,29%. Pada sisi emisi, penggunaan campuran bahan bakar menurunkan emisi jelaga sebesar 59,32%dimana emisi jelaga menurun seiring dengan bertambahnya HPM dalam campuran bahan bakar. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan H85M15 menghasilkan torsi dan daya yang mendekati diesel serta penurunan emisi jelaga tertinggi, sementaraH95M5 memberikan hasil terbaik dari sisi BSFC dan BTE.Kata kunci: Metanol Kadar Tinggi, EGR-Dingin, Mesin Diesel, Kepekatan Asa
Pengaruh Kecepatan Putar Indentor Las Gesek Puntir (Friction Stir Welding) Terhadap Kualitas Hasil Pengelasan Alumunium 1100-H18
Material Aluminum (Al) dan paduannya telah banyak digunakan secara luas diberbagai bidang industri. Aluminum memiliki sifat korosi yang baik, namun permasalahan Aluminum adalah sulitnya proses penyambungan, karena adanya lapisan oksida di permukaan logam. Teknologi pengelasan gesek puntir (friction stir welding, FSW) merupakan alternatif yang potensial untuk diaplikasikan pada aluminum. Dalam penelitian ini, digunakan mesin freis vertikal Milko-12 yang telah difasilitasi indentor las. Proses pengelasan dilakukan pada bahan Aluminum 1100-H18 untuk 4 (empat) macam parameter kecepatan rotasi indentor (Rt) yang berbeda, yaitu:352, 490, 653, dan 910 rpm, sedangkan kecepatan transversal indentor (V) tetap: 20mm/menit. Pengujian kualitas hasil pengelasan dilakukan dengan analisa sifat mekanik dan data metalografi. Hasil pengujian kualitas las menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan rotasi indentor (Rt), akan meningkatkan kekuatan tarik lasan hingga titik maksimumnya pada saat Rt=653rpm, dimana kekuatan tariknya sebesar 107 MPa. Daerah patah lasan adalah pada logam dasar (Base Metal, BM), menunjukkan bahwa mesin freis konvensional Milko-12 dapat digunakan untuk proses pengelasan puntir gesek (FSW) pada material Aluminum.Kata Kunci: Aluminum 1100-H18, las puntir gesek, Milko-12, mesin freis vertikal
Pengaruh Kemiringan Benda Kerja dan Kecepatan Pemakanan terhadapGetaran Mesin Frais Universal Knuth UFM 2
In milling process with slope of workpiece, the milling process requires more energy from milling machine. The greater the slope of workpiece estimated to be the greater energyrequired by the milling machine. Therefore, the machining vibration that occurs was estimated to be very big. This study aimed to determine influence theslope of workpiece to machining vibration in milling machine with variations of feeding. This study used Milling Machine Knuth Universal UFM 2 with vertical milling approach. The slope of workpiece used was 300, 450 and 600.The machining process parameters varied was feeding while depth of cut and spindle speed were constant. The study results show that the greater the slope of work piece, the greater the machining vibration on the up milling process and the down milling processes for all slope of work piece. Similarly the influence of feeding to machining vibration in milling process. The study results show that the change of feeding will give a positive impact to machining vibration on the up milling process and the down milling processes. For same the slope of workpiece and feeding the machining vibration on the down milling process is greater than the up milling process
Penuaan Elektrode CuCr1Zr Spot Welding dengan Pendekatan Numerical
This study is to develop the constitutive equations to describe the mechanical deformation of the surfaces active of electrode. Most of tests are isotherms to characterize the material behavior at each temperature. The results isothermal test are used to identify the parameters of the law by using softwere SiDoLo, it shows the difference affected temperature. We can determine the value of the variable aging is a value between 0-1, the results identification of material aging through numerical calculations show the final result 0.9, then we can say that the specimens have been tested agin
Kajian Eksperimen Heat Exchahger Pada Heat Pump Menggunakan Refrijeran Hidrokarbon
Heat pump atau pompa kalor merupakan suatu alat yang bisa mendinginkan dan memanaskan, dimana fungsi evaporator sebagai pendinginan bisa diubah menjadi pemanasan sebagai fungsi kondensor dengan menggunakan reversing valve. Dengan menambahkan heat exchanger pada heat pumpyang dipasang pada suction line dan discharge line akan menghasilkan perubahan temperatur pada suction line lebih tinggi dan temperatur discharge line lebih rendah dibandingkan dengan sistem heat pump yang tidak menggunakan heat exchanger. Heat pump ini menggunakan refrijeran jenis hidrokarbon yang ramah terhadap lingkungan yaitu jenis refrijeran R-290. Dari hasil penelitian yang didapat bahwa nilai Coefficient Of Performance(COP) pada heat pump yang menggunakan heat exchanger adalah 4,8 sedangkan COP pada heat pumpyang tidak menggunakan heat exchanger sebesar 4,1.Sehingga selisih COP pada heat pump antara yang menggunakan heat exchanger dengan tanpa menggunakan heat exchangersebesar 0,7. Sedangkan efisiensi yang didapat pada heat pumpdengan menggunakan heat exchanger tertinggi sebesar 90,3% sedangkan tanpa menggunakan heat exchanger tertinggi sebesar 78,95%.Kata kunci : Penukar Kalor, Pompa Kalor, COP, Hidrokarbon, R-29