Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education
Not a member yet
136 research outputs found
Sort by
Impact of the SCAMPER Program on the Acquisition and Retention of Physical Education Teaching Method Concepts and the Development of Creative Thinking Skills
ABSTRACT
This study investigates the impact of the SCAMPER instructional program on third-year students' comprehension and long-term retention of concepts related to teaching methods in physical education, as well as its influence on the enhancement of creative thinking skills. The research was conducted within the College of Physical Education and Sports Sciences at the University of Mosul during the 2022–2023 academic year. The study population included all third-year students enrolled in the college, from which a randomized sample of 53 students was selected, specifically from sections C and D. Section C served as the experimental group, while section D functioned as the control group. Prior to the intervention, statistical procedures confirmed the equivalence and homogeneity of both groups in variables relevant to the experimental conditions. An experimental methodology was employed, utilizing a pretest-posttest design with equivalent groups to evaluate the outcomes of the intervention. The SCAMPER-based instructional program was implemented over a six-week period, incorporating a range of educational activities structured around the SCAMPER model (Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Other uses, Eliminate, Reverse). Key findings of the study included the following: (1) The SCAMPER program, when integrated with educational technology, significantly enhanced students’ acquisition of physical education teaching concepts, (2) The program also positively affected the retention of these concepts over time, (3) The intervention contributed to the development of core components of creative thinking among the participants.
Keywords: SCAMPER Program, Physical Education, Teaching Method Concepts, Creative Thinking.
ABSTRAK
Penelitian ini menyelidiki dampak program pembelajaran SCAMPER terhadap pemahaman siswa tahun ketiga dan retensi konsep jangka panjang yang berkaitan dengan metode pengajaran dalam pendidikan jasmani, serta pengaruhnya terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif. Penelitian tersebut dilakukan di lingkungan Sekolah Tinggi Pendidikan Jasmani dan Ilmu Olah Raga Universitas Mosul pada tahun ajaran 2022–2023. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa tahun ketiga yang terdaftar di perguruan tinggi, dari mana sampel acak sebanyak 53 siswa dipilih, khususnya dari bagian C dan D. Bagian C berfungsi sebagai kelompok eksperimen, sedangkan bagian D berfungsi sebagai kelompok kontrol. Sebelum intervensi, prosedur statistik memastikan kesetaraan dan homogenitas kedua kelompok dalam variabel yang relevan dengan kondisi eksperimen.Metodologi eksperimental digunakan, memanfaatkan desain pretest-posttest dengan kelompok setara untuk mengevaluasi hasil intervensi. Program pengajaran berbasis SCAMPER dilaksanakan selama periode enam minggu, menggabungkan berbagai kegiatan pendidikan yang terstruktur berdasarkan model SCAMPER (Pengganti, Penggabungan, Adaptasi, Modifikasi, Penggunaan Lain, Penghapusan, Pembalikan). Temuan-temuan utama dari penelitian ini mencakup hal-hal berikut: (1) Program SCAMPER, ketika diintegrasikan dengan teknologi pendidikan, secara signifikan meningkatkan perolehan konsep-konsep pengajaran pendidikan jasmani oleh siswa, (2) Program ini juga berdampak positif terhadap retensi konsep-konsep ini dari waktu ke waktu, (3) Intervensi ini berkontribusi pada pengembangan komponen inti pemikiran kreatif di antara para peserta.
Kata Kunci: Program SCAMPER, Pendidikan Jasmani, Metode Pengajaran Konsep, Berpikir Kreatif
Model Latihan Transisi Pada Permainan Futsal
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model latihan transisi pada permainan futsal serta menambah wawasan dan menunjang kemampuan atlet mengenai latihan transisi pada permainan futsal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh 3 (tiga) ahli dalam bidang olahraga Futsal. Uji validasi yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan uji justifikasi ahli, dimana model latihan yang telah dibuat dan dikembangkan kemudian dikonsultasikan dan dinilai oleh para ahli dalam olahraga futsal. Melalui uji validasi yang dilakukan dengan menggunakan uji justifikasi ahli, penelitian ini menghasilkan produk berupa model latihan transisi pada permainan futsal sebanyak 14 (empat belas) item model. Model transisi pada permainan futsal ini dapat di kembangkan menjadi lebih variatif dan inovatif. Adapun tujuan pengembangan model ini adalah model transisi pada permainan futsal yang dapat dijadikan referensi oleh para pelatih dalam memberi model latihan futsal. Agar pelatih dapat dengan mudah dan dapat dengan baik mengaplikasikannya pada saat latihan
Pengaruh Latihan Visualisasi, Pengaturan Jarak dan Motivasi Terhadap Prestasi Atlet Panahan
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan visualisasi, pengaturan jarak dan motivasi terhadap prestasi olahraga panahan di ppop dki jakarta. permasalahan saat ini adalah peningkatan skor yang kurang ajeg. Metode ini menggunakan metode anova dimana metode ini menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur hasil destiap kelompok 1,2,3 dan 4. dapat diketahui pada kolom kelompok terdapat kelas 1,2,3 dan 4 adalah 1 sebagai kelompok data visualisasi dengan nilai sig 0.124 pada uji shapiro wilk dengan dasar pengambilan keputusan jika nilai sig > 0.05 maka dapat di ambil kesimpulan data tersebut berdistribusi normal, jadi nilai sig dari kelompok visualisasi 0.356 > 0.05 maka data kelompok visualisasi berdistrubusi normal, kemudian sama halnya pada kelompok pengaturan jarak, motivasi dan prestasi yang memiliki nilai sig > 0.05 yaitu sebesar 0.72, 0.955 dan 244 data menggunakan SPSS.25
Kata Kunci : Visualisasi. Pengaturan jarak. Motivasi dan Prestasi Panahan.
ABSTRACT
This research aims to determine the effect of visualization training, distance control and motivation on archery sports performance in Ppop DKI Jakarta. The current problem is the less steady increase in scores. This method uses the ANOVA method where this method uses pretest and posttest to measure the results of each group 1,2,3 and 4. It can be seen that in the group column there are classes 1,2,3 and 4 which are 1 as a visualization data group with a sig value of 0.124 in the Shapiro Wilk test on the basis of decision making if the sig value is sig > 0.05 then it can be concluded that the data is normally distributed, so the sig value of the visualization group is 0.356 > 0.05, then the visualization group data has a normal distribution, then the same applies to the distance setting, motivation and achievement groups which have sig values > 0.05, namely 0.72, 0.955 and 244 data using SPSS.25
Keywords: Visualization. Distance setting. Archery Motivation and Achievement.
Kepribadian Pelari Dalam Fenomena Tren Lari yang Sedang Marak di Masyarakat
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan memahami karakter kepribadian pelari wanita dalam fenomena tren lari yang semakin populer di masyarakat modern. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali pengalaman subjektif dua pelari wanita berusia 24 dan 30 tahun yang berlari secara mandiri tanpa bergabung dalam komunitas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dorongan berlari muncul dari keinginan pribadi untuk menjaga keseimbangan mental dan emosional. Aktivitas berlari dipandang sebagai gaya hidup yang memberikan ketenangan, kejernihan pikiran, dan rasa percaya diri. Media sosial berperan memperkuat motivasi dan rasa identitas sebagai pelari melalui dukungan sosial serta pengakuan simbolik. Sifat kepribadian yang menonjol adalah ambisius, reflektif, dan menyukai tantangan. Secara keseluruhan, berlari tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga sarana refleksi diri dan pembentukan identitas psikologis dalam kehidupan modern.
Kata Kunci: kepribadian, pelari wanita, gaya hidup, media social
ABSTRACT
This research aims to understand the personality traits of female runners in the running trend phenomenon which is increasingly popular in modern society. A descriptive qualitative approach was used to explore the subjective experiences of two female runners aged 24 and 30 years who ran independently without joining a community. Data was collected through in-depth interviews and analyzed using a thematic approach. The research results show that the urge to run arises from a personal desire to maintain mental and emotional balance. Running is seen as a lifestyle that provides calm, clarity of thought and self-confidence. Social media plays a role in strengthening motivation and a sense of identity as a runner through social support and symbolic recognition. Prominent personality traits are ambitious, reflective, and like challenges. Overall, running is not only a physical activity, but also a means of self-reflection and psychological identity formation in modern life.
Keywords: personality, female runner, lifestyle, social medi
Analisis Pasien Cedera Hamstring Dengan Penanganan Sport Massage Dan Inframerah
ABSTRAK. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini untuk mengetahui kenyamanan pasien cedera hamstring dengan penanganan sport massage dan mengetahui kenyamanan pasien cedera hamstring dengan penanganan sport massage dan inframerah. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan mixed methods (pencampuran metode kuantitatif dan kualitatif), sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah pasien cedera hamstring di MCO Kitau dan subjek dalam penelitian ini adalah pasien cedera hamstring dengan penanganan kombinasi sport massage dan inframerah di MCO Kitau yang berjumlah 3 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penanganan cedera hamstring dengan teknik kombinasi sport massage dan inframerah memiliki tingkat kenyamaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknik sport massage dikarenakan proses penyembuhannya yang lebih cepat dan pasien tidak terlalu emrasakan nyeri saat proses massage.
Kata Kunci: Cedera Hamstring, Sport Massage, Inframerah
ABSTRACT. The objectives to be achieved in this study were to determine the comfort of hamstring injury patients with sports massage treatment and to determine the comfort of hamstring injury patients with sports massage and infrared treatment. This study is a study that uses mixed methods (mixing quantitative and qualitative methods), while the population in this study were hamstring injury patients at MCO Kitau and the subjects in this study were hamstring injury patients with a combination of sports massage and infrared treatment at MCO Kitau totaling 3 people. The sampling technique used was purposive sampling. Based on the results of the study obtained, it can be concluded that handling hamstring injuries with a combination of sports massage and infrared techniques has a higher level of comfort compared to sports massage techniques because the healing process is faster and patients do not feel too much pain during the massage process.
Keywords: Hamstring Injury, Sport Massage, Infrare
Analisis Tingkat VO2max Pemain Sepakbola Berdasarkan Posisi Bermain
ABSTRAK. Salah satu komponen utama kondisi fisik dalam olahraga sepak bola adalah daya tahan VO2max. Analisis kondisi fisik tidak hanya dilakukan untuk setiap pemain, tetapi juga perlu memiliki data per posisi bermain. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan ukuran sampel 30 pemain yang terdiri dari 6 posisi bermain. Hasil penelitian individu menunjukkan bahwa 13% (4 pemain) berada dalam kategori yang baik, 60% (18 pemain) dalam kategori sedang, 17% (5 pemain) dalam kategori kurang, 10% (3 pemain) dalam kategori yang kurang sekali, dan 0% (0 pemain) dalam kategori yang sangat baik, sedangkan hasil analisis berdasarkan posisi bermain didapatkan tingkat rata-rata VO2max posisi penjaga gawang (GK) sebesar 35,93 dalam kategori kurang, pemain belakang (CB) sebesar 45,26 (sedang), posisi bek sayap (FB) sebesar 43,68 (sedang), posisi gelandang (CM) sebesar 51,88 (baik), posisi sayap (WF) sebesar 45,70 (sedang) dan posisi striker (CF) dari 44,80 (sedang) dalam satuan ml/kg/menit. Data ini menunjukkan perlunya penyusunan program latihan untuk memperbaiki kondisi fisik sesuai dengan karakteristik posisi bermain.
Kata Kunci : Analisis, VO2max, Sepakbola
ABSTRACT. One of the main components of physical condition in the sport of football is endurance VO2max. Physical condition analysis is not only carried out for each player, but also needs to have data per playing position. This research method is quantitative descriptive analysis with a sample size of 30 players consisting of 6 playing positions. Individual research results show that 13% (4 players) are in the good category, 60% (18 players) in the medium category, 17% (5 players) in the poor category, 10% (3 players) in the very poor category, and 0% (0 players) in the very good category, while the results of the analysis based on playing position found an average level VO2max Goalkeeper (GK) was 35.93 in the very poor category, defender (CB) was 45.26 (medium), wing defender (FB) was 43.68 (medium), midfielder (CM) was 51.88 (good ), Winger (WF) of 45.70 (medium) and Striker (CF) of 44.80 (medium) in units of ml/kg/min. These data indicate the need to develop a training program to improve physical condition in accordance with the characteristics of the playing position.
Keywords: Analysis, VO2max, Footbal
Dampak Indeks Massa Tubuh terhadap Functional Movement Screen
ABSTRAK. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak indeks massa tubuh terhadap Functional Movement Screen (FMS). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei. Populasi dari penelitian ini adalah atlet POPB yang berjumlah 39 orang. Dan rencananya penelitian ini akan dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan terbalik antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Functional Movement Screen (FMS). Hal ini ditunjukkan dengan nilai r= -0.559 dengan P>0.05. Kesimpulannya terdapat hubungan terbalik antara IMT dengan FMS. semakin tinggi IMT maka FMS nya semakin rendah.
Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, Functional Movement Screen (FMS), Pencegahan Cedera
ABSTRACT. The purpose of this study was to determine the impact of body mass index on Functional Movement Screen (FMS). The research method used was survey research. The population of this study was 39 POPB athletes. And the plan is that this study will be conducted in May-June 2024. The results of this study indicate that there is an inverse relationship between Body Mass Index (BMI) and Functional Movement Screen (FMS). This is indicated by the value of r = -0.559 with P> 0.05. In conclusion, there is an inverse relationship between BMI and FMS. the higher the BMI, the lower the FMS.
Keywords: Body Mass Index, Functional Movement Screen (FMS), Injury Preventio
Pengaruh Latihan Plyometric Split Jump Dan Knee Tuck Jump Terhadap Kecepatan Tendangan Depan Pencak Silat Di Padepokan Pagar Nusa Raden Said
ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric split jump dan knee tuck jump terhadap kecepatan tendangan depan atlet di Padepokan Pagar Nusa Raden Said. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen Instrumen dalam penelitian ini menggukan instrumen kecepatan tendangan pencak silat. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh yaitu seluruh atlet di Padepokan Pagar Nusa Raden Said yang berjumlah 20 atlet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh latihan plyometric split jump terhadap kecepatan tendangan depan pencak silat di Padepokan Pagar Nusa Raden Said ditandai dengan nilai sig (2- tailed) yaitu 0,000 < 0,05. Untuk latihan knee tuck jump terdapat pengaruh latihan knee tuck jump terhadap kecepatan tendangan depan pencak silat di Padepokan Pagar Nusa Raden Said ditandai dengan nilai sig (2- tailed) yaitu 0,000 < 0,05. Untuk perbandingan kedua latihan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan plyometric split jump dan latihan knee tuck jump terhadap kecepatan tendangan depan pencak silat di Padepokan Pagar Nusa Raden Said hal ini ditandai dengan nilai dan sig (2-tailed) sebesar 0,251 >0,05.
Kata Kuci : Plyometric Split Jump, Knee Tuck Jump, Tendangan Depan, Pencak Silat
ABSTRACT. This study aims to determine the effect of plyometric split jump and knee tuck jump training on the speed of front kicks of Padepokan Pagar Nusa Raden Said athletes. The research method used in this study is an experiment The instrument in this study used a martial arts kick speed instrument. The sampling technique used saturated samples, which was all athletes at Padepokan Pagar Nusa Raden Said, totaling 20 athletes. The results of this study indicate that there is an effect of split jump plyometric training on martial arts front kick speed at Padepokan Pagar Nusa Raden Said which is characterized by a sig value (2- tailed) of 0.000 < 0.05. For knee tuck jump training, there is an effect of knee tuck jump training on the speed of the front kick of martial arts in Padepokan Pagar Nusa Raden Said which is characterized by a sig value (2- tailed) of 0.000 <0.05. For the comparison of the two exercises, it shows that there is no significant difference in influence between plyometric split jump training and knee tuck jump training on the speed of the front kick of martial arts in Padepokan Pagar Nusa Raden Said, this is indicated by the value and sig (2tailed) which is 0.251> 0.05.
Keywords: Plyometric Split Jump, Knee Tuck Jump, Front Kick, Pencak Sila
Kondisi Fisik: Wall Squat Dan Core and Plank Pada Atlet Pelatda PON Panahan DKI Jakarta 2024
ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui kondisi fisik wall squat dan core and plank terhadap pada atlet panahan pelatda pon dki jakarta. Desain pada penelitian ini yakni eksperimen kuantitatif dengan menggunakan program latihan pre – test dan pos – test. Instrumen penelitian menggunakan tes wall squat, core and plank. Populasi penelitian dan sampel penelitian yakni 16 atlet. Teknik analisis data menggunakan spss 25. Hasil penelitian di dapat dari uji tes, statistic deskriptif, uji normalitas. Kolmogorov-Smirnov/shapiro wilk pada pre – test dan pos – test program latihan wall squat 0.16 > 0.05 maka data penelitian berdistribusi normal. Jika nilai sign. pre – test dan pos – test program latihan core and plank 0.16 > 0.05 pada tabel hipotesis diatas menunjukkan bahwa nilai sign. (2-failed) 0.19 > 0,05 dan 0.20 > 0.05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara wall squat dengan core and plank. Hal ini menunjukkan bahwasannya kondisi fisik sesuai dengan program latihan, maka data penelitian berdistribusi normal. Maka demikian terdapat analisis kondisi fisik wall squat, core and plank. terhadap kondisi fisik atlet panahan pelatda pon dki jakarta.
Kata kunci: Panahan, Wall Suat, Core and Plank dan Kondisi Fisik
ABSTRACT. This research aims to determine the physical condition of wall squats and core and planks in archery athletes at the DKI Jakarta Regional Training Center. The design of this research is a quantitative experiment using a pre-test and post-test training program. The research instrument used the wall squat, core and plank test. The research population and research sample were 16 athletes. The data analysis technique uses SPSS 25. The research results were obtained from tests, descriptive statistics, normality tests. Kolmogorov-Smirnov/shapiro wilk in the pre-test and post-test of the wall squat training program 0.16 > 0.05, so the research data is normally distributed. If the value of sign. pre-test and post-test core and plank training program 0.16 > 0.05 in the hypothesis table above shows that the value is sign. (2-failed) 0.19 > 0.05 and 0.20 > 0.05, so there is no significant difference between wall squats and core and plank. This shows that the physical condition is in accordance with the training program, so the research data is normally distributed. So there is an analysis of the physical condition of the wall squat, core and plank. on the physical condition of archery athletes at the DKI Jakarta Regional Training Center.
Keywords: Archery, Wall Suat, Core and Plank and Physical Conditio
Hubungan Persepsi Kinestetik Dan Konsentrasi Dengan Kemampuan Passing Atlet Futsal Putri Universitas Negeri Jakarta
ABSTRAK. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui keterkaitan atau hubungan antara persepsi kinestetik dan konsentrasi dengan kemampuan passing pada pemain futsal Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi korelasional dengan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa klub futsal universitas negeri jakarta. Sampelnya adalah menggunakan purposive sampling yaitu Pemain Futsal Putri yang masuk ke dalam tim utama berjumlah 20 orang. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa A. nilai thitung lebih besar dari ttabel (4,485 > 2,101) artinya secara parsial terdapat hubungan yang signifikan antara variabel (X1) Persepsi Kinestetik dengan variabel (Y) Kemampuan akurasi passing pada atlet futsal putri Universitas Negeri Jakarta. B. diketahui bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel (4,845> 2,101) artinya secara parsial terdapat hubungan yang signifikan antara variabel (X2) Konsentrasi dengan variabel (Y) Akurasi passing pada atlet futsal putri Universitas Negeri Jakarta. C. diketahui bahwa nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (15,658> 3,592) maka Ho ditolak H1 diterima, artinya secara simultan terdapat hubungan yang signifikan antara Persepsi Kinestetik dan Konsentrasi dengan akurasi passing
Kata Kunci: Persepsi Kinestetik, Konsentrasi, Akurasi Passing
ABSTRACT. The aim of this research is to determine the connection or relationship between Kinesthetic Perception and concentration and passing ability in futsal players. The method used in this research is a correlational study with quantitative descriptive methods. The population of this study were all students from the Jakarta State University futsal club. The sample used purposive sampling, namely 20 female Futsal players who entered the main team. The results of this research are that A. the tcount value is greater than ttable (4.485 >2.101), meaning that partially there is a significant relationship between the variable (X1) Kinesthetic Perception and the variable (Y) Passing accuracy ability in female futsal athletes at Jakarta State University. B. It is known that the tcount value is greater than ttable (4.845>2.101), meaning that partially there is a significant relationship between the variable (X2) Concentration and the variable (Y) Passing accuracy in female futsal athletes at Jakarta State University. C. It is known that the Fcount value is greater than Ftable (15.658> 3.592) so Ho is rejected. H1 is accepted, meaning that simultaneously there is a significant relationship between Kinesthetic Perception and Concentration and passing accuracy.
Keywords: Kinesthetic Perception, Concentration, Passing Accurac