3830 research outputs found
Sort by
Konflik Peran Perempuan Dalam Novel Perempuan Batih Karya A. R. Rizal
Peran perempuan meliputi dua ranah yakni domestik dan dan publik. Peran perempuan dalam sektor domestik mengutamakan keamanan dan kenyamanan dalam keluarga sehingga dapat mewujudkan keluarga yang kokoh dan harmonis. Pada sektor publik, terdapat banyak peran yang dapat dilakukan oleh seorang perempuan, seperti berperan dalam bidang organisasi dan pekerjaan sebagai penunjang hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik yang di alami tokoh Gadis dalam novel Perempuan Batih Karya A. R. Rizal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena data yang diperoleh berupa kata yang didapatkan dari narasi, monolog, dan dialog pada novel. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Perempuan Batih Karya A. R. Rizal. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Peneliti berperan penting dalam penelitian, peneliti bertugas sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penafsir data, dan pada akhir menjadi penentu hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dalam novel Perempuan Batih Karya A. R. Rizal, telah ditemukan data bahwa tokoh Gadis mengalami benturan terkait (1) tinggal di rumah, memenuhi kebutuhan pangan, dan memperdulikan anggota keluarga, (2) memberikan keturunan, (3) memberikan pelayanan, (4) memberi makan, menjaga, dan mengasuh, (5) memberikan pendidikan umum, memberikan pendidikan sosial, memberi pendidikan hak terhadap orang tua, memberi pendidikan sikap terhadap suami, dan mengatur keuangan, (6) menjadi juru masak, menjadi pembelanja, menjuak hasil olahan, dan menjual hasil ladang, (7) mengelola ladang, (8) berinteraksi dengan berbicara dan berinteraksi dengan tindakan, (9) berinteraksi dengan berbicara dan berinteraksi dengan tindakan. Penelitian ini diharapkan dapat (1) penelitian ini dapat menjadi salah satu acuan bahan ajar yang dapat digunanakan guru-guru bahasa Indonesia dalam memberikan materi ajar khusunya dalam pembelajaran sastra, (2) penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi penelitian sejenis dan dapat memberikan landasan pembelajaran meneliti baik itu format aupun yang lainnya, dan (3) penelitian ini dapat dijadikan sebuah acuan untuk dilakukan sebuah pengembangan penelitian terkait konflik tokoh
Nilai- Nilai Moral Dalam Lirik- Lirik Lagu Manggarai Karya Rensi Ambang Di Kabupaten Manggarai Barat
Penelitian ini mengkaji tentang Nilai-Nilai Moral dalam Lirik-Lirik Lagu Manggarai Karya Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai moral individu, (2) nilai moral sosial, (3) nilai moral religius. Penelitian ini mengunakan metode deskripsi kualitatif. Dalam penelitian ini berupa data verbal yaitu lirik-lirik lagu manggarai karya Rensi Ambang. Subjek dalam penelitian ini sejumlah lagu yang diciptakan oleh bapak Rensi Ambang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan handphone (HP) sebagai alat pendengar musik dari youtube dan mengunakan panduan kodifikasi data berupa: (1) pendoman wawancara; (2) pendoman kodifikasi korpus data. Teknik penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yakni teknik pengumpulan data, teknik analisis data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut: (1) nilai moral individu dalam kumpulan lirik lagu Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat. Toko Racap, Jodo Ge, Ende BenG’k, Idek Go, Dere Sua Sebu, Kole Beo, Aram Ta, Kawe Bokong, Somba Mori, Ende Campe Ta; (2) nilai moral sosial dalam kumpulan lirik lagu Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat. Toko Racap, Jodo Ge, Ende BenG’k, Idek Go, Dere Sua Sebu, Kole Beo, Aram Ta, Kawe Bokong, Somba Mori, Ende Campe Ta; (3) nilai moral religius dalam kumpulan lirik lagu Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat. Toko Racap, Jodo Ge, Ende BenG’k, Idek Go, Dere Sua Sebu, Kole Beo, Aram Ta, Kawe Bokong, Somba Mori, Ende Campe Ta. Kesimpulan yang diperoleh hasil penelitian nilai-nilai moral dalam liriklirik lagu manggarai karya Rensi Ambang di kabupaten manggarai barat yaitu: (1) nilai moral individu dalam lirik lirik lagu manggarai karya Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat, meliputi rindu, maut, rindu, harga diri, terombangambing beberapa pilihan, kecewa, kecewa, kecewa, harga diri, rasa percaya diri, takut, takut, takut, diri sendiri, rasa percaya diri, diri sendiri; (2) nilai moral sosial dalam lirik lirik lagu manggarai karya Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat, meliputi: Kesetian, Kekeluargaan antara suami istri, Orangtua dan anak, Cinta terhadap tanah air dan bangsa, Cinta terhadap tanah air dan bangsa; (3) nilai moral religius dalam lirik lirik lagu manggarai karya Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat, meliputi: Mohon perlindungan tuhan, Percaya adanya tuhan, Taat kepada tuhan, mohon perlindungan tuhan, Mohon pengampunan (penobatan), Mohon ampun, mohon ampun (penobatan), mohon perlindungan tuhan, mohon perlindungan tuhan, mohon ampun(penobatan), keselamatan kepada bunda maria, keselamatan kepada bunda maria. Saran yang diperoleh hasil penelitian ini yaitu: (1) bagi Masyarakat Manggarai pada Umumnya, untuk mengetahui dan semakin sadar bahwa lagulagu daerah (manggarai) tidak semata-mata diciptakan oleh pengarang sebagai media hiburan saja, tetapi dalam lagu lagu tersebut terdapat banyak pesan dan arti serta mempunyai tujuan tertentu yang disampaikan khusus nilai moral agar manusia dapat menjadi manusia yang bermoral; (2) bagi Peneliti Selanjutnya, penelitian ini hanya membahas nilai nilai moral dalam lirik lirik lagu manggarai karya Rensi Ambang . apabila peneliti selanjutnya yang mengkaji lirik lagu daerah lainya yang berkaitan dengan nilai moral maka ini maka, penelitian ini memberikan informasi tambahan; (3) bagi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, hasil penelitian ini berupa nilai moral individu, nilai moral sosial, dan nilai moral religius. Untuk itu dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber belajar khususnya dalam nilai moral dalam karya sastr
Kajian Folklor Upacara Adat Gelo Sele Di Dusun Babauk Desa Kabuna Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upacara adat gelo sele dalam masyarakat Belu, berupa: (1) mengetahui unsur-unsur sarana verbal dalam upacara adat gelo sele (2) mengetahui unsur-unsur sarana non verbal dalam upacara adat gelo sele (3) mengetahui unsur-unsur aktivitas dalam upacara adat gelo sele (4) mengatahui unsur-unsur makna dalam upacara adat gelo selo. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Dalam penelitian ini berupa data verbal dan subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat dan tua tua adat di Dusun Babauk yang pernah mengikuti upacara adat gelo sele. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan handphone (HP) sebagai alat perekam, buku sebagai bahan referensi,laptop sebagai sarana untuk mengetik data, alat tulis untuk mencatat dan menggunakan panduan kodifikasi korpus data berupa: (1) panduan observasi (2) panduan wawancara dan (3) panduan kodifikasi korpus data. Teknik penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian. Hasil penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: (1) Sarana verbal upacara adat gelo sele terdiri dari: Ungkapan Lo’e Upacara Adat Non, Ungkapan Pae Sele dia uma lulin, Ungkapan Esi Sele, Ungkapan Gelo Sele, Ungkapan gelo sele ulcin agmin, Ungkapan Keri sele. (2) Sarana non verbal upacara adat gelo sele terdiri dari: Da’a no bo, Sele ucun rua, Sele cunun rua, Haa taka anan, Selapan, Sele maran, Tais Ema, Lesu. (3) Aktivitas upacara adat gelo sele terdiri dari: Ungkapan Lo’e Upacara Adat Non, Ungkapan Pae Sele Dia Uma Lulin, Ungkapan Esi Sele, Ungkapan Gelo Sele, Ungkapan Gelo Sele Agmin, Ungkapan Keri Sele, Cuma Gase, Acu Bosok, Uma Lulin. (4) Makna upacara adat gelo sele terdiri dari: Makna Da’a no bo, Makna Haa Taka Anan, Makna Sele Ucun Rua, Makna Sele Cunun rua, Makna Keri Sele, Makna Gelo sele. Kesimpulan yang diproleh dari hasil penelitian ini yaitu melalui upacara adat gelo sele kita lebih banyak mengetahui mengenai kebudayaan Masyarakat di Dusun Babauk yang pada setiap tahunnya memanen jagung muda dan membuat ritual adat yang dinamakan upacara adat gelo sele. dalam upacara adat ini banyak sekali kebudayaan yang bisa kita pelajari dari kekhasannya, perlengkapan, keberadaannya, dan makna yang terdapat dalam upacara adat tersebut
Metafora Dalam Kumpulan Cerpen Ditengah Kegelapan Inuvik Karya Sori Siregar
Metafora merupakan sebuah sarana untuk mengekspresikan imajinasi puitika dan pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya. Penikmat sastra tidak hanya terlepas dari karya sastra seperti prosa fiksi yang diistilahkan dengan prosa cerita seperti cerpen. Cerpen merupakan jenis karya sastra berbentuk prosa fiksi yang menceritakan atau menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tentang metafora dalam kumpulan cerpen Di Tengah Kegelapan Inuvik Karya Sori Siregar. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan secara detail jenis, bentuk, dan makna metafora dalam kumpulan cerpen Di Tengah Kegelapan Inuvik Karya Sori. Teori-teori besar yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metafora dan prosa fiksi. Prosa fiksi memiliki karya rekaan penulis berdasarkan sudut pandangnya, pengalamannya, wawasan ilmu pengetahuannya, apa yang dilihatnya, dan suasana hatinya. Sedangkan metafora memiliki persamaan atau perbandingan yang memiliki makna lain dan fungsi utamanya yaitu untuk memahami. Kedua teori ini saling berhubungan dan bisa digunakan untuk melakukan kajian ini. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dalam penelitian adalah berupa teks-teks narasi dalam kumpulan cerpen. Langkah-langkah pengumpulan data dengan cara membaca dan mencatat sesuai dengan rumusan masalah. Selanjutnya analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis semantik yang mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis jenis, bentuk, dan makna metafora yang terkandung dalam kumpulan cerpen Di Tengah Kegelapan Inuvik karya Sori Siregar. Hasil penelitian berupa metafora dalam kumpulan cerpen Di Tengah Kegelapan Inuvik karya Sori Siregar, dapat disimpulkan tiga unsur yaitu: (1) jenis metafora, (2) bentuk metafora, dan (3) makna metafora dalam kumpulan cerpen Di Tengah Kegelapan Inuvik karya Sori Siregar
Deiksis Persona Dalam Terjemahan Kitab Arbain Annawawiyah
Maksud pembicara tidak jarang menimbulkan kesalah pahaman, antara lain tidak mengusai deiksis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan deiksis orang pertama, kedua dan ketiga dalam Terjemahan Kitab Arba’in Annawawiyah. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data peneliti sebagai instrumen kunci artinya peneliti sendiri bertindak sebagai pengumpul data kemudian instrumen pendukungnya analisis data. langkah langkah pengumpulan data dalam penelitian yakni membaca data, mengidentifikasi data dari terjemahan Kitab Arbain Annawawi, kodefikasi. Teknik pengolahan data penelitian ini dilakukan dengan empat cara yakni seleksi data, reduksi data, kodefikasi data dan klasifikasi data. Berdasarkan hasil pembahasan, simpulan dalam penelitian ini adalah (1) Deiksis persona orang pertama merujuk pada penutur atau dirinya sendiri. Wujud deiksis meliputi bentuk aku, -ku, kami, (2) Deiksis orang kedua merujuk pada seseorang atau lebih dari pendengar atau siapa saja yang dituju dalam pembicaraan. Wujud deiksis meliputi bentuk engkau, kamu, -mu, kalian. (3) Deiksis orang ketiga merujuk pada orang yang bukan penutur dan bukan pula pendengar. Wujud deiksis meliputi bentuk ia, -nya, dia, beliau, mereka. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyarankan beberapa hal sebagai berikut. (1) Bagi Mahasiswa Muslim dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu referensi belajar memahami terjemahan hadist Arbain Annawawiyah. (2) Bagi Guru Mengaji dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi belajar memahami terjemahan hadist Arbain Annawawiyah hadist
Pengembangan Inventori Self Disclosure Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Di SMP Negeri Kabupaten Probolinggo Tahun Pelajaran 2021/2022
Self Disclosure adalah bentuk komunikasi interpersonal dalam bentuk membagi nformasi diri pribadi yakni berisi ide, perasaan dan fantasi serta mengungkapkan reaksi dan tanggapan terhadap suatu situasi yang umumnya disembunyikan namundisampaikan sehingga orang lain mengetahui apa yang dipikirkan, dirasakan dan diinginkan. inventori ini penting untuk dikembangkan karena keterbukaan diri (self disclosure) adalah hal yang setiap hari kita lakukan apabila kita berinteraksi dengan orang lain seperti dengan keluarga, teman, orang baru, orang yang tidak dikenal dan lain lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar tingkat self disclosure setiap siswa yang memiliki validitas dan reabilitas yang baik dan memiliki manfaat bagi konselor dalam memberikan sebuah layanan pribadi dan belajarnya di sekolah. Prosedur pengembangan inventori self disclosure ini berdasarkan prosedur pengembangan Brog and Gall. Instrumen penelitian menggunakan skala keterbukan diri, Populasi penelitiannya adalah siswa SMP Negeri Kabupaten Probolinggo yang berusia 12 – 15 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling yang terpilih adalah sekolah SMPN 1 Paiton di Kabupaten Probolinggo dengan jumlah siswa 30 orang. Teknik analisis yang digunakan untuk menghitung validitas dan reliabilitas menggunakan teknik analisis Cronbach Alpha dan analisis deskriptif.Skala yang digunakan sudah di uji terlebih dahulu oleh 3 ahli, yakni ahli bahasa,ahli psikologi, dan ahli bimbingan dan konseling, hasil uji ahli ini menghasilkan pernyataan-pernyataan yang layak untuk diujikan kelapangan. Hasil pengembangan ini menghasilkan inventori self disclosure untuk siswa SMP Negeri di Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari 27 item pernyataan yang dinyatakan valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,946 yang berarti bahwa inventori yang dikembangkan memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Keterbatasan penelitian ini ialah terlalu sedikit responden yang di uji dan sulitnya mencari responden dalam masa pandemi ini. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu dapat mengembangkan inventori self disclosure untuk siswa yang tingkatan berbeda dengan penelitian ini seperti di SD, SMA dan SMK. Mengingat tingkat pengembangan kematangan, kematangan usua, dan proses belajar mengajar di SD, SMA, dan SMK sangat berbeda dengan tingkatan di SMP. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat lebih uas seperti penambahan responden agar lebih akurat dalam proses pengujian dan proses penghitungan hasil, dan Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan teori lain yang membahas mengenai kecemasan akademik agar siswa dapat lebih memahami secara mendalam mengenai self disclosure yang dialaminy
Efektifitas Konseling Individual Teknik Aversi Untuk Mengurangi Perilaku Agresif Pada Siswa Di SMA Negeri 2 Lembor Selatan
Perilaku agresif adalah perilaku yang dilakukan oleh individu dengan tujuan untuk menyakiti, menyerang dan melukai individu lain, objek lain bahkan pada dirinya sendiri. Siswa SMA Negeri 2 Lembor Selatan yang memiliki kebiasaan berperilaku agresif perlu diberikan layanan konseling individual agar dapat menghambat perilaku agresifnya. Banyak teknik dalam bimbingan dan konseling yang dapat digunakan untuk mengurangi perilaku agresif pada siswa. Salah satunya adalah teknik aversi. Teknik aversi adalah metode-metode yang membawa orang-orang pada tingkah laku yang tidak diinginkan terhambat kemunculannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Konseling Individiual dengan menggunakan teknik aversi untuk mengurangi perilaku agresif pada siswa di SMA Negeri 2 Lembor Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design, subjek penelitian adalah 3 siswa yang mempunyai perilaku agresif tinggi. Dengan menggunakan skala perilaku agresif serta pedoman treatment konseling individual. Hasil penelitian adalah : (1) perilaku agresif siswa sebelum pemberian treatment skor rata-rata mencapai 91,3. (2) perilaku agresif setelah pemberian treatment skor rata-rata megalami penurun mencapai 61,6. (3) melalui hasil uji hipotetis menggunakan hasil uji wilcoxon dihasilkan nilai Zhitung sebesar -1,604 dengan nilai signifikansi 0,109. Oleh karena itu signifikansi Zhitung sebesar 0,109 (sig < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik aversi efektif untuk mengurangi perilaku agresif pada siswa di SMA Negeri 2 Lembor Selatan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengurangan skor perilaku agresif pada siswa dari sebelum dan sesudah diberikan treatment atau pengaplikasian teknik aversi yang diberikan oleh peneliti kemudian dilaksanakan oleh setiap subjek penelitian (Siswa kelas X B). Perubahan perilaku siswa seperti hilangnya kebiasaan mengganggu teman didalam kelas, berkelahi dengan siswa kelas lain, mengadu domba dan tidak berkata kasar didalam kelas maupun diluar kelas. Dianjurkan kepada konselor agar dapat menggunakan teknik aversi sebagai salah satu teknik untuk memberikan layananan bimbingan dan konseling. Karena hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa pemberian koseling individual dengan teknik aversi efekti untuk mengurangi perilaku agresif
COLLEGE STUDENT’S ERROR ANALYSIS BASED ON THEIR MATHEMATICAL CONNECTIONS ON GRAPH REPRESENTATION
This study is investigates the college student’s errors on their graph representations making based on the mathematical connections indicators. Pilot studies were conducted with 4 college students of middle to high ability in Graph Theory class. Data analyze revealed that top 3 subject’s errors are 1) Finding the relations of a representations to it’s concepts and procedures, 2) Applying mathematics in other sciences or real life problems, and 3) Finding relations among procedures of the equivalent representations. Their lack of graph concepts understanding and it’s connections plays the major role in their errors. They failed at recognizing and choosing the suitable properties of graph which able to detect the error of their graph epresentation. So, in order to decrease college student errors in graph representations, we need to strengthen their basic concepts and its connection
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika dengan pendekatan kontekstual. Dalam penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE. Pengembangan dilakukan melalui analisis,desain,pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Fokus pada tulisan ini adalah memaparkan hasil implementasi dan evaluasinya untuk modul matematika yang telah dikembangkan. Evaluasi yang dilakukan pada implementasi ini adalah untuk melihat kepraktisan dan keefektifan modul. Kepraktisan modul dilihat dari hasil angket respon siswa dan hasil angket respon guru, sedangkan keefektifan modul dilihat dari hasil posttest siswa. Hasil angket respon siswa diperoleh persentase rata-rata sebesar 79% dengan kriteria “baik”, sedangkan hasil angket respon guru adalah 95% dengan kriteria “sangat baik”, dan hasil posttest siswa mendapat persentase 68% dengan kriteria “baik”. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada
implementasi dapat dikatakan modul memenuhi kriteria “praktis” dan “efektif