KARYA DOSEN Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
480 research outputs found
Sort by
Pengembangan Multimedia Interaktif Model Game Cerdas Akuntansi Untuk Pelajaran Akuntansi Kelas XI SMK Pada Materi Pengelolaan Aset Tetap
ABSTRAK Putro, Maulana 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Model Game Cerdas Akuntansi Untuk Pelajaran Akuntansi Kelas XI SMK Pada Materi Pengelolaan Aset Tetap. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si., Ak.Kata Kunci: Pengembangan, multimedia interaktif, game cerdas akuntansiPerkembangan teknologi berpengaruh terhadap seluruh aspek kehidupan manusia. Pada bidang pendidikan, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Guru harus dapat menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Pemanfaatan media pembelajaran dapat membantu guru dalam menyampaikan informasi materi kepada peserta didik. Multimedia interaktif merupakan salah satu media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh guru.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif model game cerdas akuntansi pada mata pelajaran akuntansi materi pengelolaan aset tetap kelas XI SMK jurusan akuntansi serta untuk menguji kelayakan dan efektivitas multimedia interaktif tersebut dalam pembelajaran.Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model Research dan Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Prosedur yang dilakukan telah dimodifikasi, meliputi pengumpulan informasi, perencanaan produk, pengembangan produk, validasi ahli, revisi produk awal, uji coba produk, revisi dan produk akhir. Validasi produk melibatkan satu dosen TEP UM, satu guru akuntansi di SMK Negeri 2 Kediri, dan tiga orang peserta didik kelas XI akuntansi di SMK Negeri 2 Kediri. Penilaian produk dilakukan dengan cara penilaian menggunakan angket angket dan wawancara secara mendalam, serta pretest posttest yang diberikan untuk mengetahui efektivitas penggunaan multimedia interaktif model game cerdas akuntansi.Produk multimedia interaktif menyajikan materi pengelolaan aset tetap secara jelas dan memberikan soal latihan dalam bentuk game cerdas akuntansi. Berdasarkan penilaian produk, diketahui bahwa tampilan dan konsep multimedia interaktif telah sesuai serta dapat memudahkan peserta didik dalam belajar. Hasil uji efektivitas produk yang dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan dibuktikan dengan nilai sig. 2 tailed sebesar 0,000. Pemanfaatan multimedia interaktif yang dikemas dalam CD interaktif dapat menggunakan komputer atau laptop. Penggunaan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran oleh peserta didik dapat dilakukan saat dikelas maupun diluar kelas. Pengembangan selanjutnya diharapkan dapat memanfaatkan multimedia interaktif kedalam android agar lebih menarik
Pengembangan Penyusunan Modul Dalam Rangka Implementasi Kurikulum SMK (SMEA) Berbasis Kompetensi 2004
Rahayu, P. W., Suparti, Sudarmiatin, Suwami. 2006. Pengembangan Penyusunan Modul Dalam Rangka Implementasi Kurikulum SMK (SMEA) Berbasis Kompetensi 2004. Penelitian Hibah Bersaing XIV/1 DibiayaiDitlitabmasy, Ditjend Dikti, Depdiknas, Jakarta. Salah satu karakteristik dari KBK 2004 adalah pembelajaran modular.Pembelajaran modular dalam kenyataannya masih banyak kendala di lapangan.Guru-guru di SMEA Negeri dan Swasta di kota dan kabupaten Malangmengalami beberapa kendala, a.l: (a) keterbatasan sumber referensi ; (b) rendahnyapenguasaan guru terhadap teknologi; (c) keterbatasan sarana dan prasaranapenunjang yang dimiliki sekolah; (d) masih rendahnya pemahaman guru terhadappentingnya penyusunan modul; (e) rendahnya daya beli siswa dalam membelimodul; (f) masing-masing guru memiliki persepsi yang berbeda tentang KBK2004.Karena didasari kebutuhan modul dalarn pembelajaran, maka padapenelitian tahun pertama ini peneliti mencoba membuat modul untuk mata diklatkewirausahaan program keahlian penjualan. Sasaran penelitian tahun pertama ialah dihasilkannya modul siswa danpanduan untuk guru pada mata diklat kewirausahaan program keahlian penjualanyang valid, applicable, individualized, efisien, efektif. Rencana sasaran tahunkedua adalah uji coba modul di lapangan agar dihasilkan modul yang dapatdiimplemetasikan di kota dan kabupaten Malang, yang telah disesuaikan dengansituasi dan kondisi sekolah
Strategi Pembangkitan Ekonomi Lokal Melalui Destinasi Wisata Pedesaan Kabupaten Malang
Destinasi wisata merupakan sektor yang sangat potensial untuk membangun dan mengembangkan suatu kawasan, haik di lingkungan perkotaan maupun perdesaan. Destinasi wisata juga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di area wisata. Di lingkungan perdesaan, destinasi wisata perdesaan menjadi salah saw wahana pembangunan perdesaan yang berkelanjutan dalam rangka membangkitkan perekonomian masyarakat. Setiap desa memiliki keunikan pola hidup, budaya, dan produk kerajinan khas daerah yang menjadi keunggulan masing-masing desa Pengembangan destinasi wisata pedesaan menjadi salah satu bentuk pengembangan wilayah desa yang didasarkan pada penggalian potensi desa sebagai atribut produk wisata. Dalam pengembangan destinasi wisata pedesaan, masyarakat bukan sebagai obyek pasif melainkan subyek aktif. Artinya, masyarakat tidak ,hanya menjadi tujuan kegiatan pariwisata melainkan juga menjadi penyelenggara dan pelaku kegiatan pariwisata. Masyarakat menjadi bagiaii yang tidak terpisahkan dari produk wisata sehingga produk wisata memiliki ciri khas budaya setempat. Desa yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Desa Sumberagung Kecamatan Ngantang, Desa PetungcPwm Kecamatan Dau, DesaLang Lang KPeamatmn Singosari dan Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Keempat desa. sampel memiliki karakteristik dan 'Won destinasi wisata yang sangat herbeda. Faktor sosial, ekonomi dan budaya dapat menjadi potensi dan sekaligus hambatan dalam mengembangkan rencana strategis desa kedepannya untuk menjadi desa wisata seutuhnya. Strategi pembangkitan ekonomi lokal melalui destinasi wisata pedesaan akan membuat rumusan beberapa strategi yang secara umum dapat diimplementasikan ke seluruh desa. Strategi yang dihasilkan merupakan strategi yang berkaitan dengan sustanable economy, environmental and development approach dan community approach
Penerapan Student Teams Achievement Division (Stad) Dielaborasikan Dengan Scramble Pada Mata Pelajaran Ekonomi Pokok Bahasan Dasar Manajemen Siswa Kelas X IIS 1 MA Bilingual Batu Semester Genap Tahun Ajaran 2017/2018
Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Elaborasi Model Pembelajaran STAD dengan Scramble, Hasil Belajar Ekonomi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan di lapangan bahwa ketercapaian nilai siswa kelas X IIS 1 MA Bilingual Batu matapelajaran ekonomi dalam ranah kognitif ataupun afektif masih rendah. Melalui hasil Ulangan Tengah Semester dan hasil pengamatan lapangan yang telah dilakukan oleh guru, diketahui bahwa nilai ekonomi seluruh siswa kelas X IIS 1 tidak memenuhi standar yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berlaku untuk matapelejaran ekonomi kelas X di MA Bilingual Batu adalah ≥ 79. Siswa dinyatakan tuntas apabila nilai yang diperoleh sama dengan atau lebih dari 79 sedangkan nilai rata-rata kelas yang diperoleh pada Ulangan Tengah Semester adalah 41,2 dengan persentase ketuntasan 0%. Peneliti juga mendapati siswa bersifat acuh saat guru memberikan materi saat proses pembelajaran di kelas. Rumusan masalah dalam penelitian adalah “Apakah penerapan model pembelajaran student teams achievement division (STAD) dielaborasikan dengan scramble pada matapelajaran ekonomi (manajemen) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IIS 1 MA Bilingual Batu semester gasal tahun ajaran 2017/2018?”. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah dilakukan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IIS 1 MA Bilingual Batu dengan jumlah siswa 37 orang yang terdiri dari 17 siswa laki dan 20 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes hasil belajar yang telah lolos uji melalui program SPSS 16.0 (uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran, dan uji daya beda soal) dan lembar observasi untuk mengamati sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran di kelas. Dari hasil penelitian diperoleh data nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pre-test adalah 45,05. Sedangkan setelah peneliti menerapkan model pembelajaran STAD yang dielaborasikan dengan model pembelajaran scramble hasil post-test yang diperoleh pada siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 32,79 poin atau menjadi 77,84 dengan persentase ketuntasan sebesar 64,86%. Sedangkan pada siklus 2, nilai rata-rata post-test yang diperoleh meningkat sebesar 10,45 poin menjadi 88,29 dengan persentase ketuntasan 91,89%. Dengan berdasarkan data observasi sikap siswa pada siklus 2 juga mengalami peningkatan sebesar 7,5 poin dari perolehan pada siklus 1. Hal tersebut juga diikuti dengan kenaikan persentase ketuntasan siswa pada aspek penilaian sikap siswa. Pada siklus 1 persentase ketuntasan yang diperoleh sebesar 58,11% sedangkan pada siklus 2 persentase ketuntasan siswa yang dicapai sebesar 81,08%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penerapan model pembelajaran STAD yang dielaborasikan dengan scramble untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas X IIS 1 MA Bilingual Batu dapat berjalan dengan baik apabila terdapat penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman, serta pembawaan guru yang baik untuk mengarahkan siswa dibantu dengan pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia sangat diperlukan saat menjalankan kegiatan proses pembelajaran di kelas agar mendapatkan hasil yang optimal.
Eksplorasi Potensi Dan Kompetensi Kewirausahaan Ibu-Ibu Persit Kartlka Chandra Kiranan Dalam Upaya Penciptaan Jiwa Bisnis Melalui Pendekatan Pmi Berbasis Konsultasi Bisnis Di Organisasi Persit (Persatuan Istri Prajurit) Tni Wilayah Malang
Silahkan lihat fulltek
Inovasi model instrumen evaluasi literasi fungsionalbisnis dan kewirausahaan bagi pendidikan tingkatmenengah dan perguruan tinggi
Memiliki literasi bisnis dan kewirausahaan yang baik, akan dapat membantu memberikan kesuksesan kepada seseorang dalam mendirikan dan menjalankan sebuah usaha. Pendidikan melalui pembelajaran bisnis dan kewirausahaan, diharapkan menciptakan masyarakat yang melek (literate) terhadap bisnis dan kewirausahaan itu sendiri. literasi bisnis dan kewirausahaan yang dirnaksud adalah kemampuan rnenggunakan pengetahuan, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti, dalam rangka memahami dan membuat keputusan tentang bisnis dan kewirausahaan, dan melakukan pentbahan tingkat ekonomi untuk kehidupan dari individu itu sendiri. Telah banyak pelatihan-pelatihan ataupun pembelajaran yang memberikan pengetahuan tak terbatas kepada masyarakat tentang bisnis dan kewirausahaan, tetapi tidak ada inovasi model instrumen evaluasi literasi fungsional yang mengukur secara tepat apakah semua pelatihan dan pembelajaran yang telah dilakukan efektif, sesuai dart memang benar-benar menjadi sebuah pengetahuan dasar kuat untuk bagi masyarakat. Agar dapat mengakses tingkat literasi bisnis dan kewirausahaan sebagai hasil proses pelatihan dan pembelajaran seseorang, perlu dikembangkan alat evaluasi untuk hal tersebut sehingga pembelajaran dan pelatihan yang dilaksanakan bisa tepat materi dan tepat sasaran. Penelitian ini memperolek hasil bahwa evaluasi dalam mata pelajaran ataupun mata kuliah kewirausahaan belumlab mampu mengukur apakah peserta didik sudah memiliki kompetensi dasar sebagai wirausaha atau tidak. Evaluasi yang diberikan oleh pengampu mata pelajaran ataupun mata kuliah kewirausahaan hanya berdasarkan teori yang telah diajarkan (berbasis teori). Terdapat pula informasi bahwa perkembangan ilmu yang sangat pesat pada bidang bisnis dan kewirausahaan baik di pendidikan tingkat menengah maupun pendidikan tinggi yang tidak hanya terbatas di bidang bisnis namun adanya perkembangan di bidang lain untuk peningkatan potensi lokal seperti bidang pariwisata, pertanian, peternakan. Kurikulum saat ini yang ada di pendidikan tingkat menengah perlu di sesuaikan dengan di tingkat perguruan tinggi agar nantinya dapat selaras dalam menghasilkan luaran yang sesuai dengan tujuan dan capaian kurikulum. Sehingga evaluasi ini dibuat untuk mengukur apakah kurikulum dan materi kewirausahaan yang tetah diberikan kepada peserta didik sudah tepat
Potensi Ekonomi Digital dalam Meningkatan Kinerja Perekonomian Daerah
Perkembangan tekhnologi informasi menghasilkan kegiatan ekonomi yang berbasi tekhnologi informasi dalm perekonomian dacrah. Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan potensi ekonomi digital dalam meningkatkan kinerja perekonomian daerah. Obyek penelitian ini adalah pelaku usaha sector usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Kota Kediri, Kabupaten Ponorogo, Kota Malang dan Kota Batu. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling dan jumlah sampel yang dapat dihimpun sebagai responden sebanyak 258 orang pelaku usaha UMKM. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa media yang digunakan dalam pemanfaatan tekhnologi informasi ; online (web), instagram, sms, wa, facebook, line, go food. Alasan utama pelaku usaha menggunakan tekhnologi informasi adalah perluasan pasar. Tujuan pelaku usaha menggunakan tekhnologi informasi adalah mendapatkan konsumen yang lebih banyak. Sedangkan kendala utama yan_ dihadapi dalam pengembangan usaha adalah tidak semua konsumen memahami IT. Kegiatar. ekonomi di sektor UMKM dapat meningkatkan kinerja perekonomian daerah melal · penciptaan lapangan kerja barn, efisien ekonomi, berkembangnya multipler ekonomi, dar. penciptaan nilai tambah
Pengaruh Metode Belajar dan Kemampuan Bersosialisasi Siswa terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IIS MA Bilingual Batu Tahun Ajaran 2017/2018
ABSTRAK Dewi, Nur Laili 2018. Pengaruh Metode Belajar dan Kemampuan Bersosialisasi Siswa terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IIS MA Bilingual Batu Tahun Ajaran 2017/2018. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Ir. Yohanes Hadi Soesilo, S.Th., M.Div., M.E.Kata kunci: metode belajar, kemampuan bersosialisasi siswa dan hasil belajar mata pelajaran EkonomiBerdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MA Bilingual Batu pada tahun ajaran 2017/2018 menunjukkan bahwa pencapaian hasil belajar siswa kelas X IIS masih belum optimal. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya metode belajar dan kemampuan bersosialisasi siswa. Permasalahan pada penelitian ini adalah adakah pengaruh metode belajar dan kemampuan bersosialisasi siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran Ekonomi siswa kelas X IIS MA Bilingual Batu baik seraca simultan dan parsial.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IIS MA Bilingual Batu yang berjumlah 69 siswa. Variabel yang diteliti yaitu metode belajar, kemampuan bersosialisasi siswa dan hasil belajar mata pelajaran Ekonomi. Metode pengambilan data menggunakan teknik angket, dokumentasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis, koefisien determinasi (R2) serta sumbangan efektif dengan menggunakan SPSS 23 dan EViews 9.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara metode belajar dan kemampuan bersosialisasi siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran Ekonomi siswa kelas X IIS MA Bilingual Batu. Secara simultan dibuktikan dengan uji simultan (uji F) diperoleh signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Secara parsial dibuktikan dengan uji parsial (uji t) diperoleh signifikansi pada metode belajar sebesar 0,000 < 0,05 dan kemampuan bersosialisasi siswa sebesar 0,003 < 0,05. Maka dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara metode belajar dan kemampuan bersosialisasi siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran Ekonomi siswa kelas X IIS MA Bilingual Batu sebesar 65%, sedangkan 35 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara metode belajar dan kemampuan bersosialisasi siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran Ekonomi siswa kelas X IIS MA Bilingual Batu pada tahun ajaran 2017/2018. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk memotivasi siswa dan kepada guru sebagai pendidik untuk melakukan pembinaan kepada siswa dalam melaksanakan metode belajar dengan tepat dan memberikan pelayanan bimbingan serta penyuluhan kepada siswa untuk menciptakaan relasi yang baik antarsiswa agar dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap proses belajar siswa, sehingga dapat mendorong pada pencapaian hasil belajar yang baik pada mata pelajaran Ekonomi
Penyusunan Strategi Kabupaten Layak Anak
Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hal ini diperkuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2005-2025, yang diarahkan untuk mewujudkan tujuan negara sesuai UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam RPJMN 2010-2014 disebutkan bahwa program pembangunan perlindungan anak meliputi : kesehatan anak, pendidikan anak, perlindungan anaka dan kelembagaan
Model Ketahanan Pangan Masyarakat Sekitar Hutan di Kabupaten Kediri
Pembangunan ekonomi daerah ditujukan untuk mencapai kemakmuran hldup masyarakat. Salah satu unsur penting dalam pencapaian kemamkmuran hldup masyarakat adalah terpenuhinya pangan bagi masyarakat. Dalam hal ini masayarakat desa yang hidup di sekitar hutan memiliki keunikan dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutu .• ltan pangan. Dengan berbagai cara, masyarakat desa sekitar hutan secara turun temurun dan berkelanjutan senantiasa memanfaata sumber daya hutan untuk memenuhl kebutuhan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model ketahanan pangan masyarakat desa sekitar hutan di Kabupaten Kediri. Lokasi penelitian di Desa Tiron Kabupaten Kediri Jawa Timur. Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan praktek-praktek kearifan lokal masyarakat tercermin dalam kegiatan bersih desa yang di dalamnya mengandung nilai-nilai ritualitas, religiusitas, rasa syukur dan budaya. Akumulasi nilai-nilai yang ada data membentuk jati diri masyarakat desa yang tangguh dalam mempertahankan kehidupannya melalui pola pangan yang bersumberkan dari sumber daya alam yang tersedia. Model ketahanan pangan di Desa Tiron Kabupaten Kediri mengandalkan sumber daya alam yang berbasis hutan dan pedesaan yang dihasilkan dari cara pengelolaan secara turun temurun dari generasi tua sampai generasi sekarang. Mereka masih bergantung kepada sumber daya alam yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, hasil pertanian yang ada cukup beragam mulai dari padi, jagung, ketela, tebu, jahe, kedelai, pisang, dan pohon mangga. Masyarakat Desa memanfaatkan sumber daya hutan untuk dikonsumsi secara langsung maupun diperjualbelikan di pasar. Secara keseluruhan ketahanan pangan Masyarakat di Desa Tiron sudah memenuhl 3 elemen, baik dari segi food availability, food access, food utilization. Sedankan pola kegiatan ekonomi masyarakat desa sekitar hutan dalam bentuk ; mengerjakan lahan sawah mereka pada pagi hari, untuk mencari tambahan penghasilan kebanyakan dari mereka bertemak (ayam, kambing dan sapi). Selain itu pula mereka memanfaatkan hasil panen pohon mangga untuk mendapatkan pendapatan secara berkelanjutan. Kata-kata Kunci : Ketahanan Pangan, Masyarakat Sekitar Hutan, Kearifan Lokal, Kemakmuran Hidu