JST (Jurnal Sains Terapan)
Not a member yet
    97 research outputs found

    Evaluasi Pola Distribusi Stasiun Hujan Kota Medan

    Get PDF
    Stasiun hujan merupakan aspek penting dalam Analisa hidrologi yang berfungsi sebagai tempat didirikannya alat pengukur curah hujan yang mana dapat memberikan informasi mengenai besaran jumlah hujan yang jatuh pada suatu Kawasan. Banyaknya stasiun hujan dalam sistem kawasan harus direncanakan dan didistribusikan dengan optimal agar hasil yang diperoleh efektif dan efisien. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun hujan Medan yaitu Stamar Belawan, Helvetia dan BBMKG Wil 1 dengan tujuan evaluasi pola distribusi atau kerapatan stasiun hujan Kota Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluative kemudian dianalisis dengan Kagan Rodda. Hasil evaluasi luas total daerah pengaruh sebesar 39.85 km2 dengan menggunakan Poligon Thiessen dan ArcGIS 10.82. Dalam hal ini stasiun helvetia merupakan stasiun dengan luas daerah pengaruh terbesar yaitu 28.30 Km2 atau sama dengan 71% dari luas total. Rasionalisasi dengan Kagan-Rodda menghasilkan panjang sisi segitiga (L) adalah 3.02 Km. Kebutuhan stasiun hujan Kota Medan dianggap telah mampu mewakili seluruh kawasan Kota Medan dengan nilai kesalahan pemerataan <5% adalah 4.83%

    Perencanaan Volume Injeksi CO2 Dan Tekanan Injeksi CO2 Dengan Pola Injeksi ¼ Dari 5 Spot Pada Kegiatan CO2 Flooding-Enhanced Oil Recovery (CO2EOR) Di Sumur "TRK-15" Lapangan "KLMT"

    Get PDF
    The "TRK-15" well in the “KLMT” field is classified as an old well located in Jambi Province. This study focuses on calculating CO2 injection volume and CO2 injection pressure using 4 injection rate parameters by applying the CO2 flooding design method. The research method used is the CO2 flooding-enhanced oil recovery method. CO2 flooding design calculations focus on the amount of CO2 injected and CO2 injection pressure with 4 injection rate parameters (qi) starting from 5 Mscfd, 10 Mscfd, 15 Mscfd, 20 Mscfd. Based on the research results based on 4 injection rate parameters (qi), for an injection rate (qi) of 5 Mscfd, the CO2 front time (tCO2) = 50.03 hours and the amount of CO2 needed for injection (VCO2) = 3,481,790.4 scf. For the injection rate parameter (qi) of 10 Mscfd, the CO2 front time (tCO2) = 25.01 hours and the amount of CO2 required for injection (VCO2) = 1,742,136.48 scf. For the injection rate parameter (qi) 15 Mscfd, the CO2 front time (tCO2) = 16.67 hours and the amount of CO2 required for injection (VCO2) = 1,162,458.72 scf. For the injection rate parameter (qi) 20 Mscfd, the CO2 front time (tCO2) = 12.51 hours and the amount of CO2 required for injection (VCO2) = 871,999.2 scf. For the injection rate parameter (qi) 5 Mscfd, CO2 tubing injection pressure (Ptf) = 227.95 psi, for the injection rate parameter (qi) 10 Mscfd obtained (Ptf) = 903.43 psi, for the injection rate parameter (qi) 15 Mscfd obtained (Ptf) = 2,025.51 psi, for the injection rate parameter (qi) 20 Mscfd obtained (Ptf) = 3,594.03 psi. Keywords : CO2 Flooding, Enhanced Oil Recovery, Production Flow Rat

    Adsorpsi Metilen Biru dan Kongo Merah pada Zeolit-A Hasil Sintesis dari Abu Dasar Batubara PT. Petrokimia Gresik

    No full text
    The adsorption of methylene blue and congo red dye using zeolite-A synthesized from coal bottom ash and it comparison from synthetic materials has been studied with initial concentration variations between 60, 80, 100, 120, 140, 160, 180, 200 and 220 mg/L, contact time 10-100 min and temperature between 30, 40, 50 ºC with pH 6-7. Adsorption equilibrium time was achieved at contact time of 70-80 minutes for methylene blu dye and 40-50 minutes for congo red dye. Increased adsorption capacity significantly lead to methylene blue with maximum adsorption capacity achieved up to 67.57 mg/g and 70.73 mg/g, adsorption capacity on congo red adsorbate achieved 39.43 mg/g and 41.50 mg/g each for zeolite A from coal bottom ash and it comparison. The analysis of the kinetics adsorption equation shows that the adsorption process of methylene blue and congo red dye follows second-order pseudo kinetics model, but adsorption of methylene blue follows Freundlich isothermal equation, while adsorption of congo red follows Langmuir isothermal equation. The study of adsorption thermodynamics results that the capacity adsorption increased with the increasing of temperature. Adsorption process occurs endothermally and spontaneously at methylene blue and congo red dye

    STUDI PENGGUNAAN ALUMUNIUM FOIL DAN TEMBAGA SEBAGAI PERMUKAAN SOLAR DISTILLATION SYSTEM TERHADAP KUALITAS AIR GAMBUT

    Get PDF
    Distillation technology utilizes the separation of components of a material based on differences in their boiling points by utilizing heat energy. The purpose of this study was to find out which water was distilled between the distillation apparatus and the surface of aluminum foil or copper. The solar distillation system is made with a length of 60 cm and a width of 40 cm, with a clear glass cover with a thickness of 5 mm which forms an angle of 30º.              This research is a comparison, which in this study compared the distilled water produced between the Solar distillation system with an aluminum foil surface and the Solar distillation system with a copper surface. Parameters to be analyzed are ambient temperature (Ta), distillation room temperature (Td), water temperature (Tw), and glass surface temperature (Tg)            The results showed that the solar distillation system using a copper surface produced more distilled water than the aluminum foil surface, that is, water was distilled for one day, with 230 milliliters of copper, while 210 milliliters of aluminum foil.Keywords : solar distillation , aluminum foil , coppe

    Analisa Aerodinamika Airfoil NACA 4412 Bentuk SemiInverse-Tapper Tipe HAWT (Horizontal Axis Wind Turbine)

    Get PDF
    Wind turbine blades are using to drive generator, in the blades there are airfoils that can produce lift force. One that affects the airfoil performance is angle of attack (AOA). This study was conducted to analyze the aerodynamics of the NACA 4412 semi inverse-tapper airfoil. The material is using PVC with an airfoil size (length 20 cm, a base chord 13.26 cm and a tip chord 12 cm) at wind speed 3 m/s, 5 m/s, 7 m/s, 9 m/s and 12 m/s. The test was performed by experimental method by using wind tunnel and simulation with solidwork application, the results of two methods are compared for analysis. The results of research show that more fast the wind speed that strikes the airfoil, more greater the value of lift force and drag force, this is directly proportional to the value of lift coefficient and drag coefficient, the best angle of attack for airfoil type NACA 4412 semi inverse-tapper form angular position angle of attack 5 ° at wind speed 3 m/s. Keywords : angel of attack, HAWT, NACA 4412, semi inverse-tappe

    Karakteristik Sensoris Mi Instan Tersubstitusi Tepung Ganyong Termodifikasi Secara Fisik

    Get PDF
    Mi instan merupakan salah satu produk pangan yang sangat banyak ditemui di Indonesia. Tepung ganyong merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan mi instan. Bahan utama yang digunakan yaitu umbi ganyong yang berumur 6-8 bulan. Perlakuan modifikasi bertujuan untuk memperbaiki sifat fungsional tepung ganyong. Penggunaan modifikasi heat moisture treatment dan autoclaving-cooling bertujuan untuk memperbaiki sifat fungsional tepung sehingga berpengaruh terhadap karakteristik mi instan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik sinsoris mi instan yang disubstitusi tepung ganyong termodifikasi secara fisik. Rancangan yang digunakan yaitu metode faktorial dengan desain Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan mi instan tepung ganyong termodifikasi memiliki kadar air sebesar 3,67%-7,26%, L* sebesar 10,91-62,32, a* sebesar (-1,25)-6.91, b* sebesar 2.20-18.09. Perlakuan dengan tingkat preferensi panelis tertinggi yaitu mi instan dengan formulasi tepung terigu : tepung ganyong termodifikasi heat moisture treatment ( 95%:5%)

    Rancang Bangun Audio Video Vmix Console pada Pertunjukan Live Stream Youtube

    Get PDF
    Melakukan proses mixing Audio Video diperlukan sebuah alat yang berupa mixer, namun harga mixer di pasaran masih sangatlah mahal. Salah satu software yang dapat digunakan untuk menjadi video mixer adalah software VMix. Software VMix yaitu software mixer dan switcher video yang memanfaatkan kemajuan terbaru di dalam perangkat keras komputer untuk menyediakan video mixing HD secara langsung. Namun dikarenakan software VMix merupakan mixer virtual yang dijalankan dengan menggunakan keyboard dan mouse, maka terdapat keterbatasan dalam menjalankan software tersebut. Maka diperlukan suatu alat alternatif yang dapat digunakan pada saat menjalankan software VMix. Dengan menggunakan perangkat Arduino Uno CH340 sebagai mikrokontroler, Hairless MIDI sebagai penghubung Arduino dengan Windows untuk mengirim dan menerima sinyal MIDI, LoopMIDI sebagai virtual MIDI device yang menjadi penghubung antara Hairless MIDI dan VMix, dapat membuat sebuah alat berbentuk console yang dapat digunakan saat menjalankan software VMix. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah alat yang dapat digunakan saat siaran langsung menggunakan software VMix pada Live Stream di Youtube. Dari hasil pengujian Console VMix for Video pada software VMix ketika live streaming di Youtube video berhasil dikontrol dengan menggunakan console dengan tingakat keberhasilan 95% , sedangkan untuk tingkat ergonomisnya yang baik

    Analisis Interfacial Reaction Antara Substrate Cu Dan Solder 96.5sn3.0ag0.5cu (Sac305) Untuk Pengembangan Aplikasi Sem

    Get PDF
    Substrat Cu dan solder SAC305 merupakan beberapa bahan semikonduktor. Sambungan solder harus memiliki kekuatan ikatan metalurgi yang baik ketika solder dan substrat disatukan. Manfaat solder nantinya akan membuat interkoneksi antara hubungan listrik dalam satu substrat yang akan membentuk senyawa atau lapisan IMC. Dimana terbentuknya senyawa intermetalik (IMC) pada hasil reaksi akan menjadi peran yang penting dari terbentuknya ikatan yang baik antara solder dan substrat. Oleh karena itu dilakukan penilitian ini guna menganalisis interfacial reaction yang terjadi antara substrat Cu dan solder SAC305 ketika disatukan. Pada tahap preparasi spesimen substrat Cu akan dipotong sesuai dengan dimensi yang telah ditentukan dan dilakukan proses cleaning pada bola solder SAC305. Setelah proses preparasi sampel dilakukan proses Interfacial Reaction Couple, substrat Cu dan bola solder SAC305 ditimbang dengan rasio 1:3 dan spesimen substrat dicelupkan kedala fluks pada kedua sisi spesimen. Setelah itu, spesimen substrat Cu dan bola solder SAC305 disusun secara teratur dan diletakkan kedalam tabung kuarsa dan dilakukan proses pemanasan didalam tungku dengan temperatur reflow 270oC, 290oC, 310oC, dan 330oC dengan waktu reaksi 50 menit. Hasil reaksi yang terbentuk antara substrat Cu dan bola solder SAC305 kemudian diamplas dan dilakukan proses karakterisasi dengan mikroskop optik untuk melihat struktur mikro yang terbentuk serta dilakukan karakterisasi material berupa SEM, EDS dan XRD. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai ketebalan IMC akan meningkat seiring dengan pertambahan variasi temperatur. Serta ditemukannya fasa Cu6Sn5 yang membentuk lapisan kerang serta Cu3Sn yang terbentuk secara planar berdekatan dengan substrat Cu pada lapisan IMC

    Pengaruh Dimensi Budaya Terhadap Tingkat Penerimaan Masyarakat Pada Layanan E-filling: Analisis Technology Acceptance Model (TAM)

    Get PDF
    Keunggulan teknologi saat ini banyak dimanfaatkan oleh organisasi atau perusahaan untuk meningkatkan kemudahan serta efektifitas pelayanan, tak terkecuali layanan di pemerintahan saat ini yang mengharuskan menggunakan layanan berbasis elektronik. Hal tersebut memicu banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui faktor pendukung kesuksesan implementasi layanan elektronik. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengidentifikasi faktor tingkat penerimaan aplikasi e-filling sehingga dapat diketahui hal apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat implementasi aplikasi ini ke masyarakat. Meskipun telah banyak studi yang membuktikan bahwa budaya berpengaruh terhadap tingkat penerimaan sebuah teknologi, namun sedikit yang mendiskusikan aspek  budaya  ini  untuk dideskripsikan  lebih  lanjut,  sehingga  memiliki  kontribusi  yang  lebih detail  dan  jelas  untuk  diimplementasikan.  E-filling adalah salah satu layanan berbasis teknologi informasi yang dimiliki Direktorat Jendral Pajak yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat melaporkan pajak tahunan rutin, namun permasalahan yang ada masih banyak masyarakat yang belum melaksanakan kewajiban tersebut. Studi ini menggunakan SEM untuk mengembangkan model struktural untuk membentuk niat masyarakat yang melibatkan power distance, uncertainty avoidance, individualism, masculinity dan long term orientation. Data dikumpulkan secara acak melalui kuesioner online dari 78 pengguna aplikasi di Kota Balikpapan.  Hasil studi mengungkapkan bahwa power distance memiliki pengrauh signifikan terhadap penerimaan teknologi melalui variabel perceived ease of use

    KAJIAN PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ADSORBEN AMPAS KOPI DAN FLY ASH PADA PENURUNAN KONSENTRASI AMONIA (NH3) DALAM LIMBAH CAIR UREA

    Get PDF
    Amonia merupakan senyawa anorganik yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk Urea, sehingga limbah dari produksi urea dapat mengandung amonia. Salah satu cara pengolahan limbah amonia dalam urea adalah metode adsorpsi menggunakan arang aktif. Ampas kopi memiliki kandungan karbon yang tinggi dan fly ash yang mengandung senyawa karbonat sehingga keduanya dapat digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan efektivitas adsorpsi amonia dalam limbah cair urea menggunakan adsorben ampas kopi dan fly ash dengan menggunakan variabel jumlah adsorben. Penelitian ini dilakukan dengan mengkontakkan adsorbat terhadap variasi dosis adsorben, 0,5 gram; 1 gram; 1,5 gram; 2 gram; 2,5 gram. Pengontakan dilakukan dengan cara pengadukan pada kecepatan 300 rpm dan dalam waktu 30 menit. Adsorbat hasil adsorpsi diuji dengan Spektrofotometer UV-Vis.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Semakin besar jumlah adsorben yang dikontakkan pada adsorbat maka semakin besar pula penyisihan amonia dalam adsorbat. Ampas kopi dianggap lebih efektif karena memiliki efisiensi penyerapan lebih besar yaitu 84,64 %, dengan jumlah adsorben lebih sedikit yaitu 2 gram, sedangkan  fly ash hanya mampu mencapai efisiensi penyerapan 75,16 % dengan jumlah adsorben 2,5 gram. Adsorpsi dengan adsorben fly ash memenuhi persamaan Freundlich dengan Harga Koefisien korelasi R2 0,7864 sedangkan pada adsorben ampas kopi memenuhi persamaan Langmuir dengan R2 0,95325

    92

    full texts

    97

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JST (Jurnal Sains Terapan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇