Jurnal Komunikasi Islam
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
Fesyen Melalui Media Massa sebagai Pemaknaan Simbolisasi Produk Sosial di Kalangan Remaja Muslim
The process of communication in the consumer culture serves to satisfying needs and delivery of meaning. Due to the changing times, the patterns of communication in relation to the meets of human needs are also changing, so is the goal complicated The phenomenon that frequently arises is the communication through advertising. Advertising is a communication process that is intended to express the mes–sage and image that can give meaning to the products. On the other hand, this process also serves to be a facilitator in the process of exchange of meaning that occurs in social communication. This study focuses on the fashion products. In this context, this research, the domain of social communi–cation, serves to explain social interactions that occur during the process of following these developments, including the social meaning of the symbol of the products.Keywords: social product, meaning, advertising----------------------------------------------------------------------Proses komunikasi, dalam budaya konsumen, ber–fungsi untuk pemuasan kebutuhan dan penyampaian makna. Akibat perkembangan jaman, pola-pola komunikasi dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan manusia juga ber–ubah, sehingga tujuannya kian kompleks. Fenomena yang sering muncul adalah komunikasi melalui periklanan. Per–iklanan adalah proses komunikasi yang bertujuan untuk mengungkapkan pesan dan citra yang dapat memberikan makna terhadap produk. Di sisi lain, proses ini juga ber–fungsi untuk menjadi fasilitator dalam proses pertukaran makna yang terjadi dalam komunikasi sosial. Dalam peneli–tian ini produk yang menjadi fokus perhatian pembahasan adalah produk fesyen. Penelitian dalam domain komunikasi sosial dalam konteks ini berfungsi untuk menjelaskan inte–raksi-interaksi sosial yang terjadi selama proses mengikuti perkembangan tersebut. Pada gilirannya hal ini juga terkait dengan proses pemaknaan simbol sosial produk itu sendiri.Kata Kunci: produk sosial, pemaknaan, ikla
Peran Jurnalisme Islam di Tengah Hegemoni Pers Barat dalam Globalisasi Informasi
In the information age today, Muslims are faced with the dominant Western media, which sometimes biased in informing the world of Islam. This condition seems to require Muslim communities to create alternative media to provide correct information about Islam and the information based on Islamic values. Thus Islam journalism will play a significant role in the global information.Keywords: Islamic jurnalisme, hegemony, globalization----------------------------------------------------------------------Di era informasi saat ini masyarakat Muslim dihadapkan dengan dominasi media Barat yang kadangkala bias dalam melakukan pemberitaan dunia Islam. Kondisi ini sepertinya menuntut masyarakat Muslim untuk menciptakan media alternatif untuk memberikan informasi yang benar tentang Islam dan berdasarkan nilai-nilai Islam. Diharapkan jurnalisme Islam akan memainkan peran penting dalam dunia informasi global.Kata Kunci: jurnalism Islam, hegemoni, globalisas
Campus Radio Against Conflict: The Case Study in The University of Peshawar
This study deals with the role of Campus Radio (CR) of Peshawar University in Pakistan both to on campus community and off campus community related to the cases following the 9/11 such as terror and incident toward the cause of the ousted Afghan Taliban militant. The study uses qualitative research method to provide relevant information based on the actual participation, observations, and direct interviews of the researcher. Pashto language programs overcome the rupture caused by terrorism through suturing the past to the present. This “linking strategy” provides cathartic opening for the off-campus community, helping them to question temporal realities-radicalism and terrorism.Keywords: Campus radio, Peshawar university, conflict, qualitative method----------------------------------------------------------------------Studi ini membahas peran Radio Kampus, Universitas Peshawar, Pakistan bagi komunitas di dalam dan komunitas di luar kampus terkait dengan insiden terguling–nya militan Afghanistan dan kasus-kasus teror setelah peris–tiwa serangan 9/11. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memberikan informasi yang relevan berda–sarkan partisipasi langsung, pengamatan, dan wawancara. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa program bahasa Pashto menyelesaikan problem yang disebabkan oleh tero–risme melalui menghubungkan masa lalu dengan masa kini, yang disebut dengan “linking strategy”. Strategi ini membe–rikan ruang katarsis bagi masyarakat luar kampus, serta membantu mereka untuk mengkritisi realitas radikalisme dan terorisme yang ada.Kata Kunci: Radio kampus, Universitas Peshawar, konflik, metode kualitati
Kartun Humor dan Misi Dakwah dalam Media Cetak
This article discusses the gag cartoon in the study of proselytizing. The mass media has a particular rubric for the readers to share their best works of Cartoons. The paper argues that jokes-based Cartoons develop significant values for the proliferation of moral and spiritual messages. For this purpose, these Cartoons should comply with, at least, two principles. First, the Cartoons are deliberately created through the solemn contemplation relying on divine values. Second, the Cartoons are presented within the confines of, and in line with, educational purposes. Both principles maintain the quality of humor in accordance with ethical and aesthetic criteria.Keywords: cartoon humor, proselytizing, print media----------------------------------------------------------------------Paper ini mengulas kartun humor (gag cartoon) dalam kajian dakwah. Seorang kartunis yang bertanggung jawab sadar bahwa karya yang lahir dari tangannya harus memiliki nilai-nilai manfaat. Pertama, karya tersebut sengaja diciptakan melalui kontemplasi yang khusyuk bersandar pada nilai-nilai Ilahiyah. Kedua, kelucuan kartun yang dihadirkan harusnya dalam batas-batas yang edukatif. Kedua hal tersebut untuk menjadikan kualitas humor senantiasa sehat jika dilihat dari humor kriterium etis dan dikategorikan sebagai humor meninggi dalam kriterium estetisnya.Kata Kunci: kartun humor, dakwah, media cetak
Badan Silaturrahmi Ulama Madura (BASRA): Dakwah Multi Fungsi
This article examines the proselytizing model of BASRA after the Bridge Surabaya-Madura was built. BASRA as a forum of Muslim preachers has an important role in conducting anticipatory actions towards the effects of industrialization in the aftermath of the establishment of the bridge. This paper explores changes of proselytizing model within BASRA from the so-called cultural ways to structural approaches, and from the normative pattern of Islamic teachings transformation to practical model.Keywords: proselytizing model, forum of Muslim preachers, structural domain, practical politics----------------------------------------------------------------------Artikel ini membahas Model Dakwah Badan Silaturrahmi Ulama Madura (BASRA) after paska dibangun-nya Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). BASRA sebagai lembaga yang berisikan para da’i mempunyai peran penting dalam melakukan tindakan antisipatif atas efek industrialisasi paska terbangunnya jembatan Suramadu. Tulisan ini mengulas perubahan model dakwah pada BASRA, yakni dari model kultural menuju dakwah struktural; dari pola transformasi ajaran Islam yang normatif menjadi praksis. Argumentasi yang substansial atas mobilitas sebagian para Ulama BASRA ke ranah struktural atau terlibat pada politik praksis adalah demi efektivitas dan sinergitas dakwah.Kata Kunci: model dakwah, BASRA, forum ulama, strategi transformasi, politik prakti
Trendsetter Komunikasi di Era Digital: Tantangan dan Peluang Pendidikan Komunikasi dan Penyiaran Islam
The increasing penetration of so-called new media has undermined the global boundary, giving rise to the liberalization of information. This reality results in the rise of the era of the information society, and has led people across the world, including Muslims in Indonesia, to deal with the demands of the era. Therefore, attempts to create strategies to take benefits from those new media and to reduce their negative impacts are important. This paper discusses the challenges and opportunities of Islamic communication in the midst of today's digital era. Central to this analysis are kinds of communication trendsetter among Muslims in this country.Keywords: Communication trendsetter, digital era, Islamic communication and broadcast----------------------------------------------------------------------Penetrasi new media (media baru) yang mengglobal seakan meruntuhkan dinding-dinding pembatas dan menjadikannya sebagai sekat liberalisasi informasi. Realitas ini telah membawa masyarakat, termasuk masyarakat Mus-lim di Indonesia masuk ke dalam era masyarakat informasi, sehingga pengendalian yang tepat untuk memanfaatkan new media dan mengeliminir dampaknya menjadi penting. Tulisan ini mendiskusikan tantangan dan peluang komuni-kasi dan peyiaran Islam di tengah-tengah era digital saat ini.Kata Kunci: trendsetter komunikasi, era digital, komunikasi dan penyiaran Isla
Kebenaran Pesan Dakwah
The truth constitutes the object study for centuries. Philosophy, science and religion present as the way to find the truth. However, the truth found by the human beings is miscellaneous depends on the human condition such as circumstances of social-culture surrounding, mindset, as well as the faith. Therefore, there are many theories of truth. In Da’wah, the messages must be the truth, both its existence and content. Similarly, methods and media of Da’wah must walk in the truth, especially the approach to the partner of Da’wah. It may be said that the whole process to Da’wah activities should contain the element of truth.Keywords: Truth, the messages of Dakwah, Islamic philosophy----------------------------------------------------------------------Kebenaran merupakan obyek pencarian manusia selama berabad-abad. Filsafat, ilmu dan agama hadir sebagai jalan manusia untuk menemukan kebenaran. Namun, kebenaran yang ditemukan manusia menjadi beragam sangat tergantung dengan kondisi manusia: keadaan sosial budaya yang melingkupinya, pola pikir, serta keyakinan yang di–anutnya. Karenanya, muncul banyak teori kebenaran. Dalam dakwah, pesan yang disampaikan harus berupa kebenaran, baik eksistensi maupun substansinya. Demikian pula, me–tode dan media dakwah harus berjalan dalam rambu kebenaran, terutama pendekatan kepada mitra dakwah. Boleh dikatakan bahwa seluruh proses sampai akhir aktifitas dakwah harus mengandung unsur kebenaran.Kata Kunci: Kebenaran, pesan dakwah, filsafat Isla
The Integration of Dakwah in Journalism: Peace Journalism
This article discusses the integration of Islam, particularly da’wa, with peace journalism. It argues that Islamic communication is basically peace journalism. Islamic communication consists of tabligh (information), taghyir (so–cial change), khairu ummah (exemplary community), and akhlaq al-karimah (noble behavior, civil society), the purpo–se of which is to perpetuate conflict sensitivity, constructive conflict, and conflict resolution. Muslim journalists can produce articles about Islam to promote Islamic teachings relevant to universal values, including inclusiveness for humanity values which are inclusive. It is important for Muslims to create a platform for sharing information and religious values that can be discussed by audiences.Keywords: Integration of Dakwah in journalism, peace journalism----------------------------------------------------------------------Artikel ini mengulas integrasi Islam, khusunya dakwah, dengan jurnalistik damai (peace journalism). Penulis perpandangan bahwa pada dasarnya, komunikasi Islam adalah jurnalistik perdamaian (peace journalism). Sebab komunikasi Islam terdiri daripada tabligh, taghyir, khairu ummah dan akhlak al- karimah, yang bertujuan untuk membangun kepekaan sosial, perdamaian, dan resolusi konflik. Pula Peace journalism menggambarkan nilai-nilai universal dan inklusif, seperti keadilan, keamanan, kesela–matan, keharmonian, toleransi, hormat kepada semua manusia sebagaimana diajarkan oleh Islam. Oleh karennya, jurnalis Muslim dapat bekerja di media Islam dan meng–hasilkan karya-karya tulisan tentang nilai-nilai Islam yang inklusif. Hal ini penting bagi umat Islam untuk membuat platform untuk berbagi informasi dan nilai-nilai agama yang dapat didiskusikan.Kata Kunci: integrasi dakwah dalam jurnalistik, jurnalistik dama