Prosiding Seminar Biologi
Not a member yet
365 research outputs found
Sort by
AKTIVITAS INSEKTISIDAL EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (Eupatorium odoratum L.) TERHADAP WERENG COKLAT (Nilaparvata lugens Stal.)
ABSTRAK Kirinyuh (Eupatorium odoratum) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, dan seskuiterpen yang bersifat insektisidal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas insektisidal ekstrak etanol daun kirinyuh terhadap wereng coklat dan nilai LC50-24 jam. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menvariasikan konsentrasi ekstrak etanol daun kirinyuh, yaitu 0%, 3%, 6%, 9% dan 12%. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis regresi, probit, dan Anava yang dilanjutkan BNT 5%. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa ekstrak etanol daun kirinyuh mempunyai aktivitas insektisidal terhadap wereng coklat, semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol daun kirinyuh maka semakin tinggi pula tingkat kematian wereng coklat. Nilai LC50-24 jam adalah sebesar 14,905%. Berbagai konsentrasi ekstrak etanol yang diberikan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap tingkat kematian wereng coklat. Kata kunci: aktivitas insektisidal, kirinyuh (Eupatorium odoralum L.), wereng cokla
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MAHASISWA FISIKA PMIPA FKIP UNS
ABSTRAK Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran, oleh sebab itu faktor ini sudah semestinya mendapat perhatian tersendiri. Berkembangnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran menyebabkan terjadinya perubahan yang signifikan pada media pembelajaran. Perubahan ini diharapkan membawa dampak positif dalam pembelajaran di kelas.Karena itu dalam penelitian ini akan selidiki pengaruh media pembelajaran berbasis TIK yang telah di up load ke WEB terhadap peningkatkan kemampuan kognetif mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNS pada pokok bahasan Gelombang Elektromagnetik..Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut :Media pembelajaran ini dapat memberikan penguatan rerata ternormalisasi pada tingkat sedang. Penggunaan metode diskusi memberi penguatan yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran mandiri Kata kunci : Media Pembelajaran, TIK, Gelombang Elektromagnetik
OPTIMASI WAKTU PERTUMBUHAN YEAST Saccharomyces cerevisiae 3005 PADA SUBSTRAT LIMBAH CAIR TAHU (Kajian Awal Potensinya dalam Memproduksi Protein Sel Tunggal)
ABSTRAK Limbah cair tahu merupakan limbah hasil proses produksi pengolahan tahu yang dibuang ke lingkungan sehingga berpotensi sebagai polutan yang dapat menurunkan kualitas lingkungan. Akan tetapi adanya kandungan karbohidrat dan protein yang masih tinggi pada limbah cair tahu memungkinkan untuk dimanfaatkan lebih lanjut sebagai substrat pertumbuhan mikrobia dalam menghasilkan Protein Sel Tunggal (PST). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu pertumbuhan optimum Saccharomyces cerevisiae 3005 pada media limbah cair tahu sebagai kajian awal untuk mengetahui potensinya dalam menghasilkan PST. S. cerevisiae ditumbuhkan dalam media limbah cair tahu yang dimodifikasi dengan masa inkubasi selama 24; 48; 72; dan 96 jam pada shaker (150 rpm) suhu kamar. Secara periodik (24 jam sekali) di amati pertumbuhannya berdasarkan jumlah koloni yang tumbuh menggunakan media PCA (plate count agar) dan menimbang berat kering sel (dry weight cells). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48 jam merupakan waktu optimum pertumbuhan S. cerevisiae dalam substrat limbah cair tahu dengan jumlah koloni dan berat kering sel masing-masing 50 x 107 CFU/ml dan 0,049 g/ml. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa limbah cair tahu potensial digunakan sebagai substrat pertumbuhan S. cerevisiae. Kata kunci: waktu pertumbuhan, S. cerevisiae, Protein sel tunggal, limbah cair tahu
PENGARUH PENERAPAN AL TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA N I BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2011/2012
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan accelerated learning terhadap hasil belajar biologi siswa kelas XII SMA Negeri 4 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini termasuk dalam eksperimen semu dengan desain penelitian adalah posttest only control design. Penelitian ini menerapkan pendekatan accelerated learning pada kelompok eksperimen dan pendekatan deduktif dengan metode diskusi, ceramah dan tanya jawab pada kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswa siswa kelas XII SMA Negeri 4 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas XII IPA 1 sebagai kelompok eksperimen dan XII IPA 2 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes pilihan ganda, lembar observasi, dan dokumen sekolah. Uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan accelerated learning berpengaruh nyata terhadap hasil belajar biologi siswa kelas XII SMA Negeri 4 Surakarta baik pada ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Kata Kunci: pendekatan accelerated learning, hasil belajar biologi
PENERAPAN METODE “ACTIVE LEARNING” UNTUK MENINGKATKAN PERHATIAN BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MAHASISWA PRODI P. BIOLOGI FKIP UNS
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan metode active learning dapat meningkatkan minat mahasiswa semester II prodi P. Biologi FKIP UNS tahun ajaran 2008/2009. Hasil penelitian membuktikan bahwa pada pada siklus I prosentase rata-rata nilai kognitifnya 73,45% dan pada siklus II meningkat menjadi 84,60%, sedangkan nilai afektif yaitu perhatian mahasiswa pada saat pembelajaran yang diperoleh dari hasil pengisian angket perhatian mahasiswa pada siklus I yaitu 61,72% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83, 80%. Terjadinya peningkatan ini dipengaruhi oleh penerapan metode active learning. Penggunaan metode ini membuat mahasiswa lebih tinggi tingkat pengetahuan dan pemahaman terhadap materi pembelajaran atau materi kuliah karena mahasiswa diwajibkan untuk mencari materi dari berbagai sumber belajar, melakukan diskusi partisipatif dan juga dituntut untuk rnemberikan penilaian, penerimaan, dan penanggapan terhadap pendapat mahasiswa lain. Proses pembelajaran dengan menerapkan metode active learning pada siklus I dan siklus II juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada prosentase rata-rata kelas tiap siklus yaitu sebagai berikut: hasil pengisian angket afektif minat belajar mahasiswa siklus I 65,50% dan siklus II 85,30%, untuk tes evaluasi siklus I 77,20% dan siklus II 86,75%
PENGARUH PEMBERIAN GETAH TANAMAN PATAH TULANG SECARA TOPIKAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS DAN KETEBALAN LAPISAN KERATIN KULIT
ABSTRAK Tumbuhan patah tulang merupakan salah satu tumbuhan yang mempunyai sifat toksik terhadap kulit dan lapisan lendir. Sifat toksik terdapat pada getahnya yang putih seperti susu. Kandungan utama getah tanaman patah tulang ini adalah phorbol ester dan ingenol ester. Seringkali, penggunaan getah tanaman patah tulang ini pada waktu dioleskan mengenai jaringan sehat di sekitar kulit yang sakit. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian bagaimana pengaruh kerjanya dan apakah pengobatan dengan getah tanaman ini cukup aman ataukah menimbulkan kerusakan juga pada jaringan yang sehat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologis pada kulit serta mengetahui perubahan ketebalan lapisan keratin kulit setelah pemberian getah tanaman patah tulang secara topikal. Dalam penelitian ini, 6 ekor kelinci putih dibagi secara acak menjadi 3 kelompok pemberian, masing-masing kelompok pemberian terdiri dari 2 ekor yaitu kelompok pemberian 1 hari, 5 hari, dan 10 hari. Kontrol dan perlakuan terdapat pada satu individu. Pemberian getah tanaman patah tulang dilakukan rutin sekali sehari sesuai dengan kelompok pemberian. Mencatat perubahan warna kulit sebelum pembedahan. Pembedahan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu setelah 1 hari, 5 hari dan 10 hari pemberian getah tanaman patah tulang, selanjutnya dibuat preparat kulit dengan pewarnaan hematoxilin-eosin untuk melihat struktur mikroanatomi dan perubahan histologis. Hasil penelitian pemberian getah tanaman patah tulang secara topikal menunjukkan perubahan warna pada kelompok pemberian berupa eritem. Eritem terjadi mulai dari eritem sangat tipis hingga eritem yang sangat jelas. Dari gambaran mikroanatomi kulit terdapat hiperplasi epidermis, namun tidak ditemukan piknosis maupun nekrosis. Hiperplasi dapat dilihat terjadi peningkatan ketebalan lapisan keratin pada epidermis. Kata kunci : Euphorbia tirucalli, histopatologis, epidermis, keratin
PENGGUNAAN STRATEGI POINT COUNTERPOINT MELALUI MEDIA COMPACT DISC (CD) INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN
ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui keterlaksanaan penggunaan strategi point counter point melalui media compact disc (CD) interaktif pada proses pembelajaran biologi di kelas XI IA 1 SMA N 1 Banguntapan; (2) mengetahui banyaknya siklus pembelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas XI IA 1 SMA N 1 Banguntapan; dan (3) mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IA 1 SMA N 1 Banguntapan dengan menggunakan media compact disc (CD) interaktif melalui strategi point counter point pada materi sistem reproduksi manusia. Model penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research/CAR). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IA 1 SMA N 1 Banguntapan tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 38 siswa. Keberhasilan penelitian ini ditunjukkan oleh keberhasilan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Keberhasilan peningkatan motivasi belajar siswa diperoleh melalui lembar observasi dan angket, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai pre-tes dan post-tes. Data motivasi belajar siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan memaparkan persentase rata-rata motivasi belajar siswa yang meningkat dari siklus I ke siklus II. Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil pre-tes dan post-tes dengan teknik effect size, yaitu membandingkan rerata nilai post-tes siklus I dan rerata nilai post-tes siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran menggunakan strategi point counter point melalui media compact disc (CD) interaktif dapat terlaksana di kelas XI IA 1 SMA N 1 Banguntapan; (2) Siklus pembelajaran yang dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa sebanyak 2 siklus; dan (3) strategi point counter point melalui media compact disc (CD) interaktif dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 26% pada siklus II. Rata-rata nilai post-tes siklus I adalah 7,77, dan rata-rata nilai post-tes siklus II adalah 8,13. Jadi, hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari tiap siklusnya dengan effect size sebesar 0,36. Kata kunci: Strategi point counterpoint, compact disc, motivasi dan hasil belajar
PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) YANG DIINOKULASI DENGAN CAMPURAN MIKORIZA VA DI TANAH ULTISOL
ABSTRAK Kedelai merupakan komoditas pangan yang sangat strategis di Indonesia. Konsumsi terhadap kedelai terus meningkat sejalan dengan perkembangan penduduk, sayangnya kebutuhan ini belum diimbangi dengan peningkatan produksi yang memadai sehingga volume impor makin meningkat setiap tahun. Sampai saat ini Indonesia harus mengimpor sekitar satu juta ton kedelai per tahun untuk memenuhi kebutuhan nasional. Upaya peningkatan produksi kedelai bisa dilakukan antara lain dengan ekstensifikasi pertanian melalui perluasan areal tanam di luar P. Jawa. Kendala yang dihadapi adalah kebanyakan lahan yang tersedia merupakan tanah mineral masam, misalnya jenis tanah ultisol. Untuk itu selain dititikberatkan pada penemuan varietas unggul kedelai yang tahan masam juga dilakukan teknologi pengelolaan tanah bermasukan hara rendah dengan pemanfaatan mikoriza vesikular arbuskular (MVA). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi campuran MVA yang terdiri dari Glomus manihotis, G. etunicatum, Acaulospora sp. dan Gigaspora margarita serta mengetahui dosis campuran MVA yang paling efektif dalam menginfeksi perakaran, meningkatkan kandungan P jaringan seta meningkatkan berat kering tanaman kedelai di tanah ultisol. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dosis MVA yaitu M0 = kontrol, M1 = 50 spora per tanaman, M2 = 75 spora per tanaman, M3 = 100 spora per tanaman dan M4=125 spora per tanaman. Setiap perlakuan diulang 5 kali, Pengamatan dilakukan terhadap derajat infeksi MVA, berat kering serta kandungan P jaringan tanaman. Data dianalisis dengan analisa ragam pada tingkat kesalahan 5% dan !% kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi campuran MVA berpengaruh terhadap derajat infeksi MVA dan meningkatkan kandungan P jaringan tanaman serta berat kering tanaman kedelai di tanah ultisol. Inokulasi MVA dengan dosis 125 spora per tanaman memberikan pengaruh yang paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai di tanah ultisol. Kata kunci : Kedelai, tanah ultisol, mikoriza V
PENGGUNAAN JURNAL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP EMBRIOLOGI HEWAN MAHASISWA PRODI P.BIOLOGI FKIP UNS
ABSTRAK Tujuan dari penelitian untuk mengetahui apakah penggunaan jurnal belajar dapat meningkatkan penguasaan konsep embriologi hewan mahasiswa prodi P. Biologi FKIP UNS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dimulai dengan identifikasi permasalahan yang ada di kelas. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan berupa penyusunan langkah-langkah pembelajaran melalui penerapan penggunaan jurnal belajar metakognisi, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, analisis serta refleksi untuk tindakan berikutnya. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester VI Prodi P. Biologi Tahun Pelajaran 2007/2008. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kualitas pembelajaran dilihat dari penguasaan konsep mahasiswa. Refleksi belajar mahasiswa diukur menggunakan angket, sedangkan penguasaan konsep mahasiswa diukur melalui tes kognitif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jurnal belajar metakognisi dapat meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa dalam mata kuliah Embriologi Hewan. Hal ini terbukti dengan meningkatnya mahasiswa yang mendapat nilai A dan B, dengan prosentase nilai A dan B sebesar 80%. Kata kunci: jurnal belajar, penguasaan konsep, embriologi Hewa
INTEGRASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA DENGAN PENERAPAN KURIKULUM 2013
Masalah kesehatan reproduksi banyak dialami remaja, khususnya siswa SMA, seperti kehamilan yang tidak dikehendaki, aborsi, penyakit menular seksual, dan lain-lain. Permasalahan tersebut umumnya muncul dari ketidaktahuan siswa terhadap perkembangan fisik yang dialaminya ketika menginjak masa remaja, sedangkan orang tua dan guru tidak membahas hal tersebut karena masih dianggap tabu. Kenyataan ini membuat remaja berusaha mencari informasi tentang seksualitas dari sumber yang belum tentu benar, yang akhirnya membawa mereka pada tindakan yang salah. Oleh sebab itu, penyebaran informasi kesehatan kepada remaja harus diupayakan secara tepat guna, agar dapat memberikan informasi yang benar. Salah satu upaya yang dianggap efektif terutama adalah perluasan informasi melalui institusi pendidikan yang paling dekat dengan siswa, yaitu sekolah, khususnya pada pembelajaran biologi. Upaya yang dapat dilakukan adalah mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi pada pembelajaran biologi di SMA, khususnya melalui penerapan kurikulum 2013. Hasil yang diharapkan adalah kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan reproduksi, sehingga remaja dapat bertindak dengan bijaksana. Integrasi pendidikan kesehatan reproduksi pada pembelajaran biologi di SMA dibahas secara mendalam pada makalah ini, dan disesuaikan penerapannya dengan kurikulum 2013. Kata Kunci: pendidikan kesehatan reproduksi, pembelajaran biologi SMA, kurikulum 201