Universitas Dian Nuswantoro

Udinus Repo
Not a member yet
    17604 research outputs found

    ANALISIS PENINGKATAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DI PT. GEMA GRAHA SARANA,Tbk SEMARANG DENGAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCE SCORECARD

    No full text
    PT. Gema Graha Sarana, Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produsen interior furnitur yang sangat memperhatikan sistem produksi, kulaitas produk dan sistem sumber daya manusia. Namun perusahaan memiliki permasalahan dalam hal sumber daya manusia (SDM). Angka rata-rata ketidak hadiran karyawan yang cukup tinggi yaitu sebesar 4,36% selama 1 tahun terakhir. Permaslahan tersebut menyebabkan berbagai masalah yang harus dihadapi perusahaan saat ini. Human Resource Scorecard merupakan pendekatan yang tepat untuk permasalahan tersebut karena dapat menganalisa dan mengevaluasi SDM perusahaan berdasarkan visi, misi dan strategi perusahaan. dengan pendekatan HR Scorecard, didapatkan 16 ukuran kinerja atau indikator kinerja untuk menilai kinerja SDM perusahaan saat ini. Ke 16 ukuran kinerja tersebut akan dicari bobot dengan menggunakan bantuan softwere Expert Choise dan diukur menggunakan OMAX dan Analisa Traffic Light System hasil dari pengukuran tersebut menunjukan ada 7 ukuran kinerja yang sudah baik, 3 ukuran kinerja yang perlu diperbaiki dan 6 ukuran kinerja yang harus diperbaiki segera. Perbaikan untuk kinerja yang perlu diperbaiki dan kinerja yang harus diperbaiki dengan segera haruslah dilakukan pengawaasan dan pengevaluasian berkala agar perusahaan dapat mengatasi permasalahan yang diakibatkan dari sumber daya manusia dan mencapai tujuan target produksi perusahaan

    PERANCANGAN ALAT BANTU PRODUKSI BISBAN UNTUK MENGOPTIMALKAN PROSES PRODUKSI BISBAN PADA UMKM ARIF SPORT MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

    No full text
    Perkembangan zaman semakin lama membutuhkan alat yang dapat mempercepat sebuah preoses produksi, dalam Persaingan Bisnis dimana akan menuntut untuk menerapkan rencana strategis demi memenuhi kebutuhan konsumen dalam peningkatan kualitas dan pengurangan biaya serta waktu produksi. Produk yang sukses merupakan produk yang mampu memberi manfaat sesuai dengan yang di persepsikan oleh konsumen. UMKM arif sport adalah UMKM yang memproduksi bisban dan sekarang ini menjadi pusat dari pembelian dan pemesanan bahan baku pembuatan tas berupa bisban yang berada di wilayah desa Loram Kulon Kecamatan Jati Kabupaten kudus, Bisban merupakan sebuah produk yang digunakan untuk melengkapi susunan dari pembuatan sebuah produk tas Kondisi yang sedang di hadapi oleh UMKM Arif Sport adalah pemilahan warna atau bentuk bisban yang masih manual. Dalam Tugas Akhir ini berisi tentang perancangan alat bantu proses produksi bisban yang sesuai dengan kebutuhan konsumen menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Pada perhitungan metode QFD dengan mengolah 8 atribut pernyataan pada kuesioner tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan. Kemudian didapatkan target spesifikasi dalam perancangan yang paling besar nilai kontribusinya, dari pengujian yang dilakukan waktu yang didapat saat proses pemilahan bisban yang diperoleh adalah Sebelum memakai alat bantu produksi bisban yaitu 98 menit dan setelah menggunakan alat bantu produksi bisban yaitu 20 menit

    Peningkatan Quality Control Management System Menggunakan Pendekatan Lean Six Sigma dan Kaizen pada Proses Produksi Draw Textured Yarn (DTY)

    No full text
    Kualitas menjadi hal yang sangat penting dalam memilih sebuah produk di samping faktor harga yang bersaing. PT. Asia Pacific Fibers Tbk adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri polyester yang memproduksi benang polyester filament di Indonesia dengan sistem produksi Make to Order. Salah satu produk yang dihasilkan adalah Draw Textured Yarn (DTY) yang diproduksi di Departemen Texturizing I. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah menganalisa jenis – jenis waste yang terjadi selama proses produksi benang DTY. Setelah diketahui jenis dan penyebab waste yang terjadi, permasalahan tersebut diselesaikan dengan menggunakan pendekatan lean six sigma dan kaizen yaitu five m checklist dan 5S. Pendekatan lean six sigma digunakan untuk mengidentifikasi serta mengeliminasi waste dan non value added activities yang terjadi di Departemen Texturizing I menggunakan konsep DMAIC (define, measure, analyze, improve, dan control). Masalah diidentifikasi berdasarkan E-DOWNTIME waste dibantu data historis permintaan dan hasil produksi selama th 2016, data historis problem abnormality selama th 2016, serta waktu proses produksi menggunakan metode stopwatch yang kemudian didapatkan CTQ untuk tiap waste. CTQ tersebut digunakan untuk menghitung nilai DPMO untuk mengetahui nilai sigma pada tiap jenis waste. Selanjutnya digunakan pendekatan kaizen pada tahap improve sebagai konsep peningkatan kualitas baik produksi maupun produk akhir yang berfokus pada kepuasan pelanggan secara terus – menerus yaitu five m checklist dan 5S. Pada hasil penelitian ini dengan menggunakan lean six sigma ditemukan 4 jenis waste, yaitu waste defect dengan jumlah defect 852.322 bobbin dan nilai sigma 3,66, waste over production dengan jumlah over production sebanyak 50,5 ton dan nilai sigma 3,37, waste transportation untuk proses kerja loading & sambung memiliki nilai sigma 0,27 dengan NNVAT sebesar 138 detik dan untuk proses kerja packing didapatkan nilai sigma 2,50 dengan NNVAT sebesar 97 detik, serta waste excess processing dengan NNVAT sebesar 6 detik dan nilai sigma 2,65. Sedangkan perbaikan kualitas pada tahap improve dilakukan dengan menggunakan konsep kaizen yaitu five m checklist dan 5S. Dengan five m checklist ditemukan empat faktor yang menjadi penyebab masalah, yaitu faktor man, methode, material, dan machine, sehingga diperlukan pengawasan operator oleh pihak manajemen agar operator selalu taat terhadap instruksi kerja yang ditetapkan dan dapat menghindari kesalahan – kesalahan kerja yang dapat menurunkan kualitas. Sedangkan perbaikan kualitas di lantai produksi menggunakan penetapan 5S yang terdiri dari seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke

    Tinjauan Desain Resume Medis Terkait Kebutuhan Akreditasi di Rumah Sakit St.Elisabeth Semarang Tahun 2017.

    No full text
    TINJAUAN DESAIN RESUME MEDIS TERKAIT KEBUTUHAN AKREDITASI KARS DI RS ST ELISABETH SEMARANG TAHUN 2017 Resume medis dasar pengobatan selanjutnya bagi pasien, termasuk dokumen yang diabadikan. Kelengkapan dokumen berperan penting dalam proses pelayanan di rumah sakit. Kelengkapan dokumen ditentukan oleh desain formulir yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis desain Resume Medis ditinjau dari aspek fisik, anatomik dan isi. Metode pengumpulan data dengan wawancara, untuk mengetahui aspek fisik, anatomi dan isi dokumen, serta untuk mengetahui kendala dalam pengisian dokumen. Formulir Resume Medis menggunakan kertas yang terlalu tipis (berat 60 gram). Bagian isi formulir kurang item follow up perawatan dan petunjuk pengisian. Desain dokumen mempertimbangkan kebutuhan Akreditasi KARS versi 2012. Saran, ganti jenis kertas dengan kertas 70 gram. Perlu mendesain ulang dokumen dengan menambahkan instruksi (ditunjukkan dengan tanda (*)), memperlebar margin kiri, dan menambahkan item follow-up perawatan data. Kata kunci : Desain Formulir, Resume Medis, Akreditasi KARS Kepustakaan : 15 ( 1997-2016

    Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Duplikasi Nomor Rekam Medis di Bagian Pendaftaran Rumah Sakit PKU Muhammadiyah GombongTahun 2017

    No full text
    Dalam menjaga kelangsungan suatu rumah sakit agar bisa menjalankan pelayanan dan pengembangan diperlukan pengelolaan rumah sakit yang efisien. Salah satunya adalah penyelenggaraan rekam medis yang baik. Hasil pengamatan peneliti di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah gombong masih sering ditemukan duplikasi nomor rekam medis di mana satu pasien mempunyai lebih dari 1 nomor RM yang berdampak pada kesalahan tindakan karena tindakan terakhir bukan yang terakhir dipergunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor penyebab terjadinya duplikasi nomor rekam medis. Dan tujuan khususnya untuk menggambarkan sistem penomoran, menggambarkan sistem penamaan, mengidentifikasi SPO dan mengidentifikasi Sarana kerja di bagian pendaftaran Rumah Sakit PKU Muhammadiyah gombong Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode penelitian pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi . Penelitian memperoleh hasil bahwa sistem penomoran dan sistem penamaan pasien di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong sudah dilaksanakan oleh petugas pendaftaran, akan tetapi isi dari SPO nya belum menjelaskan secara rinci alur kerja petugas sehingga duplikasi nomor rekam medis masih terjadi. Sarana pelacakan nomor rekam medis pasien di SIM RS juga belum maksimal karena hanya bisa melakukan pencarian berdasarkan nama depan pasien

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN APD PADA KARYAWAN MAINTENANCE DI PT. SINAR PANTJA DJAJA SEMARANG TAHUN 2017

    No full text
    Alat pelindung diri (APD) adalah alat keselamatan yang digunakan untuk melindungi anggota tubuh dari kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Secara teknis APD tidak melindungi tubuh terhadap segala bahaya, namun APD dapat mengurangi keparahan dari kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Data kecelakaan kerja yang diperoleh dari unit K3 sejumlah 8 orang di tahun 2012, 33 orang pada tahun 2013, 35 pada 2014, 29 pada tahun 2015 dan 30 orang pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD pada karyawan maintenance di PT. Sinar Pantja Djaja Semarang Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi responden dalam penelitian ini berjumlah 193 orang dan diambil sampel 66 orang yang ditentukan dengan rumus slovin dan dianggap mewakili seluruh populasi. Hasil penelitian menunjukan sebesar 65,2% karyawan maintenance PT. Sinar Pantja Djaja tidak patuh menggunakan APD. Tidak ada hubungan antara pendidikan (p-value 0,341) dan masa kerja (p-value 0,066) dengan kepatuhan penggunaan APD. Ada hubungan antara pengetahuan (p-value 0,14), ketersediaan APD (p-value 0,048), dukungan manajemen perusahaan (p-value 0,001) dan pengawasan (p-value 0,000) dengan kepatuhan penggunaan APD. Perusahaan perlu meningkatkan batas minimal tingkat pendidikan calon karyawan, mengadakan pelatihan tentang kesehatan dan keselamatan kerja, menyediakan APD secara lengkap dan sesuai dengan faktor bahaya pekerjaan, memperketat pengawasan penggunaan APD dan memberikan dukungan pada karyawan dalam penggunaan APD agar dapat meningkatkan kepatuhan karyawan maintenance PT. Sinar Pantja Djaja Semarang dalam penggunaan APD untuk menurunkan angka kecelakaan kerja

    ANALISIS FAKTOR MANUSIA TERHADAP KEJADIAN KECELAKAAN KERJA DI UNIT SPINNING V PT. SINAR PANTJA DJAJA SEMARANG

    No full text
    Kecelakaan kerja dapat terjadi pada semua bidang pekerjaan, termasuk pekerjaan dalam bidang textile dan spinning (pemintalan benang). PT. Sinar Pantja Djaja Semarang adalah perusahaan nasional yang memiliki 5 unit spinning yang memiliki proses produksi mengubah bahan baku kapas menjadi benang dengan bantuan berbagai mesin kerja dan operator mesin. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab dari sisi faktor manusia terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja di Unit Spinning V PT. Sinar Pantja Djaja Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pekerja di unit spinning V PT. Sinar Pantja Djaja sebanyak 446 orang dengan sampel penelitian sebanyak 79 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan diolah menggunakan uji rank spearman. Hasil statistik dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p 0,669), pengalaman kerja (p 0,571), tingkat kondisi fisik (0,397) dan motivasi kerja (p 0,549) terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja di unit Spinning V PT. Sinar Pantja Djaja Semarang. Namun, terdapat hubungan antara tingkat kondisi psikologis (p 0,047) terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja di unit Spinning V PT. Sinar Pantja Djaja Semarang. Setiap pekerja di PT. Sinar Pantja Djaja wajib mengikuti peraturan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ada di dalam perusahaan. Khususnya pekerja dibagian produksi yang selalu bekerja menggunakan peralatan atau mesin kerja, untuk selalu menerapkan budaya K3 saat bekerja agar terhindar dari suatu hal yang tidak diinginkan saat bekerja

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT pH, VOLUME AIR, KELEMBABAN DAN JENIS PERINDUKAN POHON PISANG DENGAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALMAHERA KOTA SEMARANG TAHUN 2017

    No full text
    Pelapah pohon pisang adalah salah satu yang menjadi tempat perindukan jentik nyamuk Aedes aegypti, di wilayah kerja puskesmas Halmahera pada saat musim hujan. Pelapah pisang mas ditemukan jentik nyamuk, sehingga hal tersebut bisa menjadikan penemuan baru dari yang biasanya ditemukan jentik pada tempat-tempat seperti bak mandi, ember, dan lain-lain akan tetapi hal ini ditemukan di pelapah pohon pisang. Berdasarkan profil Kesehatan Dinas Kota Semarang tahun 2016 diketahui bahwa ABJ di wilayah kerja Puskesmas Halmahera 83,00% masih tergolong rendah yaitu masih dibawah target Nasional > 95%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pH, volume air, kelembaban dan jenis perindukan pohon pisang dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di wilayah kerja puskesmas Halmahera kota semarang tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study, data primer dan data sekunder diolah dan dianalisis menggunakan uji statistik chi square. Sampel yang digunakan berjumlah 100 pelapah. tingkat pH optimal (7-8), volume air potensial (> 3 ml), dan kelembaban potensial (> 75%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara volume air (p=0,023) dan kelembaban (p=0,0001) dengan keberadaan jentik, sedangkan yang tidak ada hubungan antara tingkat pH (p=0,153) dan jenis perindukan pohon pisang (p=0,493) dengan keberadaan jentik. Dengan ditemukannya keberadaan jentik Aedes aegypti disarankan agar setiap masyarakat dapat melakukan pemeriksaan terhadap pelapah dengan baik, dan mengurangi jumlah pelapah pisang pada setiap pohon pisang, disamping untuk memberantas keberadaan jentik Aedes aegypti

    HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PETUGAS P2TB DENGAN CAKUPAN CASE DETECTION RATE (CDR) TUBERKULOSIS PARU DI KOTA SEMARANG TAHUN 2017

    No full text
    Pada tahun 2014 angka penemuan kasus TB BTA positif di Kota Semarang mencapai 73% yaitu sebanyak 1.175 kasus dari 1.612 kasus yang ditargetkan (70%). Pencapaian angka penemuan kasus TB di tahun 2015 meningkat menjadi 75,8% yaitu 1.222 kasus dari 1.612 kasus yang ditargetkan (70%). Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk menganalisis hubungan motivasi kerja petugas P2TB dengan cakupan CDR TB paru di Kota Semarang. Penelitian ini diteliti dengan metode penelitian analitik kuantitatif observasional menggunakan desain studi yaitu cross sectional. Sampel yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah total dari populasi yaitu sejumlah 37 orang petugas P2TB dari masing-masing puskesmas di Kota Semarang. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengakuan (p-value =0,633), sikap terhadap pekerjaan (p-value = 0,105), pengembangan potensi individu (p-value=0,109), pendapatan (p-value=1,000), kondisi kerja (p-value = 0,609), kualitas supervisi (p-value=0,283) dengan cakupan CDR TB paru. Dinas kesehatan diharapkan dapat memberikan motivasi dan menyelenggarakan pengembangan potensi petugas. Kepala puskesmas diharapkan terus memberikan motivasi untuk petugas P2TB supaya dapat menyelesaikan tugasnya dalam upaya penanggulangan TB. Petugas P2TB diharapkan selalu berupaya untuk mencapai keberhasilan program penanggulangan TB di puskesmas

    Pemetaan Penyakit Diare Berbasis Sistem Informasi Geografis di Puskesmas Tengaran Tahun 2016

    No full text
    Program Studi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Fakultas kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2017 ABSTRAK Ahlul Raras Pudyastuti PEMETAAN PENYAKIT DIARE BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PUSKESMAS TENGARAN TAHUN 2016 xxiii +67 halaman + 4 tabel +17 gambar + 8lampiran Kasus diare adalah kasus tertinggi kedua setelah ISPA di Puskesmas Tengaran dan merupakan kasus tertinggi se kabupaten Semarang yaitu mencapai 2065 kasus. Puskesmas Tengaran belum menggunakan pelaporan yang berbasis Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran penyakit diare di wilayah kecamatan Tengaran pada tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (RnD). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung terhadap sumber data. Obyek yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh pelaporan kejadian diare di kecamatan Tengaran tahun 2016. Analisa data penyakit diare dilakukan secara deskriptif dengan perancangan SIG menggunakan software ArcView. Jumlah kasus diare di kecamatan Tengaran tahun 2016 sebanyak 2.065 kasus. Jumlah kasus diare tertinggi berada di desa Cukil yaitu sebanyak 418 penderita dengan presentase kasus diare mencapai 11,31 %. Jumlah penduduk di kecamatan Tengaran sebanyak 64.410 jiwa. Kecamatan Tengaran memiliki 10 unit pelayanan kesehatan atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), keberadaan FKTP sebesar 40 %. Kelompok umur yang paling rentan terkena diare adalah kelompok umur dewasa yang berumur lebih dari 20 tahun (40%). Saran bagi puskesmas, Selain tabel sebaiknya output data dapat berupa diagram dan peta, sehingga memudahkan dan mempercepat petugas dan pihak manajemen dalam memahami pola persebaran penyakit dan mempercepat pengambilan keputusan. Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis (SIG), ArcView, Kasus Diare Kepustakaan : 25 (1997-2014

    14,363

    full texts

    17,604

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Udinus Repo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇