Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam
Not a member yet
    136 research outputs found

    KEDUDUKAN DAN PRINSIP PEMBAGIAN ZAKAT DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KEMISKINAN (ANALISIS PANDANGAN YUSUF QARDHAWI)

    No full text
    Zakat fund is among the sources of funds potentially for overcoming poverty. Fakir and miskin is the preferred class in distribution of zakat funds. This paper aims to explore the views Yusuf Qarhdawi, regarding how to position zakat efforts to overcoming poverty and how the division of zakat right principles that can be being solutions to overcome poverty issues? The study of literature relating with principle of divison of zakat to overcome poverty has implemented, mainly through the works of yusuf qardhawi. Againts the analysis of his views can be stated that the principles relating zakat Islamic sharia hearts overcome poverty. First, Islam makes working is potentially troubleshooting poverty. Second, not all indegent and poor reserves the right to review accept zakat. Meaning indigent and poor not accept entitled to zakat. Third, some of the poor classes helped with zakat funds can be work in order to obtain income (productive), While others were given zakat funds hearts forms consumptive.Dana zakat merupakan diantara sumber dana yang berpotensi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan. Fakir dan miskin adalah golongan yang diutamakan dalam pembagian dana zakat. Tulisan ini bertujuan mengupas pandangan Yusuf Qardhawi tentang bagaimana kedudukan zakat dalam upaya mengatasi permasalahan kemiskinan dan bagaimana prinsip pembagian zakat yang tepat sehingga dapat menjadi solusi untuk mengatasi persoalan kemiskinan? Studi literatur berkaitan dengan prinsip pembagian zakat untuk mengatasi kemiskinan telah dilaksanakan, terutama melalui karya-karya Yusuf Qardhawi. Dari analisis terhadap pandangannya dapat dikemukakan beberapa prinsip berkaitan zakat dalam syariah Islam dalam mengatasi kemiskinan. Pertama, Islam menjadikan bekerja sebagai sarana utama dalam mengatasi masalah kemiskinan. Kedua, tidak semua fakir dan miskin berhak untuk menerima zakat, artinya ada fakir dan miskin yang tidak berhak menerima zakat. Ketiga, sebagian golongan fakir miskin dibantu dengan dana zakat supaya dapat bekerja sehingga memperoleh penghasilan (produktif), sedangkan sebagian yang lain diberi dana zakat dalam bentuk konsumtif

    PENGARUH UMPAN BALIK ANGGARAN, EVALUASI ANGGARAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KOTA LHOKSEUMAWE

    No full text
    The purpose of this study was to examine the effect of budgetary feedback, budgetary evaluation and organizational commitment on the performance of the local government agencies (SKPD).This study employed the quantitative approach. The population in this study was 33 local government agencies (SKPD) which includes 66 respondents. Sources of data in this research is primary data, obtained by distributing questionnaires to the study population. The analytical method used is interaction regression analysis. The results showed that budgetary feedback, budgetary evaluation and organizational commitment simultaneously and partially affect the SKPD performance.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh umpan balik anggaran, evaluasi anggaran dan komitmen organisasi terhadap kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Pemerintah Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 33 SKPD yang terdiri dari 66 responden. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada populasi penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan balik anggaran, evaluasi anggaran dan komitmen organisasi secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap kinerja SKPD

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGELUARAN KONSUMSI ROKOK PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI PROVINSI ACEH

    Full text link
    This research aims to determine the factors that affect cigarette consumption expenditure on poor households as well as to know the pattern of t cigarette consumption expenditure of Acehs poor households in 2010 and 2015. The independent variables used are the price of cigarettes, household income, number of adult family members adult, food without cigarettes cunsumption, education expenditure and health expense. The method used is OLS (Ordinary Least Square) using secondary data that Susenas in March 2010 and 2015. The results of this study are the variables household income and food expenditures without cigarettes affecting cigarette consumption expenditure of Acehs poor households in 2010. In year 2015 there are two additional variables education expenditures and health expense that affect cigarette consumption expenditures in poor households. Suggested for further research should be able to enter the psicology characteristic variables in poor households with indept study.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi rokok pada rumah tangga miskin serta untuk mengetahui pola pengeluaran konsumsi rokok pada rumah tangga miskin di Aceh tahun 2010 dan 2015. Variabel bebas yang digunakan adalah harga rokok, pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga dewasa, pengeluaran makanan tanpa rokok, pengeluaran pendidikan dan pengeluaran kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah OLS (Ordinary Least Square) dengan menggunakan data sekunder yaitu Susenas bulan maret tahun 2010 dan 2015. Hasil penelitian ini adalah variabel pendapatan rumah tangga dan pengeluaran makanan tanpa rokok mempengaruhi pengeluaran konsumsi rokok pada rumah tangga miskin di Aceh tahun 2010. Di tahun 2015 ada penambahan variabel, yaitu pengeluaran pendidikan dan pengeluaran kesehatan yang berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi rokok pada rumah tangga miskin. Disarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dapat memasukkan variabel karakteristik variabel karakteristik psikologi pada rumah tangga miskin dengan penelitian yang bersifat mikro (indept study)

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SISA HASIL USAHA (SHU) PADA KOPERASI DI KABUPATEN ACEH BARAT

    Full text link
    The objective of this research was to test the influence of amount of capital, number of members, business volume, and assets on the net amount of remaining annual income or profit of the cooperatives in Aceh Barat Regency. This research used the pooled data that were collected since 2011 until 2015 with a number of 20 cooperatives as the samples. The multiple linear regression, classical assumption test, and economies of scale was used as the model of this research. The results showed that the amount of capital, the number of members, and the assets positively and significantly influenced the net amount of remaining annual income or profit at the cooperatives in Aceh Barat Regency, mean while the business volume, negatively and significantly effect the net amount of remaining annual income or profit. The results of analysis of economies of scale in variable assets, that an asset that improved results were accompanied by a rise in remaining annual income or profit as well as production costs will decline, it is because changes in the increasing remaining return results accompanied by improved results and costs average more. It is suggested that the policymakers keep increasing the net amount of remaining annual income or profit and the amount of capital of the cooperatives in Aceh Barat Regency in order to improve the performance of the cooperatives in doing their economic activities. Government leveraging intellectual capital such as human capital, structural capital and customer capital that gives the Aceh Barat Regency, so that became a catalyst in the development in Aceh Barat Regency lead to better economic growth.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh modal usaha, jumlah anggota, volume usaha dan aset koperasi terhadap sisa hasil usaha pada koperasi di Kabupaten Aceh Barat. Data dalam penelitian ini menggunakan data panel periode tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 dengan jumlah sampel 20 koperasi. Model analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda, uji asumsi klasik dan skala ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha, jumlah anggota, dan aset koperasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap sisa hasil usaha koperasi di Kabupaten Aceh Barat, sedangkan volume usaha berpengaruh negatif dan signifikan terhadap sisa hasil usaha koperasi di Kabupaten Aceh Barat. Hasil analisis secara skala ekonomi pada variabel aset terjadi kenaikan aset yang akan mengalami hasil yang meningkat yang diiringi kenaikan sisa hasil usaha serta biaya- biaya produksi akan semakin menurun, hal ini dikarenakan perubahan faktor-faktor produksi suatu koperasi akan naik sehingga kenaikan hasil dengan diiringi hasil yang meningkat dan biaya rata-rata yang lebih. Diharapkan bagi pengambil kebijakan untuk terus meningkatkan sisa hasil usaha koperasi di Kabupaten Aceh Barat, menambah jumlah modal usaha koperasi-koperasi di Aceh Barat, sehingga membuat kinerja koperasi lebih berkembang dalam kegiatan usaha ekonominya. Pemerintah meningkatkan modal intelektual seperti modal manusia, modal struktural, dan modal pelanggan yaitu memberikan binaan, pelatihan, dan pendampingan kepada koperasi-koperasi di Aceh Barat, sehingga menjadi katalisator pada perkembangan di Aceh Barat mengarah kepada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik

    DAMPAK KEBIJAKAN EKSPANSIF PEMERINTAH MELALUI TUNJANGAN PRESTASI KERJA (TPK) TERHADAP PERMINTAAN AGREGAT DAN INFLASI

    No full text
    The study aimed to investigate how the effects of expansionary policies of the government through the provision of work performance benefits in the provincial government of Aceh on Aggregate Demand and Inflation. This study was conducted by using time series data for the period Januari 2010- april 2016, which is implemented in the monthly data sourced from Aceh Province Budget (DKA - ACEH), the Central Statistics Agency of Aceh (BPS-Aceh) and Bank Indonesia in Regional Financial Statistics Indicators and other institutions related to the research question. The method used was descriptive quantitative method by using Multiple Linier Regresion analysis model (OLS). This study used secondary data from Januari 2010 to april 2016. The data used was monthly data by the number of samples as many as76 months. The Results showed that there was significant effect between the expansionary policies of the government and aggregate demand, but inflation, no significally meaning that work performance insentive of the staff of the local government in Aceh would not affect. Then Fiscal Ekspansive policy implementation to do.Penelitian ini ingin melihat bagaimana pengaruh kebijakan ekspansif pemerintah melalui pemberian tunjangan prestasi kerja di Lingkungan pemerintahan Provinsi Aceh terhadap Permintaan Agregat dan Inflasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data time series pada periode Januari 2010- April 2015, diimplementasi dalam data bulanan bersumber dari Dana Keuangan Provinsi Aceh (DKA - ACEH), Badan Pusat Statistik (BPS-Aceh) dan Bank Indonesia dalam Indikator Statistik Keuangan Daerah . Metode yang digunakan adalah Metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan Ordinary Least Square (OLS). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun Januari 2010 April 2015, dengan jumlah Sampel sebanyak 76 bulan. Hasil penelitian melalui uji estimasi menunjukkan permintaan agregat secara signifikan dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah melalui pemberian Tunjangan Prestasi Kerja (TPK),secara positif dalam jangka panjang, Untuk variabel pengeluaran pemerintah dalam hal ini tunjangan prestasi kerja tidak berpengaruh terhadap inflasi. kesimpulannya kebijakan ekspansif ini masih bisa dijalankan

    ANALISIS PENGARUH INVESTASI ASING LANGSUNG (FDI) DAN INVESTASI DALAM NEGERI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

    Full text link
    This study aims to analyze the effect of foreign direct investment (FDI) and domestic investment on Indonesian economic growth. The data used was time series data on Indonesian economy from year. Furthermore, the analysis was conducted with quantitative method using Ordinary Least Square (OLS) regression method with multiple regression model. The result shows that Foreign Direct Investment (FDI) has a positive but not significantly affected Indonesia economic growth, while Domestic Investment has a positive significant effect on Indonesian economic growth. Based on the research results, it is recommended that the Indonesia government has to maintain the stability of economic variables that can stimulate foreign and domestic investment in order to achieve sustainable economic growth.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi asing langsung (FDI) dan investasi domestik pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data yang digunakan adalah data time series pada perekonomian Indonesia dari tahun. Selanjutnya, analisis dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan metode regresi Ordinary Least Square (OLS) dengan model regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Foreign Direct Investment (FDI) memiliki positif tetapi tidak pertumbuhan ekonomi secara signifikan mempengaruhi Indonesia, sedangkan PMDN memiliki efek positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pemerintah Indonesia harus menjaga stabilitas variabel ekonomi yang dapat merangsang investasi asing dan domestik dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan

    TAUHID SEBAGAI FUNDAMENTAL FILSAFAH EKONOMI ISLAM

    No full text
    Monotheism (Tauhid) is the core teachings of Islam, but also the core teachings of all religions of the Book. Prophets alternated in God sent to earth real duty to communicate the idea of Tauhid. Tauhid basis of the whole concept and activities of Muslims, whether economic, political, social and culture. The world of view which starts from the concept of God will have implications for the activities of human life in the world as a whole. There are demands that any form of formulations or economic concepts that are formulated to be maintained within the framework of the truth of Tauhid, and there is a belief also that there is a responsibility that must be followed ultimately by each economic agent of any economic activity undertaken. Truth in the monotheistic concept in economic activity by always ensuring consistent with the provisions of Allah is the real form of godly someone as a Muslim. In other words, a choice to the economically Islamically is a consequence someone (ideological reasons). Denying the principles of sharia in economic activity will lead to hypocritical (munafiqun), wickedness (mufasiqun) or even shirk (Syirik).Tauhid adalah inti ajaran Islam, bahkan juga inti ajaran semua agama samawi. Para Nabi dan Rasul silih berganti di utus Allah ke muka bumi sesungguhnya bertugas untuk menyampaikan paham tauhid ini.Tauhid menjadi dasar seluruh konsep dan aktifitas umat Islam, baik ekonomi, politik, sosial maupun budaya.Pandangan dunia yang dimulai dari konsep ke-Tuhanan atau ke-Esa-an Tuhan akan berimplikasi kepada kegiatan kehidupan manusia didunia secara keseluruhan. Ada tuntutan bahwa apapun bentuk formulasi atau konsep ekonomi yang dirumuskan harus terjaga dalam kerangka kebenaran tauhid., dan ada keyakinan pula bahwa ada pertanggungjawaban yang harus dijalani yang pada akhirnya oleh setiap pelaku ekonomi dari setiap aktivitas ekonomi yang dilakukan. Kebenaran dalam konsep tauhid adalah mutlak milik Allah SWT.Menjalankan aktivitas ekonomi dengan senantiasa memastikan sejalan dengan ketentuan Allah SWT merupakan bentuk rill dari keberimanan seseorang sebagai seorang muslim. Dengan kata lain, pilihan (choice) untuk berekonomi secara islami adalah merupakan konsekwensi keberislaman seseorang (alasan ideologis). Mengingkari prinsip-prinsip syariah dalam beraktivitas ekonomi akan membawa pada kemunafiqan, kefasikan atau bahkan kesyirikan

    ETOS KERJA DITINJAU DARI PERSPEKTIF ALQURAN DAN HADIS (Suatu Kajian Ekonomi Dengan Pendekatan Tafsir Tematik)

    No full text
    Islam is a religion that upholds the values of work. Ethos of work describes aspects of a good work in humans, sourced from the quality of the self, embodied by the values, as work ativity implemented in the workplace. Islam encourages Muslims to work hard in accordance with Shari'a. Work ethos in Islam is closely related to the values contained in the Qur'an and Sunnah of the work. The Qur'an and Sunnah is a guide that a motivation to perform work activities in various fields of life.Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kerja. Ethos kerja menggambarkan aspek kerja yang baik, bersumber dari kualitas diri, diwujudkan oleh nilai-nilai, seperti aktivitas kerja yang dilaksanakan di tempat kerja. Islam menganjurkan muslim untuk bekerja keras sesuai dengan syariah. Etos kerja dalam Islam terkait erat dengan nilainilai kandungan Alquran dan Sunnah dalam bekerja. Alquran dan sunnah merupakan sebuah petunjuk yang memotivasi untuk melakukan aktivitas kerja di beraneka bidan kehidupan

    KRISIS EKONOMI DAN SOLUSINYA DALAM PERSPEKTIF ISLAM: ANALISIS KRISIS EKONOMI GLOBAL 2008

    No full text
    This study discusses descriptively causes of the 2008 credit crunch and sub-prime mortgage crises that started in the U.S. and suggests some solutions to overcome it from an Islamic perspective. Islam has its own recipe to overcome the crises, which lately has occurred more frequently. To offer solutions for the crisis, the study highlights and identifies first the main causes of the crises. Islamic economy which is riba (interest)-, gharar (uncertainty)-, and maysir (gambling)-free is believed to be more resilient economic system during the crisis as compared to the conventional counterparts, and its adoption could prevent the economy from the crisis in the future.Tulisan ini membahas secara deskriptif penyebab krisis ekonomi global 2008 yang terjadi di Amerika Serikat serta solusinya dari perspektif Islam. Islam memiliki cara tersendiri untuk mengatasi krisis, yang akhir-akhir ini lebih sering terjadi. Untuk menawarkan solusi terhadap krisis ekonomi, tulisan ini mengidentifikasi terlabih dahulu penyebab utama dari krisis, dan kemudian menawarkan solusinya. Ekonomi Islam yang bebas riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maysir (perjudian) merupakan sebuah sistem ekonomi yang lebih tangguh selama krisis dibandingkan dengan sistem ekonomi konvensional, dan penggunaan sistem ekonomi Islam diyakini mampu mencegah ekonomi dari krisis di masa depan

    KONSEP MASHLAHAH DALAM KONSUMSI DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    No full text
    Islamic economics is an integral part (integral) of Islam. As a derivation of Islam, the Islamic economy would follow the method in all aspects. Islam is a system of life (way of life), where Islam has provided a variety of devices complete rules for human life, including in the economic field. Islam positions of economic activities as one of the important aspects to get the glory (Falah), therefore the activity of economic as other activities need to be guided and controlled in order to run harmony with the methods of Islam as a whole. Mashlahah is any goodness dimensional world and hereafter, material and spiritual as well as individual and collective, and it must consist of three elements like adherence of sharia (halal), useful and bring good (Thoyib) in all aspects manner that does not pose a crucial trouble.Ekonomi Islam merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari agama Islam. Sebagai derivasi dari agama Islam, ekonomi islam akan mengikuti ajarannya dalam berabagai aspeknya. Islam adalah sistem kehidupan (way of life), dimana Islam telah menyediakan berbagai perangkat aturan yang lengkap bagi kehidupan manusia, termasuk dalam bidang ekonomi. Islam memposisikan kegiatan ekonomi sebagai salah satu aspek penting untuk mendapatkan kemuliaan (falah), dan karenanya kegiata ekonomi sebagaimana kegiatan lainnya perlu dituntun dan dikontrol agar berjalan seirama dengan ajaran Islam secara keseluruhan. Mashlahah merupakan segala bentuk kebaikan yang berdimensi duniawi dan ukhrawi, material dan spritual serta individual dan kolektif serta harus memenuhi tiga unsur yakni kepatuhan syariah (halal), bermanfaat dan membawa kebaikan (thoyib) dalam semua aspek secara keseluruahn yang tidak menimbulkan kemudharatan

    13

    full texts

    136

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇