3830 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Materi Suhu dan Kalor Menggunakan Model Pembelajaran Problem solving dengan Asesmen Formatif
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi suhu dan kalor menggunakan model pembelajaran problem solving dengan formatif asesmen. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan sampel sebanyak 38 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah siswa adalah soal uraian dan wawancara singkat untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah awal dan akhir siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) kemampuan pemecahan masalah awal pada materi suhu dan kalor menggunakan model pembelajaran problem solving dengan formatif asesmen masih tergolong rendah, 2) adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa terhadap materi suhu dan kalor setelah menggunakan model problem solving dengan formatif asesmen dengan N-Gain sebesar 0,59 yang masuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat dikemukakan implikasi penelitian bahwa dengan menggunakan model pembelajaran problem solving dengan formatif asesmen dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi suhu dan kalor
Pengaruh Objek Wisata Sumber Taman Terhadap Peningkatan Kesejhteraan Hidup Masyarakat Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang
Pembangunan pariwisata menjadi bagian dalam arah pembangunan ekonomi jangka panjang, yaitu dengan terus mengembangkan dan meningkatkan daya saing global secara perekonomian, yaitu bertumpuh pada peningkatan produktivitas dan inovasi. Keberagaman obyek wisata yang berada di Kabupaten Malang berpotensi besar untuk dikembangkan. Salah satunya adalah objek wisata Sumber Taman. Objek wisata Sumber Taman merupakan salah satu obyek wisata unggulan yang berada di Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, meskipun belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh dari objek wisata Sumber Taman terhadap peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan data sekunder menggunakan metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling adalah sebanyak 98 responden, dimana responden yang akan diambil adalah masyarakat Desa Karangsuko yang bertempat tinggal disekitaran objek wisata Sumber Taman. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana, menunjukan bahwa variable objek wisata Sumber Taman berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. Nilai koefisien regresi variable X (objek wisata Sumber Taman) berpengaruh positif terhadap variable Y (peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat) Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran. Besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,791. Berdasarkan output diatas koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,626 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variable independent (objek wisata Sumber Taman) terhadap variable dependent (peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat) Desa Karangsuko sebesar 62,6%. Jika kualitas objek wisata Sumber Taman (X) meningkat 1 (satuan) maka kesejahteraan masyarakat (Y) juga ikut meningkat sebesar 0,810. Kesimpulan dari penelitian ini adalah objek wisata Sumber Taman berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat Desa Karangsuko. Mengingat sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, maka pariwisata harus terus dikembangkan. Diharapkan kepada pengelolah pariwisata terutama pemerintah Desa Karangsuko untuk lebih mengembangkan lagi objek wisata Sumber Taman terutama dalam pembenahan sarana dan prasarana dan juga meningkakan promosi bidang pariwisata agar objek wisata lebih dikenal
Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Difur di Kecamatan Dullah Utara Kota Tual Maluku
Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, Pulau Dullah merupakan daerah yang menyajikan berbagai obyek dan daya tarik wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah berupa wisata alam. Salah satu potensi wisata alam yang menjadi obyek andalan dan merupakan obyek wisata yang untuk dikunjungi adalah obyek wisata Pantai Difur. Objek Wisata Pantai Difur adalah salah satu pantai di desa Labetawi Kecamatan Dullah Utara Kota Tual. Dibalik potensi alam pantai yang unik ini namun pengembangan objek wisata ini yang masih belum maksimal menjadi persoalan. Hal ini dapat dilihat dari sarana dan prasarana yang kurang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi fisik dan potensi sosial objek wisata pantai difur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan 3 teknik yaitu: teknik wawancara mendalam, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis datanya dengan analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penemuan penelitian ini adalah Desa Labetawi merupakan sebuah desa di Kecamatan Dullah Utara Kota Tual dengan luas wilayah 256 Ha. Letak geografisnya berdampak pada klimatologi yaitu mengalami 2 musim, musim kemarau dan musim hujan. Kegiatan promosi yang tidak optimal dan berbagai fasilitas pelayanan serta prasarana lainnya belum maksimal. Berdasarkan hasil penelitian potensi fisik dan sosial Pantai Difur yang dapat mendukung pengembangan objek wisata. Potensi fisik yang dapat mendukung antara lain: daya dukung fisik seperti: batuan sendimen marine, pasir putih, pohon-pohon, serta unsur pokok lainnya seperti: fasilitas pelayanan, aksesibilitas, infrastruktur, dan akomodasi. Sedangkan potensi sosial yang mendukung pengembangan objek wisata antara lain: daya dukung sosial, daya dukung budaya, daya dukung ekonomi, jumlah dan karakter wisatawan, dan jenis aktivitas wisatawan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) Pada Pokok Bahasan Sistim Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar siswa SMA Negeri 7 Borong
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas X IPS SMA Negeri 7 Borong setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Dalam penelitian ini rumusan masalahnya adalah “Bagaimanakah penerapan model kooperatif tipe TAI di SMA Negeri 7 Borong dan Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa di SMA Negeri 7 Borong?” Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas di mana guru berperan langsung dalam proses pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS SMA Negeri 7 Borong yang berjumlah 23 orang dan objek penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe TAI untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tes berupa soal-soal yang digunakan untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa, observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwa penelitian ini dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X IPS SMA Negeri 7 Borong. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan dikategorikan rendah dengan persentase pencapaian KKM sebesar 39,13%, sedangkan hasil belajar setelah tindakan (tes akhir siklus I) sebesar 65,22% dan hasil belajar tes akhirnsiklus II sebesar 86,96% dengan kategori keberhasilan 100% dari jumlah siswa, artinya seluruh siswa telah mencapai nilai keberhasilan yang telah ditetapkan (minimal 75%). Dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 7 Borong
Konflik Peran Perempuan Dalam Novel Perempuan Batih Karya A. R. Rizal
Peran perempuan meliputi dua ranah yakni domestik dan dan publik. Peran perempuan dalam sektor domestik mengutamakan keamanan dan kenyamanan dalam keluarga sehingga dapat mewujudkan keluarga yang kokoh dan harmonis. Pada sektor publik, terdapat banyak peran yang dapat dilakukan oleh seorang perempuan, seperti berperan dalam bidang organisasi dan pekerjaan sebagai penunjang hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik yang di alami tokoh Gadis dalam novel Perempuan Batih Karya A. R. Rizal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena data yang diperoleh berupa kata yang didapatkan dari narasi, monolog, dan dialog pada novel. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Perempuan Batih Karya A. R. Rizal. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Peneliti berperan penting dalam penelitian, peneliti bertugas sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penafsir data, dan pada akhir menjadi penentu hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dalam novel Perempuan Batih Karya A. R. Rizal, telah ditemukan data bahwa tokoh Gadis mengalami benturan terkait (1) tinggal di rumah, memenuhi kebutuhan pangan, dan memperdulikan anggota keluarga, (2) memberikan keturunan, (3) memberikan pelayanan, (4) memberi makan, menjaga, dan mengasuh, (5) memberikan pendidikan umum, memberikan pendidikan sosial, memberi pendidikan hak terhadap orang tua, memberi pendidikan sikap terhadap suami, dan mengatur keuangan, (6) menjadi juru masak, menjadi pembelanja, menjuak hasil olahan, dan menjual hasil ladang, (7) mengelola ladang, (8) berinteraksi dengan berbicara dan berinteraksi dengan tindakan, (9) berinteraksi dengan berbicara dan berinteraksi dengan tindakan. Penelitian ini diharapkan dapat (1) penelitian ini dapat menjadi salah satu acuan bahan ajar yang dapat digunanakan guru-guru bahasa Indonesia dalam memberikan materi ajar khusunya dalam pembelajaran sastra, (2) penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi penelitian sejenis dan dapat memberikan landasan pembelajaran meneliti baik itu format aupun yang lainnya, dan (3) penelitian ini dapat dijadikan sebuah acuan untuk dilakukan sebuah pengembangan penelitian terkait konflik tokoh
Nilai- Nilai Moral Dalam Lirik- Lirik Lagu Manggarai Karya Rensi Ambang Di Kabupaten Manggarai Barat
Penelitian ini mengkaji tentang Nilai-Nilai Moral dalam Lirik-Lirik Lagu Manggarai Karya Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai moral individu, (2) nilai moral sosial, (3) nilai moral religius. Penelitian ini mengunakan metode deskripsi kualitatif. Dalam penelitian ini berupa data verbal yaitu lirik-lirik lagu manggarai karya Rensi Ambang. Subjek dalam penelitian ini sejumlah lagu yang diciptakan oleh bapak Rensi Ambang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan handphone (HP) sebagai alat pendengar musik dari youtube dan mengunakan panduan kodifikasi data berupa: (1) pendoman wawancara; (2) pendoman kodifikasi korpus data. Teknik penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yakni teknik pengumpulan data, teknik analisis data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut: (1) nilai moral individu dalam kumpulan lirik lagu Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat. Toko Racap, Jodo Ge, Ende BenG’k, Idek Go, Dere Sua Sebu, Kole Beo, Aram Ta, Kawe Bokong, Somba Mori, Ende Campe Ta; (2) nilai moral sosial dalam kumpulan lirik lagu Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat. Toko Racap, Jodo Ge, Ende BenG’k, Idek Go, Dere Sua Sebu, Kole Beo, Aram Ta, Kawe Bokong, Somba Mori, Ende Campe Ta; (3) nilai moral religius dalam kumpulan lirik lagu Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat. Toko Racap, Jodo Ge, Ende BenG’k, Idek Go, Dere Sua Sebu, Kole Beo, Aram Ta, Kawe Bokong, Somba Mori, Ende Campe Ta. Kesimpulan yang diperoleh hasil penelitian nilai-nilai moral dalam liriklirik lagu manggarai karya Rensi Ambang di kabupaten manggarai barat yaitu: (1) nilai moral individu dalam lirik lirik lagu manggarai karya Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat, meliputi rindu, maut, rindu, harga diri, terombangambing beberapa pilihan, kecewa, kecewa, kecewa, harga diri, rasa percaya diri, takut, takut, takut, diri sendiri, rasa percaya diri, diri sendiri; (2) nilai moral sosial dalam lirik lirik lagu manggarai karya Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat, meliputi: Kesetian, Kekeluargaan antara suami istri, Orangtua dan anak, Cinta terhadap tanah air dan bangsa, Cinta terhadap tanah air dan bangsa; (3) nilai moral religius dalam lirik lirik lagu manggarai karya Rensi Ambang di Kabupaten Manggarai Barat, meliputi: Mohon perlindungan tuhan, Percaya adanya tuhan, Taat kepada tuhan, mohon perlindungan tuhan, Mohon pengampunan (penobatan), Mohon ampun, mohon ampun (penobatan), mohon perlindungan tuhan, mohon perlindungan tuhan, mohon ampun(penobatan), keselamatan kepada bunda maria, keselamatan kepada bunda maria. Saran yang diperoleh hasil penelitian ini yaitu: (1) bagi Masyarakat Manggarai pada Umumnya, untuk mengetahui dan semakin sadar bahwa lagulagu daerah (manggarai) tidak semata-mata diciptakan oleh pengarang sebagai media hiburan saja, tetapi dalam lagu lagu tersebut terdapat banyak pesan dan arti serta mempunyai tujuan tertentu yang disampaikan khusus nilai moral agar manusia dapat menjadi manusia yang bermoral; (2) bagi Peneliti Selanjutnya, penelitian ini hanya membahas nilai nilai moral dalam lirik lirik lagu manggarai karya Rensi Ambang . apabila peneliti selanjutnya yang mengkaji lirik lagu daerah lainya yang berkaitan dengan nilai moral maka ini maka, penelitian ini memberikan informasi tambahan; (3) bagi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, hasil penelitian ini berupa nilai moral individu, nilai moral sosial, dan nilai moral religius. Untuk itu dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber belajar khususnya dalam nilai moral dalam karya sastr
Kajian Folklor Upacara Adat Gelo Sele Di Dusun Babauk Desa Kabuna Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upacara adat gelo sele dalam masyarakat Belu, berupa: (1) mengetahui unsur-unsur sarana verbal dalam upacara adat gelo sele (2) mengetahui unsur-unsur sarana non verbal dalam upacara adat gelo sele (3) mengetahui unsur-unsur aktivitas dalam upacara adat gelo sele (4) mengatahui unsur-unsur makna dalam upacara adat gelo selo. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Dalam penelitian ini berupa data verbal dan subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat dan tua tua adat di Dusun Babauk yang pernah mengikuti upacara adat gelo sele. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan handphone (HP) sebagai alat perekam, buku sebagai bahan referensi,laptop sebagai sarana untuk mengetik data, alat tulis untuk mencatat dan menggunakan panduan kodifikasi korpus data berupa: (1) panduan observasi (2) panduan wawancara dan (3) panduan kodifikasi korpus data. Teknik penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian. Hasil penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: (1) Sarana verbal upacara adat gelo sele terdiri dari: Ungkapan Lo’e Upacara Adat Non, Ungkapan Pae Sele dia uma lulin, Ungkapan Esi Sele, Ungkapan Gelo Sele, Ungkapan gelo sele ulcin agmin, Ungkapan Keri sele. (2) Sarana non verbal upacara adat gelo sele terdiri dari: Da’a no bo, Sele ucun rua, Sele cunun rua, Haa taka anan, Selapan, Sele maran, Tais Ema, Lesu. (3) Aktivitas upacara adat gelo sele terdiri dari: Ungkapan Lo’e Upacara Adat Non, Ungkapan Pae Sele Dia Uma Lulin, Ungkapan Esi Sele, Ungkapan Gelo Sele, Ungkapan Gelo Sele Agmin, Ungkapan Keri Sele, Cuma Gase, Acu Bosok, Uma Lulin. (4) Makna upacara adat gelo sele terdiri dari: Makna Da’a no bo, Makna Haa Taka Anan, Makna Sele Ucun Rua, Makna Sele Cunun rua, Makna Keri Sele, Makna Gelo sele. Kesimpulan yang diproleh dari hasil penelitian ini yaitu melalui upacara adat gelo sele kita lebih banyak mengetahui mengenai kebudayaan Masyarakat di Dusun Babauk yang pada setiap tahunnya memanen jagung muda dan membuat ritual adat yang dinamakan upacara adat gelo sele. dalam upacara adat ini banyak sekali kebudayaan yang bisa kita pelajari dari kekhasannya, perlengkapan, keberadaannya, dan makna yang terdapat dalam upacara adat tersebut
Metafora Dalam Kumpulan Cerpen Ditengah Kegelapan Inuvik Karya Sori Siregar
Metafora merupakan sebuah sarana untuk mengekspresikan imajinasi puitika dan pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya. Penikmat sastra tidak hanya terlepas dari karya sastra seperti prosa fiksi yang diistilahkan dengan prosa cerita seperti cerpen. Cerpen merupakan jenis karya sastra berbentuk prosa fiksi yang menceritakan atau menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tentang metafora dalam kumpulan cerpen Di Tengah Kegelapan Inuvik Karya Sori Siregar. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan secara detail jenis, bentuk, dan makna metafora dalam kumpulan cerpen Di Tengah Kegelapan Inuvik Karya Sori. Teori-teori besar yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metafora dan prosa fiksi. Prosa fiksi memiliki karya rekaan penulis berdasarkan sudut pandangnya, pengalamannya, wawasan ilmu pengetahuannya, apa yang dilihatnya, dan suasana hatinya. Sedangkan metafora memiliki persamaan atau perbandingan yang memiliki makna lain dan fungsi utamanya yaitu untuk memahami. Kedua teori ini saling berhubungan dan bisa digunakan untuk melakukan kajian ini. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dalam penelitian adalah berupa teks-teks narasi dalam kumpulan cerpen. Langkah-langkah pengumpulan data dengan cara membaca dan mencatat sesuai dengan rumusan masalah. Selanjutnya analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis semantik yang mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis jenis, bentuk, dan makna metafora yang terkandung dalam kumpulan cerpen Di Tengah Kegelapan Inuvik karya Sori Siregar. Hasil penelitian berupa metafora dalam kumpulan cerpen Di Tengah Kegelapan Inuvik karya Sori Siregar, dapat disimpulkan tiga unsur yaitu: (1) jenis metafora, (2) bentuk metafora, dan (3) makna metafora dalam kumpulan cerpen Di Tengah Kegelapan Inuvik karya Sori Siregar
Deiksis Persona Dalam Terjemahan Kitab Arbain Annawawiyah
Maksud pembicara tidak jarang menimbulkan kesalah pahaman, antara lain tidak mengusai deiksis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan deiksis orang pertama, kedua dan ketiga dalam Terjemahan Kitab Arba’in Annawawiyah. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data peneliti sebagai instrumen kunci artinya peneliti sendiri bertindak sebagai pengumpul data kemudian instrumen pendukungnya analisis data. langkah langkah pengumpulan data dalam penelitian yakni membaca data, mengidentifikasi data dari terjemahan Kitab Arbain Annawawi, kodefikasi. Teknik pengolahan data penelitian ini dilakukan dengan empat cara yakni seleksi data, reduksi data, kodefikasi data dan klasifikasi data. Berdasarkan hasil pembahasan, simpulan dalam penelitian ini adalah (1) Deiksis persona orang pertama merujuk pada penutur atau dirinya sendiri. Wujud deiksis meliputi bentuk aku, -ku, kami, (2) Deiksis orang kedua merujuk pada seseorang atau lebih dari pendengar atau siapa saja yang dituju dalam pembicaraan. Wujud deiksis meliputi bentuk engkau, kamu, -mu, kalian. (3) Deiksis orang ketiga merujuk pada orang yang bukan penutur dan bukan pula pendengar. Wujud deiksis meliputi bentuk ia, -nya, dia, beliau, mereka. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyarankan beberapa hal sebagai berikut. (1) Bagi Mahasiswa Muslim dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu referensi belajar memahami terjemahan hadist Arbain Annawawiyah. (2) Bagi Guru Mengaji dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi belajar memahami terjemahan hadist Arbain Annawawiyah hadist
Pengembangan Inventori Self Disclosure Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Di SMP Negeri Kabupaten Probolinggo Tahun Pelajaran 2021/2022
Self Disclosure adalah bentuk komunikasi interpersonal dalam bentuk membagi nformasi diri pribadi yakni berisi ide, perasaan dan fantasi serta mengungkapkan reaksi dan tanggapan terhadap suatu situasi yang umumnya disembunyikan namundisampaikan sehingga orang lain mengetahui apa yang dipikirkan, dirasakan dan diinginkan. inventori ini penting untuk dikembangkan karena keterbukaan diri (self disclosure) adalah hal yang setiap hari kita lakukan apabila kita berinteraksi dengan orang lain seperti dengan keluarga, teman, orang baru, orang yang tidak dikenal dan lain lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar tingkat self disclosure setiap siswa yang memiliki validitas dan reabilitas yang baik dan memiliki manfaat bagi konselor dalam memberikan sebuah layanan pribadi dan belajarnya di sekolah. Prosedur pengembangan inventori self disclosure ini berdasarkan prosedur pengembangan Brog and Gall. Instrumen penelitian menggunakan skala keterbukan diri, Populasi penelitiannya adalah siswa SMP Negeri Kabupaten Probolinggo yang berusia 12 – 15 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling yang terpilih adalah sekolah SMPN 1 Paiton di Kabupaten Probolinggo dengan jumlah siswa 30 orang. Teknik analisis yang digunakan untuk menghitung validitas dan reliabilitas menggunakan teknik analisis Cronbach Alpha dan analisis deskriptif.Skala yang digunakan sudah di uji terlebih dahulu oleh 3 ahli, yakni ahli bahasa,ahli psikologi, dan ahli bimbingan dan konseling, hasil uji ahli ini menghasilkan pernyataan-pernyataan yang layak untuk diujikan kelapangan. Hasil pengembangan ini menghasilkan inventori self disclosure untuk siswa SMP Negeri di Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari 27 item pernyataan yang dinyatakan valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,946 yang berarti bahwa inventori yang dikembangkan memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Keterbatasan penelitian ini ialah terlalu sedikit responden yang di uji dan sulitnya mencari responden dalam masa pandemi ini. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu dapat mengembangkan inventori self disclosure untuk siswa yang tingkatan berbeda dengan penelitian ini seperti di SD, SMA dan SMK. Mengingat tingkat pengembangan kematangan, kematangan usua, dan proses belajar mengajar di SD, SMA, dan SMK sangat berbeda dengan tingkatan di SMP. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat lebih uas seperti penambahan responden agar lebih akurat dalam proses pengujian dan proses penghitungan hasil, dan Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan teori lain yang membahas mengenai kecemasan akademik agar siswa dapat lebih memahami secara mendalam mengenai self disclosure yang dialaminy