Hikmah Journal of Islamic Studies
Not a member yet
    148 research outputs found

    PERAN KELUARGA DALAM KUALITAS ANAK USIA DINI MENURUT PANDANGAN TAFSIR TARBAWI

    No full text
    AbstractThe family is the main pillar for children's education, the attitude of parents must also support the development of children's potential. The role of the family is very important in determining the quality of early childhood education. This study aims to determine the role of the family in the quality of early childhood in the view of tarbawi interpretation. This study used a qualitative method using a literature study approach (library research). The results of this study indicate that the attention given by parents to early childhood education is very important in helping children build a strong foundation, develop their potential, and help them achieve success in the future. The role of the family is very dominant in the quality of a child, for example. Parents provide emotional and physical support to their children, and encourage them to explore and learn through play. Tarbawi's interpretation of Surah Luqman verses 12-14 emphasizes the importance of character education in early childhood through teaching moral and religious values, and places an emphasis on the role of the family in fostering and educating their children to become a strong and empowered generation.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk memperkuat wacana pendidikan mengenai kontra radikalisasi dan intoleransi yang menjadi ancaman dunia pendidikan saat ini. Fenomena ini memerlukan upaya yang sistematis untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama atau Islam wasathiyah melalui pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis, penelitian ini mengeksplorasi lebih jauh bagaimana ide-ide fundamentalisme, radikal, dan intoleransi dapat dilawan melalui landasan Islam wasathiyah dan pendidikan kontra-radikal dalam lingkungan pendidikan. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai wasatiyah Islam seperti moderasi (tawassuth), toleransi (tasamuh) dan persaudaraan (ukhuwah) perlu diterapkan dalam pendidikan dan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan dalam hubungannya dengan berbagai mata pelajaran.

    INTERNALISASI NILAI-NILAI HUMANISME ISLAM DALAM PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH

    No full text
    AbstractThis article aims to explain a formula for the process of internalizing the values of Islamic humanism in moderation education. In conducting this study, the author used the library research method. The author blends the values of Islamic humanism then internalized through the theory of social construction developed by Peter L. Berger. Where a social construction is formed through three stages, namely externalization, objectification, and internalization. With this theory, the internalization of humanist values will go through these three processes. Until finally a social construction of society with humanism values will be formed which has become a habitus and penetrated into the subconscious of each individual. Then these values of humenism will then be manifested in a moderate attitude.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk memaparkan sebuah formula proses internalisasi nilai-nilai humanisme Islam dalam pendidikan moderasi. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode library research. Penulis memadukan antara nilai-nilai humanisme Islam yang kemudian diinternalisasikan melalui teori konstruksi sosial yang dikembangkan oleh Peter L. Berger. Di mana sebuah konstruksi sosial dibentuk melalui tiga tahapan yakni eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Dengan teori ini maka internalisasi nilai-nilai humanisme akan melalui tiga proses tersebut. Hingga pada akhirnya akan terbentuk sebuah konstruksi sosial masyarakat dengan nilai-nilai humanisme yang telah menjadi sebuah habitus dan merasuk ke dalam alam bawah sadar setiap individu. Lalu nilai-nilai humenisme ini kemudian akan termanifestasikan dalam sebuah sikap moderat.

    BUYA HAMKA DAN TRANSFORMASI SOSIAL: STUDI PARADIGMATIS ATAS AYAT-AYAT SOSIAL DALAM TAFSIR AL-AZHAR

    No full text
    AbstractThis article aims to examine and express thoughts related to social, economic, and political problems faced by Muslims and explore alternative solutions offered by Buya Hamka. This type of research is library research with descriptive analytical methods (descriptive research). But in terms of its purpose, this research includes exploratory research, which seeks to find factually, accurately and systematically the facts and data about the concept of social transformation that Hamka offers. From the results of the study, Hamka, in Tafsir Al-Azhar, Supports the Concept of Transformative Islam in a way; First, reinterpreting Islamic theology with an interpretation that makes speculative theoretical debates in Islamic theology more applicable to arouse human consciousness of their role on earth; Second, it supports Islam's partiality towards social, economic, and political conditions, and considers it to be as important as the divine side of Islam. Third, formulate an action of Islamic transformation through ta'muruna bi al ma'ruf , tanhawna 'an al-munkar, and tu'minuna billah, but emphasize more on tu' minuna billah.AbstrakArtikel ini bertujuan mengkaji dan menungkap pemikiran Buya Hamka terkait persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi umat Islam dan menggali solusi alternatif yang ditawarkan oleh beliau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif analitik (descriptive research). Namun dari segi tujuannya, penelitian ini termasuk penelitian eksploratif, yang berupaya untuk menemukan secara faktual, akurat dan sistematis fakta dan data tentang konsep transformasi sosial yang ditawarkan Hamka. Dari hasil penelitian terbkuti Bahwa Hamka, dalam Tafsir Al-Azhar, Mendukung Konsep Islam Transformatif dengan cara; Pertama, menafsirkan ulang teologi Islam dengan penafsiran yang membuat perdebatan teoritis spekulatif dalam teologi Islam menjadi lebih aplikatif untuk menggugah kesadaran manusia atas peran mereka di muka bumi; Kedua, mendukung keberpihakan Islam terhadap kondisi sosial,ekonomi, dan politik, serta menganggap itu adalah hal yang sama pentingnya dengan sisi ketuhanan dalam Islam. Ketiga, merumuskan aksi transformasi Islam lewat ta'muruna bi al ma'ruf , tanhawna 'an al-munkar, dan tu'minuna billah, namun lebih menekankan kepada tu' minuna billah. 

    OPTIMALKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENERAPAN METODE DEBAT AKTIF

    No full text
    AbstractThis article presents an analysis of the implementation of the active debate method in the context of Islamic Religious Education at Darunnajah Banjarmangu Vocational High School (SMK), Banjarnegara. Employing a qualitative field research approach, the study utilizes observation, interviews, and documentation as information selection procedures. The findings of the research are threefold: 1) The active debate method has been comprehensively applied at SMK Darunnajah, fostering active student participation in the learning process. 2) The method's impact is evident in students' increased confidence to express opinions appropriately, although its applicability varies across topics in Islamic religious education. Notably, a notable improvement in academic scores is observed, exemplified by a rise from an average daily test score of 76.3 to 80.7 among class XI AKL students after the active debate method was implemented. 3) Inhibiting factors encompass insufficient student literacy levels and the presence of latent students, while supporting factors include students' enthusiasm for adopting new techniques and favorable infrastructure.  AbstrakArtikel ini menyajikan analisis penerapan metode debat aktif dalam konteks Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Darunnajah Banjarmangu, Banjarnegara. Menggunakan pendekatan penelitian lapangan kualitatif, studi ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai prosedur pemilihan informasi. Temuan penelitian ini melibatkan tiga aspek utama: 1) Metode debat aktif telah diterapkan secara menyeluruh di SMK Darunnajah, mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. 2) Dampaknya terlihat dalam peningkatan kepercayaan diri siswa untuk menyatakan pendapat dengan tepat, meskipun aplikabilitasnya bervariasi tergantung pada topik dalam Pendidikan Agama Islam. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam skor akademis, seperti yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata ujian harian dari 76,3 menjadi 80,7 pada siswa kelas XI AKL setelah metode debat aktif diterapkan. 3) Faktor penghambat melibatkan tingkat literasi siswa yang kurang memadai dan keberadaan siswa laten, sementara faktor pendukungnya mencakup antusiasme siswa dalam mengadopsi teknik baru dan infrastruktur yang mendukung

    SIKAP MODERASI BERAGAMA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PASAR MINGGU KOTA JAKARTA SELATAN PROVINSI DKI

    No full text
    AbstractThe purpose of this study is to reveal the religious moderation attitude of Islamic Religious Education teachers at the elementary school level in the Pasar Minggu neighborhood of Jakarta. This study used a mixed method.  From the results of this study, it was revealed that the majority of these teachers are still not moderate in religion.  The implication of this study is that the central and local governments, in this case, the Ministry of Religious Affairs must continue to strive so that religious moderation continues to be improved for teachers both through seminars and training, so that later teachers are able to act as religious moderation educators for their students.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap sikap moderasi beragama guru Pendidikan Agama Islam pada tingkat Sekolah Dasar di lingkungan Pasar Minggu Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Dari hasil penelitian ini terungkap bahwa para guru tersebut mayoritas masih belum bersikap moderat dalam beragama. Implikasi dari penelitian ini bahwa pemerintah pusat maupun daerah dalam hal ini kementrian Agama harus terus berupaya agar moderasi beragama ini terus ditingkatkan bagi para guru baik melalui seminar maupun pelatihan, sehingga nantinya guru mampu memerankan diri menjadi pendidik moderasi beragama bagi siswanya

    URGENSI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA

    No full text
    AbstractThe purpose of this study is to describe the urgency of learning Islamic Cultural History as a way to instill or improve student character. This research is qualitative research with a library research approach, with data sources coming from books, scientific articles published in journals, and so on. In Article 3 of Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, it is stipulated that national education is the development of competencies related to the formation of people's lives and the formation of a dignified national disposition and civilization. National education develops the potential of students to have faith and piety in God Almighty, have a noble character, become healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, democratic, and responsible citizens. That is, it can be said that the purpose of education is not only to improve the cognitive abilities of students, but also to shape the character of students. This becomes important given the large number of juvenile delinquency phenomena or even criminal acts involving children. The results of this study show that the subject of Islamic Cultural History plays a vital role in the process of internalizing character education or instilling moral values to students. This is because even in the material provided, the value of this value can be learned from the Prophet Muhammad SAW, Khulafaurrasyidin, and other major Islamic figures.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan urgensi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sebagai salah satu cara untuk menanamkan ataupun meningkatkan karakter siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan atau library research, dengan sumber datanya berasal dari buku, artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal, dan sebagainya. Dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditetapkan bahwa pendidikan nasional adalah pengembangan kompetensi yang berkaitan.  dengan pembentukan kehidupan masyarakat dan pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Pendidikan nasional mengembangkan potensi peserta didik agar beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, menjadi warga negara yang sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Artinya, dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa, namun juga membentuk karakter siswa. Ini menjadi penting mengingat banyaknya fenomena kenakalan remaja atau bahkan tindak kriminal yang melibatkan anak-anak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam memegang peranan yang vital dalam proses internalisasi pendidikan karakter atau penanaman nilai nilai moral kepada siswa. Hal ini karena di materi yang diberikan pun, nilai nilai tersebut dapat dipelajari dari Nabi Muhammad SAW, Khulafaurrasyidin, maupun tokoh-tokoh besar Islam lainnya. 

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASI SEKOLAH (MBS) DI SD SPK NEW ZEALAND SCHOOL

    No full text
    AbstractThe purpose of this study was to determine the implementation of School-Based Management (MBS) in the New Zealand School-Joint Cooperative School (SPK) Elementary School Jakarta. The data collection methods are through documentation method, interview and observation. Based on the descriptive analysis, overall, SPK New Zealand School Elementary School Jakarta has well implement MBS. The finding can be seen from the management of facilities and infrastructure; they follow the predefined procedure, in managing the students, teachers and staffs management were conducted accountably and transparent. The supporting factor in implementing MBS in SPK New Zealand School Elementary School Jakarta is the participation of the community, and almost every aspect meet the academic qualification. Meanwhile, the obstacle was the shortage of teachers.AbstrakPenelitian ini bertujuan  menganalisa penerapan manajemen sekolah (MBS) di Sekolah Dasar (SD) New Zealand School of Education (SPK) New Zealand School Jakarta beserta hal-hal yang mendudukung dan menghambat dalam pelaksanaan MBS di SD SPK New Zealand School Jakarta. Metode pengumpulan data: metode dokumentasi, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil analisis deskriptif,  SD SPK New Zealand secara keseluruhan Jakarta berprestasi baik dalam MBS. Hal ini terlihat dalam pengelolaan sarana dan prasarana yang dilakukan sesuai dengan proses yang telah ditetapkan, dalam pengelolaan siswa, guru dan tenaga kependidikan yang dilakukan secara transparan dan tanggung jawab. Faktor pendukung dalam pelaksanaan MBS di SD School SPK New Zealand Jakarta adalah keterlibatan masyarakat, dan hampir semuanya memiliki tingkat pendidikan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya jumlah guru di kelas

    KONSEP REMAJA DALAM ISLAM MENUJU NEGARA ADIDAYA 2045: Telaah atas Pemikiran Adian Husaini

    No full text
    AbstractThis study aims to determine the concept of muslim teenagers towards a superpower country in 2045 according to Adian Husaini. This research is a descriptive study of library research, by reading, researching, and reviewing Adian Husaini book’s dealing with the concept of muslim teenagers. The nature of this research is receptive, researchers explore information from books written by Adian Husaini in preparing teenagers to Superpower Country 2045, regarding the concept of teenagers who do not away in globalization and do not forget their origins, based on Pancasila and also the religion they believe in respectively. The study raised in this research relates to matters that are contrary to western culture and national culture that must be prepared for teenagers to Indonesia in 2045 which will become one of the superpowers and will be in the spotlight in Asia and even the world. The results of this study stated that Adian Husaini wants the younger generation to be ready going to the era of globalization that will come by not forgetting the history of the previous people for example the Prophet Muhammad SAW. Mental maturity, both physically and spiritually from a young age going to big things, especially also from the aspect of morality and devotion to the creator which is the main basis for teenagers to conquer the world. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep remaja dalam Islam menuju Negara Adidaya 2045 menurut pandangan Adian Husaini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif studi kepustakaan atau library research, yaitu dengan membaca, meneliti, dan mengkaji buku Adian Husaini yang berhubungan dengan konsep remaja dalam Islam. Sifat dari penelitian ini yaitu reseptif, peneliti mencari dan menggali informasi dari buku yang ditulis oleh Adian Husaini dalam mempersiapkan para remaja untuk menghadapi Negara Adidaya 2045, mengenai konsep remaja yang tidak hanyut dalam globalisasi dan tidak melupakan asalnya baik asal Negara yang berdasarkan Pancasila dan juga agama yang mereka yakini masing-masing. Kajian yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan hal-hal yang bertentangan dengan budaya barat dan budaya nasional yang harus dipersiapkan bagi para pemuda untuk menghadapi Indonesia tahun 2045 yang akan menjadi salah satu Negara Adidaya dan akan menjadi sorotan di Asia bahkan Dunia. Dari hasil penelitian ini terungkap bahwa Adian Husaini menginginkan generasi muda siap menghadapi era globalisasi yang akan datang dengan tidak melupakan sejarah orang-orang terdahulu dengan mengambil contoh dari Nabi Muhammad SAW. Kematangan mental baik jasmani maupun rohani sejak muda untuk menghadapi hal yang besar terutama juga dari aspek akhlak dan ketakwaan kepada sang pencipta yang menjadi dasar utama para remaja untuk menaklukan Dunia. 

    HAK HADANAH PASCA PERCERAIAN MENURUT IBN HAZM

    No full text
    AbstractObjectives of research is to know child care of law (hadanah) post divorce the according Ibn Hazm. The research was using qualitative method by approaching normative, besides the kind of method is using qualitative by describing and explanning by library research and data analyze. The result of research by child of cultivation (hadanah) postdivorce the according Ibn Hazm there is mother hand. The mother has the righter to take care of children it than him father, but Ibn Hazm have a different opinion about fall or not in child of cultivation if the mother did get married father. The according Ibn Hazm that is if the mother give burden to cultivate a child in fact get married again, there for not fallin the right cultivation. If husband be trusted in his religion and can be follower to wive there for have rules be permitted.  AbstrakPenelitian ini bertujuan menggali lebih lanjut pendapat ibn Hazm tentang hak asuh anak (hadanah) pasca perceraian. Penelitian ini tergolong pada jenis penelitian pustaka (library Research). Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normative, penelitian ini menunjukkan bahwa pemeliharaan anak (hadanah) pasca perceraian menurut Ibn Hazm berada di tangan ibu. Ibu lebih berhak mengasuh anak tersebut di banding ayah dan pihak lainnya. Mayoritas ulama berpendapat gugurnya hak asuh anak bagi si ibu yang telah menikah lagi. Berbeda dengan pendapa Ibn Hazm yang berpendapat tidak gugurnya hak ibu yang sudah menikah lagi terhadap untuk mengasuh anaknya, dengan syarat si ibu dan suaminya dapat dipercaya dalam hal agama dan dunianya.

    PERSPEKTIF SANTRI TAHFIDZ MAMBAUSH SHOLIHIN GRESIK TENTANG KH. KHOLIL BANGKALAN MADURA

    No full text
    AbstractThis paper is a report from research on how the views of santri tahfidz Mambaus Sholihin (MBS) Gresik towards KH. Kholil Bangkalan, where he is known as a prominent cleric, charismatic, and has many karomah. This research also aims to avoid the journey of his life by knowing his biography, reviewing the stories related to him. This research aims to find out several things of the privileges possessed by him when he was still taking part in spreading Islamic teachings. In this research, the researchers use a qualitative approach where the technique of data collection uses how to collect data through websites and scientific papers related to KH. Muhammad Kholil and written interviews to several students of Tahfidz MBS and surrounding areas who memorized the Quran. As for the analysis of the data, the researchers use qualitative-descriptive analysis that combines to analyze or explain the writing of various data collected in the form of written survey results and from scientific works that have been published. Abstrak Artikel ini merupakan laporan dari peneltian tentang pandangan santri tahfidz Mambaus Sholihin (MBS) Gresik terhadap KH. Kholil Bangkalan. Beliau dikenal sebagai seorang ulama terpandang, karismatik, dan memiliki banyak karomah. Penelitian ini bertujuan untuk napak tilas perjalanan hidup beliau dengan cara mengetahui biografi, menelaah kembali cerita-cerita yang berhubungan dengan beliau, juga untuk mengetahui beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh beliau ketika masih berkiprah menyebarkan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan datanya menggunakan cara mengumpulkan data lewat website dan karya ilmiah yang terkait dengan KH. Muhammad Kholil dan interview tertulis kepada beberapa santri Tahfidz MBS dan sekitarnya yang menghafal Al-Quran. Sedangkan untuk analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang berfugsi untuk menganalisis atau memberi penjelasan tentang tulisan dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil survey tertulis dan dari karya ilmiah yang sudah dipublikasikan.

    69

    full texts

    148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Hikmah Journal of Islamic Studies
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇