Chimica et Natura Acta
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
Modifikasi Karbon Berpori Eceng Gondok Doping Nitrogen Untuk Matrik Katoda Baterai Litium Sulfur Dengan Kapasitas Tinggi
Karbon berpori dari biomassa menjadi kandidat potensial untuk matrik katoda baterai litium sulfur. Karbon berpori harus memiliki konduktivitas listrik yang tinggi untuk meningkatkan kontak elektrik sulfur yang bersifat isolator. Modifikasi karbon berpori doping N diperlukan untuk meningkatkan kinerja baterai litium sulfur. Pada penelitian ini telah dibuat karbon berpori Eceng Gondok doping N, selanjutnya dikompositkan dengan sulfur dan diaplikasikan untuk katoda baterai litium sulfur. Hasil pengujian dengan FTIR menunjukkan adanya gugus C=N pada 1657 cm-1. Hasil pengujian SEM-EDS terhadap komposit karbon berpori doping N/sulfur diperoleh kadar sulfur sebesar 66,95 wt% untuk rasio 1:2,5. Hasil pengujian dengan four line probe (FLP) diperoleh konduktivitas listrik karbon berpori doping N sebesar 17,16 x 10-2 S/cm, komposit karbon berpori doping N/sulfur sebesar 14,61 x 10-4 S/cm. Katoda baterai litium sulfur telah berhasil dibuat dari komposit KBEGN/S dengan ketebalan 200 mm dan kandungan sulfur sebesar 4,93 mg/cm2. Hasil pengukuran charge-discharge baterai diperoleh kapasitas pengosongan awal sebesar 584 mAh/g. Nilai kapasitas pengosongan awal yang diperoleh lebih besar dari baterai dengan karbon berpori tanpa doping N sebesar 312 mAh/g untuk kandungan sulfur 3,57 mg/cm2
Analisis Potensi Antioksidan Daun Kayu Bulan (Pisonia alba Span.) sebagai Agen Anti Penuaan Dini
Penuaan merupakan suatu proses alamiah yang dapat dipengaruhi oleh radikal bebas. Adanya radikal bebas dapat dicegah oleh agen antioksidan. Salah satu tanaman hias yang diketahui mengandung fenolik dan flavonoid serta aktivitas antioksidan yaitu daun kayu bulan (Pisonia alba S). Berdasarkan penelusuran pustaka, belum terdapat penelitian yang membandingkan aktivitas antioksidan daun kayu bulan dengan metode DPPH, FRAP dan ABTS. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui potensi daun kayu bulan sebagai agen anti penuaan dini melalui analisis kemampuan antioksidan dengan metode DPPH, FRAP dan ABTS. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi daun kayu bulan dengan metode maserasi. Ekstrak kental yang diperoleh diuji antioksidan dengan metode DPPH, FRAP, dan ABTS dengan pembanding kuersetin dan vitamin C. Berdasarkan hasil uji dengan metode DPPH, FRAP dan ABTS didapatkan aktivitas antioksidan tertinggi hingga terendah secara berurutan yaitu kuersetin, vitamin C dan ekstrak etanol daun kayu bulan. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kayu bulan termasuk ke dalam kategori antioksidan sedang yang ditunjukkan dengan nilai IC50 terhadap DPPH 248,524 ± 9,819, FRAP value 7,408 ± 0,277, dan IC50 terhadap ABTS 173,972 ± 7,817. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kayu bulan (Pisonia alba S) memiliki aktivitas antioksidan dengan kemampuan sedang dengan uji DPPH, FRAP dan ABTS. Artinya, daun kayu bulan memiliki potensi untuk diteliti lebih lanjut sebagai suatu agen anti penuaan dini
Bio-Hand Sanitizer Based on Peel of Lime (Citrus aurantifolia S) and Leaves Betel (Piper betle L)
The large number of antiseptic products on the market provide choices for people to choose alcoholic or non-alcoholic hand sanitizers. Most commercial hand sanitizers are 70% to 90% alcohol-based. For some people, the use of alcohol-based hand sanitizers is not friendly for sensitive skin. Therefore, in this study efforts were made to minimize the use of alcohol as an antiseptic agent in hand sanitizers by using lime peel extract and betel leaf extract. Betel leaves contain chemicals that are useful as antiseptic, antibacterial, and antioxidant substances. The lime peel contains flavonoid compounds that are useful as antioxidants, antiseptics, anticancer, anti-inflammatory, and antibacterial. The results showed that the extraction of lime peel was dark brown and betel leaves were blackish brown. Lime peel extraction was carried out for 5 hours using the maceration method while lime peel extraction used the reflux method. The results of the inhibition test using the Disk Diffusion Test method showed that the growth of bacteria in the sample area grew less compared to the eco-enzyme and water. While the results of the organoleptic test showed that bio-hand sanitizer products made from the lime peel and betel leaf were quite attractive to respondents.
Studi Potensi Senyawa Antioksidan dari Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) secara in Silico
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah atau menghambat oksidasi molekul lain, yang pada makhluk hidup berperan dalam mempertahankan pertumbuhan dan metabolisme yang normal. Studi aktivitas antioksidan individual pada senyawa dari jeruk nipis telah dilakukan. Senyawa yang dipelajari difokuskan pada bergamottin, citropten dan asam klorogenat. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari hubungan antara struktur molekul dengan aktivitas antioksidannya melalui perhitungan secara kimia komputasi potensial ionisasi, electrodonating power, dan net electrophilicity. Seluruh perhitungan dilakukan menggunakan program komputasi Gaussian 09 Revision D.01, pada level teori APFD/6-31+G(d) pada keadaan muatan netral (deprotonasi, negatif), positif (netral), dan negatif (negatif dua). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa citropten dan asam klorogenat berpotensi sebagai antioksidan. Vitamin C, asam galat, dan asam klorogenat dalam keadaan terdeprotonasi memiliki sifat antioksidan yang lebih kuat daripada keadaan netral. Analisis ADMET menunjukkan bahwa bergamottin, citropten dan asam klorogenat mampu menghambat enzim sitokrom P450 sehingga dapat pula meningkatkan bioavailabilitas antioksidan, maka bergamottin, citropten dan asam klorogenat dapat pula berperan tidak langsung terhadap aktivitas antioksidan
Sintesis dan Karakterisasi (3-Aminopropil)-Trimetoksisilan Terkonjugasi Asam Folat untuk Fungsionalisasi Nanopartikel
Asam folat diketahui memiliki afinitas yang cukup tinggi pada reseptor folat (Kd=10-10) yang diekspresikan berlebih di permukaan sel-sel kanker tertentu (seperti sel kanker ovarium dan serviks). Oleh karena, itu asam folat sering digunakan sebagai suatu pentarget aktif untuk membawa obat atau dalam hal ini nanopartikel, sehingga secara spesifik menuju sel kanker yang diinginkan, baik untuk tujuan diagnosis maupun penyembuhan penyakit kanker. Pada penelitian ini, asam folat akan dikonjugasikan pada aminopropyl trimetoksisilan (APTMS) melalui pembentukan N-hidroksisuksinimida (NHS) ester asam folat (NHS-FA) terlebih dahulu dan selanjutnya direaksikan dengan APTMS melalui pendekatan reaksi 1-etil-3-(3- dimetilaminopropil) karbodiimida (EDC) dan NHS (EDC/NHS) Ester. APTMS termodifikasi gugus asam folat (APTMS-FA) selanjutnya dikarakterisasi dengan spektroskopi ultraviolet dan inframerah. Pada spektrum ultraviolet yang dihasilkan oleh NHS-FA dan APTMS-FA menunjukkan puncak yang sangat khas yang dimiliki oleh asam folat, yaitu pada panjang gelombang sekitar 280 dan 360 nm. Hasil karakterisasi dengan spektroskopi inframerah juga menunjukkan terbentuknya pita baru yang khas sekitar 2995 dan 2912 cm-1 yang berasal dari dari gugus alkil APTMS. Sebagai tambahan, bentuk khas pita di daerah 1047 cm-1 juga terlihat menunjukkan keberadaan gugus Si-O dari APTMS-FA yang tidak ada pada asam folat maupun NHS-FA. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, asam folat telah terkonjugasi pada APTMS melalui pendekatan reaksi EDC/NHS Ester dan telah dikonfirmasi pada hasil karakterisasi dengan spektroskopi ultraviolet dan inframerah. APTMSFA dapat digunakan lebih lanjut untuk fungsionalisasi nanopartikel
Steroid dari Kulit Batang Aglaia glabrata dan Aktivitas Sitotoksinya terhadap Sel Kanker Leukemia P-388
Steroid saponin baru, b-sitosterol-3-O-beta-D-galaktopiranosil-(1-4)-beta-D-glukopiranosida (1), bersama dengan empat steroid yang diketahui (2-5) diisolasi dari kulit batang dari Aglaia glabrata. Struktur kimia senyawa baru dijelaskan berdasarkan data-data spektroskopi. Semua senyawa diuji aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker leukemia murine P-388. Diantara senyawa yang diisolasi tersebut, stigmasterol (4) menunjukkan aktivitas sitotoksik terkuat dengan nilai IC50 sebesar 12.2 mg/mL
Perbandingan Kadar Magnesium pada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menggunakan Metode Spektrofotometri dan Kompleksometri
Magnesium (Mg) merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh yang memiliki fungsi memelihara kesehatan jantung, tulang, mengatur kadar gula darah hingga membantu mengatasi stres. Kebutuhan magnesium diantaranya dapat dipenuhi melalui Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaaan kadar magnesium pada AMDK menggunakan metode spektrofotometri dan kompleksometri. Melalui perbandingan kedua metode tersebut dapat diketahui aplikasi metode yang lebih praktis dan efisien. Penentuan magnesium secara spektrofotometri dilakukan dengan mengukur terbentuknya senyawa kompleks Mg-EBT menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang maksimum 530 nm. Hasil penelitian kadar magnesium pada AMDK metode spektrofotometri didapatkan kadar antara 1,5-19,45 mg/L, sedangkan dengan metode kompleksometri didapatkan kadar magnesium 2,17-14,35 mg/L. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Uji paired sample T-Test disimpulkan bahwa rata-rata kadar magnesium pada AMDK dari kedua metode tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Metode spektrofotometri lebih mudah dan cepat dibandingkan kompleksometri yang membutuhkan banyak bahan, banyak tahapan dan membutuhkan waktu relatif lama
Pengaruh Konsentrasi Titanium Dioksida (TiO2) dan Ekstrak Etanol Daun Salam (Eugenia Polyantha Wight) terhadap Efektivitas Krim Tabir Surya Berbahan Baku Virgin Coconut Oil (VCO)
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi titanium dioksida (TiO2) dan ekstrak etanol daun salam (Eugenia polyantha wight) terhadap efektivitas krim tabir surya berbahan baku virgin coconut oil (VCO). Krim tabir surya dibuat dengan cara mencampurkan fase air (gliserin, trietanolamin (TEA), metil paraben, akuades) dan fase minyak (VCO, asam stearat, lanolin, setil alkohol, propil paraben) serta ditambahkan bahan aktif TiO2 dan ekstrak etanol daun salam, lalu diaduk hingga terbentuk krim yang homogen. Krim yang dihasilkan ditentukan karakteristiknya yaitu pH, homogenitas, viskositas, serapan radiasi ultraviolet (UV) dan sun protection factor (SPF). Efektivitas krim tabir surya dapat ditentukan dari SPF yang dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim yang dihasilkan memiliki susunan yang homogen, pH 7,2-7,75, viskositas 6160-12400 cP. Konsentrasi ekstrak etanol daun salam dan TiO2 berpengaruh terhadap SPF krim. Jika konsentrasi TiO2 dan ekstrak etanol daun salam ditingkatkan, maka SPF krim juga akan meningkat. Krim dengan ekstrak etanol daun salam 1,5% dan TiO2 6% memiliki SPF 2,206 yang menurut food and drug administration (FDA) termasuk dalam tipe proteksi minimal
Synthesis and Crystal Structure of RbGdNb6Cl18
A new quaternary niobium cluster chloride, RbGdNb6Cl18 has been prepared by solid state reaction methods. The RbCl, GdCl3, NbCl5, and niobium powder were mixed in stoichiometric proportions. This mixture was fed into a sealed quartz tube, and heated at 700ºC for 2 days. A single crystal was selected for use in determining the structure of this compound using a single crystal X-ray diffractometer. It crystallizes in the trigonal system, hexagonal setting with space group R-3 (No. 148). The unit cell parameters are: a = 9.3037(2) Å, c = 25.5752(2) Å, V = 1.917.17(7) Å3, and Z =3. The structure consists of discrete cluster units, [Nb6Cl18]4- that separated by Rb+ and Gd3+ cations in a close packed cubic stacking arrangement
Studi Perbandingan Metode Fragment Molecular Orbital (FMO) dengan Mekanika Kuantum Konvensional Serta Pengaruh Solvasi Air Implisit dan Eksplisit Pada Sistem yang Tersusun dari Natrium, Emas, dan Sitrat
Mempelajari interaksi biomolekul-partikel nano emas (AuNP) penting dilakukan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan AuNP pada bidang diagnostik dan terapeutik. Interaksi biomolekul-AuNP melibatkan interaksi elektrostatik dan transfer muatan dari gugus fungsi nukleofil ke AuNP, maka mempelajari interaksi biomolekul-AuNP dibutuhkan metode mekanika kuantum. Fragment molecular orbital (FMO) merupakan pendekatan mekanika kuantum dengan waktu perhitungan lebih cepat daripada mekanika kuantum konvensional, khususnya untuk sistem yang tersusun dari banyak atom. Interaksi biomolekul-AuNP dapat dipelajari melalui pair interaction energy decomposition analysis (PIEDA) yang diperoleh dari perhitungan FMO. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian antara hasil perhitungan FMO dengan mekanika kuantum konvensional pada sistem yang tersusun dari Na+, Au, sitrat3-, dan H2O; serta mempelajari efek solvasi air implisit dan eksplisit terhadap perhitungan FMO. Senyawa model yang digunakan adalah kompleks [Na(H2O)4]+, [Na(H2O)6]+*, [Na(H2O)6]+, [Na(sitrat)2]5-, [Au(H2O)2], dan [Au(sitrat)]3-. Walaupun FMO memprediksi energi total (Etotal) [Na(H2O)4]+, [Na(H2O)6]+*, [Na(H2O)6]+, dan [Na(sitrat)2]5- jauh lebih rendah daripada metode konvensional, namun prediksi ΔE reaksi dengan Etotal tersebut bersesuaian dengan metode konvensional. FMO juga memprediksi muatan parsial bersesuaian dengan metode konvensional. Perhitungan dalam air implisit meredam pengaruh EES yang berlebihan akibat tidak memperhitungkan interaksi elektrostatik fragmen zat terlarut dengan pelarut, khususnya pada interaksi antara fragmen yang bermuatan positif dan negatif. Solvasi dalam air implisit juga dapat menyebabkan perbedaan EEX dan E(CT+mix) yang drastis dibandingkan keadaan vakum sehingga memiliki perbedaan pola dekomposisi. Perhitungan dalam air eksplisit menyebabkan muatan fragmen zat terlarut tidak bulat seperti muatan formalnya akibat transfer muatan antara air dan fragmen zat terlarut. Perhitungan dalam pelarut eksplisit lebih realistis untuk mempelajari