Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam
Not a member yet
136 research outputs found
Sort by
ANALISIS FERTILITAS DI PROVINSI ACEH
The purpose of this study is to find out the factors that affect the fertility of the women of childbearing age (WUS) in Aceh Province. The dependent variable used was fertility and the independent variables are Household Wealth, Residence (rural or urban), Age, Education,The Age of First Childbirth, and The Age of First Marriage. The data used are secondary data from Survey Demograsi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 and analyzed using multiple linear regression model. The results showed that Age had a positive and significant effect, while the other independent variables namely Residence (rural or urban), Education, and the Age of the First Childbirth had significantly negative effect on Fertility. Moreover, there are two independent variable, Household Wealth and the Age of First Marriage, which had negative effect but did not significant. It is hoped by considering the results of this research, BKKBN is able to create a new program that could reach WUS in milenial era, and also improves socialization and knowledge about the ideal age of first childbirth to reduce fertility numbers.Keywords: Fertility, SDKI 2017,Women of Childbearing Age, the Age of First ChildbirthTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas wanitAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas wanita usia subur (WUS) di Provinsi Aceh. Adapun variabel terikat yang digunakan yaitu Fertilitas dan variabel bebas yaitu Kekayaan Rumah Tangga, Tempat Tinggal (desa atau kota), Usia, Lama Sekolah, Usia Melahirkan Anak Pertama dan Usia Kawin Pertama. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data Survey Demograsi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 dengan menggunakan model regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usia berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan variabel bebas lainnya yaitu Tempat Tinggal (desa atau kota), Lama Sekolah, dan Usia Melahirkan Anak Pertama berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Fertilitas. Ada dua variabel bebas yaitu Kekayaan Rumah Tangga dan Usia Kawin Pertama yang berpengaruh negatif tapi tidak signifikan. Diharapkan pihak BKKBN dapat membuat program baru yang menyentuh WUS milenial, dan meningkatkan sosialisasi serta pengetahuan tentang usia melahirkan pertama yang ideal untuk menurunkan fertilitas.Kata Kunci: Fertilitas, SDKI 2017, Wanita Usia Subur, Umur Melahirkan Anak Pertam
ANALISIS KETIMPANGAN PENDIDIKAN DI PROVINSI PAPUA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketimpangan pendidikan dengan menggunakan Koefisien Gini Ratio, membandingkan tingkat ketimpangan pendidikan, serta menganalisis faktor ketimpangan pendidikan antar wilayah di Provinsi Papua Barat. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif korelasional berdasarkan data panel periode 2013-2018 yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat. Data dianalisis dengan Indeks Gini Ratio dan Kurva Lorenz sebagai ukuran tingkat ketimpangan berdasarkan data Rata-Rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah selama enam tahun terakhir di Provinsi Barat. Hasil dari Indeks Gini Ratio menunjukan tingkat ketimpangan pendidikan di Provinsi Papua Barat tergolong rendah dengan hasil Indeks Gini Rata-Rata Lama Sekolah 0,110 dan Harapan Lama Sekolah 0,047. Hasil penelitian keduanya, menunjukan angka koefisien Gini setiap tahunnya semakin kecil yang mengindikasikan semakin meratanya distribusi pendidikan di Provinsi Papua Barat. Namun, ketimpangan pendidikan antar wilayah di Papua Barat masih terjadi, Kota Sorong menjadi daerah dengan Rata-Rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah tertinggi dibanding daerah-daerah lainnya
ANALISIS SERAPAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TENGAH
Local governments have an important role in optimizing local financial management to improve public services to the public. One of the most common financial management issues is the absorption of budget in District Revenue and Expenditure Budgets (APBK) at the end of budget year is often below target or lower than its budget. This will result in the loss of spending benefits because the allocated funds cannot be fully utilized, which means there is iddle money. This study aims to analyze the absorption of budget of the Aceh Tengah District Government based on the type of expenditure, function and its organization. The secondary data obtained from the Qanun of about the Responsibility and its Implementation of APBK Aceh Tengah for the years 2012-2015 . The results showed that the budget absorption based on the type of expenditure, function and organization fluctuated every year. The average budget absorption from 2012 to 2015 is based on the type of expenditure of 87.03%, the average absorption of expenditure by function of 93.32%, and the average uptake of expenditure by the organization of 94.44%.Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Salah satu masalah pengelolaan keuangan yang sering ditemui adalah serapan anggaran belanja daerah pada APBK diakhir tahun anggaran seringkali berada dibawah target atau lebih rendah dibandingkan dengan anggarannya. Hal ini akan mengakibatkan hilangnya manfaat belanja karena dana yang dialokasikan ternyata tidak semuanya dapat dimanfaatkan, yang artinya terjadi iddle money. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serapan anggaran belanja Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berdasarkan jenis belanja, berdasarkan fungsi dan berdasarkan organisasi. Data yang dianalisis terdiri dari data sekunder yang diperoleh dari qanun APBK Aceh Tengah tahun 2012-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serapan anggaran belanja bedasarkan jenis belanja, fungsi dan organisasi berfluktuatif setiap tahunnya. Rata-rata serapan anggaran dari tahun 2012 sampai dengan 2015 berdasarkan jenis belanja sebesar 87,03%, rata-rata serapan belanja berdasarkan fungsi sebesar 93,32%, dan rata-rata serapan belanja berdasarkan organisasi sebesar 94,44%.Keywords: budget absorpsion, expenditure type, expenditure function, organization
ISLAMICITY FINANCIAL PERFORMANCE INDEX PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
This research aims to examine the impact of Intellectual Capital and Good Governance Business Syariah (GGBS) towards Islamicity Financial Performance Index proxied by Profit Sharing Ratio (PSR). The data used is secondary data obtained from annual reports and the GCG implementation report that was published by the Islamic banks in the period of 2012 to 2016. This is a hypothesis testing research using purposive sampling method with 11 Islamic banks as the object of the research. The analysis method used is multiple regression analysis and the result partially shows that GGBS has a significant influence on Islamicity financial performance index, whereas intellectual capital does not.While, simultaneous testing shows both variables affect the islamicity financial performance index Islamic bank. Keywords: intellectual capital, GGBS, profit sharing ratio, Islamicity financial performance index AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Modal Intelektual dan penerapan Good Governance Business Syariah terhadap Islamicity Financial Performance Index yang diproksikan dengan Profit Sharing Ratio (PSR). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari laporan tahunan (annual report) dan laporan pelaksanaan GCG yang dipublikasikan pada website masing-masing Bank syariah selama periode 2012-2016. Penelitian hipotesis ini menggunakan purposive sampling sebagai pengambilan sampel dengan 11 Bank Umum Syariah sebagai objek penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial modal intelektual tidak berpengaruh terhadap Islamicity Financial Performance Index perbankan syariah, sedangkan penerapan Good Governance Business syariah berpengaruh signifikan terhadap Islamicity Financial Performance Index. Pengujian secara simultan menunjukkan bahwa kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap Islamicity Financial Performance Index Perbankan Syariah
PENGARUH DUE PROFESSIONAL CARE, PENGALAMAN AUDIT, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BERKELANJUTAN TERHADAP KUALITAS AUDIT INTERNAL DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI PEMODERASI PADA KANTOR INSPEKTORAT PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE
The objective of this study is aimed to examine empirically the influence of due professional care,audit experience, education and ongoing training on the audit quality with organizationalcommitment as the moderating variables. All auditors at the Government Internal SupervisoryApparatus (APIP) in the city of Lhokseumawe, Aceh were selected as the respondenst. The primarydata used in this study gathered by distributing questionnaires to the respondents, and analyzedusing the Moderated Regression Analysis (MRA). The study documented that the due professionalcare, audit experience, education ongoing training, and organizational commitment affectedsignificantly and simultaneously the quality of audits at the Inspectorate of Government InternalSupervisory Apparatus at the city of Lhokseumawe. Organizational commitment moderated therespective influence of due professional care,audit experience, education and ongoing training onthe quality audit.Keywords: Quality Audit, Due Professional Care, Audit Experience, Education and OngoingTraining, Organizational Commitment.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen due professional care,pengalaman audit, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan terhadap variabel dependen kualitasaudit dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderasi baik secara bersama-sama maupunparsial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor Aparat Pengawasan InternalPemerintah (APIP) berjumlah 47 (empat puluh tujuh) orang, semua anggota populasi akandijadikan sampel dalam penelitian ini karena menggunakan metode sensus atau penelitianpopulasi. Penelitian ini melalui pengujian hipotesis secara kuantitatif, data yang digunakanmerupakan data primer yang bersumber dari jawaban responden atas kuesioner yang dikirim.Pengolahan data pada penelitian ini dengan menggunakan analisis interaksi atau ModerateRegression Analysis (MRA). Hasil penelitian secara bersama-sama menunjukkan bahwa dueprofessional care, pengalaman audit, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan serta komitmenorganisasi berpengaruh terhadap kualitas audit pada Aparat Pengawasan Internal PemerintahInspektorat Kota Lhokseumawe. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa masing-masingvariabel due professional care, pengalaman audit, pendidikan dan pelatihan berkelanjutanserta komitmen organisasi berpengaruh terhadap kualitas audit, juga komitmen organisasimemoderasi masing-masing pengaruh due professional care, pengalaman audit, pendidikan danpelatihan berkelanjutan terhadap kualitas audit
PENGARUH SUKU BUNGA, PRODUK DOMESTIK BRUTO DAN NILAI TUKAR TERHADAP EKSPOR DI INDONESIA
This research aims to analyze the level of exports in Indonesia by using Time Series data from theyear 1990 to 2015 against a variable interest rate loands, gross domestic product, and theexchange rate. Methods of analysis used i.e, Auto Regressive Distributed Lagged (ARDL). Theresults showed that the three variables have no Granger which is caused by the difference of theorder on the test stasioner. Based on a test of wald for the short term that gained and the long-termgross domestic product, exchange rates and interest rates significantly influential credit towardexport.Keywords:ARDL, export, interest rate loands, gross domestic product, exchange rates.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ekspor di Indonesia dengan menggunakan dataTime Series dari tahun 1990 sampai 2015 terhadap variabel suku bunga kredit, produk domestikbruto, dan nilai tukar. Metode analisis yang digunakan yaitu AutoRegressive Distributed Lagged(ARDL).Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tidak memiliki kointegrasi yangdisebabkan oleh perbedaan ordo pada uji stasionernya. Berdasarkan uji wald didapat bahwa untukjangka pendek dan jangka panjang produk domestik bruto, nilai tukar dan suku bunga kreditberpengaruh secara signifikan terhadap ekspor
PENGARUH TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DAN REMITANSI TERHADAP PDB PER KAPITA DI INDONESIA
Money transfer or remittances is one of the main sources of international finance that sometimesexceed the flow of foreign direct investment. This research aims to observe the influence of TKIand the remittance to GDP per Capita in Indonesia by using time series data from the years 1990-2016. Method of the research used Autoregressive Distributed Lagged (ARDL). In Indonesia, themoney transfer (remittance) is second after oil and gas (state budget sources or APBN). The resultshowed that the TKI and positive and significant influential remmitance to GDP per capitaIndonesia. Although GDP per capita increased Indonesia result of remittance, but governmentshould increase employment in Indonesia so that Indonesia does not labor must fight and workabroad.Keywords: Remittance, TKI, GDP Per capita, the ARDL.AbstrakPengiriman uang (remitansi) merupakan salah satu sumber keuangan internasional utama yangterkadang melebihi arus investasi langsung asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengamatipengaruh TKI dan remitansi terhadap PDB Per Kapita di Indonesia dengan menggunakan data timeseries dari tahun 1990-2016. Metode analisis yang digunakan yaitu Autoregressive DistributedLagged (ARDL). Di Indonesia, pengiriman uang (remitansi) merupakan sumber APBN keduasetelah Migas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TKI dan remitansi berpengaruh positif dansignifikan terhadap PDB per kapita Indonesia. Meskipun PDB per Kapita Indonesia meningkatakibat dari remitansi, akan tetapi pemerintah harus meningkatkan lapangan pekerjaan di Indonesiaagar tenaga kerja Indonesia tidak harus berjuang dan bekerja di luar neger
ANALISIS SERAPAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TENGAH
Local governments have an important role in optimizing local financial management to improve public services to the public. One of the most common financial management issues is the absorption of budget in District Revenue and Expenditure Budgets (APBK) at the end of budget year is often below target or lower than its budget. This will result in the loss of spending benefits because the allocated funds cannot be fully utilized, which means there is iddle money. This study aims to analyze the absorption of budget of the Aceh Tengah District Government based on the type of expenditure, function and its organization. The secondary data obtained from the Qanun of about the Responsibility and its Implementation of APBK Aceh Tengah for the years 2012-2015 . The results showed that the budget absorption based on the type of expenditure, function and organization fluctuated every year. The average budget absorption from 2012 to 2015 is based on the type of expenditure of 87.03%, the average absorption of expenditure by function of 93.32%, and the average uptake of expenditure by the organization of 94.44%.Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Salah satu masalah pengelolaan keuangan yang sering ditemui adalah serapan anggaran belanja daerah pada APBK diakhir tahun anggaran seringkali berada dibawah target atau lebih rendah dibandingkan dengan anggarannya. Hal ini akan mengakibatkan hilangnya manfaat belanja karena dana yang dialokasikan ternyata tidak semuanya dapat dimanfaatkan, yang artinya terjadi iddle money. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serapan anggaran belanja Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berdasarkan jenis belanja, berdasarkan fungsi dan berdasarkan organisasi. Data yang dianalisis terdiri dari data sekunder yang diperoleh dari qanun APBK Aceh Tengah tahun 2012-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serapan anggaran belanja bedasarkan jenis belanja, fungsi dan organisasi berfluktuatif setiap tahunnya. Rata-rata serapan anggaran dari tahun 2012 sampai dengan 2015 berdasarkan jenis belanja sebesar 87,03%, rata-rata serapan belanja berdasarkan fungsi sebesar 93,32%, dan rata-rata serapan belanja berdasarkan organisasi sebesar 94,44%.Keywords: budget absorpsion, expenditure type, expenditure function, organization
ANALISIS PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ACEH TENGAH
A fixed aset is one of the elements that must be managed well in order to produce reliable information in the financial statements of the local government office. The purpose of this study is to analyze the suitability between the implementation of the management of local property in the Central Aceh District with the regulation of Ministry of Home Affairs (Permendagri), No. 17 of 2008 and identify the constraints encountered in the management of local property in the district of Central Aceh. Using the qualitative method, the study finds that the management of local property in the district of Central Aceh in 2015 has been in line with the Permendagri, No. 17 of 2008, but in its implementation there have been many shortcomings due to non-supportive of human resources, facilities and infrastructure, and the leaderships. Thus, this study suggest the government apparatus, especially those who are in charges of management of local property enhance their ability by attending education, training, and technical workshops in the field of financial management of local government, aiming towards professional human resources.Keywords: Aset Management, Regional PropertyAbstrakAset tetap merupakan salah satu unsur yang harus dikelola dengan baik agar menghasilkan informasi yang andal dalam laporan keuangan daerah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesesuaian antara implementasi pengelolaan barang milik daerah di Kabupaten Aceh Tengah dengan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 dan mengidentifikasi kendala-kendala yang ditemui dalam pengelolaan barang milik daerah di Kabupaten Aceh Tengah. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif -deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan barang milik daerah Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 2015 masih mengacu pada permendagri nomor 17 tahun 2008, namun pada pelaksanaannya masih banyak kekurangan karena tidak didukung dengan sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan dukungan dari atasan. Penelitian ini merekomendasikan kepadaSumber Daya Manusia, khususnya aparatur kerja di di bidang pengelolaan barang milik daerah untuk mengikuti pendidikan, pelatihan dan bimbingan teknis di bidang pengelolaan keuangan daerah agar terwujud SDM yang professional
MODEL PENERAPAN DAN POTENSI WAKAF SAHAM DI INDONESIA
Dalam perkembangannya objek-objek wakaf baru seperti wakaf uang, saham dan surat berharga muncul sebagai hasil ijtihad ulama berdasarkan motif memaksimalkan manfaat yang akan dirasakan oleh penerimanya. Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Seiring dengan kian maraknya gaya hidup halal, maka hal tersebut juga berpengaruh kepada gaya investasi masyarakat dengan munculnya bursa saham syariah dan terus berkembang. Di Indonesia sendiri akan di launching program wakaf saham oleh otoritas terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model penerapan wakaf saham di Indonesia nantinya serta untuk mengetahui bagaimana perkiraan potensi wakaf saham di Indonesia Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dikategorikan sebagai studi pustaka menggunakan metode metasintesis. Hasil menunjukkan bahwa terdapat dua model pengelolaan wakaf saham di Indonesia. Sedangkan potensi dari wakaf saham sangat besar, ditinjau dari jumlah umat Islam di Indonesia, jumlah investor saham syariah dari tahun ke tahun serta jumlah emiten saham syariah pada bursa