Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
17836 research outputs found
Sort by
TINJAUAN MASLAHAH AL-GHAZALI TERHADAP PRAKTIK SIMPAN PINJAM DALAM KOPERASI MASYARAKAT (Studi Kasus di Dusun Kebonsari Desa Karanggede Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan)
ABSTRAK
Ahmad Rifa’i, 2024. Tinjauan Mas}lah}ah Al-Ghazali Terhadap Praktik Simpan Pinjam Dalam Koperasi Masyarakat Studi Kasus Di Dusun Kebonsari Desa Karanggede Kecamatan Arjosari Kabupaten. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Muh. Maksum, M.E.Sy.
Kata Kunci: Mas}lah}ah Al-Ghazali, bunga utang piutang, bagi hasil bunga utang piutang.
Imam Al-Ghazali memberikan pengertian mas}lah}ah sesuai makna asli yang dikandungnya, yaitu menarik manfaat dan menolak mafsadah atau yang merugikan. Akan tetapi bukan itu tujuan adanya mas}lah}ah, karena sudah merupakan sebuah dasar jika manusia mengharapkan kegunaan serta menghindari kemudharatan, namun mas}lah}ah di sini bermaksud untuk memelihara tujuan hukum Islam dan syara’. Di dalam koperasi masyarakat Dusun Kebonsari Desa Kraranggede Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan, syarat mas}lah}ah harus menarik manfaat dan menolak mafsadah belum sepenuhnya diterapkan karena sebagian besar anggota koperasi merasa keberatan dengan kebijakan koperasi.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui tinjauan mas}lah}ah Al-Ghazali terhadap penerapan bunga utang piutang di koperasi simpan pinjam masyarakat Dusun Kebonsari Desa Karanggede Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. (2) Untuk mengetahui tinjauan mas}lah}ah Al-Ghazali terhadap pembagian hasil bunga utang piutang di koperasi simpan pinjam masyarakat Dusun Kebonsari Desa Karanggede Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan), yaitu salah satu bentuk penelitian dengan tujuan memaparkan data dan pandangan yang diberikan oleh masyarakat. Dalam penelitian ini yang akan menjadi fokus ialah masyarakat RT/RW 04/03 Dusun Kebonsari Desa Karanggede Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan, sehingga perlu dilakukan tinjauan langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang valid.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan bunga utang piutang dalam koperasi masyarakat Dusun Kebonsari Desa Karanggede Kecamatan Arjosati Kabupaten Pacitan, tidak memenuhi semua syarat mas}lah}ah. Ketentuan tersebut bertentangan dengan syarat mas}lah}ah harus hakiki, syarat keuntungan mas}lah}ah adalah kepentingan umum, bukan keuntungan yang berlaku baik untuk individu atau kelompok tertentu, dan syarat mas}lah}ah harus tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Kemudian mengenai pembagian hasil keuntungan bunga utang piutang dalam koperasi masyarakat Dusun Kebonsari Desa Karanggede Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan, sudah memenuhi semua syarat mas}lah}ah. Ketentuan tersebut sejalan dengan syarat mas}lah}ah harus hakiki, syarat keuntungan mas}lah}ah adalah kepentingan umum, bukan keuntungan yang berlaku baik untuk individu atau kelompok tertentu, dan syarat mas}lah}ah harus tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist
Manajemen Strategi dalam Merealisasikan Profil Pelajar Pancasila di SMPN 4 Ponorogo Tahun Ajaran 2023/2024
Rossa, Ruwaida Laila. 2024. Manajemen Strategi dalam Merealisasikan Profil Pelajar Pancasila di SMPN 4 Ponorogo Tahun Ajaran 2023/2024. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Nur Rahmi Sonia, M.Pd.
Kata Kunci: Manajemen strategi, profil pelajar, pancasila.
Problem moral merupakan masalah yang mengiringi kehidupan manusia. Hal ini terjadi disebabkan kurangnya pemahaman mereka tentang nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sehingga tidak sedikit dari mereka yang melakukan perbuatan menyimpang seperti tawuran, pergaulan bebas, bullying, melanggar peraturan sekolah, berani terhadap guru dan penggunaan teknologi di kalangan peserta didik. Untuk itu diperlukan sebuah pembelajaran projek penguatan profil pelajar pancasila untuk menumbuhkan profil pelajar pancasila pada diri peserta didik. Dalam menjalankan perannya memiliki peranan penting dalam merealisasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, kepala sekolah harus memiliki strategi dan menjadi pemimpin yang berjiwa Pancasila.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini: (1) untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan strategi dalam merealisasikan profil pelajar Pancasila di SMPN 4 Ponorogo, (2) untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi strategi dalam merealisasikan profil pelajar Pancasila di SMPN 4 Ponorogo, (3) untuk mendeskripsikan dan menganalisis evaluasi strategi dalam merealisasikan profil pelajar Pancasila di SMPN 4 Ponorogo.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu Millies, Huberman, dan Saldana dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian adalah (1) Perencanaan strategi dalam merealisasikan profil pelajar pancasila di SMPN 4 Ponorogo meliputi: pengamatan lingkungan melalui analisis SWOT, menentukan visi, misi, menentukan tujuan-tujuan yang dapat dicapai, pengembangan strategi, dan penerapan pedoman kebijakan, membentuk tim fasilitator dan koordinator, mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan, merancang dimensi, tema dan alokasi waktu, menyusun modul, merancang strategi pelaporan projek. (2) Pelaksanaan strategi dalam merealisasikan profil pelajar pancasila di SMPN 4 Ponorogo meliputi: melaksanakan kebijakan dan kegiatan, mengalokasikan sumber daya, membangun komunikasi dan kolaborasi, mengembangkan komunitas belajar, melakukan coaching dan mengelola projek berpusat pada peserta didik, menetapkan tujuan dan sasaran, membuat kebijakan, membuat sistem pelaksanaan dan sistem pengawasan. (3) Evaluasi strategi dalam merealisasikan profil pelajar pancasila di SMPN 4 Ponorogo meliputi: melakukan evaluasi terdiri dari evaluasi program, evaluasi hasil, evaluasi internal, dan evaluasi eksternal, mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat, melakukan tindak lanjut, implikasi kegiatan bagi siswa, tenaga pendidik, dan satuan pendidikan
Representasi Perjuangan Ayah dalam Film Miskin Susah Kaya Susah Karya Dedi Setiati (Analisis Semiotika Roland Barthes )
ABSTRAK
Lestari, Sri. 2024. Representasi Perjuangan Ayah dalam Film Miskin Susah Kaya Susah Karya Dedi Setiadi (Analisis Semiotika Roland Barthes).
Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islan (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Dony Rano Virdaus, M.I.Kom.
Kata kunci : Representasi Perjuangan Ayah, Film Miskin Susah Kaya Susah, Analisis Semiotika Roland Barthes.
Media film merupakan salah satu media dakwah alternatif, di era perkembangan teknologi saat ini. Film mampu mengkonstruksi dan menyajikan berbagai peristiwa dalam kehidupan masyarakat, seperti; kebiasaan orang, kehidupan keluarga, pernikahan, sejarah, dan lain sebagainya. Film juga menjadi salah satu media komunikasi massa dalam menyampaikan pesan yang berada dalam masyarakat.
Pada penelitian ini peneliti fokus pada penggunaan media film sebagai representasi perjuangan ayah dalam menghidupi keluarga yang menggemban sosok yang tanggung jawab dalam memperjuangakan kehidupan dan kebahagian keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi perjuangan ayah yang terdapat pada film Miskin Susah Kaya Susah dan untuk menganalisis makna denotasi, konotasi dan mitos dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode semiotika Roland Barthes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makna denotasi pada film ditemukan dalam scene-scene film yang menjelaskan tentang perjuangan ayah yang disampaikan oleh tokoh Mas Karyo dalam bentuk dialog, perilaku, katakter, dan kejadian. Makna konotasi dalam film Miskin Susah Kaya Susah yakni menggambarkan bagaimana perjuangan seorang ayah dalam mempertahan keluarganya untuk tetap hidup. Ayah adalah sosok ayah yang selalu rela berkorban, peduli, bekerja keras, bertanggung jawab, dan ayah juga sangat berperan penting dalam mengambil keputusan untuk kebaikan masa depan keluarganya. Ayah merupakan sosok yang penting dalam keluarga. Saat menjalankan kewajibannya dengan baik, ayah menjadi sosok panutan yang bertanggungjawab dengan melindungi keluarganya. Peran ayah dalam keluarga juga tentu akan memberikan pengaruh dalam pembentukan sebuah keluarga. Meski ayah dan ibu memiliki peran dan fungsinya masing-masing baik dalam hal pengasuhan anak maupun rumah tangga, tetapi peran ayah memiliki nilai yang lebih tinggi sebagai pemimpin. Ayah memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran dalam mendidik dan memimpin keluarga serta putra-putrinya untuk mentaati Allah SWT. Peran ayah dalam keluarga sudah harus terwujud mulai dari dilahirkannya anak didunia
Strategi Pembinaan Karakter Disiplin Siswa Oleh Guru PAI Melalui Positive Reinforcement Di SMA Bakti Ponorogo
Anggraini, Ellys Dwi. 2024. Strategi Pembinaan Karakter Disiplin Siswa Oleh Guru PAI Melalui Positive Reinforcement di SMA Bakti Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Safiruddin Al Baqi, M.A.
Kata Kunci: Karakter Disiplin, Peran Guru PAI, Positive Reinforcement
Kedisiplinan menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, perlu strategi yang tepat dalam membentuk karakter disiplin siswa. Karena ada beberapa siswa yang masih datang terlambat ke sekolah, di SMA Bakti Ponorogo guru PAI menerapkan Positive Reinforcement dalam pembinaan karakter disiplin siswa. Dengan menerapkan teori positive Reinforcement tersebut dapat mencegah ketidak disiplinan siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui Disiplin Siswa di SMA Bakti Ponorogo. (2) mengetahui pelaksanaan Positive Reinforcement di SMA Bakti Ponorogo. (3) mengetahui dampak pelaksanaan penerapan Positive Reinforcement dalam pembinaan karakter disiplin siswa Oleh Guru PAI di SMA Bakti Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan yaitu metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMA Bakti Ponorogo. Subjek penelitian ini yaitu Guru PAI, Waka Kesiswaan dan Siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data analisis menggunakan model Miles, Huberman dan Salda diantaranya kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display), dan penarikan simpulan (conclusions drawing).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Disiplin siswa di SMA Bakti dipengaruhi oleh adanya sanksi apabila melanggar peraturan yang berlaku di sekolah. Untuk meningkatkan disiplin ibadah dilakukann dengan cara melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Dan untuk meningkatkan disiplin sikap guru selalu melakukan pengawasan karena siswa terkadang masih memiliki emosi yang masih labil dan jika siswa semakin dipaksa maka siswa akan memberontak. (2) Pelaksanaan Positive Reinforcement dalam strategi pembinaan karakter disiplin siswa di SMA Bakti Ponorogo yang dilakukan guru yaitu memperkenalkan tata tertib sekolah kepada siswa sejak masa pengenalan lingkungan sekolah. Selain itu guru PAI khususnya memberikan dorongan dan motivasi kepada siswa agar selalu melaksanakan tata tertib yang ada di sekolah. Pelaksanaan Positive Reinforcement dengan pemberian reward (hadiah) sangat berpengaruh terhadap siswa, karena dapat memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dan berprestasi. (3) Dampak penerapan Positive Reinforcement di SMA Bakti Ponororgo yaitu siswa lebih termotivasi untuk bersikap lebih baik dan lebih percaya diri untuk meningkatkan prestasinya
PENGARUH MARKETING SYARIAH DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA UMKM DI KECAMATAN TAMAN KOTA MADIUN
Volume Penjualan merupakan puncak kegiatan dalam seluruh kegiatan
perusahaan, oleh karena itu penjualan memegang peranan yang sangat penting bagi
UMKM sehingga berbagai upaya dilakukan agar produk yang ditawarkan baik itu
barang atau jasa dapat diterima oleh pasar yang tentunya akan memberikan penghasilan
bagi pelaku UMKM. Namun, sistem pemasaran saat ini masih dipandang sebelah mata
oleh sebagian besar pelaku bisnis, yang ternyata juga sangat berpengaruh terhadap
peningkatan volume penjualan. Sistem pemasaran sangat berpengaruh dalam
pencapaian volume penjualan yang maksimal, karena meskipun produk yang
ditawarkan sudah menarik, harga produknya baik, namun jika tidak disertai dengan
cara pemasaran yang tepat dan kualitas produk yang baik, penjualan tidak akan
meningkat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis secara parsial
maupun secara simultan syariah marketing dan kualitas produk terhadap volume
penjualan pada UMKM di Kecamatan Taman Madiun menggunakan metode
kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan teknik
simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Variabel
independen yang digunakan yaitu Marketing Syariah dan kualitas produk Sedangkan
variabel dependennya yaitu volume penjualan. Teknik analisis data yang digunakan
validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis yang terdiri dari uji regresi
linier sederhana dan berganda, uji R square, uji F, dan uji t. Populasi penelitian ini
terdapat 142 sampel yang digunakan yaitu 59 sampel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Marketing syariah berpengaruh
secara parsial terhadap Volume penjualan pada UMKM diperoleh nilai signifikasi
sebesar 0,019<0,05. Marketing Syariah berpengaruh positif terhadap volume penjualan
Artikanya jika menerapkan Marketing Syariah semakin tinggi pula volume penjualan
yang dihasilkan. 2). Kualitas produk berpengaruh secara parsial terhadap volume
penjualan pada UMKM diperoleh nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,05. Kualita produk
berpengaruh positif terhadap volume penjualan. Artinya jika kualitas produk yag
diberikan sangat baik maka semakin tinggi pula volume penjualan yang dihasilkan.3).
Secara simultan Marketing Syariah dan Kualitas produk berpengaruh terhadap volume
penjualan. Dibuktikan dengan uji f dan diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan
nilai koefisiein determinasi (Rsquare) sebesar 99,7% dan sisanya 0,03% dipengaruh
oleh faktor lain yang tidak masuk dalam model penelitian ini
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kepuasan dan Costumer Relationship Marketing Terhadap Loyalitas Nasabah di Bank BMI KCP Ponorogo
Puspitasari, Dian. Pengaruh Kualitas Pelayanan Kepuasan dan Costumer Relationship Marketing Terhadap Loyalitas Nasabah di Bank Muamalat KCP Ponorogo. Skrpsi. 2024. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Ajeng Pipit Fitriani, M.S.A.
Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan, CRM, Loyalitas Nasabah
Pada masa sekarang ini, persaingan dalam dunia bisnis terutama perbankan semakin ketat dan kompetitif. Loyalitas nasabah seharusnya dijadikan target tertinggi yang harus dibangun dan dicapai oleh para manajemen di perbankan khususnya perbankan syariah. Hal tersebut dikarenakan tingkat persaingan antar lembaga keuangan syariah semakin ketat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin rendahnya loyalitas nasabah di Bank Muamalat KCP Ponorogo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan, kepusan dan CRM terhadap loyalitas nasabah di Bank Muamalat KCP Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner yang disebarkan kepada nasabah Bank Muamalat KCP Ponorogo dengan populasi sebanyak 7000 nasabah dan sampel sejumlah 100 responden dengan teknik incidental sampling. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda yang terdiri dari uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi yang diolah menggunakan alat bantu SPSS Statistic 22.
Hasil penelitian ini berdasarkan uji t menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah. Variabel kepuasan tidak berpengaruh terhadap loyalitas nasabah, variabel costumer relationship marketing berpengaruh postif dan signifkan terhadap loyalitas nasabah. Berdasarkan uji F menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan, kepuasan dan costumer relationship marketing secara simultan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sewa Menyewa Lapak Pedagang Kaki Lima Di Desa Sugihwaras Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo
Subrata, Reson Adytia 2024. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sewa Menyewa Lapak Pedagang Kaki Lima di Desa Sugihwaras Candi Sidoarjo.) Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Moh. Mukhlas, M.Pd.
Kata kunci: Hukum Islam, sewa lapak pedagang kaki lima.
Berdasarkan dari latar belakang masalah adanya sewa menyewa lapak pedagang kaki lima di Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo yang dalam Yang dalam sewanya terdapat permasalahan dikarenakan objek yang disewakan bukan kepemilikan asli dari pengelola, melainkan milik tanah pemerintah Kabupaten. Maka Alasan penelitian ini karena peneliti ingin memahami fenomena sewa menyewa lapak pedagang kaki lima di Desa Sugihwaras Candi Sidoarjo.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap hak kepemilikan objek sewa menyewa lapak pedagang kaki lima di Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo? 2. Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penarikan biaya sewa dalam praktik sewa menyewa lapak pedagang kaki lima di Desa Sugihwaras Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo?
Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan (Qualitatif field research) dengan menggunakan pendekatan Studi Kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan secara Interaktif yang berlangsung secara terus menerus hingga datanya mencapai titik jenuh, kemudian dianalisis dan berakhir dengan kesimpulan terhadap permasalahan yang diteliti.
Berdasarkan analisis data dapat di simpulkan bahwa hak kepemilikan dalam objek sewa menyewa lapak pedagang kaki lima di Desa Sugihwaras Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, belum sesuai dengan Hukum Islam, karena hak kepemilikan objek sewa menyewa belum sah dari segi kepemilikan dan melanggar ketentuan sewa menyewa dalam hukum Islam. Adapun penarikan biaya sewa dalam praktik sewa menyewa lapak pedagang kaki lima di Desa Sugihwaras Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, belum sah menurut hukum Islam, karena belum memenuhi rukun dan syarat sah sewa yaitu terkait dengan lahan yang disewakan merupakan lahan pemerintah dan tidak dapat disewakan dan diperjual belikan karena merupakan sempadan jalan yang tidak bisa digunakan secara bebas
Peranan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) dalam Meningkatkan Sadar Halal Bagi Pelaku Usaha Melalui Program Self Declare di PHC IAIN Ponorogo
Pendamping merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan pada upaya pemberdayaan, pengembangan, kesejahteraan serta kemandirian masyarakat. Adanya proses pendampingan ini secara langsung juga memberikan kemudahan khususnya bagi para pelaku usaha dalam mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi khususnya dalam mengambil suatu keputusan. Halal merupakan aspek terpenting dalam kegiatan konsumsi masyarakat muslim. Pengembangan industri halal merupakan salah satu langkah Pemerintah guna meningkatkan daya saing produk halal di Indonesia dengan dukungan logistik, penggabungan proses produksi dan juga dengan sertifikasi satu layanan yang sifatnya menyeluruh yang dapat diakses dengan mudah oleh para pelaku usaha. Pada penelitian ini menggunakan teori peran yang didalamnya terdapat tiga macam jenis peran yakni peran aktif, peran partisipatif, serta peran pasif.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik bservasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data.
Hasil penelitian menunjukkan peran aktif pendamping proses produk halal bahwa dari empat indikator ini informasi yang diperoleh oleh peneliti bahwa ibu Mujiati selaku pendamping yang selalu berperan aktif dalam kegiatan pendampingan ini telah memenuhi keempat indikator dari peran aktif. Akan tetapi pada indikator yang kedua yakni menyebarkan informasi yang diperoleh kepada seluruh anggota organisasi dari hasil wawancara yang kemudian di analisis oleh peneliti belum efisien.Sedangkan dari peran partisipatif dari dua indikator ibu Husna sebagai informan dari pendampingan proses produk halal ini tidak sepenuhnya sesuai dengan indikator teori yang diungkapkan diatas. Sebagai pendamping ibu Husna tidak serta merta hanya memantau kinerja saja melainkan juga ikut serta kegiatan pendampingan ini mulai dari awal sampai akhir. Selain itu ibu Husna juga tidak hanya sebagai perantara akan tetapi ibu Husna justru menjadi pemeran utama pada kegiatan pendampingan yang dilakukan. Adapun jenis peran pasif dari dua indikator tersebut tidak sepenuhnya keduanya relevan antara data yang ada dengan teori tersebut. Faktanya walaupun pendamping tersebut berperan pasif akan tetapi tidak hanya sebagai figuran dan hanya sebagai simbol saja akan tetapi pendamping yang berperan pasif ini juga melakukan pendampingan walaupun hasil akhirnya tidak maksimal.
Kata Kunci: Peran, Sadar Halal, Self Declar
Kesadaran Pelaku Usaha Kuliner di Ponorogo Tentang Jaminan Makanan Halal
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran halal mulai dari tingkat pemahaman, pengetahuan, sikap dan tindakan para pelaku usaha. Pemilik usaha tempat makan di Ponorogo tentunya harus meningkatkan kualitas keamanan, kesehatan, dan kehalalan produknya. Hal ini penting sebagai upaya agar produk yang dihasilkan dapat memberikan rasa nyaman dalam konsumsi sekaligus memenuhi persyaratan perlindungan konsumen. Sebenarnya sebagian pemilik usaha tempat makan sudah mengambil langkah untuk menempelkan label halal pada produk yang dimiliki, hal itu salah satu bentuk sadar halal yang dilakukan walaupun tanpa persetujuan MUI dan sebenarnya tidak boleh dilakukan sebelum memperoleh sertifikat halal secara sah. Permasalahan rendahnya tingkat kesadaran halal para pelaku usaha kuliner tempat makan di Ponorogo membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah sebagai bagian dari elemen masyarakat, untuk memberikan upaya-upaya yang baik kepada masyarakat muslim khususnya seperti melakukan sosialisasi dan edukasi serta pendampingan secara intensif.
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti melakukan wawancara dengan owner pelaku usaha kuliner, staf karyawannya, pihak yang terlibat dan para konsumennya. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan metode induktif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis terkait dengan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tindakan pelaku usaha kuliner tentang jaminan makanan halal. Selain itu untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan masih rendahnya tingkat kesadaran halal para pelaku usaha kuliner di Ponorogo.
Hasil penelitian ini adalah pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha kuliner tentang produk halal masih rendah. Pengetahuan dan pemahaman mengenai mengenai perolehan bahan baku, proses produksi kurang hanya sebatas menjangkau lokasi terkedat, tanpa mengecek label halal, kandungan dan kadaluwarsa produk yang dibeli. Namun berdasarkan hasil observasi produk yang merke gunakan sudah tersertifikasi halal. Sedangkan untuk fasilitas selama produksi perlu ditingkatkan terumatama dalam penyembelihan hewan. Di sini mereka merasakan keberadaan regulasi yang mengatur, meskipun belum pernah mengetahui dan membacanya. Selanjutnya terkait dengan pengetahuan tentang cara untuk mendapatkan sertifikat produk halal pun bagi para pelaku usaha sangat awam dan diperlukan sosialisasi serta edukasi untuk merubah pola pikir mereka tentang produk halal dan jika sertifikasi halal merupakan sebuah kewajiban pemerintah harus memfasilitasi petugas yang mendampingi para pelaku usaha kuliner untuk mendaftar sertifikasi halal. Faktor-faktor yang melatarbelakangi penyebab kurangnya pengetahuan, pemahaman, sikap dan tindakan para pelaku usaha adalah ketidaktahuan dan kurangnya sosialisasi, edukasi tentang standarisasi produk halal.
Kata Kunci: Kesadaran Halal, Jaminan Makanan Halal, Pelaku Usaha Kuline
(file harus bentuk pdf, semua judul di tulis huruf kecil semua...SILAKAN UPLOAD ULANG ..) PANDANGAN AL-QUR’AN TENTANG OVERTHINKING SERTA SOLUSINYA (Studi Tematik Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhailî)
ABSTRAK
Fitria Wulandari, 2024. Pandangan Al-Qur’an Tentang Overthinking Serta Solusinya (Studi Tematik Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhaili), Skripsi, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Prof. Dr Aksin, M.Ag
Kata Kunci: Overthinking, Tafsir Al-Munir, Wahbah Az-Zuhaili
Seiring dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat, overthinking kerap terjadi baik pada kaum remaja maupun dewasa yang mengakibatkan seseorang khawatir, takut terhadap sesuatu yang belum terjadi dan membandingkan apa yang telah dicapai oleh dirinya dengan apa yang dicapai oleh orang lain dan mengakibatkan seseorang sering menjadikan kesuksesan orang lain sebagai tolak ukur. Di dalam Al-Qur’an telah dibahas semua yang akan terjadi di masa depan seperti fenomena yang terjadi yakni adanya overthinking. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisa ayat overthinking dalam Al-Qur’an dan pandangan Wahbah Az-Zuhaili terhadap ayat overthinking serta solusinya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menggunakan sumber data primer yakni kitab Tafsir Al-Munir, dan sumber data sekunder yaitu beberapa buku, jurnal artikel maupun literatur-literatur lainnya yang relevan dengan penelitian ini. Data-data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan metode deskriptis analitis dengan menampilkan penafsiran Wahbah yang telah dipilih secara teratur dan sisitematis.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Al-Qur’an tidak langsung menyebutkan secara spesifik ayat tentang overthinking, namun memberikan nilai-nilai yang relevan dengan pengertiannya. Beberapa ayat yang membahas mengenai kecemasan perspektif Al-Qur’an diantaranya yakni rasa cemas terhadap masa depan, adanya kekhawatiran dan ketakuan akan sesuatu yang belum terjadi yaitu dalam QS. Al Ahzab ayat 19, QS. Al Baqarah ayat 38, QS. Al-Baqarah ayat 155. Kemudian beberapa ayat tentang putus asa yang berkaitan dengan overthinking yaitu QS. Yusuf ayat 80, 87, dan 110, QS. Al-Hijr ayat 56, QS. Ar-Rum ayat 36, QS. Az-Zumar ayat 53, QS. As-Syura ayat 28. Menurut Wahbah overthinking merupakan bentuk dari ketakutan dan putus asa. Seseorang yang overthinking sering menghabiskan waktu untuk memikirkan sesuatu, tanpa adanya proses penyelesaian atau tindakan sehingga dianggap stagnan dan tidak menyelesaikan masalah