Hikmah Journal of Islamic Studies
Not a member yet
    148 research outputs found

    Quantum Learning dalam Perspektif Pendidikan Islam

    Get PDF
    The learning approach with the concept of quantum learning is a concept holding a strong philosophy that learning is a lifelong activity, which is implemented in a fun way at a class and presented with a methodology that is based on a curriculum as a blend of academic skills, physical achievements, and life skills. At a glance, this quantum approach is quite relevant to the lifelong educational philosophy that became the foundation of Islamic Education. The nature of education of Qur’an (Islam) is “rabbany” based on the first verse in the first revelation. People who carry out are also called “rabbany” who are described by al- Quran with the characteristics include teaching the book of Allah, both written (Al Qur’an) and the unwritten (the universe), and study of it continuously. This literature review will reveal another perspective on the quantum approach in optical studies of Islam. Keywords: Quantum Learning, Islamic education Pendekatan pembelajaran dengan konsep quantum learning adalah sebuah konsep yang memegang kuat falsafah bahwa belajar adalah kegiatan seumur hidup, diimplementasikan dalam kelas dengan cara yang menyenangkan, serta disajikan pula dengan metodologi yang didasarkan pada kurikulum yang merupakan perpaduan antara keterampilan akademis, prestasi fisik, dan keterampilan hidup (life skills). Sekilas pendekatan quantum ini sangatlah relevan dengan falsafah pendidikan sepanjang hayat yang menjadi pijakan dalam pendidikan Islam. Sifat pendidikan al-Qur’an (Islam) adalah “rabbany” berdasarkan ayat yang pertama dalam wahyu pertama. Orang yang melaksanakan juga disebut “rabbany” yang oleh al-Qur’an dijelaskan cirinya antara lain mengajarkan kitab Allah, baik yang tertulis (al-Qur’an) maupun yang tidak tertulis (alam raya) serta mempelajarinya secara terus menerus. Kajian literatur ini akan menguak persfektif lain tentang pendekatan quantum dalam optik kajian Islam. Kata Kunci: Quantum Learning, Pendidikan Isla

    Lingkungan Pendidikan dalam Perspektif al-Qur`an

    Get PDF
    Educational environment is an institution or a place where education takes place. This environment is very useful to support the process of an activity working properly, including educational activity. There is not clear definition about education environment in the Qur’an, except in relation to the education environment contained in historical practice which is used as the place of education, for instance mosques, houses, studios, madrassas, and universities. Al Qur’an only give cues about the educational environment, include the family environment, schools, and society. Keywords: Environment, Education, Perspective of al-Qur’an Lingkungan pendidikan adalah suatu institusi atau kelembagaan tempat berlangsungnya pendidikan. Lingkungan ini sangat berguna untuk menunjang proses suatu kegiatan agar berjalan dengan baik, termasuk kegiatan pendidikan. Dalam al-Qur’an tidak dikemukakan dengan jelas tentang pengertian lingkungan pendidikan, kecuali terkait lingkungan pendidikan yang terdapat dalam praktek sejarah yang digunakan sebagai tempat terselenggaranya pendidikan, seperti masjid, rumah, sanggar para sastrawan, madrasah, dan universitas. Al- Qur’an hanya memberikan isyarat-isyarat tentang lingkungan pendidikan tersebut, yakni lingkungan keluarga, sekolah/ madrasah, dan masyarakat. Kata Kunci: Lingkungan, Pendidikan, perspektif al-Qur’a

    Pembelajaran Aplikatif Pondok Pesantren dan Dampaknya Terhadap kualitas Outcome Siswa (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta)

    Get PDF
    Education is the process of humanizing human beings, in other words, education is a humanization process, thus the learning process must be adapted to the human condition. However, there are differences in interpret humanizing human beings, so, resulting the differences in opinion between humanist education according to Islam with humanist education according to western theory. Islam seeshumanizinghumanbeingsbygivingfreedomtohumans as long as it is not contrary to Islam, thus human freedom is not unlimited freedom. This is contrast to the western-based view of humanist education which states that humanist education is education by giving freedom to the students during the learning process. The implication of humanist learning according to Islam which came to be known as humanistic Islamic Education. It is the applicative learning of Islamic Boarding School. Learning with this model, student practice directly about the material that they have learnt. Thus, education is a habit. This means that to improve the quality of outcome needs to be given the education through habituation. The higher level of habituation performed, the higher quality of outcome. The outcomes quality in Islamic Boarding School Darunnajah is quite good. It can be seen that the alumni of Islamic Boarding School Darunnajah are accepted in Gajah Mada University (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB) and Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel. Even many of them are continuing their education abroad, such as : Malaysia, Cairo (Egypt), Madinah and England, while with Pakistan, the cooperation is just opened in 2017. Keywords: Islamic boarding school, Islamic humanistic education, Applicative learning, Outcome. Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, dengan kata lain pendidikan merupakan proses humanisasi, dengan demikian proses pembelajaran harus disesuaikan dengan keadaan manusia. Namun terdapat perbedaan dalam memaknai memanusiakan manusia, sehingga timbul perbedaan pendapat antara pendidikan humanis menurut agama Islam dengan pendidikan humanis menurut teori Barat. Islam memandang memanusiakan manusia adalah dengan memberikan kebebasan kepada manusia selama tidak bertentangan dengan agama Islam, dengan demikian kebebasan manusiabukanlahkebebasantanpabatas. Hal ini berbedadengan pandangan pendidikan humanis versi barat yang menyatakan bahwa pendidikan humanis adalah pendidikan dengan memberikan kebebasan pada siswa selama proses pembelajaran. Implikasi dari pembelajaran humanis menurut Islam yang kemudian dikenal dengan nama Pendidikan Humanistik Islami adalah pembelajaan aplikatif pondok pesantren. Pembelajaran dengan model ini, santri/siswa mempraktekkan langsung tentang materi yang sudah dipelajarinya. Dengan demikian, pendidikan merupakan pembiasaan. Hal ini berarti untuk meningkatkan kualitas outcome maka perlu diberikan pendidikan melalui pembiasaan. Semakin tinggi tingkat pembiasaan yang dilakukan maka semakin tinggi pula kualitas outcome. Kualitas outcome pondok pesantren Darunnajah cukup baik, hal ini bisa dilihat bahwa alumni pondok pesantren Darunnajah diterima di Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel atas beasiswa dari Departemen Agama. Bahkan banyak diantara mereka yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri, yaitu : Malaysia, Kairo (Mesir), Madinah dan Inggris, sedangkan dengan Pakistan baru pada tahun 2017 ini dibuka kerjasama. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Pendidikan Humanistik Islam, Pembelajaran Aplikatif, Outcome

    (RETRACTION) Arah Baru Pendidikan Islam: Membangun Epistemologi Pendidikan Islam Monokhotomik

    No full text
    RETRACTION TO: Zamroni (2017). Arah Baru Pendidikan Islam: Membangun Epistemologi Pendidikan Islam Monokhotomik. Hikmah: Journal of Islamic Studies, 13(2), 1-34. This article has been retracted by Publisher based on the following reason: The Editor of HIKMAH Journal found the double publication in the article publishing due to article's content similarity published in DINAMIKA ILMU Vol 10, No. 2 (2010) URL: https://journal.iain-samarinda.ac.id/index.php/dinamika_ilmu/article/view/45. Titled” Arah Baru Pendidikan Islam: Membangun Epistemologi Pendidikan Islam Monokhotomik” with the same author who is Zamrony. Based on clarification, Author of the article have admitted that she has published the same article published in DINAMIKA ILMU Vol 10, No. 2 (2010). One of the conditions of submission of paper for publication in this journal is that authors declare explicitly that their work is original and has not appeared in a publication elsewhere. Re-use of any data should be appropriately cited. As such this article represents a severe abuse of the scientific publishing system. The scientific community takes a very strong view on this matter and apologies are offered to readers of the journal that this was not detected during the submission process

    DIGITAL LIBRARY OF AL-QUR`AN (DILIA) DARI KHAZANAH PESANTREN UNTUK DUNIA ISLAM

    Get PDF
    Abstract Nowadays Islamic boarding school has used Information and Communication Technologies (ICT) as learning method. Thus, honestly we also elaborate that ICT is still seldom used for needs of school library services. Although how students learn still much traditionally, their interaction with outside world causes they have many choices to determine how to learn. Their necessary on information quickly, easily, and accurately is not inevitable. Library as informative service media still seldom gives services related the students’ need. The library in boarding school is still seen styled with traditional concept and collection served to reader with analog model. Supposedly, the library needs to be reorganized with the service concept in a digital format. The writing on this scientific work is supposed to give concrete opinion in participating khazanah knowledge about reading resource that exists in Islamic boarding school. Because a book is the gate of science, if we don’t preserve by keeping book, so we will come into the hall of ignorance. This writing is little bit consulting to answer the problems about how to improve educational world in Islamic boarding school, one of them is to participate to keep preservation of reading materials and makes reader (read: students) interested and happy to read and become reading event as culture continuously. Keywords: Digital Libraries, Education of Islamic Boarding School (pesantren) Abstrak Dunia pesantren saat ini sudah banyak yang menggunakan ICT sebagai media belajar. Namun secara jujur juga kita ungkapkan bahwa ICT masih jarang digunakan untuk kebutuhan layanan perpustakaan pesantren. Walaupun cara belajar santri masih banyak yang tradisional, namun persinggungan mereka dengan dunia luar menyebabkan mereka punya banyak pilihan dalam menentukan cara belajar, kebutuhan mereka pada informasi yang cepat, mudah, dan akurat sudah tidak terelakkan lagi. Perpustakaan sebagai media layanan informasi masih jarang memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan santri. Perpustakaan di pesantren masih terlihat ditata dengan konsep tradisional dan koleksipun dihidangkan ke pembaca dengan model analog. Seharusnya, perpustakaan perlu ditata ulang dengan konsep layanan dalam format digital. Tulisan dalam karya ilmiah ini dimaksudkan memberikan usulan konkrit di dalam ikut melestariskan khazanah keilmuan berupa sumber bacaan yang ada di Pesantren. Sebabbuku adalah gerbang ilmu, jika kita tidak menjaga kelestarian buku, maka kita sama saja masuk ke lorong kebodohan. Tulisan ini sedikit urun rembuk menjawab persoalan bagaimana memajukan dunia pendidikan di Pesantren, salah satunya adalah dengan turut serta menjaga kelestarian bahan bacaan dan menjadikan pembaca (baca: santri) tertarik dan senang untuk membaca dan menjadikan kegiatan membaca sebagai budaya yang kontinyu. Kata Kunci: Perpustakaan Digital, Pendidikan Pesantre

    Pendidikan dalam Perspektif Islam

    Get PDF
    Sinceitsbirth,Islamisareligionthathasconcernedoneducation.The firstverseofAl-Qur’anfortheProphetMuhammadandtheprophetic missionofMuhammadshowthisconcern.Theconditionofignorance that dominated the Arab society in the past was tried to be changed by Islam. The Islamic education is often called tarbiyah and ta’lim al-tarbiyah which means education that includes aspects of science and morality. Therefore, Islamic education is to cultivate humans’ minds and to regulate humans’ characters and attitudes based on the Islamic teachings. Meanwhile al-ta’lim in Islamic education means teaching, which only gives knowledge to the students. According to Islamic teachings, humans have two potentials (evil and piety). The teachings of Islam acknowledge the differences of people’s talents but the differences do not mean that they cannot be formed at all. In order to achieve the goals well, education needs to be adapted with the development of thestudents. Keywords: Islam, education, tarbiyah, and ta’lim. Sejak kemunculannya, Islam adalah agama yang konsen dengan pendidikan. Ayatyangpertamaturundanmisikenabian Muhammad menunjukkan hal tersebut. Kondisi kebodohan yang mendominasi masyarakat Arab pada waktu itu berusaha untuk dirubah oleh Islam. Pendidikan Islam sering diistilahkan dengan tarbiyah dan ta’lim al-tarbiyah yang berarti pendidikan yang mencakup aspek ilmu dan akhlak. Oleh karena itu, pendidikan menurut Islam ialah menumbuhkan pikiran manusia, serta mengatur akhlak dan perangainya berdasarkan ajaran Islam. Sedangkan al-ta'lim dalam dunia pendidikan berarti pengajaran, yang hanya memberikan ilmu semata kepada anak didik. Menurut ajaran Islam, manusia itu mempunyai dua potensi (jahat dan takwa atau positif). Ajaran Islam mengakuiadanyaperbedaanbakatpembawaanpadadiriseseorang, namun perbedaan tersebut bukan berarti tidak bisa dibentuksama sekali.Agarmencapaisasarandanberhasildenganbaik,pendidikan perlu disesuaikan dengan perkembangan anak didik. Kata kunci: Islam, pendidikan, tarbiyah, ta’li

    HOMEOSTATIS KEHIDUPAN SEBAGAI I’JAZ AL-QUR’AN

    Get PDF
    Abstract Qur’an contains holy verses which are projected to give respond toward the human being problems all the time. From the details of holy verses of Qur’an which is the guidance an instruction of life for human being, basically they have points as process or homeostatic event for anyone who interacts with the nature. The relation between the signs of truth inside Qur’an and the universe combined through the miracle of Qur’an (the first coming than scientific discovery) by the miracle of universe illustrate the power of Allah SWT. Thus, homeostatic life as the scientific miracle of Qur’an can tighten the faith toward Qur’an as Allah’s revelation. Keywords: Homeostatis, I’jaz, al-Qu’an Abstrak Al-Qur’an berisikan ayat-ayat suci yang diproyeksikan untuk memberiresponterhadappermasalahanumatmanusiasepanjang zaman. Dari rincian ayat-ayat suci al-Qur’an yang merupakan pedoman kehidupan dan petunjuk bagi manusia, pada dasarnya ia berintikan sebuah proses atau kejadian homeostatis bagi siapapun yang berinteraksi dengan alam semesta ini. Hubungan antara tanda-tanda kebenaran di dalam al-Qur’an dan alam raya dipadukan melalui mukjizat al-Qur’an (yang lebih dahulu daripada temuan ilmiah) dengan mukjizat alam raya yang menggambarkan kekuasaan Allah. Dengan demikian, homeostatis kehidupan sebagai mukjizat ilmiah pada al-Qur’an dapat memperkuat keimanan terhadap al-Qur’an sebagai wahyu Allah. Keywords: Homeostatis, I’jaz, al-Qu’a

    Media Pembelajaran dan Upaya Membangun Kesadaran Belajar Siswa

    Get PDF
    Teaching and learning process is essentially a communication process and message delivery from the presenter to the recipient. This message is delivered in verbal and non verbal communication. Instructional media play a role to support the delivery of learning message to be more standardized, interesting, effective, and efficcient. This can be done by utilizing the development of information communication technology that provides widespread opportunities in education in order to improve the educational quality. Using technology as an instructional media can make the learning process more fun and ease the comprehension, so that, the student learning awareness will grow on their own. Keywords: Instructional media, Information technology, Learning awareness Proses belajar mengajar pada hakikatnya merupakan proses komunikasi dan penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan ini dituangkan dalam komunikasi verbal dan non verbal. Media pembelajaran berperan agar penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar, menarik, efektif, dan efisien. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi komunikasi yang memberikan kesempatan luas pada dunia pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran membuat proses belajar dapat lebih menyenangkan danpemahamanmenjadilebihmudah, sehinggadengandemikian kesadaran belajar siswa akan tumbuh dengan sendirinya. Kata Kunci: Media pembelajaran,Teknologi informasi, Kesadaran belaja

    Pengaruh Motivasi Belajar dan Kecerdasan Interpersonal Terhadap Prestasi Belajar IPS SMP Negeri di Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan

    Get PDF
    The research was conducted at the state SMP in Sub-district Cilandak South Jakarta by survey research method. Students of research respondent are 50 people, selected based on simple random sampling and proportional sampling. The instrument uses questionnaire of learning achievement as the dependent variable, while the questionnaire instrument of learning motivation and interpersonal intelligence were used as the independent variable. Research instrument is validated by product moment correlation formula, whereas reliability is measured by Alpha Cronbach formula. Research method used in this research is Explanatory Survey Method. Data analysis technique used in this research is Regression Analysis Modelto find out the influence ofindependent variable with the dependent variable. Statistical test using t-test. Data analysis using correlation and regression technique (simple and plural). From the result of the study found that : (1) there is a significant influence between learning motivation on learning achievement of IPS at the state SMP in Sub-district Cilandak South Jakarta (r=0,834 and Ŷ = -27.268 + 0,219X1). (2) there is significant influence between interpersonal intelligence on learning achievement of IPS in the state SMP in Sub-district Cilandak South Jakarta (r = 0,834 dan Ŷ = -27.268 + 0,197X2). (3) there is significant influence between Learning Motivationand Interpersonal Intelligence together with Learning Achievement of IPS in the state SMP in Kecamatan Cilandak South Jakarta. Keywords: Learning motivation, Interpersonal intelligence, Prestasi Belajar Penelitian dilaksanakanpada SMPNegeridi Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan, dengan metode penelitian survei. Responden penelitian siswa berjumlah 50 orang, dipilih berdasarkan teknik acak sederhana (simple random sampling) dan proporsional sampling. Instrumen menggunakan angket prestasi belajar sebagai variabel terikat, sedangkan instrument angket motivasi belajar dan angket kecerdasan interpersonal sebagai variabel bebas. Instrumen penelitian divalidasi dengan rumus korelasi product moment, sedangkan reliabilitas diukur dengan rumus Alpha Cronbach. Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Survey Method, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Analisis Regresi untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas dengan variabel terikat. Uji statistika menggunakan uji-t. Analisisdatamenggunakanteknikkorelasidanregresi(sederhana & jamak).Dari hasil penelitian ditemukan bahwa : (1) terdapat pengaruh yang berarti antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS pada SMP Negeri di kecamatan Cilandak Jakarta Selatan (r = 0,834 dan Ŷ = -27.268 + 0,219X1). (2) terdapat pengaruh yang berarti antara kecerdasan interpersonal terhadap prestasi belajar IPS SMP Negeri di Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan (r = 0,834 dan Ŷ = -27.268 + 0,197X2). (3) terdapat pengaruh yang berarti antara Motivasi Belajar dan Kecerdasan Interpersonal bersama-sama terhadap Prestasi Belajar IPS SMP Negeri di Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan. (r = 0,834 dan Ŷ = -27.268 + 0,219X1 + 0,197X2). Kata Kunci: Motivasi Belajar, Kecerdasan interpersonal, Learning achievemen

    REKONSTRUKSI KONSEP POLIGAMI ALA MUHAMMAD SYAHRUR: SEBUAH TAFSIR KONTEMPORER

    Get PDF
    Abstract The concept of polygamy still reap many long polemic among the Muslim community in Indonesia. Therefore, it takes a comprehensive and scientific explanation. Theory of limit (nazariyah hudūdiyah) that introduced by Shahrur considered to have a new perspective to reconstruct the concept of polygamy. Linguistic analysis and theory of hudūd as a cornerstone methodology in studying and giving ijtihad refreshing for the concept of polygamy. With the collaboration between the linguistic approach and the application of the theory of hudūd, he tried to pull the net structure of the text (nash) and social reality. Finally, he argues that polygamy is a solution for the social-humanitarian problems with the conditions that must be met. Keywords: Re-construction, Polygamy, Limit Theory, Linguistic Approach Abstrak Konsep poligami masih banyak menuai polemik panjang di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan penyelasaian yang komprehensif dan ilmiah. Teori limit (nazariyyah hudūdiyah) yang diperkenalkan oleh Syahrur dianggap memiliki cara pandang baru untuk merekonstruksi konsep poligami. Analisa linguistik dan teori hudud menjadi landasan metodologinya dalam menelaah dan melahirkan ijtihad yang menyegarkan (ijtihad refreshing) bagi pemahaman tentang poligami. Dengan kolaborasi antara pendekatan linguistik dan aplikasi teori hudud, ia mencoba menarik jaring struktur teks (nash) dan realitas sosial. Hingga pada akhirnya, ia melihat bahwa poligami merupakan sebuah solusi permasalahan sosial- kemanusiaan dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Kata kunci: Rekonstruksi, Poligami, Teori Limit, Pendekatan Linguisti

    69

    full texts

    148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Hikmah Journal of Islamic Studies
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇