Universitas Dian Nuswantoro

Udinus Repo
Not a member yet
    17604 research outputs found

    STRATEGI PEMASARAN PENJUALAN PRODUK PAKAIAN BATIK PADA NGESTI PANDOWO MENGGUNAKAN ANALISA SWOT DAN MATRIKS BCG

    No full text
    Ngesti Pandowo merupakan home industry yang bergerak dalam bidang produksi sekaligus penjualan kain batik maupun pakaian batik jadi yang beralamat di Kp. Batik Gedong 429 Semarang. Motif batik yang dijual pada Ngesti Pandowo sebagian besar merupakan batik motif khas “Semarangan” karena letaknya yang berada dalam area Paguyuban Balai Kampung Batik Semarang. Seiring tuntutan jaman, Ngesti Pandowo juga menjual batik-batik khas daerah lain diantaranya batik Solo, Madura, Lasem, Pati, Pekalongan dan masih banyak lagi. Banyaknya home industry lain yang bergerak di bidang penjualan batik mengakibatkan omset penjualan batik Ngesti Pandowo mengalami penurunan 10,4%. Persaingan antar penjual batik yang semakin ketat menuntut manajemen Ngesti Pandowo untuk dapat mengantisipasi timbulnya ancaman-ancaman dari pesaing serta mampu memanfaatkan peluang dan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, Ngesti Pandowo perlu memperhatikan dua faktor pokok dalam perusahaan yaitu faktor eksternal maupun faktor internal. Faktor eksternal merupakan faktor yang tidak dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan, sedangkan faktor internal dapat dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan untuk mengoptimalkan volume penjualan yang sepenuhnya berada pada kendali perusahaan. Untuk menganalisis faktor eksternal dan internal tersebut dapat digunakan analisis SWOT yang tujuannya untuk mengetahui posisi Ngesti Pandowo dalam pasar berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang dimiliki perusahaan. Sedangkan dalam menganalisis peluang bisnis dan sejauh mana produk yang dihasilkan oleh Ngesti Pandowo mampu bersaing di pasaran, maka akan dianalisis menggunakan matrik BCG yang berfungsi untuk melihat posisi pemasaran yang dilakukan Ngesti Pandowo berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar. Dalam rangka menciptakan ruang bersaing maka perusahaan perlu melakukan perencanaan-perencanaan dalam strategi pemasaran, sehingga penjualan produk bisa lebih meningkat di pasaran dan memberikan keuntungan bagi perusahaan

    Tinjauan pelaksanaan pengelolaaan filing untuk dokumen rekam medis (DRM) aktif di rumah sakit bhakti wira tamtama semarang tahun 20017

    No full text
    Diploma Degree (D-3) of Medical Records and Health Information Faculty of Health Science, Dian Nuswantoro University Semarang 2016 Abstract ANA TUSTIYANINGSIH Tinjauan Pelaksanaan Pengelolaan Filing Untuk Dokumen Rekam Medis (DRM) Aktif Di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang Tahun 2017 ... + 72 Halaman + 8 Tabel + 4 Gambar + 6 Lampiran ... + 72 Pages + 8 Tables + 4 Figures + 6 Appendixs Pengelolaan filing untuk dokumen rekam medis (DRM) aktif harus melindungi dari kerusakan dan kehilangan. Berdasarkan survey awal diketahui dari 250 dokumen rekam medis masih dijumpai 95 dokumen rekam medis yang rusak dan 10 dokumen rekam medis pasien yang hilang dari 250 dokumen rekam medis, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pengelolaan filing untuk dokumen rekam medis, Mendiskripsikan keamanan secara fisik, Biologi, Kimiawi, Sistem penyimpanan, Sistem penjajaran,Prosedur peminjaman, Mengidentifikasikan ruang filing, Mengidentifikasikan karakteristik petugas, Dan SOP di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan studi kasus pengumpulan data melalui observasi terhadap 250 dokumen rekam medis, Dan 3 petugas filing dan 1 kepala rekam medis, Serta standar Prosedur Operasional. Berdasarkan hasil penelitian ini, sistem penyimpanan menggunakan penyimpanan sentralisasi, Sistem penjajaran menggunakan Terminal Digit Filing. Keamanan dokumen secara fisik belum sesuai karena suhu ruang filing 29oC, kelembaban 83%. 100% keamanan dokumen secara biologi sudah sesuai. 60% keamanan dokumen secara kimiawi belum sesuai, 100% sistem penyimpanan dokumen sudah sesuai, 66,7% sistem penjajaran dokumen sudah sesuai, 80% sistem peminjaman dokumen belum sesuai, 100% sarana ruang filing belum sesuai, 100% karakteristik petugas belum sesuai, Tidak terdapat SOP tentang pemeliharaan dan keamanan dokumen rekam medis baik secara keamanan fisik, biologi, maupun kimiawi. Unit Rekam Medis sebaiknya mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan filing oleh petugas filing secara periodik. Unit rekam medis perlu SOP tentang pemeliharaan dan keamanan dokumen rekam medis berdasar aspek fisik, biologi, kimiawi; dengan menyediakan tracer dan buku ekspedisi. Kata kunci : Pelaksanaan pengelolaan filing, Dokumen rekam medis, Melindungi dokumen rekam medis dari kerusakan dan kehilangan Kepustakaan : 7 (2005-2014

    ANALISIS TANGGAP DARURAT KEBAKARAN TERHADAP ANCAMAN KEBAKARAN PADA KARYAWAN SWALAYAN SENTRAL KENDAL

    No full text
    Dari survei awal yang dilakukan diketahui bahwa swalayan sentral kendal salah satu tempat yang paling berpotensi terjadi kebakaran. Hal ini dikarenakan di dalam gudang tersebut tersimpan barang-barang yang mudah terbakar, seperti halnya kardus-kardus makanan ataupun pakaian. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem tanggap darurat kebakaran terhadap ancaman kebakaran pada karyawan swalayan Sentral Kendal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen. Obyek penelitian ini adalah swalayan Sentral Kendal. Metode analisis data dilakukan dengan mengorganisasi data, kategorisasi, validasi data, dan menulis laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tanggap darurat kebakaran terhadap ancaman kebakaran pada swalayan Sentral Kendal telah berjalan dengan baik dan telah sesuai dengan Keputusan Mentri Tenaga Kerja Nomor Kep. 186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja, walaupun masih terdapat kekurangan, misalnya Swalayan Sentral Kendal tidak terdapat alarm sistem dan Sprinkler, serta peralatan pemadam hanya dapat mengatasi kebakaran kecil. Swalayan Sentral Kendal sebaiknya memasang alarm sistem dan sprinkler pada setiap unit sebagai sarana perlindungan dari bahaya musibah kebakaran. Kata Kunci : tanggap darurat, kebakaran, swalaya

    PEMETAAN DISTRIBUSI KUNJUNGAN RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN BREBES TAHUN 2016

    No full text
    Laporan kunjungan pasien rawat inap di RSUD Kab. Brebes dibuat setiap bulan untuk membantu pembuatan kebijakan terhadap program kerja yang akan dilakukan. Kendala rumah sakit yaitu lambatnya pengambilan keputusan terhadap daerah-daerah yang menjadi perhatian di wilayah kerja RSUD Kab. Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi kunjungan rawat inap di RSUD Kab. Brebes berdasarkan cara bayar, dan jenis penyakit. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode observasi. Obyek penelitian adalah laporan indeks rawat inap tahun 2016. Data dianalisis secara deskriptif. Pemetaan menggunakan arcview. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah pasien rawat inap terbanyak di RSUD Kab. Brebes pada tahun 2016, berdasarkan cara pembayaran dan jenis penyakit berada di Kec. Brebes, Cara pembayaran pasien dengan jaminan kesehatan nasional (JKN) lebih banyak dari pada pembayaran umum, sedangkan pembayaran asuransi lainnya belum tersedia. 3 kasus penyakit tertinggi adalah diare dan gastroentritis, demam berdarah dengue, dan infeksi saluran nafas. Dari hasil tersebut, RSUD Kab. Brebes sebaiknya menerapkan SIG dalam pembuatan laporan data kunjungan pasien rawat inap agar nantinya dapat mempercepat pengambilan keputusan, salah satunya pelayanan kesehatan yang diberikan untuk pasien berdasarkan cara pembayaran dan jenis penyakitnya

    PENETAPAN KODE EXTERNAL CAUSE KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS PADA TRIWULAN PERTAMA PASIEN RAWAT INAP DIRUMAH SAKIT DAERAH UNGARAN KOTA SEMARANG TAHUN 2017

    No full text
    ABSTRAK AYU FEBI VAQUARISTA PENETAPAN KODE EXTERNAL CAUSE KECELAKAAN LALU LINTAS PADA TRIWULAN PERTAMA PASIEN RAWAT INAP DIRUMAH SAKIT DAERAH UNGARAN KOTA SEMARANG TAHUN 2017 xvii + 65 hal + 5 tabel + 1 gambar + 7 lampiran Kode external cause (penyebab luar) adalah kodefikasi yang harus di sertakan pada setiap dokumen kasus kecelakaan, cidera dan keracunan. Maka koder setiap rumah sakit harus menguasai cara pengkodean penyakit sesuai dengan kaidah ICD-10. Hasil survey setiap kasus kecelakaan didapatkan 100 % tidak menyertakan kode external cause. Menurut WHO tahun 2010, pengkodean diagnosis untuk kasus kecelakaan harus disertakan pengkodingan external cause untuk memaparkan sifat kondisi dan keadaan yang ditimbulkannya. Tujuan penelitian ini adalah menetapkan kode external cause pasien kasus kecelakaan lalu lintas di RSUD Ungaran Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah populasi pasien kasus kecelakaan lalu lintas pada triwulan pertama tahun 2017 yaitu 126 pasien dengan sampel sebanyak 56 tetapi hanya 50 yang dapat dikode sesuai kriteria inklusi Diagnosa utama terbanyak adalah CKR ( cedera kepala ringan) sebesar 36%. Kecelakaan kendaraan terbanyak adalah sepeda motor sebesar 84%. Temapt kejadian kecelakaan adalah jalan raya 100%. Aktivitas yang menyebabkan kecelakaan tidak diketahui ( unspecified). Penetapan kode external cause terbanyak yaitu kode V28.9 sebesar 24% artinya kecelakaan terjadi karena pasien terjatuh dari motor. Sebaiknya RSUD Ungaran menetapkan standart operasional prosedur tentang langkah- langkah menetapkan kode external cause (penyebab luar). Dan melengkapi setiap anamnesa pasien kasus kecelakaan lalu lintas agar dapat dapat dikode secara lengkap dan akurat

    FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETANI PADI DI DUKUH SODONG KELURAHAN PURWOSARI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG TAHUN 2017

    No full text
    PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIAN NUSWATORO SEMARANG 2017 ABSTRAK USMAN RIFAI FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETANI PADI DI DUKUH SODONG KELURAHAN PURWOSARI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG TAHUN 2017 XIX + 68 hal + 22 Tabel + 3 Gambar + 5 Lampiran Para petani di Dukuh Sodong cenderung tidak memperhatikan keselamatan dan kesehatan saat bertani. Kecelakaan kerja sering terjadi akan tetapi hanya disepelekan begitu saja. Dari survey awal yang dilakukan pada beberapa petani didapati bahwa para petani hanya memakai APD seadanya yaitu caping dan pakaian panjang saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Data primer maupun sekunder diolah dan dianalisa dengan menggunakan uji statistik Rank Spearman. Populasi penelitian ini berjumlah 60 orang dengan sampel berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara ketersediaan fasilitas dengan kepatuhan penggunaan APD (p value 0,009), yang dapat disimpulkan bahwa semakin banyak APD yang tersedia maka semakin baik pula tingkat kepatuhan penggunaan APD serta faktor pengetahuan, sikap, peran teman dan peran penyuluh kesehatan tidak memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan penggunaan APD pada petani padi di Dukuh Sodong. Sebaiknya dari Organisasi Perkumpulan Tani ikut berperan aktif menyediakan fasilitas APD bagi petani dengan iuran bersama. Saling berbagi informasi tentang pencegahan-pencegahan kecelakaan kerja lewat pemakaian APD juga perlu dilakukan, Agar kesadaran para petani terhadap pemakaian APD semakin meningkat, serta kecelakaan kerja dapat terjadi bisa dihindarkan. Kata Kunci : Kepatuhan, APD, Petani Kepustakaan : 31, 1991-2017

    HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN STUNTING PADA REMAJA AWAL (STUDI DI SMPN 15 KOTA SEMARANG TAHUN 2017)

    No full text
    Stunting adalah kondisi tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia sehingga terlihat pendek. Penyebab terjadinya stunting akibat kurangnya asupan gizi dan juga penyakit kronis dalam waktu lama. Jumlah pendapatan yang dihasilkan orangtua tidak mencukupi untuk pengeluaran kebutuhan rumah tangga dapat menjadikan asupan gizi yang terganggu sehingga anak stunting, berdasarakan hasil survey awal yang telah dilakukan didapatkan hasil 8,6% mengalami stunting dari 900 anak Penelitian ini menggunakan desain case control. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner untuk mendapatkan data dari orangtua siswa SMPN 15 Kota Semarang. Jumlah populasi penelitian 84 orangtua siswa yang terdiri dari 42 orangtua sebagai kasus dengan anak yang mengalami stunting dan 42 orangtua dengan anak yang tidak mengalami stunting dengan variabel bebas pendidikan orangtua, pendapatan orangtua, pekerjaan orangtua, kepemilikan rumah, luas bangunan, kepemilikan kamar pribadi, kepemilikan kendaraan bermotor dan jumlah anggota keluarga, sedangkan variabel terikat kejadian stunting pada remaja awal. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square Berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan menunjukan ada hubungan antara pendapatan orangtua terhadap kejadian stunting pada remaja awal ( p-value 0,001), pekerjaan orangtua (p-value 0,025), kepemilikan rumah (p-value 0,043), sedangkan variabel pendidikan orangtua, kepemilikan kendaraan bermotor dan jumlah anggota keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting pada remaja awal. Perlu adanya peningkatan pendidikan kesehatan masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi yang cukup bagi anaknya, serta perlu adanya peningkatan pendapatan bagi keluarga yang berpendapatan dibawah UMR agar mereka dapat memenuhi kebutuhan rumah tangg

    HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PETUGAS SURVEILANS KESEHATAN (GASURKES) KIA DENGAN KEPUASAN IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS TLOGOSARI KULON KOTA SEMARANG TAHUN 2017

    No full text
    Penelitian ini menggunakan desain Crossectional, dengan dua variabel yaitu variabel bebas dan terikat, dan terdapat 75 respondenyaitu ibu hamil. Kemudian pengumpualn data dengan cara mengupulakn data primer, dan sekunder , intstrumen penelitian ini adalah menggunakan kuesioner, kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji rank spearman. Karakteristik menurut umur responden paling banyak pada retan umur 25-29 tahun (50%). Menurut usia kehamilan tertinggi pada trimester II dan III (63,2%). Karakteristik pendidikan tertinggi adalah SLTA (51%). Berdasrkan aspek kepuasan ibu hamil dengan jawaban responden kualitas cukup (59,2%). Dan Berdasarkan kualitas Gasurkes dengan jawaban kurang puas sebesar (23,7%) . Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas pelayanan petugas surveilans kesehatan(gasurkes) KIA dengan kepuasan ibu hamil hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji rank spearman nilai p value = 0,005 <0,05 sehingga terdapat korelasi yang bermakna atau terdapat hubungan antara kaulitas dengan kepuasan, nilai korelasi yang bermakna atau terdapat hubungan antara kualitas dan kepuasan, nilai korelasi sangat kuat dengan pola positif r = 0,324 Diharapkan agar petugas sruveilans keshatan KIA lebih meningkatkan kinerja kinerja pada saat melakukan kunjungan untuk pendampingan kehamilan, serta perperan lebih aktif dalam pemberian informasi kesehatan kesehatan kehamilan, maupun resiko kehamilan

    HUBUNGAN ANTARA NORMA SUBJEKTIF DAN PERSEPSI KONTROL DIRI DENGAN NIAT KADER KESEHATAN DALAM KEGIATAN CASE FINDING PENANGGULANGAN PENYAKIT KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LARANGAN KABUPATEN BREBES TAHUN 2017

    No full text
    Kasus kusta di Kabupaten Brebes masih tinggi dengan jumlah penderita terbanyak adalah kasus kusta MB, hal ini karena terdapat keterlambatan penemuan penderita dan masih tingginya penularan penyakit kusta. Diperlukan peran aktif kader kesehatan dalam penemuan kasus kusta. Sehingga penting untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan niat kader kesehatan dalam kegiatan case finding penanggulangan penyakit kusta. Seluruh kader kesehatan yang aktif sebanyak 60 orang di Puskesmas larangan diambil sebagai responden dalam penelitian ini. Pengukuran niat kader kesehatan menggunakan kuesioner dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan 51,7% tidak berniat dalam melakukan case finding kasus kusta. Hasil uji chi-square manunjukkan ada hubungan yang signifikan antara norma subjektif, persepsi kontrol diri dengan niat kader kesehatan dalam kegiatan case finiding penanggulangan penyakit kusta. Hasil analisis menunjukkan kader yang memiliki norma subjektif dengan faktor dorongan lemah mempunyai kemungkinan 7,5 kali (CI=2,402-23,708) untuk tidak berniat ikut dalam kegiatan case finding penyakit kusta, dan faktor kontrol persepsi lemah merupakan faktor protektif sehingga kader kesehatan justru lebih berniat untuk ikut dalam kegiatan case finding penyakit kusta (RP=0,188, CI=0,060-0,593). Perlu dilakukan penyuluhan kepada keluarga dan teman tentang kusta mengingat pentingnya dorongan yang kuat dari keluarga, teman maupun tenaga kesehatan dalam kegiatan case finding penyakit kusta

    PERSEPSI PASIEN BERDASAR PENGETAHUAN, SIKAP DAN MUTU PELAYANAN TERHADAP MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN SUSPECT TUBERKULOSIS PARU PADA BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT SALATIGA

    No full text
    Mutu Pelayanan yang dipersepsikan baik oleh pasien diharapkan memberikan pengaruh positif terhadap minat pasien untuk melakukan kunjungan pemeriksaan kembali sesuai dengan prosedur untuk pemeriksaan suspect Tuberkulosis Paru. Minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang juga dipengaruhi pengetahuan dan sikap pasien. Berdasarkan studi pendahuluan pasien yang melakukan kunjungan ulang dalam pemeriksaan suspect TB paru di BKPM Salatiga masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pasien berdasar pengetahuan, sikap dan mutu pelayanan terhadap minat kunjungan ulang pasien suspect tuberkulosis paru pada Balai Kesehatan Paru Masyarakat Salatiga. Penelitian ini merupakan explanatory research dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien suspect TB paru yang melakukan pemeriksaan dahak ke Balai Kesehatan Paru Masyarakat Salatiga pada Bulan Mei 2017 sebanyak 51 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Analisis data menggunakan Rank Spearman Dari hasil analisis ditemukan bahwa pengetahuan sebagian besar sangat baik 40 orang, sikap yang sangat suka sebanyak 26 orang dan persepsi mutu pelayanan yang sangat baik sebanyak 40 orang. Hasil analisis diketahui ada hubungan positif bermakna antara persepsi terkait pengetahuan dengan minat kunjungan ulang (p=0,00), Disarankan kepada pasien suspect TB paru untuk meningkatkan pemahaman mengenai tata cara pemeriksaan suspect TB paru yaitu dengan metode SPS sehingga tidak kemudian langsung memutuskan sendiri apabila memang dalam pemeriksaan pertama masih dinyatakan negatif

    14,363

    full texts

    17,604

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Udinus Repo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇