JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Not a member yet
    152 research outputs found

    Manajemen Pemberitaan Kriminal pada Program Tangkis di iNews TV dalam Memenuhi Kepuasan Pemirsa

    Get PDF
    Manajemen pemberitaan kriminal di televisi sangat menentukan kualitas dari pemberitaan.Mengacu kepada prinsip manajemen yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating dan controling dalam pemberitaan kriminal, sumber daya manusia yang ada melaksanakan tugas secara sistematis pada setiap tahapan manajemen pemberitaan kriminal.Melalui manajemen yang baik, berita kriminal yang dihasilkan relatif dapat memenuhi kepuasan pemirsa berdasarkan motif-motif yang mendorong mereka menggunakan media dan mengkonsumsi berita kriminal yang ditayangkan di iNews TV

    Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya

    Get PDF
    Teknologi Komunikasi dan Informasi adalah aplikasi pengetahuan dan keterampilan yang digunakan manusia dalam mengalirkan informasi atau pesan dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan manusia agar tercapai tujuan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi berawal dari kemajuan dibidang komputerisasi. Pengguanaan komputer pada masa awal untuk sekedar menulis, membuat grafik dan gambar serta alat menyimpan data yang luar biasa telah berubah menjadi alat komunikasi dengan jaringan yang lunak dan bisa mencakup seluruh dunia. Dengan kemajuan teknologi maka proses interaksi antar manusia mampu menjangkau lapisan masyarakat dibelahan dunia manapun menjadi semakin terbuka. Internet sebagai salah satu dampak dari perkembangan teknologi baru pada dasarnya tidak hanya bisa menjadi pintu untuk mengetahui bagaimana budaya yang ada pada masyarakat di daerah tertentu, melainkan menjadi perangkat dalam ekspresi budaya itu sendiri. Karena begitu cepatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mangakibatkan dampak dan pengaruh terhadap budaya pada masyarakat, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu aspek kehidupan yang paling terpengaruh dengan perkembangan ini adalah aspek kebudayaan masyarakat yang sedikit demi sedikit mengalami pergeseran

    Membangun Ketahanan Keluarga dengan Komunikasi Interpersonal

    Get PDF
    Penelitian bermaksud mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal dapat membangun ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan yang semakin berat. Penulis menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan menggunakan tiga teknik, yakni observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menemukan, komunikasi interpersonal berperan penting membentuk ketahanan keluarga dan menguatkan fungsi keluarga menghadapi tantangan semakin berat. Komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak melalui pemberian  pernyataan-pernyataan seperti  “kenalilah keluargamu dan ingat siapa dirimuâ€, “kita hidup tidak sendiri†dan “ingat tetangga, ingat keluarga†dapat membentuk konsep diri/karakter  anak dan keluarga di tengah masyarakat seperti yang dilakukan para orangtua kepada anak/keluarga di Lingkungan 1 Pasar 6 Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Medan Selayang. Terdapat relasi dan tindakan keluarga yang positif atas dasar percakapan, konformitas, ketergantungan serta distribusi kekuasaan yang berasal dari orangtua dan anak sehingga terbangun relasi hangat dan suportif dicirikan dengan saling menghormati, memperhatikan satu sama lain. Komunikasi interpersonal dapat berfungsi membangun relasi antar-keluarga dan relasi sosial dalam bentuk arisan berusia 20 tahun. Komunikasi keluarga di Lingkungan ini (keluarga lama) menjunjung tinggi rahasia keluarga dan pembatasan pada hal yang tabu. Pesan itu disampaikan orangtua kepada anak-anak terutama antar-keluarganya, sehingga keluarga dapat memelihara topik yang tidak lazim disampaikan dalam arisan keluarga. Sikap itu sebagai pengikatan, evaluasi, pemeliharaan, privasi, pertahanan serta komunikasi antar -keluarga

    Hubungan Tayangan MasterChef Indonesia terhadap Persepsi Profesi dan Minat Masyarakat menjadi Chef

    Get PDF
    Penelitian bertujuan mengetahui hubungan tayangan MasterChef Indonesia terhadap persepsi mengenai profesi chef dan minat masyarakat menjadi chef. Penelitian menggunakan teori kultivasi, dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara bebas dan studi kepustakaan. Responden berjumlah 123 orang yang diperoleh dari teknik accidental sampling dengan sampel yang dibagi menjadi dua yaitu 100 orang masyarakat umum Kota Medan dan 23 orang mahasiswa Program Studi Tata Boga Akademi Pariwisata Medan. Uji hipotesis menggunakan rumus Rank Spearman dan diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia terhadap persepsi masyarakat umum mengenai profesi chef dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,634 dengan nilai signifikan sebesar 0,000, 2) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia terhadap minat masyarakat menjadi chef dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,501 dan nilai signifikan sebesar 0,000,3) terdapat hubungan yang positif anatara tayangan MasterChef Indonesia dengan persepsi mahasiswa mengenai profesi chef dengan nilai korelasi sebesar 0,429 dan nilai signifikan sebesar 0,41,4) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia dengan minat mahasiswa untuk menjadi chef dengan nilai korelasi sebesar 0,517 dan nilai signifikan 0,012

    Kebijakan Komunikasi Internasional Indonesia

    Get PDF
    Kebijakan komunikasi merupakan bagian yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan lainnya, seperti halnya pendidikan, kebudayaan, dan kependudukan. Komunikasi dapat memberikan kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program-program pembangunan nasional di setiap negara. Konsep kebijakan komunikasi internasional baru muncul pada tahun 1970-an setelah para pakar dari negara-negara yang sedang berkembang mengeluhkan adanya ketidakseimbangan dan tidak berkadilan dari negara-negara maju mengenai pengaliran informasi di dunia. Negara-negara maju tersebut cenderung memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan kerusuhan dan kemiskinan yang terjadi di negara-negara yang berkembang. Ketidakseimbangan pengaliran informasi dari negara-negara maju ke negara-negara yang berkembang membuat negara-negara yang bekembang kurang mampu untuk membeli teknologi informasi. Akhirnya negara-negara berkembang merespon kejadian tersebut. Berdasarkan Pancasila sila kedua, UUD 1945 (Alinea I dan IV) dan batang tubuh (pasal 11 dan 13), Indonesia sebagai salah satu negara berkembang akhirnya juga merespon kejadian tersebut dengan ikut terlibat langsung dalam hubungan internasiona melalui kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Bebas, bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana tercermin dalam Pancasila. Aktif, bahwa dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, Indonesia tidak bersikap pasif atas berbagai kejadian internasional, melainkan bersikaf aktif. Juga aktif dalam mendukung usaha-usaha yang diarahkan bagi terciptanya masyarakat dunia yang damai, aman dan tentram

    Kompetensi Komunikasi Fasilitator Kecamatan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan di Langkat

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul kompetensi komunikasi fasilitator kecamatan dalam program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MP) di Kabupaten Langkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi komunikasi Fasilitator dan aktivitas program pemberdayaan masyarakat dalam PNPM-MP di Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah fasilitator dan pengelola anggaran PNPM-MP pada tahun 2014 di Kecamatan Secanggang yang berjumlah 1310 orang. Penarikan sampel menggunakan rumus Slovin dan didapat sampel penelitian ini berjumlah 93 responden. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal, analisa tabel silang, dan uji hipotesis. Dari uji hipotesis koefisien korelasi tata jenjang (Rank-Order Corelation) Spearman diperoleh hasil 0.411 untuk kompetensi komunikasi fasiltator. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima dan hubungannya signifikan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompetensi komunikasi fasilitator kecamatan pada program PNPM-MP di kecamatan Secanggang dapat dilihat dari bagaimana fasilitator menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat, memobilisasi setiap kelompok masyarakat, melakukan perubahan, menentukan prioritas, melakukan pelatihan, dan pengembangan lembaga desa, dimana hal tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kinerja institusi lokal, dan meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan kemiskina

    Ragam Bahasa Jurnalistik

    Get PDF
    Bahasa jurnalis adalah bahasa yang khususnya digunakan di surat kabar dan terealisasi dalam ragam bahasa yang berbeda dengan ragam bahasa lain. Perbedaan satu ragam bahasa dengan ragam bahasa lain yang bersifat  kuantitatif dan performatif. Ragam bahasa jurnalis memiliki empat ciri, yaitu proyeksi, bahasa objektif, kontraksi, dan metafora

    Profesionalisme Jurnalis Lokal dalam Peliputan Pemilukada Sumatera Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat profesionalisme jurnalis lokal dalam peliputan Pemilukada Sumatera Utara tahun 2018. Metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif menggunakan cara observasi dan  wawacara mendalam dengan dua orang jurnalis media cetak meanstream, seorang jurnalis media online dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan profesionalisme jurnalis lokal belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan secara signifikan sehingga dimaknai relatif masih sama dengan Pemilukada tahun 2013 dan tahun 2015, bahkan momentum Pemilukada serentak belum dimanfaatkan oleh jurnalis lokal untuk meningkatkan profesionalismenya sesuai harapan publik dan Dewan Pers kepada jurnalis agar menjadikan Pemilukada sebagai momentum untuk memberikan pendidikan politik dan meningkatkan kualitas demokrasi  masyarakat sehingga jurnalis berperan menyukseskan Pemilukada yang berkualitas pula. Selain itu pada Pemilukada tahun 2018, masih saja ada jurnalis sulit meninggalkan keberpihakan kepada kelompok pendukung dan kandidat tertentu atas dasar kesamaan ideologi. Namun demikian PWI  menilai tidak ada pelanggaran jurnalistik, walaupun publik meyakini adanya keberpihakan media dalam pemberitaannya

    Persepsi Kontributor Televisi Tentang Keberadaan Citizen Journalism

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini, yang pertama adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi  dan komunikasi yang terbentuk antara kontributor televisi dan Citizen Journalism. Kedua adalah untuk mengetahui bagaimana faktor dan dampak yang ditimbulkan dari keberadaan Citizen Journalism, dan bagaimana etika Citizen Journalism di lapangan peliputan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif desktiftif dengan pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teori Behaviorisme dari Gage dan Berliner,  dimana teori Behaviorisme ini mendasarkan perubahan tingkah laku pada pengalaman, perilaku, dan respon. Pada dasarnya inti pemikiran Behaviorisme adalah bagaimana memahami perilaku yang dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Selain itu peneliti juga menggunakan teori Persepsi, yang mengkaji bagaimana komunikasi terjalin berdasarkan penginderaan, atensi dan interpretasi. Teori ini berasumsi bahwa persepsi menentukan seseorang bagaimana sikapnya berkomunikasi, semakin tinggi derajat kesamaan persepsi antar individu maka semakin mudah dan sering mereka berkomunikasi yang kemudian memiliki pengaruh yang instrumental  terhadap hasil-hasil kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat adalah faktor-faktor yang terjadi dengan keberadaan Citizen Journalism yang di peroleh dari  informasi berupa pengalaman dan pengetahuan melalui kesadaran mereka dan bagaimana mereka memaknai pengalaman tersebut dalam berinteraksi

    Pengaruh Komunikasi Massa Terhadap Audiens

    No full text
    Perkembangan tekhnologi telah mempengaruhi pola kehidupan manusia baik secara negative maupun positif. Dengan beraneka ragamnya jenis tekhnologi komunikasi massa pada manusiasaat ini telah mampu mempengaruhi khalayak dan individu. Pengaruh media massa terhadap individu dapat melaui jalur satu tahap (one step folow) dan jalur dua tahap. Pengaruh komunikasi melalui satu tahap (one step follow) dimana komunikasi massa dapat mempengaruhi individu secara langsung tampa melaui pemuka pendapat atau opinion leader. Sedangkan komunikasi melalui dua tahap (Two step Flow) adalah dimana media massa mempengaruhi individu melalui open leader atau pemuka pendapat. Model aliran dua tahap sebagai suatu studi tentang bagaimana memilih berorientasi pada efek. Model aliran dua tahap berpendapat, efektivitas komunikasi massa terjadi setelah tahap pertama yang melalui opinion leader. Tanpa opinion leader, komunikasi massa terbatas sekali efektivitasnya terhadap masa audience. Tahap-tahap terjadinya model komunikasi aliran dua tahap adalah sebagai Seseorang yang memperoleh suatu ide atau gagasan baru dari media massa akan terjalin dalam suatu interaksi dengan orang lain. Adanya peranan aktif dari pemuka–pemuka pendapat dengan cara berkomunikasi. Tatap muka khusunya bagi masyarakat desa ataupun masyarakat yang sedang membangun maupun masyarakat pasif

    139

    full texts

    152

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇