JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Not a member yet
152 research outputs found
Sort by
Konsep Komunikasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal di Danau Toba Kabupaten Samosir Sumatera Utara
Kawasan Danau Toba merupakan salah satu kawasan pariwisata super prioritas yang gencar melakukan berbagai promosi potensi alam dan budaya sebagai upaya menarik wisatawan dalam maupun luar negeri. Komunikasi pariwisata di Danau Toba Kabupaten Samosir menyangkut media sebagai saluran interaksi dalam menyampaikan informasi bagaimana kemampuan para pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata, baik itu pemerintah, pengusaha, hingga masyarakat. Saat ini strategi baru dalam komunikasi pariwisata memanfaatkan new media seperti facebook, Instagram, twitter dan whatsapp. Penelitian ini berfokus pada Kabupaten Samosir dengan tujuan penelitian adalah menjelaskan peluang dan tantangan pengembangan sektor pariwisata di Kawasan Danau Toba sebagai konsep dalam Komunikasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal. Komunikasi pariwisata berkaitan dengan jaringan (networks), norma-norma (norms), dan kepercayaan sosial (social trust) yang tujuannya tidak hanya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetapi juga meningkatkan perekonomian warga lokal di Kabupaten Samosir. Komunikasi pariwisata menjadi bagian yang sangat penting dalam tercapainya keseimbangan pengakomodasian berbagai kepentingan pariwisata melalui tindakan yang cepat dan tepat sasaran. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan wawancara, referensi jurnal, buku dan dokumen-dokumen ataupun laporan yang berkaitan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa adanya peluang atau Potensi Pariwisata di Kabupaten Samosir dengan didukung Strategi Komunikasi berbasis digital
Komunikasi Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal dalam Penanggulangan Stunting oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara
Penelitian ini membahas tentang konsep, program visi dan misi (semuanya masuk ke dalam prinsip komunikasi inter-aktif puskesmas Kabupaten Batubara dan puskesmas Kecamatan Tanjung Tiram) dalam melakukan komunikasi persuasif dan komunikasi preventif, serta mengulas program atau strategi khusus yang dilakukan oleh puskesmas di bawah dinas kesehatan Kabupaten Batubara dalam upaya menanggulangi stunting anak di Pesisir Kabupaten Batubara khususnya di 10 kelurahan/desa Kecamatan Tanjung Tiram melalui penguatan komunikasi berbasis kearifan lokal terutama di objek penelitian yakni di Kecamatan Tanjung tiram. Analisis data yang digunakan peneliti disini adalah non-statistik dengan menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Konsep dan Program yang dikembangkan dalam pelaksanaan penguatan komunikasi pembangunan berbasis kearifan lokal dalam penanggulangan stunting oleh dinas kesehatan di Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara. Konsepnya ada dua yakni konsep penguatan komunikasi pembangunan berbasis edukasi, dan komunikasi pembangunan berbasis komunitas, sementara itu berkenaan dengan program yang dikembangkan dalam pelaksanaan penguatan komunikasi pembangunan berbasis kearifan lokal terdapat lima, yakni; berbasikan pada budaya bidang mediator, bidang penyuluhan, bimbingan dan konseling, bidang kesehatan gizi, bidang pemberdayaan perempuan, dan bidang pembinaan
Tradisi Manjapuik Marapulai Suku Minangkabau di Kota Medan (Kajian dalam Perspektif Komunikasi Islam)
Tradisi Manjapuik Marapulai tidak terlepas dari peristiwa komunikasi dimana proses komunikasi yang terjadi dilakukan oleh juru bicara dari masing-masing perwakilan baik dari keluarga anak daro atau mempelai wanita maupun marapulai atau pihak lelaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Manjapuik Marapulai pada etnik Minangkabau di Kota Medan dan menurut kajian perspektif komunikasi Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah para ketua adat Surau Tujuh Koto, IKBS Sumatera Utara, Minang Sati, Persatuan Keluarga Ulakan Tapakis Kataping Sumatera Utara (PKUTK), Ikatan Keluarga Tanjung dan Sikumbang. Hasil penelitian ini adalah pertama, persiapan Manjapuik Marapulai dengan tokoh adat ninik mamak di kediaman wanita dengan mempersiapkan dan menyajikan makanan tradisional, minuman, pakaian, emas dan uang sebagai nilai kasih sayang. Kedua, proses Manjapuik Marapulai di kediaman calon pengantin pria melalui proses penyambutan dengan membuka kata dari pihak anak daro dengan pihak marapulai. Prinsip komunikasi Islam sudah sesuai dengan konsep Qaulan Karima, Sadida, Ma’rufa, Sadida, Layina dan Baligho serta penerapan nilai komunikasi Islam dalam Manjapuik Marapulai pada etnik Minangkabau di Kota Medan yaitu bentuk komunikasi secara estetika dan budaya serta, partisipan yaitu untuk menguatkan makna rasa persaudaraan yang tinggi sesuai dengan prinsip Islam yaitu saling tolong menolong
Motivasi Pemanfaatan Youtube pada Kalangan Orang Tua di Daerah Pinggiran Kabupaten Karanganyar
Penggunaan youtube yang dikenal memerlukan data internet yang benar, menjadi tidak menjadi kendala dikarenakan masyarakat Kabupaten Karanganyar dapat mengakases wifi gratis, sehingga meningkatkan jumlah pengakses youtube. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif pemanfaatan youtube pada kalangan orang tua di Desa Gedongan, Gondangrejo, dan wilayah Bejen Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan fenomena yang terdapat dalam suatu masyarakat dengan menggunakan metode deduktif. Hasil analisis penelitian, maka disimpulkan bahwa konten channel youtube yang banyak ditonton oleh kalangan orang tua pengguna wifi gratis di wilayah pinggiran Karanganyar adalah konten agama, berita politik terkini, dan hiburan dan  motif penggunaan youtube oleh kalangan orang tua pengguna wifi gratis di wilayah pinggiran Kabupaten Karanganyar adalah motif informasi dan motif hiburan. Kesimpulan dari penelitian medapati bahwa kalangan orang tua pengguna wifi gratis di Desa Gedongan, Gondangrejo, dan wilayah Bejen Karanganyar adalah  untuk konten agama, berita politik terkini, dan hiburan adapu motif penggunaan youtube oleh kalangan orang tua pengguna wifi gratis di beberapa wilayah di Karanganyar terutama di wilayah desa Gedongan, Gondangrejo, dan Kadipiro adalah motif informasi dan motif hiburan
Pelaporan Berita di Masa Bencana: Studi Kasus Radio Darurat di Lombok
Penunjukkan kekhususan dari penyiaran darurat, artikel ini bertujuan untuk mengkaji model pemberitaan radio darurat saat bencana di Pulau Lombok. Studi ini mengikuti metode studi kasus intrinsik, fokus pada kinerja radio darurat yang beroperasi berlawanan dengan media arus utama. Hasil penelitian bahwa Artikel ini mengupas tentang pemberitaan di radio darurat yang didirikan oleh Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) di Lombok, kota yang dilanda gempa bumi pada Agustus 2018. Pelaporan berita saat bencana menjadi masalah besar di Indonesia. Karena seringnya terjadi bencana di Indonesia, kritik terhadap pemberitaan media juga bermunculan. Dari persoalan teknis hingga ekonomi politik media, beroperasinya media massa berkali-kali menyebabkan disinformasi. Komunitas yang terkena dampak adalah yang paling menderita dari kondisi ini. Selain tidak mampu memperkuat masyarakat penyintas, pada gempa Lombok, para politisi memanfaatkan isu kemanusiaan ini dan menyeret media ke dalam debat politik yang tidak membawa manfaat bagi masyarakat penyintas. Kesimpulan mendapati bahwa meredupkan gaya pemberitaan bencana seperti mitos bencana dan sensasionalisme, radio komunitas memberikan perhatian pada hal-hal yang positif sembari menyiarkan diskusi tentang masalah-masalah nyata masyarakat seperti gangguan stres pasca trauma (PTSD). Selain itu, media sosial juga menjadi saluran penting bagi komunitas yang lebih luas, tim CR juga membuat konten dan tagar yang antusias
Fenomena Sensasi di Media Sosial dan Dampaknya terhadap Perilaku Remaja
Fenomena sensasi memberikan kepuasan tersendiri kepada pengguna karena mendapatkan respon dari viewers dalam memberikan rasa candu bagi pengguna media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena sensasi di media sosial dan dampaknya terhadap perilaku remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka. Hasil yang peneliti peroleh bahwa penggunaan media sosial oleh remaja dapat mempengaruhi perilaku remaja dengan rincian waktu penggunaan media sosial berkisar antara 3 sampai dengan 10 jam termasuk didalamnya melakukan berbagai sensasi di media seperti mengupload foto dan memasukkan konten video. Kesimpulan peneliti peroleh bahwa penggunaan media sosial oleh remaja dapat mempengaruhi perilaku remaja. Penggunaan media sosial tidak hanya sekedar berbagi informasi namun sekarang sudah merambah kepada mengumbar sensasi. Sisi lain memberikan kepuasan tersendiri kepada pengguna karena mendapatkan respon dari viewers sehingga sangat rentan terhadap fenomena sensasi adalah usia antara 18-21 tahun
Persepsi Remaja terhadap Konten Prank di Media Sosial
Beberapa jenis konten prank yang diajukan dalam penelitian ini adalah prank gembel/ pengemis, prank ojol, prank tes kejujuran, prank giveaway, prank di tempat umum/wisata, prank teman/keluarga, prank gold digger, prank melibatkan polisi, prank bom, dan prank horor. Penelitian ini dilakukan bertujuan memperoleh gambaran tentang persepsi remaja mengenai konten prank di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Responden penelitian adalah para pelajar Sekolah Menengah Atas di Kota Medan yang berjumlah 200 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui aplikasi Google Form. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain konten prank yang paling disukai adalah prank tes kejujuran, prank giveaway, prank gembel/pengemis, serta prank teman/keluarga. Jenis-jenis konten prank yang tidak disukai adalah prank bom, prank yang melibatkan polisi, prank ojek online, dan prank gold digger. Persepsi terhadap nilai-nilai positif yang terdapat dalam konten prank menurut responden adalah kedermawanan, kesetiakawanan, serta pantang menyerah, sementara persepsi mengenai nilai negatif antara lain merugikan orang lain, memberi contoh buruk, dan dapat menimbulkan kemarahan. Kesimpulan yang diperoleh bahwa Konten prank dikemas sedemikian rupa untuk memberikan hiburan bagi para penontonnya, diperlukan kebijaksanaan dan kecerdasan semua pihak dalam mengakses dan memproduksi konten yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi khalayak dan masyarakat
Kearifan Lokal Budaya Jawa Dalam Film “Tilikâ€
Tilik merupakan warisan asli budaya Jawa yang mengangkat pola keseharian masyarakat Indonesia pada umumnya. Tujuan penulisan untuk menjabarkan bagaimana kearifan lokal budaya jawa di dalam film Tilik. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif menggunakan konsep triadic Charles Sanders Peirce yang kemudian diaplikasikan menjadi konsep matter of expression di dalam film melalui adegan, karakter, bahasa dan dialog yang ditampilkan selama 32 menit. Hasilnya ditemukan kearifan lokal budaya Jawa khususnya masyarakat pedesaan melalui kebiasaan yang sering dihadapi oleh masyarakat dalam kesehariannya. Budaya Tilik yang dilakukan ibu-ibu Jawa ini sebagai bentuk toleransi serta rasa kebersamaan antar warga melalui sikap teposliro. Pemaparan simbol Jawa terlihat dari karakter pemeran film, setting keindahan alam Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, suasana jalan raya yang dilewati truk, keindahan sawah, serta Jawa Ngoko masyarakat desa sangat terasa melalui dialog yang digunakan di dalam keseluruhan film namun terdapat nilai-nilai budaya yang dikonstruk dan diproduksi sehingga memberikan penilaian bahwa pemaparan wanita Jawa yang disajikan di dalam film sedikit berlebihan menjadi proses penandaan, praktik yang membuat suatu hal menjadi memiliki makna. Kesimpulan yang diperoleh bahwa kearifan lokal budaya Jawa khususnya masyarakat pedesaan melalui kebiasaan yang sering dihadapi oleh masyarakat dalam kesehariannya
Internalisasi Makna Komunikasi Gerakan Tari Guel Sanggar Sekolah Menengah Pertama Swasta Budi Dharma
Internalisasi makna komunikasi dalam gerakan tari guel pada sanggar tari Sekolah Menengah Pertama Swasta Budi Dharma di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui internalisasi makna komunikasi yang apa pada gerakan tari guel. Metode yang digunakan adalah metode deskrptif dan jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pemasukan makna komunikasi yang disampaikan melalui gerakan-gerakan yang ada dalam tari guel. Makna komunkasi dalam tari guel disampaikan melalui gerakan dimulai dengan gerakan munatap, redep, ketibung, kepur nunguk, sengker kalang, seneng lintah dan yang terakhir adalah gerakan cicang nangka. Tari guel yang merupakan tarian asal Daerah Gayo merupakan gambaran sejarah dan wujud kebudayaan yang mengandung makna dalam tarian tersebut. Setiap gerakan mengadung makna tersendiri dan semoga tari guel akan terus dilestarikan oleh generasi penerus khususnya  pemuda Daerah Gayo. Kesimpulan yang diperoleh bahwa internalisasi makna komunikasi yang mempengaruhi sikap melalui gerakan tubuh pada saat menari tarian geul
Komunikasi Organisasi dalam Proses Pengambilan Keputusan di UPT-PTPH Provinsi Sumatera Utara
Tujuan Penelitian untuk mengetahui bagaimana komunikasi  organisasi dalam proses pembuatan keputusan (decision making process) di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan  Tanaman Pangan dan Holtikura  (UPT-PTPH) Provinsi  Sumatera  Utara.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa .Komunikasi membantu proses penyampaian informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan. Proses pengambilan keputusan adalah proses pemilihan alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang secara sistematis dipilih sebagai cara untuk menyelesaikan masalah. Penggalian data  dan fakta melalui komunikasi internal dan eksternal  adalah  proses penting untuk menghasilkan keputusan yang dibutuhkan organisasi. Kesimpulan penelitian bahwa pengambil keputusan seyogyanya memiliki informasi lengkap mengenai persoalan yang dihadapi, memiliki alternatif solusi yang jelas, dan hasil yang akan dicapai melalui solusi tersebut dapat diperkirakan. Sebagai sebuah sistem, komunikasi organisasi melibatkan para pimpinan atau atasan dan para karyawan yang saling berinteraksi dan mengadakan komunikasi yang berjenjang yaitu komunikasi dari atasan ke bawah dan komunikasi dari bawahan ke atas atau komunikasi antar bawahan. Komunikasi antara pimpinan dan karyawan berlangsung dengan baik sehingga tercipta hubungan kerja yang harmonis.Â