JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Not a member yet
    152 research outputs found

    Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Siswa Sekolah Menengah Atas

    Full text link
    The objective of the research is to find out how the intercultural communication competence possessed by the students of Sultan Iskandar Muda High School Medan. Through qualitative approach by applying case study method, the problem in this research will be answered by using an intercultural communication competence model developed by Chen and Starosta which consists of three components: affective, cognitive, and behavioral. The results of the study shows that the research subjects in general have had intercultural communication competence especially on elements: cultural knowledge, self-concept, open-mindedness, nonjudgmental, social relaxation, interaction management, and social skills.Keywords: intercultural communication competence, students, Sultan Iskandar Muda High Schoo

    Literasi Media Berbasis Kearifan Lokal di Tanjung Pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara

    Full text link
    Media literacy is the ability in terms of using, analyzing, selecting and creating messages properly. Consequently, it become very important since people easily found fake news (hoax) or hate speech in daily life. These type of news shaped negative effects to people's lives, for example: divide people to against each other. One of the efforts to prevent the negative’s effect of Hoax or Hate speech is by empowering public with media literacy so they can use, analyze, select and creating messages properly. Efforts to empower media literacy can utilize from local wisdom which preserved by the community. The Tanjung Pura Malay community has local wisdom in the form of polite and gentle speech habits, using ornate words called pantun. Local wisdom issued by the Malay people of Tanjung Pura can be a barrier when they receive bad messages from Hoax and Hate speech

    Peran Masyarakat sebagai Komunikator Pembangunan Peduli Lingkungan

    Full text link
    The purpose of this study is to describe the role of community as a development communicator of environment care. This research uses a qualitative approach, located in Tanjung Gusta Village, Medan Helvetia District, Medan.The informant in this study was the chairman of Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) of Tanjung Gusta Village, Medan Helvetia. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques using the model of Miles and Huberman. The results showed that with the buttom up approach, the role of the community in the development process can be maximized, seeing some of the advantages of development communicators from the local community more than communicators from outside the local community,then one of the most effective ways to build awareness of environmental care is to maximize the role of local communities as communicators of development. However, some obstacles found in the process of conveying messages of environmental care development, communication barriers and social barriers (social categories, social exchange and social relations

    Lembaga Swadaya Masyarakat, Media Massa dan Hak Anak

    Full text link
    Tulisan ini ingin mengkaji tentang peran LSM dalam memperjuangkan hak anak dilihat dari perspektif HAM dan demokrasi (dilihat dalam ranah wacana, pembuatan kebijakan dan implementasinya) Penulis mengambil studi komparatif antara Sumatera Utara dengan Jawa Tengah. Dalam hal ini, penulis ingin mengkaji tentang sejauh mana peran LSM mulai dari pembentukan wacana tentang Hak Anak, keterlibatan dalam proses pembuatan perda sampai pada ranah implementasi perda. Tentunya hal ini tidak terlepas dari peran besar media massa untuk mendorong terbentuknya isu menjadi wacana di masyarakat. Hadirnya LSM tidak lepas dari tidakmampunya lembaga publik/lembaga pemerintah untuk menangani berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Kemunculan organisasi-organisasi non pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat tidak hanya ada di negara berkembang, hal ini menandakan bahwa LSM memainkan peran yang diterima oleh masyarakat luas tidak hanya di negara-negara yang demokrasinya belum mapan yang ditandai oleh kapasitas negara yang masih terbatas, tetapi di negara-negara yang organisasi negaranya memiliki sejarah panjang dan lebih maju. Dengan kata lain, kelahiran LSM disebabkan karena semakin dirasakannya keterbatasan kapasitas negara dalam mengurusi kepentingan publik yang semakin kompleks

    Perilaku Bullying di Kalangan Gamers Online pada Remaja Sekolah Menengah Pertama

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati dan menganalisis fenomena perilaku bullying di kalangan gamers online pada remaja SMP Perguruan Taman Siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan pada penelitian ini berjumlah enam orang terdiri dari lima orang remaja dan satu orang guru bimbingan konseling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis tematik dan keabsahan datanya menggunakan triangulasi. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, diketahui bahwa kelima informan yang merupakan gamers onlinemelakukan bullyingkepada orang lain dalam bentuk fisik, verbal dan psikologis. Bagi informan disarankan agar mengisi waktu luangnya dengan kegiatan positif dan bermanfaat seperti mengikuti kegiatan ektra kulikuler di sekolahnya. Dengan itu, intensitas bermain game online informan menjadi berkurang, sehingga perilaku bullying bisa dihindari

    An Analysis On Framing The News Of Lash Punishment On Gay In Aceh In Serambi Indonesia Daily Newspaper

    Full text link
    The purpose of this study was to analyze Serambi Indonesia Daily in framing and producing news that occurred in the editorial room as well as the construction of reality in reporting foreign intervention in cases of caning against gay perpetrators. Through a practical analysis discourse. seen from five levels that influence media content by Shoemaker Reese. Qualitative methods with a constructivist paradigm are used to pay attention to the politics of meaning and the process of how a person makes a picture of reality that influences the stereotypes that develop in society. Framing analysis of Robert N. Entman's model is used to see the frame of two major dimensions, namely the selection of issues and the prominence of certain aspects of the issue. The result of the research shows that Serambi Indonesia Daily Newspaper, in its news about lash punishment on gays in Aceh always considers local values in Acehnese community that are Moslems so that the frame for lash punishment is considered as the legal problem in which the gays are considered violating against Qanun No. 6/2014 on Jinayah Law

    Analisis Deiksis Waktu Pada Tuturan Dosen yang Berlatar Belakang Budaya Berbeda

    Full text link
    Tuturan dosen FKIP Universitas Samudra yang mengandung deiksis sering salah ditafsirkan oleh mahasiswa. Kesalahtafsiran tersebut berkaitan dengan pemahaman makna tuturan/ujaran dengan acuannya. Salah satu faktor penyebab kesalahtafsiran itu adalah latar belakang budaya yang berbeda sehingga mempengaruhi bentuk-bentuk bahasa yang digunakan. Hal ini mengakibatkan komunikasi tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan hal tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimanakah deiksis waktu pada tuturan dosen FKIP yang berlatar belakang budaya berbeda di Universitas Samudra. Sumber data dalam penelitian ini adalah dosen FKIP yang memiliki latar belakang budaya berbeda dan data yang mengandung diambil pada saat proses perkuliahan berlangsung dan didokumentasikan dalam bentuk rekaman. Adapun tuturan dosen yang dimaksud adalah tuturan dosen yang berlatar budaya Minangkabau, Tapanuli Selatan, dan Jawa Tengah. Selanjutnya, data tersebut diklasifikasi berdasarkan deiksis waktu, kemudian dianalisis dan disimpulkan. Dari hasil penelitian ini  ditemukan bentuk deiksis waktu dosen Minangkabau adalah kemarin itu, nanti siang, munggu lalu, minggu yang lalu, tadi, nanti, kemarin, dan sekarang. Dosen yang berlatar belakang budaya Tapanuli Selatan adalah sekarang, nanti, hari ini, bulan depan, minggu depan, dan kemarin sore. Dosen yang berlatar belakang budaya Jawa adalah hari ini, kemarin, nanti, sekarang, minggu depan, dan dari tadi

    LITERASI MEDIA DIGITAL PADA PENGGUNAAN GADGET (Studi Deskriptif Penggunaan Gadget Pada Siswa SMK Broadcasting Bina Creative Medan Yang Berdampak Pada Pergeseran Nilai Kearifan Lokal)

    Full text link
    The generation of digital children from birth was referred to as Digital native, at the same times people who was born at the first media age were referred to as digital immigrants. There are differences in thinking and how to use his mind between these two generations when processing information, the emergence of a new culture due to the use of digital media encourages changes in values in local culture. The general objective to be achieved in this study is to increase the awareness of teenagers that new cultures born as a result of new technological developments must be able to be balanced by having the awareness and ability to filter the new culture and still maintain the cultural values that have been inherited from ancestors as a form of one characteristic nations have many positive values. The method used in this study was  a qualitative method with descriptive analysis techniques, PRA (Participatory Rural Appraisal) and SWOT. The results of this research mention that; ability, and understanding of students, parents, and educators about how technology changes learning, playing, community then an understanding of the importance of critical discussion on technological development to the stages of new media literacy that should be carried out is still in its early stages (just know it) and not yet applied

    Dialog sebagai Kunci dalam Komunikasi Pemasaran melalui Internet

    Full text link
    Aktivitas komunikasi pemasaran tidak hanya sebatas pada kegiatan promosi tetapi lebih kepada dialog. Dialog penting untuk membangun komunikasi antara pemasar dengan para konsumen. Kehadiran teknologi internet web 2.0 juga mendorong aktivitas komunikasi pemasaran menjadi lebih interaktif, yang menuntut para pemasar untuk lebih intens berdialog dengan konsumen. Dialog juga penting untuk mengkontrol arus informasi yang berkembang sangat cepat di dunia maya. Website perusahaan dan berbagai media sosial dapat memfasilitasi proses dialog antara para pemasar dengan konsumen

    Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi

    Full text link
    Komunikasi massa merupakan sumber kajian potensial yang memiliki bidang bahasan yang cukup luas dan mendalam, dan juga didukung oleh teori yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini bisa dipahami sebab ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini, merupakan proses evaluasi panjang dari ilmu komunikasi massa, yang awalnya hanya dikenal sebagai ilmu media massa atau ilmu pers yang juga merupakan hasil elaborasi dari ilmu publisistik (ilmu persurat-kabaran) yang berpusat di Jerman dan ilmu Jurnalistik yang berbasis di AS. Baru dinamakan ilmu komunikasi pasca Perang Dunia II oleh para ilmuan Barat, tujuan utamanya adalah untuk mencover semua bidang kajian dalam komunikasi yang semakin luas dan berkembang. Komunikasi massa sendiri kerap didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa (modern) pada awalnya hanya mencakup media cetak (surat kabar, majalah atau tabloid) dan media elektronik (TV dan radio), baru belakangan termasuk kajian multimedia yang juga sering disebut media dot com (internet). Pada era ini, kajian komunikasi massa berkembang menjadi semakin luas, selain mencakup tiga jenis media (media cetak, media elektronik, dan multimedia), peran dan proses komunikasi massa,  juga efek media bagi masyarakat dan budaya, sehingga semakin banyak dijadikan sebagai objek studi.  Dalam tinjauan komunikasi massa, paling tidak teori-teori yang muncul dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang, yaitu teori-teori awal komunikasi massa, pengaruh komunikasi massa terhadap individu, pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat dan  budaya, dan audiens pengaruhnya terhadap komunikasi massa. Teori Agenda Setting misalnya, masih saja sangat relevan hingga saat ini sekalipun dengan catatan-catatan tertentu harus dibubuhkan di sana, seperti pada masyarakat dan budaya seperti apa, atau pada kondisi kapan, dan seterusnya. Komunikasi massa merupakan sumber kajian potensial yang memiliki bidang bahasan yang cukup luas dan mendalam, dan juga didukung oleh teori yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini bisa dipahami sebab ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini, merupakan proses evaluasi panjang dari ilmu komunikasi massa, yang awalnya hanya dikenal sebagai ilmu media massa atau ilmu pers yang juga merupakan hasil elaborasi dari ilmu publisistik (ilmu persurat-kabaran) yang berpusat di Jerman dan ilmu Jurnalistik yang berbasis di AS. Baru dinamakan ilmu komunikasi pasca Perang Dunia II oleh para ilmuan Barat, tujuan utamanya adalah untuk mencover semua bidang kajian dalam komunikasi yang semakin luas dan berkembang. Komunikasi massa sendiri kerap didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa (modern) pada awalnya hanya mencakup media cetak (surat kabar, majalah atau tabloid) dan media elektronik (TV dan radio), baru belakangan termasuk kajian multimedia yang juga sering disebut media dot com (internet). Pada era ini, kajian komunikasi massa berkembang menjadi semakin luas, selain mencakup tiga jenis media (media cetak, media elektronik, dan multimedia), peran dan proses komunikasi massa,  juga efek media bagi masyarakat dan budaya, sehingga semakin banyak dijadikan sebagai objek studi.  Dalam tinjauan komunikasi massa, paling tidak teori-teori yang muncul dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang, yaitu teori-teori awal komunikasi massa, pengaruh komunikasi massa terhadap individu, pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat dan  budaya, dan audiens pengaruhnya terhadap komunikasi massa. Teori Agenda Setting misalnya, masih saja sangat relevan hingga saat ini sekalipun dengan catatan-catatan tertentu harus dibubuhkan di sana, seperti pada masyarakat dan budaya seperti apa, atau pada kondisi kapan, dan seterusnya

    139

    full texts

    152

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇