Kodifikasia : Jurnal Penelitian Islam
Not a member yet
    229 research outputs found

    REPRESENTATION OF RELIGIOUS AND MORAL VALUES IN THE ENGLISH TEXTBOOK FOR INDONESIAN JUNIOR HIGH SCHOOL: A CDA INVESTIGATION

    Full text link
    This research aims to examine the construction of the discourse of religious and moral values within the official English textbook for Indonesian high school students and to expose the underlying ideology. The textbook analyzed is the official English textbook for junior high school grade VII, Bahasa Inggris: When English Rings the Bell. This study makes use of Fairclough’s three dimensional models, namely textual, processing, and socio-cultural analysis. In the level of textual analysis, the researcher addresses the issues of transitivity and modality. In the processing stage, the focus is on the issue of assumption. Meanwhile, the ideology investigation is done in the last level. The findings shows that the discourse of the religious and moral values are classified into four main categories: values toward one’s self (e.g being disicpline regarding the time), values toward others (e.g loving them and being attentive to their occupation and physical appearance), values toward animals (i.e. loving and being attentive to them), and values toward things around (i.e. being attentive to them). The Critical Discourse Analysis (CDA) investigation reveals that the discourse of religious and moral values within this book represents some dominating ideologies, such as the western-secular way of greeting people, the outschool activites of the mid-high social class, the rich’s-style house furniture, and the notion that beauty is identical with white skin and straight hair, the capitalism-driven economics system, as well as the idea of woman emancipation by the feminist movement

    IDENTITAS PENAMPILAN MASYARAKAT YOGYAKARTA 1950’an-1970’an

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontestasi ragam penampilan masyarakat Yogyakarta sebagai akibat dari westernisasi dan agamaisasi. Tahun 1950’an dipilih sebagai batasan awal penelitian sebab tahun tersebut adalah masifnya arus westernisasi yang masuk ke Yogyakarta. Westernisasi menjadi budaya populer di dalam masyarakat Yogyakarta yang membongkar kokohnya pondasi budaya keraton termasuk penampilan masyarakat. Kepintaran masyarakat Yogyakarta terlihat ketika mampu mengakomodasi westernisasi untuk eksistensi penampilannya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis melalui penggunaan sumber tekstual, seperti arsip, buku-buku referensi, surat kabar, majalah, dan sumber non-tekstual seperti foto atau gambar.Melalui tulisan ini disimpulkan masuknya westernisasi menimbulkan pergeseran cara pandang masyarakat atas penampilannya. Bergesernya cara pandang memunculkan perubahan penampilan dan ragam penampilan masyarakat Yogyakarta. Adanya kontestasi ragam penampilan menimbulkan ketegangan di dalam masyarakat, karena pada fase ini terjadi penghakiman atas benar salah penampilan yang digunakan. Muaranya adalah pemaknaan ulang terkait penampilan yang digunakan di dalam masyarakat

    KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PENYELESAIAN KONFLIK HARTA BERSAMA (Studi di Kabupaten Ponorogo)

    Full text link
    Pernikahan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.[1]Sedangkan tujuan perkawinan dalam Kompilasi Hukum Islam adalah mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.[2] Arso Sastroatmdjo mengatakan “pernikahan itu disyariatkan supayamanusia mempunyai keturunan dan keluarga yang sahmenuju kehidupan bahagia di dunia dan akhirat dibawah naungan cinta kasih dan ridho Ilahi.[3]Namun seringkali tujuan perkawinan harus kandas di perjalanan. Perkawinan harus putus di tengah jalan dikarenakan adanya konflik yang tidak bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah sehingga sulit untuk terciptanya kehidupan keluarga yang berisikan semangat kasih sayang, ketentraman serta kebahagiaan. Dalam situasi seperti ini pasangan suami istri tidak bisa meneruskan bahtera rumah tangganya dan berakibat pada retak atau kacaunya rumah tangga, bahkan berujung pada terjadinya perceraian.   Perceraian adalah berakhirnya perkawinan yang telah dibina oleh pasangan suami istri yang disebabkan oleh beberapa hal seperti kematian, dan atas keputusan pengadilan. Dalam hal ini perceraian dilihat sebagai akhir dari suatu ketidakstabilan perkawinan dimana pasangan suami istri kemudian hidup terpisah dan secara resmi diakui oleh hukum yang berlaku. Suatu perceraian membawa akibat hukum, diantaranya pengasuhan anah (hadhanah), nafkah anak, nafkah isteri, harta bersama.Harta Bersama adalah harta benda atau harta kekayaan yang diperoleh saat perkawinan atau karena perkawinan serta selama perkawinan. Di dalam KUHPerdata, Pasal 119 dijelaskan harta bersama adalah persatuan bulat antara harta kekayaan suami istri demi hukum sejak berlangsungnya perkawinan, sejauh tidak diatur dengan ketentuan lainnya.Di Indonesia, mengenai harta perkawinan (harta bersama) telah diatur dalam Bab VII, pasal 35-37; pasal  65 ayat 1 huruf b dan c Undang-Undang No. 1 Tahun 1974, kemudian dilengkapi dan diperjelas dalam Bab XIII, pasal 85-97 Kompilasi Hukum Islam (KHI).[4]Pembagian harta bersama dalam perkawinan, sering menimbulkan konflik diantara pihak yang bersangkutan. Pasal 37 menetapkan bahwa apabila perkawinan putus karena perceraian, maka pembagian harta bersama dapat diatur menurut hukumnya masing-masing, namun dalam realitanya penyelesaian pembagian harta bersama seringkali belum memberikan kepastian bahkan di dalam pelaksanaannya pembagian harta bersama dilakukan oleh salah satu pihak tanpa kesepakatan pihak lain yang bersangkutan. Pasal 96 dan 97 Kompilasi Hukum Islam, menyebutkan bahwa pembagian harta bersama baik cerai hidup maupun cerai mati, masing-masing mendapat setengah dari harta bersama tersebut.Keberadaan harta bersama dalam pernikahan sangat diperlukan, baik itu selama perkawinan maupun setelah putusnya hubungan harta pekawinan yang ditandai dengan perceraian. Dalam pelaksanaannya setelah terjadi perselisihan hingga mengakibatkan terjadinya perceraian, harta itu akan menjadi sangat penting bagi suami maupun istri, sehingga mereka menghendaki agar pembagian harta bersama tersebut dilakukan secepatnya

    PEMIKIRAN AHMAD IBN ZAYNI DAHLAN DALAM ASNA AL-MATALIB FI NAJAH ABI TALIB MENGENAI KEIMANAN ABU TALIB

    No full text
    Al-Sayyid Ah{mad ibn Zayni> Dah{la>n yang dilahirkan di Makkah pada 1232 H (1816 M) dan wafat di Madinah pada 1304 H (1886 M) menuangkan penjelasannya mengenai keimanan Abu> T{a>lib di dalam karyanya yang berjudul Asna> al-Mat}a>lib fi< Naja>h Abi> T{a>lib. Argumentasi-argumentasi yang menunjukkan kepada keimanan Abu> T{a>lib adalah bahwa [1] Abu> T{a>lib sengaja merahasiakan keimanannya kepada kenabian Nabi Muhammad saw semata-mata untuk melindungi Nabi Muhammad saw beserta perjuangan dakwahnya, [2] Abu> T{a>lib mendapatkan syafa’at yang dijanjikan oleh Nabi Muhammad saw, dan [3] Abu> T{a>lib menyatakan dirinya sebagai pengikut agama yang dianut oleh ayahnya, ”˜Abd al-Mut}t}alib, yakni agama h}ani>f  yang mengesakan Allah Swt. Dengan mempunyai pemahaman yang tepat mengenai keimanan Abu> T{a<lib, maka setiap orang yang beriman dapat menerapkan keyakinan teologisnya secara inklusif karena orang tersebut dalam berteologi tidak mudah melemparkan tudingan kafir kepada orang lain yang berbeda mazhab, keyakinan, maupun agama. Di sinilah terletak urgensi teologi inklusif dalam mengikis radikalisasi agama. Selain itu, orang tersebut dapat menciptakan suasana kehidupan beragama di lingkungan sekitarnya secara damai penuh dengan kerukunan sehingga terhindar dari konflik keagamaan. Pengajaran sejarah Islam hendaknya disampaikan dengan pendekatan yang tepat sehingga mampu menampilkan pencerahan yang mengantarkan pada sikap keberagamaan yang mendatangkan kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang keyakinan dan mazhab keagamaan

    ATRIBUSI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DAN STRATEGI COPING ISTRI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KABUPATEN PONOROGO

    Full text link
    Penyelesaian masalah setiap perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sangat tergantung dari atribusi kekerasan perempuan. Usaha untuk menghadapi tekanan dan kondisi yang menyakitkan atau mengancam dikenal dengan istilah strategi coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana atribusi dan strategi copingkorban KDRT, serta bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi strategi copingkorban KDRT di Kabupaten Ponorogo. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Atribusi kekerasan isteri korban KDRT dibedakan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Adapun dimensi atribusi kekerasan isteri adalah lokasi penyebab terjadinya kekerasan, stabilitas danaya kekerasan, dan pengendalian diri terhadap kekerasan. (2) Strategicoping yang dipergunakan isteri dalam menghadapi kekerasan suami bisa dibedakan menjadi dua yaituProblemFocused coping(PFC) dan Emotional Focused Coping(EFC). (3) Strategi PFC dipilih ini karena dipengaruhi oleh: faktor internal individu yaitu karakteristik pada kelima individu informan yang cenderung bersabar dan bertahan ketika mendapatkan tekanan, serta faktor eksternal individu yaitukemampuan dan pengalaman yang dilakukan, dan kemampuan secara finansial. Adapun strategi EFC dipilih karena adanya faktorinternal dari diri yang mempunyai karakter sabar, pasrah, dan menyerah sebelum permasalahan terjadi lebih lanjut, serta faktor eksternal yaitu keluarga yang memang terkesan pasif atas permasalahan yang dihadapi oleh korban

    دور الوسائل المتنوعة ÙÙŠ ترقية المهارة اللغوية لطلبة قسم اللغة العربية بالجامعة الإسلامية الحكومية Ùونوروغو

    No full text
    يواجه المعلم المشكلات المتنوعة ÙÙŠ عملية التعليم. Ùˆ يحتاج المعلم إلى آلة تساعده كثيرا Ùيها. وهذا يسمّى بالوسائل التعليمية . لذا Ùينبغي على المعلم من إستخدام الوسائل التعليمية أو الاجهزة  الحديثة التى تساعده كثيرا لحل هذه المشكلات. للوسائل أجنسة كثيرة، منها الوسائل المتنوعة (Multimedia). Ùˆ المعرو٠أن الوسائل التعليمية شيئ مهم ÙÙŠ تعليم اللغة العربية كما وجد ÙÙŠ قسم تعليم اللغة العربية بالجامعة الإسلامية الحكومية Ùونوروغو. يحاول القسم Ùˆ المعلم Ùيه ترقية تعليم المهارة اللغوية الأربعة، الإستماع Ùˆ الكلام Ùˆ القراءة Ùˆ الكتابة. قد يستخدم المعلم الوسائل المتنوعة (multimedia) ÙÙŠ  Ø¹Ù…لية الدراسة. Ùˆ الطلبة يستخدمون كثيرا هذه الوسائل خارج Ø§Ù„ÙØµÙ„ØŒ إما لبحث المواد المتعلقة Ø¨Ø§Ù„ÙˆØ¸ÙŠÙØ© أو غيرها.تحاول هذه الكتابة إلى بحث عن استخدام الوسائل المتنوعة ÙÙŠ تعليم اللغة العربية بالجامعة الإسلامية الحكومية Ùونوروغو Ùˆ المشكلات ÙÙŠ استخدامها Ùˆ الطرق لحلها Ùˆ دورها ÙÙŠ ترقية المهارة اللغوية الأربعة عند الطلبة Ùيها.Ùˆ نتيجة هذا البحث هي: 1) تعليم المهارة اللغوية الأربعة_أى الاستماع Ùˆ الكلام Ùˆ القراءة Ùˆ المحادثة_ بقسم تعليم اللغة العربية مدروسة ÙÙŠ كل المستوى مناسبا بالمنهج الدراسي الذي قررته الجامعة. Ùˆ قد استخدم المدرس الطرق Ùˆ الوسائل المتنوعة Ùيه، 2) قد استخدم المدرس Ùˆ الطلبة الوسائل المتنوعة ÙÙŠ عملية التعليم Ùˆ كذلك خارجه. Ùˆ معظم الوسائل التي استخدمها المدرس هي الباوربوينت. Ùˆ الطلبة يستخدمونها كثيرا ÙÙŠ اتمام Ø§Ù„ÙˆØ¸ÙŠÙØ© الأكلديميكية، 3) يواجه المدرس Ùˆ الطلبة المشكلات ÙÙŠ استخدام الوسائل المتنوعة. أولا المشكلات المتعلقة بالوسائل المتنوعة الموجزة (كشبكة الإنترنيت السيئة Ùˆ المحدودة لبعض المكان Ùˆ كثير من الوسائل المتنوعة الموجزة ÙÙŠ Ø§Ù„ÙØµÙ„ لايسير جيدا. ثانيا، المشكلات المتعلقة Ø¨ÙƒÙØ§Ø¡Ø© المدرس Ùˆ الطلبة ÙÙŠ استخدام الوسائل المتنوعة، 4) لحلول هذه المشكلات، على الجامعة أن تهتم كثيرا بأحوال الوسائل المتنوعة الموجزة  Ùˆ يكثر عدد الوسائل المتنوعة Ùˆ يرقي وصول شبكة الإنترنيت حتى يستطيع الإتصال من جميع أنحاء الجامعة. Ùˆ على المدرس Ùˆ الطلبة كالمستخدم ØŒ عليهما ـن يرقيا ÙƒÙØ§Ø¡ØªÙ‡Ù…ا ÙÙŠ استخدام الوسائل المتنوعة. Ùˆ على المدرس أن أن ينتقي ÙÙŠ اختيار مادة الوسائل المتنوعة التي سيقام تعليمها Ùˆ تطور الوسائل المتنوعة البسيطة التي توجد ÙÙŠ الجامعة، 5) استخدام الوسائل المتنوعة ÙÙŠ تعليم اللغة العربية له دور مهم ÙÙŠ ترقية المهارة اللغوية عند الطلبة. كان برنامج الباوربوينت يساعد المدرس كثيرا ÙÙŠ شرح المادة Ùˆ Ùˆ تسهيل الطلبة على حصول المعلومات المقدمة دون وقت طويل Ùˆ يجعلهم يشعرون بالسآمة

    Akar Teologis Etos Kerja Jamaah Tabligh Studi Kasus Komunitas Jamaah Tabligh Desa Temboro Kecamatan Karas Magetan

    Full text link
    Salah satu janji agama adalah kebahagiaan bagi pengikutnya. Janji tersebut diterjemahkan sesuai dengan mindstreem masing-masing. Salah satunya adalah Jamaah Tabligh.  Jamaah Tabligh menyatakan dirinya sebagai komunitas yang netral dalam bermadzhab, ber-ormas, dan berpolitik, tetapi dalam bingkai ahl al-sunnah wa aljamâ’ah. Mereka lebih menonjolkan aktivitas keberagamaannya secara riil melalui praktik dakwah dengan mengedepankan akhlaq. Menurut Jamaah Tabligh tujuan hidup adalah untuk beribadah, sebagai khalifah, dan untuk berdakwah. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa Jamaah Tabligh memiliki etos kerja yang kuat dan ulet. Berdasarkan hal tersebut dirumuskan pertanyaan, bagaimana pandangan mereka terhadap kerja, ikhtiyar, dan tawakkal serta faktor-faktor yang melingkupinya. Pertanyaan tersebut dijawab dengan menggunakan logika induktif dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dan pemaknaan data lapangan yang telah diorganisir dengan sistematis untuk menemukan makna yang terdalam (deep-meaning) di balik realitas yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hidup Jamaah Tabligh didasarkan pada pemahaman konsep keagamaan yang dipegangi, yaitu enam sifat shahabat. Dari pemahaman tersebut, mereka berkeyakinan bahwa rizki dan keperluan hidup telah ditentukan Allah. Tetapi manusia wajib untuk mencari dan mengupayakan. Mereka memandang materi sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan, tetapi bukan menjadi tujuan hidup. Dari konsep pemahaman tersebut sekaligus menjadi dasar dalam berinteraksi dan berakulturasi dengan suasana yang baru. Akhirnya proses yang dilakukan dapat dimanfaatkan dan membentuk iklim kompetisi yang sehat dan berakhir dengan kemakmuran dan keharmonian kehidupan

    Nilai-Nilai Filantropi Pada Tradisi Yatiman Di Brotonegaran Ponorogo

    Full text link
    Diskursus mengenai peran filantropi (kedermawanan) Islam  kian hari semakin menarik untuk dikaji. Tradisi yatiman di Brotonegaran Ponorogo diselenggarakan untuk memberikan wadah kegiatan berbagi dalam bentuk penyantunan anak-anak yatim pada malam tanggal 10 Muharam setiap tahunnya. Masalah dalam penelitian ini adalah ingin menjawab bagaimana tradisi yatiman berlangsung pada masyarakat Brotonegaran Ponorogo dan apa saja fungsi dan makna tradisi yatiman tersebut bagi kehidupan masyarakat ?Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif   dengan memberikan interpretasi mendalam terhadap temuan-temuan lapangan berdasarkan fakta sosial  yang terjadi apa adanya. Sedangkan untuk mendapatkan validitas data lapangan, prosedur yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul diklasifikasikan dan dianalisis dengan menelaah semua data yang akhirnya diinterpretasikan.            Berdasarkan data penelitian dari lapangan dan hasil analisis data yang mengikuti alur penelitian kualitatif, dihasilkan beberapa temuan. Pertama, kedermawanan (filantropi) dalam tradisi yatiman bukan semata-mata sebatas dorongan (motivasi) beramal, bersedekah atau infaq, tetapi lebih bersifat rasa cinta kasih dan kemanusiaan yang berkeadilan sosial dan karena panggilan hati nurani serta kesetiakawanan sosial. Kedua, tradisi yatiman masuk dalam varian filantropi tradisional karena beraktifitas dalam ruang karitas, tidak berkelanjutan dan cenderung memaknai filantropi secara an sich. Adapun pendekatan filantropi yang digunakan menganut pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar (basic needs) dan menggunakan paradigma social service. Dalam paradigma social service (pelayanan sosial), jenis-jenis pelayanan mencakup perihal pemenuhan basic needs (kebutuhan dasar) untuk memenuhi kebutuhan makanan, pakaian, kesahatan dan pendidikan

    AGAMA DAN PRODUKTIVITAS PEREMPUAN Studi Perilaku Bisnis Ibu-Ibu Muslimah Dusun Mayak Kelurahan Tonatan Kabupaten Ponorogo

    Full text link
    Dalam konteks Indonesia, produktivitas ekonomi perempuan bisa dikatakan cukup tinggi. Ini bisa dibuktikan dengan berbagai data yang memberikan hasil bahwa input yang dihasilkan dari sektor domestik maupun publik. Dalam catatan Kementerian Koperasi dan UKM pada 2012, sebesar 39% atau 21 juta orang pelaku usaha adalah perempuan, jumlahnya naik 43% dibanding 10 tahun lalu yang terdiri dari atas industri kreatif dan UMKM. Walaupun demikian, dalam perjalanan panjangnya perempuan tetap mengalami suatu permasalahan dalam soal produktivitasnya. Ia dianggap sebagai kaum yang lemah di mana produktivitasnya tidak semaksimal laki-laki. Dusun mayak merupakan salah satu dusun yang menurut peneliti lebih tepat dikenal dengan sebutan kampung santri sekaligus sebagai kampung industri. pengrajin industri makanan di Mayak ini yang berjumlah seluruhnya 20 orang, 17 diantaranya adalah perempuan yang posisinya sebagai juragan. Sedangkan sisanya 3 orang adalah laki-laki. Di luar itu juga banyak perempuan yang posisinya sebagai pekerja. Namun, realitas menunjukkan perkembangan home industry yang mereka geluti dari tahun ke tahun tergolong stagnan. Padahal bisnis industri makanan ini sebenarnya sudah berlangsung lama turun temurun dari nenek moyang. Bahkan sebagian dari mereka sudah gulung tikar. Sementara itu kalau dibandingkan dengan perkembangan home industri yang dipegang oleh pengrajin laki-laki yang hanya 2 orang, terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Realitas semakin menarik dan relevan ketika ditarik pada perilaku bisnis yang dijalankan oleh sebagian pengrajin tersebut, terutama dalam kaitannya persaingan antara pengrajin satu dengan yang lainnya dengan saling menjatuhkan harga. Selain itu juga masalah upah pekerja yang sebagian pengrajin masih memberikan upah di bawah UMR

    MOTIV DAN MAKNA SOSIAL IBADAH HAJI PADA JAMAAH MASJID DARUSSALAM PERUMAHAN WISMA TROPODO WARU SIDOARJO

    No full text
    Allah telah menjamin bahwa tiap-tiap apa yang dikerjakan hamba-Nya dalam ibadah haji mengandung manfaat luar biasa, tetapi manfaat itu harus digali dan diraih dengan perjuangan manusia itu sendiri. Ibadah haji merupakan rukun Islam yang sarat dengan nilai-nilai. Sumbangsih nilai-nilai haji akan terasa sangat besar bagi kehidupan sosial jika dimiliki oleh pelaku haji. Hubungannya dengan motiv dan makna sosial ibadah haji bagi Jamaah Masjid Darussalam di Perumahan wisma Tropodo Waru Sidoarjo, sementara informasi yang mereka sampaikan dari beberapa jamaah rata-rata mengatakan motivasi melakukan ibadah haji karena semata-mata menjalankan titah dan perintah Allah Swt, dalam menyempurnakan rukun Islam yang lima. Mereka juga mengatakan bahwa setelah melaksanakan ibadah haji, bukan tujuan untuk mendapatkan sebutan haji atau  hajjah melainkan kemabruran ibadah haji itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk memperoleh gambaran kualitas dari motiv yang melatarbelakangi Jamaah Masjid Darussalam Perumahan Wisma Tropodo Waru Sidoarjo menunaikan ibadah haji. 2) Untuk memperoleh gambaran kualitas pandangan Jamaah Masjid Darussalam Perumahan Wisma Tropodo Waru Sidoarjo tentang makna sosial dari pelaksanaan ibadah haji. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara secara langsung. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh, peneliti memakai metode “deskriptif analisis”. Dari analisis data ditemukan: 1) Motiv yang muncul dari kebutuhan biologis sebagai makhluk yang hidup, dalam menunaikan ibadah haji, Jamaah Masjid Darussalam Wisma Tropodo Waru Sidoarjo, rata-rata dominan. Sedangkan motiv yang ada hubungan dan pengaruhnya dari lingkungan sosial, tidak dominan. Adapun motiv yang berasal dari interaksi dengan Tuhan (Allah Swt.) sangat kuat dan dominan sekali. 2) Dalam memahami makna sosial ibadah haji, JamaahMasjid Darussalam Wisma Tropodo Waru Sidoarjo, sudah mengarah kepada pemahaman yang komprehensif. Ibadah haji difahami sebagai ibadah ritual dan ibadah sosial. Ibadah haji lebih banyak makna sosialnya daripada makna ritual (transendental). Hal ini didasarkan pada substansi Islam sebagai agama Rahmatan Lil’alamin.

    202

    full texts

    229

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kodifikasia : Jurnal Penelitian Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇