Jurnal Sistem Informasi
Not a member yet
231 research outputs found
Sort by
PENYUSUNAN STRONG’S CONCORDANCE UNTUK ALKITAB PERJANJIAN BARU BAHASA INDONESIA
Sampai saat ini belum pernah ditemukan Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Indonesia secara online yang dilengkapi dengan Strong’s Concordance. Oleh karena itu penelitian ini melakukan penyusunan Strong’s Concordance ke dalam Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Indonesia. Penyusunan Strong’s Concordance dilakukan dengan menggunakan pedoman teori yang ada pada Natural Language Processing (NLP) dan teori Web Mining. Penyusunan nomor strong tersebut dimulai dengan melakukan pendekatan nomor strong berdasarkan kemunculan katanya. Kemudian pada tahap selanjutnya digunakan pendekatan alignment antara kata yang ada pada Alkitab Bahasa Indonesia dengan nomor strong yang terdapat pada Alkitab Bahasa Inggris dengan menggunakan word alignment. Pendekatan ketiga menggunakan pendekatan n-gram dengan perhitungan mutual information untuk mencari arti kata yang terdiri lebih dari satu kata. Pendekatan keempat dilakukan dengan cara melakukan stemming pada corpus Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Indonesia yang mana nantinya digunakan sebagai corpus baru untuk melakukan pencarian pada tahap satu sampai dengan tahap tiga. Dilakukan juga pendekatan lain seperti pencarian proper name, pencarian nomor strong yang hanya memiliki satu frekuensi dan pendataan nomor strong yang termasuk dalam conjuction, preposition, dan pronoun. Hasil penelitian adalah adanya Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Indonesia yang dilengkapi dengan nomor strong, pembelajaran Alkitab menjadi lebih mudah.
Until now have not found a New Bible Testamen in Bahasa online which is equipped with a Strong's Concordance. Therefore, this study prepare a Strong's Concordance to the New Bible Testament Indonesian. Preparation of Strong's Concordance is done using the existing guidelines on the theory of Natural Language Processing (NLP) and the theory of Web Mining. The preparation of these strong numbers begins with based on the word strong numbers aproach. Then on the next phase alignment approach between existing words in the Bible Bahasa with strong numbers contained in the English Bible using the word alignment. The third approach uses n-gram approach with the calculation of mutual information to find the meaning of words consisting in more than one word. The fourth approach is performed by stemming the New Bible Testament corpus Bahasa which will be used as a new corpus to perform a search in stage one up to stage three. There is also another approach such as the proper name search, the search for strong numbers that have only one frequency, and data collection that included strong numbers in conjuction, preposition, and pronoun. The result is the New Bible Testament Bahasa which comes with a number of strong more easier to learn
PEMETAAN DAN ANALISIS KNOWLEDGE SHARING PADA SITUS FORUM KOMUNITAS ONLINE KASKUS
Salah satu kelebihan forum online adalah sifatnya yang asynchronous, semua orang dapat membagikan pengetahuan maupun menanyakan informasi, kapan saja dan di mana saja. Knowledge sharing di forum, umumnya melalui pengiriman pesan. Namun, pola knowledge sharing tersebut sering tidak terpantau oleh pengelola forum, yang kebanyakan hanya mengandalkan data statistik biasa dalam menilai kinerja forum mereka, seperti jumlah kunjungan atau jumlah balasan suatu thread. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan digunakan metode Social Network Analysis (SNA) yang paling tepat dalam mengukur model atau pola knowledge sharing tersebut. Objek penelitian ini adalah suatu forum terbesar di Indonesia, yaitu Forum Kaskus, khususnya pada threads Forum Programmer yang berada di sub forum Computer Stuff. Visualisasi dan analisis dari pola interaksi di dalam forum tersebut akan dibahas dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya suatu model knowledge sharing dalam forum tersebut, yang sangat berguna untuk menilai Forum Kaskus khususnya pada knowledge sharing di dalamnya.
One of the advantages of online forums is that they are asynchronous, which people can share knowledge and ask for information, anytime and anywhere. Knowledge sharing in the forum, generally through the delivery of the message. However, the pattern of knowledge sharing is often not monitored by the management forum, which mostly rely on statistical data used to assess the performance of their forum, such as the number of visits or the number of replies a thread. Therefore, in this study will use methods of Social Network Analysis (SNA) is the most appropriate measure or model the patterns of knowledge sharing. Object of this study is a forum in Indonesia, that is Kaskus Forum particularly in Programmer Forum threads that are in the sub forum Computer Stuff. Visualization and analysis of patterns of interaction in the forum will be addressed in this study. The results of this study is the obtainment of a model of knowledge sharing in the forum, which is very useful for assessing Kaskus Forum especially on knowledge sharing in it
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENERIMAAN PENGGUNA DALAM MENGGUNAKAN SISTEM ERP DENGAN STUDI KASUS PT XYZ
Perkembangan ekonomi yang semakin cepat menyebabkan persaingan bisnis yang semakin ketat. Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, perusahaan-perusahaan tersebut berlomba-lomba dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif dan efisiensi kinerja perusahaan mereka dibandingkan pesaingnya. Salah satu investasi teknologi informasi yang populer saat ini adalah sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yaitu paket aplikasi yang menawarkan ”best practice” dalam menjalankan bisnis dengan menggunakan satu basis data yang dapat diakses oleh semua divisi dalam perusahaan. Terdapat banyak keuntungan yang dapat dirasakan oleh perusahaan dengan mengimplementasi sistem ERP, seperti mengurangi biaya produksi, meningkatkan integrasi data, dan mengurangi level inventori. Namun, sebagian besar implementasi sistem ERP yang telah dilakukan oleh beberapa perusahaan mengalami kegagalan. Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan ini adalah adanya resistensi pengguna terhadap perubahan. Resistensi dari pengguna ini juga menyebabkan perusahaan tidak dapat memaksimalkan keuntungan dari implementasi sistem ERP. Oleh karena itu, paper ini akan membahas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna dalam menggunakan sistem ERP. Faktor-faktor penerimaan ini didasarkan pada model penerimaan pengguna yang sudah ada pada penelitian sebelumnya yaitu model Unified Theory of Acceptance and Usage of Technology (UTAUT).
An increasingly rapid economic development led to the increasingly stringent business competition. Especially with the development of increasingly sophisticated technology, these companies are competing in utilizing technology to enhance competitive advantage and efficiency of their company's performance than its competitors. One of the investment in information technology that is popular today is the Enterprise Resource Planning (ERP) system, is an application package that offers best practice of doing business by using a single database that is accessible by all divisions within the company. There are many advantages that can be felt by companies to implement ERP systems, such as reducing production costs, improve data integration, and reduce inventory levels. However, most implementations of ERP systems that have been done by some companies to fail. One of the factors that caused this failure is the presence of user resistance to change. Resistance from users has also led the company can not maximize the benefits of ERP system implementation. Therefore, this paper will discuss the factors affecting user acceptance of ERP systems in use. Acceptance factors are based on the user acceptance model that already exists in previous studies that model the Unified Theory of Acceptance and Usage of Technology (UTAUT)
ANALISIS FUNGSIONALITAS OPEN SOURCE SOFTWARE ERP UNTUK PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN ERP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan fungsionalitas open source software ERP dalam pengembangan modul pembelajaran untuk proses bisnis penjualan, distribusi serta pengadaan. Penelitian ini membandingkan tiga OSS ERP yaitu Compiere 3.3 Community Edition, Openbravo 3.0 Community Edition, dan xTuple 3.6 PostBooks Edition. Kebutuhan functional masing-masing modul diturunkan dari proses bisnis best practice ERP. Hasil penelitian adalah suatu aplikasi yang direkomendasikan untuk mendukung kegiatan pembelajaran ERP di tingkat universitas dan daftar kebutuhan fungsionalitas yang dibutuhkan untuk modul pembelajaran, seperti modul penjualan dan distribusi serta modul pengadaan dengan menggunakan aplikasi yang direkomendasikan sebelumnya.
This study aims to analyze the comparison of the functionality of open source ERP software in the development of learning modules for the business processes of sales, distribution and procurement. This study compared three OSS ERP that are Compiere Community Edition 3.3, Openbravo Community Edition 3.0, and 3.6 xTuple PostBooks Edition. Functional needs of each module is derived from best practice business processes ERP. Hasil penelitian adalah suatu aplikasi yang direkomendasikan untuk mendukung kegiatan pembelajaran ERP di tingkat universitas dan daftar kebutuhan fungsionalitas yang dibutuhkan untuk modul pembelajaran, seperti modul penjualan dan distribusi serta modul pengadaan dengan menggunakan aplikasi yang direkomendasikan sebelumnya
PENERAPAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DALAM SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN ASURANSI
Memilih produk asuransi membutuhkan proses pengambilan keputusan yang cukup rumit karena melibatkan banyak kriteria seperti brand image perusahaan, besar premi yang harus dibayarkan, kemudahan prosedur klaim, dan lain sebagainya, sebagai bahan pertimbangan dalam prosesnya. Salah satu metode yang sesuai untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ini adalah Analytic Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah metode AHP dapat digunakan dalam suatu sistem penunjang keputusan. Untuk mendukung penelitian, dibuat suatu sistem penunjang keputusan yang berisi modul simulasi untuk memilih produk asuransi. Berdasarkan skenario pengujian yang dibuat, diperoleh hasil bahwa solusi yang diberikan oleh sistem cukup akurat dan mendekati kemampuan manusia dalam mengambil keputusan
DCOM, CORBA, JAVA RMI: KONSEP DAN TEKNIK DASAR PEMROGRAMAN
DCOM, CORBA, dan Java RMI adalah middleware yang memungkinkan komputasi jarak jauh atau komputasi tersebar. Meskipun telah terdapat konsep layanan web dan implementasi yang diterapkan dalam berbagai kasus saat ini, ketiga middleware di atas masih sering digunakan untuk lingkungan yang application-specific, yang membutuhkan performa lebih baik. Paper ini diharapkan akan memberikan gambaran mengenai DCOM, CORBA, dan Java RMI dari konsep hingga perbedaan yang paling mendasar terkait teknik pemrograman.
DCOM, CORBA, and Java RMI are middleware that enable remote computing (distributed computing). Although we have Web Service concept and implementation that applied in many cases right now, all three still often used for applications-specific nature, which need the better performance. This paper is intended to give an overview of DCOM, CORBA, and Java RMI, from concept to most fundamental differences related to programming techniques
PENERAPAN BASIS DATA CITRA PADA SISTEM PENCARIAN CITRA BERBASIS ISI: MENGGUNAKAN FASILITAS JAVA OBJECT SERIALIZATION DAN MENGGUNAKAN FASILITAS MYSQL
oai:oai.jsi.cs.ui.ac.id:article/240Makalah ini membahas dua pilihan penerapan struktur basis data citra pada sistem pencarian citra berbasis isi. Pendekatan pertama menggunakan folder untuk menyimpan berkas citra dan Java object serialization untuk menyimpan data citra. Pendekatan kedua menggunakan basis data Data Base Management System MySQL untuk menyimpan berkas dan data citra. Kedua pendekatan dibahas dari aspek penerapan struktur basis data untuk tujuan pengembangan sistem pencarian citra berbasis isi yang efisien. Data yang tidak terstruktur dan proses clustering data lebih mudah ditangani dengan struktur basis data dari pendekatan pertama. Data yang jumlahnya besar dan terstruktur serta proses indexing lebih mudah ditangani dengan struktur basis data dari pendekatan kedua. Sistem pencarian citra berbasis isi lebih banyak melakukan kueri jenis select dibandingkan dengan insert dan update data, dalam hal ini kedua pendekatan dapat memenuhinya dengan baik. Secara umum, pendekatan kedua dianggap memberikan dukungan yang baik dalam penyimpanan dan manipulasi data, serta dapat mengurangi upaya dan waktu yang dibutuhkan pada pengembangan sistem
RANCANGAN TATA KELOLA TI UNTUK INSTITUSI PEMERINTAH STUDI KASUS BAPPENAS
Penerapan tata kelola pemerintahan dan percepatan penerapan teknologi informasi pada pemerintahan membuat institusi-institusi pemerintah harus meningkatkan fungsi teknologi informasinya. Dengan meningkatnya peran teknologi informasi maka investasi di bidang teknologi informasi semakin besar dan semakin kompleks dalam pengelolaannya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu tata kelola teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasinya. Bappenas sebagai institusi perencanaan pemerintah merasa perlu untuk memiliki suatu tata kelola teknologi informasi yang baik agar investasi teknologi informasinya dapat berjalan dengan baik. Tulisan ini membahas rancangan suatu tata kelola teknologi informasi untuk Bappenas dengan menggunakan gabungan model tata kelola teknologi informasi diantaranya model Peterson, model Weill & Ross, model ITGI focus area, model AS 8015 standar Australia, dan kontrol objektif dari COBIT. Dari keseluruhan model tersebut dapat dilihat seberapa jauh tingkat kematangan tata kelola TI pada Bappenas yang kemudian akan ditentukan solusi untuk mencapainya
PENELITIAN ASPEK BUDAYA PADA SISTEM INFORMASI
Tulisan ini diinspirasi oleh keyakinan tentang adanya krisis dalam disiplin ilmu sistem informasi (SI). Pendapat ini muncul karena penelitian mengenai signifikansi peranan SI terhadap keberhasilan menjalankan bisnis atau organisasi sangat sedikit. Padahal SI dianggap sebagai salah satu komponen penunjang keberhasilan dalam menjalankan bisnis atau organisasi. Ini menyebabkan muncul keyakinan terjadinya krisis keilmuan tersebut, [1,2,3]. Penulis menelusuri berbagai hasil penelitian untuk tesis yang dilakukan oleh para mahasiswa Program Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia mengenai SI, dan hasilnya menunjukkan penelitian yang dominan adalah topik aspek manajemen pada SI, serta tentu saja aspek teknis SI itu sendiri. Padahal ada satu aspek yang tidak bisa diabaikan, yaitu aspek budaya pada SI, karena keberhasilan implementasi SI juga ditentukan oleh aspek budaya. Kemudian penulis menelusuri berbagai penelitian aspek budaya pada SI yang dimuat pada Jurnal MIS Quarterly (ada 15 penelitian). Penulis menyimpulkan bahwa terdapat 4 kategori penelitian aspek budaya pada SI, yaitu (1) budaya sebagai input untuk desain dan rencana implementasi, (2) budaya sebagai komponen penentu proses (process) desain dan rencana implementasi, (3) budaya sebagai dampak (outcomes) dari implementasi SI, serta (4) budaya sebagai akselerator (accelerator) untuk pemanfaatan SI secara optimal pasca implementasi
PENERAPAN DOMINANCE-BASED ROUGH SET APPROACH DALAM PEMERINGKATAN KUALITAS DESAIN SOFTWARE BERORIENTASI OBJEK
Penerapan Dominance-based Rough Set Approach (DRSA) untuk menentukan peringkat kualitas sejumlah aplikasi berbasis objek telah dipelajari. DRSA diterapkan untuk memformulasikan satu set klasifikasi dimana kualitas software aplikasi digolongkan. Klasifikasi dibentuk berdasarkan hasil pengukuran Metrics of Object Oriented Design (MOOD) terhadap properti software berbasis Java. Pemanfaatan DRSA merupakan metode alternatif untuk menginterpretasikan nilai-nilai metrics dan menentukan sebuah nilai kuantitatif yang merepresentasikan kualitasnya relatif terhadap software yang lain. Studi eksperimental menunjukkan bahwa akurasi hasil DRSA bergantung pada jumlah sample aplikasi yang dijadikan referensi dalam menurunkan satu set definisi aturan untuk mengklasifikasikan properti software. Sample aplikasi dalam eksperimen diambil dari library Java yang telah teruji modularity, usability dan maintainability-nya. Secara umum, hasil eksperimen menyimpulkan bahwa DRSA dapat diterapkan untuk menentukan peringkat kualitas relatif dari sejumlah aplikasi dalam populasi sample.
Application of Dominance-based Rough Set Approach (DRSA) to rank the quality of a number of object-based applications have been studied. DRSA applied to formulate a set of software quality classification in which the application is classified. Classification established by the results of measurements Metrics of Object Oriented Design (MOOD) against the property of Java-based software. Utilization of DRSA is an alternative method for interpreting the values of metrics and determine a quantitative value that represents the quality relative to other software. Experimental studies indicate that the accuracy of the DRSA depends on the number of sample applications that are used as reference in the definition set down one rule for classifying software properties. Sample applications in the experiment was taken from a proven library Java modularity, usability and maintainability of his. In general, the experimental results concluded that the DRSA can be applied to rank the relative quality of a number of applications in the sample population