17604 research outputs found
Sort by
KAJIAN ANALISIS BAHAYA DAN PENGENDALIAN TITIK KRITIS PADA PEMBUATAN KERUPUK MIE DI KABUPATEN KENDAL
Sistem HACCP adalah dapat diterapkan dalam rantai produksi keamanan pangan mulai dari awal produksi hingga akhir produksi berupa bahan baku utama, penanganan, pengolahan, distribusi, pemasaran hingga sampai konsumen. Dalam tingkat keberhasilan penerapan HACCP membutuhkan tanggung jawab penuh dan keterlibatan manajemen serta tenaga kerja yang terlibat dalam suatu rantai produksi pangan. Tingkat keberhasilan penerapan HACCP juga membutuhkan pendekatan tim, tim tersebut harus terdiri dari tenaga ahli yang tepat. Tujuan dari penelitian ini menganalisis bahaya dan pengendalian titik kritis pada pembuatan kerupuk mie di Kabupaten Kendal. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini yang diamati adalah home industri kerupuk mie ‘Raditya’ yang berada di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah terdapat satu tempat penelitian yaitu pada home industri kerupuk mie ‘Raditya’ yang berada di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Hasil penelitian ini bahaya dan titik kendali kritis pada produksi kerupuk mie “Raditya” terdapat potensi bahaya biologi, kimiawi, dan fisik. Bahaya biologi terdapat pada produksi bagian pencampuran dan pencetakan berupa serangga (lalat, kecoa, dll), tikus, peralatan produksi yang terlihat kotor, kontaminasi tangan pekerja. Bahaya kimiawi terdapat pada produksi bagian pengemasan berupa tinta kertas pelebelan. Bahaya fisik terdapat pada pengukusan, penjemuran I, dan penggorengan berupa terpapar debu kayu bakar dan panas, debu kendaraan bermotor, asap rokok dari seorang pekerja. Saran sebaiknya kebersihan perorangan lebih diutamakan lagi seperti penyediaan tempat cuci tangan, kebersihan alat (wadah) dicuci sehabis pekerjaan selesai, sebaiknya peraturan tentang pemakaian APD lebih diperhatikan
TINJAUAN PERBEDAAN KEAKURATAN BERSASARKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KODING DALAM PENENTUAN KODE PENYAKIT RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2017
Kompetensi utama rekam medis adalah menetapkan kode penyakit sesuai ICD-10. Berdasarkan survei awal dari 10 sampel DRM pasien rawat inap, 20% kode tidak akurat, 2 dari 3 petugas koding tugasnya merangkap pada semua URM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap dan pengetahuan petugas koding, serta prosentase keakuratan kode penyakit rawat inap sesuai ICD-10 di RS PKU Muhammadiyah Temanggung triwulan I tahun 2017. Penelitian deskritif kualitatif dengan pendekatan retrospektif dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Populasi penelitian ini yaitu 3 orang petugas koding dan 96 DRM rawat inap triwulan I tahun 2017 berdasar teknik total sampling secara acak. Berdasarkan penelitian, sebagian besar petugas koding tergolong berusia dewasa, perempuan, pengalaman kerja 5-8 tahun, pendidikan terakhir D3 RMIK, tidak pernah mengikuti pelatihan. Sebagian besar petugas mengetahui bab-bab dalam ICD, namun petugas kurang memahami tujuan koding dan ICD-10 (Mr. M 48,49%, Mrs. T 18,18%, Mrs. D 45,45%). Sikap petugas koding sudah mendukung mengenai kode penyakit rawat inap. Petugas menentukan kode dengan langsung menuliskan leadterm pada SIMRS. 89,58% kode penyakit RI akurat. Saran, rumah sakit sebaiknya memberikan pelatihan kepada petugas koding, lebih memperhatikan karakteristik dalam seleksi petugas koding, dan menyediakan ICD-10 manual volume 1 dan 3. Petugas sebaiknya menuliskan kode penyakit rawat inap pada resume medis pasien
Tinjauan Petugas dalam Penggunaan Simbol dan Singkatan Medis Pada Berkas Rekam Medis Terkait Persiapan Akreditasi KARS Rumah Sakit Hj Anna Lasmanah Banjarnegara Tahun 2017
Tinjauan Petugas Dalam Penggunaan Simbol Dan Singkatan Medis Pada Berkas Rekam Medis Terkait Persiapan Akreditasi KARS Rumah Sakit Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Tahun 2017 Keseragaman simbol dan singkatan medis merupakan suatu elemen penilaian dalam standar akreditasi KARS bab Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI), tujuan dari keseragaman adalah menyamakan istilah yang dituliskan sebagai alat komunikasi antar tenaga medis. Penyeragaman juga sebagai upaya dalam persiapan akreditasi sesuai dengan aturan pada MKI.13.Jenis penelitian yang digunakan merupakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dengan teknik wawancara dan observasi. Rancangan yang digunakan dalam pengolahan data dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan subjek yang terdiri dari dokter, perawat, petugas koding, sedangkan objek meliputi dokumen rekam medis milik pasien.Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar petugas sudah memahami apa itu simbol dan singkatan medis. Didapatkan tingkat kepatuhan petugas dalam penggunaan singkatan sebanyak 225 singkatan atau sebanyak 46.49% sedangkan ketidak patuhan petugas dalam penggunaan singkatan sebanyak 259 singkatan atau 53.51%. Sedangkan tingkat kepatuhan petugas dalam penggunaan singkatan obat yang sesuai sebanyak 30 singkatan atau 96.70%, ketidakpatuhan sebanyak 1 singkatan atau 3.30% dan dalam penggunaan simbol sebanyak 137 simbol atau 95.80% sedangkan ketidak patuhan petugas dalam penggunaan simbol sebanyak 6 simbol atau 4.20%.Dalam menangani ketidak patuhan petugas sebaiknya perlu diadakan metode sosialisasi kepada petugas untuk meningkatkan kesadaran dalam penggunaan yang sesuai dengan pedoman rumah sakit, dan rumah sakit harus selalu menuliskan simbol dan singkatan yang baru agar buku selalu diperbaharui untuk persiapan akreditasi kedepan
PELAKSANAAN STANDAR WAKTU PELAYANAN PENYEDIAAN DOKUMEN RAWAT JALAN DI TPPRJ RSUD Dr.RADEN SOEDJATI PURWODADI
Bagian pendaftaran berperan penting dalam menghasilkan informasi kunjungan pasien rawat jalan. Hasil Pengamatan menunjukkan, rata-rata waktu pelayanan pasien lama adalah 35 menit, rata-rata waktu pelayanan pasien baru adalah 30 menit 15 detik. Penyediaan DRM rawat jalan pasien lama tidak sesuai dengan kebijakan Standar Pelayanan Minimal TPPRJ. Pasien mengeluh pada saat pelayanan rawat jalan karena DRM belum sampai ke poliklinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Standar Waktu Pelayanan Penyediaan Dokumen Rawat Jalan di TPPRJ RSUD Dr.R. Soedjati Purwodadi. Penelitian deskriptif dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh petugas TPPRJ. Sedangkan objek penelitian yaitu pelaksanaan standar pelayanan minimalTPPRJ di RSUD Dr.R.Soedjati Purwodadi. Hasil pengamatan di RSUD Dr.R.Soedjati menunjukkan, petugas tertua berusia 45 tahun dan termuda berusia 22 tahun. Terdapat 4 petugas wanita dan 2 petugas pria. Waktu tunggu pasien tercepat adalah 30 menit (46 DRM) dan paling lambat adalah 35 menit (50 DRM). Petugas TPPRJ patuh terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur). Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal DRM rawat jalan belum tercapai karena pengiriman dokumen rekam medis pasien lama > 30 menit belum sampai di poliklinik. Sebaiknya petugas mengevaluasi waktu penyediaan DRM. Perlu ada perbedaan waktu pelayanan antara pasien baru dan lama
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA BERDASARKAN BEBAN KERJA BAGIAN ASSEMBLING DENGAN METODE WISN DI RSU WILLIAM BOOTH SEMARANG PERIODE TAHUN 2017
Berdasarkan survei hanya terdapat 1 petugas assembling di RSU William Booth Semarang yang memiliki tugas pokok untuk meregister DRM masuk dari bangsal, merakit formulir DRM, dan meneliti kelengkapan data DRM. Di bagian assembling sering terjadi penumpukan dokumen yang belum dirakit serta diteliti kelengkapannya Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja di bagian assembling berdasarkan metode WISN di RSU William Booth Semarang tahun 2017. Penelitian deskriptif dilakukan dengan mengobservasi dokumen rawat inap dan wawancara dengan 1 petugas assembling dan 1 kepala rekam medis. Berdasarkan hasil penelitian, petugas assembling telah melakukan tugasnya sesuai dengan tupoksi. Waktu kerja tersedia petugas selama 1 tahun adalah 100.440 menit/tahun. Kuantitas kegiatan pokok per tahun sebanyak 54.126 DRM/tahun. Jumlah standar beban kerja selama 1 tahun sebanyak 772.486 DRM. Berdasar metode WISN jumlah kebutuhan tenaga kerja petugas assembling pada tahun 2017 adalah 9 petugas sehingga dibutuhkan penambahan 8 petugas. Pihak rumah sakit sebaiknya memperhatikan jumlah kebutuhan petugas assembling agar mendapatkan hasil kerja yang efisien dan petugas dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan SOP
TINJAUAN PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI BAGIAN ASSEMBLING TERKAIT DENGAN STANDAR AKREDITASI KARS 2012 MKI 19.4 DI RSUD TUGUREJO SEMARANG
Standar pelayanan minimal adalah tolok ukur yang harus digunakan untuk mencapai mutu pelayanan. Indicator standar pelayanan yang ada di RSUD Tugurejo Semarang adalah 100%. Hasil survey awal pengisian berkas rekam medis pada RM 20 menunjukkan terdapat 20% diagnose yang belum terisi . Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal pengisian berkas rekam medis di Assembling RSUD Tugurejo. Penelitian deskriptif dilakukan dengan observasi, wawancara dan checklist. Jumlah responden adalah 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan, umur responden tertua 50 tahun dan umur termuda 30 tahun, lama bekerja kurang dari 10 tahun 20% (2), kurang dari 20 tahun 20% (2), 30 tahun10% (1). Lulusan SMA 10% (1), D3 60% (6), dan S1 20% (2), jenis kelamin laki-laki 10% (1) dan perempuan 70% (7). Standar pelayanan minimal pengisian rekam medis yaitu 80%. Pelaksanaan standar pelayanan minimal di RSUD Tugurejo yang mencapai target adalah pada bulan November 80,4% dan terendah pada bulan juni 42%. Standar pelayanan minimal yang ada di RSUD Tugurejo belum memenuhi standar. Saran, Standar pelayanan minimal harus ditingkatkan dengan cara menambah jam kerja atau menambah jumlah pegawai, Pelaksanaan SPM yang sudah dilaksanakan harus dipertahankan
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPESERTAAN BPJS PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEBDOSARI KOTA SEMARANG TAHUN 2017
MUHAMAD KHOIRI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPESERTAAN BPJS PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEBDOSARI KOTA SEMARANG TAHUN 2017 xxviii + 56 Hal + 36 Tabel + 2 Gambar Para pasien (ibu hamil) di Puskesmas Lebdosari berasal dari keluarga yang memiliki pekerjaan sektor informal seperti buruh pabrik, petani, pedagang, penambak ikan dan petani. Diantara mereka ada yang memiliki BPJS dari pemberi kerja atau PBI dari pemerintah, namun ada yang belum menjadi anggota BPJS. Kepemilikan kartu BPJS sangat penting untuk pemeriksaan dan pembiayaan jika terjadi risiko kegawatan. Penelitian ini merupakan studi eksplanatori dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data diolah dan dianalisa dengan menggunakan uji statistik fisher exact. Populasi penelitian ini berjumlah 58 orang yang berkunjung di Puskesmas pada bulan Januari sampai april 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kepesertaan BPJS dengan usia (p value 0,005) dengan jumlah anak (p value 0,002). Selain itu tidak ada hubungan dengan tingkat pendidikan (p value 0,775), pendapatan keluarga (p value 0,715), persepsi tentang kerentanan risiko kehamilan dan kelahiran (p value 0,227). Hasil dari kasus ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lebdosari Kota Semarang sebagian besar memperoleh BPJS dari Pemerintah dan Perusahaan tempat bekerja dibanding ibu hamil yang mendaftar mandiri. Sebaiknya dari ibu hamil yang belum memiliki BPJS diharapkan segera mendaftar agar dalam pelayanan pemeriksaan kehamilan dan kelahiran serta pemeriksaan kandungan di puskesmas untuk menghemat biaya
TINJAUAN PENYEBAB KETERLAMBATAN DISTRIBUSI DOKUMEN REKAM MEDIS DITPPRJRSUD Dr. R SOEDATI SOEMODIARDJO KOTA PUWODADI KAB.GROBOGAN TAHUN 2017
Di RSUD Dr. R Soedati Soemodiardjo 6 dari 10 pasien merasa waktu tunggu melebihi perkiraan mereka. Dokumen rekam medis (DRM) terlambat sampai ke poliklinik karena petugas pendistibusian melakukan penumpukan dokumen rekam medis (DRM) di bagian meja pemilahan di dekat loket pendaftaran pasien rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan distribusi dokumen rekam medis di TPPRJ RSUD Dr. R Soedjati Soemodiardjo. Penelitian deskriptif dilakukan dengan mengobservasi alur pendistribusian dokumen rekam medis dan wawancara terhadap 2 petugas TPPRJ, 2 Distribusi dan 2 Filing. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan wawancara, dapat diketahui bahwa petugas TPPRJ, Distribusi dan Filing belum memahami isi dari Protap yang sudah di buat oleh pihak rumah sakit. 6 Petugas menganggap distribusi dokumen rekam medis adalah salah satu tanggung jawab dari bagian TPPRJ dan alur pendistribusian Dokumen Rekam Medis (DRM) yang dilaksanakan oleh petugas juga belum sesuai dengan yang tertulis di dalam Protap. Di bagian distribusi hanya terdapat 2 petugas, sementara rata – rata jumlah kunjungan pasien 400 pasien perhari dan terdapat 17 poliklinik, dan tidak ada troli untuk mengantarkan dokumen ke poliklinik. Kepala Unit Rekam Medis (URM) melakukan sosialisasi isi protap pendistribusian dokumen rekam medis kepada seluruh petugas Unit Rekam Medis (URM). bagian distribusi dokumen rekam medis sebaiknya melakukan distribusi dokumen rekam medis sesuai dengan protap dan menambah troli dan rak untuk memilah dokumen rekam medis
The Representation of Melanie`s Id in Danielle Steel`s Changes
This thesis took the novel Changes written by Danielle Steel (1983) as an object of analysis.Changes is a novel about a woman named Melanie Adams that has to deal with several conflicts and some changes after an unfortunate relationship she has with her ex-husband in the past.The method used in this research is descriptive qualitative. This research is done by applying the structural approach and psychological approach. Structural approach was applied to analyze character, conflict, and setting. While psychological approach was applied to analyze the main character’s personality structures in Changes. The result of this research shows that Melanie, as the main character of Changes, belongs to round and dynamic character. Melanie is described as competent, responsible, desirous, selfish, brave, anxious, and doubtful person. Melanie experiences external conflict against Valerie, Jessica, and Peter and also internal conflict against herself.Melanie’s personality structures are found in Changes, there are id, ego, and superego.From the analysis of Melanie’s personality structures, it is shown that Melanie’s id impulse keeps on pushing her ego to satisfy the id in order to get the desired satisfaction
STRATEGI TINDAK TUTUR AJAKAN MAHASISWA SASTRA JEPANG UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja wujud tuturan ajakan dan strategi ajakan dengan bahasa Jepang oleh mahasiswa Sastra Jepang Universitas Dian Nuswantoro. Pendekatan penelitian dilakukan dengan pendekatan pragmatik, karena penelitian ini membahas tentang tindak tutur langsung dan tidak langsung. Penelitian ini berkaitan dengan pragmatik lintas bahasa karena partisipan untuk memperoleh data merupakan pembelajar bahasa kedua atau bukan penutur asli bahasa jepang. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan teori strategi ajakan Blum Kkulka dan teori pendukung lainnya, kemudian hasil dipaparkan dengan metode kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Sastra Jepang Udinus menggunakan tuturan ajakan tidak langsung berbasis penutur dan ajakan tidak langsung berbasis pendenga, dalam tuturan ajakan tidak langsung berbasis pendengar ditemukan tiga jenis tuturan berupa formula saran, kemungkinan dan kesediaan. Di dalam percakapan ajakan ditembukan rangkaian tindak tuturan yang dikategorikan ke dalam pra-invite, invite, dan post-invite