JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Not a member yet
152 research outputs found
Sort by
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Perempuan Terhadap Iklim Komunikasi Dan Kinerja Pegawai Pada Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tamiang
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Perempuan terhadap iklim komunikasi dan kinerja pegawai pada Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tamiang. Teori yang digunakan adalah teori gaya kepemimpinan oleh Kartini Kartono, teori iklim komunikasi oleh Face dan Faules dan teori birokrasi organisasi oleh Max Weber. Metode Penelitian ini merupakan metodologi kuantitatif, menggunakan metode Survey ekplanatif dengan analisis statistik regresi linear sederhana. Hasil hipotesis kemudian di uji dengan uji t. Analisis data menggunakan software pengolahan data statistik SPSS 24.0 for windows. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 58 orang, maka jumlah sampelnya diambil secara keseluruhan, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Dari hasil uji hipotesis yang dilakukan secara parsial menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan perempuan terhadap iklim komunikasi dan kinerja pegawai pada Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tamiang. Gaya kepemimpinan perempuan yang mampu mengarahkan, membimbing dan mengatur bawahan dengan baik serta mampu membangun suasana kekeluargaan dalam organisasi ternyata mampu menciptakan dan memberikan iklim komunikasi yang positif serta dapat meningkatkan kinerja pegawai yang baik pula
Peran Stasiun Televisi dalam Pengembangan Demokrasi, Ekonomi dan Politik di Indonesia
Dewasa ini televisi, sebagai bagian dari komunikasi massa di asumsikan memegang posisi penting dalam masyarakat. Peranan penting televise telah menjadikan media ini berkembang pesat dalam 20 tahun ini. Televisi hadir sebagai alat sosial, politik, budaya, bahkan sebagai sebuah industri informasi dari sebuah perusahaan. Sebagai industri, televisi menjanjikan keuntungan cukup besar bagi pemiliknya, bersaing secara kompetitif.Kini televisi tidak lagi menjadi media yang berorientasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal informasi dan hiburan yang sehat, melainkan lebih dominan pada keuntungan ekonomi kapitalis, kekuatan pasar secara kompetitif. Dampaknya masyarakat ‘kering’ informasi yang ditampilkan secara both of side dan aktual. Pemberitaan media televisi dikemas sedemikian rupa dengan metode agenda setting. Hal ini menjadi dilematis tersendiri bagi para penggiat jurnalistik: antara publik atau kepentingan pemilik? Berita-berita yang disajikan dan ditayangkan oleh media televisi lebih berorientasi kepada pentingan pemilik, bukan kepentingan publik. Sementara itu, kapitalisasi dalam industri media televisi terus menggurita. Ada pemilik tunggal untuk beberapa stasiun televisi yang menyalahi regulasi dari penyiaran di Indonesia. Kendati sudah diatur sedemikian baiknya, namun konglomerasi dalam industri pertelevisian di Indonesia belum dibenahi. Politik dan ekonomi menjadi alasan utama sehingga regulasi penyiaran di Indonesia belum mampu diterapkan seperti di Eropa dan Amerika Serikat
Analisis Tokoh (Najwa Shihab) Berdasarkan Teori Komunikasi Antarpribadi
Najwa Shihab adalah seorang news anchor dan pembawa acara di stasiun televisi Metro TV. Adapun beberapa acara yang pernah dibawakannya di stasiun televisi Metro TV yaitu program berita prime time Metro Hari Ini, Suara Anda, serta program talkshow Today’s Dialogue dan Mata Najwa. Sebagai seorang presenter talkshow profesional, Najwa Shihab melakukan komunikasi antarpribadi yang baik kepada semua narasumbernya. Hal inilah yang dilakukan Najwa untuk membuat para narasumbernya merasa nyaman dan tidak merasa terintimidasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Najwa sehingga komunikasi di antara mereka dapat terjalin dengan baik dan lancar. Najwa Shihab memiliki kompetensi komunikasi yang sangat baik ketika melakukan praktik komunikasi antarpribadi. Cara Najwa menghidupkan suasana ketika di atas panggung membawakan program acara “Mata Najwa†sangat baik. Mulai dari cara ia mendengarkan orang lain, memberikan respon terhadap pernyataan yang diberikan narasumbernya, serta proses tatap muka yang intens namun tidak memberikan kesan intimidasi, mampu diorganisirnya dengan cara yang bijak sehingga tidak menimbulkan misunderstanding di antara kedua belah pihak
Komunikasi Antar Budaya pada Etnis Gayo dengan Etnis Jawa
Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi atau kelompok dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para pesertanya.  Adanya perbedaan latar belakang budaya seringkali mengakibatkan terjadinya perbedaan dalam memaknai suatu peristiwa maupun dalam menanggapi isi pesan. Namun perbedaan itu tidak berarti ketika etnis Jawa menunjukkan sikap yang menghargai dan menghormati etnis Gayo demikianpun sebaliknya. Mereka mampu hidup berdampingan secara harmonis serta saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karakter etnis Jawa sebagai etnis pendatang yang cenderung rendah hati, nrimo ,sopan santun dalam pergaulan, gemar bergotong royong dalam kehidupan bermasyarakat menjadi daya tarik yang menimbulkan rasa aman dan penerimaan dari etnis Gayo sebagai penduduk setempat. Meskipun dalam beberapa hal kedua etnis tetap mempertahankan adat budayanya masing masing, namun hal tersebut tidak sampai menimbulkan perasaan etnosentrime yang menganggap budaya dan etnis lain lebih rendah dari budayanya. Sesungguhnya perbedaan antar etnis di Indonesia justru menjadi kekayaan budaya yang senantiasa perlu ditelaah dan dikelola kunci pemersatunya agar keharmonisan antar etnis senantiasa terjaga dan terpelihara
Model Komunikasi Antarpribadi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam Menghadapi Stigma dan Diskriminasi Lingkungan Sosial
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komunikasi antarpribadi, hambatan komunikasi, serta menemukan model komunikasi antarpribadi ODHA dalam menghadapi stigma dan diskriminasi lingkungan sosial dengan menggunakan Teori Komunikasi Antarpribadi, Pengungkapan Diri, Teori Tindakan Beralasan, dan Teori Disonansi Kognitif. Penelitian dilakukan di Pusat Pelayanan Khusus, RSUP H. Adam Malik Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah ODHA, teman, keluarga, konselor, perawat, dan masyarakat. Adapun metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi ODHA dalam penyampaian informasi status diri masih memperoleh stigma dan diskriminasi dari lingkungan sosial berupa penolakan, pengusiran, pengucilan, jibiran, dan ekspresi wajah yang kurang menyenangkan. Komunikasi keempat informan di masyarakat pada umumnya sama yaitu masih menyembunyikan status diri sebagai ODHA dengan bersikap secara wajar, menjaga jarak, dan berbohong tentang penyakitnya. Hambatan komunikasi yang dialami yaitu hambatan kognitif disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS dan masih dikaitkan dengan moralitas. Serta adanya hambatan psikologi dan fisik diri ODHA. Model komunikasi antarpribadi yang dilakukan ODHA di lingkungan sosialnya dilakukan melalui 2 cara, terbuka tentang kondisi status kesehatannya dan tertutup dengan menyembunyikan status dirinya sebagai ODHA agar terhindar dari stigma dan diskriminasi
Dampak Ketergantungan Remaja terhadap Media Sosial dan Upaya Mengantisipasi
Media sosial memberikan kemudahan menyebarkan informasi dan memperluas jaringan sehingga bisa terhubung dengan siapapun yang ada di seluruh dunia tanpa ada batasan. Media sosial yang berkembang pesat disertai dengan perangkat smartphone yang canggih serta akses internet yang mudah dan cepat memungkinkan adanya bullying yang dilakukan di dunia maya. Perkembangan internet dan smartphone yang cukup pesat disertai dengan minat yang besar dari remaja dapat memberikan dampak baik maupun buruk, tergantung dari aktivitas online mereka. Dampak baik dan buruk tergantung dari lingkungan remaja yang nantinya akan mengubah perilaku pelajar kepada cara penggunaan internet dan smartphone dengan lebih bijak. Media sosial memang baik untuk remaja, karena di media sosial mereka akan mendapatkan banyak teman informasi dan sebagainya, tetapi, bagi orangtua wajib untuk selalu mendampingi atau mengetahui perkembangan kehidupan sosial remaja agar tidak terjerumus kepada hal yang negatif
Pengelolaan Kesan Citra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan Di Kota Medan
Penelitian ini berjudul Pengelolaan KesanCitra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan di Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengelolaan kesan citra diri pekerja seks komersial pada pelanggan, keluarga dan lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan unit analisis pekerja seks komersial pinggir jalan di Kota Medan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan kurang lebih selama 2 bulan. Temuan penting penelitian ini adalah pengelolaan kesanCitra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan di Kota Medan. Gambaran dari pengelolaan kesan pekerja seks komersial yaitu untuk menarik pelanggan, menutupi diri dari keluarga dan lingkungan sekitar yang tidak mengetahui pekerjaannya. Kelima informan mengungkapkan bahwa menjadi PSK bukanlah pilihan yang sebenarnya tetapi ketidakmampuan mereka untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih menguntungkan menjadikan PSK adalah lebih baik
Persepsi Masyarakat Terhadap Program Acara Pesbukers Di Antv
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan persepsi serta faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakatdi Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, terhadap kekerasan verbal dan nonverbal program acara Pesbukers di ANTV. Ruang lingkup penelitian ini adalah seluruh kata-kata atau kalimat yang termasuk dalam kategori persepsi masyarakat terhadap kekerasan verbal dan nonverbal.Metode penelitian kualitatif deskriptif dan teori Uses and Gratification serta teori kultivasi yangdigunakan untuk dijadikan landasan penelitian.Hasil wawancara dari keempat informan mengungkapkan bahwakekerasan verbal dan nonverbalterjadi, dan hanya informan kedua yang memperhatikan hiburannya saja. Keempat informan sepakat bahwa hal itu tidak patut dijadikan bahan hiburan, sedangkan informan ketiga setuju apabila hal tersebut tidak menyakiti orang lain dan sudah ada kesepakatan sebelumnya.Kelima informan menyatakan bahwa program acara Pesbukerslebih banyak memiliki dampak negatif daripada positifnya dan tidak baik untuk ditonton anak-anak. Persepsi kelima informan menyatakan acara tersebut bagus tetapi ada beberapa hal yang harus diperbaiki seperti, cara berpakaian danpenyampaikan komedi disesuaikan dengan norma masyarakat.Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan jawaban informan adalah usia, pendidikan, motif, pengetahuan, suka atau tidak sukanya pada program tersebut dan lingkungan. Hasil wawancara menyatakan tiga dari lima informan merasa tidak terhibur dengan penyajian lelucon yang diberikan oleh para pemain Pesbukers
Mengenal Teori Kultivasi dalam Ilmu Komunikasi
Teori kultivasi memusatkan perhatian pada dampak menonton tayangan televisi pada perilaku penonton televisi dalam jangka waktu yang panjang. Teori ini beranggapan bahwa manusia yang selalu menonton tayangan tertentu dengan waktu yang lama maka akan memiliki sebuah pemahaman bahwa dunia di sekelilingnya seperti yang ditayangkan di televisi. Misalnya saja seseorang yang selalu menonton acara-acara yang mengandung tayangan kekerasan (baik film maupun berita) dengan durasi lama dan frekuensi yang sering, maka akan memiliki pola pikir bahwa perilaku kekerasan seperti yang ditunjukkan di televisi mencerminkan kejadian di sekitarnya. Kekerasan yang dipresentasikan di televisi dianggap sebagai kekerasan yang terjadi di dunia
Penggunaan Website www.acehselatankab.go.id Terhadap Kepuasan dan Pengetahuan Tentang Layanan Perizinan di Kalangan Masyarakat Aceh Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan website www.acehselatankab.go.id terhadap kepuasan informasi layanan perizinan, menganalisis hubungan penggunaan website www.acehselatankab.go.id terhadap pengetahuan tentang layanan perizinan, serta menganalisis hubungan penggunaan website www.acehselatankab.go.id terhadap kepuasan informasi dan pengetahuan tentang layanan perizinan di kalangan masyarakat Kabupaten Aceh Selatan. Penggunaan website meliputi frekuensi, durasi, intensitas, desain, dan konten yang dianalisis melalui teori uses and gratifications dari Katz, Blumler dan Gurevitch. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah pengguna website www.acehselatankab.go.id yang berjumlah 184.534 pengguna. Dengan menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel penelitian sebesar 150 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan accidental sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner. Data yang telah terkumpul diolah dengan analisis tabel tunggal, analisis tabel silang dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara penggunaan website www.acehselatankab.go.id dengan kepuasan informasi layanan perizinan, (2) Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara penggunaan website www.acehselatankab.go.id dengan pengetahuan tentang layanan perizinan