Chimica et Natura Acta
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
Review Article: Effect of Co-Expression Chaperones on the Expression of Intracellular Recombinant Proteins in Escherichia coli
Escherichia coli is widely used as a host for expressing recombinant proteins due to its well-studied genetics, fast growth, relatively low production costs, and high rate of protein expression. However, despite the high rate of protein expression, the availability of chaperone proteins was often insufficient, resulting in the formation of inclusion bodies due to errors in protein folding. These inclusion bodies can cause the protein to become inactive, and proper protein folding is crucial for maintaining the structure and function of proteins in living organisms. To overcome this limitation, chaperones have been developed as a strategy to help prevent protein folding errors and increase the recovery of soluble protein. In this review, we summarize several experiments related to co-expressing chaperones to enhance the expression of recombinant proteins in E. coli
Nitrogen Determination in Leaves Palm Oil using The San++ Scalar Continuous Flow Analyzer Following Wet Digestion with 50ml Dilution Sulfuric Acid: Testing and Validation
Nitrogen is a crucial macronutrient for the growth of oil palm plants. Insufficient nitrogen can lead to chlorosis in young leaves, causing them to turn yellow and impede growth. To determine the nitrogen content in oil palm leaves and estimate the required fertilizer amount, a test must be conducted. In this study, the Association of Analytical Communities (AOAC) standard method was employed to measure nitrogen levels. The method's performance procedure has undergone changes. The test results displayed a high correlation coefficient (r) of 99.99% and a % relative standard deviation (RSD) value of 1.8541%. The RSD value is below 2/3 of Horwitz CV, which is 7.7565. The single test accuracy was determined to be 102.01%, while the spike variation accuracy test yielded 102.66%. The limit of detection (LOD) was found to be 8.9213, and the limit of quantitation (LOQ) was determined as 29.7378. Furthermore, the instrument's limit values were established as an LOD of 8.8575 and an LOQ of 29.5250. The test results obtained meet the acceptance criteria based on AOAC
Aktivitas Antioksidan dan Sitotoksik Terhadap Sel Kanker HeLa dari Ekstrak Daun Vernonia amygdalina (Asteraceae)
Vernonia amygdalina atau dikenal sebagai daun afrika merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai nutraceutical, seperti antidiabetes, antimalaria dan antikanker. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan dan aktivitas sitotoksik ekstrak daun V. amygdalina terhadap sel kanker serviks HeLa, serta menentukan kelompok senyawa yang terdapat dalam ekstrak daun V. amygdalina dengan aktivitas sitotoksik dan antioksidan tertinggi melalui penapisan fitokimia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi dan fraksinasi menggunakan pelarut metanol, etil asetat, dan n-hexana. Semua fraksi diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metoda DPPH dan aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker serviks HeLa menggunakan metode MTS, serta penapisan fitokimia untuk menentukan kelompok senyawa alkaloid, terpenoid, steroid, dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi, IC50 ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksana berturut-turut adalah: 25,27; 17,89; 213,4 ppm. Hasil uji aktivitas sitotoksik menunjukkan bahwa ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksana daun V. amygdalina bersifat kurang aktif terhadap sel kanker serviks HeLa dengan IC50 berturut-turut: 519,42; 249,18 dan 367,24 ppm. Ekstrak etil asetat yang mengandung aktivitas antioksidan tertinggi mengandung kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, steroid, dan terpenoid, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai agen kemopreventif berdasarkan aktivitas antioksidannya
Formulasi Sediaan Obat Kumur Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.)
Karies gigi merupakan salah satu penyakit infeksi yang terjadi pada gigi dan dapat merusak struktur gigi. Bakteri yang sering menjadi penyebab karies pada gigi yaitu Streptococcus mutans. Sediaan obat kumur adalah salah satu bentuk sediaan cair untuk merawat gigi yaitu dengan cara berkumur. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan mutu dari sediaan obat kumur kombinasi ekstrak daun jambu biji dan daun pandan wangi. Ekstrak daun jambu biji dan pandan wangi diektraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan obat kumur dibuat sebanyak 4 formula, dengan perbandingan ekstrak daun jambu dan pandan wangi konsentrasi formula I 35% (17,5:17,5), konsentrasi formula II 37,5% (17,5:20), konsentrasi formula III 40% (17,5:22,5), kontrol positif (obat kumur merk BT) dan kontrol negatif (basis). Pengujian syarat sediaan obat kumur dilakukan dengan pengujian mutu fisik (uji organoleptik, pH, viskositas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula I memenuhui syarat mutu baik organoleptik, pH dan viskositas
Karakterisasi Hasil Reaksi Ion Gadolinium (III) dengan Ligan Dibutilditiokarbamat Menggunakan Metode Mekanika Molekular (MM2)
Gadolinium dalam bentuk murni memiliki nilai ekonomis tinggi banyak digunakan untuk keperluan industri, kedokteran, kimia,dan metalurgi. Dibutilditiokarbamat merupakan ligan dengan dua atom sulfur yang berperan sebagai donor atom sehingga dapat membentuk kompleks dengan gadolinium. Dengan simulasi dinamika molekul dapat mempelajari sifat makroskopik suatu sistem melalui simulasi mikroskopik Dalam penelitian ini akan diprediksikan struktur dari senyawa gadolinium(III) dibutilditiokarbamat berdasarkan energi sterik yang dihasilkan dari dinamika molekul dalam berbagai pelarut. Dalam penentuan struktur ini digunakan metoda mekanika molekul (MM2) dengan perangkat lunak CS ChemBio3D Ultra 12.0. Dinamika molekul diatur pada suhu 25°C dengan variasi pelarut. hasil dinamika molekul dari senyawa gadolinium(III) dibutilditiokarbamat menunjukan bahwa energi sterik paling rendah berada pada bilangan koordinasi tujuh pada pelarut asetonitril dengan energi sterik sebesar 136,7473 kkal/mol
Pengaruh Penambahan Kromium Organik pada Lemna sp. Terhadap Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy)
Lemna sp. merupakan tanaman air yang banyak tersebar di perairan umum di Indonesia, dan memiliki kandungan nutrisi yang baik sehingga berpotensi digunakan sebagai pakan ikan. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Perikanan Darat Ciparanje FPIK Unpad, Balai Pengembangan dan Pemacuan Stok Ikan Gurame dan Nilem (BPPSIGN) Singaparna Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian Lemna sp. berimbuhan kromium optimal untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan gurame. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, tahap satu adalah mengukur retensi kromium dalam Lemna yang dikultur pada media yang mengandung krom 10 mg/L pada ketinggian air yang berbeda (10 dan 20 cm). Tahap dua adalah memberikan Lemna yang berimbuhan krom sebagai pakan ikan gurame. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari lima perlakuan, yaitu A (Lemna sp. 20%), B (Lemna sp. berimbuhan kromium 1,65% + Lemna sp. 18,35%), C (Lemna sp. berimbuhan kromium 3,3% + Lemna sp. 16,7%), D (Lemna sp. berimbuhan kromium 4,95% + Lemna sp. 15,05%), E (Lemna sp. 6,6% + Lemna sp. 13,4%), dan setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati adalah kandungan kromium dalam Lemna, pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup ikan gurame. Pengujian pengaruh dari setiap perlakuan data diuji dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Jika terdapat perbedaan antara perlakuan dilanjutkan dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retensi kromium dalam Lemna sp. yang dikultur selama 7 hari di media air yang telah ditambahkan 10 mg/L Cr adalah 6,05 mg/kg. Pemberian Lemna sp. berimbuhan kromium 4,95% + Lemna sp. 15,05% menghasilkan nilai laju pertumbuhan harian terbaik sebesar 0,82% dan kelangsungan hidup terbaik sebesar 90%
Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Zirkonia Terstabilkan Kalsium (CSZ) Berbasis Prekursor Zirkonium Hidroksida dari Pasir Zirkon Menggunakan Templat Etilen Glikol
Zirkonia yang distabilkan (stabilized zirconia) sangat menjanjikan karena memiliki sifat fisik, mekanik, termal, serta biokompatibilitas yang baik. Penelitian terkini memperlihatkan zirkonia yang distabilkan dapat digunakan pada bidang lingkungan, elektrolit, dan katalis. Zirkonia memiliki tiga fase yang stabil pada rentang suhu berbeda yaitu fase monoklinik, tetragonal dan kubik. Transformasi yang terjadi dari fase tetragonal ke monoklinik menyebabkan terjadinya retak mikro. Zirkonia perlu ditambahkan doping untuk dapat stabil selama pendinginan setelah tahap kalsinasi. Telah dilakukan sintesis zirkonia yang distabilkan dengan penambahan doping CaCl2 sebesar 1, 5 dan 10% b/b serta variasi suhu 600, 800 dan 1000°C untuk melihat pengaruhnya terhadap pembentukan fase ZrO2. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sol-gel sehingga diperoleh calcia stabilized zirconia (CSZ) berukuran nano menggunakan bantuan etilen glikol sebagai templat. Hasil FTIR menunjukkan ikatan Ca-O muncul pada area sidik jari 455,9 cm-1. Ikatan Ca-O ini tumpang tindih dengan ikatan Zr-O pada daerah sidik jari 509,6 cm-1 (m-ZrO2) dan 754,16 cm-1 (t-ZrO2). Pengaruh doping dan suhu kalsinasi terhadap fase pembentukan nanopartikel CSZ dipelajari menggunakan difraksi sinar-X menunjukkan fase tetragonal teridentifikasi pada suhu kalsinasi 800°C dan fase monoklinik teridentifikasi pada suhu kalsinasi 1000°C. Konsentrasi CaCl2 mempengaruhi transformasi fase ZrO2, semakin tinggi konsentrasi CaCl2 yang ditambahkan ke dalam ZrO2 maka semakin stabil fase tetragonal ZrO2 pada sampel CSZ. Hasil morfologi dipelajari menggunakan TEM dan SEM menunjukkan nanopartikel dengan ukuran rata-rata 11-25 nm berbentuk aglomerasi dengan sebagian besar memiliki partikel berbentuk sferik dan sebagian kecil berbentuk nanorod dan nanotube
Identifikasi Metabolit Sekunder Sekresi Jamur Lokal Tanah Gambut Riau Penicillium sp. LBKURCC34 Sebagai Antimikroba
Penicillium sp. LBKURCC34 adalah jamur yang diisolasi dari tanah gambut hutan primer di Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSKBB), Cagar Biosfer di Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensinya sebagai penghasil antimikroba. Metode dilakukan melalui produksi metabolit sekunder dalam media cair, ekstraksi dalam larutan etil asetat, dan pemisahan ekstrak kasar dengan Kromatografi Kolom (CC). Ekstrak kasar dan fraksi diidentifikasi dengan KLT dan HPLC dan diuji aktivitas antimikrobanya dengan metode difusi cakram. Untuk mengidentifikasi senyawa aktif dilakukan uji fitokimia dan metode KLT-Bioautografi. Produksi tiga liter media menghasilkan 0,4 gram (0,0133% b/v) ekstrak etil asetat yang diidentifikasi sebagai terpenoid dan fenolat; dan mengandung senyawa semipolar berdasarkan uji KLT dan HPLC. Hasil KLT setelah disemprot dengan p-anisaldehida 0,5% menunjukkan adanya senyawa peptaibol (peptida). Ekstrak etil asetat dapat menghambat pertumbuhan kelima mikroba patogen yang diuji namun hanya 11-45% dibandingkan dengan kontrol positif. Uji bioautografi terhadap Escherichia coli menunjukkan noda aktif zona bening pada Rf sebesar 0,67. Sayangnya, dari Fraksi 1-5 yang terdapat noda dengan Rf 0,67 masih belum menunjukkan aktivitas berarti. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi struktur senyawa aktif dari isolat lokal ini
Karakterisasi Enzim Amilase Isolat Bakteri R2M Larva Kumbang Sagu dari Luwu Utara
Karakterisasi ekstrak kasar enzim amilase isolat bakteri R2M dari larva kumbang sagu telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim amilase pada suhu, pH, dan konsentrasi substrat optimum terhadap substrat amilum murni dan amilum dari kulit singkong. Penentuan aktivitas enzim amilase menggunakan metode asam 3,5-dinitrosalisilat (DNS) yang diukur dengan spektrofotometer visible pada panjang gelombang (λ) 540 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim amilase isolat bakteri R2M larva kumbang sagu yang direaksikan dengan substrat amilum optimum pada suhu 70°C, pH 4, dan konsentrasi substrat 1,25% dengan aktivitas enzim masing-masing sebesar 0,116 U/mL; 0,049 U/mL; dan 0,044 U/mL. Aktivitas enzim amilase isolat bakteri R2M larva kumbang sagu yang direaksikan dengan substrat pati kulit singkong pada kondisi optimum (pH 4, suhu 70 °C, dan 1,25% amilum) sebesar 0,077 U/mL. Dengan demikian, enzim amilase isolate R2M yang diisolasi dari larva kumbang sagu mampu bekerja optimum pada konsentrasi substrat 1,25%; suhu 70°C, dan pH 4
Isolation and Structure Determination of Stigmaterol from the Stem Bark of Lansium domesticum Corr. Cv. Kokossan
Indonesia is a tropical country with biodiversity and a source of natural compounds such as terpenoids, phenolic, flavonoids, and alkaloid groups. The steroid is one of the large groups of terpenoid compounds with various structures and bioactivities. The steroid was also commonly found in the Meliaceae family. One species of this family is Lansium domesticum Corr. which has been studied to have various activities from isolated compounds (limonoids, sesquiterpenoids, onoceranoids, cycloartanoids, and steroids) as well as from their extracts such as antidiarrheal, antimalarial, antimicrobial, antiinsecticide, antifeedant and were used as traditional medicine such as eye drops and scorpion stings. The n-hexane fraction from the bark of L. domesticum Cor. cv. Kokosan produced steroid compounds whose structure is determined by IR, 1H-NMR, 13C-NMR, and DEPT spectroscopy methods and compared with the literature. It was concluded that the steroid isolated was (22E)-stigmasta-5,22-dien-3ol and was first isolated from this genus. This compound was inactive against MCF-7 breast cancer cells with an IC50 value of 832.14 µM