17604 research outputs found
Sort by
Perancangan Enterprise Arsitektur Sistem Indeks Kinerja Dosen Fakultas Ilmu Komputer di Universitas Dian Nuswantoro dengan Metode TOGAF ADM
Indeks Kinerja Dosen merupakan indeks atau skor yang diperoleh oleh dosen setelah menjalankan sejumlah tugas yang wajib dilaksanakan sebagai tugas institusional dalam penyelenggaraan kegiatan pokok dan fungsinya dalam pendidikan berdasarkan kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi. Indeks Kinerja Dosen berfungsi untuk memberikan bahan masukan kepada dosen untuk membuat perencanaan strategis dan keputusan dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. Prosedur sistem Indeks Kinerja Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro saat ini pelaksanaannya masih belum terkoordinasi dengan baik, dan dosen mengalami kesulitan dalam memantau hasil nilai Indeks Kinerja Dosen. Oleh karena itu dibutuhkan perancangan enterprise architecture yang dapat meminimalisir permasalahan yang ada. Pada penelitian ini, perancangan enterprise architecture dibuat dengan menggunakan metode TOGAF ADM (The Open Group Architecture Framework Architecture Development Method) yang terdiri dari Preliminary Phase, Requirement Management, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solution, Migration Planning, Implementation Governance dan Architecture Change Management. Perancangan arsitektur sistem Indeks Kinerja Dosen Fakultas Ilmu Komputer ini dilakukan berdasarkan aktivitas utama dan aktivitas pendukung yang ada dalam alur proses penilaian Indeks Kinerja Dosen yang saat ini berjalan. Hasil dari penelitian ini berupa blueprint perancangan sistem Indeks Kinerja Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro. Kata kunci : Enterprise Architecture, TOGAF, Architecture Development Method
PERANCANGAN MEJA MULTIFUNGSI MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ATRIBUT KANO PADA SERVICE OFFICE DI SEMARANG
INTISARI Keterbatasan ruangan ialah salah satu cara untuk menekan biaya sewa ruangan yang ada pada service office. Permasalahan yang erjadi pada service office ialah tidak ada tempat tas, draft, kabel dan kopi. Padahal atribut ini sangatlah diperlukan karena berfungsi untuk menjaga kenyamanan dan memperlancar proses karyawan saat bekerja. Dalam tugas akhir ini berisi tentang perancangan meja multifungsi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dengan metode quality function deployment (QFD) dengan mempertimbangkan atribut kano pada service office di semarang. Pada tahap awal dilakukan survey pendahuluan dengan 40 responden untuk mengidentifikasi atribut kano. Dari hasil pengembangan dan analisis yang dilakukan pada atribut kano didapatkan atribut pernyataan yang masuk pada kategori attractive yaitu desain meja memiliki kesesuaian dengan postur tubuh, memiliki kombinasi warna yang menarik, memiliki arga yang terjangkau, memiliki tempat kopi. Hasil atribut yang masuk dalam kategori attractive, one dimensional dan mustbe diolah lebih lanjut pada QFD. Kemudian pada metode quality function deployment, didapatkan target spesifikasi dalam perancangan meja kantor multifungsi yang paling besar kontribusinya adalah meja dapat digunakan sendiri dan jika digabung dapat dijadikan meja rapat degan bobot 1,72, memiliki fungsi tambahan yaitu sebagai tempat tas,draft dan kopi dengan bobot 1,69, sesuai dengan antropometri orang dewasa dengan bobot 1,053, Harga meja yang terjangkau yaitu kisaran Rp 700.000 – 1.500.000 dengan bobot 0,75, Menggunakan MDF 20 mm dengan bobot 0,68. Kata kunci: Meja Multifungsi, Atribut Kano, Quality Function Deployment ( QFD
Pemilihan Pemasok Bahan Baku Plat Besi pada CV Bintang Prima Perkasa dengan Pendekatan Analytical Network Process (ANP)
CV Bintang Prima Perkasa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, yaitu bidang industri karoseri dan konstruksi. Perusahaan memproduksi Cargo Box Alumunium, Box Besi dan Bak Besi. Produk yang domina adalah box besi dan bak besi yang berbahan baku plat besi. Plat besi ini diproduksi oleh PT Handy Mandiri Steel, PT Mandiri Citra Abadi dan PT Maiko Baru. Dalam pemenuhan pemesanannya menimbulkan kendala yang mengganggu proses produksi, misalnya dalam hal kedatangan bahan baku. CV Bintang Prima Perkasa memerlukan metode pengambilan keputusan yang bisa lebih sistematis dalam mengatasi masalah pemesanan yang terjadi. Metode Analytical Network Process (ANP) merupakan metode yang tepat dalam mengatasi permasalahan yang terjadi dikarenakan memiliki keterkaitan antar kriteria. Dengan menggunakan metode ANP akan diidentifikasi keterkaitan antar kriteria yang akan akan menghasilkan keputusan terbaik. Kriteria dalam memilih pemasok yang digunakan adalah pengiriman bahan baku, karakteristik bahan baku, biaya bahan baku dan layanan dari pemasok yang mempunyai sub kriteria dan terkait satu sama lainnya. Dari model ANP yang dibangun, selanjutnya kriteria beserta sub kriteria dibandingkan satu sama lainnya. Nilai perbandingan tersebut diolah dan didapatkan nilai pemasok pada tiap sub kriteria. Dari hasil penelitian, sub kriteria yang mendapatkan nilai tertinggi dan menjadi prioritas pertama adalah kualitas dengan bobot 0,360. Sedangkan pemasok yang terpilih adalah PT Handy Mandiri Steel dengan bobot total 5,036
ANALISA KUANTITATIF DAN KUALITATIF DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP PADA KASUS PENYAKIT DIABETES MELITUS DI RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG PERIODE IV TAHUN 2015
Berdasarkan survei awal di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang, hasil analisa kuantitatif pada 10 dokumen rekam medis kasus diabetes melitus menunjukkan bahwa 40% dokumen tidak baik, tulisan dokter dan perawat tidak bisa di baca pada review pencatatan, 40% tidak lengkap pada review identifikasi, 50% tidak lengkap pada review autentifikasi, dan p 50% tidak lengkap ada review pelaporan. Hasil analisa kualitatif menunjukkan 100% dokumen rekam medis lengkap dan akurat .Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui gambaran ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap pada kasus penyakit diabetes melitus di Rumah Sakit Tentara Bhakti Wira Tamtama Semarang periode IV tahun 2015. DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2016 Abstrak KHOERUNNISAK ANALISA KUANTITATIF DAN KUALITATIF DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP PADA KASUS PENYAKIT DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT TENTARA BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG PERIODE IV TAHUN 2015 99 hal + 13 tabel + 4gambar + 14 lampiran Jenis penelitian ini adalah deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 336 Dokumen Rekam Medis dengan jumlah sampel sebesar 77 Dokumen Rekam Medis. Berdasarkan hasil analisa kuantitatif dan kualitatif dari 77 dokumen rekam medis rawat inap yang diteliti terdapat 69 dokumen yang tidak lengkap (80,61%) dan 8 dokumen lengkap (10,38%) . Untuk meningkatkan mutu pelayanan pada kelengkapan dokumen rekam medis, Rumah Sakit perlu melakukan sosialisasi prosedur tetap dalam pengisian dokumen rekam medis pada dokter dan perawat yang bertanggung jawab, membuat prosedur tetap di bagian rekam medis mengenai apa saja yang perlu di buat dalam analisa kuantitatif dan kualitatif dokumen rekam medis rawat inap dalam bentuk checklist
TINJAUAN KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP PESERTA BPJS PADA KASUS BEDAH DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG PERIODE BULAN MEI TAHUN 2016
Rekam Medis adalah dokumen legal yang di dalamnya berisikan identitas pasien, diagnosis, terapi, pemeriksaan, pengobatan dan semua pelayanan yang telah diberikan kepada pasien. Rekam Medis merupakan formulir yang harus diisi lengkap dari item identifikasi, autentifikasi, laporan penting dan pendokumentasian. Dokumen Rekam Medis dapat digunakan untuk mengetahui dan mengukur kualitas mutu pelayanan pada rumah sakit. Kualitas mutu pelayanan rumah sakit ditentukan dengan analisis pada kuantitatif dan kualitatif DRM menggunakan pendekatan Quality Assurance. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui / mendeskripsikan / mengidentifikasi tentang kelengkapan Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Inap Peserta BPJS pada kasus bedah di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Periode Bulan Mei Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Pengambilan data dengan cara observasi dan wawancara dengan pendekatan Retrospective. Sampel penelitian berjumlah 71 dokumen rekam medis rawat inap Peserta BPJS pada Kasus Bedah di RSI Sultan Agung Semarang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah daftar check list penelitian, pedoman wawancara, dan DRM RI yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada 71 dokumen rekam medis rawat inap. Hasil analisis kuantitatif pada dokumen rekam medis rawat inap menunjukkan bahwa 30,98% dokumen lengkap dan 69,02% dokumen tidak lengkap. Hasil analisis kualitatif menunjukkan 100 % dokumen rekam medis rawat inap lengkap. Deliquent medical record (DMR) adalah 84,51%. Berdasarkan hasil tersebut, komunikasi antara dokter, perawat, paramedis, dan perekam medis, profesi terkait perlu ditingkatkan. Kesadaran dan tanggung jawab dalam melengkapi pengisian dan pencatatan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Peserta BPJS Kasus Bedah perlu ditingkatkan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RINGWORM PADA KARYAWAN KLINIK HEWAN DI SEMARANG BARAT TAHUN 2017
Ringworm merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh golongan jamur, Ringworm dapat menular antar hewan maupun hewan ke manusia. Higiene perseorangan dan penggunaan APD menjadi salah satu faktor penyebab kejadian Ringworm pada karyawan klinik hewan di Semarang Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis adanya hubungan antara higiene perseorangan dengan Ringworm pada karyawan klinik hewan di Semarang Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode wawancara, menggunakan pendekatan penelitian secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Klinik Hewan Kasih Satwa dan Klinik Hewan Griya Satwa lestari Semarang Barat sebayak 46 karyawan. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis dengan menggunakan uji statistik chi square dan fisher’s exact test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara higiene perseorangan (p-value 0,004, 95%CI 0,43-0,772) dan penggunaan APD (p-value 0,000, 95%CI 0,04-3,18) dengan Ringworm sedangkan tidak ada hubungan antara masa kerja (p-value 0,330, 95%CI 0,58-1,924), riwayat penyakit kulit (p-value 0,082 , 95%CI 0,71 -1,058), dan riwayat alergi (p-value 0,493 , 95%CI 0,155-2,325) dengan Ringworm pada karywan klinik hewan di Semarang Barat. Berdasarkan hasil penelitian maka sebaiknya karyawan lebih memperhatikan hygiene personal terutama dalam mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan hewan dan membawa pakaian khusus untuk bekerja. Karyawan juga lebih taat menggunakan APD saat kontak dengan hewan. Ringworm, Hygiene personal, karyawan klinik hewa
TRANSLATION QUALITY ASSESSMENT OF TECHNICAL TERMS ON A NOVEL THE MARTIAN BY ANDY WEIR
The study entitled Translation Quality Assessment of Translated Novel The Martian by Andy Weir. The objective of this study is to describe the translation quality assessment of the technical term on translated novel The Martian by Andy Weir in term of accuracy, acceptability and readability. The data of this research were collected by selecting 100 data from The Martian novel by Andy Weir and its translation as primary data and questionnaire to the three raters and three respondents as secondary data. In The Martian and its translation, there are only 100 sentences containing technical terms. Based on the research finding, there are 51 (51%) data are accurate, 38 (38%) are less accurate, and 11 (11%) are inaccurate. The translation of The Martian novel by Andy Weir are acceptable. There are 64 (64%) data are acceptable, 30 (30%) are less acceptable, and 6 (6%) are unacceptable. Mostly, the translation of The Martian novel by Andy Weir are readable. The 56 (56%) data are readable, 42 (42%) are less readable, and 2 (2%) are unreadable. In conclusion the technical terms of the novel in term of accuracy only half accurate ,half acceptable and half readable.The translator should more concern on translate the technical terms or terminologies in the novel. The translator should not only focus on the accuracy of the translation of technical terms, but also other important aspects such as acceptability and readability of its technical terms. This research hopefully can be one of the source of information for other researchers who want to conduct further research about translation quality assessment
Pengaruh Faktor Keuangan dan Non Keuangan pada Tingkat Underpricing saat Initial Public Offering Periode 2012 - 2015 di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel reputasi underwriter, reputasi auditor, umur perusahaan, saham ditahan oleh pemegang saham lama, size perusahaan, financial leverage, ROA, dan EPS terhadap tingkat underpricing. Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan objek penelitian perusahaan yang melakukan IPO pada periode tahun 2012-2015. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Metode penentuan sampel data menggunakan purposive sampling yang menghasilkan 58 perusahaan yang melakukan IPO dan mengalami underpricing pada tahun 2012-2015. Penelitian ini menggunakan sampel dari data sekunder perusahaan yang melakukan IPO. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel reputasi auditor, umur perusahaan, saham ditahan oleh pemegang saham lama, financial leverage, ROA, dan EPS memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat underpricing. Sedangkan variabel reputasi underwriter dan size perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat underpricing