Kesmas: National Public Health Journal
Not a member yet
    828 research outputs found

    Family Planning Information, Education and Communication with Contaceptive Use

    No full text
    Family Planning Information, Education, Communication (FP IEC) takes an important role in improving achievement of prevalence of Family Planning participation. However, contraceptive use prevalence in Indonesia within the last decade (2002-2012) did not significantly increase, although many FP IEC activities had been performed. This study aimed to determine socioeconomic demographic factors related to FP IEC, any IEC elements related to contraceptive use and IEC elements affecting on contraceptive use. Analysis used Indonesia Demographic and Health Survey 2012 as data source with analysis unit namely married women aged 15-49 years. Samples were 33,465 married women. Analysis used odds ratio (OR) between women receiving FP IEC toward women not getting access to FP IEC related to contraceptive use. This study found that FP IEC, both media and officers were important factors in contraceptive use. IEC through television and poster/flyer had a significant relation with contraceptive use (OR 1.6 and 1.3). Medical officers, FP officers and informal figures in community played an important role in FP information and contraceptive use (OR 2.2; 1.4; and 1.2). In line with results, visits of FP officers and medical officers informing contraception to clients at healthcare facilities significantly affected on contraceptive use (OR 1.5 and 2.6).AbstrakKomunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) berperan penting dalam meningkatkan pencapaian prevalensi kesertaan Keluarga Berencana (KB). Namun, prevalensi KB di Indonesia selama satu dekade terakhir (2002-2012) tidak meningkat secara signifikan, walaupun pelbagai kegiatan KIE KB telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosio ekonomi demografi yang berkaitan dengan KIE KB, pelbagai unsur KIE yang berkaitan dengan pemakaian KB, dan unsur KIE yang berpengaruh terhadap pemakaian KB. Analisis menggunakan sumber data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 dengan unit analisis perempuan berstatus kawin usia 15-49 tahun. Jumlah sampel yang dianalisis 33.465 perempuan berstatus kawin. Analisis menggunakan odds ratio atau rasio kecenderungan antara perempuan yang memperoleh KIE KB terhadap perempuan tidak mendapatkan akses KIE KB dalam hubungannya dengan pemakaian KB. Temuan bahwa pemberian KIE KB, baik media maupun petugas, merupakan faktor penting dalam pemakaian KB. KIE melalui televisi dan poster/pamflet memiliki hubungan bermakna dengan pemakaian KB (OR 1,6 dan 1,3). Petugas medis, petugas KB dan tokoh informal di masyarakat berperan penting dalam penyampaian informasi KB dan pemakaian KB (OR 2,2; 1,4; dan 1,2). Sejalan dengan hasil tersebut, kunjungan petugas KB dan petugas kesehatan menjelaskan KB kepada klien di fasilitas kesehatan berpengaruh secara bermakna ke pemakaian KB (OR 1,5 dan 2,6)

    Variation of Driving Skill among Elderly Drivers Compared to Young Drivers in Japan

    Get PDF
    This study analyzed driving skill among Japanese elderly drivers compared to young drivers and see which less skilled that might impact road accident risk in highway. Subjects included young and elderly drivers, consisting of 10 college students (20 – 24 years old) and 25 elderly drivers (14 men and 11 women) coming from The Silver Manpower Centre, an organization for elderly > 60 years. Elderly drivers were divided into two age groups, namely elderly 1 aged 60 – 65 years (10 persons) and elderly 2 aged > 65 years (15 persons). Driving performance was evaluated by using driving game simulator in laboratory. Analysis was conducted on consistency in the lane, lane-changing skill, traffic sign compliance, right-turning skill, braking and driving speed. Statistical analysis was performed using ANOVA test. Generally, performance of elderly 2 was lower than the young almost in all parameters including consistency in the lane (p value 65 years old were likely to be wrong on seeing traffic signs due to visual limitation and long response of compliance.AbstrakPenelitian ini menganalisis kemampuan mengemudi pada pengemudi lanjut usia (lansia) dibandingkan dengan usia muda di Jepang dan melihat keterampilan mengemudi yang kurang sehingga dapat memengaruhi risiko kecelakaan di jalan raya. Subjek penelitian adalah pengemudi usia muda dan lansia, terdiri dari 10 mahasiswa (20 - 24 tahun) dan 25 pengemudi lansia (14 laki-laki dan 11 perempuan) berasal dari The Silver Menpower Center, organisasi bagi lansia > 60 tahun. Pengemudi lansia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu lansia 1 berusia 60 - 65 tahun (10 orang) dan lansia 2 berusia > 65 tahun (15 orang). Kemampuan mengemudi dievaluasi dengan simulator permainan mengemudi dalam laboratorium. Analisis dilakukan pada konsistensi dalam jalur, perubahan jalur, kepatuhan pada rambu lalu lintas, kemampuan berbalik kanan, mengerem/akselerasi, dan kecepatan mengemudi. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA. Secara umum, kemampuan pengemudi lansia 2 lebih rendah dibandingkan usia muda hampir di semua parameter, meliputi kekonsistenan dalam jalur (nilai p 65 tahun cenderung salah dalam melihat rambu lalu lintas karena terbatasnya penglihatan dan lamanya respons dalam mematuhinya

    Social Determinant of Health of Adults Smoking Behavior: Differences between Urban and Rural Areas in Indonesia

    No full text
    Indonesia has the highest prevalence of smoking behavior among Southeast Asian countries. This study aimed to determine predictors of smoking behavior between rural and urban areas. Data were taken from The Global Adult Tobacco Survey (GATS). This study used ross-sectional analytical study and multiple logistic regression analysis. Samples were 8,305 Indonesian adults aged ≥ 15 years. The study showed that smokers in rural area were higher than in urban area, respectively 36.8% and 31.9%. Significant predictors of smoking behavior in rural and urban areas were age, occupation, sex, education level, economic status as well as smoking rule inside home. In urban area, age was also significant predictor and otherwise in rural area. The strongest predictor was smoking rule inside home and sex for smoking behavior, either in rural or in urban area. Tobacco control program should be relatively increased by considering the appropriate target population both in rural and urban area due to a little different of smoking behavior path, hence sex perspective should be involved also in tobacco control program. Regulation on smoke-free home should be encouraged to be implemented among houses of community.AbstrakIndonesia memiliki prevalensi perilaku merokok tertinggi di antara negara-negara di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediktor terhadap perilaku merokok antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Data diambil dari Global Adult Tobacco Survey. Penelitian menggunakan studi analitik potong lintang dan analisis regresi logistik ganda. Sampel berjumlah 8.305 orang dewasa Indonesia berusia ≥ 15 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa perokok di wilayah pedesaan lebih tinggi dibandingkan di wilayah perkotaan, masing-masing 36,8% dan 31,9%. Prediktor signifikan terhadap perilaku merokok di wilayah pedesaan dan perkotaan adalah usia, pekerjaan, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status ekonomi serta aturan merokok di dalam rumah. Di wilayah perkotaan, usia juga merupakan prediktor yang signifikan dan sebaliknya di wilayah pedesaan. Prediktor terkuat adalah aturan merokok di dalam rumah dan jenis kelamin untuk perilaku merokok di wilayah pedesaan atau perkotaan. Program pengendalian tembakau secara relatif harus ditingkatkan dengan mempertimbangkan populasi target yang sesuai, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan karena adanya sedikit perbedaan jalan perilaku merokok, maka sudut pandang jenis kelamin juga harus dilibatkan dalam program pengendalian tembakau. Aturan rumah bebas asap rokok harus didorong untuk diterapkan pada rumah penduduk

    The Risk of Pneumonia among Toddlers in Lambatee, Aceh

    Get PDF
    Pneumonia is one of very important global health problems among toddlers, especially in developing countries. Nowadays, pneumonia is one of largest causes of child mortality, especially in newborn period. In Aceh Province, pneumonia disease is the eighth of 25 biggest diseases found at primary health care with 112 cases, while pneumonia among outpatient sufferers in Aceh reached 434 cases (29.03%).This study aimed to determine factors related to incidence of pneumonia toddlers in Lambatee Village, Darul Kamal Subdistrict, Aceh Besar District. This study was analytical descriptive using cross-sectional design. Samples of study were mothers and toddlers amounted to 48 people. Data were collected on August 3rd – 14th, 2015 by interview, observation. Multivariate analysis used logistic regression. Results of study showed that the factor physical condition of house sanitation influenced to trend among toddlers suffering from pneumonia with p value 0.01< 0.05, the highest OR score 6.431 and 95% CI = 1.559 - 26.532. In conclusion, physical condition of house sanitation had six times risk of causing trend of pneumonia incidence among toddlers in Lambatee Village, Darul Kamal Subdistrict, Aceh Besar District.AbstrakPneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan global yang sangat penting pada anak bawah lima tahun (balita), khususnya pada negara-negara berkembang. Saat ini, pneumonia merupakan salah satu kasus penyebab kematian pada anak terbesar, terutama pada periode baru lahir. Di Provinsi Aceh, penyakit pneumonia merupakan penyakit urutan ke-8 dari 25 penyakit terbesar yang ditemukan di puskesmas dengan jumlah 1.112 kasus. Sedangkan besarnya kasus pneumonia pada penderita rawat jalan di Aceh mencapai 434 kasus (29,03%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Penelitian bersifat analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian adalah ibu dan balita yang berjumlah 48 orang. Pengumpulan data dilaksanakan tanggal 3 – 14 Agustus 2015 dengan wawancara dan observasi. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kondisi sanitasi rumah secara fisik berpengaruh terhadap kecendrungan balita menderita penyakit pneumonia dengan nilai p 0,01 < 0,05, dengan nilai OR tertinggi 6,431 dan CI 95% = 1.559 - 26.532. Disimpulkan bahwa kondisi sanitasi rumah secara fisik memiliki peluang enam kali menyebabkan terjadinya pneumonia pada balita di Desa Lambatee, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar

    Husband’s Support towards Unmet Need of HIV Positive-Infected Women of Childbearing Age

    Get PDF
    In the developing countries, millions of HIV positive-infected women of childbearing age are currently not using contraceptive to delay or terminate pregnancy. Prevention of unintended pregnancy among HIV positive-infected women is very important to improve these women and their baby’s quality of life. This study aimed to analyze factors related to the unmet need among HIV positive-infected women of childbearing age. This study used cross-sectional method with 130 samples taken consecutively. This study was conducted on March 24 to June 30, 2015 at Mawar Clinic in Bandung City. Interviews using a questionnaire were performed to collect data that were then analyzed by using chi square test and multiple logistic regression. The results showed that desire to have children (OR= 2.67; 95%CI= 1.034 - 6.891, husband’s support (OR= 7.803; 95%CI = 2.037 - 29.884) affected the unmet need and husband’s HIV status (OR= 0.168; 95%CI= .064 - 0.44) had lower effect to the unmet need. The husband’s support was found as the most influential factor to the unmet need in this study. The husband’s role is important in reducing the unmet need among the HIV positive-infected women, so that contraceptive counseling in pair should be performed.AbstrakJutaan wanita usia subur (WUS) dengan HIV positif di negara berkembang saat ini tidak menggunakan kontrasepsi untuk menunda atau mengakhirikehamilan. Pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan pada WUS dengan HIV positif sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap unmet need pada WUS dengan HIV positif. Metode penelitian adalah cross sectional dengan sampel berjumlah 130 WUS dengan HIV positif yang diambil secara consecutive sampling. Penelitian dilakukan pada 24 Maret - 30 Juni 2015 di Klinik Mawar Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner, kemudian data dianalisis dengan uji kai kuadrat dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keinginan memiliki anak dengan OR= 2,67 (CI 95%= 1,034 - 6,891), dukungan suami dengan OR= 7,803 (CI95%= 2,037 - 29,884) berpengaruh terhadap unmet need dan status HIV suami dengan OR= 0,168 (CI95%= 0,064 - 0,44) berpengaruh lebih rendah untuk terjadi unmet need. Dukungan suami merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap unmet need. Peran suami merupakan faktor penting untuk menurunkan angka unmet need pada WUS dengan HIV positif sehingga disarankan untuk dilakukan konseling kontrasepsi berpasangan

    Predisposing Factors with Complementary Feeding Practices among 9-11 Month-Old Infants in Jakarta Urban Slum Area

    Get PDF
    The main cause of the undernutrition beside the infectious diseases is inappropriate caring practice and optimum feeding becomes one of ways to overcome long-term consequences of undernutrition. This study aimed to determine correlation between predisposing factors with complementary feeding practice among 9 – 11 month-old infants in Jakarta urban slum area. This cross-sectional study included 50 sitters of 9 – 11 month-old infants on May 2012. Data was collected through interview using questionnaire. There was no significant correlation between age of the sitters with the complementary feeding practice (p value = 0.645) as well as correlation between sitters with infants (p value = 0.724), occupation of sitters (p value = 1.000) and the number of infants in a family (p value = 0.738) which showed there was no significant correlation between those three factors with complementary feeding practice. Otherwise, there was a significant correlation between education and knowledge of sitters with complementary feeding practice (p value = 0.012 and p value = 0.005). AbstrakPenyebab utama kekurangan gizi selain dari penyakit infeksi adalah pola asuh yang tidak sesuai dan pemberian makan yang optimal menjadi salah satu cara untuk mengatasi konsekuensi jangka panjang dari kekurangan zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor pendukung praktik pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) pada bayi usia 9 - 11 bulan di daerah kumuh perkotaan Jakarta. Penelitian potong lintang ini melibatkan 50 orang pengasuh bayi usia 9 – 11 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia pengasuh dengan praktik pemberian makan (nilai p = 0,645). Demikian juga dengan hubungan antara pengasuh dengan bayi (nilai p = 0,724), pekerjaan pengasuh (nilai p = 1,000), dan jumlah bayi dalam satu keluarga (nilai p = 0,738) yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan praktik pemberian makanan. Sebaliknya, terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dan pengetahuan pengasuh dengan praktik pemberian makanan (nilai p = 0,012 dan nilai p = 0.005)

    Residential Density, Parents’ Sexual Activity and Teenage Sexual Behavior in Yogyakarta

    Get PDF
    In dense and slum areas, parents often have to share bedroom with their children, so the children have been exposed to sexual activity since early. This study aimed to determine residential density, parents’ sexual activity and its effects to teenage sexual behavior in Yogyakarta. This study used cross-sectional design by interviewing 268 families that had teenagers as selected randomly in urban slum areas and rural areas on March – May 2015. Data was analyzed using chi-square test and multivariate cox-regression. Results showed that parents living in dense residence had risk two times higher to commit sexual activity which had negative effect on their children. Parents’ sexual activity did not have any influence to risky sexual behavior among teenagers. Factors significantly related to risky sexual behavior among teenagers are male sex, negative attitude and influence of peers. Health agency and primary health care should improve counseling programs for teenagers and train peer counselors. Activities which have been conducted at schools should be expanded to risky areas, such as urban slum area with high density of residence. AbstrakPada daerah kumuh dan padat, orangtua sering terpaksa harus berbagi ruang tidur dengan anak-anaknya sehingga anak-anaknya sudah terpapar dengan aktivitas seksual sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepadatan hunian, aktivitas seksual orangtua, dan efeknya terhadap perilaku seksual remaja di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan mewawancarai 268 keluarga yang memiliki anak remaja yang dipilih secara acak di daerah kumuh perkotaan dan daerah pedesaan pada bulan Maret – Mei 2015. Analisis data dilakukan menggunakan uji kai kuadrat dan regresi-cox multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua yang tinggal di hunian padat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melakukan aktivitas seksual yang berdampak negatif bagi anaknya. Aktivitas seksual orangtua tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku seksual berisiko pada remaja adalah jenis kelamin laki-laki, sikap negatif, dan pengaruh teman sebaya. Dinas kesehatan dan puskesmas agar terus meningkatkan program penyuluhan remaja dan melatih konselor teman sebaya. Kegiatan yang selama ini telah dilakukan di sekolah sebaiknya diperluas pada daerah berisiko seperti daerah kumuh perkotaan dengan kepadatan hunian yang tinggi

    Cadmium Contamination in Farmland Soil and Water Near Zinc Mining Site

    Get PDF
    This study was a cross-sectional study conducted in Phatadpadaeng Subdistrict, Mae Sod District, Tak Province, Thailand. This study aimed to determine cadmium concentration in farmland soil and water as well as at the residence of farmers and households. As many as 48 samples of farmers’ residence soil and water, twelve samples of households and six samples of farmland soil and eight samples of farmland water were investigated for cadmium concentration using Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer. The Mann-Whitney U test was used for the analysis of the difference of cadmium concentration between farmland soil and residence soil, farmland water and residence water. The results showed no statistically difference among all matrixes, however, farmland soil and farmland water showed highest concentration compared to those of resident farmers and households. The cadmium concentrations in all samples were far below the limit values. This study clearly showed that working conditions of farmers demonstrated higher level of cadmium compared to the living conditions. The cause of this contamination might be from the activities of the surroundings industry. Therefore, it would be recommended that farmers should consider for cadmium exposure while working in farm.AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di Kecamatan Phatadpaeng, Kota Mae Sod, Provinsi Tak, Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kadmium pada air dan tanah pertanian serta pada pemukiman petani dan rumah tangga. Konsentrasi kadmium pada 48 sampel tanah dan air pemukiman petani, 12 sampel rumah tangga, enam sampel tanah pertanian, dan delapan sampel air pertanian ditelusuri menggunakan Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer. Uji Mann-Whitney U digunakan untuk analisis perbedaan konsentrasi kadmium antara tanah pertanian dan tanah pemukiman, air pertanian dan air pemukiman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara statistik pada seluruh matriks, namun air dan tanah pertanian menunjukkan konsentrasi tertinggi dibandingkan pemukiman petani dan rumah tangga. Konsentrasi kadmium pada seluruh sampel jauh di bawah nilai batas. Penelitian ini secara jelas memperlihatkan bahwa kondisi tempat bekerja menunjukkan level kadmium yang lebih tinggi dibandingkan kondisi tempat tinggal. Penyebab pencemaran ini dapat berasal dari aktivitas di sekitar industri. Oleh karena itu, petani sebaiknya mempertimbangkan pajanan kadmium saat bekerja

    Good Corporate Governance Implementation and Performance of Civil Servant

    Get PDF
    In order to achieve the vision and mission, every hospital must implement Good Corporate Governance (GCG). Its implementation aims to optimally improve performance of employees that will finally improve organizational performance. This study aimed to analyze the relation between principles of GCG and performance of civil servants of the Natuna Field Hospital in Anambas Islands District. This analytical descriptive study using cross sectional design involved 56 civil servants as samples. Data was collected in 2012 using a structured questionnaire. This study used chi square and logistic regression tests. Multivariate model was simplified by eliminating the confounding variables using backward stepwise method. This study found two variables significantly related to performance of civil servants, namely implementation of fairness and transperancy principles. Both were the most related variables to the performance of civil servants.AbstrakDalam rangka mencapai visi dan misi, setiap rumah sakit harus menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Penerapan GCG sendiri bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai secara optimal, yang akhirnya akan meningkatkan kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan prinsip-prinsip GCG terhadap kinerja pegawai negeri sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Lapangan Natuna Kabupaten Kepulauan Anambas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain potong lintang pada 56 PNS. Pengumpulan data dilakukan pada tahun 2012 dengan kuesioner terstruktur. Digunakan analisis dengan uji kai kuadrat dan regresi logistik, dan untuk penyederhanaan model dilakukan eliminasi terhadap faktor perancu dengan menggunakan metode backward stepwise. Penelitian ini menemukan dua variabel yang signifikan berhubungan dengan kinerja PNS, yaitu penerapan prinsip fairness dan penerapan prinsip transparancy. Keduanya merupakan variabel yang paling berhubungan dengan kinerja pegawai negeri sipil

    Motivation Variables to Use Contraceptive among Male in Yogyakarta

    Get PDF
    Family Planning program is one of very important national development programs in order to embody wealthy Indonesian families. Role of such program has a big influence to a person’s reproductive health, both reproductive health of woman and man. This study aimed to determine factors related to reproductive men’s motivations for contraceptive use in Bumijo Village, Jetis District, Yogyakarta City. This study was conducted in Bumijo Village, Jetis Subdistrict, Yogyakarta. Subjects were 161 men in reproductive age older than 30 years old and had two children or more. This study was quantitative with logistic regression analysis. Results of study showed relation between knowledge and motivation (p value = 0.368), sociocultural and motivation (p value = 0.147), education and motivation (p value = 0.968), information and motivation (p value = 0.296), wife’s support and motivation (p value = 0.001). There was no relation between knowledge, education, information source, social and culture with motivation. There was a relation between wife’s support and motivation.AbstrakProgram Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program pembangunan nasional yang sangat penting dalam rangka mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera. Peran program KB sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi seseorang, baik untuk kesehatan reproduksi perempuan maupun kesehatan reproduksi laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi laki-laki pasangan usia subur dalam menggunakan kontrasepsi di Desa Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan hubungan pengetahuan dengan motivasi yaitu nilai p = 0,368. Hubungan sosial budaya dengan motivasi yaitu nilai p = 0,147. Hubungan pendidikan dengan motivasi yaitu nilai p = 0,968. Hubungan informasi dengan motivasi yaitu nilai p = 0,296. Hubungan dukungan istri dengan motivasi yaitu nilai p = 0,001. Tidak terdapat hubungan pengetahuan, pendidikan, sumber informasi, sosial budaya dengan motivasi. Terdapat hubungan dukungan istri dengan motivasi

    761

    full texts

    828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kesmas: National Public Health Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇