UAJY repository

UAJY repository
Not a member yet
    29842 research outputs found

    PENGARUH TERPAAN PODCAST BOCOR ALUS POLITIK TEMPO DI YOUTUBE TERHADAP PERSEPSI SINISME POLITIK SUBSCRIBER

    No full text
    Tempo merupakan salah satu media yang pernah dibredel ketika pemerintahan orde baru. Hingga saat ini Tempo masih berdiri dan berkonvergensi dengan menghadirkan Podcast Bocor Alus Politik Tempo di Youtube. Podcast Bocor Alus Politik merupakan obrolan para wartawan Tempo mengenai politik. Hadirnya konten yang mengkritik pemerintahan dapat menimbulkan sinisme politik yang cenderung percaya bahwa politisi dan sistem politik tidak bermoral dan tidak cukup berkualitas (Hong & Chang, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan Podcast Bocor Alus Politik Tempo di Youtube terhadap persepsi sinisme politik subscriber. Penelitian ini memiliki jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang disebarkan kepada 100 orang responden yang merupakan subscriber Podcast Bocor Alus Politik Tempo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H1 diterima, artinya terdapat pengaruh terpaan Podcast Bocor Alus Politik Tempo terhadap persepsi sinisme politik subscriber sebesar 17.7%

    PROSES COMMUNITY ENGAGEMENT UNTUK MENGGERAKKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM PEMBANGUNAN (Studi Kasus Program Pembangunan Pariwisata Tradisi Tinju Adat Etu di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur)

    Full text link
    Community engagement dalam komunikasi pembangunan menghadapi tiga permasalahan utama: kurangnya rasa kepemilikan terhadap program, masalah akses informasi yang setara, dan padangan teori pembangunan yang menganggap penduduk lokal sebagai penerima pasif keputusan luar komunitas. Penelitian ini bertujuan memahami dan menjelaskan proses community engagement untuk menggerakkan partisipasi masyarakat pada program pembangunan pariwisata tradisi tinju adat etu di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini mengaplikasikan dua teori, yaitu komunikasi pembangunan yang fokus pada pengetahuan lokal, partisipasi dan pemberdayaan, serta teori community engagement. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang menitikberatkan pada program pembangunan pariwisata tradisi adat berbasis nilai lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses community engagement terdiri dari tiga tahap: penyampaian informasi dan komunikasi, pelibatan masyarakat dan kemitraan bersama masyarakat. Community engagement menunjukkan adanya proses relasional dengan pendekatan bottom – up, di mana komunitas memegang kendali penuh atas pengetahuan dan pengambilan keputusan pelaksanaan program pembangunan pariwisata tradisi ini, sehingga membuat partisipasi dan pemberdayaan menjadi lebih kuat dan terpusat sesuai keinginan komunitas adat dan masyarakat. Tahap penyampaian informasi dan komunikasi dimulai dengan pelibatan awal yang menunjukkan partisipasi individu sebagai sumber informasi bagi orang lain. Selanjutnya, pada tahap pelibatan masyarakat, terdapat upaya untuk melibatkan masyarakat melalui ide dan pelaksanaan. Tahap kemitraan, pelibatan dilakukan dengan membangun kepercayaan dan mengembangkan aspek ekonomi melalui aktivitas berdagang dan usaha wisata lainnya. Partisipasi dan pemberdayaan masyarakat belum sepenuhnya tercapai dan belum ditemukan strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam community engagement

    TANGGUNG JAWABAN HUKUM PENGGUNAAN BIG DATA DALAM TRANSAKSI SMART CONTRACT

    Full text link
    Big data adalah kumpulan data yang sangat besar juga kompleks dan dapat digunakan dalam transaksi smart contract. Salah satu contoh penggunaannya pada vending machine dengan risiko terjadi kegagalan yang merugikan konsumen. Penelitian ini mengkaji tanggung jawab hukum dalam penggunaan big data jika ada data yang palsu atau data yang tidak sempurna sehingga menyebabkan kerugian dalam transaksi smart contract. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu normatif dengan data sekunder. Hasil penelitian ini pengelola dan pelaku usaha vending machine bertanggung jawab atas kelalaian atau kesalahan dalam pengelolaan data yang mempengaruhi transaksi. Berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, pengelola dapat dikenakan tanggung jawab perdata jika data yang digunakan dalam transaksi rusak atau palsu yang mengakibatkan kerugian materiil dan immateriil bagi konsumen. Selain itu sanksi pidana dapat dikenakan sesuai dengan Pasal 65 dan Pasal 67 UU PDP dengan ancaman hukuman penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp5 miliar atas kelalaian dalam menjaga keamanan data pribadi. Jika kegagalan sistem vending machine disebabkan oleh kelalaian dalam pengelolaan data atau sistem elektronik maka sanksi yang juga dapat diterapkan sesuai dengan Pasal 36 dan Pasal 45 UU ITE serta Pasal 11 dan Pasal 12 PP PMSE. Ketentuan ini mengharuskan pengelola untuk memastikan keamanan, transparansi, dan akurasi data demi perlindungan konsumen

    TANGGUNG JAWAB HUKUM TERHADAP PENUMPANG YANG DIRUGIKAN AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS PADA ANGKUTAN TRAVEL DARAT

    Full text link
    Traffic accident of shuttle bus be one of the problem in the transportation of people. The liability appears from that traffic accident for the carrier. Not certainly regulated about the amount of compensation for the passenger, besides there are many illegal compannies that operating arround. For that reasons sometimes the passengers did not get the compensation for their losses. This thesis is get to know about the liability and legal certainty of the compensation for passenger’s losses. This thesis using a normative method by the library research and data analysis. The liability if the traffic accident of travel happened is lay on the company and the driver. Nevertheles, the compensation for passanger’s losses is not the driver’s liability but it’s the company’s liability according to the Article 191 UULLAJ. According to the Article 192 Paragraph (1) UULLAJ the liability principle based on presumption of liability principle. This Article become a general principle that obliges the travel company to compensate the passenger’s losses. Furthermore, the liability could regulated by the clause each of the contract of carriage. There is no legal certainly about the amount of compensation for losses, so the companny could make their own contract clause. If the case brought to a court, the judge has a responsibility to provide justice

    PENGELOLAAN SAMPAH RESTORAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENCEMARAN AIR SUNGAI CODE DI KAPANEWON MLATI KABUPATEN SLEMAN

    Full text link
    The rapid growth of the culinary sector in Kapanewon Mlati, Sleman Regency, has significantly contributed to the local economy but has also led to an increase in restaurant waste, posing a threat to the water quality of the Code River. This study examines restaurant waste management as an effort to prevent river pollution using an empirical legal research method through interviews with restaurant owners and relevant government agencies. The findings indicate that while some restaurants have implemented waste segregation, many have not fully adopted the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle), particularly in recycling plastic and paper waste. The main challenges identified include low awareness among restaurant owners, inadequate waste management infrastructure, and insufficient government supervision. Additionally, leachate from organic waste and improper disposal of inorganic waste contribute to river pollution. This study recommends strengthening regulations, enhancing collaboration between restaurants and waste management facilities, and providing better infrastructure and education to improve waste management. Effective implementation of these strategies is essential to reduce environmental impacts and maintain the sustainability of the Code River ecosystem

    PERAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DALAM PENGADAAN TANAH UNTUK RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KOTA YOGYAKARTA

    Full text link
    This research examines the role of the Yogyakarta City Government in land procurement for Green Open Spaces (Ruang Terbuka Hijau or RTH) within the city. The findings indicate that the government, represented by the Regional Development Planning Agency (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta) and the Land and Spatial Planning Office, plays a vital role in identifying land, planning procurement, and ensuring the management of RTH in accordance with spatial planning regulations. Despite these efforts, several challenges hinder the process, including land scarcity, administrative conflicts, and land-use changes. Other obstacles include incomplete land ownership documentation, legal complexities, and the prioritization of economic development over green space conservation. This study recommends strengthening regulations and monitoring mechanisms related to land procurement for RTH. Moreover, increasing community involvement, adopting innovative land-use solutions, fostering public-private partnerships, and enhancing organizational capacity within government agencies are critical steps toward effective implementation. With these strategic measures, Yogyakarta City can achieve more effective land procurement processes for RTH, maximizing benefits for the community and fostering environmental sustainability

    PELANGGARAN PRINSIP NON-DISKRIMINASI YANG DILAKUKAN OLEH REPUBLIK RAKYAT CHINA TERHADAP ETNIS MUSLIM UIGHUR

    Full text link
    Etnis Muslim Uighur menghadapi diskrimnasi yang dilakukan oleh Republik Rakyat China dan menjadi isu global, banyak tindakan diskriminatif yang telah diterapkan seperti di bidang politik dan ekonomi, sosial budaya dan keamanan, perampasan Sumber Daya Alam, serta penangkapan sewenang-wenang, pembatasan kebebasan beragama, dan hingga satu juta warga etnis Muslim Uighur ditahan di kamp yang dinamakan “re-education” tanpa proses hukum yang adil, serta adanya larangan praktik keagamaan untuk beribadah, berpuasa dan penghancuran tempat ibadah. Penelitian ini mengkaji tentang pelanggaran prinsip non diskriminasi yang dilakukan oleh China terhadap etnis Muslim Uighur. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan mengacu pada studi pustaka yang berfokus pada instrumen hukum internasional. Hasil dari penelitian ini adalah upaya pemenuhan prinsip non diskriminasi yang tidak bisa dilakukan oleh Republik Rakyat China karena China tidak mengakui bahwa ia telah melakukan pelanggaran tersebut dan dijatuhi sanksi oleh banyak negara barat. Saran dari hasil penelitian ini adalah Republik Rakyat China segera mengakui perbuatannya dan melakukan upaya pemenuhan prinsip non diskriminasi kepada etnis Muslim Uighur

    SINKRONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERTAMBANGAN UNTUK MEMPEROLEH KEPASTIAN HUKUM DI BIDANG PENGAWASAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA DI KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Tesis ini berjudul “SINKRONISASI PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN PERTAMBANGAN UNTUK MEMPEROLEH KEPASTIAN HUKUM DI BIDANG PENGAWASAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA DI KALIMANTAN BARAT”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketidaksinkronan peraturan perundang-undangan pertambangan khususnya di bidang pengawasan pertambangan mineral dan batubara di Kalimantan Barat dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam sinkronisasi peraturan perundang-undangan khususnya di bidang pengawasan pertambangan mineral dan batubara demi kepastian hukum di Kalimantan Barat. Dalam metode penelitian, jenis penelitiannya adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini mengunakan pendekatan undang-undang (statue approach). Data dalam penelitian ini berupa data sekunder. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan studi literature (kepustakaan), kemudian proses berpikir dalam penelitian ini adalah deduktif. Hasil Penelitian membuktikan bahwa terjadi ketidaksinkronan peraturan perundang-undangan pertambangan khususnya di bidang pengawasan pertambangan mineral dan batubara di Kalimantan Barat antara Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2010, Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2018, dan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 9 Tahun 2019. Dan upaya yang dapat dilakukan untuk sinkronisasi peraturan perundang-undangan khususnya di bidang pengawasan pertambangan mineral dan batubara demi kepastian hukum di Kalimantan Barat adalah dengan cara melakukan perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2010, Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2018, dan juga Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 9 Tahun 2019, karena ketiga peraturan perundang-undangan tersebut sudah tidak sesuai dengan Undang-Undang yang sedang berlaku sekarang yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara

    STUDI RUANG TERAPI BAGI ANAK DOWN SYNDROME DENGAN PENDEKATAN NEURO ARCHITECTURE

    Full text link
    Anak merupakan anugerah yang luar biasa bagi setiap keluarga. Namun, tidak semua anak terlahir dalam kondisi sehat, seperti anak dengan down syndrome, yang mengalami kelainan genetik akibat kelebihan kromosom ke-21. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan intelektual, termasuk kemampuan berbicara, berjalan, dan keterampilan untuk hidup mandiri. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), prevalensi down syndrome mencapai 8 juta jiwa di dunia, dengan lebih dari 300.000 kasus di Indonesia. Sayangnya, fasilitas terapi dan rehabilitasi untuk anak down syndrome di Indonesia masih sangat terbatas dan sering kali belum sesuai standar. Pendekatan neuro architecture yang fokus pada rangsangan indera manusia menawarkan solusi desain yang sesuai untuk ruang terapi anak down syndrome. Dengan desain yang adaptif terhadap kebutuhan fisik, intelektual, dan metode pengajaran yang digunakan, ruang terapi dapat membantu anak-anak dengan down syndrome tumbuh, berkembang secara mandiri, dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya

    PERANCANGAN HOTEL RESORT DI KECAMATAN ILE BOLENG, KABUPATEN FLORES TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN PENDEKATAN NEO-VERNAKULAR

    Full text link
    Flores Timur menjadi salah satu daerah yang memiliki banyak sektor pariwisata yang tidak kalah menarik, salah satunya di pulau Adonara. Ini menjadi faktor utama banyaknya pengunjung dari berbagai kalangan baik regional maupun internasional. Ini tentunya menjadi alasan betapa pentingnya akomodasi hotel yang dibutuhkan oleh para pengunjung sebagai tempat penginapan sementara dan memberikan pemasukan terbesar dari wisatawan luar negeri maupun dalam negeri. Pemerintah Kabupaten Flores Timur memiliki strategi pembangunan untuk menambah akomodasi hotel di Flores Timur, salah satunya di wilayah Kecamatan Ile Boleng. Banyaknya sektor alam seperti pantai mendorong agar dikembangkan beach resort sebagai Kabupaten Flores Timur, terkhususnya di Kecamatan Ile Boleng (Pulau Adonara) yang hingga saat ini belum memiliki akomodasi hotel. Selain itu, di Pulau Adonara juga memiliki budaya dan adat istiadat tertentu yang menjadi identitasnya. Untuk memperkenalkan identitas budaya di Pulau Adonara, maka pendekatan Arsitektur Neo-Vernacular sangat cocok digunakan. Hotel ini dirancang dengan harapkan tidak hanya sebagai tempat penginapan, namun juga memberi bekal wawasan tentang budaya-budaya Flores Timur, Mengambil pendekatan Neo-Vernakular untuk merancang desain yang ekspresif yang mampu mendefinisikan tujuan dan konsep dan juga merancang desain yang rekreatif sehingga dapat memberikan rasa puas kepada pengunjung. Dengan memperhatikan tata ruang dan facade yang tidak monoton dan menarik. Menggunakan metode pengumpulan data di lakukan melalui penelusuran menggunakan internet. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yang didapatkan melalui jurnal, buku, dan internet yang membahas tentang isu yang terkait. Metode analisis data yang digunakan pada perancangan ini adalah kualitatif. Konsep penataan bangunan berupa bangunan terdiri dari dua massa, dan menggunakan organisasi terklaster, yang merupakan bentuk yang fleksibel dan dengan sigap dan mampu merespon berbagai kondisi tapak. Bentuk dasar massa bangunan adalah persegi panjang dan ditransformasikan menyesuaikan bentuk tapak. Penataan ini juga menerapkan konsep bungalow yaitu The Village Resort yang artinya resort yang didesain sebagai salah satu bentuk memperkenalkan Adonara dalam skala kecil dan dengan bentuk yang berbeda tanpa menghilangkan nilai budaya-budayanya, dengan pendekatan Neo-Vernakular

    24,641

    full texts

    29,842

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UAJY repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇