JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Not a member yet
    179 research outputs found

    Analisa Perhitungan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Overpass Sei Semayang Sta. 0+350 Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai

    Get PDF
    Konstruksi bangunan sipil seperti gedung, jembatan, jalan raya, terowongan, menara dan tanggul harus mempunyai pondasi yang dapat memikul bebannya. Bangunan yang lantai kerja atau tanah dasarnya tidak mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul beban atau tanah nya memiliki kedalaman yang cukup dalam untuk mencapai tanah yang dizinkan untuk mendukung konstruksi diatasnya, maka biasanya digunakan tiang pancang. Untuk mengetahui daya dukung tiang tersebut memenuhi atau tidak, dapat memakai perhitungan metode Meyerhoff dengan data SPT dan PDA test, lalu perhitungan tersebut dapat di teruskan untuk menghitung efesiensi tiang pancang. Perhitungan efesiensi tiang ini digunakan rumus Converse-Labarre karena jenis tanah pendukung pada objek adalah tanah kepasiran. Dari hasil analisa dan perhitungan daya dukung tiang hasil SPT berdasarkan  metode Meyerhoff,  Abutment 1 memiliki daya dukung tiang tunggal sebesar 767,88 ton, daya dukung tiang kelompok sebesar 12649,45  ton dan Abutment 2 memiliki daya dukung tiang  tunggal sebesar 732,5  ton, daya dukung tiang kelompok sebesar 12056,75 ton. Masing-masing daya dukung pada kedua percobaan telah mencapai tanah keras sedalam 21 meter, sedangkan analisa daya dukung tiang pancang berdasarkan PDA Test  adalah  sebesar 394,9 ton pada OP 1 dan 325,9 ton pada OP 2

    Analisa Stabilitas Bendung Gerak Pada Proyek Pembangunan Bendung Sei Padang D.I. Bajayu Tebing Tinggi Sumatera Utara

    Get PDF
    Bendung gerak Sei Padang  D.I. Bajayu di bangun pada daerah aliran sungai (DAS) Padang Tebing Tinggi. Bendung ini di desain untuk mengakomodasi kepentingan irigasi ( D.I Paya Lombang 1588 Ha, D.I Langau2000 Ha dan D.I Bajayu 4000 Ha) dan pengendalian Banjir kota Tebing Tinggi. Bendung sei Padang D.I.bajayu harus dirancang dengan struktur yang tahan lama. Sehingga pada perencanaan harus benar-benar dihitung dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dalam pembangunan yang mengakibatkan musibah yang lebih parah   akibat perhitungan perencanaan stuktur yang kurang maksimal dan kesalahan- kesalahan pada waktu pelaksanaan pembangunan.Stabilitas bendung juga sangat perlu diperhatikan karena bendung berfungsi untuk menaikkan tinggi muka air. Sasaran yang hendak dicapai adalah penentuan besarnya gaya berat sendiri, teka nan lumpur, tekanan hidrostatis, uplift, tekanan tanah aktif dan gaya gempa yang dipergunakan sebagai acuan untuk memeriksa keamanan bendung terhadap gaya guling dan gaya gelincir. Berdasarkan hasil perhitungan analisis untuk mencapai stabilitas diatas maka faktor keamanan pada saat normal gaya guling adalah1,734 dan faktor keamanan gaya gelincir adalah 2,395. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bendung aman terhadap gaya guling dan gaya gelincir dengan mengaju pada persyaratan untuk gaya guling Sfg >1,5 dan syarat untuk gaya gelincir Sfge>1,5

    Analisa Perancangan Dinding Turap pada Proyek Pembangunan Dermaga di Belawan International Container Terminal

    Get PDF
    Perencanaan dinding turap yang dilakukan pada proyek pembangunan dermaga di Belawan International Container Terminal ini merupakan perencanaan dinding turap kantilever yang direkomendasikan untuk dinding dengan ketinggian sedang, dimana turap kantilever ini dipancangkan pada tanah berpasir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil dimensi dinding turap yang digunakan untuk menahan masuknya air kedalam lubang galian dalam pembangunan dermaga di Belawan International Container Terminal. Metode yang digunakan yang digunakan pada perancangan dinding turap adalah metode perhitungan turap kantilever pada tanah berpasir yang didasarkan pada teori tekanan tanah Rankine. Berdasarkan hasil pembahasan perancangan dinding turap, maka dapat disimpulkan bahwa kedalaman pemancangan dinding turap (Daktual) adalah 9,7 m dan dengan hasil section modulus sebesar 2197,77 cm3 tiap lebar dinding turap (m), maka profil turap baja yang bisa digunakan adalah Profil U tipe FSP-IV dengan panjang 18 m yang berukuran W = 400 mm, h = 170 mm, t = 15,5 mm. Tipe ini dipilih karena memiliki momen lawan sebesar 2270 cm3 tiap lebar dinding turap (m) yang berarti lebih besar dari hasil momen lawan yang telah direncanakan, sehingga dapat menahan momen yang telah direncanakan

    Analisa Struktur Box Girder Jalan Layang Kereta Api Kualanamu

    Get PDF
    Pembangunan jalan layang kereta api sepanjang ± 8 km yang merupakan bagian dari rencana membangun jalur Stasiun Medan-Stasiun Bandara Kualanamu dengan total panjang 27 km merupakan bagian dari rencana pembangunan “Indonesia-sentris†yang tidak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa. Penggunaan beton prategang sangat mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia, khususnya Jalan Layang Kereta Api Kualanamu di kota Medan yang menggunakan box girder dengan tinggi penampang 2400 mm sebagai komponen strukturalnya. Studi kasus beton prategang box girder Jalan Layang Kereta Api Kualanamu dengan bentang 40 meter dibagi dalam 15 (lima belas) segmen yang selanjutnya akan dihubungkan antar segmennya dengan proses stressing (pemberian gaya prategang). Studi ini menjelaskan keefektifan penampang girdernya yang memiliki tendon–tendon internal yang diisi kabel baja strand diameter 12,7 mm berjumlah 60 buah. Selanjutnya, menganalisa persentase kehilangan gaya prategang yang terjadi pada tendonnya akibat perpendekan elastis, gesekan pada tendon, rangkak, susut pada beton dan sebagainya. Semua data yang diperoleh di lapangan, berasal di PT. Wijaya Karya Beton Tbk dan analisa beban dengan metode SNI T-12 2004. Sebagai tambahan diperkenalkan langkah–langkah proses produksi beton prategang box girder, mulai dari penulangan sampai pengecoran di pabrik beton pracetak. Kehilangan gaya prategang yang terjadi sebesarÂ

    Stabilisasi Tanah Lempung dengan Campuran Pasir Pantai terhadap Nilai CBR

    Get PDF
    Perkembangan peradaban manusia telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan sejak seribu tahun terakhir, termasuk juga sektor transportasi. Kegiatan manusia didalam memenuhi kebutuhan hidupnya terkadang harus menyebabkan melakukan mobilisasi tanah yang merupakan suatu material pendukung konstruksi jalan yang tersusun dari tiga bahan, yaitu butiran, air dan udara sehingga diperlukan suatu perhitungan matematis didalam mencari nilai daya dukungnya. Susunan ketiga bahan tersebut sangatlah mempengaruhi daya dukung tanah, sehingga perlu melakukan penentuan parameter demi kepentingan analisa. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisa nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah lempung dengan penambahan pasir pantai (quarsa) sebagai bahan campuran, mampu untuk menguatkan daya dukung tanah pada lapisan perkerasan tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan pasir pada tanah lempung terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR). Adapun penelitian yang dilakukan ini dilakukan dalam 3 variasi, yaitu: 0%, 15%, 30%. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 6,803; 10,339; 14,409%. Dari hasil nilai California Bearing Ratio dapat terlihat bahwa penambahan pasir kuarsa pada tanah lempung menunjukan peningkatan nilai California Bearing Ratio pada tanah lempung

    Analisa Nilai Kohesi dan Sudut Geser Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Arang Kayu

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisa nilai kohesi dan sudut geser tanah lempung yang dicampur dengan arang kayu.. Uji kuat geser tanah yang dilakukan adalah kuat geser langsung (direct shear test) dengan persentase penambahan arang kayu sebesar 4%, 6%, 8%, dan 10%. Dari hasil pengujian batas konsistensi tanah yang dicampur dengan arang dapat menurunkan nilai batas cair tanah dan menaikkan batas plastis tanah sehingga indeks plastis tanah menjadi menurun. Hal ini menunjukkan adanya perbaikkan sifat tanah. Sedangkan hasil dari pengujian kuat geser tanah dengan penambahan campuran arang pada tanah lempung nilai kohesi tanah mengalami kenaikkan dan pada sudut geser tanah mengalami penurunan. Hal ini dapat meningkatkan kuat geser tanah lempung. Dengan menambahkan arang sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung yang ditinjau dari kuat geser tanah maka arang dapat digunakan sebagai bahan stabilisasi untuk mengurangi terjadinya keruntuhan pada tanah lempung

    Evaluasi Perencanaan Bangunan Siphon Pada Bendung Sei Padang Kab. Serdang Bedagai Sumatera Utara

    Get PDF
    Jalur saluran irigasi mulai dari intake hingga bangunan sadap terakhir kadang-kadang harus berpotongan atau bersilangan dengan berbagai rintangan antara lain jalan, saluran/alur alamiah, sungai bahkan jurang. Untuk itu diperlukan bangunan persilangan agar dapat menyeberangkan debit yang dialirkan oleh saluran dari sisi hulu ke sisi hilirnya. Bangunan siphon ini merupakan salah satu bangunan persilangan yang dibangun untuk mengalirkan debit yang dibawa oleh saluran yang jalurnya terpotong oleh sungai. Dari hasil perhitungan dimensi bangunan siphon dengan debit 6,258 m³/dt, diperoleh dimensi bangunan siphon dimana lebar (B)= 1,2 m dan tinggi bangunan siphon = 1,7 m, serta kehilangan tinggi energi terjadi karena adanya peralihan bentuk saluran, gesekan air dengan saluran, belokan dan saringan sebesar 0,124 m. Ini menunjukkan bahwa siphon masih mampu dalam membawa air. Untuk mengurangi kehilangan energi, maka lokasi siphon diusahakan pada bentang sungai terpendek serta memperkecil jumlah belokan pada konstruksi siphon. Tulangan yang digunakan pada bangunan siphon diperoleh menggunakan D13-100 untuk tulangan pokok dan D10-150 untuk tulangan bag

    Analisa Pemilihan Moda Transportasi Umum Rute Medan-Rantau Prapat dengan Metode Analytic Hierarchy Process

    Get PDF
    Dalam penelitian ini diteliti faktor atau karakteristik apa saja yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda transportasi umum rute Medan-Rantau Prapat, dalam hal ini diperbandingkan antara kereta api dan Bus Chandra. Survey berupa kuesioner yang akan disebar di stasiun kereta api dan Bus Chandra. Hasil survey kemudian diolah dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Dari analisa data diperoleh faktor yang paling berpengaruh ialah faktor keamanan dengan bobot prioritas sebesar 27%, diikuti oleh kenyamanan 19%, kemudahan 16%, headway 13%, biaya 13%, dan terakhir waktu perjalanan dengan bobot 12%. Hasil bobot prioritas antar kriteria untuk kereta api ialah: Urutan Pertama Faktor Kenyamanan dengan bobot 23%, diikuti oleh waktu perjalanan 21%, keamanan 20%, headway 14%, kemudahan 14%,  terakhir biaya dengan bobot 8%. Hasil bobot prioritas antar kriteria untuk Bus Chandra ialah: Urutan Pertama Faktor Biaya dengan bobot 27%, diikuti oleh, kemudahan dan headway 20%, keamanan 12%, waktu perjalanan 12%,  terakhir faktor kenyamanan dengan bobot 9%. Dan moda terbaik pilihan pelaku perjalanan berdasarkan kriteria yang ada adalah kereta api dengan bobot 62%, sedangkan Bus Chandra kurang diminati dengan bobot 38%.Â

    Evaluasi Kapasitas Embung Hadudu Daerah Irigasi Hutabagasan Kabupaten Humbang Hasundutan

    Get PDF
    Embung sebagai salah satu sarana pemanfaatan sumber daya air mempunyai fungsi untuk penyimpanan dan penyedia air, salah satunya untuk kebutuhan irigasi yang merupakan komponen penting guna meningkatkan produksi pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran berapa besar kapasitas volume tampungan air pada Embung Hadudu serta berapa besar kebutuhan ketersediaan air di Irigasi tersebut. Metode penelitian dilakukan melalui survei pada data primer, data sekunder, pengamatan sumber air, sistem irigasi, serta mengukur kedalaman embung dengan menggunakan alat bathrimetri dan di analisa berdasarkan analisa volume tampungan, analisa curah hujan, analisa kebutuhan air irigasi dan debit andalan. Penelitian ini memberikan kesimpulan dari hasil analisa curah hujan maksimum rata-rata terjadi pada bulan November sebesar 200 mm dan terendah pada bulan Juli 50 mm, dari hasil analisa dengan menggunakan 24 alternatif pola tanam didapat nilai NFR yang terbesar 7,29 mm/hari pada alternatif 9 dan nilai NFR yang terkecil yaitu 2,59 mm/hari pada alternatif ke-19. Dari hasil analisa perhitungan Metode F.J Mock maka debit andalan yang terbesar didapatkan 6,85 m³/detik pada bulan Januari dan debit andalan terkecil yaitu 0,96 m³/detik di bulan Juli. Berdasarkan analisa perhitungan maka didapat volume tampungan embung Hadudu sebesar 52.815,76 m³

    Analisa Dampak Lalu Lintas Rumah Hunian Distric-9 Apartemen Terhadap Kemacetan Lalu Lintas di Kota Medan

    Get PDF
    Rencana kegiatan pembangunan Rumah Hunian District-9 Apartment berada di Jalan Gedung Arca No. 5 Kelurahan Teladan Barat Kecamatan Medan Kota, Kota Medan–Sumatera Utara, diperkirakan dapat membangkitkan dan menambah beban lalu lintas. Hal ini tentunya berpengaruh pada kinerja jaringan jalan Gedung Arca yang merupakan jalan kota, sehingga bila bertambahnya volume pada ruas jalan tersebut secara signifikan tentu akan mengurangi tingkat pelayanan jalan. Untuk menghitung besaran dampak yang terjadi, maka dilakukan kajian dampak lalu lintas yang diharapkan dapat diminimalkan dengan memberikan solusi yang tepat. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, diketahui od matriks asal tujuan perjalanan sebelum pembangunan Districk-9 Apartement yaitu dilakukan perjalanan sebesar 7470 Smp/Jam. Kinerja ruas jalan tertinggi sebelum pembangunan yaitu ruas jalan Sisimangaraja V/C rasionya 0.78 dengan level of service D dan ruas jalan M. Joni Segmen 1 V/C rasionya 0.76 dengan level of service D, sedangkan ruas jalan Gedung Arca segmen 3 yang merupakan jalan di depan lokasi pembangunan pada saat kondisi eksisting atau sebelum pembangunan V/C rasionya 0.54 dengan level of service C. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, kinerja jaringan jalan sebelum pembangunan yaitu journey time 233,4 kend/jam, distance traveled 6996,5 kend/jam, konsumsi bahan bakar 631.6 liter, network speed 30 Km/Jam

    153

    full texts

    179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇