Electronic theses of IAIN Ponorogo
Not a member yet
    17836 research outputs found

    Komunikasi Pengasuh Terhadap Santri Penghafal Al-Qur'an Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Di Pondok Pesantren Pendowo Walisongo Ponorogo

    No full text
    Peranan seorang pengasuh di pondok pesantren pada dasarnya mampu menjadi motivator dan juga menjadi contoh teladan bagi para santri. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan komunikasi yang harus dimiliki seorang pengasuh dan memperhatikan seperti apa komunikasi yang digunakan sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh santri. Adanya pendekatan komunikasi oleh pengasuh berpengaruh penting dalam program menghafal Al-Qur’an Santri terutama dalam meningkatkan kedisiplinan. Jika pesan yang diberikan dapat diterima oleh santri dengan sesuai harapan hal tersebut dapat memengaruhi mereka agar termotivasi dan meningkatkan kedisiplinan hafalan Al-Qur’an, sehingga sebuah komunikasi akan dikatakan berhasil dan juga berjalan dengan sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi komunikasi pengasuh terhadap santri penghafal Al-Qur’an dalam meningkatkan kedisiplinan di Pondok Pesantren Pendowo Walisongo Ponorogo, dan hasil komunikasi pengasuh terhadap santri penghafal Al-Qur’an dalam meningkatkan kedisiplinan di Pondok Pesantren Pendowo Walisongo Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil data dari lapangan atau mengikuti, menyaksikan aktifitas komunikasi yang dilakukan pengasuh Pondok Pesantren Pendowo Walisongo Ponorogo. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik: wawancara, dokumentasi, dan observasi. Melalui teknik tersebut peneliti menganalisis data-data yang diperlukan. Dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa implementasi komunikasi pengasuh pada santri penghafal Al-Qur’an dalam meningkatkan kedisiplinan di Pondok Pesantren Pendowo Walisongo Ponorogo menggunakan perspektif humanistik meliputi: keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap positif (positiveness), dan sikap mendukung (supportiveness). Hasil dari penerapan komunikasi yang dilakukan pengasuh terhadap santri penghafal Al-Qur’an dalam meningkatkan kedisiplinan di Pondok Pesantren Pendowo Walisongo Ponorogo adalah dibuktikan dengan meningkatnya kedisiplinan santri penghafal Al-Qur’an dalam menaati peraturan, menjauhi larangan, berpartisipasi dalam kegiatan belajar, serta kepedulian terhadap lingkungan

    NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM NOVEL SUJUD NISA DI KAKI TAHAJJUD SUBUH KARYA KARTINI NAINGGOLAN DAN IMPLIKASINYA PADA PELAKSANAAN P5-PPRA KURIKULUM MERDEKA DI MTS

    No full text
    Pendidikan di Indonesia selama ini cenderung berfokus pada aspek kognitif, seperti prestasi akademik, tanpa banyak menekankan pada pengembangan karakter siswa. Hal ini menimbulkan kesenjangan dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. Sebagai solusi, kurikulum merdeka melalui proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dan rofil pelajar rahmatan lil alamin (PPRA) hadir untuk menyeimbangkan aspek kognitif dan karakter, dengan menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam proses pendidikan. Pendidikan Islam juga sejalan dengan visi ini, karena menekankan pentingnya akhlak mulia dan integritas, sejalan dengan pembentukan karakter yang menyeluruh. Dalam konteks novel-novel pendidikan, pengembangan karakter sering kali diangkat sebagai tema utama, menggambarkan perjalanan tokoh dalam menemukan jati diri dan nilai moral yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan Islam (nilai akidah, nilai akhlak, nilai ibadah, nilai sosial) yang terdapat pada novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud Subuh karya Kartini Nainggolan, dan untuk menjelaskan implikasi nilai pendidikan Islam pada pelaksanaan P5-PPRA kuriulum merdeka Madrasah Tsanawiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library reaserch). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud Subuh karya Kartini Nainggolan yang digunakan untuk mencari, menemukan data berupa dialog-dialog antar tokoh dalam novel ini yang menunjukkan nilai pendidikan Islam (nilai akidah, nilai akhlak, nilai ibadah, nilai sosial). Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud Subuh karya Kartini Nainggolan mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yaitu nilai akidah, nilai akhlak, nilai ibadah dan nilai sosial. Nilai akidah meliputi iman kepada Allah swt, iman kepada Qada dan Qadar. (2) Nilai akhlak terdapat nilai jujur, bersyukur, berbakti kepada orang tua, tadabbur dan muhasabah. (3) Nilai ibadah meliputi salat, membaca Al-Quran, berdoa, dan menuntut ilmu. (4) Nilai sosial terdapat nilai tolong-menolong dan bertanggung jawab. (5) Terdapat implikasi nilai pendidikan Islam dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud Subuh pada pelaksanaan P5-PPRA kurikulum merdeka Madrasah Tsanawiyah

    Pengembangan Modul IPAS Berorientasikan Model Project Based Learning (PJBL) untuk Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Kelas V di MIN 4 Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Anggraini, Geby Nurvita. 2024. Pengembangan Modul IPAS Beorientasi Model Project Based Learning (PJBL) Untuk Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Kelas V di MIN 4 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kegururuan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Faninda Novika Pertiwi, M.Pd. Kata Kunci: Modul IPAS, Project Based Learning (PJBL), Kreativitas Belajar Siswa. Kreativitas merupakan suatu tuntutan yang sangat penting dalam kehidupan pada saat ini. Kreativitas menghasilkan berbagai inovasi dan perkembangan baru. Kreativitas biasanya dikaitkan dengan kemampuan atau bakat dalam menciptakan sesuatu yang imajinatif. Dilingkungan sekolah, peserta didik berinteraksi untuk mengembangkan kreativitasnya, kreativitas dalam diri peserta didik digunakan untuk menghadapi berbagai masalah yang muncul selama berinteraksi dengan lingkungannya serta mencari alternatif pemecahannya sehingga tercapai penyesuaian diri secara kuat. Tujuan Penelitian (1) Untuk mengembangkan modul IPAS berorientasi model Project Based Learning yang efektif bagi siswa kelas V di MIN 4 Ponorogo. (2) Mengetahui kelayakan modul IPAS berorientasi model Project Based Learning (PJBL) di MIN 4 Ponorogo. (3) Mengetahui efektivitas penerapan modul IPAS berorientasi model Project Based Learning (PJBL) terhadap peningkatan kreativitas belajar kelas V di MIN 4 Ponorogo. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Dengan menggunakan model Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di MIN 4 Ponorogo yang berjumlah 26 siswa. Penelitian ini menggunakan metode validasi, kuesioner, dan tes. Teknik Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t dan Gain Ternormalisasi (N-Gain). Berdasarkan hasil penelitian modul IPAS berorientasi model Project Based Learning untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas V di MIN 4 Ponorogo yang dikembangkan berorientasi model ADDIE menunjukkan bahwa (1) Hasil penilaian ahli media menunjukkan bahwa modul IPAS berorientasi model Project Based Learning yang telah dikembangkan mendapatkan kategori baik dengan skor 69,94% sedangkan hasil penilaian ahli materi menunjukkan kategori sangat baik dengan skor 89%. Hal ini menunjukan bahwa pengembangan modul IPAS berorientasi model Project Based Learning “layak digunakan tanpa revisi” (2) Hasil penilaian dari angket kepraktisan respon peserta didik menunjukkan bahwa modul IPAS berorientasi model Project based Learning telah dikembangkan dengan hasil nilai 83% dengan kriteria respon sangat layak. (3) Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa t hitung 4,907> t tabel 2,056 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kreativitas belajar siswa yang menggunakan modul IPAS berorientasi model Project Based Learning untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas V di MIN 4 Ponorogo

    Studi Komparatif Konsep Pendekatan Pendidikan Islam Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Fazlur Rahman dan Relevansinya Terhadap Penerapan Pendidikan Islam di Indonesia

    No full text
    Pendidikan memiliki peran yang penting dalam kehidupan bermasyarakat dan negara untuk mencapai tujuan bangsa. Oleh karena itu, manajemen dan organisasi pendidikan nasional harus digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan nasional tersebut. Sedangkan pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang bisa mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan kompleks pada siswa, tidak hanya aspek kecerdasan intelektualnya saja, melainkan juga kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual, sehingga mampu menciptakan keseimbangan antara sisi individu dan kehidupan sosial dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Bagaimana konsep pendidikan Islam menurut Syed Muhammad Naquib Al-attas dan Fazlur Rahman (2) persamaan dan perbedaan pendekatan pendidikan Agama Islam menurut Syed Muhammad Naquib Al-attas dan Fazlur Rahman (3) relevansi dari konsep pendekatan pendidikan Agama Islam menurut Syed Muhammad Naquib Al-attas dan Fazlur Rahman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kajian pustaka (library research). Penelitian ini dilaksanakan dengan bertumpu pada data-data kepustakaan, yaitu dengan mengkaji data-data yang berhubungan dengan pembahasan masalah dalam penelitian ini, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode content analysis dan comparative study. Adapun hasilnya adalah: (1) Konsep pendidikan Islam menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Fazlur Rahman memiliki pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi. Al-Attas menekankan pendidikan sebagai proses penyemaian adab, yaitu pembentukan karakter, moralitas, serta pengenalan diri dan Tuhan, dengan wahyu sebagai landasan utama. Sebaliknya, Fazlur Rahman mengambil pendekatan yang lebih modern dan rasional, menekankan perlunya reinterpretasi ajaran Islam melalui pendekatan historis dan kontekstual agar relevan dengan tantangan zaman. (2) Persamaan dan perbedaan keduanya sepakat bahwa pendidikan Islam harus memperdalam pemahaman agama serta meningkatkan kualitas spiritual dan intelektual individu, meskipun Al-Attas lebih konservatif dengan mengutamakan wahyu, sedangkan Rahman lebih pragmatis dan rasional. (3) Pemikiran keduanya relevan dengan pendidikan di Indonesia, terutama dalam integrasi ilmu agama dan umum serta pendekatan pembelajaran yang menekankan analisis kritis, sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kehadiran lembaga pendidikan yang berupaya menghilangkan dikotomi ilmu mencerminkan penerapan pemikiran kedua tokoh ini dalam konteks pendidikan modern di Indonesia. Kata Kunci: Studi Komparasi, Pendekatan Pendidikan Islam, Syed Muhammad Naquib Al-attas ; Fazlur Rahman

    ..(GUNAKAN TTD ALSI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UP[LOAD ULANG)..IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) BERMUATAN BUDAYA KEARIFAN LOKAL BATIK SUKUN SMPN 5 PONOROGO

    No full text
    Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang akan disingkat P5 yaitu sebuah inisiatif pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam diri siswa. Oleh karena itu, pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi sangat penting dalam konteks pendidikan di Indonesia. Sedangkan pemerintah membuat sebuah program yang akan dijalankan oleh sekolah. Program ini bertujuan untuk dirancang dalam mengembangkan karakter dan keterampilan siswa melalui pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan isu-isu sosial, budaya, dan lingkungan sekolah. SMP N 5 Ponorogo sudah menerapkan program tersebut selama dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Implementasi tahap pelaksanaaan, perencanaan serta evaluasi dari projek peguatan profil pelajar pancasila (P5) bermuatan budaya kearifan lokal batik sukun di SMPN 5 Ponorogo. (2) Mengetahui faktor pendorong dan penghambat projek peguatan profil pelajar pancasila bermuatan budaya kearifan lokal batik sukun di SMPN 5 Ponorogo. (3) Mengetahui dampak projek peguatan profil pelajar pancasila bermuatan kearifan lokal batik sukun di SMPN 5 Ponorogo. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian yaitu siswa SMPN 5 Ponorogo, tim koordinator P5 batik sukun, waka kurikulum SMPN 5 Ponorogo. Adapun objek penelitian ini adalah Implementasi Projek Peguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Bermuatan Budaya Kearifan Lokal Batik Sukun. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini mengunakan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana serta triangulasi untuk keabsahan data. Berdasarkan analisis data, 1). Implementasi program P5 batik sukun di SMPN 5 Ponorogo telah dilakukan dengan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program tersebut. Tehap merencanaan Siswa diarahkan untuk membuat kain batik dengan motif daun sukun sesuai kreativitas individu mereka. Tahap pelaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, dan Jum‘at selama satu jam dari pukul 13.00 hingga 14.00. Tahap evaluasi P5 ini dilakukan untuk menilai efektivitas dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembentukan karakter siswa. 2). Faktor pendorong dan penghambat program P5 batik sukun meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya dukungan, rendahnya kesadaran akan kearifan lokal, dan tantangan kurikulum. 3). Dampak program ini antara lain peningkatan apresiasi budaya lokal, pengembangan karakter sesuai nilai Pancasila, peningkatan keterampilan seni, peluang ekonomi, penguatan hubungan sekolah-masyarakat, dan peningkatan citra sekolah. Kata Kunci : Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Budaya Kearifan Lokal, Batik Sukun

    ..(TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UBAH FILE KE PDF, UPLOAD ULANG)..Hubungan Antara Partisipasi Dalam Kegiatan Keagamaan Sekolah Dengan Sikap Spiritual Siswa Di MTs Nurul Qur'an Ponorogo Tahun Ajaran 2024/2025

    No full text
    Prastika, Dea Frescilia Ajeng. 2024. Hubungan Antara Partisipasi Dalam Kegiatan Keagamaan Sekolah Dengan Sikap Spiritual Siswa di MTs Nurul Qur’an Ponorogo. Skripsi, Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Panggih Wahyu Nugroho, M.Pd. Kata Kunci: Partisipasi Kegiatan Keagamaan, Sikap Spiritual, Siswa, MTs Nurul Qur’an Ponorogo. Kolaborasi antara sikap dan spiritual sangat penting untuk dibahas dalam konteks pendidikan, khususnya terkait dengan kegiatan keagamaan di sekolah. Fenomena degradasi moral di kalangan siswa, terutama di tingkat sekolah menengah, semakin mengkhawatirkan. Degradasi moral dapat terlihat dalam bentuk perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai sosial dan agama, seperti perundungan, tindakan kekerasan, dan kurangnya rasa hormat terhadap guru maupun sesama siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi dalam kegiatan keagamaan di MTs Nurul Qur’an Ponorogo, bagaimana sikap spiritual siswa di MTs Nurul Qur’an Ponorogo dan juga hubungan partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan terhadap sikap spiritual di MTs Nurul Qur’an Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik korelasional. Angket dibagikan kepada 146 responden. Selanjutnya, hasil dari angket ini akan dikaitkan dengan rumusan masalah, Berdasarkan analisis data dapat dipaparkan partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan di MTs Nurul Qur’an Ponorogo berada dalam kategori cukup baik, dengan 56 siswa yang terlibat, yang berjumlah 0,384%. Sikap spiritual siswa di sekolah ini juga menunjukkan hasil yang baik, dengan 55 siswa masuk dalam kategori cukup baik, yang mewakili persentase sebesar 0,377%. Terdapat hubungan partisipasi kegiatan keagamaan dengan sikap spiritual siswa MTs Nurul Qur’an Ponorogo disini menggunkan rumus SPSS yang mana uji korelasi pearson yang telah dihasilkan data bahwa ada hubungan signifikansi partisipasi kegiatan keagamaan dengan sikap spiritual siswa MTs Nurul Qur’an Ponorogo Tahun Ajaran 2024/2025 yang ditandai dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 (berdistribusi ada hubungan). Dari sinilah dinyatakan bahwa hipotesis yang di terima adalah Ha (ada hubungan signifikansi partisipasi kegiatan keagamaan dengan sikap spiritual siswa)

    PEMBINAAN GURU METODE TILAWATI DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN PEMBELAJARAN AL-QUR’AN (STUDI PADA TILAWATI CABANG PONOROGO)

    No full text
    ABSTRAK Hakim, Muhmmad Azizul. 2024. Pembinaan Guru Metode Tilawati dalam Meningkatkan Penguasan Pembelajaran Al-Qur’an (Studi Pada Tilawati Cabang Ponorogo). Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Wahid Hariyanto, M.Pd.I. Kata Kunci: Pembinaan Guru, Metode Tilawati, Kemampuan Mengajar, Pembelajaran Al-Qur’an Kemampuan mengajar guru al-Qur'an yang baik harus memiliki standar dan kompetensi agar bisa menyampaikan ilmu yang berkualitas kepada para santrinya. Karenanya seorang guru al-Qur’an harus senantiasa mengasah kompetensi dan kemampuan yang dimiliki agar bisa meningkatkan kualitas bacaan al-Qur'an menjadi lebih baik, terlebih al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Dalam upaya meningkatkan kemampuan mengajar al-Qur'an yang baik dapat diperoleh melalui pembinaan guru. Berbagai penelitian terkait pembinaan dan kemampuan guru telah banyak dilakukan namun belum ada yang mengambil fokus pembinaan guru ngaji. Peneliti ini memiliki tujuan yakni I) Menganalisis mekanisme pembinaan kemampuan mengajar guru metode tilawati di Madarasah Diniyah Hasan Tobri. 2) Menganalisis implikasi pembinaan pada kemampuan mengajar guru metode tilawati di Madrasah Dinyah Hasan Tobri. 3) Menganalisis kendala dan solusi pada proses pembinaan guru metode tilawati di Madrasah Dinyah Hasan Tobri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada kemampuan mengajar guru tilawati, dengan menerapkan jenis penelitian studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Partisipan penelitian berasal dari pembina dan guru Madrasah Diniyah Hasan Tobri Ponorogo yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengecekan keabsahan data mengunakan teknik triangulasi yakni triangulasi sumber. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman meliputi kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwasanya I) Mekanisme pembinaan guru meliputi: pertama tahap identifikasi kebutuhan guru, kedua tahap perencanaan pembinaan guru, ketiga tahap pelaksanaan pembinaan, keempat tahap evaluasi. 2) Implikasi pembinaan pada kemampuan mengajar guru meliputi: pertama guru memiliki kemampuan mengajar, kedua guru semakin memahami kondisi peserta didik. 3) Kendala pada proses pembinaan guru meliputi: pertama kurangnya informasi dan kordinasi, kedua kurangnya dukungan dari lembaga pendidikan al-Qur'an, ketiga sumber daya yang terbatas, keempat potensi guru sebagai pembina kurang dimanfaatkan. Adapun solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan diatas akan disampaikan pada pembahasan lebih lanjut ABSTRACT Hakim, Muhammad Azizul. 2024. Coaching Tilawati Method Teachers in Improving Mastery of AlQur'an Learning (Study of Tilawati, Ponorogo Branch). Thesis. Department of Islamic Religious Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Ponorogo State Islamic Institute. Supervisor: Wahid Hariyanto, M.Pd.I. Keywords: Tilawati Method Teacher Development, Teaching Ability. A good Al-Qur'an teacher's teaching ability must have standards and competence in order to convey quality knowledge to his students. Therefore, an Al-Qur'an teacher must always hone his competencies and abilities in order to improve the quality of reading the Al-Qur'an for the better, especially as the Al-Qur'an is a guide to human life. In an effort to improve the ability to teach the Koran well, it can be obtained through teacher development. Various studies related to coaching and teacher abilities have been carried out, but no one has focused on coaching Koran teachers. This researcher has the aim of I) Analyzing the mechanism for developing the teaching abilities of tilawati method teachers at Madarasah Diniyah Hasan Tobri. 2) Analyze the implications of coaching on the teaching abilities of tilawati method teachers at Madrasah Dinyah Hasan Tobri. 3) Analyze the obstacles and solutions in the process of developing tilawati method teachers at Madrasah Dinyah Hasan Tobri. This research uses a qualitative approach that focuses on the teaching abilities of tilawati teachers, by applying a case study type of research. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation. The research participants came from the supervisors and teachers of Madrasah Diniyah Hasan Tobri Ponorogo who were selected using a purposive sampling technique. Checking the validity of the data uses triangulation techniques, namely source triangulation. The research data were analyzed using the Miles and Huberman analysis model including data condensation, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of the research conducted, a conclusion can be drawn that I) The teacher development mechanism includes: first the teacher needs identification stage, second the teacher development planning stage, third the coaching implementation stage, fourth the evaluation stage. 2) The implications of coaching on teachers' teaching abilities include: firstly teachers have teaching abilities, secondly teachers increasingly understand the conditions of students. 3) Obstacles in the teacher development process include: first, lack of information and coordination, second, lack of support from Al-Qur'an educational institutions, third, limited resources, fourth, the potential of teachers as coaches is underutilized. The solutions that will be implemented to overcome the above problems will be presented in further discussion

    BAURAN PEMASARAN BANK MITRA SYARIAH KANTOR KAS PULUNG DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH

    No full text
    Andriani, Dela. Bauran Pemasaran Bank Mitra Syariah Kantor Kas Pulung Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah. Skripsi 2024. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Muchtim Humaidi, M.IRKH. Kata kunci: Bauran Pemasaran, Kendala Hambatan dan Dampak Bauran Bank Mitra Syariah adalah lembaga keuangan yang menyediakan berbagai macam produk untuk menjawab kebutuhan dan keinginan masyarakat. Akan tetapi dengan bauran pemasaran yang sudah dilaksanakan belum menunjukkan kenaikan jumlah nasabah yang signifikan dari bulan ke bulan selama tahun 2023-2024. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bauran pemasaran Bank Mitra Syariah Kantor Kas Pulung. Faktor penghambat dan kendala dalam meningkatkan jumlah nasabah di Bank Mitra Syariah Kantor Kas Pulung. Dampak bauran pemasaran dalam upaya meningkatkan jumlah nasabah pada Bank Mitra Syariah Kas Pulung. Proses Penelitian ini Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis Penelitian lapangan (field research) dengan menjadikan data lapangan sebagai acuan utama, data dan sumber data dalam penelitian ini diperoleh langsung dari sumber aslinya, teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi di Bank Mitra Syariah Kantor Kas Pulung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bauran pemasaran yang dilakukan Bank Mitra Syariah Kantor Kas Pulung meliputi produk, harga,lokasi dan promosi sudah sesuai dengan teori Philip Kotler. Namun dalam promosi kurang efektif karena belom dilakukannya sosialisasi dalam memasarkan produknya, untuk faktor kendala dan penghambatnya pihak Bank Mitra Syariah Kantor Kas Pulung mengalami keterhambatan dan kendala dari segi modal yang belum cukup, pesaing, dan harga. Dampak bauran pemasaran pemasaran yang dilakukan Bank Mitra Syariah Kantor Kas Pulung cenderung mengalami penurunan jumlah nasabah yang berkelanjutan dari bulan ke bulan pada tahun 2023-2024

    Promosi Produk Minimas pada PT BPRS Mitra Mentari Sejahtera

    No full text
    Pesatnya perkembangan lembaga keuangan di Indonesia mengharuskan pihak perusahaan melakukan kegiatan promosi untuk memberitahukan dan mengenalkan produk dan jasa yang dimilikinya, seperti yang dilakukan oleh PT BPRS Mitra Mentari Seahtera. Promosi pada produk minimas sudah dilakukan semaksimal mungkin menggunakan periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan dan publisitas. Promosi yang dilakukan ini dengan harapan para masyarakat mengetahui keuntungan dan kemudahan investasi emas, mengingat emas adalah salah satu investasi yang menguntungkan karena memiliki nilai yang stabil disetiap tahunnya. Menurut teori Kasmir promosi adalah sarana yang paling ampuh yang digunakan untuk mempengaruhi dan mempertahankan nasabah. Namun faktanya setelah pihak BPRS melakukan promosi pada produk minimas, nyatanya belum dapat meningkatkan jumlah nasabah pada produk minimas sehingga jumlah nasabah produk minimas lebih sedikit jika dibandingkan dengan produk lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana promosi yang dilakukan pada produk minimas, kendala yang dihadapi saat mempromosikan produk minimas, serta dampak setelah dilakukan promosi pada produk minimas. Peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pihak BPRS sudah menggunakan empat bauran promosi sesuai dengan teori Kasmir yaitu periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, dan publisitas, namun belum semua bauran promosi dilakukan secara maksimal. 2) Kendala yang dihadapi yaitu karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai investasi emas, sumber daya manusia, adanya persaingan, serta faktor ekonomi nasabah. 3) Dampak promosi yang dilakukan pada produk minimas dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, namun belum mampu meningkatkan jumlah nasabah. Dampak tersebut diketahui melalui survey ke calon nasabah yang sudah ditawari pembiayaan serta nasabah yang sudah selesai menggunakan produk minimas

    (KESEDIAAN PUBLIKASI BELUM ADA, UPLOAD ULANG..)..Inklusivisme Nurcholish Madjid Dan Relevansinya Dengan Nilai Pendidikan Islam Indonesia

    No full text
    Kasus intoleransi di Indonesia masih terjadi dengan angka yang cukup tinggi dari tahun ke tahun. Kondisi ini sangat kontras dengan indeks kesalehan sosial yang justru menunjukkan nilai yang “sangat baik”. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketaatan dalam ritual ibadah dan sikap sosial yang ditunjukkan masyarakat. Dengan kata lain, meskipun masyarakat kita terlihat religius, sikap sosial yang ramah dan terbuka terhadap sesama masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam (1) nilai – nilai inklusivisme dalam pemikiran Nurcholish Madjid, termasuk pengertian, prinsip-prinsip, serta nilai-nilai yang mendasarinya; (2) identifikasi dan analisis nilai – nilai inklusivisme yang terdapat dalam konsep pendidikan Islam; dan (3) relevansi pandangan inklusivisme menurut Nurcholish Madjid dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia dan potensi kontribusinya dalam mendorong pemahaman agama yang lebih inklusif.. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku – buku karya Nurcholish Madjid. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan berupa analisis isi (content analysis). Langkah–langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu: (1) menyusun formulasi permasalahan; (2) mencari literatur yang terkait; (3) mengevaluasi data atau memilah data yang dibutuhkan; dan (4) melakukan analisis dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) inklusivisme dalam pandangan Nurcholish Madjid merupakan manifestasi dari konsep Tauhid yang menegaskan kesetaraan seluruh umat manusia di hadapan Tuhan, serta mendorong penghormatan terhadap keberagaman agama dan budaya; (2) nilai–nilai inklusivisme relevan untuk menghadapi tantangan era modern dengan menekankan pentingnya kurikulum yang terbuka terhadap pluralitas, dialog antaragama, dan keterampilan kritis; dan (3) integrasi nilai–nilai keislaman dengan wawasan kebangsaan, seperti Pancasila, dapat menciptakan generasi yang toleran, nasionalis, dan adaptif terhadap perkembangan global

    0

    full texts

    17,836

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic theses of IAIN Ponorogo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇