JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Not a member yet
    152 research outputs found

    Strategi PT Qianna Komunikasi Indonesia Dalam Membangun Reputasi

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh tim PR PT Qianna Komunikasi Indonesia dalam membangun reputasi perusahaan sebagai agensi PR yang baru, juga hambatan-hambatan yang mereka hadapi selama menjalankan strategi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Adapun key informant yang terlibat di antaranya adalah PR Manajer yaitu, Solehal Wani, lalu Yunia dan Andri Hariadi, sebagai Direktur PT Qianna Komunikasi Indonesia dan Owner dari Barcode Event Management yang memiliki saham di PT Qianna Komunikasi Indonesia. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa PT Qianna Komunikasi Indonesia memiliki tantangan berupa ketatnya persaingan dan status Perusahaan yang masih terbilang baru. Oleh karena itu, mereka menyusun strategi berupa promosi Perusahaan melalui media sosial seperti LinkIdn, Facebook, Instagram dan Website Perusahaan. Kemudian Tim Pr juga melakukan peningkatan kualitas layanan dengan metode tailor mode, dan terakhir membentuk komunikasi yang efektif dengan seluruh calon konsumen maupun stakeholder yang terlibat di Perusahaan. Selain itu, menurut kajian yang telah dilakukan, maka diketahui jika upaya atau strategi yang dilakukan tim PR PT Qianna Komunikasi Indonesia di atas telah selaras dengan teori tahapan strategi PR dari Cutlip & Center, yang secara jelas menuturkan urutan langkah dalam meningkatkan citra maupun reputasi perusahaan.Abstrak Para ahli public relations (PR), praktisi maupun akademisi sepakat bahwa reputasi adalah hal penting bagi perusahaan. Membangun reputasi tidak mudah dan membutuhkan usaha. Ada faktor kepercayaan publik yang juga melekat di dalammya sehingga reputasi menjadi penting bagi keberlangsungan bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh tim PR PT Qianna Komunikasi Indonesia dalam membangun reputasi perusahaan sebagai agensi PR yang baru, juga hambatan-hambatan yang mereka hadapi selama menjalankan strategi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan komunikasi. Hasil dari penelitian menunjukkan PT Qianna Komunikasi Indonesia dituntut untuk membuat program dan strategi yang efektif serta pro-aktif guna membangun reputasinya dengan baik. Selain itu, tim PR PT Qianna Komunikasi Indonesia juga menekankan pentingnya dukungan yang kuat dari manajemen perusahaan lewat beberapa kebijakan yang mendukung terhadap pelaksanaan strategi dan program. Berkenaan dengan tugas untuk memelihara citra dan reputasi perusahaan PT Qianna Komunikasi Indonesia, maka tim PR mewajibkan kerja sama dari segenap anggota perusahaan secara lintas fungsional, untuk pro-aktif dan terus menerus membangun pola komunikasi serta sebuah sistem yang baik dan senantiasa menopang citra maupun reputasi perusahaan. Kata Kunci: Public Relations, Strategi, Reputasi.   &nbsp

    Pengaruh Komunikasi Keluarga Protektif Terhadap Keterbukaan Diri Remaja Akhir pada Siswa SMAS Regina Pacis Bogor

    Full text link
    Faktor besar suksesnya keterbukaan diri pada remaja adalah keluarga, dimana komunikasi orang tua dengan anak menjadi hal yang sangat penting dalam membentuk keterbukaan diri pada remaja. Fenomena pembentukan diri remaja yang tertutup pada saat ini umumnya karena komunikasi keluarga yang terjalin kurang baik salah satunya adalah komunikasi keluarga protektif, yang ditunjukan dengan kurangnya komunikasi dalam orientasi konsep, namun memiliki tingkat komunikasi yang tinggi dalam hal orientasi sosial. Studi ini memiliki tujuan guna mengetahui pengaruh dari komunikasi keluarga protektif terhadap keterbukaan diri remaja akhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi siswa SMAS Regina Pacis Kota Bogor yakni sebanyak 954 siswa. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan simple random sampling dengan total sampel sebanyak 225 responden. Teknik analisis penelitiannya yaitu regresi linear sederhana dengan pengujian hipotesis parsial. Hasil penelitian ini yaitu komunikasi keluarga protektif berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keterbukaan diri remaja akhir pada siswa/i SMAS Regina Pacis Kota Bogor. Dimana ketika komunikasi keluarga protektif semakin meningkat maka keterbukaan diri remaja akhir akan menurun.Pentingnya keterbukaan diri pada remaja adalah agar remaja dapat berkomunikasi dengan baik dan membinahubungan harmonis di lingkungannya. Tanpa melibatkanketerbukaan diri, maka seorang remaja dapat menerimarespon sosial yang kurang baik dan akan mempengaruhiperkembangan fungsinya identitas dirinya. Faktor besarsuksesnya keterbukaan diri pada remaja adalah keluarga, dimana komunikasi orang tua dengan anak menjadi hal yang sangat penting dalam membentuk keterbukaan diri pada remaja. Fenomena pembentukan diri remaja yang tertutuppada saat ini diketahui umumnya karena komunikasikeluarga yang terjalin kurang baik salah satunya adalahkomunikasi keluarga protektif, yang ditandai denganrendahnya komunikasi dalam orientasi konsep, tetapi tinggikomunikasinya dalam orientasi sosial. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh dari komunikasikeluarga protektif terhadap keterbukaan diri remaja akhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptifdengan populasi siswa SMAS Regina Pacis Kota Bogor yakni sebanyak 954 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling dengan total sampel sebanyak 225 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan pengujianhipotesis parsial. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasikeluarga protektif memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap keterbukaan diri remaja akhir pada siswa/i SMAS Regina Pacis Kota Bogor. Dimana ketikakomunikasi keluarga protektif semakin meningkat makaketerbukaan diri remaja akhir akan menurun. Saran penelitian adalah orang tua perlu memperhatikan orientasipercakapan dan konformitas di dalam komunikasi keluargaseperti halnya  memperbanyak jalinan komunikasi dengananak, menanyakan pendapat anak, memberi kesempatananak untuk memilih sesuatu, mendorong keinginan anakyang positif serta melibatkan anak dalam problem solving agar menciptakan keterbukaan diri yang baik pada remajakelompok akhir

    Model Komunikasi Satuan Polisi Pamong Praja Pada Program Operasi Kasih Sayang Penertiban Pelajar di Serdang Bedagai

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui proses komunikasi, faktor pendukung dan penghambat serta menganalisis model komunikasi pada program Operasi Kasih Sayang Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Serdang Bedagai. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologo, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan program Operasi Kasih Sayang Satpol PP Kabupaten Serdang Bedagai selalu mengutamakan pendekatan komunikasi antarpribadi secara persuasif sedangkan tindakan koersif menjadi penyelesaian akhir melalui sanksi untuk mencegah kembali terjadinya penyimpangan perilaku pelajar dalam membolos sekolah. Konstruksi pesan yang dilakukan Satpol PP sangat bergantung dari terbentuknya interaksi dan intensitas komunikasi dalam melakukan pendekatan terhadap para pelajar yang ditertibkan dalam Operasi Kasih Sayang, serta disesuaikan dari latar belakang, pendidikan, sikap keterbukaan dan perasaan dari para pelajar. simpulan model komunikasi pada program Operasi Kasih Sayang menggambarkan pelaksanaan aktivitas komunikasi antarpribadi dengan melibatkan berbagai pihak yang menjadi mitra Satpol PP Kabupaten Serdang Bedagai dengan memberikan ruang interaksi dan komunikasi secara dinamis, simultan dan berulang-ulang dengan tujuan mengubah sikap pelajar ke arah yang lebih positif

    Pola Komunikasi Polrestabes Medan untuk Membangun Citra Positif di Kalangan Masyarakat

    Full text link
    Kepolisian bertanggung jawab memelihara hukum dan ketertiban, serta melindungi warga negara. Hubungan antara polisi dan masyarakat sangat menentukan efektivitas polisi dalam melaksanakan tugasnya. Citra polisi yang positif dalam masyarakat membangun kepercayaan dan kerja sama, yang meningkatkan hubungan dan eamanan publik. Namun dalam beberapa tahun terakhir, terdapat kekhawatiran yang berkembang terhadap kelalaian polisi, seperti: penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) dan kurangnya akuntabilitas. Hal ini merusak hubungan antara polisi dan masyarakat, serta mempersulit polisi untuk menjalankan tugasnya secara efektif. Untuk mengatasi tantangan ini, penting untuk memahami pola komunikasi polisi dan dampaknya dalam mempertahankan citra positif di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pola komunikasi yang digunakan polisi saat berkomunikasi dengan masyarakat, dan untuk mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam melaksanakannya. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini yakni dari empat pola komunikasi, Polrestabes Medan lebih dominan dalam menggunakan pola komunikasi sekunder lewat pemanfaatan media sosia

    Peranan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Pada Kegiatan Kuliah Kerja Nyata: Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Di Desa Air Hitam Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengkaji fungsi keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Air Hitam agar dapat lebih memahami bagaimana mahasiswa terlibat dengan stakeholders yang dituju. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah peserta Kuliah Kerja Nyata, tokoh desa dan penanggung jawab pelaksanaan KKN. Hasil penelitian,  kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa sangat membantu mereka dalam mencapai tujuan program Kuliah Kerja Nyata. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan lebih baik dan efektif, keterampilan komunikasi interpersonal dari perspektif resiliensi masih perlu dikembangkan. Hasil ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi harus lebih menekankan pada pengembangan kemampuan komunikasi interpersonal siswa dari perspektif ketangguhan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas hasil belajar melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan meningkat dengan kemampuan komunikasi interpersonal yang lebih kuat. Agar temuan penelitian ini lebih bermanfaat bagi kemajuan pendidikan, sebaiknya penelitian selanjutnya dapat mengembangkannya dengan memperkenalkan variabel-variabel baru

    KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE DI KOTA MEDAN

    Full text link
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis kekerasan berbasis gender online (KBGO) serta respons pengguna media sosial di Kota Medan terhadap perilaku kekerasan yang mereka terima. Populasi dalam penelitian adalah warga Kota Medan berusia 15 – 64 tahun. Sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan presisi 7% sehingga diperoleh sampel berjumlah 200 orang. Sampel penelitian dipilih secara purposif yaitu mereka yang pernah mengalami kekerasan online. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui aplikasi Google Form pada bulan Juli 2021. Penelitian menerapkan teknik analisis data deskriptif. Jenis KBGO yang paling banyak diterima oleh responden adalah cyberstalking yaitu pelaku mengawasi atau menguntit kegiatan responden melalui media sosial, komentar kasar di media sosial, serta impersonasi yaitu pelaku menyamar dengan nama atau identitas orang lain yang aktif secara online untuk tujuan menyakiti, mengintimidasi, menipu, atau mengancam responden. Sikap terbanyak responden terhadap perilaku kekerasan online tersebut adalah memblokir akun pelaku, dan mendiamkan saja. Responden paling sering mendapatkan kekerasan online melalui Platform Instagram, Facebook, dan WhatsApp.Abstrak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis kekerasan berbasis gender online (KBGO) serta respon pengguna media sosial di Kota Medan terhadap perilaku kekerasan yang mereka terima. Sampel penelitian dipilih secara purposif berjumlah 200 orang dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 63 orang dan perempuan sebanyak 137 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui aplikasi Google Form pada bulan Juli 2021. Jenis KBGO yang paling banyak diterima oleh responden adalah cyberstalking, yaitu pelaku mengawasi atau menguntit kegiatan responden melalui internet/media sosial, komentar kasar di media sosial, serta impersonasi, yaitu pelaku menyamar dengan nama atau identitas orang lain yang aktif secara online untuk tujuan menyakiti, mengintimidasi, menipu, atau mengancam responden. Sikap terbanyak responden terhadap perilaku kekerasan online tersebut adalah memblokir akun pelaku dan mendiamkan saja. Responden paling sering mendapatkan kekerasan online melalui platform Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Kata kunci: Kekerasan Gender Berbasis Online, Media Sosial &nbsp

    A,The Mehamat Man Kalimbubu Communication Style in the Customs of the Karo Tribe in Deli Serdang Regency

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Gaya Komunikasi Mehamat Man Kalimbubu Dalam Adat Istiadat Suku Karo di Kabupaten Deli Serdang”. Tujuan dalam ini penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya komunikasi mehamat man kalimbubu yang dilakukan oleh anak beru terhadap kalimbubu dalam adat istiadat suku Karo di Kabupaten Deli Serdang serta mengetahui dampak status sosial, ekonomi dan pendidikan dalam gaya komunikasi mehamat man kalimbubu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan 5 (lima) orang informan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan 3 (tiga) orang triangulasi sumber.  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi mehamat man kalimbubu lebih banyak dilakukan dengan menggunakan komunikasi secara nonverbal yaitu menggunakan benda-benda yang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat suku Karo. Selain itu seluruh informan juga mengakui bahwa faktor status, sosial, ekonomi serta pendidikan berdampak terhadap gaya komunikasi yang dilakukan oleh anak beru terhadap kalimbubu. Semakin tinggi status ekonomi anak beru maka anak beru akan memandang kalimbubu setara dengan dirinya.This research is entitled "Communication Style of Mehamat Man Kalimbubu in the Customs of the Karo Tribe in Deli Serdang Regency". The purpose of this study was to determine the communication style of mehamat man kalimbubu carried out by anak beru towards kalimbubu in the traditional attitude of the Karo tribe in Deli Serdang Regency and to determine the impact of social, economic and educational status on the communication style of mehamat man kalimbubu. The research method used in this study is a qualitative descriptive method. This study involved 5 (five) informants. Testing the validity of the data in this study used 3 (three) triangulation sources. The results of the study indicate that the communication style of mehamat man kalimbubu is mostly carried out by using nonverbal communication, namely using objects that have their own meaning for the Karo people. In addition, all informants also acknowledged that status, social, economic and educational factors had an impact on the style of communication carried out by anak beru towards kalimbubu. The higher the economic status of a anak beru, the anak beru will view Kalimbubu as equal to himself

    Fear of Missing Out dan Kasus Seks Bebas Pada Remaja di Wilayah Hukum Polres Batubara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Fear of Missing Out (FoMo) terhadap perilaku seks bebas pada remaja di wilayah hukum Polres Batubara. FoMo adalah ketakutan dari seseorang untuk ketinggalan informasi apapun di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara, serta kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan akan menciptakan FoMo. Dampak FoMo bukan hanya diartikan sebagai menatap layar ponsel dalam waktu yang lama. Lebih dari itu, FoMo atau kecanduan dalam bermedia sosial membuat kita lupa akan batasan-batasan yang harus dijaga, sehingga terpengaruh hal negatif. Salah satunya menjadi pemicu perilaku seks bebas pada remaja. Menurut data Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Batubara, Pada tahun 2019 silam, terjadi 93 kasus, di tahun 2020 terjadi 126 kasus, dan sejak awal Januari hingga Juni 2021 telah  terjadi  62 kasus. Penyebab seluruh kasus yang mereka tangani tidak lain adalah FoM

    Pemahaman Proses Sekuel V-A-K Melalui Komunikasi Intrapersonal dalam Meningkatkan Kemampuan Diri

    Full text link
    Gaya belajar individu tidak dapat kita tentukan dari salah satu tipe yang dominan yaitu visual, auditori dan kinestetik (V-A-K) seperti pemahaman pada umumnya. Ada proses yang terjadi dalam diri individu dalam menerima informasi baik itu secara eksternal maupun internal. Informasi yang kita ketahui selama ini sering mengkategorikan apakah seseorang termasuk tipe visual, auditori atau kinestetik. Hal ini sebenarnya hanya sebagai pemicu awal sesorang untuk bereaksi terhadap sebuah informasi. Reaksi berikutnya (proses sekuel) yang tidak lagi diamati oleh para ahli sehingga sering mengkategorikan seseorang dominan pada salah satu tipe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses sekuel V-A-K pada Komunikasi Intrapersonal yang terjadi dalam diri Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dalam memahami situasi yang dapat memotivasi diri untuk belajar. Informan pada penelitian ini terdiri dari mahasiswa USU yang berjumlah 108 orang yang bersedia untuk mengungkap proses sekuel V-A-K yang terjadi dalam dirinya melalui metode pendampingan. Hasil penelitian menemukan bahwa semakin mampu sesorang berkomunikasi dengan dirinya, terutama yang berkaitan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu saat termotivasi untuk menguasai suatu pembelajaran atau keahlian tertentu dan kemudian mampu mengingat dan merasakan prosesnya maka semakin mudah ia untuk menguasai suatu ilmu atau keahlian baru

    Pengaruh Pemberitaan Covid-19 di Media Massa terhadap Tingkat Kecemasan Penyintas Covid 19 di Kabupaten Meranti

    Full text link
    Pemberitaan perkembangan kasus Covid-19 yang terus melonjak di televisi berpotensi menimbulkan perubahan psikologis salah satunya timbul rasa kecemasan pada penyintas Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh terpaan media televisi terhadap penyintas Covid-19 di Kepulauan Meranti. Penelitian ini menggunakan teori depedensi efek komunikasi massa menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi sebanyak 344 orang dan sampel 78 orang menggunakan rumus Taro Yamane dengan teknik accidental sampling. Teknik dan pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner (angket), studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini, melihat pengaruh pemberitaan Covid-19 di media massa terhadap tingkat kecemasan penyintas Covid-19 di Kabupaten Meranti. Hasil uji hipotesis variable X dan Y didapatkan nilai korelasi koefisien adalah 0,649 <0,05, dengan menggunakan skala guilford. Nilai ini diinterprestasikan bahwa hubungan kedua variabel penelitian berada pada kategori cukup melalui perhitungan analisis regresi sedehana juga diperoleh nilai r square atau koefisien determinasi sebesar 48,2 % sehingga dapat ditafsirkan bahwa variabel X memiliki pengaruh kontribusi sebesar 48,2 % terhadap variabel Y sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulan dapat diketahui bahwa pemberitaan Covid-19 di media massa terhadap tingkat kecemasan penyintas Covid-19 di Kabupaten Meranti berpengaruh tinggi

    139

    full texts

    152

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇