Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education
Not a member yet
136 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN METODE LATIHAN PIRAMIDA DAN METODE LATIHAN MULTIPLE SET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA TIM PUTERA HOKI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa hal yaitu 1) Metode latihan piramida meningkatkan kekuatan otot tungkai tim putera hoki Universitas Negeri Jakarta. 2) metode latihan multiple set meningkatkan kekuatan otot tungkai tim putera hoki Universitas Negeri Jakarta. 3) Efektivitas metode latihan piramida lebih efektif dibanding dengan metode latihan multiple set terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai pada tim putera hoki Universitas Negeri Jakarta. Proses penelitian sampai tahap akhir yaitu pengolahan data, dilakukan mulai dari bulan Januari sampai bulan Juni 2016 di kampus b Universitas Negeri Jakarta.
Menggunakan metode eksperimen, dengan jumlah pertemuan sebanyak 16 kali pertemuan. Populasi dan sampel yang diteliti ialah 30 orang atlet putera hoki Universitas Negeri Jakarta, penelitian ini menerapkan latihan single leg press menggunakan dua metode piramida dan metode multiple set.
Berdasarkan hasil penelitian, 1) perbandingan data awal dan akhir pada metode latihan piramida, nilai standar deviasi dari difference 26,71, nilai standar error dari mean of difference 7,14, kemudian diperoleh nilai (thitung) 15,35 dan (t tabel) sebesar 2,14. Berarti terjadi peningkatan yang signifikan hasil metode piramida terhadap kekuatan otot tungkai tim putera hoki UNJ. 2) perbandingan data awal dan akhir pada metode latihan multiple set, nilai standar deviasi dari difference 17,76 , nilai standar error dari meanof difference 5,65, kemudian diperoleh nilai (t hitung) 15,84 dan (t tabel) sebesar 2,14. Berarti terjadi peningkatan yang signifikan hasil latihan single leg press menggunakan metode multiple set terhadap kekuatan otot tungkai tim putera hoki UNJ. 3) perbandingan data tes akhir antara metode metode piramida dan multiple set terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai tim putera hoki UNJ, rata-rata variabel x (piramida) sebesar 506,73 standar deviasi 38,57 dan varian 1487,92. Rata-rata variabel y (multiple set) sebesar 481,46, standar deviasi 44,80 dan varian 2007,71. kemudian diperoleh nilai t-hitung 1,6. Sedangkan nilai t-tabel sebesar 2,05. Jadi t-hitung t-tabel. Sehingga dapat disimpulkan, metode piramida lebih efektif dibanding metode multiple set terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai tim putera hoki Universitas Negeri Jakarta, hanya saja perbedaan hasil peningkatan kekuatan otot tungkai pada kedua metode tidak signifikan.
Kata Kunci; Latihan Piramida, Latihan Multiple Set, Kekuatan Otot Tungkai, Hocke
TINGKAT PENGETAHUAN KESELAMATAN PENGUNJUNG ARUNG JERAM DI WISATA SUNGAI CISADANE BOGOR, JAWA BARAT
ABSTRAK. Pengetahuan keselamatan penting bagi para pengunjung arung jeram karena dalam aktifitas ini rentan akan cedera dan kecelakaan. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan keselamatan pengunjung. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu sejumlah 60 pengunjung pada tanggal 1 November sampai dengan 1 Januari 2017. Angket yang terdiri dari 4 dimensi yaitu kenyamanan diri, kenyamanan fisik, kenyamanan psikologi dan kenyamanan pengalaman yang berjumlah 20 soal yang disebar kepengunjung arung jeram wisata sungai Cisadane.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan keselamatan pengunjung arung jeram sungai Cisadane, Bogor, Jawa Barat adalah sedang, dengan nilai setiap dimensi hampir menyentuh 60%. Range valliditas memiliki nilai (r hitung = 0.08) dan nilai reabilitas sebesar 0,73.
Kesimpulan akhir yang dapat diperoleh melalui penelitian ini adalah tingkat pengetahuan keselamatan pengunjung arung jeram di wisata sungai Cisadane, Bogor, Jawa Barat adalah sedang.
Kata Kunci : Pengetahuan, Keselamatan, Arum Jera
PERBANDINGAN LATIHAN KNEE TUCK JUMP DAN BARRIER HOPS TERHADAP KEMAMPUAN LOMPATAN HEADING BOLA PADA ATLET SEPAK BOLA KLUB PUTRA INDONESIA
oai:jurnalunj.journal.unj.ac.id:article/1026Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui 1) peningkatan yang signifikan dari latihan knee tuck jump terhadap kemampuan lompatan heading bola, 2) peningkatan yang signifikan dari latihan barrier hops terhadap kemampuan lompatan heading bola 3) metode yang lebih efektif antara latihan knee tuck jump dengan latihan barrier hops terhadap kemampuan lompatan heading bola pada atlet sepakbola Klub Putra Indonesia Jakarta Pusat. Metode penelitian yang dipergunakan adalah eksperimen dengan pengambilan populasi 42 atlet. Setelah terkumpul peneliti melakukan pengambilan sample sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan maka terkumpulah 30 atlet, yang dilakukan teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Adapun instrumen penelitian menggunakan teknik statistic Uji-t pada taraf kepercayaan (signifikasi). Dari Hasil tes Latihan kedua kelompok yaitu kelompok Latihan Knee tuck jump Barier hops dan kelompok Latihan Barier hops terhadap tingginya lompatan heading bola diperoleh nilai rata-rata tesakhir sebesar 63,07 dan 54,80 dan simpangan baku sebesar 8,224 dan10,325. Berdasarkan hasil rata-rata diperoleh skor tertinggi pada kelompok Latihan Barier Hops dibandingkan kelompok Latihan knee tuck jump terhadap tingginya kemampuan lompatan heading bola.Untuk mengetahui adanya perbedaan antara kelompok X dan Y ditentukan dengan menggunakan uji t yaitu t-hitung sebesar 2,42 dan t-tabel pada taraf signifikansi 0,05 dandf (n-2) = 28 adalah 2,16. Maka t-hitung>t-tabel sehingga Ho ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara Latihan knee tuck jump dengan Latihan Barier hops terhadap tingginya lompatan heading bola.
Kata Kunci : Latihan, Sepakbola, Heading, Knee tuck jump, Barrier hop
PERBANDINGAN LATIHAN TEKNIK MENGGUNAKAN MARTIL 2 KG DAN 4 KG TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN LONTAR MARTIL SISWI SMPN 1 MUNTOK BANGKA BARAT
ABSTRAK. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Latihan Teknik Menggunakan Martil 2 kg Dan 4 kg Terhadap Peningkatan Kemampuan Lontar Martil Siswi SMPN 1 Muntok Bangka Barat.
Penelitian ini dilaksanakan di Stadion Ateltik Komplek Perkantoran Bupati Bangka Barat di Jalan Gelora 127 Muntok Bangka Barat. Penelitian ini dimulai pada 6 Januari sampai dengan 24 Februari 2014 dengan jumlah pertemuan 26 kali. Metode yang digunakan adalah medote eksperimen, dengan jumlah populasi 120 siswi SMP Negeri 1 Muntok Bangka Barat dan diambil 30 orang siswi dengan mengunakan teknik purposive sampling, kemudian dari 30 orang siswi tersebut dibagi kelompok menggunakan teknik random sampling, dan didapat 15 orang untuk latihan teknik menggunakan martil 2 kg, dan 15 orang untuk latihan teknik menggunakan martil 4 kg. Sampel ditetapkan dari seluruh populasi siswi SMP Negeri 1 Muntok Bangka Barat.
Hasil analisis tes awal dan tes akhir latihan teknik menggunakan martil 2 kg, diperoleh rata – rata = 3,06, simpangan baku = 0,68, dan standar kesalahan mean = 0,18 hasil tersebut menghasilkan ttabel pada derajat kebebasan (dk) = n-1 = 14 dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai kritis ttabel = 2,145. Dengan hasil tersebut maka ditolak karena thitung = 16,80. Dari hasil perhitungan maka dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis penelitian diterima. Membuktikan secara statistik bahwa terdapat peningkatan kemampuan yang berarti dari kelompok latihan teknik menggunakan martil 2 kg.
Hasil analisis tes awal dan tes akhir latihan teknik menggunakan martil 4 kg diperoleh rata – rata = 2,08, simpangan baku = 1,25, dan standar kesalahan mean = 0,33 hasil tersebut menghasilkan ttabel pada derajat kebebasan = n-1 = 14 dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai kritis ttabel = 2,145 dengan hasil tersebut maka ditolak karena thitung = 6,22. Dari hasil perhitungan maka dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis penelitan dterima. Membuktikan secara statistik bahwa terdapat peningkatan kemampuan yang berarti dari kelompok latihan teknik menggunakan martil 4 kg.
Dari data yang ada dari hasil tes akhir kelompok martil 2 kg dan martil 4 kg diperoleh nilai t hitung sebesar 2,68 selanjutnya diuji dengan t tabel pada taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan 28 diperoleh t tabel sebesar = 2,048 yang berarti nilai t hitung > t tabel dengan demikian uji t menyimpulkan bahwa hasil latihan martil 2 kg lebih besar dari latihan martil dengan 4 kg secara meyakinkan (signifikan), maka ditolak dan diterima. Jadi hasil pengolahan data penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setelah melakukan progam latihan martil 2 kg dan 4 kg, hasil lontaran masing-masing kelompok sama-sama mengalami peningkatan, namun kelompok martil 2 kg lebih efektif dibandingkan latihan martil dengan 4 kg pada siswi SMP Negeri 1 Muntok Bangka Barat.
Kata Kunci: Perbandingan Latihan, Teknik Lontar Marti
HUBUNGAN KONSENTRASI DAN PERSEPSI KINESTETIK TERHADAP KEMAMPUAN SHOOTING PADA PEMAIN U-11 TAHUN RAGUNAN SOCCER SCHOOL
ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsentrasi dan persepsi kinestetik terhadap kemampuan shooting pada pemain U-11 tahun Ragunan Soccer School, Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli tanggal 9 Juli 2017 di Lapangan Sepakbola GOR Ragunan, Jakarta Selatan. Dengan menggunakan metode survey yaitu teknik korelasi dengan cara mengukur Konsentrasi dengan tes Grid Concentration Exercise, persepsi kinestetik dengan tes persepsi kinestetik untuk shooting, dan kemampuan shooting dengan tes kemampuan shooting. Ketiga data yang dikumpulkan tersebut kemudian dikorelasikan dengan menggunakan teknik korelasi sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain U-11 tahun Ragunan Soccer School untuk dijadikan sampel dengan jumlah 20 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik pengajuan hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis statistika korelasi sederhana dan korelasi ganda menggunakan uji r dengan taraf signifikan α = 0,05 dan nilai n = 20 diperoleh ð‘Ÿð‘¡ð‘Žð‘ð‘’ð‘™ = 0.433. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini maka diperoleh koefisien (ð‘Ÿð‘‹1ð‘¦) = 0,505 dengan thitung sebesar 2,483 dan ttabel sebesar 1,734. Karena thitung > ttabel maka terdapat hubungan positif konsentrasi dengan kemampuan shooting. Sedangkan untuk persepsi kinestetik dengan kemampuan shooting diperoleh nilai koefisien (ð‘Ÿð‘‹2ð‘¦) = 0,722 dengan thitung sebesar 4,428 dan ttabel sebesar 1,734. Karena thitung > ttabel maka terdapat hubungan positif. Kedua variabel secara bersama-sama diperoleh nilai koefisien korelasi (ð‘Ÿð‘‹1−2 ) = ii 0,7148 dengan Fhitung sebesar 8,793 dan F tabel sebesar 3,59. Karena Fhitung > Ftabel maka terdapat hubungan konsentrasi dan persepsi kinestetik dengan kemampuan shooting. Uji koefisien determinasi ð‘Ÿð‘‹1ð‘¦2 sebesar 25,50% yang berhubungan dengan hasil kemampuan shooting, koefisien determinasi untuk ð‘Ÿ2ð‘¥2y sebesar 52,13% yang berhubungan dengan hasil kemampuan shooting, koefisien determinasi untuk ð‘Ÿ2ð‘¦1−2 sebesar 51,10% sedangkan 48.90% merupakan faktor lainnya yang berhubungan dengan hasil kemampuan shooting. Berdasarkan hasil analisa data tersebut, maka hasil penelitian ini dapat disimpulakan terdapat hubungan positif antara konsentrasi dengan hasil kemampuan shooting, terdapat hubungan positif antara persepsi kinestetik dengan kemampuan shooting dan terdapat hubungan positif secara bersamasama antara konsentrasi dan persepsi kinestetik terhadap kemampuan shooting pada pemain U-11 tahun Ragunan Soccer School.
Kata Kunci : Konsentrasi, Persepsi Kinestetik, Shooting, Sepakbol
TINGKAT KEBERHASILAN GROUNDSTROKE FOREHAND DAN BACKHAND PEMAIN TIM NASIONAL TENIS LAPANGAN INDONESIA PADA PERTANDINGAN DAVIS CUP ANTARA INDONESIA VS VIETNAM MARET 2016 DI SOLO.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang Tingkat Keberhasilan Groundstroke Forehand dan Backhand Pemain Tim Nasional Tenis Lapangan Indonesia pada Pertandingan Davis Cup antara Indonesia VS Vietnam Maret 2016 di Solo secara individu dan team. Tempat penelitian di Solo dan tempat pengambilan data di Lapangan tenis GOR Manahan, Jl.Adi Sucipto, Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Pada tanggal 4 Maret 2016 – 6 Maret 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan tehnik pengambilan data observasi/survey. Subjek penelitian adalah tunggal putra Tim Nasional Indonsia pada pertandingan Davis Cup antara Indonesia VS Vietnam Maret 2016 di Solo sebanyak 4 partai pertandingan. Berdasarkan pengambilan data dan olah data pertandingan Davis Cup antara Indonesia VS Vietnam adalah Total jumlah keseluruhan pukulan groundstroke forehand dan backhand pemain Indonesia adalah 1228 dengan total slice 278, topsin 904, dan flat 46 dengan prosentase slice 23%, topspin 73% dan flat 4%. Total keberhasilan pukulan groundstroke forehand dan backhand pemain Indonesia adalah 1000 pukulan dengan rally sebanyak 786 kali, point sebanyak 214 kali. Adapun kegagalan pukulan sebanyak 228 pukulan. Maka dapat disimpulkan bahwa forehand topspin memiliki tingkat keberhasilan pukulan paling banyak dengan prosentase 83% dalam perolehan point pemain Tim Nasional tenis lapangan pada pertandingan Davis Cup antara Indonesia VS Vietnam Maret 2016 di Solo. Dengan prosentase keberhasilan tidak point (rally) 57%, dengan keberhasilan point 26%, dan kegagalan 17%.
Kata Kunci : Tenis Lapangan, Groundstroke, Forehand, Backhan
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN HASIL RENANG GAYA BEBAS 50 METER PADA ATLET MILLENNIUM AQUATIC SWIMMING CLUB
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai dan kekuatan otot lengan dengan hasil renang gaya bebas 50 meter pada atlet Millennium Aquatic Swimming Club. Penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan korelasional. Dalam Penelitian ini yang menjadi populasi adalah 40 orang atlet yang merupakan anggota klub renang tersebut, berdasarkan tabel issac didapatkan sampel sebanyak 36 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis statistika korelasi sederhana dan korelasi ganda yang dilanjutkan dengan uji-t pada taraf berarti α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan yang berarti antara kekuatan otot tungkai dengan hasil renang gaya bebas, dengan persamaan garis linier Ŷ = 9,412 + 0,812X1 , koefisien korelasi (ry1) = 0,812 dan koefisien determinasi (ry12) = 0,6593, t-hitung 8,112 dan ttabel 1,691 yang berarti t-hitung lebih besar dibanding t-tabel yang berarti H0 ditolak dan Hi diterima, yang berarti kekuatan otot tungkai berpengaruh dengan hasil renang secara berarti sebesar 65,93%,. (2) terdapat hubungan yang berarti antara kekuatan otot lengan dengan hasil renang gaya bebas, dengan persamaan garis linier Ŷ = 15,157 + 0,697X2, koefisien korelasi (ry2) = 0,697 dan koefisien determinasi (ry22) = 0,4858, t-hitung 15,371 dan t-tabel 1,691 yang berarti t-hitung lebih besar dibanding t-tabel yang berarti H0 ditolak dan Hi diterima, yang berarti kekuatan otot lengan berpengaruh pengaruh dengan hasil renang secara berarti sebesar 48,58%. (3) terdapat hubungan yang berarti antara kekuatan otot tungkai dan kekuatan otot lengan dengan hasil renang gaya bebas, dengan persamaan garis linier Ŷ = -1,25 + 0,621X1 + 0,404X2, koefisien korelasi berganda (ry12) = 0,80465 dan koefisien determinasi = 0,6475, f-hitung 30,3118 dan f-tabel 3,29 yang berarti f-hitung lebih besar dibanding f-tabel dengan demikian H0 ditolak yang berarti kekuatan otot tungkai dan kekuatan otot lengan secara bersama-sama berpengaruh dengan hasil renang secara berarti sebesar 64,75%.
Kata kunci : Kekuatan Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan dan Hasil Renang Gaya Bebas 50 Meter
HUBUNGAN KECEPATAN LARI DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DENGAN HASIL LOMPAT JAUH GAYA MENGGANTUNG PADA MAHASISWA KULIAH OLAHRAGA PRESTASI ATLETIK FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya (1) hubungan kecepatan lari dengan hasil lompat jauh gaya menggantung, (2) hubungan daya ledak otot tungkai dengan hasil lompat jauh gaya menggantung dan (3) hubungan kecepatan lari dan daya ledak otot tungkai dengan hasil lompat jauh gaya menggantung secara bersama-sama pada mahasiswa Kuliah Olahraga Prestasi Atletik Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta.
Pengambilan data ini dilaksanakan tanggal 20 Desember 2016 di Stadion Atletik Pemuda GOR Rawamangun Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif menggunakan teknik studi korelasi, dengan sampel sebanyak 30 mahasiswa Kuliah Olahraga Prestasi Atletik Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta dari jumlah 90 mahasiswa terdaftar sebagai anggota dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Instrumen penelitian adalah dengan melakukan pengukuran terhadap variabel-variabel terdiri dari tiga tes, yaitu tes sprint 20 meter untuk mengetahui kecepatan lari, tes standing broad jump untuk mengetahui daya ledak otot tungkai, dan yang terakhir tes lompat jauh gaya menggantung. Teknik analisis yang digunakan adalah mencari regresi lalu menghitung korelasi dari variabel dengan membandingkan dengan f-tabel pada taraf signifikan 0,05.
Berdasarkan analisis hasil penelitian diperoleh:
hubungan antara kecepatan lari dengan hasil lompat jauh gaya menggantung, dengan persamaan garis linier = 10,37 – 1,59 , koefisien korelasi (ry2) = 0,87, yang berarti tingkat hubungannya masuk dalam kategori tinggi. Koefisien determinasi (ry1²) = 0,749 yang berarti variabel kecepatan lari memberikan sumbangan dengan hasil lompat jauh gaya menggantung sebesar 74,90%.
hubungan antara daya ledak otot tungkai dengan hasil lompat jauh gaya menggantung, dengan persamaan garis linier Ŷ =0,35 + 1,64 X2, koefisien korelasi (ry1) = 0,75, yang berarti tingkat hubungannya masuk dalam kategori sangat tinggi. Koefisien determinasi (ry1²) = 0,569, yang berarti variabel daya ledak otot tungkai memberikan sumbangan terhadap hasil lompat jauh gaya menggantung sebesar 56,90%.
hubungan antara kecepatan lari dan daya ledak otot tungkai dengan hasil lompat jauh gaya menggantung, dengan persamaan garis linier Ŷ= 7,87 - 1,27 + 0,82 , koefisien korelasi Ry1-2 = 0,88, yang berarti tingkat hubungannya masuk dalam kategori sangat tinggi. Koefisien determinasi (Ry1-2)² = 0,771 yang berarti variabel kecepatan lari dan daya ledak otot tungkai dengan hasil lompat jauh gaya menggantung memberikan sumbangan sebesar 77,10%. Dalam penelitian ini kecepatan lari dan daya ledak otot tungkai secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 77,10% pada hasil lompat jauh gaya menggantung. Sisanya sebesar 23,90% ditentukan oleh faktor lainnya.
Kata Kunci : Lompat, Daya Ledak , Kecepatan Lar
KRITERIA PEMANDUAN BAKAT LIGA KOMPAS GRAMEDIA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria pemanduan bakat Liga Kompas Gramedia yang dilakukan oleh tim pemandu bakat sehingga terpilih pemain muda berbakat untuk berlaga di Gothia Cup. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dimana peneliti menjelaskan kriteria yang digunakan tim pemandu bakat Liga Kompas Gramedia dalam melakukan pemilihan pemain untuk mewakili Indonesia pada Gothia Cup. Berdasarkan hasil pengolahan data, kriteria penilaian untuk pemain belakang yaitu pressure, cover, support, concentration, control & restraint, 1v1. Kriteria untuk pemain tengah yaitu distribusi bola, awareness, support, mobility, disiplin, 1v1, transisi. Kriteria untuk pemain depan yaitu improvisasi, awareness, support, mobility, penetrasi, 1v1, transisi. Kriteria untuk penjaga gawang yaitu tangkapan, diving save, skim diving, punching pada ketinggian bola atas, tengah, dan menyusur tanah, 1v1, intercept, positioning, reaksi, dan teknik melempar javelin dan bowling dan teknik tendangan volley dan ground ball, komunikasi, dan waktu bermain.
Kata Kunci : Kriteria, Pemanduan Bakat, Pemain Belakang, Sepakbol
HUBUNGAN DISIPLIN DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL LATIHAN BELADIRI KARATE PADA ANAK USIA 7-9 TAHUN DOJO KKA (KARATE KID’S ACADEMY) DEPOK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Hubungan disiplin dengan hasil latihan beladiri karate, (2) Hubungan motivasi dengan hasil latihan beladiri karate, (3) Hubungan secara bersama antara disiplin dan motivasi dengan hasil latihan beladiri karate. Pengambilan data dilaksanakan di Dojo KKA (Karate Kid’s Academy) Jln. Bango Balay Rakyat Depok 2 pada tanggal1 Juli 2015. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik studi korelasi. Uuntuk memperoleh data pada variabel disiplin dan motivasi dengan menggunakan koesioner kumpulkan dengan wawancara langsung dengan responden, sedangkan untuk memperoleh data hasil latihan ditentukan atau kumpulkan dengan menghitung hasil perolehan skor anak saat melakukan tendangan. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dikemukakan bahwa latihan beladiri karate ditentukan oleh dua factor, diantaranya adalah disiplin dan motivasi, kedua komponen tersebut perlu dikembangkan secara optimal untuk mencapai penampilan yang optimal. Hasil penelitian (1) Disiplin (X1) memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil latihan beladiri karate (Y) dengan koefisien sebesar 0,577 dan memberikan kontribusi sebesar 33,31% terhadap hasil latihan beladiri karate. (2) Motivasi (X2) memberikan kontribusi sebesar 45,38% terhadap hasil latihan beladiri karate. (3) Hasil latihan beladiri karate (Y) ditentukan atau dijelaskan oleh disiplin dan motivasi secara bersama-sama dengan hasil 68,0%.
Kata Kunci : Disiplin, Motivasi, Beladiri, Karate, Anak Usia 7-9 tahu