Jurnal Sistem Informasi
Not a member yet
231 research outputs found
Sort by
Aplikasi Wireless Sensor Network untuk Sistem Monitoring dan Klasifikasi Kualitas Udara
Indonesia merupakan salah satu negara yang bergerak di sektor industri, hal tersebut memungkinkan lingkungan hidup termasuk kualitas udara. Polusi udara yang dikeluarkan dari cerobong asap kawasan industri tidak dapat dilakukan dengan baik maka akan berdampak buruk pada kesehatan manusia. Pemantauan kualitas udara yang digunakan saat ini yaitu hanya terdapat satu alat saja yang digunakan untuk melakukan monitoring terhadap suatu cakupan lokasi tertentu, sehingga akan kurang sesuai untuk menggambarkan kondisi kualitas udara yang ada pada suatu cakupan lokasi tersebut. Sementara untuk instalasi lebih dari satu alat akan membutuhkan biaya yang besar. Pada penelitian ini diaplikasikan konsep wireless sensor network (WSN) untuk pemantauan kualitas udara dengan pemasangan node sensor lebih dari satu perangkat pada lokasi tertentu dan terdapat satu sink yang bertindak untuk mengumpulkan data dari node sensor dan mengirimkannya ke server. Data kualitas udara yang didapatkan oleh node sensor kemudian diklasifikasikan menggunakan metode klasifikasi pada data mining yaitu k-nearest neighbor (K-NN). Sebelum dilakukan klasifikasi menggunakan K-NN, dilakukan normalisasi data untuk penyamaan skala datanya, didapatkan normalisasi decimal scaling yang memiliki performansi yang baik untuk data kualitas udara. Nilai k yang digunakan untuk klasifikasi K-NN yaitu 5. Didapatkan tingkat akurasi yang dihasilkan oleh sistem sebesar 94,28%, presisi sebesar 85,16% dan recall sebesar 93,35%
PENGEMBANGAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER DAN ANGULARJS DI PT. XYZ
Teknologi informasi merupakan hal yang sangat umum pada era globalisasi ini. Teknologi informasi telah banyak digunakan oleh masyarakat khususnya di dalam perusahaan untuk membantu kegiatan sesuai dengan proses bisnis yang diterapkan perusahaan, salah satunya adalah PT. XYZ. PT. XYZ merupakan perusahaan yang memiliki program utama yaitu penyelenggaran pendidikan dan pelatihan serta assessment kompetensi pegawai. PT. XYZ memanfaatkan teknologi untuk melakukan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan menerapkan Learning Management System (LMS). Saat ini, LMS yang diterapkan perusahaan hanya mengakomodasi sebagian dari proses bisnis perusahaan sehingga perlu adanya pengembangan lebih lanjut untuk membantu dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja yang dilakukan sesuai dengan proses bisnis yang berjalan di perusahaan. LMS ini digunakan untuk mempermudah dalam pengolahan data-data master yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan pelatihan dan pembelajaran salah satunya adalah data master materi. Metode pengembangan LMS yang digunakan adalah metode SDLC dengan model inkremental. Implementasi LMS menggunakan framework Bootstrap, AngularJS, dan Codeigniter, serta Database Management System (DBMS) MySQL. Hasil pengujian sistem menunjukan bahwa LMS telah berjalan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan perusahaan sehingga lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pelatihan para pegawainya
Pengaruh E-Servicescape terhadap Trust dan Dampaknya pada Repurchase Intention: STUDI KASUS GO-FOOD
Penyedia jasa transportasi online menciptakan aplikasi dengan berbagai fitur demi kenyamanan konsumen. Setiap aplikasi memiliki ciri khas tampilan yang merupakan lingkungan tempat konsumen melakukan transaksi, selanjutnya disebut e-servicescape dalam penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari dimensi e-servicescape terhadap kepercayaan dan minat konsumen melakukan pemesanan ulang suatu jasa. Objek penelitian adalah layanan pesan antar makanan pada aplikasi mobile yang bernama GO-FOOD. Sampel penelitian ini adalah 400 responden yang pernah melakukan pembelian produk melalui GO-FOOD di wilayah Jabodetabek yang didapat dengan teknik penarikan sampel purposive sampling.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada tiga dimensi berdasarkan kerangka e-servicescape, yaitu: aesthetic appeal, layout and functionality, dan financial security. Variabel ini diuji untuk mengidentifikasi apakah variabel tersebut mempengaruhi variabel kepercayaan konsumen (trust) yang mengarah pada variabel minat melakukan pembelian ulang (repurchase intention). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Covariance Based Structural Equation Modelling (CB-SEM).
Seluruh hipotesis terbukti positif dan didukung dalam penelitian ini. E-servicescape secara signifikan berpengaruh positif terhadap Trust dan selanjutnya secara signifikan berpengaruh positif terhadap repurchase intention. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pengembang aplikasi mobile serta bagi penelitian lebih lanjut di bidang yang sama
EVALUATION OF USER SATISFACTION FOR PASSER BORDER INFORMATION SYSTEM THE STATE OF INDONESIA AND TIMOR-LESTE
The administrative process that had previously applied to the cross border Post or ‘Pos Lintas Batas Negara (PLBN)’ is integrated with the way of manuscript the passport data information or ‘Pas Lintas Batas (PLB)’-special card for habitants whereas living a long site of the both coutries border (Indonesia and Timor-Leste), information on a card and then do a recapitulation. This manuscript administration gave unfavourable result such as not have proper archiving in the filing cabinet and difficulty of the search data for the report purpose. To solve these problems, then it has been developed and implemented an application which called ‘Sistem Informasi Pelintas Batas Wilayah Negara (SINTASWIN).’ This Sintaswin application is applied to the immigration authorities in order to record and control the border crosser (traveler). This system will support the national policies and strategies of the Government in managing boarder region. However, the implementation of any application system has it constraints; therefore it needs to be evaluated such as to evaluate end user satisfaction. This study aims to evaluate the satisfaction of users by applying End User Computing Satisfaction (EUCS) methods in order to produce recommendations for the improvement and system development in the future
Rencana Penerapan Cyber-Risk Management Menggunakan NIST CSF dan COBIT 5
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) membentuk ruang siber sehingga memudahkan akses informasi maupun pengelolaan informasi secara cepat dan akurat. Pemanfaatan TIK yang meningkat saat ini membuat kebutuhan keamanan pada sistem yang digunakan juga meningkat, begitu pula risikonya. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diterapkan cyber-risk management sehingga risiko-risiko siber dapat dikelola. Organisasi ABC merupakan salah instansi pemerintah pengelola infrastruktur kritis negara. Sistem informasi XYZ merupakan SI strategis yang digunakan untuk membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini, diusulkan rencana penerapan cyber-risk management menggunakan NIST CSF dan COBIT 5 untuk mengelola risiko-risiko siber pada sistem informasi XYZ. Hasil penelitian berupa 13 risiko bernilai tinggi dan 22 risiko bernilai sedang disertai dengan enabler process COBIT 5 sebagai mitigasi risiko. Dari hasil tersebut kemudian disusun 15 rencana aksi (program kerja) penerapan cyber-risk management sesuai dengan kapabilitas dan target organisasi. Rencana aksi tersebut kemudian diprioritaskan sesuai kepentingan organisasi
Analisis Implementasi E-Bugdeting dengan Menggunakan Model CIPP pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
This study aimed to analyse the effectiveness of e-Budgeting implementation in the Provincial Government of DKI Jakarta by using CIPP (Context, Input, Process, and Product) model from Stufflebeam (2003). The type of this research was a qualitative research using case-study approach. The data were collected using interviews and documentation studies. The results of this study revealed that the implementation of e-Budgeting in DKI Jakarta Provincial Government was feasible to proceed as it was proven to be effective when viewed from the four components of CIPP Model that is context which focuses on the success of achieving the initial goal of budget transparency and accountability. Furthermore, in terms of inputs, the use of facilities, infrastructure and human resources was adequate. Viewed from the process, e-Budgeting simplified and minimized errors in the process of preparing the work plan and budget (RKA). From the output (Product), it improved the quality of regional budget (APBD) in terms of conformity with the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) document and the control management of budget that plays an active role
Penerapan Algoritma K-Means Clustering Analysis Pada Penyakit Menular Manusia (Studi Kasus Kabupaten Majalengka)
Kesehatan merupakan hal yang berharga bagi manusia karena siapa saja dapat mengalami gangguan kesehatan, begitu pula pada manusia yang sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit namun penyebabnya tidak kita sadari. Algoritma K-Means tidak terpengaruh terhadap urutan objek yang digunakan, hal ini dibuktikan ketika penulis mencoba menentukan secara acak titik awal pusat cluster dari salah satu objek pada permulaan perhitungan. Jumlah keanggotaan cluster yang dihasilkan berjumlah sama ketika menggunakan objek yang lain sebagai titik awal pusat cluster tersebut. Namun, hal ini hanya berpengaruh pada jumlah iterasi yang dilakukan. Pengelompokan objek (objek clustering) adalah salah satu proses dari objek mining yang bertujuan untuk mempartisi objek yang ada kedalam satu atau lebih cluster objek berdasarkan karakteristiknya.Penelitian ini mengkaji bagaimana penggunaan Algoritma K-Means Cluster Analysis dalam studi kasus penyakit menular manusia pada suatu objek. Penelitian ini mengkaji metode K-Means Cluster Analysis dalam penyakit menular pada manusia berdasarkan set variabel yang dibentuk per kecamatan tiap puskesmas yang jumlahnya ada 32 Kantor Puskesmas di Kabupaten Majalengka
Rekayasa Perangkat Lunak Aplikasi Keputusan Multi Kriteria dengan Algoritma Analytic Network Process (ANP) Berbasis Android
Pengambilan keputusan multi kriteria merupakan salah satu teknik dalam menentukan sebuah pilihan dari beberapa alternatif pilihan. Ada beberapa metode dalam mengambil keputusan, salah satunya yaitu ANP (Analytic Network Process). ANP merupakan pengembangan dari metode AHP (Analytic Hierarchy Process). AHP merupakan sebuah metode yang berbentuk hirarki dimana setiap kriteria yang ada akan dibandingkan terlebih dahulu yang akan menghasilkan sebuah matriks biasa. Sedangkan ANP merupakan sebuah metode jaringan yang membandingkan semua hal termasuk kriteria dan alternatif yang ada sehingga mendapatkan suatu super matriks yang sangat kompleks. Saat ini metode ANP tidak hanya dihitung tetapi sudah ada aplikasi penunjang salah satunya yaitu Super Decisions. Aplikasi tersebut bisa digunakan untuk menghasilkan suatu keputusan dengan metode ANP. Setiap aplikasi pasti memiliki kelebihan maupun kekurangan. Untuk itulah diperlukan adanya pengembangan aplikasi yang sudah ada sebelumnya agar muncul aplikasi baru yang lebih baik
Electronic Government Rukun Tetangga Model
E-government is the one of facilities of government to interact and communicate with the citizen as the government's ability to improve service performance. However, not all citizen, including the poor, can benefit the e-government services. To answer the issue, this research developed e-government model of Rukun Tetangga (RT) based on eight factors consisting of Content providers, Direct-to-consumer, Value-net-Integrations, Full-service providers, Infrastructure service providers, Market, Collaboration and Virtual Communities. Quantitative research was used to collect data through interview with 24 participants including Head of RT, Citizen and Employees District Office in Palembang. The findings of this study showed that an e-government RT model was required to help Palembang Government to meet needs of the citizen, which had impacts to improve services to entire levels of society
KATEGORISASI JENIS INTERAKSI ANTARA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DAN POPULARITAS MEDIA SOSIAL PEMERINTAH DAERAH
Keberhasilan kebijakan dan program yang di usulkan oleh pemerintah bergantung pada faktor komunikasi yang efektif. Aplikasi media sosial merupakan salah satu alternatif media komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Media sosial dapat menyediakan interaksi dua arah antara masyarakat dan pemerintah. Pemerintah saat ini mempunyai misi dalam penggunaan media sosial, yaitu melakukan interaksi one way push, two way pull dan Network co-design of service. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jenis interaksi tersebut dan menentukkan popularitas dari media sosial pemerintah, dalam hal ini berupa fanpage facebook pemerintah daerah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat popularitas dari fanpage facebook pemerintah daerah tergolong rendah, yaitu sebanyak 79% tergolong tidak populer. Hal ini juga berkaitan dengan jenis interaksi yang terjadi, dibuktikan dengan masih rendahnya partisipasi dan kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah