17604 research outputs found
Sort by
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Di Unit Pelayanan Teknis ( UPT) Dipo Lokomotif Semarang Tahun 2017
Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3) hingga saat ini menjadi permasalahan yang serius dan belum mendapat perhatian. Keadaan tersebut tentunya tidak akan menguntungan bagi indonesia, penerapan K3 diperusahaan masih timbulnya anggapan bahwa hal tersebut akan menjadi beban biaya. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi timbulnya kecelakaan kerja pada pekerja Dipo Lokomotif. Jenis penelitianini bersifat observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study guna menggambarkan faktor yang mempengaruhi timbulnya kejadian kecelakaan kerja.Dengan populasi yang berjumlah 22 orang. Data primer diolah dan dilakukan analisa menggunakan uji korelasi rank spermean. Hasil menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan (p-value= 0,327), sikap(p-value= 0,440), penggunaan APD(p-value= 0,339) danunit pekerjaan dengan kejadian kecelakaan kerja(p- value= 0,103). Hal ini disimpulkan bahwa bila sesorang ketika memiliki pengetahuan yang cukup dan sikap baik ketika bekerja tidak berpengaruh untuk menghindarkan dari kejadian kecelakaan kerja. Semua pekerja yang tidak lengkap menggunakan APD, lebih disiplin lagi dalam menggunakan APD ketika bekerj
Hubungan Pelaksanaan Antenatal Care (ANC) Oleh Bidan Dengan Kepuasan Pasien BPJS Pada Ibu Hamil Di Poli KIA Puskesmas Limpung Batang
Pelayanan Antenatal Care adalah pelayanan kesehatan yang diberikan tenaga kesehatan yang terlatih untuk memberikan pelayanan kepada ibu selama masa kehamilannya, salam pelaksanaannya pelayanan dijalankan sesuai standar peyanan antenatal care yang sudah ada di standar pelayanan kebidanan (SPK). data kunjungan antenatal care (ANC) pada ibu hamil di poli KIA Puskesmas Limpung Batang pada tahun 2014 sebanyak 363 ibu hamil, tahun 2015 sebanyak 375 ibu hamil. data bulan januari sampai dengan September 2016 sebanyak 270 ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research dengan pendekatan Cross Sectional. sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III peserta BPJS sebanyak 35 ibu hamil. Teknik pengambilan dampel pada penelitian ini adalah total sampling. uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan pelaksanaan Antenatal Care (ANC) pleh bidan di Poli KIA Puskesmas Limpung Batang masih ditemukan 45,7% tidak baik. Kepuasan pasien BPJS di Poli KIA Puskesmas Limpung Batang masih ditemukan 42,9% tidak puas. Ada hubungan pelaksanaan Antenatal Care (ANC) oleh bidan dengan kepuasan pasien BPJS pada ibu hamil di Poli KIA Puskesmas Limpung Batang (PValue = 0,001) Saran bagi tenaga kesehatan/bidan yaitu perlu adanya evaluasi rutin terhadap pelaksanaan SPK melalui pertemuan rutin bidan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan. Survei kepuasan pelayanan bidan secara mandiri diselenggarakan oeh puskesmas guna meningkatkan kepuasan pasien (Ibu Hamil). Optimalisai `Midwefery Update (MU)` yang diselenggarakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk meningkatkan keterampilan dan kompetisi bidan dalam mendukung kepuasan pasien
HUBUNGAN ANTARA PEMENUHAN SANITASI DENGAN KENYAMANAN DI STASIUN TAWANG KOTA SEMARANG TAHUN 2017
Sanitasi adalah upaya pengendalian faktor terhadap lingkungan untuk mencegah timbulnya penyakit serta penularan yang berasal dari faktor lingkungan, selain itu juga dapat membuat derajat kesehatan masyarakat kembali optimal. Stasiun kereta api merupakan lokasi menunggu bagi semua calon penumpang kereta api dan sebagai tempat berhentinya kereta api. Kondisi fasilitas sanitasi yang lain seperti penunjuk arah yang kurang, penunjuk prosedur pembelian tiket, papan informasi sebagai sumber informasi dalam melakukan suatu prosedur serta kondisi penataan parkir yang masih berantakan dan terkesan belum tertata secara optimal, dan membuat kenyamanan terhadap fasilitas di stasiun ini terasa kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pemenuhan sanitasi dengan kenyamanan. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung yang ada di Stasiun Tawang Semarang tahun 2017 sebanyak 100 orang. Analisis data dengan menggunakan uji univariat, bivariat, validitas, reliabilitas dan normalitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa 50 responden yang diteliti, sebagian besar respondennya berjenis kelamin perempuan (66,0%), berusia 18-28 tahun (84.0%). Pemenuhan sanitasi di Stasiun Tawang terbilang baik pada pencahayaan di ruang tunggu dan kondisi air di tempat cuci tangan yang sudah cukup bersih dan mengalir (78,0%). Pengunjung juga merasa nyaman karena kondisi lantai peron yang dinilai tidak licin (82,0%). Ada hubungan antara variabel pemenuhan sanitasi dengan kenyamanan pengunjung. Hasil p value 0,00 < 0,05 dengan koefisien korelasi sangat kuat 0,935. Saran bagi para pengunjung Stasiun Tawang Semarang diharapkan tetap menjaga kebersihan fasilitas sanitasi yang bersifat umum yang ada di Stasiun Tawang Semarang. Dan bagi para petugas atau pekerja di Stasiun Tawang diharapkan agar dapat memperbaiki lagi fasilitas sanitasi yang ada
TINJAUAN PROSEDUR PEMUSNAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS INAKTIF DI RSUD KRMT WONGSONEGORO SEMARANG TAHUN 2017
Ruang retensi RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang memiliki 3 roll o’pack yang sudah penuh dengan DRM inaktif. Setelah dilakukan penyisiran, seluruh DRM inaktif yang akan diabadikan dan dimusnahkan, dipindahkan di ruang retensi. Sehingga ke 3 roll o’pack kelebihan kapasitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemusnahan DRM inaktif berdasarkan prosedur pemusnahan di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang. Penelitian deskriptif dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah 11 petugas filing. Objek penelitian adalah DRM inaktif, SOP dan kebijakan tentang pemusnahan DRM inaktif, serta alat yang digunakan untuk memusnahkan DRM di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro. Hasil penelitian di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, pelaksanaan tata cara pemusnahan, tim pemusnah, dan dokumen apa saja yang dimusnahkan dan diabadikan sudah sesuai dengan teori. Kebijakan dan prosedur tentang pemusnahan DRM sudah dilakukan, hanya saja masih menjadi satu dengan kebijakan dan prosedur retensi. Sarana yang digunakan dalam pemusnahan DRM adalah incenerator. Kendala pelaksanaan pemusnahan adalah sumber daya manusia yang masih sedikit khususnya dibagian pemeliharaan DRM inaktif. Pemusnahan DRM sebaiknya dilakukan 2 periode dalam 1 tahun yaitu saat awal dan akhir bulan. Memberikan sosialisi tentang penambahan SDM dan pembagian tim pemusnahan yang merata di setiap instalasi rekam medis khususnya bagian filing
Tinjauan Ketepatan Kodefikasi Kasus Penyakit Dalam Sesuai Kaidah ICD 10 di RS Bhakti Wira Tamtama Semarang tahun 2017
Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama, dari 10 dokumen rekam medis kasus penyakit dalam ditemukan ketidaktepatan kodefikasi sebesar 50% (5/10 DRM). Dalam mengkoding diagnosa, petugas koder hanya menggunakan list kode dalam buku tabulasi kode tanpa meneliti kembali dalam ICD-10. Pada era JKN, kode sangat berpengaruh pada penentuan tarif. Penelitian bertujuan untuk meninjau ketepatan kodefikasi kasus penyakit dalam sesuai kaidah ICD-10. Penelitian deskriptif-analitik dilakukan dengan mengobservasi berkas rekam medis inap triwulan 1 periode 2017 dengan 70 dari 214 berkas yang diambil dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan, 50% kode kasus penyakit tepat. 28,57% kode yang tidak akurat karena koder kurang teliti dalam menganalisis informasi pendukung yang ada dalam lembar yang lain, maupun ketelitian dalam memperhatikan petunjuk yang ada dalam ICD-10. 11,43% karena koder tidak mengkode sampai spesifik karakter terakhir sesuai petunjuk ICD-10. Adapun faktor lain yaitu karena beban kerja koder yang terlalu berat, koder merangkat tugas sebagai petugas TPPRJ saat loket buka. Saran, perlu diadakan fasilitas pelatihan koding yang lebih intens kepada koder , evaluasi kepatuhan SOP kepada koder terkait penggunaan ICD-10. Membuat pembagian job desk yang jelas di unit rekam medis sehingga petugas tidak kelebihan beban kerja
A SYSTEMIC FUNCTIONAL GRAMMAR ANALYSIS OF THE NOMINAL GROUP FEATURES USED ON BANK MANDIRI GENERAL CONDITIONS FOR ACCOUNT OPENING 2016
ABSTRACT Satya Dwi Saputra. 2017. A Systemic Functional Grammar Analysis of The Nominal Group Features Used on Bank Mandiri General Conditions for Account Opening 2016. English Study Program, Dian Nuswantoro University. Advisors: Sunardi, S.S., M.Pd. Keywords: Financial institution, General conditions for account opening, Systemic Functional Grammar, Nominal Group. This thesis entitled a systemic functional grammar Analysis of the nominal group features used on Bank Mandiri General Conditions for account opening 2016. It deals with an analysis of a systemic functional grammar from the nominal group that are used on bank mandiri general conditions for account opening that is published in 2016. This topic was chosen because as a big financial institution in Indonesia, Bank Mandiri through its product may represent the usage of English for Banking activities generally. In its opening account procedure, customer is usually required to obey bank regulation named of GCAO (General Condition Account Opening) which is expressed in legal language. It is interesting to analyze because GCAO is constructed from articles contained within many kinds of nominal groups. The chief aim of this research is to investigate the features of nominal group used in GCAO along with the mostly nominal groups applied in it. In analyzing the data, the researcher uses the descriptive qualitative method. The amount of data consists of 18 articles within 76 sections and 113 nominal groups which were drawn from the letter of general condition and terms of Bank Mandiri published in 2016. There are some steps followed to find the results as reading the Personal Account Opening Application form, segmenting sentences into clauses, conducting the clauses into nominal group analysis, investigating/analyzing the pattern, digging or describing its function to the readers, making a finding, and drawing the conclusion. These findings of the research have led the researcher to two conclusions. Firstly, the nominal group structures analyzed is derived into five elements: the Deictic, the Epithet, the Classifier, the Thing and the Qualifier. The most patterns applied are T+Q that occur 26 times (23.01%). Then it is followed by D+T+Q with the total of occurrence to the tune of 18 times (15.93%) and D+T as 17 times (15.04%). In addition of the structure, D+Class+T occurs 16 times (14.16%). It is also found that Simple nominal groups which are composed from one to two elements to describe a ‘thing’ are selected 57 times (50.44%) occurrence. In contrast, complex nominal group that consists of several elements to express a ‘thing’ is proportionally fewer with the amount of frequency only 56 times (49.56%). It is concluded that most information in GCAO are derived from simple nominal group construction that, in general, is easier to understand than the Complex nominal Groups which are less used in order to avoid misunderstanding among readers’ or costumers of Bank Mandiri due to the ambiguous statements that may be aroused
Eddie Morra Borderline Personality Disorder Described in Neil Burger`s Film Limitless
Skripsi dengan judul Penyakit Kepribadian Ambang yang dialami Eddie Morra dalam film Limitless ini menceritakan tentang seorang penulis novel bernama Eddie Morra yang mempunyai masalah dengan kepribadiannya. Ia berusaha keras untuk bisa menyelesaikan buku yang seharusnya ia berikan kepada penerbit tetapi karena keterbatasannya dalam mencari ide, ia selalu menunda pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara struktural dan juga psikologi. Pendekatan struktur terdiri dari karakter, konflik dan juga latar tempat, waktu serta status sosial. sedangkan pendekatan psikologi terdiri dari kepribadian pemeran utama dalam film berjudul Limitless
WISDOM OF NATURE AS DESCRIBED IN WALT WHITMAN AND EMILY DICKINSON`S POEMS
This thesis is entitled The Wisdom of Nature through Symbol Described in Walt Whitman and Emily Dickinson’s Poems. It has an objective to analyze the meaning of symbol through nature diction on Walt Whitman’s Miracle and Emily Dickinson’s Nature is What We See. The descriptive qualitative method was used to analyze the data, while literary research method was also used to gain references dealing with the object of analysis. The structural approach was used to analyze the structural element in those poems such Poetic devices. Poetic devices that are contained in poems have an important role to find the meaning of poems. While, the semiotic approach was used to gain the meaning and message of the poem. The result of the analysis shows that Miracle by Walt Whitman has some signs. There are Streets of Manhattan, roof of houses, the beach, the tree in the wood, the bed, at table at dinner, honey bees. Then, Nature is What We See by Emily Dickinson has signs that there are the hills, the afternoon, squirrel, eclipse, bumble bee, the bobolink, sea, thunder, and the cricket. All signs imply the wisdom of nature. Based on the discussion, the researcher can conclude that, the meaning of the Miracle by Walt Whitman and Nature is What We See by Emily Dickinson is the result of the correlation between those analysis, whether structural and semiotic approach
Teknik penerjemahan kata-kata yang bernuansa budaya dalam film Frozen
Nila Purnasari. 2017. Translation Techniques Used in Translating Cultural Words in “Frozen (2013)” Movie. English Study Program, Dian Nuswantoro University. Advisor: Achmad Basari, S.S., M.Pd. Keywords: cultural words, Frozen 2013 movie, translation techniques. This thesis entitled Translation Techniques Used in Translating Cultural Words in “Frozen (2013)” Movie is conducted to find the pattern of cultural words translation techniques mostly used by the translator in translating the transcript and the subtitle. The unit analysis of this research was in the form of words, phrases, and clauses in the movie entitled Frozen (2013). The reason of researcher for choosing this movie is because of the creative musical elements and some visual animation. There were several steps in conducting this study. The descriptive- qualitative research was employed in this study. The data collection started from watching the original DVD of Frozen (2013) movie and then selecting cultural words. While the method of data analysis was done by collecting cultural words in Frozen (2013) movie, categorizing the data by using the table of analysis, classifying the data, analyzing the data based on Newmark approach, discussing, and reporting. The result of this study reveals that the cultural words translation technique used by the translator ranked from the most to the least frequently used which are 27 cultural words (27%) of material culture literal techniques. It if followed by 19 cultural words (19%) of gestures and habits literal techniques, 13 cultural words (13%) of organizations customs, ideas literal techniques, 12 cultural words (12%) of ecology literal techniques, 6 cultural words (6%) of material borrowing techniques, 6 cultural words (6.49%) of organizations, customs, and ideas borrowing techniques. Meanwhile transposition and modulation are used under 2% in translating cultural words in this movie and calque technique is not used by the translator. The frequency of cultural words found the most are material culture and gestures and habit. The process of rendering the selected cultural words in Frozen 2013 movie into target language mostly literal techniques
PEMAKNAAN METAFORA PADA ARTIKEL ONLINE YANG MENGULAS TENTANG FINAL BASEBALL JEPANG 2016
ABSTRAK Orysa Widi Atmoko. 2017.Pemaknaan metafora pada artikel online yang mengulas tentang final baseball Jepang 2016. Sastra Jepang Universitas Dian Nuswantoro. Pembimbing : Bayu Aryanto, S.S., M.Hum Kata kunci : metafora, artikelonline, vehicle, tenor,ground Pada penelitian ini dibahas tentang metafora yang terdapat pada 3 artikel onlineyang mengulas tentang final baseballJepang 22 Oktober 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mencari makna vehicle, makna tenor dan dasar persamaan antara keduanya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif menggunakan teori Alan Cruse dalam bukunya yang berjudul Meaning in Language tahun 2000. Identifikasi data dilakukan menggunakan metode MIP (Metaphor Identification Procedure). Data yang teridentifikasi sebagai metafora dikategorisasikan menurut kelas katabahasa Jepang dan dibagi berdasarkan penggunaannya terhadap topik pembicaraan dalam kalimat. Data tersebut dianalisis dalam bentuk vehicle, tenor dan ground dengan menambahkan penjelasan tentang konteks situasinya. Data yang dianalisis pada penelitian ini berjumlah 12.Dari hasil analisis disimpulkan bahwa untuk memaknai metafora dibutuhkan pengetahuan tentang konteks dan pengetahuan tentang budaya tempat metafora tersebut berasal. ?? ?????????????????????????? ???????????????????vehicle???tenor???ground? ????2016?10?22??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Alan Cruse,?2000????Meaning In Language???????????????????????MIP???????????????????????????????????????????????vehicle???tenor????ground????????????????????????????12????????????????????????????????????????????????????????