Jurnal Komunikasi Islam
Not a member yet
    161 research outputs found

    Ormas Islam dan Isu Keislaman di Media Massa

    Full text link
    The research aims to present Islamic issues reported by by Koran Kompas, Jawa Pos, and Surya during 2012 throughout 2012, especially concerning to Islam and violence, law and politic. The study shows that (1) there are 741 news related to Islam during 2012, with details of 198 within first period (January-April), 262 within second period (May-August), and 281 within third period (September-De–cember). Moreover, Islamic Social Organizations have more chances to induce legal and politic process, and violence. Therefore, it is important to empower Islamic social orga–nization and in doing so as partner for building good civilization.Keywords: Islamic social organization, mass media, Islam, violence, law and politic.----------------------------------------------------------------------Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan isu-isu Islam yang diberitakan oleh Koran Kompas, Jawa Pos, dan Surya selama 2012, terutama mengenai Islam dan kekerasan, hukum dan politik. Studi ini menunjukkan, bahwa dalam pemberitaan di tiga media cetak tersebut (1) ada 741 berita berhubungan dengan Islam dengan rincian 198 (Januari-April), 262 (Mei- Agustus), dan 281 (September-Desember). Selain itu, organisasi sosial Islam memiliki lebih banyak kesempatan untuk menginduksi proses hukum dan politik, dan kekerasan. Oleh karena itu, memberdayakan organisasi sosial Islam sekaligus menjadikannya sebagai mitra merupa–kan hal pemtimg untuk membangun peradaban yang baik.Kata Kunci: Organisasi sosial Islam, mass media, Islam, kekerasan, hukum dan politi

    Perkembangan Ilmu Komunikasi Islam

    Full text link
    Conducting research towards a knowledge will strengthen the status and the object of scientific study. Cla–rity object of study will make the assessment becomes more focused, while the validity of the source will make the science becomes solid. While the existence of the college will make the science of growing. This article discusses the communication perkembangan Islam, both scientifically and institutionally. The author argues that the building of com–munication science Islam began to develop in the 20th cen–tury. The development is influenced by the development of science communication, especially when the technologies of communication and communication media is growing ra–pidly in line with the needs of human nature as social human.Keywords: Communication sciences of Islam, the development, the object of study, the validity of the source----------------------------------------------------------------------Melakukan Penelitian yang terus menerus terhadap sebuah ilmu pengetahuan akan memperkuat status dan objek kajian ilmu pengetahuan tersebut. Kejelasan objek kajian akan membuat kajian menjadi semakin fokus, sedangkan validitas sumber akan membuat ilmu menjadi kokoh. Sedangkan keberadaan perguruan tinggi akan membuat ilmu semakin berkembang. Artikel ini membahas perkembanagan komunikasi Islam, baik secara keilmuan maupun institusional. Penulis berpendapat bahwa bangunan ilmu komunikasi Islam mulai berkembang di abad ke-20. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan il–mu komunikasi, terutama ketika tehnologi komunikasi dan media komunikasi berkembang pesat seiring dengan kebu–tuhan fitrah manusia sebagai makhuk sosial.Kata Kunci: Ilmu komunikasi Islam, perkembangan, obyek kajian, validitas sumbe

    Realitas TV Lokal dan Celah Hukum: Studi Kasus Kerjasama Kompas TV dan BCTV Surabaya

    Full text link
    This article discusses the reality of local television after nine years of Law No. 32 of year 2002 on Broadcasting endorsed. Kompas TV cases cooperating with ten local television in the early emergence is one such example, even some of the local television that eventually acquired by private national television that they did have a very strong capital. This paper argues that what Kompas TV in this case is an ingenious attempt to exploit a legal loophole, which on the one hand that what Kompas TV is considered against the rules, on the other hand it is possible or not regulated in detail.Keywords: restructuring law of broadcast, Kompas TV, local broadcast----------------------------------------------------------------------Artikel ini mendiskusikan tentang realitas televisi lokal setelah sembilan tahun UU Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran disahkan pemerintah. Kasus kerjasama Kompas TV dengan sepuluh televisi lokal pada awal kemun-culannya adalah salah satu gambaran bagaimana nasib televisi lokal sesungguhnya, bahkan tidak sedikit televisi lokal yang pada akhirnya diakuisisi oleh televisi swasta nasional yang secara modal memang lebih kuat. Tulisan ini berargumentasi bahwa apa yang dilakukan Kompas TV dalam kasus ini merupakan upaya cerdik memanfaatkan celah hukum yang ada, yakni di satu sisi apa yang dilakukan Kompas TV dianggap menyalahi aturan, tapi di sisi lain hal itu diperbolehkan atau belum diatur secara detail.Kata Kunci: restrukturisasi UU penyiaran, Kompas TV, siaran loka

    Gaya Retorika Da’i dan Perilaku Memilih Penceramah

    Full text link
    This study aims to identify trends of al-Istiqomah congregation in Jambangan Surabaya, in choosing the preachers based on in terms of rhetoric style. This research uses descriptive quantitative method with a sample of 150 through technical questionnaire with Likert scale. The results showed that the al-Istiqomah congregation tend to choose speakers who use recreational style. In addition, the results of this study stated that the vote does not mean happy with all characteristics possessed by the speaker. Most respon–dents said that they choose the speakers with no reason and refused to practice their teachings. While others claimed to like the content of the lectures and actively practice it.Keywords: rhetoric style, preachers, tendency to choose, quantitative method----------------------------------------------------------------------Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecen–derungan jama’ah pengajian al-Istiqomah di Jambangan Surabaya dalam memilih penceramah agama ditinjau dari segi gaya retorikanya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sampel 150 jama’ah laki–laki dan perempuan melalui teknik penyebaran angket dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa jama’ah pengajian al –Istiqomah Surabaya cenderung memilih pen–ceramah yang menggunakan gaya rekreatif. Selain itu, hasil penelitian ini menyatakan bahwa memilih bukan berarti senang dengan segala fitur atau karakteristik yang dimiliki oleh penceramah. Sebagian responden menyatakan asal pilih terhadap penceramah dan enggan mengamalkan materi yang disampaikan olehnya. Sedangkan lainnya mengaku suka dengan isi ceramah dan giat mengamalkannya.Kata Kunci: gaya retorika, penceramah agama, kecenderungan memilih, metode kuantitati

    Jurnalisme Sastra dan Dakwah Islam: Analisis Rubrik ‘’Nganal-Kodew’’ Radar Malang

    Full text link
    'Nganal-Kodew' is a column in the Radar Malang. This phrase means 'lanang-wedok' or male-female, which is a typical of Malang phrase. The high rate of divorce in Malang is the main factor behind the presence of this column. The problem of divorce, infidelity and domestic violence became the main theme. This article discusses how to Radar Malang educates people through the rubric of 'Nganal-Kodew'. This study suggests that presenting domes–tic problems through literary journalism plays an important role in educating people. To draw attention to the readers, the language used in the rubric is figurative and the depictions used have the element of human touch (touch human curiosity).Keywords: Rubric nganal-kodew, literary journalism, media of dakwah----------------------------------------------------------------------‘Nganal-Kodew’ merupakan rubrik di Koran Radar Malang. Frase ini berarti ‘lanang-wedok’ atau laki-perem–puan, yang sekaligus frase khas Malang. Tinggiya tingkat perceraian di Malang meupakan faktor utama yang melatar–belakangi lahirnya rubrik ini, Problem perceraian, perseling–kuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga menjadi tema utamanya. Tulisan ini membahas bagaimana cara Radar Malang mengedukasi masyarakat Malang melalui rubrik ‘Nganal-Kodew’ tersebut. Hasil studi ini menyatakan, bahwa cara penyajian problem rumah tangga melalui jurnalisme sastra memainkan peran penting dalam mengedukasi masyarakat. Sebagai rubrik yang tujuannya ingin mewarta–kan pesan tertentu kepada khalayak, ia dilengkapi penggu–naan bahasa figuratif dan penggambaran menarik perhatian pembaca dengan cara dibubuhi unsur human touch (sen–tuhan rasa penasaran manusia).Kata Kunci: Rubrik nganal-kodew, jurnalisme sastra, media dakwa

    Kritik Nalar Agama dalam Film Tanda Tanya (‘?’)

    Full text link
    This article deals with the meaning of religious pluralism in the cinema Film Tanda Tanya (Movie of Question Mark'?'). Using a semiotic approach and genre analysis, this paper argues that the film directed and produced by Hanung Bramantyo can be categorized as a critical-reconstructive religious genre offering social critique on the communication of religious life in Indonesia, which is often tinged with terror. In addition, the film also seeks to reconstruct religious reasons in a moderate, plural, and tolerant way, so that religious communities can keep themselves away from the trap of religious fundamentalism, which often trigger sectarian conflicts.Keywords: Movie critique, religious reason, genre analysis, semiotic, religious pluralism. ---------------------------------------------------------------------- Artikel ini mendiskusikan makna pluralisme agama dalam film Tanda Tanya “?”. Melalui pendekatan semiotik dan analisis genre, tulisan ini berpendapat bahwa film besutan Hanung Bramantyo ini, termasuk genre religi kritis-rekonstruktif, yang menawarkan kritik sosial atas komunikasi kehidupan beragama di Indonesia yang kerap diwarnai dengan aksi terror. Selain itu, film ini juga berupaya merekonstruksi nalar agama masyarakat yang skriptural-tekstualis agar terlepas dari jebakan fundamentalisme agama, yang kerap memicu terjadinya konflik antar umat beragama.Kata Kunci: kritik nalar agama, makna relasional, analisis genre, semiotik, pluralism agam

    Hermeneutika Gadamer Sebagai Teknik Analisi Pesan Dakwah

    Full text link
    This article discusses Gadamer's hermeneutics to understand and analyse the messages of Da’wa, including the rational importance of interconnection and integration between hermeneutic theories developed in the West and in Islamic world, especially regarding to the message of Da’wa in Islamic communication. In addition, the principal key issues to be addressed in this article are related to how the development of hermeneutic itself. The author argues that Gadamer's hermeneutics Ricoeur approach applied in the Islamic communication is able to be an alternative to delivering a message of Da’wah that is open, inclusive and constructive.Keywords: hermeneutics, Gadamer Ricoeur, analytical techniques, message of da’wa----------------------------------------------------------------------Artikel ini membahas tentang hermeneutika Gadamer untuk memahami dan menganalisis pesan dakwah, termasuk rasional pentingnya interkonneksi dan integrasi antara teori-teori hermeneutika yang berkembang di Barat dan khazanah keilmuan Islam, khususnya menyangkut pesan dakwah dalam komunikasi Islam. Selain itu, pokok perma–salahan utama yang akan dijawab dalam artikel ini adalah terkait dengan bagaimana perkembangan pemikiran herme–neutik itu sendiri. Penulis berpendapat bahwa pendekatan hermeneutika Gadamer Ricoeur yang diaplikasikan dalam komunikasi Islam ternyata dapat menjadi sebuah alternatif penyampaian pesan dakwah yang terbuka, inklusif dan mengandung pesan yang membangun.Kata Kunci: hermeneutika, Gadamer Ricoeur, teknik analisis, pesan dakwa

    Dakwah Kolaboratif: Model Alternatif Komunikasi Islam Kontemporer

    Full text link
    Proselytizing activities in Indonesia have been predominantly based on two approaches, structural and cultural. This article discusses the synergy of the two main–stream approaches, which can be called a collaborative method in proselytizing. It argues that this collaborative approach is able to cover up the weaknesses of the dicho–tomy in structural and cultural propagation. In addition, this collaborative approach can be made use of to deal with different kinds of society; all the more so as lately fundamentalists conduct aggressive movements, challe–nging moderate Islam in this country. The collaborative approach is expected to be an alternative option for optimizing the out-put of proselytizing.Keywords: collaborative proselytizing, structural and cultural approaches, synergy.--------------------------------------------------------------------------Aktivitas dakwah di Indonesia saat ini didominasi oleh dua pendekatan, yakni struktural dan kultural. Artikel ini membahas sinergi dua mainstream pendekatan ter–sebut, yang disebut dakwah kolaboratif. Tulisan ini ber–pendapat bahwa pendekatan dakwah kolaboratif mampu menutupi kelemahan pendekatan struktural dan kultural yang dilakukan secara dikotomis. Selain itu, dakwah kolaboratif dianggap lebih mampu masuk ke seluruh ranah masyarakat. Apalagi belakangan ini kelompok fundamen–talis melakukan gerakan-gerakan agresif yang mengkha–watirkan keberlangsungan penyebaran paham Islam moderat di negeri ini. Pendekatan dakwah kolaboratif ini diharapkan mampu menjadi pilihan alternatif untuk optimalisasi out-put dakwah.Kata Kunci: dakwah kolaboratif, pendekatan structural dan kultural, sinergi

    Review Buku: Menjadi Public Speaker Muslim yang Andal

    Full text link
    Public Speaking atau berbicara di depan umum adalah bagian yangtidak lepas dari perjalan peradaban umat manusia, Oleh karenanya dalam sejarahnya, public speaking merupakan sesuatu yang sangat berperan penting dalam mengubah keberadaan peradaban manusia. Betapa tidak, kekuatan para orator dalam berbicara di depan umum telah mampu mengubah mood, kondisi psikologis dan pada akhirnya mampu memengaruhi pikiran dan mengubah perilaku para audien. Hitler misalnya, ia telah mampu mengubah tatanan peradaban dunia dengan kebijakan tangan besinya yang tergambar dari setiap orasinya yang berkobar-kobar

    Intervensi New Media dan Impersonalisasi Otoritas Keagamaan di Indonesia

    Full text link
    The article discusses the impact of new media on the shift of religious authority in Indonesia. It argues that the development of new media (internet) has shifted the traditional religious authority to more impersonal media such as books, websites, blogs, and the like. Furthermore, progressiveness and openness of the new Media also have supported the acceleration on the so called “Ulama rejuve–nation”. This is due to the fact that, due to such shift (the religious power shifting), a person does not necessarily graduate from pesantren to be Muslim clerics or Ulama. In addition, the shift of religious authority also has contribu–ted to the loosening filter for the emergence of a wide variety religious intereptations that, to some extent, go uncontrolled without limitation.Keywords: new media, religious authority, impersonal media----------------------------------------------------------------------Artikel ini mendiskusikan dampak new media pada pergeseran otoritas keagamaan di Indonesia, dan berpendapat bahwa seiring perkembangan teknologi in–formasi, internet telah memudarkan otoritas keagamaan tradisional dan bergeser pada pada media impersonal, se–perti buku, website, blog, dan sejenisnya. Progresifitas dan keterbukaan new media juga mendorong percepatan pro–ses ”peremajaan ulama” yang tidak mensyaratkan bahwa ulama harus lulusan dari pesantren. Selain itu, intervensi new media memungkinkan percepatan merebaknya pema–haman ”liar” yang sangat berbeda dari arus mainstream. Arus pertumbuhan new media ini tentunya semakin memencarnya fatwa-fatwa keagamaan tanpa batas-batas yang jelas.Kata Kunci: new media, otoritas keagamaan, media impersona

    152

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Komunikasi Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇