215 research outputs found

    Pengaruh Variasi Jumlah Sudu dan Twist Angle Terhadap Performa Turbin Heliks Menggunakan Metode CFD

    Full text link
    Energi arus air merupakan salah satu potensi energi terbarukan yang mudah ditemukan seperti saluran irigasi, aliran sungai dan gelombang laut. Selain ramah lingkungan energi arus air juga memiliki intensitas energi kinetik yang cukup besar. Pemanfaatan potensi arus air untuk menghasilkan listrik dapat dilakukan menggunakan turbin heliks. Turbin heliks merupakan bentuk modifikasi dari turbin darrieus, untuk mengatasi kelemahan turbin darrieus sudu pada turbin heliks dibuat berbentuk melengkung dengan kemiringan sudut tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja turbin heliks menggunakan metode CFD. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan simulasi terhadap penambahan jumlah sudu dan twist angle pada turbin heliks. Variasi jumlah sudu adalah 2, 3 dan 4 sudu sedangkan variasi twist angle sebesar 60°, 90° dan 120°. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penambahan jumlah sudu dan twist angle berpengaruh positif terhadap performa turbin heliks, terjadi peningkatan nilai torsi yang diperoleh. Penambahan jumlah sudu dan twist angle akan mengakibatkan massa/beban turbin saat berputar semakin tinggi atau yang disebut dengan momen inersia sehingga menghasilkan gaya lebih besar dan torsi meningkat. Hasil simulasi dengan menggunakan variasi jumlah sudu diperoleh performa terbaik pada jumlah sudu 4 dimana Cp yang dihasilkan sebesar 0,287. Pada pengujian dengan variasi twist angle didapat performa terbaik pada sudut 120° dengan nilai Cp yang dihasilkan sebesar 0,312

    Initial analysis of temperature distribution in V-shaped Thermal Collector

    Full text link
    Pada tahun 2030 Indonesia menargetkan  pengurangan emisi hingga 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan bantuan internasional. Optimalisasi penggunaan energi termal dapat menekan laju emisi karbon. Kolektor termal juga dapat dioptimalkan sebagai teknologi pengeringan paska panen dalam menunjang pertanian berkelanjutan. Kolektor termal memiliki bergbagai macam jenis. Sebagai analisis awal karakteriristik perpindahan panas pada kolekor dimodelkan dengan mengunakan kolektor berbentuk V (V Groove). Distribusi Temperatur diamati dengan menggunakan komputasi dinamika fluida. Simulasi dilakukan diawali proses pemodelan, yaitu menentukan desain geometri dan material, melakukan meshing dan menentukan kondisi batas. Reynold number yang digunakan dalam penelitian ini 1500, 3000, dan 4500 yang masing-masing mewakili laminar, transisi, dan turbulen. Iradiasi matahari disimulasikan pada 1000, 800, dan 600 W/m2. Penelitian pendahuluan ini menunjukkan semakin tinggi bilangan Reynold semakin rendah temperatur udara keluar dan temperatur permukaan kolektor. Semakin besar iradiasi, semakin besar temperatur udara keluar kolektor dan temperatur permukaan kolektor yang dihasilkan

    Integration of Robotic Education and Islamic Religious Education through the Line Follower Robot Working Model

    Full text link
    Designing robotic technology as an innovation to realize more varieties in the learning process is an interesting idea to be implemented in class. This study tries to implement robotic technology innovation into Islamic Religious Education through the line follower robot working model. In this study, the working model is used as an educational media that is implemented within the scope of good morals (al-akhlaq al-mahmudah) and bad morals (al-akhlaq al-mazmumah). This study uses the design-build method to realize the final result as a product. The product design includes designing a guide line for the line follower robot and assembling a line follower robot design system based on the results of device requirement analysis. The results of the implementation of the line follower guide line design are realized on a Flexi paper with a length of 3 meters and a width of 2 meters. While the results of the implementation of the line follower robot design system assembly are in the form of a physical/robot frame, a series of electronic hardware systems, and programs built using C language with the CodeVision AVR compiler. Based on the performance test of the line follower robot, it can be concluded that the overall design system has been successfully realized

    PENGARUH PERLAKUAN PANAS QUENCHING TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA JIS SUP 9A

    Full text link
    Baja JIS SUP 9A merupakan bahan baku dalam pembuatan pegas daun dan termasuk baja karbon paduan sedang. Salah satu cara untuk meningkatkan sifat mekanik baja tersebut adalah dengan proses perlakuan panas (heat treatment) salah satunya quenching. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh annealing dan quenching terhadap kekerasan baja JIS SUP 9A serta menganalisis perubahan struktur mikro baja JIS SUP 9A setelah dilakukan perlakuan annealing dan quenching. Material diberi perlakuan panas annealing dan quenching dengan temperatur 250°C dan 350°C serta pengujian kekerasan dengan metode rockwell, vickers, dan brinell. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa baja JIS SUP 9A dengan perlakuan panas quenching yaitu pada temperatur 250°C dan 350°C meningkatkan kekerasan baja dibandingkan dengan perlakuan panas annealing. Pengamatan struktur mikro baja JIS SUP 9A menggunakan alat Optical Microscopy (OM) yang terbentuk pada perlakuan annealing menunjukkan fasa ferit dan perlit yang diakibatkan oleh pendinginan yang sangat lambat serta pada perlakuan quenching temperatur 250°C dan 350°C menunjukkan fasa martensit dan ferit dengan martensit yang lebih dominan terbentuk dikarenakan oleh proses pendinginan secara cepat sehingga meningkatkan nilai kekerasan tinggi pada baja

    Development and Characterization of Advanced Recycled Hybrid Metal Matrix Composites via Enhanced Stir Squeeze Casting Method for Industrial Applications

    Full text link
    This study presents the development and characterization of advanced recycled hybrid metal matrix composites (HMMCs) using an optimized stir squeeze casting technique. The hybrid composites were fabricated using recycled aluminum alloy (AA6061), ceramic particles, and carbon fibers. The optimization of critical process parameters such as stirring speed, casting temperature, and squeeze pressure resulted in composites with superior mechanical and physical properties. Comprehensive testing revealed that the HMMCs exhibited a 20% increase in tensile strength, a 30% improvement in hardness, and a 15% enhancement in impact resistance compared to conventional metal matrix composites (MMCs). Additionally, the composites demonstrated a 10% improvement in thermal conductivity, making them suitable for applications requiring efficient heat dissipation. The successful incorporation of recycled materials not only promoted sustainability but also reduced production costs. The findings underscore the potential of these hybrid composites for high-performance applications in automotive, aerospace, and thermal management industries. Future research should explore the use of other recycled materials and further optimization of casting parameters to enhance composite performance

    Hardness enhancement of Al-Si alloys from sand casting with runner variations

    Full text link
    Metal casting is one of the oldest and most efficient manufacturing techniques in producing metal components with complex shapes. One of the main challenges in the casting process is controlling the flow of molten metal so that it can fill the mold perfectly without producing defects. The channel in the casting mold is usually called a runner. The runner functions as a distribution channel for molten metal into the mold cavity. Optimal runner design settings are very important to prevent defects in the final product such as porosity, cold shut, and shrinkage. This study aims to identify the effect of runner shape variations on the quality of Al-Si casting. The method used in this study is a laboratory experimental method. The study began with preparing the tools and materials, the materials used in this study were used pistons. The piston melting temperature was carried out at 750°C. The results showed that the results of the cast product using a truncated cone-shaped runner (variation 1) were the best results. Macrostructural analysis showed that specimens in variation 1 had minimum casting defects and lower shrinkage compared to variation 2. Microstructural analysis showed that the cast product produced several phases. Meanwhile, the hardness number for specimen variation 1 reached 98 HRE

    Fluid Flow Analysis Subsonic Wind Tunnel for Aerodynamic Testing Using Computational Fluid Dynamics (CFD)

    Full text link
    Seiring berkembangnya zaman, banyak sekali teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian, terutama dalam pembuatan model, alat, dan instrumentasi. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menunjang penelitian aerodinamis adalah Wind Tunnel. Wind Tunnel merupakan perangkat pengujian aerodinamis yang mampu mensimulasikan dan memvisualisasikan kondisi aliran fluida di sekitar objek yang diuji. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis aliran fluida pada berbagai bagian terowongan angin dengan menggunakan aliran fluida seragam. Analisis akan dilakukan dengan menggunakan software Ansys khususnya Computational Fluid Dynamics (CFD). Parameter yang akan diuji antara lain kecepatan fluida 6 m/s. Pada kecepatan tertentu, eksperimen aliran fluida akan dilakukan untuk memvisualisasikan distribusi aliran di berbagai bagian Terowongan Angin, dari bagian kontraksi hingga Diffuser. Visualisasi aliran pada bagian kontraksi, akan terjadi peningkatan tekanan fluida menuju bagian uji kontur tekanan total. Ketika fluida mengalir melalui bagian uji dengan besaran kecepatan, ia akan bertransisi ke aliran laminar dan fluida melewati bagian diffuser, sehingga terjadi penurunan kecepatan

    PEMBUATAN BIOPELET DENGAN MESIN EXTRUDER BERBAHAN BAKU LIMBAH PENYULINGAN BUAH PALA

    Full text link
    Fossil energy is running low, causing an increase in the selling price of fossil fuels. This causes the global community to become aware and consider using renewable fuels which are more environmentally friendly. Utilizing nutmeg refining waste into biopellets can be a solution for managing waste and producing alternative fuel. This research focuses on utilizing nutmeg refining waste into biopellets with a mixture of 0%, 3% and 5% tapioca flour using an extruder machine with engine rotation speeds of 1700 RPM and 2800 RPM. The aim of this research is to determine the composition of the adhesive mixture and the engine rotation speed to obtain optimal heating value. The materials in this research were solid waste from nutmeg distillation and tapioca as adhesive. Making biopellets uses 2 treatments, namely 3 variations of adhesive mixture (0 gram, 90 grams, 150 grams) and 2 variations of machine rotation speed (1700 RPM and 2800 RPM). Meanwhile, the tools used are a pellet printing machine, tachometer, digital balance and caloribomb. The results obtained from testing the calorific value in this study were sample A 5,094.27 cal/g, Sample B 5,603.14 cal/g, Sample C 5,346.24 cal/g, Sample D 5,604.85, Sample E 5,789.10 cal/g, Sample F 5,571.65. So it can be concluded that the addition of adhesive and the engine rotation speed on the extruder machine affect the heating value obtained. Keywords: Biopellets, Extruder Machine, Nutmeg Refining Waste, Calorific Valu

    Rancang Bangun Sistem Kontrol Lampu Rumah Menggunakan Smartphone Berbasis Arduino Uno

    Full text link
    Perkembangan teknologi saat ini mendorong manusia untuk terus berpikir kreatif, tidak hanya menggali penemuan-penemuan baru, tapi juga memaksimalkan kinerja teknologi yang ada untuk meringankan kerja manusia dalam kehidupan sehari-hari seperti pengendalian lampu rumah pada tiap ruangan atau perangkat elektronik lainnya menggunakan mikrokontroler. Tujuan melakukan penelitian ini ialah merancang bangun sistem kontrol lampu rumah menggunakan smartphone, dan mengetahui respon sistem kontrol lampu rumah menggunakan smartphone. Penelitian ini juga diharapkan mampu digunakan sebagai sumber informasi pengetahuan, rujukan, dan referensi apabila ditemukan permasalahan-permasalahan baru dikemudian hari. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetaui delay respon kendali dan jarak respon kendali. Dimana respon kendali dibagi atas dua delay yaitu delay respon menggunakan bluetooth dan delay respon menggunakan Wi-Fi, hasil pengujian dan penelitian yang telah dilakukan untuk membandingkan antara delay respon menggunakan bluetooth dan delay menggunakan Wi-Fi, dapat diketahui dari masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan, dari segi kualitas respon bluetooth lebih baik karena bluetooth dapat merespon kurang dari 1 detik yaitu memiliki nilai rata-rata respon sebesar 0.233 ms untuk menyalakan lampu, dan memiliki nilai rata-rata sebesar 0.215 ms untuk mematikan lampu menggunakan bluetooth . Sedangkan untuk respon menggunakan Wi-Fi dapat merespon 2-3 detik dalam jarak yang sama dimana Wi-Fi memiliki nilai rata-rata respon sebesar 3.280 ms untuk menyalakan lampu serta 2.945 ms untuk mematikan lampu. Untuk Wi-Fi jarak kendali lebih jauh dan lebih biaya tetapi memiliki kelebihan dimana Wi-Fi bisa mengendalikan dari jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan bluetooth yang hanya bisa mengendalikan dengan jarak terjauh 15 m, beda dengan Wi-Fi yang harus terus terkoneksi dengan jaringan internet supaya bisa terus mengendalikan dari jarak yang diinginkan. Dari hasil percobaan delay respon bluetooth memiliki keunggulan di bagian respon dengan memiliki sedikit delay respon yang lebih cepat, sedangkan Wi-Fi juga memiliki keunggulan sendiri dimana jarak tidak menjadi masalah untuk terus mengontrol dari jarak yang diinginkan

    Experimental Study of the Effect of Blade Shape on the Performance of Darrieus Turbines.

    No full text
    This paper presents an experimental study on the effects of blade shape on the performance of a straight-bladed hydrokinetic turbine of the Darrieus type. The blade shapes used are RISO A-832, NACA 63-818, and NREL S833. The tested turbine has a diameter of 20 cm, a height of 20 cm, a chord length of 8.3 cm, and three blades. Testing was conducted with variations in flow rates of 0.064  m3/s, 0.008  m3/s , and 0.094  m3/s . The test results show that the maximum efficiency of 20.53 % achieved by the RISO A-832 blade shape is better compared to the NACA 63-818 and NREL S833 blade shapes, which yielded maximum efficiencies of 17.31 % and 14.29 %, respectively, at a flow rate of 0.094  m3/s

    171

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MECHANICAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇