29842 research outputs found
Sort by
PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA OLEH DIVISI HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT PADA PERUSAHAAN JOGJA TOURISM TRAINING CENTER (JTTC) YOGYAKARTA
Masalah sumber daya manusia merupakan isu penting bagi setiap perusahaan untuk
dapat bertahan dan berkembang dalam menghadapi persaingan dan perubahan di dunia industri
pelatihan dan pariwisata. Daya saing perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan aset
berupa modal yang dimiliki sebab modal bukan lagi kekuatan daya saing yang utama.
Perusahaan yang berorientasi ke depan akan senantiasa memperhatikan pembinaan sumber
daya manusia yang menjadi aset penting perusahaan dalam melaksanakan program-program
untuk merealisasikan tujuan dan mencapai visi misi perusahaan, meningkatkan daya saing
perusahaan dan memperbaiki produktivitas. Selama 22 tahun, perusahaan Jogja Tourism
Training Center (JTTC) Yogyakarta masih berhasil bertahan dan menjadi salah satu ikon
industri bidang pelatihan, pariwisata dan Event Organizer (EO) di Yogyakarta. Peneliti melihat
perkembangan dan keberhasilan tersebut sebagai indikasi yang menunjukkan kemampuan
perusahaan itu dalam mengelola sumber daya manusia yang dimilikinya. Oleh karena itu,
melalui penelitian ini peneliti mencoba untuk menggali informasi bagaimana perusahaan Jogja
Tourism Training Center (JTTC) Yogyakarta menjalankan penerapan fungsi manajemen
sumber daya manusia (MSDM). Jika mempertimbangkan fokus penelitian tersebut, jenis
penelitian ini lebih cocok menggunakan pendekatan kualitatif selain itu studi ini berfokus pada
esensi dari pengalaman individu tersebut sehingga penelitian ini akan bersifat deskriptif. Jenis
data yang peneliti gunakan adalah data primer dan data sekunder yang didapatkan dari hasil
wawancara serta dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk
mendapatkan informan yang sesuai dengan kriteria. Penelitian ini mempelajari pengalaman
partisipan dari sudut pandang mereka sendiri, dan mengeksplorasi bagaimana mereka
menafsirkan pengalaman tersebut. Terdapat 6 fungsi utama terkait dengan Manajemen Sumber
Daya Manusia yang ditemukan dalam penelitian ini. 6 fungsi tersebut adalah Pengadaan
Tenaga Kerja, Pengembangan Karyawan, Pengembangan Karier, Penilaian Prestasi Kerja,
Kompensasi, Keselamatan & Kesehatan Kerja. . Berdasarkan temuan yang diperoleh peneliti
menemukan pada proses pengadaan tenaga kerja dilakukan dengan cara HRD membuat dan
menentukan syarat umum serta mulai melakukan perencanaan perekrutan dan seleksi,
kemudian pengembangan karyawan dilakukan dengan cara memberikan pelatihan untuk
meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan, selanjutnya adalah pengembangan
karir dilakukan dengan cara memberikan peluang kepada setiap karyawan yang memiliki
potensi untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi serta melihat dari tingkat jabatan, pengalaman
kerja, pendidikan, performa & pencapaian dan waktu, kemudian penilaian prestasi kerja
dilakukan dengan cara melakukan evaluasi kinerja melalui key performance indikator (KPI)
dan menyelaraskan sesuai dengan visi misi perusahaan JTTC, selanjutnya kompensasi yang
diterima oleh setiap karyawan JTTC terbagi menjadi 2 yang pertama kompensasi langsung
dalam bentuk gaji pokok, tunjangan dan bonus, sedangkan kompensasi tidak langsung dalam
bentuk fasilitas kesehatan & kesejahteraan, pengembangan karir & pendidikan, selanjutnya
keselamatan & kesehatan kerja dilakukan oleh perusahaan dengan cara menyediakan
lingkungan kerja yang aman dan memberikan program kesehatan kerja kepada setiap karyawan
JTTC seperti cek kesehatan, penyuluhan kesehatan, konseling & dukungan mental, kotak P3K
dan tanda peringatan & rambu keselamatan. Melalui dari temuan yang diperoleh peneliti dalam
skripsi ini peneliti melihat bahwa penerapan fungsi MSDM yang dilakukan oleh divisi HRD
telah diterapkan sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang telah dibuat oleh perusahaan
JTTC
MODAL SOSIAL PERAJIN DALAM RANTAI DISTRIBUSI PRODUK ANYAMAN BAMBU DI DESA MERGOWATI KECAMATAN KEDU KABUPATEN TEMANGGUNG
Perdagangan merupakan elemen krusial dalam aktivitas perekonomian
suatu negara yang mencerminkan tingkat kemakmuran masyarakat dan menjadi
indikator penting dalam menilai perekonomian suatu negara. Indonesia sebagai
negara berkembang, menempatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
sebagai motor ekonomi yang mampu memberikan kontribusi positif dalam
pertumbuhan ekonomi dan produktivitas yang tinggi. UMKM di desa sangat
membantu bagi perekonomian daerah, secara khusus di desa Mergowati. Penduduk
membuat berbagai kerajinan terbuat dari bambu seperti rigen, keranjang tembakau,
dan keranjang sayur. Penduduk menjadi perajin sebagai usaha sampingan. Tujuan
penelitian ini untuk mendeskripsikan secara menyeluruh mengenai pelaku usaha
serta modal modal sosial perajin, dan menganalisis rantai distribusi UMKM
anyaman bambu di Desa Mergowati Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung
Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Informan penelitian sebanyak dua belas yang di kelompokkan sebagai perajin,
tengkulak, dan konsumen. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa terdapat pelaku
usaha kerajinan anyaman bambu adalah produsen (perajin), distributor (tengkulak),
dan konsumen. Bentuk modal sosial terbagi menjadi dua yaitu murni perajin dan
perajin juga sebagai tengkulak. Bentuk modal sosial murni perajin adalah
Kepercayaan seperti percoyo karo tengkulak / pengepul, nerima mbayar
nyicil/tempo dan percoyo seko sistem pembelian seko wong tuku. Norma seperti
njilih karo mbalekake modal dan njogo kualitas. Jaringan seperti dodolan perantara
seko dulur / konco tengkulak liane dan lokasi sek akeh butuh kerajinan. Bentuk
modal sosial perajin juga sebagai tengkulak adalah kepercayaan seperti percoyo
tuku karo tengkulak ya karo perajin seko gelem golekake stok liane. Norma seperti
aturane gawe mbayar iso tunai utowo nyicil dan sanksi seng di trimo mergo
nglanggar aturan pembayaran. Jaringan seperti dodolan seko informasi mulut ke
mulut yo tengkulak yo perajin. Dalam mendistribusikan kerajinan, murni perajin
melakukan distribusi secara langsung dan tidak langsung. Akan tetapi perajin juga
sebagai tengkulak mendistribusikan kerajinan secara langsung
GAMBARAN HISTOPATOLOGIS PANKREAS MENCIT (Mus musculus) Swiss-Webster JANTAN DIABETES YANG DIINDUKSI ALOKSAN SETELAH PEMBERIAN SARI BUAH BERENUK (Crescentia cujete)
Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik kronis yang
ditandai dengan kondisi hiperglikemia. Kondisi hiperglikemia ini menimbulkan
efek yang tidak baik bagi tubuh karena mampu menyebabkan kerusakan organ
pankreas akibat adanya stres oksidatif. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai
obat alami untuk diabetes adalah berenuk (Crescentia cujete). Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian sari buah berenuk terhadap
perbaikan organ pankreas mencit (Mus musculus) jantan diabetes yang diinduksi
aloksan. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium
dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian menggunakan mencit yang
dikelompokkan ke dalam 6 perlakuan, yaitu empat dosis sari buah berenuk 5 ml/kg
BB, 10 ml/kg BB, 15 ml/kg BB, dan 20 ml/kg BB, satu kontrol negatif (akuades),
dan satu kontrol positif (glibenklamid). Parameter yang diamati berupa kadar gula
darah, berat badan, dan kondisi organ pankreas mencit. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sari buah berenuk mengandung senyawa flavonoid, fenol,
alkaloid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan untuk melawan
radikal bebas. Dosis sari buah berenuk 5 ml/kg BB dan 20 ml/kg BB mampu
memberikan pengaruh terbaik dalam penurunan kadar gula darah dan perbaikan
struktur organ pankreas mencit. Pengamatan organ pankreas mencit menunjukkan
perbaikan sel β pankreas yang ditandai dengan pengurangan nekrosis, degenerasi,
dan vakuolisasi sel. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa sari buah
berenuk berpotensi untuk menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki
kerusakan organ pankreas mencit
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS DAN BAWAH GEDUNG “DIGITAL LOFT” BLOK A, “BSD CITY”, TANGGERANG
Gedung Digital Loft Blok A yang berlokasi di BSD City, Tangerang,
dirancang sebagai bangunan perkantoran modern yang memenuhi standar
perencanaan struktural terkini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan
pengguna. Dengan mempertimbangkan tingkat risiko dan kategori tanah setempat,
perencanaan struktur atas dan bawah bangunan ini dilakukan secara komprehensif
berdasarkan standar nasional, yaitu SNI 1726:2019 untuk perencanaan gempa serta
SNI 2847:2019 untuk perencanaan beton bertulang, sehingga bangunan mampu
menghadapi beban seismik yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.
Berdasarkan kategori risiko II dan KDS D, nilai parameter seismik
menunjukkan bahwa sistem struktur yang dipilih, yaitu Rangka Beton Bertulang
Pemikul Momen Khusus (SRPMK), memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk
gedung dengan kondisi tanah lunak (kategori situs SE). Distribusi gaya geser dasar
dan perioda getar menunjukkan bahwa struktur gedung dirancang untuk menahan
simpangan dalam batas aman yang diizinkan, sehingga dipastikan stabil terhadap
beban gempa.
Perencanaan elemen tangga dan bordes dilakukan berdasarkan SNI
1727:2020, dengan spesifikasi panjang tangga 3,25 m, lebar bordes 1,2 m, dan sudut
kemiringan 34,68°. Beban terdiri dari beban mati sebesar 3,6 kN/m², beban mati
tambahan 3,4 kN/m², dan beban hidup 4,79 kN/m². Pada elemen ini, digunakan
penulangan yang terdiri dari tulangan tumpuan D10-200, tulangan lapangan D10-
200, dan tulangan bagi D8-150, sesuai hasil perhitungan gaya geser yang tidak
memerlukan tambahan tulangan geser. Pada bagian pelat, perencanaan dilakukan
berdasarkan SNI 2847:2019 dan ACI 314R dengan ketebalan pelat 125 mm, mutu
beton f'c sebesar 30 MPa, dan mutu baja Fy sebesar 500 MPa. Dengan total beban
pelat mencapai 13,36 kN/m², pelat direncanakan sebagai pelat satu arah
menggunakan Wiremesh M5 dengan kebutuhan penulangan atas dan bawah sebesar
M5-150. Perhitungan balok induk dan balok anak memperlihatkan dimensi dan
penulangan yang sesuai untuk mendukung stabilitas struktur. Balok induk dengan
tipe G1A di lantai 2 berukuran 300x600 mm menggunakan tulangan lentur D22 dan
tulangan geser D10. Sedangkan balok anak tipe S1 dengan dimensi 200x600 mm
menggunakan tulangan lentur D16 dan tulangan geser D8. Kolom dirancang
dengan dimensi 300x750 mm pada tinggi 4,5 m, mengikuti standar SRPMK dan
prinsip SCWB, memastikan bahwa momen nominal kolom lebih besar dari momen
balok sehingga menghasilkan stabilitas yang baik. Kolom menggunakan tulangan
D22 dengan sengkang dan crossties D13 + 5 CT-100 untuk memastikan daya
dukung terhadap gaya geser dan momen.
Analisis pondasi meliputi perhitungan daya dukung tanah dan pondasi tiang.
Berdasarkan daya dukung tanah titik B-01, pondasi dengan lebar 0,3 m memiliki
daya dukung izin netto maksimum 461,28 kN/m² menurut metode Meyerhof, dan
720,75 kN/m² menurut metode Bowles. Untuk tiang pancang tunggal dengan lebar
poer 1,5 m dan dimensi 0,3x0,3 m dengan panjang 18 m, daya dukung ultimate
mencapai 2180,67 kN, memberikan daya dukung izin 700 kN dengan faktor keselamatan 3. Perencanaan pondasi kelompok tiang menunjukkan bahwa pile cap PC4 mampu menahan beban hingga 2460,64 kN, sedangkan PC2 mampu mendukung 1230,32 kN. Dimensi pile cap yang dirancang memiliki tegangan ultimit sebesar 549,13 kN/m² untuk PC4 dan 269,19 kN/m² untuk PC2, memastikan kapasitas daya dukung yang memadai. Penulangan pile cap dihitung dengan rasio tulangan minimum sebesar 0,0018, memenuhi kebutuhan momen ultimit dengan total luas tulangan sebesar 1809,56 mm², dan tulangan lentur yang memadai untuk mengontrol gaya geser
PENGARUH INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP KEINTIMAN KOMUNIKASI KELUARGA PADA REMAJA DI YOGYAKARTA
Aktivitas game online kalangan remaja memiliki prevalensi yang tinggi
khususnya di Yogyakarta. Kebutuhan mandiri pada remaja berbenturan dengan
pengaruh kontrol eksternal termasuk mengeksplorasi identitas diri melalui aktivitas
bermain game online. Intensitas bermain game online dapat memengaruhi
keseimbangan hubungan sosial di dunia nyata, terutama keintiman komunikasi
keluarga. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh intensitas bermain game
online terhadap keintiman komunikasi keluarga di kalangan remaja di Yogyakarta.
Pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif digunakan untuk
menggambarkan hubungan sebab akibat. Penelitian diharapkan dapat memperluas
pemahaman dinamika komunikasi dalam era digital dan dapat meningkatkan
keterampilan komunikasi di dalam keluarga, dengan mendorong anggota keluarga
untuk terbuka
PENGARUH KOMUNIKASI PEMASARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY MELALUI FITUR VIRTUAL TRY ON TERHADAP MINAT BELI PRODUK GARNIER HAIR COLOR (Studi Eksplanatif Pada Mahasiswa)
Augmented Reality (AR) menjadi bentuk inovasi dalam kegiatan komunikasi
pemasaran melalui fitur Virtual Try On (VTO). Inovasi tersebut banyak diadaptasi oleh
industri kosmetik. Garnier menjadi salah satu brand yang menyediakan fitur Virtual Try On
untuk produk pewarnaan rambut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang
bertujuan melihat seberapa besar pengaruh komunikasi pemasaran berbasis Augmented
Reality melalui fitur Virtual Try On terhadap minat beli produk Garnier Hair Color. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan sebesar 54.6% antara
komunikasi pemasaran berbasis augmented reality melalui fitur virtual try on terhadap minat
beli produk Garnier Hair Color. Sebesar 45.4% minat beli produk Garnier Hair Color
dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti
ANALISIS ISI KUANTITATIF BRAND PLACEMENT RUANGGURU PADA PROGRAM GAME SHOW CLASH OF CHAMPIONS SEASON 1
Ruangguru memproduksi Clash of Champions Season 1 untuk menghibur dan
memberi wawasan akademis kepada para audiens. Namun, terdapat brand placement
dalam content marketing tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui brand
placement Ruangguru yang terdapat pada game show tersebut. Metode yang digunakan
adalah analisis isi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penggunaan teknik
pengumpulan data berupa studi dokumentasi dan mengisi coding sheet oleh dua coder.
Pengisian coding sheet menggunakan unit fisik berupa durasi dan unit tematik dengan
dimensi brand placement. Hasil penelitian ini ditemukan terdapat 1420 brand placement
dengan komposisi 1137 visual placement, 198 auditory placement, dan 85 plot
connection. Terlihat bahwa Ruangguru berusaha untuk meningkatkan brand awareness
TAKTIK INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION PT NUTRIFOOD DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIVITAS FISIK REMAJA MELALUI PROGRAM HILO BODY MOVE DI YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan menganalisis taktik Integrated Marketing
Communication (IMC) PT Nutrifood dalam meningkatkan partisipasi aktivitas fisik
remaja melalui program Hilo Body Move di Yogyakarta. Studi kasus ini menekankan
penerapan elemen IMC untuk meningkatkan awareness produk Hilo Teen sebagai
produk yang mendukung aktivitas fisik remaja. Taktik IMC yang digunakan PT
Nutrifood pada program Hilo Body Move yaitu Promosi Penjualan, Word of Mouth, dan
Pemasaran Via Internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi tersebut berhasil
meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik dan produk Hilo Teen, dengan
pencapaian yang melampaui target pada tingkat SD dan SMP. Dampak program ini
menunjukkan pentingnya edukasi dan interaksi untuk mendorong perubahan perilaku yang konsisten
Komunikasi Advokasi Duta Genre Temanggung dalam Pencegahan Pernikahan Dini
onjakan kasus pernikahan dini di Kabupaten Temanggung, dengan 1.137
pengajuan dispensasi kawin dalam tiga tahun terakhir (BPS, 2024), menjadi alarm sosial
yang mencerminkan kerentanan remaja terhadap putus sekolah, kekerasan, dan
kemiskinan struktural. Fenomena ini menuntut intervensi strategis melalui pendekatan
komunikasi yang mampu mengubah pola pikir remaja dan lingkungan sekitarnya.
Penelitian ini mengkaji komunikasi advokasi yang dilakukan oleh Duta Genre
Temanggung dalam pencegahan pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif, dengan mewawancarai tujuh narasumber, yang terdiri dari empat
Duta Genre, dua audiens, dan satu pendamping BKKBN. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat lima aspek utama dalam komunikasi advokasi yang dilakukan oleh Duta
Genre: pemetaan sosial, pembekalan Duta Genre, penyesuaian kurikulum, mengubah
perspektif, serta evaluasi yang menghasilkan kesinambungan. Data BKKBN
menunjukkan penurunan angka dispensasi pernikahan anak di Temanggung menjadi
bukti bahwa advokasi Duta Genre mulai membuahkan hasil. Penelitian ini dapat
mendorong kebijakan baru bagi pemerintah, BKKBN, dan Duta Genre