Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam
Not a member yet
136 research outputs found
Sort by
PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, INVESTASI, DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP DISPARITAS PENDAPATAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan pembangunan ekonomi ini diukur dari tercapainya pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan berkurangnya disparitas pendapatan atau ketimpangan pendapatan. Ketimpangan pendapatan menjadi persoalan ekonomi paling mendasar yang selalu menjadi pusat perhatian karena sulit terpecahkan hampir di setiap negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat ketimpangan distribusi pendapatannya cukup tinggi. Berdasarkan data BPS, diketahui bahwa Provinsi dengan Gini Ratio tertinggi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ketimpangan pendapatan pada Wilayah kabupaten/kota D.I Yogyakarta disebabkan oleh pertumbuhan dan keterbatasan yang dimiliki masing-masing daerah berbeda-beda serta pembangunan yang cenderung terpusat pada daerah yang sudah maju. Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan tujuan peneliti lebih fokus pada pengaruh PDRB, Investasi, dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap disparitas pendapatan yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan model analisis regresi linier berganda. Analisis data penelitian ini menggunakan perhitungan statistik dengan bantuan software SPSS. Berdasarkan hasil penggujian didapatkan bahwa PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan. Investasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan. Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap disparitas pendapata
KORELASI PENDAPATAN PER KAPITA, KULTUR DEMOGRAFI DAN PENCAPAIAN ZERO HUNGER (KOMPARASI DESKRIPTIF WILAYAH BARAT TIMUR INDONESIA)
This research is to find out the comparison and test the correlation between per capita income, demographic culture and achievement of SDG2 (Poverty and Hunger Index) which is analyzed descriptively between the western and eastern regions of Indonesia. The research was conducted by looking at two years of data, namely data for 2016 and 2020, as implicit from the initial transition from the MDGs to SDGs and as an evaluation of the five-year journey of the SDGs program. The research was conducted in two regions in Indonesia, namely the eastern region and the western region of Indonesia, each consisting of 14 provinces through panel data. The methodology for compiling the PHI (Poverty and Hunger Index) index is based on the methodology for compiling the Human Development Index (HDI) conducted by UNDP. The results of the study show that the value of the poverty and hunger index (PHI) in the eastern and western regions of Indonesia is still high, reflecting that the poverty and hunger index in these regions still needs to be corrected. Based on the data, it is described that in 2020 all regions of the Western region will experience an improvement in the trend of the poverty and hunger index compared to 2016. There is a very close correlation between the variables of the poverty and hunger index and the Demographic Culture in the West and Eastern regions of Indonesia, which includes population density, fertility rate, and income percapita Keywords: SDG2, Poverty Hunger Index (PHI), Demographic Culture, Income Percapit
PERBANDINGAN LOYALITAS KONSUMEN DAN STRATEGI PEMASARAN ANTARA ILLOCAKE DAN ROCASTE DI KOTA BIMA
This study aims to determine the differences in consumer loyalty and marketing strategies between Illocake and Rocaste in Bima City. This research is a comparative study that uses quantitative data from primary data sources. The research instrument used a Likert scale questionnaire. The population used in this research is all Illocake and Rocaste consumers in Bima City in Bima City whose numbers are not known for certain (Unknown Population). The sample in this study were 60 respondents. The sampling technique in this study was carried out by accidental sampling, data collection techniques using observation, questionnaires and library studies with data analysis techniques using validity tests, reliability tests and different tests. The results showed that there was no difference in consumer loyalty but in the marketing strategy between Illocake and Rocaste there was a difference.Keywords : Consumer Loyalty, Marketing Strategie
MODEL PENGUKURAN PEMBERDAYAAN EKONOMI DAN SOSIAL OLEH LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH (LKMS): STUDI PADA NASABAH WANITA DI WILAYAH KABUPATEN ACEH BESAR
Penelitian ini mengkaji dampak pembiayaan yang diberikan oleh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di wilayah Aceh Besar terhadap peberdayaan perempuan baik secara ekonomi maupun sosial.Dampak ekonomi antara lain pendapatan, pengeluaran keluarga, konsumsi keluarga, tabungan dan gaji pekerja, manakala dampak sosial seperti pendidikan anak, kesehatan keluarga, hubungan kekerabatan, dan pelaksanaan nilai-nilai agama.Menggunakan analisa kuantitatif dengan pendekatan model linear berganda, dengan mengolah data primer dari hasil kuisioner berskala likert terhadap 103 responden wanita, yang tersebar di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, yang telah menajalankan/memiliki usaha minimal 1 tahun dan mengajukan pembiayaan ke LKMS. Dengan menggunakan alat uji statistik SPSS, penelitian ini mendapatkan tiga variabel secara signifikan mempengaruhi peningkatan pemberdayaan perempuan dengan adanya pembiayaan yaitu peningkatan pendapatan keluarga (p-value=0.010), peningkatan pada gaji karyawan (p-value=0.015), dan peningkatan pada kesehatan keluarga (p-value=0.006). Dari sisi dampak ekonomi dan sosial, pembiayaan yang diberikan oleh LKMS berdampak positif, terlihat dari naiknya pendapatan, konsumsi dan bertambahnya aset (dampak ekonomi), dan terbukanya akses pendidikan, kesehatan, hubungan yang harmonis dengan keluarga dan Tuhan (ibadah) dan juga pemberdayaan perempuan (dampak sosial).Dengan semakin bertambahnya wirausahawan perempuan, diharapkan LKMS mampu memfasilitasi mereka dengan pembiayaan mikro, agar kelangsungan usaha dapat dipastikan berjalan. Untuk peneliti selanjutnya, agar memperluas wilayah kajian ke seluruh Aceh, sehingga dapat memberikan analisis yang lebih baik dan lengkap.Kata Kunci:Pemberdayaan Perempuan, LKMS, Dampak Ekonomi dan Sosia
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR DI PULAU SUMATERA
Hubungan saling ketergantungan dan persaingan antar negara seperti perdagangan internasional akan terus terjadi dengan adanya globalisasi. Ekspor adalah kegiatan berupa pembelian barang dan atau jasa oleh suatu negara ke negara lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor di pulau Sumatera Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode regresi data panel dan memilih pendekatan model efek acak (Random Effect Model). Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari data tahunan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia selama periode 2009-2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel IPM dan upah minimum provinsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor. Kemudian, masing-masing variabel biaya hidup dan kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekspor di Provinsi Sumatera periode 2009-2020. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah kebijakan yang tepat sasaran dalam rangka meningkatkan kualitas dan nilai ekspor karena sumber daya alam Indonesia berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional
Analisis Komparatif Dampak Covid-19 terhadap Manajemen Industri Perbankan Syariah
This study aims to analyze the effect of Covid-19 on Financial Performance based on Return on Assets (ROA). The research method used quantitative descriptive statistical analysis with the research object samples in this study, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank Syariah Bukopin, PT Bank Mega Syariah, PT Bank Victoria Syariah, and PT Bank Jabar Banten Syariah. The data source used is secondary data in the form of Islamic banking published financial reports. The data collection technique was carried out by collecting Islamic banking financial report data for the period August 2019 to August 2020. The analytical method used was the Paired Sample T-test. The results show that there are differences in financial performance based on Return On Assets (ROA) in the period before covid-19 to during covid-19. This indicates that Covid-19 has a fluctuating impact on the financial performance of Islamic banking.Keywords : Covid-19, and Return On Asset (ROA)AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Covid-19 Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan Return On Asset (ROA) . Metode penelitian menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan Sampel objek penelitian dalam penelitian ini yaitu PT. Bank Syariah Mandiri, PT. Bank Syariah Bukopin, PT. Bank Mega Syariah, PT. Bank Victoria Syariah, dan PT. Bank Jabar Banten Syariah. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder berupa laporan keuangan publikasi perbankan syariah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan data laporan keuangan perbankan syariah periode Agustus 2019 sampai dengan Agustus 2020. Metode analisis yang digunakan adalah Uji Paired Sample T-test. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan berdasarkan Return On Asset (ROA) pada masa sebelum covid-19 ke semasa covid-19. Hal ini menandakan bahwa covid-19 memberikan dampak fluktuatif terhadap kinerja keuangan perbankan syariah
MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT EKONOMI SYARIAH (MES) MELALUI SISTEM MAPARO DI ERA 4.0
The Maparo system in business that exists in Goat Farming which can improve the Community Economy, especially the Muslim Community (Sharia Economic Community) in Sadabumi Village, Majenang District, Cilacap Regency, uses a cooperative transaction namely "mudharabah" the local term is a maparo contract. Maparo contract/transaction itself is defined as a business system in the field of animal husbandry, where producers/breeders who do business are carried out together with the owners of capital. The investment is with the product in the form of goats, then this goat product when it is worth selling (adult) then the proceeds from the product sold will be divided with the owner of the capital (profit sharing). This research was conducted in Sadabumi Village, Majenang, Cilacap. Where researchers go directly to the field to research, then the results of the research are in the form of descriptions in the field. Data collection techniques in this research are observation and interview techniques and documentation. The results of the study prove that in business through the maparo system, business is entered with the mudharabah-muqayyadah system. In the "Maparo" system in this business, the producers and buyers are not only used as a business, but the purpose of this Maparo in addition to business is to establish a relationship of friendship (brotherhood) between fellow Muslims which in the 4.0 era (disruption as it is today, the Community The Islamic economy in Indonesia can take advantage of a system that has been integrated with the local customary culture of the local area through an investment model for those who have capital, besides this maparo system can be used as an "additional job" in terms of income (income) by product keeper/manager in the form of animals this goat livestock. The Maparo business system is also one of the business development systems for capital owners. The mudharabah muqayyadah contract in the Maparo system is a manifestation of the principles in sharia business, this is because the purpose of capital in this business is al-Ta'awun ( help), fairness in profit-sharing transactions, and the principle of risk sharing in losses that occur during the business that has been established.Sistem Maparo dalam bisnis yang ada pada Peternakan Kambing yang dapat mningkatkan Ekonomi Masyarakat, khusunya Maysarakat muslim (Masyarakat Ekonomi Syariah) yang ada di Desa Sadabumi Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, menggunakan transaksi kerjasama yakni mudharabah istilah lokalnya adalah akad maparo. Akad/transaksi maparo sendiri diartikan sebagai sistem bisnis dalam bidang peternakan, dimana para produsen/peternak yang melakukan bisnis dilakukan bersama-sama dengan pihak pemilik modal. Investasinya adalah dengan produknya yakni berupa kambing, selanjutnya produk kambing ini ketika sudah layak jual (dewasa) kemudian hasil dari produk yang dijual ini akan dibagi dengan pihak si pemilik modal (bagi hasil). Penelitian ini dilakukan di Desa Sadabumi, Majenang, Cilacap. Dimana peneliti terjun langsung kelapangan untuk meneliti, kemudian hasil penelitian berupa pendeskripsian yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data dalam riset kali ini yakni teknik observasi dan Wawiencara serta dokumentasi. Hasil Penelitian membuktikan bahwa dalam bisnis melalui sistem maparo ini masuk bisnis dengan sistem mudharabah-muqayyadah. Dalam sistem Maparo dalam bisnis ini para pihak produsen dan pembeli tidak hanya dijadikan sebuah bisnis semata, melainkan tujuan Maparo ini selain untuk bisnis adalah untuk menjalin hubungan silaturrahmi (persaudaraan) antar sesama muslim yang mana di era 4.0 (disrupsi seperti sekarang ini, Masyarakat Ekonomi Syariah di Indonesia dapat memanfaatkan sistemyang sudah terintegrasi dengan budaya adat lokal wilayah setempat melalui model investasi bagi pihak yang memiliki modal, selain itu sistem maparo ini dapat dijadikan sebagai pekerjaan tambahan dalam hal penghasilan (penghasilan) oleh pemelihara/pengelola produk yang berupa hewan ternak kambing ini. Sistem bisnis maparo juga menjadi salah satu sistem pengembangan usaha bagi pemilik modal. Akad mudharabah muqayyadah dalam sistem maparo merupakan manivestasi dari prinsip-prinsip dalam bisnis syariah, hal ini dikarenakan tujuan dari permodalan dalam bisnis ini yakni al-Taawun (tolong-menolong), keadilan dalam transaksi bagi hasil, dan prinsip berbagi resiko dalam kerugian yang terjadi selama bisnis yang telah terjaliAbstractThe Maparo system in business that exists in Goat Farming which can improve the Community Economy, especially the Muslim Community (Sharia Economic Community) in Sadabumi Village, Majenang District, Cilacap Regency, uses a cooperative transaction namely "mudharabah" the local term is a maparo contract. Maparo contract/transaction itself is defined as a business system in the field of animal husbandry, where producers/breeders who do business are carried out together with the owners of capital. The investment is with the product in the form of goats, then this goat product when it is worth selling (adult) then the proceeds from the product sold will be divided with the owner of the capital (profit sharing). This research was conducted in Sadabumi Village, Majenang, Cilacap. Where researchers go directly to the field to research, then the results of the research are in the form of descriptions in the field. Data collection techniques in this research are observation and interview techniques and documentation. The results of the study prove that in business through the maparo system, business is entered with the mudharabah-muqayyadah system. In the "Maparo" system in this business, the producers and buyers are not only used as a business, but the purpose of this Maparo in addition to business is to establish a relationship of friendship (brotherhood) between fellow Muslims which in the 4.0 era (disruption as it is today, the Community The Islamic economy in Indonesia can take advantage of a system that has been integrated with the local customary culture of the local area through an investment model for those who have capital, besides this maparo system can be used as an "additional job" in terms of income (income) by product keeper/manager in the form of animals this goat livestock. The Maparo business system is also one of the business development systems for capital owners. The mudharabah muqayyadah contract in the Maparo system is a manifestation of the principles in sharia business, this is because the purpose of capital in this business is al-Ta'awun ( help), fairness in profit-sharing transactions, and the principle of risk sharing in losses that occur during the business that has been established.Keywords: Maparo System, Sharia Economic Community, Era 4.0AbstrakSistem Maparo dalam bisnis yang ada pada Peternakan Kambing yang dapat mningkatkan Ekonomi Masyarakat, khusunya Maysarakat muslim (Masyarakat Ekonomi Syariah) yang ada di Desa Sadabumi Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, menggunakan transaksi kerjasama yakni mudharabah istilah lokalnya adalah akad maparo. Akad/transaksi maparo sendiri diartikan sebagai sistem bisnis dalam bidang peternakan, dimana para produsen/peternak yang melakukan bisnis dilakukan bersama-sama dengan pihak pemilik modal. Investasinya adalah dengan produknya yakni berupa kambing, selanjutnya produk kambing ini ketika sudah layak jual (dewasa) kemudian hasil dari produk yang dijual ini akan dibagi dengan pihak si pemilik modal (bagi hasil). Penelitian ini dilakukan di Desa Sadabumi, Majenang, Cilacap. Dimana peneliti terjun langsung kelapangan untuk meneliti, kemudian hasil penelitian berupa pendeskripsian yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data dalam riset kali ini yakni teknik observasi dan Wawiencara serta dokumentasi. Hasil Penelitian membuktikan bahwa dalam bisnis melalui sistem maparo ini masuk bisnis dengan sistem mudharabah-muqayyadah. Dalam sistem Maparo dalam bisnis ini para pihak produsen dan pembeli tidak hanya dijadikan sebuah bisnis semata, melainkan tujuan Maparo ini selain untuk bisnis adalah untuk menjalin hubungan silaturrahmi (persaudaraan) antar sesama muslim yang mana di era 4.0 (disrupsi seperti sekarang ini, Masyarakat Ekonomi Syariah di Indonesia dapat memanfaatkan sistemyang sudah terintegrasi dengan budaya adat lokal wilayah setempat melalui model investasi bagi pihak yang memiliki modal, selain itu sistem maparo ini dapat dijadikan sebagai pekerjaan tambahan dalam hal penghasilan (penghasilan) oleh pemelihara/pengelola produk yang berupa hewan ternak kambing ini. Sistem bisnis maparo juga menjadi salah satu sistem pengembangan usaha bagi pemilik modal. Akad mudharabah muqayyadah dalam sistem maparo merupakan manivestasi dari prinsip-prinsip dalam bisnis syariah, hal ini dikarenakan tujuan dari permodalan dalam bisnis ini yakni al-Taawun (tolong-menolong), keadilan dalam transaksi bagi hasil, dan prinsip berbagi resiko dalam kerugian yang terjadi selama bisnis yang telah terjali. Kata Kunci : Sistem Maparo, Masyarakat Ekonomi Syariah, Era 4.
KEMISKINAN DAN KESENJANGAN PENDAPATAN: PERAN PDRB DAN ZAKAT DI PROVINSI ACEH
This study aimed to determine the Gross Domestic Product (GDP) and the realization of zakat fund distribution toward the alleviation of poverty and income inequality in Aceh Province. This research involved panel data that is a combination of cross section data and time series data with the number of observation as many as 184 consisted of 23 districts/cities in a period of 8 years (2010 to 2017). This study used two models with dependent variables were the poverty and the income inequality. The result of the poverty model showed that Gross Domestic Product (GDP) and zakat influenced negatively and significantly toward the poverty in Aceh Province. However, the result of income inequality model showed that Gross Domestic Product (GDP) influenced positively and significantly toward the income inequality, whereas zakat influenced negatively but not significantly toward the income inequality. Therefore, it is expected that the government and Baitul Mal Aceh Province to increase the number of Gross Domestic Product (GDP) and zakat as well as to maximize its distribution so that the level of the poverty and the income inequality in Aceh Province can be reduced.Keywords: Poverty, Income Inequality, Zakat, Gross Domestic Product (GDP).AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan realisasi penyaluran dana zakat terhadap penurunan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan data panel, yakni gabungan data cross section dan time series dengan jumlah observasi sebanyak 184 yang terdiri atas 23 kabupaten/kota dalam kurun waktu 8 tahun (2010-2017). Penelitian menggunakan dua model dengan variabel terikat yaitu kemiskinan dan kesenjangan pendapatan. Hasil penelitian untuk model mengenai kemiskinan menunjukkan bahwa, PDRB dan zakat berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh. Namun, hasil penelitian untuk model mengenai kesenjangan pendapatan menunjukkan bahwa, PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesenjangan pendapatan, sedangkan zakat berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kesenjangan pendapatan di Provinsi Aceh. Diharapkan kepada pihak pemerintah dan pihak Baitul Mal Provinsi Aceh untuk dapat lebih meningkatkan jumlah PDRB dan zakat serta memaksimalkan penyalurannya, sehingga tingkat kemiskinan dan kesenjangan pendapatan di Provinsi Aceh dapat semakin dikurangi.Kata Kunci: Kemiskinan, Kesenjangan Pendapatan, Zakat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
PENGARUH TENAGA KERJA, TINGKAT PENDIDIKAN DAN BELANJA SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DI SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN ACEH BESAR
The purpose of the study was to determine the effect of labor, education level, and agricultural spending on the growth of the agricultural sector in Aceh Besar District. The variables in this study are labor, education level, agricultural sector spending and agricultural sector growth. In this research, the authors used quantitative descriptive analysis method with secondary data obtained from the publication of BPS and the rector general of finance. Data analysis used multiple linear regression model using SPSS version 22 program.The results showed that the variables of labor (X1), education level (X2), capital expenditure (X3), and expenditures on goods and services had a significant negative effect. , while goods and services expenditure (X4), has a significant positive effect on the growth of the agricultural sector, and the results of multiple regression analysis, it can be concluded that simultaneously all independent variables have a significant effect on the growth of the agricultural sector in Aceh Besar District.Keywords: employment, education level, government spending, economic growth.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan belanja sektor pertanian terhadap pertumbuhan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Besar. Variabel dalam penelitian ini adalah tenaga kerja, tingkat pendidikan, belanja sektor pertanian dan pertumbuhan sektor pertanian. Pada peneltian ini, penulis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan data sekunder yang diperoleh dari publikasi BPS dan rektorat jenderal keuangan. Analisis data menggunakan metode model regresi linear berganda (multiple linear regression) dengan menggunakan program SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tenaga kerja (X1), tingkat pendidikan (X2), belanja modal (X3), dan belanja barang jasa berpengaruh negatif signifikan, sedangkan belanja barang dan jasa (X4), berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian, dan hasil analisis regresi berganda maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Besar
ANALISIS PENGARUH ROA, ROE, DAN FDR TERHADAP KINERJA KEUANGAN CAR PADA BRI SYARIAH PERIODE 2019-2021
Penelitian ini dilakukan untuk menguji Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap kinerja keuangan di rasio permodalan Capital Adequacy Ratio (CAR) secara parsial dan simultan. Adapun Bank BRI Syariah disini sebagai objek penelitian dan sampel penelitian yang diolah dalam penelitian ini berdasarkan data sekunder yang diambil dari laporan bulanan telah dicapai pada tahun 2019-2021. Program SPSS 18 pada penelitian ini berfungsi sebagai salah satu program yang digunakan untuk menganalisis data, adapun beberapa tahapan yang dilakukan untuk analisis ini diantaranya adalah melakukan uji regresi linier berganda yang meliputi uji T dan Uji F yang termasuk dalam uji hipotesis.Dengan melihat pada variabel dan rumusan penelitian ini telah mendapatkan hasil berupa (1) Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) baik secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) . ) dengan persentase 46,5% variabel X mempengaruhi variabel Y. (2) Return On Equity (ROE) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) memiliki pengaruh negatif terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) dimana jika nilai ROE dan FDR mengalami kenaikan maka nilai CAR akan mengalami penurunan atau bisa dibilang memiliki hubungan yang terbalik. (3) Return On Assets (ROA) berpengaruh positif terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) dimana nantinya nilai ROA menunjukkan nilai yang tinggi maka nilai CAR juga akan mengalami peningkatan