Jurnal Hortikultura
Not a member yet
    543 research outputs found

    Kajian Formula Pupuk NPK Pada Pertanaman Kentang Lahan Dataran Tinggi di Lembang Jawa Barat

    Get PDF
    Pupuk merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usahatani kentang. Berbagai jenis pupuk telah banyak dihasilkan, namun yang sesuai dengan kondisi wilayah dan dapat meningkatkan produktivitas kentang masih perlu dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ialah memperoleh formula dan takaran pupuk majemuk NPK untuk pertanaman kentang lahan dataran tinggi di Lembang, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang. Kegiatan dimulai sejak bulan Juli sampai dengan November 2012. Percobaan menggunakan faktorial 2x2x3 dengan rancangan lingkungan acak kelompok dan diulang tiga kali. Faktor pertama ialah jenis bahan baku utama pupuk NPK yang terdiri atas dua taraf, yaitu: (1) berbasis Urea dan (2) berbasis amonium nitrat. Faktor kedua ialah formula pupuk NPK Kujang yang terdiri atas dua taraf, yaitu: (1) NPK dengan formula 16-11-11 dan (2) NPK dengan formula 16-16-16. Faktor ketiga ialah dosis atau takaran pupuk yang terdiri atas tiga taraf, yaitu: (1) 12,6 g/pohon, (2) 14,7 g/pohon, dan (3) 16,8 g/pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) formula pupuk NPK majemuk berbasis amonium nitrat relatif lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman kentang dan meningkatkan produktivitas kentang lahan dataran tinggi di Lembang, Bandung sebesar 11,5% dibandingkan dengan formula pupuk NPK berbasis Urea, dan (2) produktivitas tanaman kentang tertinggi diperoleh pada takaran pupuk NPK berbasis amonium nitrat formula 16-16-16 sebesar 16,8 g/pohon atau 700 kg/ha, yaitu 14,687 t/ha, meningkat 13,28% dari takaran pupuk 12,6 g/pohon, dan 7,01% dari takaran pupuk 14,7 g/poho

    Isolasi dan Identifikasi Mikoparasit Utama pada Karat Krisan (Isolation and Identification of Major Mycoparasite on Chrysanthemum Rust)

    Get PDF
    Pada beberapa jenis cendawan karat dilaporkan terdapat mikoparasit dan salah satu di antaranya adalah Cladosporium sp. Mikoparasit yang ditemukan di Kebun Percobaan Segunung Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), dapat menekan penyakit karat pada krisan sampai dengan 100%. Penelitian bertujuan mengidentifikasi dan mempelajari karakter morfologi dan molekuler cendawan mikoparasit yang terdapat pada pustul karat krisan asal Kebun Percobaan Balithi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Balithi Segunung dan Laboratorium Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong pada Januari sampai dengan Desember 2012. Identifikasi secara morfologi dilakukan dengan melihat ciri makroskopis dan mikroskopis cendawan. Identifikasi secara molekuler dilakukan berdasarkan analisis pada sekuen internal transcribed spacer (ITS) ribosomal DNA. Amplifikasi PCR pada ITS menggunakan primer ITS 4: 5`-- TCC TCC GCT TAT TGA TAT GC – 3` dan ITS 5: 5`--GGA AGT AAA AGT CGT AAC AAG G –3`. Hasil pengamatan makroskopik dan mikroskopik menunjukkan bahwa isolat 567 yang menginfeksi karat putih pada krisan asal Segunung termasuk ke dalam genus Cladosporium. Hasil analisis secara molekuler, Cladosporium memiliki homologi 100% dengan Cladosporium cladosporioides strain 1-09 (aksesi no: JF502459) yang berada di genbank.KeywordsCladosporium; Karat putih; Mikoparasit; Identifikasi; MorfologiAbstractSeveral rust species reported associate with mycoparasite and one of them is Cladosporium sp. Mycoparasite was found at Segunung Experimental Station of Ornamental Crops Research Institute (IOCRI), suppressed the rust up to 100%. The study was conducted at the Mycology Laboratory of IOCRI and Indonesian Institute of Sciences (IIS) Cibinong from January to December 2012. The aims of the research was to identify and study morphology and molecular characters of mycoparasite on chrysanthemum rust pustules from IOCRI. Morphological identification was observed by the macroscopic and mycroscopic characteristics. Molecular identification based on partially genetic analyzes on internal transcribed spacer (ITS) of the ribosomal DNA of the fungus. PCR amplification of the ITS using ITS Primary 4: 5`-- TCC TCC GCT TAT TGA TAT GC - 3` and ITS Primary 5: 5` - AAA AGT AGT CGT GGA AAC AAG G -3`. Observation of morphology showed that mycoparasite isolate 567 infected chrysanthemum white rust is belonging to Cladosporium genus. The results of molecular analysis showed that Cladosporium sp. has 100% homology with Cladosporium cladosporioides strain 1-09 (accession no: JF502459) from genbanks

    Pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan Utama Pada Budidaya Cabai Merah di Dataran Tinggi

    Get PDF
    Organisme pengganggu tumbuhan (OPT) masih merupakan salah satu kendala utama pada budidaya cabai merah di dataran tinggi, sejak fase vegetatif hingga generatif. Oleh karena itu pengelolaan OPT selalu diupayakan guna menekan kehilangan hasil panen. Penelitian mengenai pengelolaan OPT utama pada budidaya cabai merah di dataran tinggi telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Margahayu, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang (1.250 m dpl.) sejak April hingga Oktober 2011. Tujuannya ialah menguji pengaruh penggunaan rumah kasa dan mulsa plastik pada budidaya tiga varietas cabai merah terhadap serangan OPT, penggunaan pestisida, dan produksi cabai merah. Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Macam perlakuan yang diuji adalah : (A) sistem tanam : di dalam rumah kasa (a1) dan di lahan terbuka (a2); (B) kombinasi varietas dan penggunaan mulsa plastik : Tanjung 2 + mulsa plastik (b1), Wibawa + mulsa plastik (b2), Hot Beauty + mulsa plastik (b3), Tanjung 2 tanpa mulsa plastik (b4), Wibawa tanpa mulsa plastik (b5), dan Hot Beauty tanpa mulsa plastik (b6).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) penggunaan rumah kasa pada budidaya cabai merah mampu menekan serangan OPT dan penggunaan pestisida dengan hasil panen lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya di lahan terbuka, (2) kombinasi penggunaan rumah kasa dan mulsa plastik mampu menekan kerusakan tanaman oleh serangan trips, (3) varietas Wibawa yang ditanam di dalam rumah kasa menggunakan mulsa plastik berproduksi tertinggi. Dengan demikian, penggunaan rumah kasa dan mulsa plastik dapat direkomendasikan untuk pengelolaan OPT cabai merah di dataran tinggi

    Deteksi Mutan Kentang Hitam Hasil Radiasi Sinar γ Menggunakan Marka ISSR dan RAPD

    Get PDF
    Umbi kentang hitam [Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng.] merupakan salah satu sumber pangan alternatif bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun, rendahnya keragaman genetik kentang hitam menjadi kendala dalam perakitan varietas unggul. Pemuliaan tanaman dengan cara mutasi antara lain dengan iradiasi sinar γ diharapkan dapat meningkatkan keragaman genetik kentang hitam. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Januari - November 2010 di Laboratorium Genetika Tumbuhan, PusatPenelitian Biologi LIPI. Penelitian ini bertujuan mendeteksi mutan kentang hitam hasil radiasi sinar γ pada dosis 6, 25, dan 35 gray dengan menggunakan marka ISSR dan RAPD. Lima belas primer ISSR dan RAPD digunakan untuk mengamplifikasi genom DNA total. Di antara ke-15 primer tersebut, hanya empat primer yang menghasilkan pita-pita polimorfik untuk mendeteksi mutan hasil mutasi pada konsentrasi 25 gray yaitu (OPA 13, OPA 18, OPB 18, dan UBC 834) pada aksesi 1#10; 11.3#4; 11.3#5, dan 2.10#8 dan hanya tiga primer yang mampu mendeteksi mutan pada konsentrasi 35 gray (OPA 13, OPB 18, dan UBC 807) pada aksesi 4.10#2, 4.10#1, 4.10#4, 4.10#3, 4.10#5, dan 33d.1#3. Hal ini menunjukkan bahwa marka ISSR dan RAPD dapat digunakan untuk mendeteksi mutan pada kentang hitam

    Tanggap Pertumbuhan Tanaman Biwa terhadap Berbagai Perbandingan Dosis Pupuk N, P, dan K

    Get PDF
    Buah biwa (Eriobotrya japonica) sangat baik untuk kesehatan tubuh dan dapaat digunakan sebagai bahan baku obat-obatan. Budidaya tanaman biwa di tingkat petani saat ini masih bersifat tradisional, sehingga produksinya masih rendah dan belum dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu penyebabnya ialah keterbatasan informasi mengenai penggunaan pupuk yang efektif dan efisien pada pembudidayaannya. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian pupuk N, P, dan K pada tanaman biwa. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Tanaman Buah Berastagi dengan ketinggian tempat 1.340 m dpl., dengan jenis tanah Andisol, yang dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Desember 2006. Percobaan menggunakan rancangan  acak kelompok pola faktorial dengan dua ulangan. Perlakuan terdiri atas tiga faktor yakni : N (0, 180, dan 360 kg/ha), P (0 dan 36 kg/ha), dan K (0, 180, dan 360 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan adanya  interaksi NxP dan NxK terhadap pertambahan tinggi tanaman pada umur 6 dan 8 bulan setelah pemberian pupuk pertama.Tidak ada interaksi NxP yang nyata terhadap pertambahan diameter batang, namun ada interaksi NxK yang nyata terhadap pertambahan diameter batang pada umur 4, 6, dan 8 bulan setelah pemberian pupuk pertama. Taraf dosis pupuk N:P:K (360:36:180) kg/ha menghasilkan pertumbuhan vegetatif tanaman biwa (tinggi tanaman, diameter batang, serta jumlah tunas) yang lebih baik dari perlakuan lainnya. Hasil analisis daun biwa memperlihatkan bahwa kandungan hara N, P, dan K   terbesar dalam daun yang ditemukan pada perlakuan dosis pupuk N:P:K (360:36:180) kg/ha. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai pedoman pemupukan pada budidaya biwa. Loquat fruits is very good for human health. Furthermore, it can be used as the raw material for some medicines. Until now the loquat cultivataion is still traditionally practiced by farmers, so its production is still very low and can not fulfill consumers demand. One of the reasons is that the information of effective and efficient fertilization is not available. The objective of the research was to determine the effect of  N, P, and K fertilizers on the growth of loquat. The research was conducted at Berastagi Experimental Fruit Farm, at altitude of 1,340 m asl, with  Andisol soil type, on January to December 2006. A randomized block design was used with two replications. The research consisted of 18 treatments combination with three factors i.e. N (0, 180, and 360 kg/ha), P (0 and 36 kg/ha), and K (0, 180, and 360 kg/ha). The results showed that there were significant interaction effects of NxP and NxK to plant height on 6 and 8 months after the first fertilizer application. The significant interaction effect of NxK was also stem diameter on 4, 6, and 8 months after the first fertilizer application. The  dosage of N:P:K (360:36:180 kg/ha) exhibited better vegetative growth of loquat (plants height, stem diameter, and number of shoots) compared to other treatments. The analysis of loquat leaves indicaated that the content of N, P, and K nutrients on leaves was higher on the fertilizer dosage of N:P:K = 360:36:180 kg/ha  compared to the other fertilizer treatments.Implication of the research is to guide fertilizing on loquat cultivation

    Uji Kualitas Umbi Beberapa Klon Kentang untuk Keripik

    Get PDF
    Penelitian bertujuan menguji komponen kualitas dari beberapa klon kentang hasil seleksi untuk keripik. Penelitian dilakukan mulai bulan Juli sampai dengan September 2010 menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Rancangan yang digunakan ialah acak kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri atas 10 klon kentang yaitu (1) 385524.9 x 392639.34, (2) 393077.54 x 391011.17, (3) 393077.54 x 391011.17, (4) 391011.17 x 391580.30, (5) 391011.17 x 385524.9, (6) 393077.54 x 391011.17, (7) 391011.17 x 385524.9, (8) 391011.17 x 385524.9, (9) 393033.54 x 391580.30, dan (10) Granola (kontrol). Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa keripik kentang yang memiliki skor antara 2,00-2,36 (kuning merata) untuk chips kentang ialah klon 7 (391011.17 x 385524.9) dan klon 8 (391011.17 x 385524.9). Kandungan gula reduksi dari kedua klon tersebut,  yaitu masing-masing 0,029 dan 0,023% lebih rendah daripada kandungan gula reduksi pada klon-klon lainnya yang keripiknya berwarna gelap. Klon-klon tersebut memenuhi persyaratan kualitas dan berpeluang untuk digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan keripik kentang. The objective of the research was to determine the quality of potato clones resulted from selection for potato chips. Quality test of 10 selective clones was determined. The research was conducted from July to September 2010, and was arranged in a completely randomized block design with three replications. Treatments consisted of (1) 385524.9 x 392639.34, (2) 393077.54 x 391011.17, (3) 393077.54 x 391011.17, (4) 391011.17 x 391580.30, (5) 391011.17 x 385524.9, (6) 393077.54 x 391011.17, (7) 391011.17 x 385524.9, (8) 391011.17 x 385524.9, (9) 393033.54 x 391580.30, and (10) Granola (control).  The results showed that chips which had a score value between 2.00 to 2.36 (yellow uniform) for potato chips were clone 7 (391011.17 x 385524.9) and clone 8 (391011.17 x 385524.9). The reducted sugar content of these clones was lower (0.029 and 0.023% respectively) than the reducted sugar content of the other potato clones which had dark color. The potato clones had good quality and fulfilled conditions for potato chips processing

    Laju Perubahan Mutu Kubis Bunga Diolah Minimal pada Berbagai Pengemasan dan Suhu Penyimpanan

    Get PDF
    Pengolahan minimal merupakan salah satu invensi teknologi penting dalam mengatasi dinamika sosial konsumen yang dalam memenuhi kebutuhannya menginginkan kecepatan, kemudahan, dan keamanan. Namun demikian, luka akibat pengolahan minimal dapat mempercepat penurunan mutu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengemasan terhadap perubahan mutu kubis bunga diolah minimal (KBDM) selama penyimpanan pada berbagai suhu. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Pascapanen, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang mulai dari Bulan Januari sampai Juni 2012. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok pola split plot diulang tiga kali dengan suhu penyimpanan sebagai petak utama, terdiri atas empat taraf yaitu 0, 5, dan 10 oC dengan RH 90±2%, serta suhu kamar dengan RH 80 ± 5% dan teknik pengemasan sebagai anak petak terdiri atas empat taraf (tanpa bungkus, dibungkus stretch film, dibungkus PE 0,03, dan dibungkus PE 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengemasan menggunakan pembungkus terbukti meningkatkan hasil guna pendinginan dalam mempertahankan mutu KBDM. Pada penyimpanan suhu dingin, kemasan dengan pembungkus PE 0,05 menunjukkan laju penurunan mutu paling lambat, sedangkan pada penyimpanan suhu kamar, tingkat penurunan mutu KBDM paling lambat ditunjukkan oleh kemasan dengan pembungkus stretch film. Hasil penelitian ini memberikan informasi teknologi penanganan segar sayuran diolah minimal, sehingga dapat disimpan lebih lama

    Rekomendasi Pemupukan Berdasarkan Status Kandungan Hara N, P, dan K Daun pada Tanaman Jeruk Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.)

    Get PDF
    Status kandungan hara N, P, dan K daun pada tanaman jeruk pamelo dapat memberikan gambaran penentuan rekomendasi dosis pupuk N, P, dan K. Penelitian bertujuan untuk membangun rekomendasi pemupukan berdasarkan analisis jaringan daun dan menetapkan kategori tingkat kecukupan hara dan dosis maksimum pada tanaman jeruk pamelo. Penelitian survey dengan pengambilan sampel setelah panen dan menjelang berbunga dengan mengambil daun ke 3–4 pada daun dewasa (trubus akhir) dengan posisi cabang bagian atas. Penelitian optimasi pupuk N, P, dan K dilaksanakan di lahan petani jeruk pamelo Pangkep, Sulawesi Selatan pada bulan Januari 2013 sampai Mei 2014. Perlakuan dosis pupuk N terdiri atas : 0, 100, 200, 300, 400 N; P: 0, 100, 200, 300, 400 P2O5; dan K: 0, 150, 300, 450, 600 K2O/pohon/tahun. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan setiap perlakuan terdiri atas enam ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap komponen produksi. Data hasil pengamatan diuji dengan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi hara N, P, dan K daun dengan produksi buah masing-masing adalah rendah (<1,38%; <0,11%; <1,13%), sedang (1,38–2,15%; 0,11–0,20%; 1,02–2,31%), dan tinggi (>2,22%; >0,20%; >2,31%), konsentrasi optimum dengan hasil relatif 85% masing-masing (1,77%; 0,16%; >1,67%). Respons tanaman terhadap pemupukan nitrogen nyata meningkatkan komponen produksi dengan pola kuadratik. Rekomendasi pemupukan N, P, dan K tanaman jeruk pamelo pada status hara rendah, yaitu 475,30 g N, 582,24 g P2O5, dan 495,75 g K2O/pohon/tahun atau setara dengan 1,03 kg Urea, 1,62 kg SP-36, dan 0,83 kg KCl/pohon/tahun, sedangkan pada status hara sedang, yaitu 456,35 g N, 418,87 g P2O5, dan 458,72 g K2O/pohon/tahun atau setara dengan 0,99 kg Urea, 1,16 kg SP-36, dan 0,76 kg KCl/pohon/tahu

    Identifikasi Morfologi dan Marka Molekuler Terpaut Sifat Tidak Berbunga Jantan Pada Mutan Pisang Kepok

    Get PDF
    Salah satu masalah dalam pengembangan produksi pisang ialah penyakit darah. Infeksi penyakit ini dapat dikurangi dengan menanam pisang kepok mutan tidak berbunga jantan. Penerapan teknik kultur jaringan dapat menyediakan benih seragam secara cepat dan dalam waktu yang singkat. Namun, penggunaan teknik kultur jaringan dapat menginduksi variasi somaklonal. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang stabilitas genetik dan keseragaman morfologi pada benih hasil kultur jaringan. Penelitian dilakukan dari Bulan Agustus 2012 sampai Mei 2013. Identifikasi morfologi pisang dilaksanakan di Kebun Koleksi PKHT Ciomas, Bogor. Analisis molekuler dilaksanakan di Laboratorium Molekuler PKHT. Penelitian bertujuan mempelajari karakter morfologi mutan pisang kepok Unti Sayang tidak berbunga jantan dan mengidentifikasi marka molekuler terpaut sifat tidak berbunga jantan. Identifikasi karakter morfologi dari 24 sampel tanaman dilakukan menggunakan panduan deskriptor dari International Plant Genetic Research Institute. Identifikasi marka  molekuler dilakukan berdasarkan teknik PCR, menggunakan 20 primer RAPD, 12 primer ISSR, serta primer gen Pistillata, dan Agamous yang didesain berdasarkan informasi database sekuen DNA Musa acuminata yang terdapat di gene bank. Hasil pengamatan menunjukkan tidak ada variasi morfologi antara tipe liar, tanaman mutan, dan tanaman mutan yang kembali berbunga jantan, kecuali ada atau tidaknya bunga jantan. Analisis PCR dari 24 sampel tanaman menggunakan 20 primer RAPD dan 12 primer ISSR berturut-turut menghasilkan 379 dan 216 pita yang seragam. Hal yang sama juga ditemukan dari hasil amplifikasi DNA menggunakan primer Pistillata dan Agamous yang menghasilkan pita tunggal pada semua sampel. Analisis sekuen fragmen PCR hasil amplifikasi dengan primer gen Pistillata menunjukkan terdapat tiga nukleotida yang berbeda antara tipe liar dan tanaman mutan yang kembali berbunga jantan pada posisi 445, 461, dan 507

    Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Klon Kentang Unggul Asal International Potato Center di Dataran Tinggi Malino, Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Penelitian untuk mengevaluasi klon kentang unggul baru asal The International Potato Center (CIP) dalam rangka mendapatkan klon kentang dengan hasil umbi yang tinggi baik untuk kentang konsumsi (table potato) maupun untuk kentang olahan (processing potato) yang dapat diterima petani secara berkelanjutan telah dilaksanakan di dataran tinggi Malino, yaitu di Desa Bulubalea (1.500 m dpl.), Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan sejak bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2012. Dua puluh klon kentang unggul asal CIP sebagai perlakuan dan dua varietas kentang yaitu Granola dan Atlantic sebagai kontrol dievaluasi dengan menggunakan rancangan acak kelompok dan setiap perlakuan diulang tiga kali. Pada penelitian ini, petani kentang dilibatkan untuk mengevaluasi klon kentang baik pada saat pertumbuhan maupun pada saat panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga klon kentang yaitu klon kentang 393708.31, 388615.22, dan 397079.6 menunjukkan hasil umbi per ha tertinggi yang berbeda nyata dengan beberapa klon kentang lainnya dan cv. Granola yang merupakan varietas kentang yang umum ditanam petani kentang di Indonesia. Dalam hal hasil umbi per tanaman, klon kentang 393708.31 memberikan hasil umbi per tanaman yang tertinggi yaitu sebesar 866 g per tanaman, tetapi tidak berbeda nyata dengan klon kentang 388615.22, 397006.18, dan 397079.6, namun berbeda nyata dengan klon kentang lainnya yang ditanam pada penelitian ini. Delapan klon kentang yaitu 388615.22, 393708.31, 397006.18, 397065.28, 397069.5, 397079.6, 399101.1, dan 392822.3, dipilih petani, baik pada saat periode pertumbuhan tanaman dan pada saat panen. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pemilihan klon yang mempunyai keunggulan untuk mendapatkan varietas kentang yang mempunyai hasil umbi tinggi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi petani, sehingga dapat diterima petani secara berkelanjutan

    509

    full texts

    543

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Hortikultura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇