17604 research outputs found
Sort by
TINJAUAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA PENETAPAN KODE PENYAKIT NEOPLASMA PADA KODER DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG PADA TRIWULAN I TAHUN 2017
RSUP dr. Kariadi Semarang adalah rumah sakit di Jawa Tengah yang bertipe A. Rumah sakit ini dinilai cukup baik dalam melaksanakan rekam medis. Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan, dari 20 dokumen rekam medis rawat inap dengan kasus neoplasma ditemukan 30% dokumen yang tidak lengkap karena belum menyertakan kode morfologi dan 70% dokumen yang sudah lengkap. Hal ini dapat menyebabkan tidak akuratnya kode yang bisa berdampak tidak lengkapnya data sistem informasi, begitu pula pada aspek pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tinjauan faktor - faktor yang berhubungan dengan tata cara penetapan kode penyakit neoplasma pada koder di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada triwulan I tahun 2017? Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Metode yang digunakan yaitu metode observasi. Populasi penelitian adalah 32 koder. Dengan sampel sebanyak 28 koder. Hasil penelitian yaitu karakteristik koder sebesar 60,7% berumur 20-40 tahun, 85,7% berjenis kelamin perempuan dan koder rata-rata bekerja <5 tahun, 100% belum pernah mengikuti pelatihan koding. Pengetahuan koder 50% baik, dan 60,7% bersikap baik. Dari 28 koder terdapat 21,4% tidak mencari leadterm, 28,6% tidak melihat perangai, 39,3% tidak melihat sifat tumor. Saran memberikan pelatihan kepada petugas koding khususnya tentang koding bab neoplasma untuk menambah pengetahuan dan memperbarui ilmu
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK SAFETY RIDING PADA PENGENDARA OJEK ONLINE DI KOTA SEMARANG TAHUN 2017
Safety Riding adalah cara yang aman dan harus dimiliki oleh semua pengendara. Safety Riding bagi pengendara ojek online sangat penting karena pengendara ojek tak hanya memikirkan keselamatan dirinya namun mereka juga harus memikirkan keselamatan penumpang tidak mengakibatkan terjadinya kecelakaan ataupun meminimalkan risiko apabila terjadi kecelakaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan praktik safety riding pada pengendara ojek online Semarang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden dengan mengunakkan teknik accidential sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diolah dengan menggunakan uji rank spearman . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ( p = 0,000), sikap ( p = 0,000), dukungan keluarga ( p = 0,000), dan perilaku rekan kerja ( p = 0,000) terhadap praktik safety riding pada pengendara ojek online di kota Semarang. Pengendara ojek online diharapkan untuk tidak menggunakkan handphone pada saat berkendara, pengendara ojek online diharap berhenti dan menepi sejenak pada saat menggunakan handphone. Pengendara ojek online disarankan untuk lebih meningkatkan praktik safety riding untuk mencegah terjadinya kecelakaan ataupun menimalkan terjadinya keparahan apabila terjadi kecelakaan
TINJAUAN PROSEDUR PENGELOLAAN PENGABADIAN DRM DI RSUD AMBARAWA TAHUN 2017
ABSTRAK SITI NADYA IMANIA TINJAUAN PROSEDUR PENGELOLAAN PENGABADIAN DRM DI RSUD AMBARAWA TAHUN 2017 RSUD Ambarawa sedang melakukan kegiatan pengelolaan pengabadian. Terdapat 3 petugas, di RSUD hanya memiliki satu alat scanner dan rak untuk menyimpan dokumen terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengabadian DRM di RSUD Ambarawa tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Variabel penelitiannya sistem penyimpanan, sistem penomoran, sistem penjajaran DRM aktif dan inaktif, daftar JRA yang berlaku, alur dan prosedur retensi dan pemusnahan, tatacara dan penetapan prosedur nilai guna, tatacara dan prosedur pengabadian. Pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Subjek penelitian ini 3 petugas filing dan kepala rekam medis, objeknya DRM Inaktif. Hasil penelitian di RSUD Ambarawa menunjukkan sebelum dilakukan pengabadian, DRM dihitung dari tanggal kunjungan terakhir pasienuntuk berobat kembali. DRM yang sudah diretensi disimpan pada rak inaktif. DRM yang telah 2 tahun inaktif kemudian dipilah berdasarkan nilai guna. Kemudian DRM yang bernilai guna di abadikan dengan cara di scan, kemudian di simpan kembali di rak inaktif. DRM yang tidak bernilai guna dilakukan pemusnahan oleh pihak ketiga dan disaksikan oleh bagian manajemen, dokter dan perawat senior. Saran kepada RSUD Ambarawa, sebaiknya dibuat jadwal khusus untuk pemusnahan DRM dan perlu dibuat SOP pengabadian DRM untuk menjadi dasar pelaksanaan pengabadian DRM
TINJAUAN SIKAP PETUGAS KODER DALAM MENETAPKAN KODE DIAGNOSA PENYAKIT SESUAI DENGAN KAIDAH ICD-10 DI RSUD Dr R. SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI KAB.GROBOGAN TAHUN 2017
Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2017 ABSTRAK OKI ADIDANU FERGIANSAH TINJAUAN SIKAP PETUGAS KODER DALAM MENETAPKAN KODE DIAGNOSA PENYAKIT SESUSAI DENGAN KAIDAH ICD-10 DI RSUD Dr. R SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI KAB.GROBOGAN TAHUN 2017 Seorang perekam medis harus mampu menentukan dan menganalisa kode penyakit yang meliputi kode primer, sekunder,komplikasi dan tindakan berdasarkan diagnosa yang telah ditulis oleh dokter pada resume medis. Keakuratan kode penyakit bergantung pada kompetensi seorang koder, tingginya beban kerja tenaga koder dapat berpengaruh pada kualitas koding dan juga kepatuhan koder terhadap kaidah ICD-10. Penelitian deskriptif dilakukan dengan metode survei menggunakan pendekatan Retrospektif. Pengumpulan data melalui pengamatan langsung proses koding (penentuan kode diagnosa) oleh koder dengan berpedoman pada SOP koding, sarana dan prasarana yang digunakan untuk membantu proses koding di RSUD Dr.soedjati Soemodiardjo Purwodadi. Berdasarkan 8 aspek SOP koding di RSUD Dr. R soedjati Soemodiardjo purwodadi yang diamati pada 8 petugas koder, 75% petugas patuh terhadap SOP (Standart Operasional Prosedur) koding . 25% petugas tidak patuh terhadap SOP (Standart Operasional Prosedur) koding. Saran, perlu adanya pelatihan koding khususnya bagi tenaga koder yang belum pernah mengikuti pelatihan koding, menghimbau petugas koder agar mematuhi SOP (Standart Operasional Prosedur) di unit koding RSUD Dr.Soedjati Soemodiardjo Purwodadi. Menyediakan ICD-10 versi terbaru, petugas koder harus tetap menentukan kode berdasarkan ICD-10, meskipun petugas koder sudah hafal kodenya. Daftar pustaka = 15 (1984-2013
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEDISIPLINAN PEKERJA DALAM PENGGUNAAN APD DI PT. PLN (PERSERO) RAYON NGAWI
Kecelakaan kerja masih menjadi hal yang sering terjadi karena angkanya yang terbilang masih tinggi. Kecelakaan kerja bisa terjadi di semua bidang antara lain di bidang kontruksi bangunan maupun di bidang perindustrian. Diperkirakan 2,3 juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK). Lebih dari 160 juta pekekrja menderita penyakit kibat kerja dan 313 juta pekerja mengalami kecelakaan non-fatal per tahunnya. PT.PLN (Persero) Rayon Ngawi adalah salah satu perusahaan kelistrikan yang berisiko kecelakaan ringgi. Kecelakaan tersebut bisa dipengaruhi salah satunya oleh penggunaan alat pelindung diri yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan pekerja dalam penggunaan APD di PT.PLN (Persero) Rayon Ngawi. Dalam penelitian ini jenis penelitin yang digunakan adalah kuantitatif dimana data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik. Populasi peneitian di PT.PLN (Persero) Rayon Ngawi adalah pekerja lapangan yang berjumlah 20 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu semua anggota dari populasi dijadikan sampel penelitian.Jadi jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 20 orang dari seluruh jumlah pekerja lapangan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan spss16 dengan uji pearson Rank Spearmen untuk mengetahui hubungan antar variabel dan sebeapa kuat hubungan tersebut dengan melihat koefisien relasinya. Hasil dari uji Rank Spearmen menunjukkan menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pekerja tentang penggunaan APD (p=0,802), pengawasan K3 dan safety talk (p=0,690) dan kedisiplinan pekerja dalam penggunaan APD(p=0,655) dengan (p= > 0.05) Saran untuk pengawas K3 mengadakan program Reward and Punishment untuk meningkatkan kedisiplinan pekerja. Meningkatkan pelaksanaan safety talk agar lebih efektif untuk membangun kedisiplinan penggunaaan APD para pekerja
HUBUNGAN HYGIENE PERORANGAN DAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN GANGGUAN KULIT PADA PEKERJA UD.PS PINDANG JUWANA PATI TAHUN 2017
PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2017 ABSTRAK CATUR YUNITA WULANDARI HUBUNGAN HIGIENE PERORANGAN DAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KELUHAN GANGGUAN KULIT PADA PEKERJA UD.PS PINDANG JUWANA PATI xviii + 57 hal + 15 tabel + 8 gambar + 7 lampiran Higiene perorangan sebagai salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna mempertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu higiene personalnya jika tidak dapat melakukan perawatan diri. Juwana sebagai tempat pemindangan ikan terbesar yang terletak di kabupaten Pati. Proses Pemindangan yang di mulai dari pencucian ikan, penataan ikan, pengikatan ikan hingga perebusan ikan. Pekerja tidak memperhatikan higiene perorangan dan alat pelindung diri guna melindungi diri dari penyakit akibat kerja. Tujuan dari Penelitian adalah mendeskripsikan adanya hubungan higiene perorangan, alat pelindung diri dengan gangguan kulit. Jenis penelitian adalah observasional dengan menggunakan rancangan studi potong lintang (cros-sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian pengemasan UD.PS Pindang Juwana Pati sebanyak 98 pekerja. Analisis data menggunakan uji univariat,bivariat,validitas,reliabilitas dan normalitas. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara higiene peorangan dengan gangguan kulit p value 0,027 <0,05 dengan kekuatan koefisien korelasi lemah yaitu 0,312 .Tidak ada hubungan alat pelindung diri dengan gangguan kulit p value 0,108 <0,05 dengan kekuatan koefisien korelasi lemah 0,230. Bagi pekerja memperhatikan pentingnya kebersihan tangan dan kaki, pentingnya pemakaian Apd. Bagi pemilik usaha menyediakan air bersih, menyediakan sabun, tempat cuci tangan dan kaki, apd yang tahan terhadap air. Kata Kunci : higiene, apd, gangguan kulit Kepustakaan 14 buku ( tahun 2000-2014
EVALUASI PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA MAKANAN PASIEN RAWAT INAP DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUMAH SAKIT X KOTA SEMARANG TAHUN 2016
PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2017 ABSTRAK DEWI HIDAYATUL HASANAH EVALUASI PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA MAKANAN PASIEN RAWAT INAP DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUMAH SAKIT X KOTA SEMARANG TAHUN 2016 CCLI + 164 + 18 Tabel + 24 Gambar +5 Lampiran Penyakit infeksi nosokomial merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia, infeksi nosokomial disebabkan oleh bakteri berbahaya yang terdapat pada makanan dan minuman yang disediakan oleh rumah sakit. Berdasarkan survey awal yang telah dilakukan, didapatkan data Laporan Kejadian Infeksi Nosokomial di ruang rawat inap Rumah Sakit X Kota Semarang dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2015 mengalami peningkatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana evaluasi penerapan HACCP pada makanan pasien yang sedang menjalani rawat inap sudah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) atau belum. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan sampel sumber data adalah Purposive Sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan metode triangulasi (observasi, wawancara dan studi dokumentasi). Variabel penelitiannya adalah penerapan HACCP pada makanan pasien rawat inap di Rumah Sakit X Kota Semarang. Instrument penelitian menggunakan panduan wawancara, lembar checklist observasi dan alat perekam. Subjek penelitian (informan key) yaitu 8 orang karyawan bagian pengolahan makanan sedangkan informan crosschecknya adalah kepala instalasi gizi dan 4 orang karyawan bagian pramusaji. Data yang didapatkan dari observasi, wawancara dan studi dokumentasi dikumpulkan dan disatukan (digabung) kemudian dibandingkan dengan SOP. Hasil penelitian ini menunjukkan karyawan instalasi gizi sudah melakukan penerapan 7 prinsip HACCP dengan baik karena sudah sesuai dengan SOP yang digunakan kecuali pada prinsip ke 7 belum sesuai dengan SOP yang digunakan yaitu prinsip menetapkan dokumentasi dan belum pernah ada pelatihan HACCP pada prinsip prinsip ke 2 yaitu menentukan Titik kendali kritis (TKK). Berdasarkan penelitian diatas sebaiknya diadakan pelatihan mengenai HACCP untuk juru masak dan pramusaji, supaya mereka memahami dan mengetahui bagaimana Prinsip HACCP untuk pengolahan makanan, dikarenakan mereka yang terlibat langsung dengan Penerapan 7 Prinsip HACCP di instalasi gizi
Analisis Kesalahan Penggunaan Teineigo Studi Kasus Mahasiswa Sastra Jepang Tingkat 3 Angkatan 2012 Universitas Dian Nuswantoro
Penelitian ini meneliti tentang kesalahan penggunaan teineigostudi kasus mahasiswa sastra Jepang tingkat 3 angkatan 2012 Universitas Dian Nuswantoro. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena kesalahan penggunaan teineigo yang muncul pada mahasiswa saat menggunakan bahasa Jepang dengan bahasa sopan atau teineigo. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa audio rekaman percakapan mahasiswa dengan dosennya. Data dianalisis berdasarkan karakter dari teineigo dengan pembanding futsuugo. Hasil dari penelitian ini adalah dari data percakapan 21 mahasiswa, ditemukan fenomena kesalahan penggunaan teinego sebanyak 124 bentuk kesalahan yaitu kesalahan berupapredikat nomina sebanyak 81, kesalahan berupapredikat verba sebanyak 7, kesalahan berupa predikat kata sifat ‘I’ sebanyak 2, kesalahan berupa predikat kata sifat ‘Na’ sebanyak 1, kesalahan berupa konjungsi sebanyak 1 , kesalahan berupa yes or no Q & A sebanyak 32
TRANSLATION TECHNIQUES OF BATMAN’S UTTERANCES IN BATMAN Vs SUPERMAN: DAWN OF JUSTICE MOVIE SUBTITLE
This thesis is entitled “Translation Techniques of Batman’s Utterances in Batman vs Superman: Dawn of Justice Movie Subtitle”. This thesis aims to find the translation techniques of Batman’s utterances in Batman vs Superman: Dawn of Justice Movie. The data is English in the source language and Indonesian the target language to be analyzed. This research used descriptive qualitative method in analyzing and describing the translation technique that are used in Batman’s utterances in Batman vs Superman: Dawn of Justice Movie. The researcher analyze the data by following many steps, first is selecting the data, second is identifying the data, third is classifying the data, fourth is describing the data, and fifth is drawing the conclusion. Based on the analysis, the researcher found 170 utterances of Batman’s utterances in Batman vs Superman: Dawn of Justice movie that contains 11 types of translation techniques. The result shows that there are 43 (25.29%) data using Literal translation technique; 29 (17.05%) data using Amplification technique; 28 (16.47%) data using Reduction technique; 19 (11.18%) data using Calque technique; 15 (8.82%) data using Discursive Creation technique; 13 (7.64%) data using transposition technique; 8 (4.70%) data using Description technique; 5 (2.94%) data using Generalization technique; 5 (2.94%) data using Linguistic Compression technique; 4 (2.36%) data using Modulation technique; and 1 (0.58%) data using Borrowing technique. Literal translation is the technique that was mostly used by the translator to translate Batman’s utterances by adjusting them in the structure of the target language. The process of translating the text word for word will make the audiences easier to catch the idea of the text that delivered from the movie. Furthermore, Borrowing has the least frequency of usage, that is 0.58% in translating Batman’s utterances because there is only one utterance that was purely translated without any change by the translator
TRANSLATION QUALITY ASSESSMENT OF TECHNICAL TERMS ON A NOVEL THE MARTIAN BY ANDY WEIR
The study entitled Translation Quality Assessment of Translated Novel The Martian by Andy Weir. The objective of this study is to describe the translation quality assessment of the technical term on translated novel The Martian by Andy Weir in term of accuracy, acceptability and readability. The data of this research were collected by selecting 100 data from The Martian novel by Andy Weir and its translation as primary data and questionnaire to the three raters and three respondents as secondary data. In The Martian and its translation, there are only 100 sentences containing technical terms. Based on the research finding, there are 51 (51%) data are accurate, 38 (38%) are less accurate, and 11 (11%) are inaccurate. The translation of The Martian novel by Andy Weir are acceptable. There are 64 (64%) data are acceptable, 30 (30%) are less acceptable, and 6 (6%) are unacceptable. Mostly, the translation of The Martian novel by Andy Weir are readable. The 56 (56%) data are readable, 42 (42%) are less readable, and 2 (2%) are unreadable. In conclusion the technical terms of the novel in term of accuracy only half accurate ,half acceptable and half readable.The translator should more concern on translate the technical terms or terminologies in the novel. The translator should not only focus on the accuracy of the translation of technical terms, but also other important aspects such as acceptability and readability of its technical terms. This research hopefully can be one of the source of information for other researchers who want to conduct further research about translation quality assessment